Jumat, 10 Juni 2011

Kejadian


KEJADIAN



Pasal (50)


1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21

22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34

35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47

48 49 50

Penulis:


Musa, penulis kelima kitab Taurat (Ul. 31:9, 24; Luk. 24:27, 44; Yoh. 1:45; 5:46; Kis. 28:23; 2 Kor. 3:15).

Waktu Penulisan:


Mungkin sekitar 1490 SM, ketika Kitab Keluaran ditulis (lihat tulisan yang menjadi pendahuluan dalam Kitab Keluaran).

Tempat Penulisan:


Di padang gurun, sebelah timur Mesir.

Rentang Waktu yang Tercakup:


Dari awal penciptaan (1:1) sam­pai kira-kira 1635 SM, kematian Yusuf (50:26).

Pokok:


Allah Menciptakan, Iblis Merusak, Manusia Jatuh, dan TUHAN Menjanjikan Keselamatan

PASAL 1



Ayat (31)


1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31



I. Penciptaan Allah - 1:1-2:25

A. Keinginan dan Tujuan Allah - 1:1-2:3

1. Ciptaan Allah Sebermula - 1:1




Kej 1:1 1aPada 2mulanya 3Allah 4bmenciptakan 5langit dan bumi.




2. Penghakiman dan Perusakan - 1:2a



Kej 1:2a 1Bumi 2abelum berbentuk dan kosong; 2gelap gulita menutupi 3samudera

raya,




3. Pemulihan dan Penciptaan Lebih Lanjut Allah - 1:2b—2:3

a. Roh, Firman, dan Terang Datang, Hari Pertama - 1:2b-5



Kej 1:2b 4dan 5bRoh Allah 6melayang-layang di atas permukaan air.


Kej 1:3
1aBerfirmanlah Allah: "Jadilah
1bterang." Lalu terang itu jadi.


Kej 1:4
Allah melihat bahwa terang itu
abaik, lalu
1bdipisahkanNyalah terang itu dari gelap.


Kej 1:5
Dan Allah menamai terang itu
asiang, dan gelap itu malam.
bJadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari per­tama.




b. Pemisahan Air yang di Bawah Cakrawala dari Air di Atas Cakrawala, Hari Kedua — 1:6-8



Kej 1:6
aBerfirmanlah Allah: "Jadilah
1cakrawala di tengah segala air untuk
2bmemisahkan air dari air."


Kej 1:7
Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari
aair yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian.


Kej 1:8
Lalu Allah menamai cakrawala itu langit.
aJadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua.
1




c. Pemisahan Daratan dari Air dan Munculnya Hayat Tumbuh-tumbuhan, Hari Ketiga - 1:9-13



Kej 1:9
aBerfirmanlah Allah: "Hendaklah segala air yang di bawah langit
bberkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang
1ckering." Dan jadilah demikian.


Kej 1:10
Lalu Allah menamai yang kering itu
1darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya
1laut. Allah melihat bahwa semuanya itu abaik.


Kej 1:11
aBerfirmanlah Allah: "Hendaklah tanah
bmenumbuhkan
1tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah
2c yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi." Dan jadilah demikian.


Kej 1:12
Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda,
asegala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji1 dan
asegala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu
bbaik.


Kej 1:13
aJadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga.





d. Munculnya Benda-benda Penerang, Hari Keempat - 1:14-19



Kej 1:14
aBerfirmanlah Allah: "Jadilah
1bbenda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi
2ctanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,


Kej 1:15
dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.


Kej 1:16
Maka Allah
1amenjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang
2lebih besar itu untuk menguasai siang dan yang
3lebih kecil untuk menguasai malam, dan men­jadi­kan juga
4bbintang-bintang.


Kej 1:17
Allah
amenaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,


Kej 1:18
dan untuk
1menguasai siang dan malam, dan untuk
1memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu
abaik.


Kej 1:19
aJadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat.




e. Munculnya Makhluk-makhluk Hidup di Dalam Air dan di Angkasa, Hari Kelima - 1:20-23



Kej 1:20
aBerfirmanlah Allah: "Hendaklah dalam air berkeriapan
1bmakhluk yang hidup, dan hendaklah
2burung beterbang­an di atas bumi melintasi cakrawala."


Kej 1:21
Maka Allah menciptakan
abinatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan
bsegala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu
cbaik.


Kej 1:22
Lalu Allah
amemberkati semuanya itu, firmanNya: "bBerkembangbiaklah dan bertambah banyaklah

serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak."


Kej 1:23
Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kelima.





f. Munculnya Makhluk-makhluk Hidup di Daratan, Hari Keenam - 1:24-31

(1) Binatang-binatang di Darat - 1:24-25



Kej 1:24
Berfirmanlah Allah: "Hendaklah bumi mengeluarkan
asegala jenis makhluk yang hidup
1b,
2ternak dan
3binatang melata dan segala jenis
2binatang liar
1b." Dan jadilah demikian.


Kej 1:25
Allah menjadikan segala jenis binatang liar
1a dan segala jenis ternak
1a dan segala jenis binatang melata di muka bumi
1a. Allah melihat bahwa semuanya itu
bbaik.




(2) Manusia - 1:26-28
(a) Rapat Ke-Allahan - 1:26



Kej 1:26
Berfirmanlah Allah: "
1Baiklah
aKita menjadikan
2bmanusia
cmenurut
3dgambar dan
3erupa Kita, supaya
4mereka
5fberkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala
6binatang melata yang merayap di bumi."




(b) Diciptakan oleh Allah, Laki-laki dan Perempuan - 1:27



Kej 1:27
Maka Allah menciptakan manusia itu
amenurut gambarNya, menurut gambar Allah diciptakanNya dia;
blaki-laki dan perempuan
cdiciptakanNya mereka.




(c) Diberkati oleh Allah untuk Berkembang biak - 1:28



Kej 1:28
Allah
amemberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "
bBeranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan
1taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap

di bumi."




(3) Manusia dan Semua Makhluk Hidup Lainnya Dipuaskan oleh Persediaan Allah - 1:29-30



Kej 1:29
Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji;

itulah akan menjadi
1amakananmu.


Kej 1:30
Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau

menjadi makanannya." Dan jadilah demikian.




(4) Allah Melihat Segalanya Sungguh Amat Baik - 1:31



Kej 1:31
Maka Allah melihat segala yang dijadikanNya itu, sungguh
1amat abaik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.




PASAL 2


g. Allah Beristirahat dalam Kepuasan, Hari Ketujuh - 2:1-3



Kej 2:1
Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya.


Kej 2:2
Ketika Allah pada
ahari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuatNya itu,
1bberhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuatNya itu.


Kej 2:3
Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuatNya

itu.




B. Prosedur Allah untuk Menggenapkan Tujuan-Nya - 2:4-25

1. Latar Belakang - Tidak Ada Hujan dari Langit, Belum Ada Orang Mengusahakan Tanah, Belum Ada Hayat yang Tumbuh di Bumi, Hanya Ada Kabut dari Bumi - 2:4-

6



Kej 2:4
1Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu
2diciptakan.
3Ketika
4TUHAN Allah
2menjadikan bumi dan langit, -


Kej 2:5
belum ada semak apa pun di bumi, belum timbul
atumbuh-tumbuhan apa pun di padang, sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk
1bmengusahakan tanah itu;


Kej 2:6
tetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu -




2. Langkah Pertama — Menciptakan Manusia sebagai Bejana
untuk Menampung Allah sebagai Hayat - 2:7



Kej 2:7
ketika itulah TUHAN Allah
1membentuk
2manusia itu dari 3adebu
4tanah dan menghembuskan
5bnafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi
6cmakhluk yang hidup.




3. Langkah Kedua — Menghendaki Manusia Menerima Allah sebagai Hayat - 2:8-17

a. Menempatkan Manusia di Depan Pohon Hayat - 2:8-9



Kej 2:8
Selanjutnya TUHAN Allah membuat
ataman di
1Eden, di sebelah timur; di situlah ditempatkanNya manusia yang dibentukNya itu.


Kej 2:9
Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang
1menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan
2apohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta
3bpohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.




b. Meletakkan Manusia di Dalam Taman yang Dialiri Sungai - 2:10-15



Kej 2:10
Ada suatu
1asungai
2mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi
3empat
4cabang.


Kej 2:11
Yang pertama, namanya Pison, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah
aHawila, tempat emas ada.


Kej 2:12
Dan
1emas dari negeri itu baik; di sana ada
1adamar bedolah dan
1bbatu krisopras.


Kej 2:13
Nama sungai yang kedua ialah Gihon, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Kush.


Kej 2:14
Nama sungai yang ketiga ialah
aTigris, yakni yang mengalir di sebelah timur Asyur. Dan sungai yang keempat ialah Efrat.


Kej 2:15
TUHAN Allah mengambil manusia itu dan
1menempatkannya dalam taman Eden untuk
2mengusahakan dan
3memelihara taman itu.




c. Mengizinkan Manusia Memilih dengan Bebas - 2:16-17



Kej 2:16
Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "aSemua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan

bebas,


Kej 2:17
tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu,
1ajanganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau
2bmati."




4. Langkah Ketiga - Menggarapkan Allah ke Dalam Manusia sebagai Hayat untuk Menjadi PelengkapNya - 2:18-25

a. Manusia, yang Melambangkan Allah, Perlu Mempunyai Seorang Pelengkap - 2:18-20



Kej 2:18
TUHAN Allah berfirman: "Tidak
abaik, kalau
1manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan
bpenolong baginya, yang
2sepadan dengan dia."


Kej 2:19
Lalu TUHAN Allah membentuk
adari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. DibawaNyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat,

bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu.


Kej 2:20
Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia
1tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia.




b. Manusia Memperoleh Seorang Pelengkap dalam dan oleh Hayat - 2:21-25



Kej 2:21
Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu
1atidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu
2rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging.


Kej 2:22
Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu,
1adibangun-Nyalah seorang
2perempuan, lalu
3dibawaNya kepada manusia itu.


Kej 2:23
Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia,
atulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai
1perempuan, sebab ia
bdiambil dari
2laki-laki."


Kej 2:24
Sebab itu seorang
alaki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga
bkeduanya menjadi satu
1daging.


Kej 2:25
1Mereka keduanya
atelanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.


PASAL 3


II. Kejatuhan Manusia oleh Perusakan Iblis - 3:1—11:32

A. Kejatuhan Kali Pertama - dari Hadirat Allah ke Hati Nurani Manusia - 3:1-24

1. Godaan Ular (Iblis) dan Kejatuhan Manusia Kali Pertama - 3:1-7




1 Adapun 1aular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada 2perempuan itu: “3Tentulah

Allah ber­fir­man: Semua pohon dalam taman ini bjangan kamu makan bu­ah­nya, bukan?”
2 Lalu 1sahut perempuan itu kepada ular itu: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,
3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: aJangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.”
4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “aSekali-kali akamu tidak akan mati,
5 1tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu me­makannya matamu akan terbuka, dan kamu akan men­jadi aseperti 2Allah, tahu tentang yang baik dan yang

jahat.”
6 aPerempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan bsedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia

1meng­ambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikan­nya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan su­ami­­nya­ pun cmemakannya.
7 1Maka aterbukalah mata mereka berdua dan mereka 2ta­hu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat 3daun pohon ara dan membuat cawat.
2. Allah Menanggulangi Kejatuhan Manusia Kali Pertama
3:8-24
a. Mencari Manusia
3:8-13
8 Ketika mereka mendengar 1bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari 2se­juk, abersembunyilah manusia dan isterinya itu

terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.
9 Tetapi 1TUHAN Allah memanggil manusia itu dan ber­firman kepadanya: “2Di manakah engkau?”
10 Ia menjawab: “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku atelan­­jang; sebab itu aku bersembunyi.”
11 Firman-Nya: “1Siapakah yang memberitahukan ke­padamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?”
12 Manusia itu menjawab: “Perempuan yang Kau­tem­pat­kan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.”
13 Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada pe­rem­puan itu: “Apakah yang telah kauperbuat ini?” Jawab perem­puan itu: “aUlar itu yang memperdayakan aku,

maka kumakan.”
b. Menghakimi Ular
3:14
14 Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: “Ka­rena engkau berbuat demikian, 1terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang

hutan; dengan 2perutmulah engkau akan menjalar dan adebu tanah­lah akan kaumakan seumur hidupmu.
c. Janji mengenai Keturunan Perempuan
3:15
15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan 1perempuan ini, antara 2keturunanmu dan 3ketu­runan­nya; keturunannya akan 4ameremukkan kepalamu, dan

engkau akan 4meremukkan tumitnya.”

d. Mendisiplin Manusia Melalui Penderitaan
3:16-19
16 Firman-Nya kepada perempuan itu: “Susah payahmu waktu 1amengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau

akan berahi kepada suamimu dan ia akan 1bberkuasa atasmu.”
17 Lalu firman-Nya kepada manusia itu: “Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan

makan dari padanya, maka aterkutuklah tanah karena eng­kau; dengan 1bbersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:
18 asemak duri dan rumput duri yang akan dihasil­kan­nya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan men­jadi makananmu;
19 dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau adebu dan engkau

akan kembali bmenjadi debu.”
e. Penebusan Disiapkan
3:20-21
20 Manusia itu memberi nama 1Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu asemua yang hidup.
21 Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari 1kulit bi­na­tang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu 2ame­ngenakannya kepada mereka.
f. Menutup Jalan yang Menuju ke Pohon Hayat
3:22-24
22 Berfirmanlah TUHAN Allah: “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari aKita, tahu ten­tang yang baik dan yang jahat; maka sekarang

1jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah bpohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya.”
23 Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan atanah dari mana ia diambil.
24 Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur ta­man Eden ditempatkan-Nyalah beberapa 1akerub dengan 1pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar,

untuk men­jaga jalan ke pohon kehidupan.


PASAL 4


B. Kejatuhan Kali Kedua—
dari Hati Nurani Manusia ke Pengawasan Orang Lain
4:1-26
1. Latar Belakang
4:1-2

1 Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isteri­nya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan 1Kain; maka kata perempuan itu: “Aku telah

amendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN.”
2 Selanjutnya dilahirkannyalah 1Habel, adik Kain; dan Habel menjadi 2agembala kambing domba, Kain menjadi 3bpetani.
2. Kelancangan, Kemarahan, Pembunuhan, Kebohongan,
dan Kesombongan Manusia
4:3-9
3 Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mem­persembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai 1kurban persembahan;
4 Habel juga mempersembahkan 1kurban persembahan dari aanak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan kurban per­

sembahannya itu,
5 tetapi aKain dan kurban persembahannya 1tidak di­indahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mu­kanya muram.
6 Firman TUHAN kepada Kain: “Mengapa hatimu panas dan mukamu muram?
7 Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau ber­buat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, 1dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat

menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.”
8 Kata Kain kepada Habel, adiknya: “1Marilah kita pergi ke padang.” Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain me­­mukul Habel, adiknya itu, lalu 2amembunuh

dia.
9 Firman TUHAN kepada Kain: “Di mana Habel, adikmu itu?” Jawabnya: “1Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adik­ku?”
3. Allah Menanggulangi Kejatuhan Manusia Kali Kedua—
Mengutuk Manusia dan Membuatnya Menjadi Pelarian dan Pengembara
4:10-15
10 Firman-Nya: “Apakah yang telah kauperbuat ini? 1aDarah adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah.
11 Maka sekarang, aterkutuklah engkau, terbuang jauh dari tanah yang mengangakan mulutnya untuk menerima bdarah adikmu itu dari tanganmu.
12 Apabila engkau mengusahakan tanah itu, maka tanah itu tidak akan memberikan hasil sepenuhnya lagi ke­padamu; engkau menjadi seorang pelarian dan

apengembara di bumi.”
13 Kata Kain kepada TUHAN: “Hukumanku itu lebih besar dari pada yang dapat kutanggung.
14 Engkau menghalau aku sekarang dari tanah ini dan aku akan tersembunyi dari ahadapan-Mu, seorang pelarian dan pengembara di bumi; maka barangsiapa yang

akan ber­temu dengan aku, tentulah akan bmembunuh aku.”
15 Firman TUHAN kepadanya: “Sekali-kali tidak! Barang­­siapa yang membunuh Kain akan dibalaskan kepadanya tujuh kali lipat.” Kemudian TUHAN menaruh tanda

pada Kain, supaya ia jangan dibunuh oleh barangsiapa pun yang ber­te­mu dengan dia.

4. Manusia Menghasilkan Suatu Kebudayaan yang Tanpa Allah
4:16-24
16 Lalu Kain pergi dari hadapan TUHAN dan ia menetap di tanah 1Nod, di sebelah timur Eden.
17 Kain bersetubuh dengan isterinya dan mengan­dung­lah perempuan itu, lalu melahirkan 1Henokh; kemudian Kain mendirikan suatu 2akota dan dinamainya kota itu

Henokh, menurut nama anaknya.
18 Bagi Henokh lahirlah Irad, dan Irad itu mem­peranak­kan Mehuyael dan Mehuyael memperanakkan Metusael, dan Metusael memperanakkan Lamekh.
19 Lamekh mengambil isteri dua orang; yang satu nama­­nya Ada, yang lain Zila.
20 Ada itu melahirkan Yabal; dialah yang menjadi bapa orang yang diam dalam kemah dan memelihara ternak.
21 Nama adiknya ialah Yubal; dialah yang menjadi bapa semua orang yang memainkan kecapi dan suling.
22 Zila juga melahirkan anak, yakni Tubal-Kain, bapa se­mua tukang tembaga dan tukang besi. Adik perempuan Tubal-Kain ialah Naama.
23 Berkatalah Lamekh kepada kedua isterinya itu: “Ada dan Zila, dengarkanlah suaraku: hai isteri-isteri Lamekh, pasanglah telingamu kepada perkataanku ini:

Aku telah membunuh seorang laki-laki karena ia melukai aku, mem­bu­nuh seorang muda karena ia memukul aku sampai bengkak;
24 sebab jika Kain harus dibalaskan atujuh kali lipat, maka Lamekh tujuh puluh tujuh kali lipat.”
5. Jalan Menghindar dari Kejatuhan Manusia Kali Kedua—
Manusia Menyadari Kerapuhannya dan Memanggil Nama TUHAN
4:25-26
25 Adam bersetubuh pula dengan isterinya, lalu pe­rem­puan itu melahirkan seorang anak laki-laki dan mena­mai­nya 1aSet, sebab katanya: “Allah telah

mengaruniakan kepadaku anak yang lain sebagai ganti Habel; sebab Kain telah membunuhnya.”
26 Lahirlah seorang anak laki-laki bagi Set juga dan anak itu dinamainya 1aEnos. Waktu itulah orang mulai 2bme­manggil nama TUHAN.


PASAL 5


C. Keturunan Orang yang Diselamatkan Mewahyukan Akibat Akhir
Kejatuhan Manusia dan Jalan Melarikan Diri Darinya
5:1-32
1. Akibat Akhir Kejatuhan Manusia—
Kematian
5:1-21, 25-27

1 Inilah daftar 1aketurunan Adam. 2Pada waktu manusia itu bdiciptakan oleh Allah, dibuat-Nyalah dia menurut 3rupa Allah;
2 laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Ia amem­berkati mereka dan memberikan nama “Manusia” ke­pada 1mereka, pada waktu mereka diciptakan.
3 Setelah Adam 1hidup seratus tiga puluh tahun, ia 1mem­peranakkan seorang laki-laki menurut rupa dan gambarnya, lalu memberi nama aSet kepadanya.
4 aUmur Adam, setelah memperanakkan Set, delapan ratus tahun, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
5 Jadi Adam mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun, lalu ia 1mati.
6 Setelah Set hidup seratus lima tahun, ia memper­anak­kan aEnos.
7 Dan Set masih hidup delapan ratus tujuh tahun, se­telah ia memperanakkan Enos, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
8 Jadi Set mencapai umur sembilan ratus dua belas tahun, lalu ia mati.
9 Setelah Enos hidup sembilan puluh tahun, ia memper­anak­kan Kenan.
10 Dan Enos masih hidup delapan ratus lima belas tahun, se­telah ia memperanakkan Kenan, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
11 Jadi Enos mencapai umur sembilan ratus lima tahun, la­lu ia mati.
12 Setelah Kenan hidup tujuh puluh tahun, ia memper­anak­kan Mahalaleel.
13 Dan Kenan masih hidup delapan ratus empat puluh tahun, setelah ia memperanakkan Mahalaleel, dan ia mem­per­­anakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
14 Jadi Kenan mencapai umur sembilan ratus sepuluh tahun, lalu ia mati.
15 Setelah Mahalaleel hidup enam puluh lima tahun, ia memperanakkan Yared.
16 Dan Mahalaleel masih hidup delapan ratus tiga puluh tahun, setelah ia memperanakkan Yared, dan ia memper­anakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
17 Jadi Mahalaleel mencapai umur delapan ratus sem­bilan puluh lima tahun, lalu ia mati.
18 Setelah Yared hidup seratus enam puluh dua tahun, ia memperanakkan aHenokh.
19 Dan Yared masih hidup delapan ratus tahun, se­te­lah ia memperanakkan Henokh, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
20 Jadi Yared mencapai umur sembilan ratus enam puluh dua tahun, lalu ia mati.
21 Setelah Henokh hidup enam puluh lima tahun, ia mem­­peranakkan 1aMetusalah.
2. Jalan Menghindar dari Kematian—
Hidup Bergaul dengan Allah
5:22-24
22 Dan Henokh hidup 1abergaul dengan Allah selama tiga ra­tus tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan

perempuan.
23 Jadi Henokh mencapai umur tiga ratus enam puluh lima tahun.
24 Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah 1adiangkat oleh Allah.
1. Akibat Akhir Kejatuhan Manusia—
Kematian (Lanjutan)
5:25-27
25 Setelah Metusalah hidup seratus delapan puluh tujuh tahun, ia memperanakkan Lamekh.
26 Dan Metusalah masih hidup tujuh ratus delapan puluh dua tahun, setelah ia memperanakkan Lamekh, dan ia mem­peranakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
27 Jadi Metusalah mencapai umur sembilan ratus enam puluh sembilan tahun, lalu ia mati.
3. Keluarga yang Diselamatkan Menemukan Penghiburan dan Perhentian
5:28-32
28 Setelah Lamekh hidup seratus delapan puluh dua tahun, ia memperanakkan seorang anak laki-laki,
29 dan memberi nama 1Nuh kepadanya, katanya: “Anak ini akan 2memberi kepada kita penghiburan dalam pe­kerjaan kita yang penuh susah payah di tanah yang telah

ater­kutuk oleh TUHAN.”
30 Dan Lamekh masih hidup lima ratus sembilan puluh lima tahun, setelah ia memperanakkan Nuh, dan ia mem­peranakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
31 Jadi Lamekh mencapai umur tujuh ratus tujuh puluh tujuh tahun, lalu ia mati.
32 Setelah Nuh berumur lima ratus tahun, ia amemper­anak­kan Sem, Ham dan Yafet.


PASAL 6


D. Kejatuhan Kali Ketiga—
dari Pengawasan Orang Lain ke Pemerintahan Manusia
6:1—8:3

1. Roh-roh Jahat Berbaur dengan Manusia dan Manusia Menjadi Daging
6:1-4
1 Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jum­lahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perem­puan,
2 maka 1anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka 2meng­ambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu,

siapa saja yang disukai mereka.
3 Berfirmanlah TUHAN: “1aRoh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu ada­lah 2bdaging, tetapi umurnya akan cseratus dua

puluh tahun saja.”
4 Pada waktu itu 1aorang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah meng­hampiri anak-anak perempuan manusia, dan

perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan.
2. Allah Menanggulangi Kejatuhan Manusia Kali Ketiga—
Menghapuskan Manusia dari Bumi
6:5-7
5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa akejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala 1kecenderungan bhatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,
6 maka amenyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu bmemilukan hati-Nya.
7 Berfirmanlah TUHAN: “Aku akan amenghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik ma­nu­sia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan

bu­rung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka.”
3. Jalan Penyelamatan dari Kejatuhan Manusia Kali Ketiga
6:8—8:3
a. Hidup Bergaul dengan Allah
6:8-10
8 1Tetapi Nuh amendapat 2kasih karunia di mata TUHAN.
9 Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang abenar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup 1bbergaul dengan Allah.
10 Nuh memperanakkan tiga orang laki-laki: Sem, Ham, dan Yafet.
b. Membangun Bahtera
6:11—7:16
(1) Menerima Wahyu
6:11-21
11 Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan.
12 Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua 1manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi.
13 Berfirmanlah Allah kepada Nuh: “Aku telah me­mu­tus­kan untuk mengakhiri hidup segala 1makhluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi

Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi.
14 Buatlah bagimu sebuah 1bahtera dari 2kayu gofir; bah­­tera itu harus kaubuat berpetak-petak dan harus kau­tutup dengan 3pakal dari luar dan dari dalam.
15 1Beginilah engkau harus membuat bahtera itu: 2tiga ratus 3hasta panjangnya, 2lima puluh hasta lebarnya dan 2tiga puluh hasta tingginya.
16 Buatlah 1atap pada bahtera itu dan selesaikanlah bahtera itu sampai sehasta dari atas, dan pasanglah 2pintu­nya pada lambungnya; buatlah bahtera itu

bertingkat 3bawah, tengah dan atas.
17 Sebab sesungguhnya Aku akan mendatangkan aair bah meliputi bumi untuk memusnahkan 1segala yang hidup dan bernyawa di kolong langit; segala yang ada di

bumi akan mati binasa.
18 Tetapi dengan engkau Aku akan mengadakan 1aper­janjian-Ku, dan engkau akan masuk ke dalam bahtera itu: engkau bersama-sama dengan anak-anakmu dan isterimu

dan isteri anak-anakmu.
19 Dan dari segala yang hidup, dari segala 1makhluk, dari semuanya haruslah engkau bawa satu pasang ke da­lam bahtera itu, supaya terpelihara hidupnya

bersama-sama dengan engkau; jantan dan betina harus kaubawa.
20 Dari segala jenis burung dan dari segala jenis hewan, dari segala jenis binatang melata di muka bumi, dari se­mua­nya itu harus datang satu pasang

kepadamu, supaya ter­pelihara hidupnya.
21 Dan engkau, bawalah bagimu segala apa yang dapat dimakan; kumpulkanlah itu padamu untuk menjadi ma­kan­an bagimu dan bagi mereka.”
(2) Mempersiapkan Bahtera
6:22
22 Lalu aNuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang bdi­perintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilaku­kan­­nya.


PASAL 7


(3) Masuk ke Dalam Bahtera dan Ditutup di Dalam Bahtera oleh Allah
7:1-16

1 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Nuh: “Masuklah ke da­lam bahtera itu, engkau dan seisi rumahmu, sebab eng­kaulah yang Kulihat abenar di hadapan-Ku di antara

orang zaman ini.
2 Dari segala binatang yang atidak haram haruslah kau­ambil tujuh pasang, jantan dan betinanya, tetapi dari bina­tang yang haram satu pasang, jantan dan

betinanya;
3 juga dari burung-burung di udara tujuh pasang, jantan dan betina, supaya 1terpelihara hidup keturunannya di se­luruh bumi.
4 Sebab tujuh hari lagi Aku akan menurunkan hujan ke atas bumi 1aempat puluh hari empat puluh malam lamanya, dan Aku akan menghapuskan dari muka bumi segala

yang ada, yang Kujadikan itu.”
5 Lalu Nuh melakukan segala yang diperintahkan TUHAN kepadanya.
6 Nuh berumur 1enam ratus tahun, ketika aair bah datang meliputi bumi.
7 aMasuklah Nuh ke dalam bahtera itu bersama-sama dengan anak-anaknya dan isterinya dan isteri anak-anaknya karena air bah itu.
8 Dari binatang yang tidak haram dan yang haram, dari burung-burung dan dari segala yang merayap di muka bumi,
9 datanglah sepasang mendapatkan Nuh ke dalam bah­tera itu, jantan dan betina, seperti yang diperintahkan Allah kepada Nuh.
10 Setelah tujuh hari datanglah air bah meliputi bumi.
11 Pada waktu umur Nuh enam ratus tahun, pada bulan yang kedua, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, pa­da hari itulah terbelah segala amata air samudera

raya yang dahsyat dan terbukalah btingkap-tingkap di langit.
12 Dan turunlah hujan lebat meliputi bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya.
13 Pada hari itu juga masuklah Nuh serta Sem, Ham dan Yafet, anak-anak Nuh, dan isteri Nuh, dan ketiga isteri anak-anaknya bersama-sama dengan dia, ke dalam

bahtera itu,
14 mereka itu dan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata yang me­ra­yap di bumi dan segala jenis burung, yakni

segala yang ber­bulu bersayap;
15 dari segala yang hidup dan bernyawa datanglah ase­pasang mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu.
16 Dan yang masuk itu adalah jantan dan betina dari se­gala yang hidup, seperti yang diperintahkan Allah kepada Nuh; lalu TUHAN 1menutup pintu bahtera itu di

belakang Nuh.
c. Diselamatkan Melalui Air
7:17—8:3
17 aEmpat puluh hari lamanya air bah itu meliputi bumi; 1air itu naik dan mengangkat bahtera itu, sehingga melam­pung tinggi dari bumi.
18 Ketika air itu makin bertambah-tambah dan naik dengan hebatnya di atas bumi, terapung-apunglah bahtera itu di muka air.
19 Dan air itu sangat hebatnya bertambah-tambah me­liputi bumi, dan aditutupinyalah segala gunung tinggi di se­luruh kolong langit,
20 sampai lima belas hasta di atasnya bertambah-tambah air itu, sehingga gunung-gunung ditutupinya.
21 Lalu mati binasalah asegala yang hidup, yang ber­ge­rak di bumi, burung-burung, ternak dan binatang liar dan se­gala bi­natang merayap, yang berkeriapan

di bumi, serta semua manusia.
22 Matilah segala yang ada anapas hidup dalam hidungnya, segala yang ada di darat.
23 Demikianlah dihapuskan Allah segala yang ada, se­gala yang di muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang melata dan burung-burung di udara,

sehingga semuanya itu dihapuskan dari atas bumi; hanya aNuh yang tinggal hidup dan semua yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu.
24 Dan berkuasalah air itu di atas bumi seratus lima puluh hari lamanya.


PASAL 8


1 Maka Allah amengingat Nuh dan segala binatang liar dan segala ternak, yang bersama-sama dengan dia dalam bah­­tera itu, dan Allah membuat bangin menghembus

me­lalui bumi, sehingga air itu turun.
2 Ditutuplah amata-mata air samudera raya serta tingkap-tingkap di langit dan berhentilah hujan lebat dari langit,
3 dan makin surutlah air itu dari muka bumi. Demi­kian­­lah berkurang air itu sesudah aseratus lima puluh hari.
E. Hidup dalam Kebangkitan
8:4—10:32
1. Bahtera Mendarat di Atas Pegunungan,
Melambangkan Kebangkitan Bersama Kristus
8:4-5
4 Dalam bulan yang ketujuh, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, 1terkandaslah bahtera itu pada pegunung­an Ararat.
5 Sampai bulan yang kesepuluh makin berkuranglah air itu; dalam bulan yang kesepuluh, pada tanggal satu bulan itu, tampaklah puncak-puncak gunung.
2. Burung Gagak Dilepaskan,
Melambangkan Manusia Karnal Kembali ke Dunia
yang Dihakimi oleh Allah
8:6-7
6 Sesudah lewat empat puluh hari, maka Nuh membuka tingkap yang dibuatnya pada bahtera itu.
7 Lalu ia melepaskan seekor 1burung gagak; dan burung itu terbang pulang pergi, sampai air itu menjadi kering dari atas bumi.
3. Burung Merpati Dilepaskan,
Melambangkan Manusia Rohani Tinggal dalam Gereja
dan Memperhatikan Kehidupan dalam Roh
8:8-12
8 Kemudian dilepaskannya seekor aburung merpati untuk melihat, apakah air itu telah berkurang dari muka bumi.
9 Tetapi burung merpati itu tidak mendapat tempat tum­puan kakinya dan pulanglah ia kembali mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu, karena di seluruh bumi

masih ada air; lalu Nuh mengulurkan tangannya, ditangkapnya bu­rung itu dan dibawanya masuk ke dalam bahtera.
10 Ia menunggu tujuh hari lagi, kemudian dilepaskannya pula burung merpati itu dari bahtera;
11 menjelang waktu senja pulanglah burung merpati itu mendapatkan Nuh, dan pada paruhnya dibawanya sehelai 1adaun zaitun yang segar. Dari situlah diketahui

Nuh, bahwa air itu telah berkurang dari atas bumi.
12 Selanjutnya ditunggunya pula tujuh hari lagi, ke­mu­dian dilepaskannya burung merpati itu, tetapi burung itu tidak kembali lagi kepadanya.
4. Keluar dari Bahtera dalam Kebangkitan
8:13-19
13 Dalam tahun keenam ratus satu, dalam bulan per­tama, pada tanggal satu bulan itu, sudahlah kering air itu dari atas bumi; kemudian Nuh membuka tutup

bahtera itu dan melihat-lihat; ternyatalah muka bumi sudah mulai kering.
14 Dalam bulan kedua, pada hari yang kedua puluh tu­juh bulan itu, bumi telah kering.
15 Lalu berfirmanlah Allah kepada Nuh:
16 “Keluarlah dari bahtera itu, engkau bersama-sama dengan isterimu serta anak-anakmu dan isteri anak-anakmu;
17 segala binatang yang bersama-sama dengan engkau, segala yang hidup: burung-burung, hewan dan segala bina­­tang melata yang merayap di bumi, suruhlah

keluar ber­sama-sama dengan engkau, supaya semuanya itu ber­keri­ap­an di bumi serta aberkembang biak dan bertambah banyak di bumi.”
18 Lalu 1keluarlah Nuh bersama-sama dengan anak-anak­nya dan isterinya dan isteri anak-anaknya.
19 Segala binatang liar, segala binatang melata dan segala burung, semuanya yang bergerak di bumi, masing-masing menurut jenisnya, keluarlah juga dari

bahtera itu.
5. Mempersembahkan Kurban Bakaran bagi TUHAN di Atas Mezbah, Melambangkan Mempersembahkan Kristus kepada Allah Melalui Salib
8:20-22
20 Lalu Nuh mendirikan 1amezbah bagi TUHAN; dari se­gala binatang yang btidak haram dan dari segala burung yang tidak haram diambilnyalah beberapa ekor, lalu

ia 1mem­­­­­­persembahkan 2kurban bakaran di atas mezbah itu.
21 Ketika TUHAN mencium persembahan yang 1aharum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: “Aku takkan 2bme­ngu­tuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun

yang di­tim­bul­kan chatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku dtakkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan.
22 Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti 1mu­sim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, asiang dan malam.”


PASAL 9


6. Mencapai Tujuan Allah untuk Mengekspresikan dan Mewakili Dia
9:1-7

1 Lalu Allah amemberkati Nuh dan anak-anaknya serta berfirman kepada mereka: “1bBeranakcuculah dan bertambah banyaklah serta penuhilah bumi.
2 Akan atakut dan akan gentar kepadamu segala bina­tang di bumi dan segala burung di udara, segala yang ber­gerak di muka bumi dan segala ikan di laut; ke

dalam tanganmulah semuanya itu diserahkan.
3 Segala yang bergerak, yang hidup, akan menjadi 1ama­kananmu. Aku telah memberikan semuanya itu kepadamu seperti juga btumbuh-tumbuhan hijau.
4 Hanya daging yang masih ada nyawanya, yakni adarah­nya, janganlah kamu makan.
5 Tetapi mengenai darah kamu, yakni nyawa kamu, Aku akan menuntut balasnya; dari segala abinatang Aku akan me­nuntutnya, dan dari setiap manusia Aku akan

bme­nuntut nyawa sesama manusia.
6 1Siapa yang menumpahkan darah manusia, darahnya akan tertumpah oleh manusia, sebab Allah membuat manusia itu menurut 2agambar-Nya sendiri.
7 Dan kamu, aberanakcuculah dan bertambah banyak, se­hingga tak terbilang jumlahmu di atas bumi, ya, ber­tambah banyaklah di atasnya.”

7. Hidup di Bawah Perjanjian Allah
9:8-17
a. Tidak Ada Lagi Penghakiman Melalui Air Kematian
9:8-11
8 Berfirmanlah Allah kepada Nuh dan kepada anak-anak­­nya yang bersama-sama dengan dia:
9 “Sesungguhnya Aku mengadakan 1aperjanjian-Ku dengan kamu dan dengan keturunanmu,
10 dan dengan segala makhluk hidup yang bersama-sama dengan kamu: burung-burung, ternak dan binatang-binatang liar di bumi yang bersama-sama dengan kamu, se

­gala yang keluar dari bahtera itu, segala binatang di bumi.
11 Maka Kuadakan perjanjian-Ku dengan kamu, bahwa sejak ini tidak ada yang hidup yang akan dilenyapkan oleh aair bah lagi, dan tidak akan ada lagi air bah

untuk me­musnah­kan bumi.”
b. Pelangi sebagai Tanda Kesetiaan Allah dalam Memelihara Perjanjian-Nya
9:12-17
12 Dan Allah berfirman: “Inilah atanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, yang bersama-sama dengan kamu, turun-

temurun, untuk selama-lamanya:
13 1aBusur-Ku Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tan­da perjanjian antara Aku dan bumi.
14 Apabila kemudian Kudatangkan awan di atas bumi dan busur itu tampak di awan,
15 maka Aku akan amengingat perjanjian-Ku yang te­lah ada antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, segala yang bernyawa, sehingga segenap bair

tidak lagi menjadi air bah untuk memusnahkan segala yang hidup.
16 Jika busur itu ada di awan, maka Aku akan me­lihatnya, sehingga Aku mengingat perjanjian-Ku yang akekal antara Allah dan segala makhluk yang hidup, segala

makh­luk yang ada di bumi.”
17 Berfirmanlah Allah kepada Nuh: “Inilah atanda per­jan­jian yang Kuadakan antara Aku dan segala makhluk yang ada di bumi.”
8. Kegagalan Pemimpin dan Wakil Kekuasaan
9:18-29
a. Dikarenakan Kesuksesan Pekerjaannya
9:18-21
18 Anak-anak Nuh yang keluar dari bahtera ialah Sem, Ham dan Yafet; Ham adalah bapa Kanaan.
19 Yang tiga inilah anak-anak Nuh, dan adari mereka ini­lah tersebar penduduk seluruh bumi.
20 Nuh menjadi petani; dialah yang mula-mula mem­buat kebun anggur.
21 Setelah ia minum anggur, mabuklah ia dan ia 1telan­jang dalam kemahnya.
b. Ham Menyingkapkan Kegagalan Itu,
sedangkan Sem dan Yafet Menutupi Kegagalan Itu
9:22-24
22 Maka Ham, bapa Kanaan itu, melihat aaurat ayahnya, lalu diceritakannya kepada kedua saudaranya di luar.
23 Sesudah itu Sem dan Yafet mengambil sehelai kain dan membentangkannya pada bahu mereka berdua, lalu mereka berjalan mundur; mereka menutupi aurat ayahnya

sambil berpaling muka, sehingga mereka tidak melihat aurat ayahnya.
24 Setelah Nuh sadar dari mabuknya dan mendengar apa yang dilakukan anak bungsunya kepadanya,
c. Anak Ham Menerima Kutukan, sedangkan Sem dan Yafet Menerima Berkat
9:25-29
25 berkatalah ia: “1Terkutuklah Kanaan, hendaklah ia men­jadi hamba yang paling hina bagi saudara-saudaranya.”
26 Lagi katanya: “Terpujilah TUHAN, Allah 1Sem, tetapi hendaklah Kanaan menjadi hamba baginya.
27 Allah meluaskan kiranya tempat kediaman Yafet, dan hendaklah ia tinggal dalam 1kemah-kemah Sem, tetapi hen­dak­lah Kanaan menjadi hamba baginya.”
28 Nuh masih hidup tiga ratus lima puluh tahun sesu­dah air bah.
29 Jadi Nuh mencapai umur sembilan ratus lima puluh tahun, lalu ia mati.


PASAL 10


9. Bangsa-bangsa Menghasilkan Babel sebagai Penggenapannya
10:1-32

1 Inilah keturunan Sem, Ham dan Yafet, anak-anak Nuh. Setelah air bah itu lahirlah anak-anak lelaki bagi mereka.
2 Keturunan aYafet ialah Gomer, Magog, Madai, Yawan, Tubal, Mesekh dan Tiras.
3 Keturunan Gomer ialah Askenas, Rifat dan Togarma.
4 Keturunan Yawan ialah Elisa, Tarsis, orang Kitim dan orang 1Dodanim.
5 Dari mereka inilah berpencar bangsa-bangsa daerah pesisir. Itulah keturunan Yafet, masing-masing di tanahnya, dengan bahasanya sendiri, menurut kaum dan

bangsa mereka.
6 Keturunan aHam ialah Kush, 1Misraim, Put dan Kanaan.
7 Keturunan Kush ialah Seba, Hawila, Sabta, Raema dan Sabtekha; anak-anak Raema ialah Syeba dan Dedan.
8 Kush memperanakkan 1Nimrod; dialah yang mula-mula sekali orang yang berkuasa di bumi;
9 ia seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan TUHAN, sebab itu dikatakan orang: “Seperti Nimrod, seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan TUHAN.”
10 Mula-mula kerajaannya terdiri dari aBabel, Erekh, dan Akad, semuanya di tanah bSinear.
11 Dari negeri itu ia pergi ke Asyur, lalu mendirikan Niniwe, Rehobot-Ir, Kalah
12 dan Resen di antara Niniwe dan Kalah; itulah kota besar itu.
13 Misraim memperanakkan orang Ludim, orang Ana­mim, orang Lehabim, orang Naftuhim,
14 orang Patrusim, orang Kasluhim, dan orang Kaftorim; dari mereka inilah berasal orang Filistin.
15 Kanaan memperanakkan Sidon, anak sulungnya, dan Het,
16 serta orang Yebusi, orang Amori dan orang Girgasi;
17 orang Hewi, orang Arki, orang Sini,
18 orang Arwadi, orang Semari dan orang Hamati; ke­mu­dian berseraklah kaum-kaum orang Kanaan itu.
19 Daerah orang Kanaan adalah dari Sidon ke arah Gerar sampai ke Gaza, ke arah Sodom, Gomora, Adma dan Zeboim sampai ke Lasa.
20 Itulah keturunan Ham menurut kaum mereka, me­nu­rut bahasa mereka, menurut tanah mereka, menurut bangsa mereka.
21 Lahirlah juga anak-anak bagi Sem, bapa semua anak Eber serta abang Yafet.
22 Keturunan aSem ialah Elam, Asyur, Arpakhsad, Lud dan Aram.
23 Keturunan Aram ialah Us, Hul, Geter dan Mas.
24 Arpakhsad memperanakkan Selah, dan Selah mem­per­­anakkan Eber.
25 Bagi aEber lahir dua anak laki-laki; nama yang se­orang ialah 1Peleg, sebab dalam zamannya bumi terbagi, dan nama adiknya ialah Yoktan.
26 Yoktan memperanakkan Almodad, Selef, Hazar-Mawet dan Yerah,
27 Hadoram, Uzal dan Dikla,
28 Obal, Abimael dan Syeba,
29 Ofir, Hawila dan Yobab; itulah semuanya keturunan Yoktan.
30 Daerah kediaman mereka terbentang dari Mesa ke arah Sefar, yaitu pegunungan di sebelah timur.
31 Itulah keturunan Sem, menurut kaum mereka, me­nurut bahasa mereka, menurut tanah mereka, menurut bang­sa mereka.
32 Itulah segala kaum anak-anak Nuh menurut ke­tu­run­an mereka, menurut bangsa mereka. Dan dari mereka itulah berpencar bangsa-bangsa di bumi setelah air

bah itu.


PASAL 11


F. Kejatuhan Kali Keempat—
dari Pemerintahan Manusia ke Pemberontakan di Bawah Hasutan Iblis
11:1-9

1. Membangun sebuah Kota dan Sebuah Menara
untuk Memberontak kepada Allah, Menyangkal Allah,
dan Mencari Nama bagi Diri Mereka Sendiri
11:1-4
1 Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logat­nya.
2 Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur dan men­jumpai tanah datar di tanah 1aSinear, lalu menetaplah mereka di sana.
3 Mereka berkata seorang kepada yang lain: “Marilah kita amembuat 1batu bata dan membakarnya baik-baik.” Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu dan tér

gala-gala sebagai tanah liat.
4 Juga kata mereka: “Marilah kita dirikan bagi kita se­­buah 1akota dengan sebuah 2menara yang puncaknya sampai ke blangit, dan marilah kita cari 2nama,

supaya kita jangan cterserak ke seluruh bumi.”
2. Allah Menanggulangi Kejatuhan Manusia Kali Keempat—
Mencerai-beraikan Mereka dan Mengacau-balaukan Bahasa Mereka
11:5-9
5 Lalu turunlah TUHAN untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu,
6 dan Ia berfirman: “Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang

mereka ren­ca­­nakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana.
7 Baiklah 1aKita turun dan 2mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing.”
8 Demikianlah mereka adiserakkan TUHAN dari situ ke se­luruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu.
9 Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut 1aBabel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka

diserakkan TUHAN ke seluruh bumi.
G. Keturunan Mulai dari Penyelamatan Manusia Melalui Air
Sampai pada Panggilan TUHAN
11:10-32
10 Inilah aketurunan Sem. Setelah Sem berumur seratus tahun, ia memperanakkan Arpakhsad, dua tahun setelah air bah itu.
11 Sem masih hidup lima ratus tahun, setelah ia mem­peranakkan Arpakhsad, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
12 Setelah Arpakhsad hidup tiga puluh lima tahun, ia mem­peranakkan Selah.
13 Arpakhsad masih hidup empat ratus tiga tahun, setelah ia memperanakkan Selah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
14 Setelah Selah hidup tiga puluh tahun, ia mem­per­anak­kan Eber.
15 Selah masih hidup empat ratus tiga tahun, setelah ia memperanakkan Eber, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
16 Setelah Eber hidup tiga puluh empat tahun, ia mem­per­anakkan Peleg.
17 Eber masih hidup empat ratus tiga puluh tahun, sete­lah ia memperanakkan Peleg, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
18 Setelah Peleg hidup tiga puluh tahun, ia mem­per­anakkan Rehu.
19 Peleg masih hidup dua ratus sembilan tahun, se­te­lah ia memperanakkan Rehu, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
20 Setelah Rehu hidup tiga puluh dua tahun, ia memper­anakkan Serug.
21 Rehu masih hidup dua ratus tujuh tahun, setelah ia mem­­peranakkan Serug, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
22 Setelah Serug hidup tiga puluh tahun, ia memper­anak­­kan Nahor.
23 Serug masih hidup dua ratus tahun, setelah ia mem­per­anakkan Nahor, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
24 Setelah Nahor hidup dua puluh sembilan tahun, ia mem­­peranakkan Terah.
25 Nahor masih hidup seratus sembilan belas tahun, setelah ia memperanakkan Terah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
26 Setelah aTerah hidup tujuh puluh tahun, ia mem­per­anakkan Abram, Nahor dan Haran.
27 Inilah keturunan Terah. Terah memperanakkan Abram, Nahor dan Haran, dan Haran memperanakkan aLot.
28 Ketika Terah, ayahnya, masih hidup, matilah Haran di negeri kelahirannya, di 1aUr-2Kasdim.
29 Abram dan Nahor kedua-duanya kawin; nama isteri Abram ialah 1aSarai, dan nama isteri Nahor ialah Milka, anak Haran ayah Milka dan Yiska.
30 Sarai itu amandul, tidak mempunyai anak.
31 Lalu 1Terah membawa Abram, anaknya, serta cucu­nya, aLot, yaitu anak Haran, dan Sarai, menantunya, isteri Abram, anaknya; ia berangkat bersama-sama dengan

me­reka dari bUr-Kasdim untuk pergi ke tanah Kanaan, lalu sampailah mereka ke 2Haran, dan menetap di sana.
32 Umur Terah ada dua ratus lima tahun; lalu ia mati di Haran.


PASAL 12


III. Panggilan TUHAN
12:1—50:26
A. Aspek Pertama—Pengalaman Abraham
12:1—25:18
1. Panggilan Allah
12:1-7a

1 1,2Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “aPergilah dari ne­gerimu dan dari sanak saudaramu dan dari 3rumah bapa­mu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan

kepadamu;
2 1Aku akan membuat engkau menjadi 2abangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi bberkat.
3 Aku akan memberkati orang-orang yang amemberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang 1mengutuk engkau, dan olehmu 2bsemua kaum di muka bumi akan mendapat

3berkat.”
4 Lalu apergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN ke­padanya, dan Lot pun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia

ber­ang­kat dari Haran.
5 Abram membawa Sarai, isterinya, dan aLot, anak sau­daranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran;

mereka 1ber­angkat ke btanah Kanaan, lalu 2sampai 3di situ.
6 Abram berjalan melalui negeri itu sampai ke suatu tem­pat dekat aSikhem, yakni pohon tarbantin di More. Wak­tu itu orang Kanaan diam di negeri itu.
7 Ketika itu TUHAN 1menampakkan diri kepada Abram dan berfirman: “Aku akan memberikan 2negeri ini kepada 2aketurunanmu.”
2. Hidup demi Iman
12:7b—14:24
a. Kehidupan Mezbah dan Kemah
12:7b-8
Maka didirikannya di situ 3bmezbah bagi TUHAN yang telah menampakkan diri kepadanya.
8 Kemudian ia pindah dari situ ke pegunungan di se­belah timur 1aBetel. Ia memasang 2bkemahnya dengan Betel di sebelah barat dan 1Ai di sebelah timur, lalu

ia men­di­ri­kan di situ cmezbah bagi TUHAN dan 3dmemanggil nama TUHAN.
b. Ujian Terhadap Orang yang Terpanggil
12:9—13:18
(1) Kelaparan
12:9—13:4
9 Sesudah itu Abram berangkat dan makin jauh ia ber­jalan ke Tanah 1Negeb.
10 Ketika 1akelaparan timbul di negeri itu, pergilah Abram ke Mesir untuk tinggal di situ sebagai orang asing, sebab hebat kelaparan di negeri itu.
11 Pada waktu ia akan masuk ke Mesir, berkatalah ia ke­­pada Sarai, isterinya: “Memang aku tahu, bahwa engkau adalah seorang perempuan yang cantik parasnya.
12 Apabila orang Mesir melihat engkau, mereka akan ber­kata: Itu isterinya. Jadi mereka akan membunuh aku dan membiarkan engkau hidup.
13 Katakanlah, bahwa engkau aadikku, supaya aku di­per­lakukan mereka dengan baik karena engkau, dan 1aku di­biar­kan hidup oleh sebab engkau.”
14 Sesudah Abram masuk ke Mesir, orang Mesir itu melihat, bahwa perempuan itu sangat cantik,
15 dan ketika punggawa-punggawa Firaun melihat Sarai, mereka memuji-mujinya di hadapan Firaun, sehingga perem­puan itu dibawa ke istananya.
16 Firaun menyambut Abram dengan baik-baik, karena ia mengingini perempuan itu, dan Abram mendapat kambing domba, lembu sapi, keledai jantan, budak laki-laki

dan perempuan, keledai betina dan unta.
17 Tetapi TUHAN menimpakan tulah yang hebat kepada aFiraun, demikian juga kepada seisi istananya, karena Sarai, isteri Abram itu.
18 Lalu Firaun memanggil Abram serta berkata: “Apakah yang kauperbuat ini terhadap aku? Mengapa tidak kau­beritahukan, bahwa ia isterimu?
19 Mengapa engkau katakan: dia adikku, sehingga aku mengambilnya menjadi isteriku? Sekarang, inilah isterimu, ambillah dan pergilah!”
20 Lalu Firaun memerintahkan beberapa orang untuk mengantarkan Abram pergi, 1bersama-sama dengan isteri­nya dan segala kepunyaannya.


PASAL 13


1 Maka pergilah Abram dari Mesir ke Tanah Negeb dengan isterinya dan segala kepunyaannya, dan aLot pun bersama-sama dengan dia.
2 Adapun Abram sangat kaya, banyak ternak, perak dan emasnya.
3 Ia berjalan dari tempat persinggahan ke tempat per­singgahan, dari Tanah Negeb sampai dekat 1aBetel, di mana kemahnya mula-mula berdiri, antara Betel dan

Ai,
4 ke tempat amezbah yang dibuatnya dahulu di sana; di situlah Abram bmemanggil nama TUHAN.
(2) Perselisihan dengan Saudaranya
13:5-18
5 Juga aLot, yang ikut bersama-sama dengan Abram, mempunyai domba dan lembu dan kemah.
6 Tetapi negeri itu tidak cukup luas bagi mereka untuk diam bersama-sama, sebab aharta milik mereka amat banyak, sehingga mereka tidak dapat diam bersama-

sama.
7 Karena itu terjadilah 1perkelahian antara para gem­bala Abram dan para gembala Lot. Waktu itu orang Kanaan dan orang Feris diam di negeri itu.
8 Maka berkatalah Abram kepada Lot: “Janganlah kira­nya ada perkelahian antara aku dan engkau, dan antara para gembalaku dan para gembalamu, sebab kita ini

kerabat.
9 Bukankah seluruh negeri ini terbuka untuk engkau? Baiklah pisahkan dirimu dari padaku; jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan, jika engkau ke kanan, maka

aku ke kiri.”
10 Lalu Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti ata­man TUHAN, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar.

— Hal itu terjadi sebelum TUHAN memusnahkan Sodom dan Gomora. —
11 Sebab itu Lot memilih baginya seluruh Lembah Yordan itu, lalu ia berangkat ke sebelah timur dan mereka berpisah.
12 Abram menetap di tanah Kanaan, tetapi Lot menetap di kota-kota Lembah Yordan dan berkemah adi dekat Sodom.
13 Adapun orang aSodom sangat jahat dan berdosa ter­hadap TUHAN.
14 Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah 1TUHAN kepada Abram: “Pandanglah sekelilingmu dan li­hat­lah dari tempat engkau berdiri itu ke timur

dan barat, utara dan selatan,
15 sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Ku­berikan kepadamu dan kepada aketurunanmu untuk se­lama-lamanya.
16 Dan Aku akan menjadikan keturunanmu seperti 1adebu ta­nah banyaknya, sehingga, jika seandainya ada yang da­pat menghitung debu tanah, keturunanmu pun akan

dapat dihitung juga.
17 Bersiaplah, jalanilah negeri itu menurut panjang dan lebarnya, sebab kepadamulah akan Kuberikan negeri itu.”
18 Sesudah itu Abram memindahkan 1akemahnya dan me­­netap di dekat pohon-pohon tarbantin di 2Mamre, dekat 3bHebron, lalu didirikannyalah cmezbah di situ bagi

TUHAN.


PASAL 14


c. Kemenangan Orang yang Terpanggil
14:1-24
(1) Saudaranya Ditawan
14:1-12

1 Pada zaman Amrafel, raja Sinear, Ariokh, raja Elasar, Kedorlaomer, raja Elam, dan Tideal, raja Goyim, terjadilah,
2 bahwa raja-raja ini berperang melawan Bera, raja So­dom, Birsya, raja Gomora, Syinab, raja Adma, Syemeber, raja Zeboim dan raja negeri Bela, yakni negeri

Zoar.
3 Raja-raja yang disebut terakhir ini semuanya ber­sekutu dan datang ke lembah Sidim, yakni 1Laut Asin.
4 Dua belas tahun lamanya mereka takluk kepada Kedor­laomer, tetapi dalam tahun yang ketiga belas mereka memberontak.
5 Dalam tahun yang keempat belas datanglah Kedor­laomer serta raja-raja yang bersama-sama dengan dia, lalu me­reka mengalahkan orang aRefaim di Asyterot-

Karnaim, orang Zuzim di Ham, orang Emim di Syawe-Kiryataim
6 dan orang Hori di pegunungan mereka yang bernama Seir, sampai ke El-Paran di tepi padang gurun.
7 Sesudah itu baliklah mereka dan sampai ke En-Mispat, yakni Kadesh, dan mengalahkan seluruh daerah orang Amalek, dan juga orang Amori, yang diam di Hazezon

-Tamar.
8 Lalu keluarlah raja negeri Sodom, raja negeri Gomora, raja negeri Adma, raja negeri Zeboim dan raja negeri Bela, yakni negeri Zoar, dan mengatur barisan

perangnya melawan mereka di lembah Sidim,
9 melawan Kedorlaomer, raja Elam, Tideal, raja Goyim, Amrafel, raja Sinear, dan Ariokh, raja Elasar, empat raja lawan lima.
10 Di lembah Sidim itu di mana-mana ada sumur aspal. Ketika raja Sodom dan raja Gomora melarikan diri, jatuhlah mereka ke dalamnya, dan orang-orang yang

masih tinggal hidup melarikan diri ke apegunungan.
11 Segala harta benda Sodom dan Gomora beserta segala bahan makanan dirampas musuh, lalu mereka pergi.
12 Juga aLot, anak saudara Abram, beserta harta ben­da­nya, dibawa musuh, lalu mereka pergi — sebab Lot itu diam di bSodom.
(2) Berperang bagi Saudaranya
14:13-17
13 Kemudian datanglah seorang pelarian dan men­ce­ri­takan hal ini kepada Abram, orang 1aIbrani itu, yang tinggal dekat pohon-pohon tarbantin kepunyaan

Mamre, orang Amori itu, saudara Eskol dan Aner, yakni teman-teman sekutu Abram.
14 Ketika Abram mendengar, bahwa anak asaudaranya tertawan, maka dikerahkannyalah orang-orangnya yang ter­latih, yakni mereka yang blahir di rumahnya, tiga

ratus de­­lapan belas orang banyaknya, lalu mengejar musuh sampai ke Dan.
15 Dan pada waktu malam berbagilah mereka, ia dan hamba-hambanya itu, untuk melawan musuh; mereka mengalahkan dan mengejar musuh sampai ke Hoba di se­belah

utara Damsyik.
16 Dibawanyalah kembali segala harta benda itu; juga Lot, anak saudaranya itu, serta harta bendanya dibawanya kembali, demikian juga perempuan-perempuan dan

orang-orangnya.
17 Setelah Abram kembali dari mengalahkan Kedor­la­o­mer dan para raja yang bersama-sama dengan dia, maka ke­luarlah raja Sodom menyongsong dia ke lembah

Syawe, yakni Lembah Raja.
(3) Dilayani oleh Melkisedek
14:18-20
18 1aMelkisedek, raja 2bSalem, membawa roti dan anggur; ia seorang 3cimam dAllah Yang Mahatinggi.
19 Lalu ia 1amemberkati Abram, katanya: “Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, 2bPencipta langit dan bumi,
20 dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah me­nyerahkan musuhmu ke tanganmu.” Lalu 1Abram mem­berikan kepadanya asepersepuluh dari semuanya.
(4) Menang atas Godaan Harta Benda Bumiah
14:21-24
21 Berkatalah raja Sodom itu kepada Abram: “Beri­kan­lah kepadaku orang-orang itu, dan ambillah untukmu harta benda itu.”
22 Tetapi kata Abram kepada raja negeri Sodom itu: “Aku 1abersumpah demi TUHAN, Allah Yang Mahatinggi, 2bPencipta langit dan bumi:
23 Aku 1tidak akan mengambil apa-apa dari ke­pu­nya­an­mu itu, sepotong benang atau tali kasut pun tidak, su­paya engkau jangan dapat berkata: Aku telah

membuat Abram menjadi kaya.
24 Kalau aku, jangan sekali-kali! Hanya apa yang telah dimakan oleh bujang-bujang ini dan juga bagian orang-orang yang pergi bersama-sama dengan aku, yakni

Aner, Eskol dan Mamre, biarlah mereka itu mengambil bagiannya masing-masing.”


PASAL 15


3. Mengenal Anugerah untuk Menggenapkan Tujuan Allah
15:1—17:27
a. Perjanjian Allah dengan Abraham
15:1-21
(1) Mengenai Keturunan
15:1-6

1 1Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: “Janganlah takut, Abram, Akulah 2aperisaimu; 2upahmu akan sangat besar.”
2 Abram menjawab: “Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan me­ning­­gal dengan atidak mempunyai anak, dan yang akan me­

warisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu.”
3 Lagi kata Abram: “Engkau tidak memberikan kepadaku 1aketurunan, sehingga seorang 2hambaku nanti menjadi ahli warisku.”
4 Tetapi datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: “Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak 1kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli

waris­mu.”
5 Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfir­man: “Coba lihat ke langit, hitunglah 1abintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya.” Maka firman-Nya

kepa­da­nya: “bDemikianlah banyaknya nanti keturunanmu.”
6 Lalu 1apercayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.
(2) Mengenai Negeri
15:7-21
7 Lagi firman TUHAN kepadanya: “Akulah TUHAN, yang mem­­bawa engkau keluar dari aUr-Kasdim untuk mem­be­ri­kan negeri ini kepadamu menjadi milikmu.”
8 Kata Abram: “Ya Tuhan ALLAH, 1dari manakah aku tahu, bahwa aku akan 2memilikinya?”
9 Firman TUHAN kepadanya: “Ambillah bagi-Ku seekor 1lem­bu betina berumur tiga tahun, seekor kambing betina ber­­umur tiga tahun, seekor domba jantan berumur

tiga ta­­hun, seekor burung tekukur dan seekor anak burung mer­pati.”
10 1Diambilnyalah semuanya itu bagi TUHAN, adipotong dua, lalu diletakkannya bagian-bagian itu yang satu di sam­ping yang lain, tetapi bburung-burung itu

tidak dipotong dua.
11 Ketika 1aburung-burung buas hinggap pada daging binatang-binatang itu, maka Abram mengusirnya.
12 Menjelang matahari terbenam, tertidurlah Abram dengan nyenyak. Lalu turunlah meliputinya gelap gulita yang mengerikan.
13 Firman TUHAN kepada Abram: “Ketahuilah dengan se­sungguhnya bahwa keturunanmu akan menjadi aorang asing dalam suatu negeri, yang bukan kepunyaan mereka,

dan bahwa mereka akan diperbudak dan 1bdianiaya, 2cempat ratus tahun lamanya.
14 Tetapi bangsa yang akan memperbudak mereka, akan aKuhukum, dan sesudah itu mereka akan keluar dengan mem­bawa bharta benda yang banyak.
15 Tetapi engkau akan pergi kepada nenek moyangmu dengan sejahtera; engkau akan dikuburkan pada waktu telah 1aputih rambutmu.
16 Tetapi keturunan yang keempat akan kembali ke sini, sebab sebelum itu kedurjanaan orang aAmori itu belum genap.”
17 Ketika matahari telah terbenam, dan hari menjadi ge­lap, maka kelihatanlah 1perapian yang berasap beserta 1su­luh yang berapi lewat di antara potongan-

potongan daging itu.
18 Pada hari itulah TUHAN mengadakan aperjanjian de­ngan Abram serta berfirman: “Kepada bketurunanmulah Kube­rikan negeri ini, mulai dari 1sungai Mesir

sampai ke csungai yang besar itu, sungai Efrat:
19 yakni tanah orang Keni, orang Kenas, orang Kadmon,
20 orang Het, orang Feris, orang 1Refaim,
21 orang Amori, orang Kanaan, orang Girgasi dan orang Yebus itu.”


PASAL 16


b. Dua Perempuan—Sebuah Kiasan
16:1-16

1 Adapun 1Sarai, isteri Abram itu, atidak beranak. Ia mempunyai seorang hamba perempuan, orang Mesir, 1bHagar namanya.
2 Berkatalah Sarai kepada Abram: “Engkau tahu, aTUHAN tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku

dapat 1mem­peroleh seorang anak.” Dan Abram mendengarkan per­kata­an Sarai.
3 Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, ham­ba­nya, orang Mesir itu, — yakni ketika Abram telah ase­puluh tahun tinggal di tanah Kanaan —, lalu mem

­be­ri­kannya ke­pada Abram, suaminya, untuk menjadi isterinya.
4 Abram menghampiri Hagar, lalu mengandunglah pe­rempuan itu. Ketika Hagar tahu, bahwa ia mengandung, maka ia memandang rendah akan nyonyanya itu.
5 Lalu berkatalah Sarai kepada Abram: “Penghinaan yang kuderita ini adalah tanggung jawabmu; akulah yang memberikan hambaku ke pangkuanmu, tetapi baru saja

ia ta­hu, bahwa ia mengandung, ia memandang rendah akan aku; TUHAN kiranya yang menjadi Hakim antara aku dan engkau.”
6 Kata Abram kepada Sarai: “Hambamu itu di bawah ke­­ku­­asaanmu; perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang ba­ik.” Lalu Sarai menindas Hagar, sehingga ia

lari me­ninggalkannya.
7 Lalu 1aMalaikat TUHAN menjumpainya dekat suatu mata air di padang gurun, yakni dekat mata air di jalan ke Syur.
8 Katanya: “Hagar, hamba Sarai, dari manakah da­tang­mu dan ke manakah pergimu?” Jawabnya: “Aku lari me­ning­­galkan Sarai, nyonyaku.”
9 Lalu kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: “Kem­ba­li­lah kepada nyonyamu, biarkanlah engkau ditindas di bawah kekuasaannya.”
10 Lagi kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: “Aku akan membuat asangat banyak keturunanmu, sehingga tidak dapat dihitung karena banyaknya.”
11 Selanjutnya kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: “Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya 1Ismael, sebab TUHAN

telah mendengar tentang penindasan atasmu itu.
12 Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu; tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan

melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya.”
13 Kemudian Hagar menamakan TUHAN yang telah ber­firman kepadanya itu dengan sebutan: “1Engkaulah 2El-Roi.” Sebab katanya: “Bukankah di sini kulihat Dia yang

telah melihat aku?”
14 Sebab itu sumur tadi disebutkan orang: 1sumur Lahai-Roi; letaknya antara Kadesh dan Bered.
15 Lalu aHagar melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abram dan Abram menamai anak yang dilahirkan Hagar itu 1Ismael.
16 Abram berumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar melahirkan Ismael baginya.


PASAL 17


c. Perjanjian Allah Ditegaskan dengan Sunat
17:1-14

1 Ketika Abram berumur 1sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: “Akulah 2aAllah Yang Mahakuasa,

3hiduplah di hadapan-Ku dengan 3tidak bercela.
2 Aku akan mengadakan aperjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat bbanyak.”
3 Lalu sujudlah Abram, dan Allah berfirman kepadanya:
4 “Dari pihak-Ku, inilah aperjanjian-Ku dengan engkau: Eng­kau akan menjadi bbapa sejumlah besar 1bangsa.
5 Karena itu namamu bukan lagi 1Abram, melainkan 2aAbraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.
6 Aku akan membuat engkau beranak cucu sangat banyak; engkau akan Kubuat menjadi abangsa-bangsa, dan dari padamu akan berasal braja-raja.
7 Aku akan mengadakan aperjanjian antara Aku dan eng­kau serta keturunanmu turun-temurun menjadi per­jan­jian yang kekal, supaya Aku menjadi bAllahmu dan

Allah keturunanmu.
8 Kepadamu dan kepada aketurunanmu akan Kuberi­kan negeri ini yang kaudiami sebagai borang asing, yakni se­luruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu

untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi cAllah mereka.”
9 Lagi firman Allah kepada Abraham: “Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan ke­turunanmu turun-temurun.
10 Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, per­janjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus 1adisunat;
11 haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan men­jadi 1atanda perjanjian antara Aku dan kamu.
12 Anak yang berumur 1delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli

dengan uang dari salah aseorang asing, tetapi tidak termasuk ke­tu­runan­mu.
13 Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang eng­kau beli dengan uang harus disunat; maka dalam da­ging­mulah aperjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang

bkekal.
14 Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus 1di­lenyap­kan dari antara orang-orang sebangsanya:

ia te­lah mengingkari perjanjian-Ku.”
d. Kelahiran Ishak Dijanjikan
17:15-27
15 Selanjutnya Allah berfirman kepada Abraham: “Ten­tang isterimu Sarai, janganlah engkau menyebut dia lagi 1Sarai, tetapi 2Sara, itulah namanya.
16 Aku akan memberkatinya, dan 1dari padanya juga Aku akan memberikan kepadamu seorang aanak laki-laki, bah­kan Aku akan memberkatinya, sehingga ia menjadi

ibu bbangsa-bangsa; raja-raja bangsa-bangsa akan lahir dari padanya.”
17 Lalu tertunduklah Abraham dan atertawa serta ber­kata dalam hatinya: “Mungkinkah bagi seorang yang ber­umur bseratus tahun dilahirkan seorang anak dan

mung­kinkah Sara, yang telah berumur sembilan puluh tahun itu melahirkan seorang anak?”
18 Dan Abraham berkata kepada Allah: “Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!”
19 Tetapi Allah berfirman: “Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan aanak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia 1bIshak, dan Aku akan

2meng­­adakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya.
20 Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permin­ta­anmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan asangat banyak; ia akan memperanakkan bdua belas raja,

dan Aku akan membuatnya menjadi cbangsa yang besar.
21 Tetapi perjanjian-Ku akan aKuadakan dengan Ishak, yang akan dilahirkan Sara bagimu tahun yang akan da­tang pada 1bwaktu seperti ini juga.”
22 Setelah selesai berfirman kepada Abraham, naiklah Allah meninggalkan Abraham.
23 Setelah itu Abraham memanggil Ismael, anaknya, dan semua orang yang lahir di rumahnya, juga semua orang yang dibelinya dengan uang, yakni setiap laki-laki

dari isi ru­mah­nya, lalu ia amengerat kulit khatan mereka pada hari itu juga, seperti yang telah difirmankan Allah ke­padanya.
24 Abraham berumur sembilan puluh sembilan tahun ketika dikerat kulit khatannya.
25 Dan Ismael, anaknya, berumur tiga belas tahun ketika dikerat kulit khatannya.
26 Pada hari itu juga Abraham dan Ismael, anaknya, disunat.
27 Dan semua orang dari isi rumah Abraham, baik yang lahir di rumahnya, maupun yang dibeli dengan uang dari orang asing, disunat bersama-sama dengan dia.


PASAL 18


4. Hidup dalam Persekutuan dengan Allah
18:1—24:67
a. Bergaul dengan Allah pada Tingkat Manusia
18:1-22

1 Kemudian TUHAN menampakkan diri kepada Abraham dekat pohon tarbantin di Mamre, sedang ia duduk di pintu akemahnya waktu hari panas terik.
2 Ketika ia mengangkat mukanya, ia melihat tiga 1orang berdiri di depannya. Sesudah dilihatnya mereka, ia berlari dari pintu kemahnya amenyongsong mereka,

lalu sujudlah ia sampai ke tanah,
3 serta berkata: “Tuanku, jika aku telah mendapat ka­sih tuanku, janganlah kiranya lampaui hambamu ini.
4 Biarlah diambil air sedikit, abasuhlah kakimu dan duduklah beristirahat di bawah pohon ini;
5 biarlah akuambil sepotong roti, supaya tuan-tuan se­gar kembali; kemudian bolehlah tuan-tuan meneruskan per­jalanannya; sebab tuan-tuan telah datang ke

tempat ham­ba­mu ini.” Jawab mereka: “Perbuatlah seperti yang kauka­ta­kan itu.”
6 Lalu Abraham segera pergi ke kemah mendapatkan Sara serta berkata: “Segeralah! Ambil atiga 1sukat tepung yang terbaik! Remaslah itu dan buatlah 2roti

bundar!”
7 Lalu berlarilah Abraham kepada lembu sapinya, ia meng­ambil seekor aanak lembu yang empuk dan baik daging­nya dan memberikannya kepada seorang bujangnya,

lalu orang ini segera mengolahnya.
8 Kemudian diambilnya dadih dan susu serta anak lem­bu yang telah diolah itu, lalu dihidangkannya di depan orang-orang itu; dan ia berdiri di dekat mereka di

bawah pohon itu, sedang mereka makan.
9 Lalu kata mereka kepadanya: “Di manakah Sara, isterimu?” Jawabnya: “Di sana, di dalam kemah.”
10 Dan firman-Nya: “Sesungguhnya Aku akan kembali tahun depan mendapatkan engkau, pada 1awaktu itulah Sara, isterimu, akan mempunyai seorang banak laki-

laki.” Dan Sara mendengarkan pada pintu kemah yang di belakang-Nya.
11 Adapun Abraham dan Sara telah atua dan lanjut umur­nya dan Sara telah mati haid.
12 Jadi atertawalah Sara dalam hatinya, katanya: “Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu, sedangkan btuanku sudah tua?”
13 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Abraham: “Me­nga­pa­kah Sara tertawa dan berkata: Sungguhkah aku akan mela­hirkan anak, sedangkan aku telah tua?
14 aAdakah sesuatu apa pun yang 1mustahil untuk TUHAN? Pada 2bwaktu yang telah ditetapkan itu, 2ctahun depan, Aku akan kembali mendapatkan engkau, pada

2waktu itulah Sara mempunyai seorang anak laki-laki.”
15 Lalu Sara menyangkal, katanya: “Aku tidak tertawa,” sebab ia takut; tetapi TUHAN berfirman: “Tidak, memang engkau tertawa!”
16 Lalu berangkatlah orang-orang itu dari situ dan me­man­dang ke arah Sodom; dan Abraham berjalan bersama-sama dengan mereka untuk mengantarkan mereka.
17 Berpikirlah TUHAN: “1Apakah Aku akan amenyem­bu­nyi­kan kepada Abraham apa yang hendak Kulakukan ini?
18 Bukankah sesungguhnya Abraham akan menjadi bang­­sa yang besar serta berkuasa, dan oleh dia asegala bang­sa di atas bumi akan mendapat berkat?
19 Sebab Aku telah memilih dia, supaya diperin­tah­kan­nya kepada anak-anaknya dan kepada keturunannya supaya tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan

TUHAN, dengan melakukan kebenaran dan keadilan, dan supaya TUHAN memenuhi kepada Abraham apa yang di­janjikan-Nya kepadanya.”
20 Sesudah itu berfirmanlah TUHAN: “Sesungguhnya ba­nyak keluh kesah orang tentang aSodom dan Gomora dan se­sungguhnya sangat berat dosanya.
21 Baiklah Aku turun untuk melihat, apakah benar-be­nar mereka telah berkelakuan seperti keluh kesah orang yang te­lah sampai kepada-Ku atau tidak; Aku

hendak me­nge­ta­huinya.”
22 Lalu berpalinglah orang-orang itu dari situ dan ber­ja­lan ke Sodom, tetapi Abraham 1masih tetap aberdiri di ha­dapan TUHAN.
b. Doa Syafaat yang Mulia
18:23-33
23 Abraham datang mendekat dan berkata: “Apakah Engkau akan melenyapkan 1orang benar bersama-sama de­ngan orang fasik?
24 Bagaimana sekiranya ada lima puluh orang benar da­lam kota itu? Apakah Engkau akan melenyapkan tem­pat itu dan tidakkah Engkau mengampuninya karena kelima

puluh orang benar yang ada di dalamnya itu?
25 1Jauhlah kiranya dari pada-Mu untuk berbuat demi­kian, membunuh orang benar bersama-sama dengan orang fasik, sehingga orang benar itu seolah-olah sama

dengan orang fasik! Jauhlah kiranya yang demikian dari pada-Mu! Masakan aHakim segenap bumi tidak menghukum dengan adil?”
26 TUHAN berfirman: “Jika Kudapati lima puluh orang be­nar dalam kota Sodom, Aku akan mengampuni seluruh tem­pat itu karena mereka.”
27 Abraham menyahut: “Sesungguhnya aku telah mem­beranikan diri berkata kepada Tuhan, walaupun aku debu dan abu.
28 Sekiranya kurang lima orang dari kelima puluh orang benar itu, apakah Engkau akan memusnahkan seluruh kota itu karena yang lima itu?” Firman-Nya: “Aku

tidak memus­nahkannya, jika Kudapati empat puluh lima di sana.”
29 Lagi Abraham melanjutkan perkataannya kepada-Nya: “Sekiranya empat puluh didapati di sana?” Firman-Nya: “Aku tidak akan berbuat demikian karena yang empat

puluh itu.”
30 Katanya: “Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata sekali lagi. Sekiranya tiga puluh didapati di sana?” Firman-Nya: “Aku tidak akan berbuat

demikian, jika Ku­dapati tiga puluh di sana.”
31 Katanya: “Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan. Sekiranya dua puluh didapati di sana?” Firman-Nya: “Aku tidak akan memusnahkannya

karena yang dua puluh itu.”
32 Katanya: “Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata lagi sekali ini saja. Sekiranya sepuluh dida­pati di sana?” Firman-Nya: “Aku tidak akan memus­

nah­kannya ka­rena yang sepuluh itu.”
33 Lalu pergilah TUHAN, setelah Ia selesai 1berfirman ke­pada Abraham; dan kembalilah Abraham ke tempat ting­gal­nya.


PASAL 19


c. Catatan Negatif Lot
19:1-38
(1) Orang Benar yang Gagal dan Tiang Garam
19:1-29

1 aKedua malaikat itu tiba di Sodom pada waktu petang. bLot sedang duduk di pintu gerbang Sodom dan ketika me­lihat mereka, bangunlah 1ia menyongsong mereka,

lalu sujud dengan mukanya sampai ke tanah,
2 serta berkata: “Tuan-tuan, silakanlah singgah ke rumah hambamu ini, bermalamlah di sini dan abasuhlah ka­kimu, maka besok pagi tuan-tuan boleh melanjutkan

per­ja­­­lanannya.” Jawab mereka: “Tidak, kami akan bermalam di tanah lapang.”
3 Tetapi karena ia sangat mendesak mereka, singgah­lah mereka dan masuk ke dalam rumahnya, kemudian ia menyediakan hidangan bagi mereka, ia membakar roti

yang ti­dak beragi, lalu mereka makan.
4 Tetapi sebelum mereka tidur, orang-orang lelaki dari kota aSodom itu, dari yang muda sampai yang tua, bah­kan seluruh kota, tidak ada yang terkecuali,

datang me­ngepung rumah itu.
5 Mereka berseru kepada Lot: “Di manakah orang-orang yang datang kepadamu malam ini? Bawalah mereka ke­lu­ar kepada kami, supaya kami 1pakai mereka.”
6 Lalu keluarlah Lot menemui mereka, ke depan pintu, tetapi pintu ditutupnya di belakangnya,
7 dan ia berkata: “Saudara-saudaraku, janganlah kiranya berbuat jahat.
8 Kamu tahu, aku mempunyai dua orang 1anak perem­puan yang belum pernah dijamah laki-laki, baiklah me­re­ka kubawa ke luar kepadamu; perbuatlah kepada mereka

seperti yang kamu pandang baik; hanya jangan kamu apa-apakan orang-orang ini, sebab mereka memang datang untuk berlindung di dalam rumahku.”
9 Tetapi mereka berkata: “Enyahlah!” Lagi kata mereka: “Orang ini datang ke sini sebagai aorang asing dan dia mau menjadi hakim atas kita! Sekarang kami akan

meng­ani­aya engkau lebih dari pada kedua orang itu!” Lalu mereka men­desak orang itu, yaitu Lot, dengan keras, dan mereka men­dekat untuk mendobrak pintu.
10 Tetapi kedua orang itu mengulurkan tangannya, me­narik Lot masuk ke dalam rumah, lalu menutup pintu.
11 Dan mereka 1membutakan mata orang-orang yang di de­­pan pintu rumah itu, dari yang kecil sampai yang besar, se­hingga percumalah orang-orang itu mencari-

cari pintu.
12 Lalu kedua orang itu berkata kepada Lot: “Siapakah kaummu yang ada di sini lagi? Menantu atau anakmu laki-laki, anakmu perempuan, atau siapa saja kaummu

di kota ini, bawalah mereka keluar dari tempat ini,
13 sebab kami akan memusnahkan tempat ini, karena ba­­nyak keluh kesah orang tentang kota ini di hadapan TUHAN; sebab itulah TUHAN mengutus kami untuk memus

­nah­kan­nya.”
14 Keluarlah Lot, lalu berbicara dengan kedua bakal me­nantunya, yang akan kawin dengan kedua anaknya pe­rem­puan, katanya: “Bangunlah, akeluarlah dari

tempat ini, sebab TUHAN akan memusnahkan kota ini.” Tetapi ia dipan­dang oleh kedua bakal menantunya itu sebagai orang yang berolok-olok saja.
15 Ketika fajar telah menyingsing, kedua malaikat itu mendesak aLot, supaya bersegera, katanya: “Bangunlah, ba­walah isterimu dan kedua anakmu yang ada di

sini, su­pa­ya engkau jangan mati lenyap karena kedurjanaan kota ini.”
16 Ketika ia 1berlambat-lambat, maka tangannya, ta­ngan isteri dan tangan kedua anaknya dipegang oleh kedua orang itu, sebab TUHAN hendak mengasihani dia;

lalu kedua orang itu menuntunnya ke luar kota dan melepaskannya di sana.
17 Sesudah kedua orang itu menuntun mereka sampai ke luar, berkatalah seorang: “Larilah, selamatkanlah nya­wamu; janganlah menoleh ke abelakang, dan

janganlah berhenti di mana pun juga di Lembah Yordan, larilah ke pe­gu­nungan, supaya engkau jangan mati lenyap.”
18 Kata Lot kepada mereka: “Janganlah kiranya demi­kian, tuanku.
19 Sungguhlah hambamu ini telah dikaruniai belas kasihan di hadapanmu, dan tuanku telah berbuat kemu­rah­an besar kepadaku dengan memelihara hidupku, tetapi

jika aku harus lari ke pegunungan, pastilah aku akan tersusul oleh bencana itu, sehingga matilah aku.
20 Sungguhlah kota yang di sana itu cukup dekat kira­nya untuk lari ke sana; kota itu kecil; izinkanlah kiranya aku lari ke sana. Bukankah kota itu kecil?

Jika demikian, 1nya­waku akan terpelihara.”
21 Sahut malaikat itu kepadanya: “Baiklah, dalam hal ini pun permintaanmu akan kuterima dengan baik; yakni ko­ta yang telah kau sebut itu tidak akan kutung­

gang­balikkan.
22 Cepatlah, larilah ke sana, sebab aku tidak dapat ber­buat apa-apa, sebelum engkau sampai ke sana.” Itulah sebabnya nama kota itu disebut 1Zoar.
23 Matahari telah terbit menyinari bumi, ketika Lot tiba di Zoar.
24 Kemudian TUHAN menurunkan hujan abelerang dan api atas bSodom dan Gomora, berasal dari TUHAN, dari langit;
25 dan ditunggangbalikkan-Nyalah kota-kota itu dan Lembah Yordan dan semua penduduk kota-kota serta tumbuh-tumbuhan di tanah.
26 Tetapi aisteri Lot, yang berjalan mengikutnya, me­no­leh ke belakang, lalu menjadi 1btiang garam.
27 Ketika Abraham pagi-pagi pergi ke tempat ia aberdiri di hadapan TUHAN itu,
28 dan memandang ke arah Sodom dan Gomora serta ke seluruh tanah Lembah Yordan, maka dilihatnyalah asap dari bumi membubung ke atas sebagai aasap dari dapur

peleburan.
29 Demikianlah pada waktu Allah memusnahkan kota-kota di Lembah Yordan dan menunggangbalikkan kota-kota kediaman Lot, maka Allah aingat kepada Abraham, lalu

dikeluarkan-Nyalah Lot dari tengah-tengah tempat yang ditunggangbalikkan itu.
(2) Keturunan dari Hubungan Sumbang
19:30-38
30 Pergilah Lot dari Zoar dan ia menetap bersama-sama dengan kedua anaknya perempuan di pegunungan, sebab ia tidak berani tinggal di Zoar, maka diamlah ia

dalam suatu gua beserta kedua anaknya.
31 Kata kakaknya kepada adiknya: “Ayah kita telah tua, dan tidak ada laki-laki di negeri ini yang dapat meng­hampiri kita, seperti kebiasaan seluruh bumi.
32 Marilah kita beri ayah kita minum anggur, lalu kita tidur dengan dia, supaya kita menyambung 1keturunan dari ayah kita.”
33 Pada malam itu mereka memberi ayah mereka mi­num anggur, lalu masuklah yang lebih tua untuk tidur de­ngan ayah­nya; dan ayahnya itu tidak mengetahui

ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun.
34 Keesokan harinya berkatalah kakaknya kepada adik­nya: “Tadi malam aku telah tidur dengan ayah; baiklah malam ini juga kita beri dia minum anggur; masuklah

engkau untuk tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita.”
35 Demikianlah juga pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu bangunlah yang lebih muda untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak

me­ngetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun.
36 Lalu mengandunglah kedua anak Lot itu dari ayah mereka.
37 Yang lebih tua melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya 1aMoab; dialah bapa 2borang Moab yang se­karang.
38 Yang lebih muda pun melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya 1Ben-Ami; dialah bapa bani aAmon yang sekarang.


PASAL 20


d. Kelemahan yang Tersembunyi dan Doa Syafaat yang Memalukan
20:1-18
1 Lalu Abraham berangkat dari 1situ ke Tanah Negeb dan ia menetap antara Kadesh dan Syur. Ia tinggal di Gerar seba­gai orang asing.
2 Oleh karena Abraham telah mengatakan tentang Sara, isterinya: “1Dia asaudaraku,” maka Abimelekh, raja Gerar, menyuruh mengambil Sara.
3 Tetapi pada waktu malam Allah datang kepada Abi­melekh dalam suatu amimpi serta berfirman kepadanya: “Engkau harus mati oleh karena perempuan yang telah

kau­­ambil itu; sebab ia sudah bersuami.”
4 Adapun Abimelekh belum menghampiri Sara. Ber­ka­talah ia: “Tuhan! Apakah Engkau membunuh bangsa yang tak bersalah?
5 Bukankah orang itu sendiri mengatakan kepadaku: Dia saudaraku? Dan perempuan itu sendiri telah menga­takan: Ia saudaraku. Jadi hal ini kulakukan dengan

hati yang tulus dan dengan tangan yang suci.”
6 Lalu berfirmanlah Allah kepadanya dalam mimpi: “Aku tahu juga, bahwa engkau telah melakukan hal itu dengan hati yang tulus, maka Aku pun telah mencegah

engkau un­tuk berbuat dosa terhadap Aku; sebab itu Aku tidak mem­biarkan engkau menjamah dia.
7 Jadi sekarang, kembalikanlah isteri orang itu, sebab dia seorang nabi; ia akan aberdoa untuk engkau, maka eng­kau tetap hidup; tetapi jika engkau tidak

mengembalikan dia, ketahuilah, engkau pasti mati, engkau dan semua orang yang bersama-sama dengan engkau.”
8 Keesokan harinya pagi-pagi Abimelekh memanggil semua hambanya dan memberitahukan seluruh peristiwa itu kepada mereka, lalu sangat takutlah orang-orang itu.
9 Kemudian Abimelekh memanggil Abraham dan ber­kata kepadanya: “Perbuatan apakah yang kaulakukan ini ter­hadap kami, dan kesalahan apakah yang kulakukan ter

­hadap engkau, sehingga engkau mendatangkan dosa besar atas diriku dan kerajaanku? Engkau telah berbuat hal-hal yang tidak patut kepadaku.”
10 Lagi kata Abimelekh kepada Abraham: “1Apakah mak­­­­­­sudmu, maka engkau melakukan hal ini?”
11 Lalu Abraham berkata: “Aku 1berpikir: Takut akan Allah tidak ada di tempat ini; tentulah aku akan adibunuh karena isteriku.
12 Lagipula ia benar-benar saudaraku, anak ayahku, ha­nya bukan anak ibuku, tetapi kemudian ia menjadi isteriku.
13 1Ketika aAllah menyuruh aku mengembara keluar dari rumah ayahku, berkatalah aku kepada isteriku: Tun­juk­kan­lah kasihmu kepadaku, yakni: katakanlah

tentang aku di tiap-tiap tempat di mana kita tiba: Ia saudaraku.”
14 Kemudian Abimelekh mengambil kambing domba dan lembu sapi, hamba laki-laki dan perempuan, lalu mem­berikan semuanya itu kepada Abraham; Sara, isteri

Abraham, juga 1dikembalikannya kepadanya.
15 Dan Abimelekh berkata: “Negeriku ini terbuka untuk engkau; menetaplah, di mana engkau suka.”
16 Lalu katanya kepada Sara: “Telah kuberikan kepada saudaramu seribu syikal perak, itulah bukti 1kesucianmu bagi semua orang yang bersama-sama dengan

engkau. Maka dalam segala hal engkau dibenarkan.”
17 Lalu Abraham 1aberdoa kepada Allah, dan Allah me­nyem­buhkan Abimelekh dan isterinya dan budak-budaknya perempuan, sehingga mereka melahirkan anak.
18 Sebab tadinya TUHAN telah menutup kandungan se­tiap perempuan di istana Abimelekh karena Sara, aisteri Abraham itu.



PASAL 21


e. Kelahiran dan Pertumbuhan Ishak
21:1-8
1 1TUHAN 2amemperhatikan Sara, seperti yang difir­man­kan-Nya, dan TUHAN melakukan kepada Sara seperti yang bdijanjikan-Nya.
2 Maka mengandunglah aSara, lalu ia 1melahirkan seorang banak laki-laki bagi Abraham dalam masa tuanya, pada cwaktu yang telah ditetapkan, sesuai dengan

firman Allah kepadanya.
3 Abraham menamai anaknya yang baru lahir itu 1aIshak, yang dilahirkan Sara baginya.
4 Kemudian Abraham 1amenyunat Ishak, anaknya itu, ketika berumur 2delapan hari, seperti yang diperintahkan Allah kepadanya.
5 Adapun Abraham berumur aseratus tahun, ketika Ishak, anaknya, lahir baginya.
6 Berkatalah Sara: “Allah telah membuat aku atertawa; setiap orang yang mendengarnya akan tertawa karena aku.”
7 Lagi katanya: “Siapakah tadinya yang dapat mengata­kan kepada Abraham: Sara menyusui anak? Namun aku telah melahirkan seorang anak laki-laki baginya pada

masa tuanya.”
8 1Bertambah besarlah anak itu dan ia disapih, lalu Abraham mengadakan perjamuan besar pada hari Ishak di­sapih itu.
f. Hagar dan Ismael Diusir
21:9-14
9 Pada waktu itu Sara melihat, bahwa aanak yang di­lahirkan Hagar, perempuan Mesir itu bagi Abraham, sedang 1bmain dengan Ishak, anaknya sendiri.
10 Berkatalah Sara kepada Abraham: “1aUsirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini btidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan

anakku Ishak.”
11 Hal ini sangat menyebalkan Abraham oleh karena anak­nya itu.
12 Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: “Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam se­­­­gala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah

engkau men­dengarkannya, sebab yang akan disebut aketurunanmu ialah yang berasal dari bIshak.
13 Tetapi keturunan dari hambamu itu juga akan Ku­buat menjadi suatu abangsa, karena ia pun anakmu.”
14 Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar,

ke­mudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba.
g. Dua Sumur—Dua Sumber Kehidupan
21:15-34
15 Ketika air yang dikirbat itu habis, dibuangnyalah anak itu ke bawah semak-semak,
16 dan ia duduk agak jauh, kira-kira sepemanah jauh­nya, sebab katanya: “Tidak tahan aku melihat anak itu mati.” Se­dang ia duduk di situ, menangislah ia

dengan suara nyaring.
17 Allah mendengar suara anak itu, lalu aMalaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: “Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah

takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring.
18 Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar.”
19 Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah 1sumur; ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, kemu­dian diberinya anak itu minum.
20 Allah menyertai anak itu, sehingga ia bertambah besar; ia menetap di padang gurun dan menjadi seorang pe­manah.
21 Maka tinggallah ia di padang gurun Paran, dan ibu­nya mengambil seorang isteri baginya dari tanah Mesir.
22 Pada waktu itu Abimelekh, beserta Pikhol, panglima tentaranya, berkata kepada Abraham: “Allah menyertai engkau dalam segala sesuatu yang engkau lakukan.
23 Oleh sebab itu, abersumpahlah kepadaku di sini demi Allah, bahwa engkau tidak akan berlaku curang kepadaku, atau kepada anak-anakku, atau kepada cucu

cicitku; se­suai dengan persahabatan yang kulakukan kepadamu, de­mi­kianlah harus engkau berlaku kepadaku dan kepada negeri yang kautinggali sebagai orang

asing.”
24 Lalu kata Abraham: “Aku bersumpah!”
25 Tetapi Abraham menyesali Abimelekh tentang sebuah 1asumur yang telah dirampas oleh hamba-hamba Abimelekh.
26 Jawab Abimelekh: “Aku tidak tahu, siapa yang mela­kukan hal itu; lagi tidak kauberitahukan kepadaku, dan sampai hari ini belum pula kudengar.”
27 Lalu Abraham mengambil domba dan lembu dan mem­­berikan semuanya itu kepada Abimelekh, kemudian kedua orang itu mengadakan perjanjian.
28 Tetapi Abraham memisahkan 1tujuh anak domba betina dari domba-domba itu.
29 Lalu kata Abimelekh kepada Abraham: “Untuk apa­kah ketujuh anak domba yang kaupisahkan ini?”
30 Jawabnya: “Ketujuh anak domba ini harus kau­teri­ma dari tanganku untuk menjadi tanda bukti bagiku, bahwa akulah yang menggali sumur ini.”
31 Sebab itu orang menyebutkan tempat itu 1aBersyeba, karena kedua orang itu telah bersumpah di sana.
32 Setelah mereka mengadakan 1perjanjian di Bersyeba, pulanglah Abimelekh beserta Pikhol, panglima tentaranya, ke negeri 2orang Filistin.
33 Lalu Abraham menanam sebatang pohon 1tamariska di Bersyeba, dan amemanggil di sana nama TUHAN, 2bAllah yang kekal.
34 Dan masih lama Abraham tinggal sebagai orang asing di negeri orang Filistin.

PASAL 22


h. Mempersembahkan Ishak
22:1-24
1 Setelah semuanya itu Allah 1amencoba Abraham. Ia ber­firman kepadanya: “Abraham,” lalu sahutnya: “Ya, Tuhan.”
2 Firman-Nya: “Ambillah 1anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah 2aMoria dan 3persembahkanlah dia di sana sebagai 4kurban

ba­karan pada salah satu gunung yang akan Kukatakan ke­padamu.”
3 Keesokan harinya pagi-pagi 1bangunlah Abraham, ia me­masang pelana keledainya dan memanggil dua orang bu­­jangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga

kayu untuk kurban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya.
4 Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pan­dangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh.
5 Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: “Ting­gal­lah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang,

sesudah itu kami kembali kepadamu.”
6 Lalu Abraham mengambil kayu untuk kurban ba­kar­an itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau.

Demikian­lah ke­duanya berjalan bersama-sama.
7 Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: “Bapa.” Sahut Abraham: “Ya, anakku.” Bertanyalah ia: “Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak

domba untuk kurban bakaran itu?”
8 Sahut Abraham: “Allah yang akan amenyediakan banak domba untuk kurban bakaran bagi-Nya, anakku.” Demi­kianlah keduanya berjalan bersama-sama.
9 Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah ke­padanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, di­susun­nyalah kayu, diikatnya aIshak, anaknya itu,

dan di­le­takkannya di mezbah itu, di atas kayu api.
10 Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.
11 Tetapi berserulah 1aMalaikat TUHAN dari langit kepada­nya: “Abraham, Abraham.” Sahutnya: “Ya, Tuhan.”
12 Lalu Ia berfirman: “Jangan bunuh anak itu dan ja­ngan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bah­wa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak

segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.”
13 Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor 1domba jan­tan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam 2be­­lukar. Abraham mengambil domba itu, lalu

mengur­ban­kannya sebagai kurban bakaran pengganti anaknya.
14 Dan Abraham menamai tempat itu: “1TUHAN me­nye­diakan”; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: “Di atas agunung TUHAN, 2akan bdisediakan.”
15 Untuk kedua kalinya berserulah aMalaikat TUHAN dari langit kepada Abraham,
16 kata-Nya: “Aku abersumpah demi diri-Ku sendiri — demikianlah firman TUHAN —: Karena engkau telah ber­buat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk me

­nyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku,
17 maka aAku akan memberkati engkau berlimpah-lim­pah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti 1bbintang di langit dan seperti 1cpasir di tepi laut, dan

keturunanmu itu akan menduduki dkota-kota musuhnya.
18 Oleh 1keturunanmulah asemua bangsa di bumi akan men­­dapat berkat, karena engkau bmendengarkan firman-Ku.”
19 Kemudian kembalilah Abraham kepada kedua bu­jang­nya, dan mereka bersama-sama berangkat ke Bersyeba; dan Abraham tinggal di Bersyeba.
20 Sesudah itu Abraham mendapat kabar: “Juga Milka te­­lah melahirkan anak-anak lelaki bagi Nahor, saudaramu:
21 Us, anak sulung, dan Bus, adiknya, dan Kemuel, ayah Aram,
22 juga Kesed, Hazo, Pildash, Yidlaf dan Betuel.”
23 Dan Betuel memperanakkan 1Ribka. Kedelapan orang inilah dilahirkan Milka bagi Nahor, saudara Abraham itu.
24 Dan gundik Nahor, yang namanya Reuma, mela­hir­kan anak juga, yakni Tebah, Gaham, Tahash dan Maakha.

PASAL 23


i. Kematian dan Penguburan Sara
23:1-20
1 Sara hidup seratus dua puluh tujuh tahun lamanya; itu­lah umur Sara.
2 Kemudian matilah Sara di Kiryat-Arba, yaitu 1aHebron, di tanah Kanaan, lalu Abraham datang meratapi dan mena­ngisinya.
3 Sesudah itu Abraham bangkit dan meninggalkan isteri­­nya yang mati itu, lalu berkata kepada bani Het:
4 “Aku ini orang asing dan apendatang di antara kamu; berikanlah kiranya kuburan milik kepadaku di tanah kamu ini, supaya kiranya aku dapat mengantarkan dan

mengu­burkan isteriku yang mati itu.”
5 Bani Het menjawab Abraham:
6 “Dengarlah kepada kami, tuanku. Tuanku ini seorang raja agung di tengah-tengah kami; jadi kuburkanlah iste­rimu yang mati itu dalam kuburan kami yang 1ter

­pilih, tidak akan ada seorang pun dari kami yang menolak me­nye­diakan kuburannya bagimu untuk menguburkan iste­ri­mu yang mati itu.”
7 Kemudian bangunlah Abraham lalu sujud kepada bani Het, penduduk negeri itu,
8 serta berkata kepada mereka: “Jika kamu setuju, bah­wa aku mengantarkan dan menguburkan isteriku yang mati itu, maka dengarkanlah aku dan tolonglah

mintakan dengan sangat kepada Efron bin Zohar,
9 supaya ia memberikan kepadaku gua 1aMakhpela milik­nya itu, yang terletak di ujung 2ladangnya; baiklah itu di­­be­ri­kannya kepadaku dengan harga penuh

untuk menjadi kuburan milikku di tengah-tengah kamu.”
10 Pada waktu itu Efron hadir di tengah-tengah bani Het. Maka jawab Efron, orang Het itu, kepada Abraham de­ngan didengar oleh bani Het, oleh semua orang

yang da­tang di pintu gerbang kota:
11 “Tidak, tuanku, dengarkanlah aku; ladang itu ku­beri­kan kepadamu dan gua yang di sana pun kuberikan kepada­­mu; di depan mata orang-orang sebangsaku ku­

be­rikan itu kepadamu; kuburkanlah isterimu yang mati itu.”
12 Lalu sujudlah Abraham di depan penduduk negeri itu
13 serta berkata kepada Efron dengan didengar oleh me­­reka: “Sesungguhnya, jika engkau suka, dengarkanlah aku: aku membayar harga ladang itu; terimalah itu

dari pa­daku, su­­paya aku dapat menguburkan isteriku yang mati itu di sana.”
14 Jawab Efron kepada Abraham:
15 “Tuanku, dengarkanlah aku: sebidang tanah dengan har­­ga empat ratus syikal perak, apa artinya itu bagi kita? Kuburkan sajalah isterimu yang mati itu.”
16 Lalu Abraham menerima usul Efron, maka ditim­bang­nyalah perak untuk Efron, sebanyak yang dimintanya dengan didengar oleh bani Het itu, empat ratus syikal

perak, seperti yang berlaku di antara para saudagar.
17 Demikianlah ladang Efron, yang letaknya di aMakh­pela di sebelah timur Mamre, ladang dan gua yang di sa­na, serta segala pohon di ladang itu, bahkan di

seluruh tanah itu sampai ke tepi-tepinya,
18 diserahkan kepada Abraham menjadi tanah belian, di depan mata bani Het itu, di depan semua orang yang datang di pintu gerbang kota.
19 Sesudah itu Abraham menguburkan Sara, isterinya, di dalam gua ladang Makhpela itu, di sebelah timur Mam­re, yaitu Hebron di tanah Kanaan.
20 Demikianlah dari pihak bani Het ladang dengan gua yang ada di sana diserahkan kepada Abraham menjadi kuburan miliknya.

PASAL 24


j. Pernikahan Ishak
24:1-67
1 Adapun Abraham telah tua dan lanjut umurnya, serta adiberkati TUHAN dalam segala hal.
2 1Berkatalah Abraham kepada 2ahambanya yang paling tua dalam rumahnya, yang menjadi kuasa atas segala kepunyaannya, katanya: “Baiklah letakkan tanganmu di

bawah pangkal pahaku,
3 supaya aku mengambil sumpahmu demi TUHAN, aAllah yang empunya langit dan yang empunya bumi, bahwa engkau 1tidak akan mengambil untuk anakku seorang isteri

dari antara bperempuan Kanaan yang di antara­nya aku diam.
4 Tetapi engkau harus pergi ke negeriku dan kepada 1sanak saudaraku untuk mengambil seorang aisteri bagi Ishak, anakku.”
5 Lalu berkatalah hambanya itu kepadanya: “Mungkin perempuan itu tidak suka mengikuti aku ke negeri ini; haruskah aku membawa anakmu itu kembali ke negeri

dari mana tuanku keluar?”
6 Tetapi Abraham berkata kepadanya: “1Awas, jangan kaubawa anakku itu kembali ke sana.
7 TUHAN, aAllah yang empunya langit, yang telah bme­manggil aku dari rumah ayahku serta dari negeri sanak sau­daraku, dan yang telah berfirman kepadaku,

serta yang bersumpah kepadaku, demikian: kepada cketurunanmulah akan Kuberikan negeri ini — Dialah juga akan mengutus malaikat-Nya berjalan di depanmu,

sehingga engkau dapat mengambil seorang isteri dari sana untuk anakku.
8 Tetapi jika perempuan itu tidak mau mengikuti engkau, maka lepaslah engkau dari sumpahmu kepadaku ini; hanya saja, janganlah anakku itu kaubawa kembali ke

sana.”
9 Lalu hamba itu meletakkan tangannya di bawah pang­kal paha Abraham, tuannya, dan bersumpah kepadanya ten­tang hal itu.
10 Kemudian hamba itu mengambil sepuluh ekor dari unta tuannya dan pergi dengan membawa berbagai-bagai ba­rang berharga kepunyaan tuannya; demikianlah ia

berangkat menuju 1aAram-Mesopotamia ke kota Nahor.
11 Di sana disuruhnyalah unta itu berhenti di luar kota dekat suatu sumur, pada waktu petang hari, waktu pe­rem­puan-perempuan keluar untuk menimba air.
12 Lalu berkatalah ia: “TUHAN, Allah tuanku aAbraham, 1buatlah kiranya tercapai tujuanku pada hari ini, tun­juk­kanlah kasih setia-Mu kepada tuanku Abraham.
13 Di sini aaku berdiri di dekat mata air, dan anak-anak perempuan penduduk kota ini datang keluar untuk me­nimba air.
14 Kiranya terjadilah begini: anak gadis, kepada siapa aku berkata: Tolong miringkan buyungmu itu, supaya aku minum, dan yang menjawab: Minumlah, dan unta-

untamu juga akan kuberi minum — dialah kiranya yang Kau­ten­tukan ba­gi hamba-Mu, Ishak; maka dengan begitu akan kuketahui, bah­wa Engkau telah menunjukkan

kasih setia-Mu kepada tuanku itu.”
15 Sebelum ia selesai berkata, maka datanglah Ribka, yang lahir bagi Betuel, anak laki-laki Milka, isteri Nahor, saudara Abraham; buyungnya dibawanya di atas

bahunya.
16 Anak gadis itu sangat cantik parasnya, seorang 1pe­rawan, belum pernah bersetubuh dengan laki-laki; ia tu­run ke mata air itu dan mengisi buyungnya, lalu

kembali naik.
17 Kemudian berlarilah hamba itu mendapatkannya ser­ta berkata: “Tolong beri aku minum air sedikit dari buyungmu itu.”
18 Jawabnya: “Minumlah, tuan,” maka segeralah di­turunkannya buyungnya itu ke tangannya, serta diberinya dia minum.
19 Setelah ia selesai memberi hamba itu minum, berka­ta­lah ia: “Baiklah untuk unta-untamu juga kutimba air, sam­pai semuanya puas minum.”
20 Kemudian segeralah dituangnya air yang di buyung­nya itu ke dalam palungan, lalu berlarilah ia sekali lagi ke sumur untuk menimba air dan ditimbanyalah

untuk semua unta orang itu.
21 Dan orang itu mengamat-amatinya dengan berdiam diri untuk mengetahui apakah TUHAN membuat perja­lan­an­­nya berhasil atau tidak.
22 Setelah unta-unta itu puas minum, maka orang itu mengambil 1aanting-anting emas yang 2setengah syikal beratnya, dan sepasang 1gelang tangan yang 2sepuluh

syikal emas beratnya,
23 serta berkata: “Anak siapakah engkau? Baiklah kata­kan kepadaku! Adakah di rumah ayahmu tempat berma­lam bagi kami?”
24 Lalu jawabnya kepadanya: “Ayahku Betuel, anak Milka, yang melahirkannya bagi Nahor.”
25 Lagi kata gadis itu: “Baik jerami, baik makanan unta ba­nyak pada kami, tempat bermalam pun ada.”
26 Lalu berlututlah orang itu dan sujud amenyembah TUHAN,
27 serta berkata: “Terpujilah TUHAN, Allah tuanku aAbraham, yang tidak menarik kembali kasih-Nya dan setia-Nya dari tu­anku itu; dan TUHAN telah menuntun aku

di jalan ke rumah saudara-saudara tuanku ini!”
28 Berlarilah gadis itu pergi menceritakan kejadian itu ke rumah ibunya.
29 Ribka mempunyai saudara laki-laki, namanya aLaban. Laban berlari ke luar mendapatkan orang itu, ke mata air tadi,
30 sesudah dilihatnya anting-anting itu dan gelang pada ta­ngan saudaranya, dan sesudah didengarnya perkataan Ribka, saudaranya, yang bunyinya: “Begitulah

dikatakan orang itu kepadaku.” Ia mendapatkan orang itu, yang masih berdiri di samping unta-untanya di dekat mata air itu,
31 dan berkata: “Marilah engkau yang adiberkati TUHAN, mengapa engkau berdiri di luar, padahal telah kusediakan rumah bagimu, dan juga tempat untuk unta-

untamu.”
32 Masuklah orang itu ke dalam rumah.1Ditang­gal­kanlah pelana unta-unta, diberikan jerami dan makanan kepada unta-unta itu, lalu dibawa air apembasuh kaki

un­tuk orang itu dan orang-orang yang bersama-sama dengan dia.
33 Tetapi ketika dihidangkan makanan di depannya, ber­katalah orang itu: “Aku tidak akan makan sebelum ku­sam­paikan pesan yang kubawa ini.” Jawab Laban:

“Silakan!”
34 Lalu berkatalah ia: “Aku ini hamba Abraham.
35 TUHAN sangat amemberkati tuanku itu, sehingga ia telah menjadi kaya; TUHAN telah memberikan kepadanya kam­­­bing domba dan lembu sapi, emas dan perak,

budak laki-laki dan perempuan, unta dan keledai.
36 Dan Sara, isteri tuanku itu, sesudah tua, telah me­la­hirkan aanak laki-laki bagi tuanku itu; kepada anaknya itu telah diberikan tuanku bsegala harta

miliknya.
37 Tuanku itu telah mengambil asumpahku: Engkau tidak akan mengambil untuk anakku seorang isteri dari antara perempuan Kanaan, yang negerinya kudiami ini,
38 tetapi engkau harus pergi ke rumah ayahku dan kepada kaumku untuk mengambil seorang isteri bagi anak­ku.
39 Jawabku kepada tuanku itu: Mungkin perempuan itu tidak mau mengikut aku.
40 Tetapi katanya kepadaku: TUHAN, yang di hadapan-Nya aku hidup, akan mengutus amalaikat-Nya menyertai engkau, dan akan membuat perjalananmu berhasil, se­

hingga eng­kau akan mengambil bagi anakku seorang isteri dari kaumku dan dari rumah ayahku.
41 Barulah engkau lepas dari sumpahmu kepadaku, jika engkau sampai kepada kaumku dan mereka tidak mem­­berikan perempuan itu kepadamu; hanya dalam hal itulah

engkau lepas dari sumpahmu kepadaku.
42 Dan hari ini aku sampai ke mata air tadi, lalu ka­ta­ku: TUHAN, Allah tuanku aAbraham, sudilah kiranya Engkau membuat berhasil perjalanan yang kutempuh

ini.
43 Di sini aaku berdiri di dekat mata air ini; kiranya ter­jadi begini: Apabila seorang gadis datang ke luar untuk menimba air dan aku berkata kepadanya:

Tolong berikan aku minum air sedikit dari buyungmu itu,
44 dan ia menjawab: aMinumlah, dan untuk unta-unta­mu juga akan kutimba air, — dialah kiranya isteri, yang te­lah TUHAN tentukan bagi anak tuanku itu.
45 Belum lagi aku habis berkata dalam hatiku, Ribka telah datang membawa buyung di atas bahunya, dan turun ke mata air itu, lalu menimba air. Kataku

kepadanya: Tolong be­rikan aku minum.
46 Segeralah ia menurunkan buyung itu dari atas bahu­nya serta berkata: Minumlah, dan unta-untamu juga akan ku­beri minum. Lalu aku minum, dan unta-unta itu

juga diberinya minum.
47 Sesudah itu aku bertanya kepadanya: Anak siapakah engkau? Jawabnya: Ayahku Betuel anak Nahor yang di­lahir­kan Milka. Lalu aku mengenakan aanting-anting

pada hidungnya dan gelang pada tangannya.
48 Kemudian berlututlah aku dan sujud amenyembah TUHAN, serta memuji TUHAN, Allah tuanku Abraham, yang telah menuntun aku di jalan yang benar untuk mengambil

anak perempuan bsaudara tuanku ini bagi anaknya.
49 Jadi sekarang, apabila kamu mau menunjukkan ka­sih dan setia kepada tuanku itu, beritahukanlah kepada­ku; dan jika tidak, beritahukanlah juga kepadaku,

supaya aku tahu entah berpaling ke kanan atau ke kiri.”
50 Lalu Laban dan Betuel menjawab: “Semuanya ini datangnya dari TUHAN; kami tidak dapat mengatakan ke­pa­damu baiknya atau buruknya.
51 Lihat, Ribka ada di depanmu, bawalah dia dan per­gi­lah, supaya ia menjadi isteri anak tuanmu, seperti yang difir­man­kan TUHAN.”
52 Ketika hamba Abraham itu mendengar perkataan mereka, sujudlah ia sampai ke tanah menyembah TUHAN.
53 Kemudian hamba itu mengeluarkan 1perhiasan emas dan perak serta pakaian kebesaran, dan memberikan semua itu kepada Ribka; juga kepada saudaranya dan

kepada ibu­nya diberikannya pemberian yang indah-indah.
54 Sesudah itu makan dan minumlah mereka, ia dan orang-orang yang bersama-sama dengan dia, dan mereka bermalam di situ. Paginya sesudah mereka bangun, ber­

ka­talah hamba itu: “Lepaslah aku pulang kepada tuanku.”
55 Tetapi saudara Ribka berkata, serta ibunya juga: “Biar­kanlah anak gadis itu tinggal pada kami barang sepuluh hari lagi, kemudian bolehlah engkau pergi.”
56 Tetapi jawabnya kepada mereka: “Janganlah tahan aku, sedang TUHAN telah membuat perjalananku berhasil; le­pas­­lah aku, supaya aku pulang kepada tuanku.”
57 Kata mereka: “Baiklah kita panggil anak gadis itu dan menanyakan 1kepadanya sendiri.”
58 Lalu mereka memanggil Ribka dan berkata kepa­danya: “­Maukah engkau pergi beserta orang ini?” Jawabnya: “Mau.”
59 Maka Ribka, saudara mereka itu, dan ainang pe­nga­suh­nya beserta hamba Abraham dan orang-orangnya di­biarkan mereka pergi.
60 Dan mereka memberkati Ribka, kata mereka ke­pada­nya: “Saudara kami, moga-moga engkau menjadi aberibu-ribu laksa, dan moga-moga keturunanmu menduduki

1bkota-kota musuhnya.”
61 Lalu berkemaslah Ribka beserta hamba-hambanya perempuan, dan mereka naik unta mengikuti orang itu. De­mi­kianlah hamba itu membawa Ribka lalu berjalan pu

­lang.
62 Adapun Ishak telah datang dari arah 1asumur Lahai-Roi; ia tinggal di Tanah Negeb.
63 Menjelang senja Ishak sedang keluar untuk berjalan-jalan di padang. Ia melayangkan pandangnya, maka dili­hat­nyalah ada unta-unta datang.
64 Ribka juga melayangkan pandangnya dan ketika dilihatnya Ishak, turunlah ia dari untanya.
65 Katanya kepada hamba itu: “Siapakah laki-laki itu yang berjalan di padang ke arah kita?” Jawab hamba itu: “Dialah tuanku itu.” Lalu Ribka mengambil

atelekungnya dan bertelekunglah ia.
66 Kemudian hamba itu menceritakan kepada Ishak se­gala yang dilakukannya.
67 Lalu Ishak 1membawa Ribka ke dalam kemah Sara, ibunya, dan mengambil dia menjadi isterinya. Ishak men­cin­­­tainya dan demikian ia dihiburkan setelah

ibunya me­ninggal.

PASAL 25


5. Tidak Ada Kematangan dalam Hayat
25:1-18
1 Abraham mengambil pula 1seorang isteri, namanya aKetura.
2 Perempuan itu melahirkan baginya Zimran, Yoksan, Medan, aMidian, Isybak dan Suah.
3 Yoksan memperanakkan Syeba dan Dedan. Ketu­run­an Dedan ialah orang Asyur, orang Letush dan orang Leum.
4 Anak-anak Midian ialah Efa, Efer, Henokh, Abida dan Eldaa. Itulah semuanya keturunan Ketura.
5 Abraham memberikan 1asegala harta miliknya kepada 2Ishak,
6 tetapi kepada anak-anaknya yang diperolehnya dari gundik-gundiknya ia memberikan pemberian; kemudian ia menyuruh mereka — masih pada waktu ia hidup — me­

ning­galkan Ishak, anaknya, dan pergi ke sebelah timur, ke Tanah Timur.
7 Abraham mencapai umur seratus tujuh puluh lima tahun,
8 lalu ia meninggal. Ia mati pada waktu telah putih ram­butnya, tua dan suntuk umur, maka ia dikumpulkan ke­pa­da kaum leluhurnya.
9 Dan anak-anaknya, Ishak dan Ismael, menguburkan dia dalam gua 1aMakhpela, di padang Efron bin Zohar, orang Het itu, padang yang letaknya di sebelah timur

Mamre,
10 yang telah dibeli Abraham dari bani Het; di sanalah terkubur aAbraham dan Sara isterinya.
11 Setelah Abraham mati, Allah 1memberkati Ishak, anak­nya itu; dan Ishak diam dekat asumur Lahai-Roi.
12 Inilah keturunan aIsmael, anak Abraham, yang te­lah dilahirkan baginya oleh Hagar, perempuan Mesir, ham­ba Sara itu.
13 Inilah nama aanak-anak Ismael, disebutkan menurut urutan lahirnya: Nebayot, anak sulung Ismael, selanjutnya Kedar, Adbeel, Mibsam,
14 Misyma, Duma, Masa,
15 Hadad, Tema, Yetur, Nafish dan Kedma.
16 Itulah anak-anak Ismael, dan itulah nama-nama me­reka, menurut kampung mereka dan menurut perke­mahan mereka, dua belas orang raja, masing-masing de­ngan

su­kunya.
17 Umur Ismael ialah seratus tiga puluh tujuh tahun. Se­sudah itu ia meninggal. Ia mati dan dikumpulkan kepada ka­um leluhurnya.
18 Mereka itu mendiami daerah dari Hawila sampai Syur, yang letaknya di sebelah timur Mesir ke arah Asyur. Mereka menetap berhadapan dengan semua saudara

mereka.
B. Aspek Kedua—Pengalaman Ishak
25:19-21, 27-28; 26:1—27:4, 27b-41; 28:6-9
1. Memperoleh Putra Kembar
25:19-21
19 Inilah riwayat keturunan Ishak, anak Abraham. Abraham memperanakkan aIshak.
20 Dan Ishak berumur empat puluh tahun, ketika Ribka, anak Betuel, orang Aram dari Padan-Aram, saudara perempuan Laban orang Aram itu, diambilnya menjadi

isteri­nya.
21 1Berdoalah Ishak kepada TUHAN untuk isterinya, sebab isterinya itu mandul; TUHAN mengabulkan doanya, sehingga Ribka, isterinya itu, amengandung.
C. Aspek Ketiga—Pengalaman Yakub (Bersama Yusuf)
25:22-26, 29-34; 27:5-27a; 27:42—28:5; 28:10—50:26
1. Ditanggulangi
25:22-26, 29-34; 27:5-27a; 27:42—28:5; 28:10—32:21
a. Dipilih untuk Lahir sebagai yang Kedua
25:22-26
22 Tetapi anak-anaknya bertolak-tolakan di dalam ra­him­nya dan ia berkata: “Jika demikian halnya, mengapa aku hidup?” Dan ia pergi meminta petunjuk kepada

TUHAN.
23 Firman TUHAN kepadanya: “1aDua bangsa ada dalam kan­­­dunganmu, dan dua suku bangsa akan berpencar dari dalam rahimmu; suku bangsa yang satu akan blebih

kuat dari yang lain, dan ­anak yang tua akan menjadi chamba kepada 2anak yang muda.”
24 Setelah genap harinya untuk bersalin, memang anak kembar yang di dalam kandungannya.
25 Keluarlah yang pertama, warnanya merah, seluruh tu­buhnya seperti jubah berbulu; sebab itu ia dinamai 1Esau.
26 Sesudah itu keluarlah adiknya; tangannya 1amemegang tumit Esau, sebab itu ia dinamai 2bYakub. Ishak berumur enam puluh tahun pada waktu mereka lahir.
(B. Pengalaman Ishak–Lanjutan)
2. Hidup dalam Hayat Alamiah seperti Yakub
25:27-28; 28:6-9
27 Lalu bertambah besarlah kedua anak itu: Esau men­jadi seorang yang pandai berburu, seorang yang suka tinggal di padang, tetapi Yakub adalah seorang yang

tenang, yang suka tinggal di akemah.
28 Ishak sayang kepada Esau, sebab 1ia suka makan daging buruan, tetapi Ribka kasih kepada Yakub.
(C. Pengalaman Yakub–Lanjutan)
(1. Ditanggulangi–Lanjutan)
b. Dipaksa Meninggalkan Ibunya yang Terkasih dan Rumah Ayahnya
25:29-34; 27:5-27a; 27:42—28:5
(1) Merebut Hak Kesulungan
25:29-34
29 Pada suatu kali Yakub sedang memasak sesuatu, lalu datanglah Esau dengan lelah dari padang.
30 Kata Esau kepada Yakub: “Berikanlah kiranya aku meng­hirup sedikit dari yang merah-merah itu, karena aku lelah.” Itulah sebabnya namanya disebutkan

1aEdom.
31 Tetapi kata Yakub: “Juallah 1dahulu kepadaku hak ke­sulunganmu.”
32 Sahut Esau: “Sebentar lagi aku akan mati; apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?”
33 Kata Yakub: “Bersumpahlah dahulu kepadaku.” Maka bersumpahlah ia kepada Yakub dan dijualnyalah ahak ke­sulungannya kepadanya.
34 Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau; ia makan dan minum, lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau 1memandang ringan hak

ke­su­lung­an itu.

PASAL 26


(B. Pengalaman Ishak—Lanjutan)
3. Mewarisi Janji yang Diberikan kepada Ayahnya
26:1-5
1 Maka timbullah kelaparan di negeri itu. — Ini bukan akelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada

Abimelekh, raja orang Filistin.
2 Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta ber­firman: “Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu.
3 Tinggallah di negeri ini sebagai aorang asing, maka Aku akan bmenyertai engkau dan 1memberkati engkau, sebab ke­padamulah dan kepada cketurunanmu akan

Kuberikan seluruh negeri ini, dan Aku akan dmenepati esumpah yang te­lah Kuikrarkan kepada Abraham, ayahmu.
4 Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti abin­tang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunan­mu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu bsemua

bangsa di bumi akan mendapat berkat,
5 karena Abraham telah amendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku.”
(B. Pengalaman Ishak—Lanjutan)
4. Mempunyai Kelemahan Alamiah seperti Abraham
26:6-11
6 Jadi tinggallah Ishak di Gerar.
7 Ketika orang-orang di tempat itu bertanya tentang isterinya, berkatalah ia: “1Dia asaudaraku,” sebab ia takut me­­­ngatakan: “Ia isteriku,” karena

pikirnya: “Jangan-jangan aku dibunuh oleh penduduk tempat ini karena Ribka, sebab elok parasnya.”
8 Setelah beberapa lama ia ada di sana, pada suatu kali menjenguklah Abimelekh, raja orang Filistin itu dari jen­de­­la, maka dilihatnya Ishak sedang

bercumbu-cumbuan dengan Ribka, isterinya.
9 Lalu Abimelekh memanggil Ishak dan berkata: “Se­sung­guhnya dia isterimu, masakan engkau berkata: Dia saudara­ku?” Jawab Ishak kepadanya: “Karena pikirku:

Jangan-jangan aku mati karena dia.”
10 Tetapi Abimelekh berkata: “Apakah juga yang telah kau­perbuat ini terhadap kami? Mudah sekali terjadi, salah seorang dari bangsa ini tidur dengan

isterimu, sehingga de­ngan demikian engkau mendatangkan kesalahan atas kami.”
11 Lalu Abimelekh memberi perintah kepada seluruh bangsa itu: “Siapa yang mengganggu orang ini atau isteri­nya, pastilah ia akan dihukum mati.”
(B. Pengalaman Ishak–Lanjutan)
5. Menuai Seratus Kali Lipat dan Menjadi Besar
26:12-14
12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam ta­hun itu juga ia mendapat hasil aseratus kali lipat; sebab ia bdiber­kati TUHAN.
13 Dan orang itu menjadi 1kaya, bahkan kian lama kian 1kaya, sehingga ia menjadi sangat 1kaya.
14 Ia mempunyai kumpulan kambing domba dan lembu sapi serta banyak 1anak buah, sehingga orang Filistin itu cemburu kepadanya.

(B. Pengalaman Ishak–Lanjutan)
6. Menemukan Sumur di Banyak Tempat
26:15-22
15 Segala sumur, yang adigali dalam zaman Abraham, ayahnya, oleh hamba-hamba ayahnya itu, telah ditutup oleh orang Filistin dan ditimbun dengan tanah.
16 Lalu kata Abimelekh kepada Ishak: “Pergilah dari tengah-tengah kami sebab engkau telah menjadi jauh lebih berkuasa dari pada kami.”
17 Jadi pergilah Ishak dari situ dan berkemahlah ia di lembah Gerar, dan ia menetap di situ.
18 Kemudian Ishak menggali kembali sumur-sumur yang digali dalam zaman Abraham, ayahnya, dan yang telah di­tutup oleh orang Filistin sesudah Abraham mati;

dise­but­kan­nyalah nama sumur-sumur itu menurut anama-nama yang telah diberikan oleh ayahnya.
19 Ketika hamba-hamba Ishak menggali di lembah itu, me­reka mendapati di situ 1mata air yang berbual-bual air­nya.
20 Lalu bertengkarlah para gembala Gerar dengan para gembala Ishak. Kata mereka: “Air ini kepunyaan kami.” Dan Ishak menamai sumur itu 1Esek, karena mereka

ber­tengkar dengan dia di sana.
21 Kemudian mereka menggali sumur lain, dan mereka ber­­tengkar juga tentang itu. Maka Ishak menamai sumur itu 1Sitna.
22 Ia pindah dari situ dan menggali sumur yang lain lagi, tetapi tentang sumur ini mereka tidak bertengkar. Su­mur ini dinamainya 1Rehobot, dan ia berkata:

“Sekarang TUHAN te­lah memberikan kelonggaran kepada kita, sehingga kita dapat beranak cucu di negeri ini.”
(B. Pengalaman Ishak–Lanjutan)
7. Allah Menegaskan Janji-Nya kepadanya di Bersyeba, Tempat Unik Penampakan Allah untuk Menggenapkan Tujuan-Nya
26:23-35
23 Dari situ ia pergi ke Bersyeba.
24 Lalu pada malam itu TUHAN 1menampakkan diri ke­pa­danya serta berfirman: “Akulah aAllah ayahmu Abraham; janganlah takut, sebab Aku bmenyertai engkau; Aku

akan mem­berkati engkau dan membuat banyak keturunanmu karena Abraham, hamba-Ku itu.”
25 Sesudah itu Ishak mendirikan amezbah di situ dan bme­­­manggil nama TUHAN. Ia memasang ckemahnya di situ, lalu hamba-hambanya menggali sumur di situ.
26 Datanglah Abimelekh dari Gerar mendapatkannya, ber­­sama-sama dengan Ahuzat, sahabatnya, dan Pikhol, kepala pasukannya.
27 Tetapi kata Ishak kepada mereka: “Mengapa kamu datang mendapatkan aku? Bukankah kamu benci kepa­da­ku, dan telah menyuruh aku keluar dari tanahmu?”
28 Jawab mereka: “Kami telah melihat sendiri, bahwa TUHAN menyertai engkau; sebab itu kami berkata: baiklah kita mengadakan sumpah setia, antara kami dan

engkau; dan baiklah kami mengikat perjanjian dengan engkau,
29 bahwa engkau tidak akan berbuat jahat kepada kami, seperti kami tidak mengganggu engkau, dan seperti kami semata-mata berbuat baik kepadamu dan membiarkan

eng­kau pergi dengan damai; bukankah engkau sekarang yang adiberkati TUHAN.”
30 Kemudian Ishak mengadakan perjamuan bagi me­re­ka, lalu mereka makan dan minum.
31 Keesokan harinya pagi-pagi abersumpah-sumpahanlah mereka. Kemudian Ishak melepas mereka, dan mereka meninggalkan dia dengan damai.
32 Pada hari itu datanglah hamba-hamba Ishak mem­be­ritahukan kepadanya tentang sumur yang telah digali me­reka, serta berkata kepadanya: “Kami telah

mendapat air.”
33 Lalu dinamainyalah sumur itu 1Syeba. Sebab itu nama kota itu adalah 2aBersyeba, sampai sekarang.
34 Ketika Esau telah berumur empat puluh tahun, ia me­ngambil Yudit, aanak Beeri orang Het, dan Basmat, anak Elon orang Het, menjadi isterinya.
35 Kedua perempuan itu menimbulkan akepedihan hati bagi Ishak dan bagi Ribka.

PASAL 27


(B. Pengalaman Ishak—Lanjutan)
8. Kurang Matang dalam Hayat
27:1-4, 27b-41
1 Ketika Ishak sudah tua, dan matanya telah akabur, sehingga ia tidak dapat melihat lagi, dipanggilnyalah Esau, anak sulungnya, serta berkata kepadanya:

“Anakku.” Sahut Esau: “Ya, bapa.”
2 Berkatalah Ishak: “Lihat, aku sudah tua, aku tidak tahu bila hari kematianku.
3 Maka sekarang, ambillah senjatamu, tabung panah dan busurmu, pergilah ke padang dan aburulah bagiku seekor binatang;
4 olahlah bagiku makanan yang enak, seperti yang ku­gemari, sesudah itu bawalah kepadaku, supaya kumakan, agar 1aku 2amemberkati engkau, sebelum aku mati.”
(C. Pengalaman Yakub—Lanjutan)
(1. Ditanggulangi—Lanjutan)
(b. Dipaksa Meninggalkan Ibunya yang Terkasih dan Rumah Ayahnya—Lanjutan)
(2) Merebut Berkat Ayahnya
27:5-27a
5 Tetapi Ribka mendengarkannya, ketika Ishak berkata kepada Esau, anaknya. Setelah Esau pergi ke padang mem­buru seekor binatang untuk dibawanya kepada

ayahnya,
6 berkatalah Ribka kepada Yakub, anaknya: “Telah kude­ngar ayahmu berkata kepada Esau, kakakmu:
7 Bawalah bagiku seekor binatang buruan dan olahlah ba­gi­ku makanan yang enak, supaya kumakan, dan supaya aku memberkati engkau di hadapan TUHAN, sebelum

aku mati.
8 Maka sekarang, anakku, adengarkanlah perkataanku seperti yang kuperintahkan kepadamu.
9 Pergilah ke tempat kambing domba kita, ambillah dari sana dua anak kambing yang baik, maka aku akan meng­olahnya menjadi makanan yang enak bagi ayahmu, se

­perti yang digemarinya.
10 Bawalah itu kepada ayahmu, supaya dimakannya, agar dia amemberkati engkau, sebelum ia mati.”
11 Lalu kata Yakub kepada Ribka, ibunya: “Tetapi Esau, kakakku, adalah seorang yang aberbulu badannya, sedang aku ini kulitku licin.
12 Mungkin ayahku akan meraba aku; maka nanti ia akan menyangka bahwa aku mau memperolok-olokkan dia; dengan demikian aku akan mendatangkan akutuk atas di­

ri­ku dan bukan berkat.”
13 Tetapi ibunya berkata kepadanya: “Akulah yang ame­nanggung kutuk itu, anakku; dengarkan saja perkataanku, pergilah ambil kambing-kambing itu.”
14 Lalu ia pergi mengambil kambing-kambing itu dan membawanya kepada ibunya; sesudah itu ibunya mengolah makanan yang enak, seperti yang digemari ayahnya.
15 Kemudian Ribka mengambil apakaian yang indah ke­punyaan Esau, anak sulungnya, pakaian yang disim­pan­nya di rumah, lalu disuruhnyalah dikenakan oleh

Yakub, anak bungsunya.
16 Dan kulit anak kambing itu dipalutkannya pada kedua tangan Yakub dan pada lehernya yang licin itu.
17 Lalu ia memberikan makanan yang enak dan roti yang telah diolahnya itu kepada Yakub, anaknya.
18 Demikianlah Yakub masuk ke tempat ayahnya serta berkata: “Bapa!” Sahut ayahnya: “Ya, anakku; siapakah engkau?”
19 Kata Yakub kepada ayahnya: “Akulah Esau, anak sulungmu. Telah kulakukan, seperti yang bapa katakan ke­padaku. Bangunlah, duduklah dan makanlah daging

buruan masakanku ini, agar 1bapa memberkati aku.”
20 Lalu Ishak berkata kepada anaknya itu: “Lekas juga engkau mendapatnya, anakku!” Jawabnya: “Karena TUHAN, Allahmu, membuat aku mencapai tujuanku.”
21 Lalu kata Ishak kepada Yakub: “Datanglah mendekat, anakku, supaya aku meraba engkau, apakah engkau ini anak­ku Esau atau bukan.”
22 Maka Yakub mendekati Ishak, ayahnya, dan ayahnya itu merabanya serta berkata: “Kalau suara, suara Yakub; kalau tangan, tangan Esau.”
23 Jadi Ishak tidak mengenal dia, karena tangannya ber­bulu seperti tangan Esau, kakaknya. Ishak hendak mem­­berkati dia,
24 tetapi ia masih bertanya: “Benarkah engkau ini anak­ku Esau?” Jawabnya: “Ya!”
25 Lalu berkatalah Ishak: “Dekatkanlah makanan itu kepadaku, supaya kumakan daging buruan masakan anak­ku, agar 1aku amemberkati engkau.” Jadi

didekatkannyalah ma­kanan itu kepada ayahnya, lalu ia makan, dibawanya juga anggur kepadanya, lalu ia minum.
26 Berkatalah Ishak, ayahnya, kepadanya: “Datanglah dekat-dekat dan ciumlah aku, anakku.”
27 Lalu datanglah Yakub dekat-dekat dan diciumnyalah ayahnya.
(B. Pengalaman Ishak—Lanjutan)
8. Kurang Matang dalam Hayat (Lanjutan)
27:27b-41
Ketika 1Ishak mencium bau pakaian Yakub, 2adiber­ka­ti­nyalah dia, katanya: “Sesungguhnya bau anakku adalah sebagai bau padang yang diberkati TUHAN.
28 Allah akan memberikan kepadamu aembun yang da­ri langit dan tanah-tanah gemuk di bumi dan bgandum serta anggur berlimpah-limpah.
29 Bangsa-bangsa akan takluk kepadamu, dan suku-suku bangsa akan sujud kepadamu; jadilah tuan atas saudara-saudaramu, dan aanak-anak ibumu akan sujud

kepadamu. Siapa yang mengutuk engkau, terkutuklah ia, dan siapa yang memberkati engkau, bdiberkatilah ia.”
30 Setelah Ishak selesai memberkati Yakub, dan baru saja Yakub keluar meninggalkan Ishak, ayahnya, pulanglah Esau, kakaknya, dari berburu.
31 Ia juga menyediakan makanan yang enak, lalu mem­ba­wanya kepada ayahnya. Katanya kepada ayahnya: “Bapa, bangunlah dan makan daging buruan masakan anakmu,

agar 1engkau memberkati aku.”
32 Tetapi kata Ishak, ayahnya, kepadanya: “Siapakah eng­­kau ini?” Sahutnya: “Akulah anakmu, anak sulungmu, Esau.”
33 Lalu terkejutlah Ishak dengan sangat serta berkata: “Siapakah gerangan dia, yang memburu binatang itu dan yang telah membawanya kepadaku? Aku telah

memakan semuanya, sebelum engkau datang, dan telah memberkati dia; dan dia akan tetap orang yang diberkati.”
34 Sesudah Esau mendengar perkataan ayahnya itu, me­raung-raunglah ia dengan sangat keras dalam akepedihan hatinya serta berkata kepada ayahnya: “Berkatilah

aku ini juga, ya bapa!”
35 Jawab ayahnya: “Adikmu telah datang dengan tipu daya dan telah merampas berkat yang untukmu itu.”
36 Kata 1Esau: “Bukankah tepat namanya aYakub, ka­re­na ia telah dua kali menipu aku. bHak kesulunganku telah dirampasnya, dan sekarang dirampasnya pula

berkat yang untukku.” Lalu katanya: “Apakah bapa tidak mempunyai ber­kat lain bagiku?”
37 Lalu Ishak menjawab Esau, katanya: “Sesungguhnya te­lah kuangkat dia menjadi atuan atas engkau, dan segala saudaranya telah kuberikan kepadanya menjadi

hambanya, dan telah kubekali dia dengan bgandum dan anggur; maka kepadamu, apa lagi yang dapat kuperbuat, ya anakku?”
38 Kata Esau kepada ayahnya: “Hanya berkat yang satu itukah ada padamu, ya bapa? Berkatilah aku ini juga, ya bapa!” Dan dengan suara keras menangislah Esau.
39 Lalu Ishak, ayahnya, amenjawabnya: “Sesungguhnya tempat kediamanmu akan jauh dari tanah-tanah bgemuk di bumi dan jauh dari cembun dari langit di atas.
40 Engkau akan hidup dari pedangmu dan engkau akan menjadi ahamba adikmu. Tetapi akan terjadi kelak, apa­bila engkau 1berusaha sungguh-sungguh, maka engkau

akan bmelem­parkan kuk itu dari tengkukmu.”
41 Esau menaruh dendam kepada Yakub karena berkat yang telah diberikan oleh ayahnya kepadanya, lalu ia ber­kata kepada dirinya sendiri: “Hari-hari berkabung

karena kematian ayahku itu tidak akan lama lagi; pada waktu itulah Yakub, aadikku, akan kubunuh.”
(C. Pengalaman Yakub—Lanjutan)
(1. Ditanggulangi—Lanjutan)
(b. Dipaksa Meninggalkan Ibunya yang Terkasih dan Rumah ayahnya—Lanjutan)
(3) Disuruh Melarikan Diri oleh Ibunya
27:42-46
42 Ketika diberitahukan perkataan Esau, anak sulung­nya itu kepada Ribka, maka disuruhnyalah memanggil Yakub, anak bungsunya, lalu berkata kepadanya: “Esau,

ka­kakmu, bermaksud membalas dendam membunuh engkau.
43 Jadi sekarang, anakku, dengarkanlah perkataanku, ber­­si­­­­aplah engkau dan larilah kepada Laban, saudaraku, ke Haran,
44 dan tinggallah padanya beberapa waktu lamanya, sam­pai kegeraman
45 dan kemarahan kakakmu itu surut dari padamu, dan ia lupa apa yang telah engkau perbuat kepadanya; ke­mudian aku akan menyuruh orang menjemput engkau dari

situ. Mengapa aku akan kehilangan kamu berdua pada satu hari juga?”
46 Kemudian Ribka berkata kepada Ishak: “Aku telah ajemu hidup karena perempuan-perempuan Het itu; jikalau Yakub juga mengambil seorang isteri dari antara

bperem­pu­an negeri ini, semacam perempuan Het itu, apa gunanya aku hidup lagi?”

PASAL 28


(4) Diberkati dan Dilepas oleh Ayahnya
28:1-5
1 Kemudian Ishak memanggil Yakub, lalu amemberkati dia serta memesankan kepadanya, katanya: “Janganlah meng­ambil isteri dari bperempuan Kanaan.
2 Bersiaplah, pergilah ke Padan-Aram, ke rumah Betuel, ayah ibumu, dan ambillah dari situ seorang isteri dari anak-anak Laban, saudara ibumu.
3 Moga-moga 1aAllah Yang Mahakuasa memberkati eng­kau, membuat engkau bberanak cucu dan membuat eng­kau menjadi banyak, sehingga engkau menjadi sekum­pul­an

bangsa-bangsa.
4 Moga-moga Ia memberikan kepadamu aberkat yang untuk Abraham, kepadamu serta kepada keturunanmu, sehing­ga engkau memiliki negeri ini yang kaudiami sebagai

borang asing, yang telah diberikan Allah kepada Abraham.”
5 Demikianlah Ishak melepas Yakub, lalu berangkatlah Yakub ke Padan-Aram, kepada Laban anak Betuel, orang Aram itu, saudara Ribka ibu Yakub dan Esau.
(B. Pengalaman Ishak—Lanjutan)
2. Hidup dalam Hayat Alamiah seperti Yakub (Lanjutan)
28:6-9
6 Ketika Esau melihat, bahwa Ishak telah memberkati Yakub dan melepasnya ke Padan-Aram untuk mengambil isteri dari situ — pada waktu ia memberkatinya ia

telah memesankan kepada Yakub: “Janganlah ambil isteri dari antara perempuan Kanaan” —
7 dan bahwa Yakub mendengarkan perkataan ayah dan ibunya, dan pergi ke Padan-Aram,
8 maka Esau pun menyadari, bahwa aperempuan Kanaan itu tidak disukai oleh Ishak, ayahnya.
9 Sebab itu ia pergi kepada Ismael dan mengambil Mahalat menjadi isterinya, di samping kedua isterinya yang telah ada. Mahalat adalah anak Ismael anak

Abraham, adik Nebayot.
(C. Pengalaman Yakub—Lanjutan)
(1. Ditanggulangi—Lanjutan)
c. Mimpi di Betel
28:10-22
10 Maka Yakub berangkat dari Bersyeba dan pergi ke aHaran.
11 Ia sampai di suatu tempat, dan bermalam di situ, karena matahari telah terbenam. Ia mengambil sebuah batu yang terletak di tempat itu dan 1dipakainya

sebagai alas kepala, lalu membaringkan dirinya di tempat itu.
12 Maka 1abermimpilah ia, di bumi ada didirikan sebuah 2tangga yang ujungnya sampai di langit, dan tampaklah 3bmalaikat-malaikat Allah 4turun naik di tangga

itu.
13 Berdirilah TUHAN di sampingnya dan berfirman: “Aku­lah TUHAN, 1aAllah Abraham, nenekmu, dan 1Allah Ishak; 2tanah tempat engkau berbaring ini akan

Kuberikan ke­pa­da­mu dan kepada 2bketurunanmu.
14 Keturunanmu akan menjadi seperti adebu tanah banyaknya, dan engkau akan mengembang ke sebelah timur, barat, utara dan selatan, dan olehmu serta

keturunanmu bsemua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.
15 Sesungguhnya Aku amenyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke mana pun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku

ti­dak akan bmeninggalkan engkau, melainkan tetap me­laku­kan apa yang Kujanjikan kepadamu.”
16 Ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkatalah ia: “Sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya.”
17 Ia takut dan berkata: “Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini tidak lain dari arumah Allah, ini 1pintu gerbang surga.”
18 Keesokan harinya pagi-pagi Yakub mengambil abatu yang dipakainya sebagai alas kepala dan mendirikan itu men­jadi 1tugu dan menuang bminyak ke atasnya.
19 Ia menamai tempat itu 1aBetel; dahulu nama kota itu bLus.
20 Lalu abernazarlah Yakub: “Jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, mem­berikan kepadaku roti untuk dimakan dan

pakaian untuk dipakai,
21 sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka TUHAN akan menjadi aAllahku.
22 Dan abatu yang kudirikan sebagai tugu ini akan men­jadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau beri­kan kepadaku akan selalu kupersembahkan

bsepersepuluh kepada-Mu.”

PASAL 29


d. Dipimpin dalam Kedaulatan Allah Bertemu dengan Rahel dan Laban
29:1-14
1 Kemudian 1berangkatlah Yakub dari situ dan pergi ke negeri Bani Timur.
2 Ketika ia memandang sekelilingnya, dilihatnya ada sebuah sumur di padang, dan ada tiga kumpulan kam­bing domba berbaring di dekatnya, sebab dari sumur

itulah orang memberi minum kumpulan-kumpulan kam­bing domba itu. Adapun batu penutup sumur itu besar;
3 dan apabila segala kumpulan kambing domba itu di­giring berkumpul ke sana, maka gembala-gembala meng­gu­lingkan batu itu dari mulut sumur, lalu kambing

domba itu diberi minum; kemudian dikembalikanlah batu itu lagi ke mulut sumur itu.
4 Bertanyalah Yakub kepada mereka: “Saudara-sau­da­ra, dari manakah kamu ini?” Jawab mereka: “Kami ini dari Haran.”
5 Lagi katanya kepada mereka: “Kenalkah kamu Laban, cucu Nahor?” Jawab mereka: “Kami kenal.”
6 Selanjutnya katanya kepada mereka: “Selamatkah ia?” Jawab mereka: “Selamat! Tetapi lihat, itu datang anaknya perempuan, Rahel, dengan kambing dombanya.”
7 Lalu kata Yakub: “Hari masih siang, belum wak­tu­nya untuk mengumpulkan ternak; berilah minum kambing dom­­bamu itu, kemudian pergilah menggembalakannya

lagi.”
8 Tetapi jawab mereka: “Kami tidak dapat melakukan itu selama segala kumpulan binatang itu belum berkumpul; barulah batu itu digulingkan dari mulut sumur dan

kami memberi minum kambing domba kami.”
9 Selagi ia berkata-kata dengan mereka, datanglah Rahel dengan kambing domba ayahnya, sebab dialah yang meng­gembalakannya.
10 Ketika Yakub melihat Rahel, anak Laban saudara ibu­­­­nya, serta kambing domba Laban, ia datang mendekat, lalu menggulingkan batu itu dari mulut sumur,

dan memberi minum kambing domba itu.
11 Kemudian Yakub mencium Rahel serta menangis dengan suara keras.
12 Lalu Yakub menceritakan kepada Rahel, bahwa ia 1asanak saudara ayah Rahel, dan anak Ribka. Maka ber­larilah Rahel bmenceritakannya kepada ayahnya.
13 Segera sesudah Laban mendengar kabar tentang Yakub, anak saudaranya itu, berlarilah ia menyongsong dia, lalu mendekap dan mencium dia, kemudian membawanya

ke rumahnya. Maka Yakub menceritakan segala hal ihwal­nya kepada Laban.
14 Kata Laban kepadanya: “Sesungguhnya engkau se­darah sedaging dengan aku.” Maka tinggallah Yakub pada­nya genap sebulan lamanya.
e. Ditipu oleh Laban agar Menikahi Kedua Putri Laban
29:15-30
15 Kemudian berkatalah Laban kepada Yakub: “Masakan karena engkau adalah sanak saudaraku, engkau bekerja padaku dengan cuma-cuma? Katakanlah kepadaku apa

yang patut menjadi upahmu.”
16 Laban mempunyai dua anak perempuan; yang lebih tua namanya Lea dan yang lebih muda namanya Rahel.
17 Lea 1tidak berseri matanya, tetapi Rahel itu elok si­kap­nya dan cantik parasnya.
18 Yakub cinta kepada Rahel, sebab itu ia berkata: “Aku mau abekerja padamu tujuh tahun lamanya untuk men­dapat Rahel, anakmu yang lebih muda itu.”
19 Sahut Laban: “Lebih baiklah ia kuberikan kepadamu dari pada kepada orang lain; maka tinggallah padaku.”
20 Jadi bekerjalah Yakub tujuh tahun lamanya untuk men­­­dapat Rahel itu, tetapi yang tujuh tahun itu diang­gap­nya seperti beberapa hari saja, karena

cintanya kepada Rahel.
21 Sesudah itu berkatalah Yakub kepada Laban: “Beri­kan­lah kepadaku bakal isteriku itu, sebab jangka waktuku telah genap, supaya aku akan kawin dengan dia.”
22 Lalu Laban mengundang semua orang di tempat itu, dan mengadakan perjamuan.
23 Tetapi pada waktu malam diambilnyalah Lea, anak­nya, lalu dibawanya kepada Yakub. Maka Yakub pun meng­­hampiri dia.
24 Lagipula Laban memberikan aZilpa, budaknya perem­puan, kepada Lea, anaknya itu, menjadi budaknya.
25 Tetapi pada waktu pagi tampaklah bahwa itu 1Lea! Lalu berkatalah Yakub kepada Laban: “Apakah yang kau­perbuat terhadap aku ini? Bukankah untuk mendapat

Rahel aku bekerja padamu? Mengapa engkau menipu aku?”
26 Jawab Laban: “Tidak biasa orang berbuat demikian di tempat kami ini, mengawinkan adiknya lebih dahulu dari pada kakaknya.
27 Genapilah dahulu tujuh hari perkawinanmu dengan anakku ini; kemudian anakku yang lain pun akan dibe­ri­kan kepadamu sebagai upah, asal engkau bekerja pula

padaku tujuh tahun lagi.”
28 Maka Yakub berbuat demikian; ia menggenapi ketujuh hari perkawinannya dengan Lea, kemudian Laban mem­berikan kepadanya Rahel, anaknya itu, menjadi

isterinya.
29 Lagi pula Laban memberikan aBilha, budaknya perem­­puan, kepada Rahel, anaknya itu, menjadi budaknya.
30 Yakub menghampiri Rahel juga, malah ia lebih cinta kepada Rahel dari pada kepada Lea. Demikianlah ia abekerja pula pada Laban tujuh tahun lagi.
f. Persaingan, Iri Hati, dan Pergumulan Antara Istri-istri Yakub
dalam Melahirkan Anak
29:31—30:24
31 Ketika TUHAN melihat, bahwa Lea atidak dicintai, di­buka-Nyalah kandungannya, tetapi Rahel bmandul.
32 Lea mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya 1aRuben, sebab katanya: “Sesung­guh­nya TUHAN telah memperhatikan kesengsaraanku;

seka­rang tentulah aku akan dicintai oleh suamiku.”
33 Mengandung pulalah ia, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, maka ia berkata: “Sesungguhnya, TUHAN telah men­dengar, bahwa aku tidak dicintai, lalu

diberikan-Nya pula anak ini kepadaku.” Maka ia menamai anak itu 1aSimeon.
34 Mengandung pulalah ia, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, maka ia berkata: “Sekali ini suamiku akan lebih erat kepadaku, karena aku telah melahirkan

tiga anak laki-laki baginya.” Itulah sebabnya ia menamai anak itu 1aLewi.
35 Mengandung pulalah ia, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, maka ia berkata: “Sekali ini aku akan bersyukur ke­pada TUHAN.” Itulah sebabnya ia menamai

anak itu 1aYehuda. Sesudah itu ia tidak melahirkan lagi.

PASAL 30


1 Ketika dilihat Rahel, bahwa ia tidak melahirkan aanak bagi Yakub, cemburulah ia kepada kakaknya itu, lalu berkata kepada Yakub: “Berikanlah kepadaku anak;

kalau tidak, aku akan mati.”
2 Maka bangkitlah amarah Yakub terhadap Rahel dan ia berkata: “Akukah pengganti Allah, yang telah ameng­halangi engkau mengandung?”
3 Kata Rahel: “Ini aBilha, budakku perempuan, ham­piri­lah dia, supaya ia melahirkan anak di pangkuanku, dan supaya oleh dia aku pun 1bmempunyai keturunan.”
4 Maka diberikannyalah Bilha, budaknya itu, kepada Yakub menjadi isterinya dan Yakub menghampiri budak itu.
5 Bilha mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki bagi Yakub.
6 Berkatalah Rahel: “Allah telah memberikan keadilan kepadaku, juga telah didengarkan-Nya permohonanku dan diberikan-Nya kepadaku seorang anak laki-laki.”

Itulah sebabnya ia menamai anak itu 1aDan.
7 Mengandung pulalah Bilha, budak perempuan Rahel, lalu melahirkan anak laki-laki yang kedua bagi Yakub.
8 Berkatalah Rahel: “Aku telah sangat hebat bergulat dengan kakakku, dan aku pun menang.” Maka ia me­namai anak itu 1aNaftali.
9 Ketika dilihat Lea, bahwa ia tidak melahirkan lagi, diambilnyalah aZilpa, budaknya perempuan, dan diberi­kan­nya kepada Yakub menjadi isterinya.
10 Dan Zilpa, budak perempuan Lea, melahirkan seorang anak laki-laki bagi Yakub.
11 Berkatalah Lea: “Mujur telah datang.” Maka ia me­namai anak itu 1aGad.
12 Dan Zilpa, budak perempuan Lea, melahirkan anak laki-laki yang kedua bagi Yakub.
13 Berkatalah Lea: “Aku ini 1berbahagia! Tentulah perem­puan-perempuan akan menyebutkan aku 2aberbahagia.” Maka ia menamai anak itu 3bAsyer.
14 Ketika Ruben pada musim menuai gandum pergi ber­­jalan-jalan, didapatinyalah di padang abuah dudaim, lalu dibawanya kepada Lea, ibunya. Kata Rahel kepada

Lea: “Berilah aku beberapa buah dudaim yang didapat oleh anak­­mu itu.”
15 Jawab Lea kepadanya: “Apakah belum cukup bagimu mengambil suamiku? Sekarang pula mau mengambil lagi buah dudaim anakku?” Kata Rahel: “Kalau begitu biarlah

ia tidur dengan engkau pada malam ini sebagai ganti buah dudaim anakmu itu.”
16 Ketika Yakub pada waktu petang datang dari padang, pergilah Lea mendapatkannya, sambil berkata: “Engkau harus singgah kepadaku malam ini, sebab memang

engkau telah kusewa dengan buah dudaim anakku.” Sebab itu tidur­lah Yakub dengan Lea pada malam itu.
17 Lalu Allah mendengarkan permohonan Lea. Lea me­ngandung dan melahirkan anak laki-laki yang kelima bagi Yakub.
18 Lalu kata Lea: “Allah telah memberi upahku, karena aku telah memberi budakku perempuan kepada suamiku.” Maka ia menamai anak itu 1aIsakhar.
19 Kemudian Lea mengandung pula dan melahirkan anak laki-laki yang keenam bagi Yakub.
20 Berkatalah Lea: “Allah telah memberikan hadiah yang indah kepadaku; sekali ini suamiku akan 1tinggal ber­sama-sama dengan aku, karena aku telah melahirkan

enam orang anak laki-laki baginya.” Maka ia menamai anak itu 2aZebulon.
21 Sesudah itu ia melahirkan seorang anak perempuan dan menamai anak itu Dina.
22 Lalu aingatlah Allah akan Rahel; Allah men­de­ngar­kan permohonannya serta bmembuka kandungannya.
23 Maka mengandunglah Rahel dan melahirkan se­orang anak laki-laki. Berkatalah ia: “Allah telah meng­ha­pus­kan aaibku.”
24 Maka ia menamai anak itu 1aYusuf, sambil berkata: “Mudah-mudahan TUHAN menambah seorang anak laki-laki blagi bagiku.”
g. Diperas oleh Laban dan Mengelabuinya, tetapi Diberkati oleh Allah
30:25—31:16
25 Setelah Rahel melahirkan Yusuf, berkatalah Yakub kepada Laban: “Izinkanlah aku pergi, supaya aku pulang ke tempat kelahiranku dan ke negeriku.
26 Berikanlah isteri-isteriku dan anak-anakku, yang men­jadi upahku selama aku abekerja padamu, supaya aku pu­lang, sebab engkau tahu, betapa keras aku

bekerja padamu.”
27 Tetapi Laban berkata kepadanya: “Sekiranya aku men­dapat kasihmu! Telah nyata kepadaku, bahwa TUHAN mem­berkati aku karena engkau.”
28 Lagi katanya: “Tentukanlah upahmu yang harus ku­bayar, maka aku akan memberikannya.”
29 Sahut Yakub kepadanya: “Engkau sendiri tahu, bagaimana aku bekerja padamu, dan bagaimana keadaan ter­nakmu dalam penjagaanku,
30 sebab harta milikmu tidak begitu banyak sebelum aku datang, tetapi sekarang telah berkembang dengan sa­ngat, dan TUHAN telah memberkati engkau sejak aku

ber­ada di sini; jadi, bilakah dapat aku bekerja untuk rumah tang­ga­ku sendiri?”
31 Kata Laban: “Apakah yang harus kuberikan kepa­damu?” Jawab Yakub: “Tidak usah kauberikan apa-apa ke­­pa­daku; aku mau lagi menggembalakan kambing dombamu

dan menjaganya, asal engkau mengizinkan hal ini kepadaku:
32 Hari ini aku akan lewat dari tengah-tengah segala kam­­bing dombamu dan akan mengasingkan dari situ se­tiap binatang yang berbintik-bintik dan berbelang-

belang; se­gala domba yang hitam dan segala kambing yang ber­be­lang-belang dan berbintik-bintik, itulah upahku.
33 Dan kejujuranku akan terbukti di kemudian hari, apa­bila engkau datang memeriksa upahku: Segala yang tidak berbintik-bintik atau berbelang-belang di

antara kambing-kambing dan yang tidak hitam di antara domba-domba, ang­gaplah itu tercuri olehku.”
34 Kemudian kata Laban: “Baik, jadilah seperti per­kataanmu itu.”
35 Lalu diasingkannyalah pada hari itu kambing-kambing jantan yang bercoreng-coreng dan berbelang-belang dan segala kambing yang berbintik-bintik dan

berbelang-belang, segala yang ada warna putih pada badannya, serta segala yang hitam di antara domba-domba, dan diserahkannyalah semuanya itu kepada anak-

anaknya untuk dijaga.
36 Kemudian Laban menentukan jarak tiga hari per­ja­lanan jauhnya antara dia dan Yakub, maka tetaplah Yakub menggembalakan kambing domba yang tinggal itu.
37 Lalu Yakub mengambil dahan hijau dari pohon ha­war, pohon badam dan pohon berangan, dikupasnyalah dahan-dahan itu sehingga berbelang-belang, sampai yang

putihnya kelihatan.
38 Ia meletakkan dahan-dahan yang dikupasnya itu da­lam palungan, dalam tempat minum, ke mana kambing dom­ba itu datang minum, sehingga tepat di depan

kambing domba itu. Adapun kambing domba itu suka berkelamin pa­da wak­tu datang minum.
39 Jika kambing domba itu berkelamin dekat dahan-da­han itu, maka anaknya bercoreng-coreng, berbintik-bintik dan berbelang-belang.
40 Kemudian Yakub memisahkan domba-domba itu, di­hadapkannya kepala-kepala kambing domba itu kepada yang bercoreng-coreng dan kepada segala yang hitam di

antara kambing domba Laban. Demikianlah ia beroleh kumpulan-kumpulan hewan baginya sendiri, dan tidak ditempat­kan­nya pada kambing domba Laban.
41 Dan setiap kali, apabila berkelamin kambing domba yang kuat, maka Yakub meletakkan dahan-dahan itu ke dalam palungan di depan mata kambing domba itu,

supaya berkelamin dekat dahan-dahan itu.
42 Tetapi apabila datang kambing domba yang lemah, ia tidak meletakkan dahan-dahan itu ke dalamnya. Jadi hewan yang lemah untuk Laban dan yang kuat untuk

Yakub.
43 Maka sangatlah bertambah-tambah harta Yakub, dan ia mempunyai banyak akambing domba, budak perempuan dan laki-laki, unta dan keledai.

PASAL 31


1 Kedengaranlah kepada 1Yakub anak-anak Laban ber­ka­ta demikian: “Yakub telah mengambil segala harta milik ayah kita dan dari harta itulah ia membangun

segala 2keka­yaannya.”
2 Lagi kelihatan kepada Yakub dari muka Laban, bahwa Laban tidak lagi seperti yang sudah-sudah kepadanya.
3 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Yakub: “aPulanglah ke negeri nenek moyangmu dan kepada kaummu, dan Aku akan bmenyertai engkau.”
4 Sesudah itu Yakub menyuruh memanggil Rahel dan Lea untuk datang ke padang, ke tempat kambing dombanya,
5 lalu ia berkata kepada mereka: “Telah kulihat dari mu­ka ayahmu, bahwa ia tidak lagi seperti yang sudah-sudah kepadaku, tetapi Allah ayahku menyertai aku.
6 Juga kamu sendiri tahu, bahwa aku telah abekerja sekuat-kuatku pada ayahmu.
7 Tetapi ayahmu telah berlaku curang kepadaku dan telah asepuluh kali mengubah upahku, tetapi Allah tidak membiarkan dia berbuat jahat kepadaku.
8 Apabila ia berkata: yang berbintik-bintiklah akan men­jadi aupahmu, maka segala kambing domba itu beroleh anak yang berbintik-bintik; dan apabila ia

berkata: yang ber­co­reng-corenglah akan menjadi upahmu, maka segala kambing dom­ba itu beroleh anak yang bercoreng-coreng.
9 Demikianlah Allah 1amengambil ternak ayahmu dan mem­berikannya kepadaku.
10 Pada suatu kali pada masa kambing domba itu suka berkelamin, maka aku bermimpi dan melihat, bahwa jantan-jantan yang menjantani kambing domba itu

bercoreng-coreng, berbintik-bintik dan berbelang-belang.
11 Dan 1aMalaikat Allah berfirman kepadaku dalam mim­pi itu: Yakub! Jawabku: Ya Tuhan!
12 Lalu Ia berfirman: Angkatlah mukamu dan lihatlah, bah­wa segala jantan yang menjantani kambing domba itu bercoreng-coreng, berbintik-bintik dan berbelang

-belang, sebab telah 1Kualihat semua yang dilakukan oleh Laban itu ke­padamu.
13 Akulah 1Allah yang di aBetel itu, di mana engkau bmeng­­urapi 2tugu, dan di mana engkau bernazar kepada-Ku; maka se­karang, bersiaplah engkau, pergilah

dari negeri ini dan cpu­langlah ke negeri sanak saudaramu.”
14 Lalu Rahel dan Lea menjawab Yakub, katanya: “Bukan­kah tidak ada lagi bagian atau warisan kami dalam ru­mah ayah kami?
15 Bukankah kami ini dianggapnya sebagai orang asing, karena ia telah menjual kami? Juga bagian kami telah dihabiskannya sama sekali.
16 Tetapi segala kekayaan, yang telah diambil Allah dari ayah kami, adalah milik kami dan anak-anak kami; maka sekarang, perbuatlah segala yang difirmankan

Allah ke­padamu.”
h. Lari Meninggalkan Laban dan Dikejar Olehnya
31:17-55
17 Lalu bersiaplah Yakub, dinaikkannya anak-anaknya dan isteri-isterinya ke atas unta,
18 digiringnya seluruh ternaknya dan segala apa yang telah diperolehnya, yakni ternak kepunyaannya, yang telah di­perolehnya di Padan-Aram, dengan maksud

pergi kepada Ishak, ayahnya, ke tanah Kanaan.
19 Adapun Laban telah pergi menggunting bulu domba-dombanya. Ketika itulah Rahel mencuri 1aterafim ayahnya.
20 Dan Yakub mengakali Laban, orang Aram itu, de­ngan tidak memberitahukan kepadanya, bahwa ia mau lari.
21 Demikianlah ia lari dengan segala harta miliknya. Ia ber­angkat, menyeberangi sungai Efrat dan berjalan me­nu­ju pegunungan Gilead.
22 Ketika pada hari ketiga dikabarkan kepada Laban, bah­wa Yakub telah lari,
23 dibawanyalah sanak saudaranya bersama-sama, di­kejarnya Yakub tujuh hari perjalanan jauhnya, lalu ia dapat menyusulnya di pegunungan Gilead.
24 Pada waktu malam datanglah 1Allah dalam suatu amim­­pi kepada Laban, orang Aram itu, serta berfirman kepa­da­nya: “Jagalah baik-baik, supaya engkau jangan

me­ngatai Yakub dengan sepatah kata pun.”
25 Ketika Laban sampai kepada Yakub, — Yakub telah amemasang kemahnya di pegunungan, juga Laban dengan sanak saudaranya telah memasang kemahnya di pegu­

nungan Gilead —
26 berkatalah Laban kepada Yakub: “Apakah yang kau­perbuat ini, maka engkau amengakali aku dan me­ngang­kut anak-anakku perempuan sebagai orang tawanan?
27 Mengapa engkau lari diam-diam dan mengakali aku? Mengapa engkau tidak memberitahu kepadaku, supaya aku menghantarkan engkau dengan sukacita dan nyanyian

dengan rebana dan kecapi?
28 Lagipula engkau tidak memberikan aku kesempatan untuk mencium cucu-cucuku laki-laki dan anak-anakku perempuan. Memang bodoh perbuatanmu itu.
29 Aku ini berkuasa untuk berbuat jahat kepadamu, tetapi aAllah ayahmu telah berfirman kepadaku tadi malam: Jagalah baik-baik, jangan engkau mengatai Yakub

dengan sepatah kata pun.
30 Maka sekarang, kalau memang engkau harus pergi, se­mata-mata karena sangat rindu ke rumah ayahmu, mengapa engkau mencuri dewa-dewaku?”
31 Lalu Yakub menjawab Laban: “Aku takut, karena 1pikirku, jangan-jangan engkau merampas anak-anakmu itu dari padaku.
32 Tetapi pada asiapa engkau menemui dewa-dewamu itu, janganlah ia hidup lagi. Periksalah di depan saudara-saudara kita segala barang yang ada padaku dan

ambillah barangmu.” Sebab Yakub tidak tahu, bahwa Rahel yang men­curi terafim itu.
33 Lalu masuklah Laban ke dalam kemah Yakub dan ke dalam kemah Lea dan ke dalam kemah kedua budak pe­rempuan itu, tetapi terafim itu tidak ditemuinya.

Setelah keluar dari kemah Lea, ia masuk ke dalam kemah Rahel.
34 Tetapi Rahel telah mengambil terafim itu dan me­masuk­kannya ke dalam pelana untanya, dan duduk di atas­nya. Laban menggeledah seluruh kemah itu, tetapi

terafim itu tidak ditemuinya.
35 Lalu kata Rahel kepada ayahnya: “Janganlah bapa ma­rah, karena aku tidak dapat bangun berdiri di depan­mu, se­bab aku sedang haid.” Dan Laban mencari

dengan teliti, te­­tapi ia tidak menemui terafim itu.
36 Lalu hati Yakub panas dan ia bertengkar dengan Laban. Ia berkata kepada Laban: “Apakah kesalahanku, apa­kah dosaku, maka engkau memburu aku sehebat itu?
37 Engkau telah menggeledah segala barangku, sekarang apakah yang kautemui dari segala barang rumahmu? Le­takkanlah di sini di depan saudara-saudaraku dan

saudara-saudaramu, supaya mereka mengadili antara kita berdua.
38 Selama dua puluh tahun ini aku bersama-sama de­ngan engkau; domba dan kambing betinamu tidak pernah ke­guguran dan jantan dari kambing dombamu tidak

pernah ku­makan.
39 Yang diterkam oleh binatang buas tidak pernah ku­bawa kepadamu, aku sendiri yang amenggantinya; yang dicuri orang, baik waktu siang, baik waktu malam,

selalu eng­kau tuntut dari padaku.
40 Aku dimakan panas hari waktu siang dan kedi­ngin­an waktu malam, dan mataku jauh dari pada tertidur.
41 Selama dua puluh tahun ini aku di rumahmu; aku te­­­lah abekerja padamu empat belas tahun lamanya untuk men­­­dapat kedua anakmu dan enam tahun untuk men

­dapat ter­nakmu, dan engkau telah bsepuluh kali meng­ubah upah­ku.
42 Seandainya aAllah ayahku, Allah Abraham dan Yang Disegani oleh Ishak tidak menyertai aku, tentulah engkau sekarang membiarkan aku pergi dengan tangan

hampa; tetapi kesengsaraanku dan jerih payahku telah diper­ha­ti­kan Allah dan Ia telah menjatuhkan putusan tadi malam.”
43 Lalu Laban menjawab Yakub: “Perempuan-pe­rem­puan ini anakku dan anak-anak lelaki ini cucuku dan ter­nak ini ternakku, bahkan segala yang kaulihat di sini

adalah mi­lik­ku; jadi apakah yang dapat kuperbuat se­karang kepada anak-anakku ini atau kepada anak-anak yang dilahirkan mereka?
44 Maka sekarang, marilah kita amengikat perjanjian, aku dan engkau, supaya itu menjadi kesaksian antara aku dan engkau.”
45 Kemudian Yakub mengambil sebuah abatu dan didi­ri­kannya menjadi tugu.
46 Selanjutnya berkatalah Yakub kepada sanak sau­da­ra­nya: “Kumpulkanlah batu.” Maka mereka mengambil batu dan membuat timbunan, lalu makanlah mereka di

sana di de­kat timbunan itu.
47 aLaban menamai timbunan batu itu 1Yegar-Sahaduta, tetapi Yakub menamainya 2Galed.
48 Lalu kata Laban: “Timbunan batu inilah pada hari ini menjadi akesaksian antara aku dan engkau.” Itulah sebabnya timbunan itu dinamainya Galed,
49 dan juga 1Mizpa, sebab katanya: “TUHAN kiranya ber­jaga-jaga antara aku dan engkau, apabila kita berjauhan.
50 Jika engkau mengaibkan anak-anakku, dan jika eng­­kau mengambil isteri lain di samping anak-anakku itu, ingat­lah, walaupun tidak ada orang dekat kita,

Allah juga yang men­jadi asaksi antara aku dan engkau.”
51 Selanjutnya kata Laban kepada Yakub: “Inilah atim­bunan batu, dan inilah tugu yang kudirikan antara aku dan engkau —
52 timbunan batu dan tugu inilah menjadi 1kesaksian, bahwa aku tidak akan melewati timbunan batu ini men­da­patkan engkau, dan bahwa engkau pun tidak akan

mele­wati timbunan batu dan tugu ini mendapatkan aku, de­ngan berniat jahat.
53 Allah Abraham dan Allah Nahor, aAllah ayah mere­ka, kiranya menjadi hakim antara kita.” Lalu Yakub ber­sum­pah demi Yang Disegani oleh Ishak, ayahnya.
54 Dan Yakub mempersembahkan kurban sembelihan di gunung itu. Ia mengundang makan sanak saudaranya, lalu mereka makan serta bermalam di gunung itu.
55 Keesokan harinya pagi-pagi Laban mencium cucu-cucu­nya dan anak-anaknya serta memberkati mereka, kemudian pulanglah Laban kembali ke tempat tinggalnya.

PASAL 32


i. Takut terhadap Esau
32:1-21
1 Yakub melanjutkan perjalanannya, lalu bertemulah malaikat-malaikat Allah dengan dia.
2 Ketika Yakub melihat mereka, berkatalah ia: “Ini abala tentara Allah.” Sebab itu dinamainyalah tempat itu 1bMahanaim.
3 Sesudah itu Yakub menyuruh utusannya berjalan lebih dahulu mendapatkan Esau, kakaknya, ke tanah aSeir, daerah Edom.
4 Ia memerintahkan kepada mereka: “Beginilah kamu ka­takan kepada tuanku, kepada Esau: Beginilah kata ham­bamu Yakub: Aku telah tinggal pada Laban sebagai

orang asing dan diam di situ selama ini.
5 Aku telah mempunyai lembu sapi, keledai dan kambing domba, budak laki-laki dan perempuan, dan aku me­nyu­ruh memberitahukan hal ini kepada tuanku, supaya

aku amen­dapat kasihmu.”
6 Kemudian pulanglah para utusan itu kepada Yakub dan berkata: “Kami telah sampai kepada kakakmu, ke­pa­da Esau, dan ia pun sedang di jalan menemui engkau,

diiringi oleh aempat ratus orang.”
7 Lalu sangat takutlah Yakub dan merasa sesak hati; ma­­ka dibaginyalah orang-orangnya yang bersama-sama de­ngan dia, kambing dombanya, lembu sapi dan

untanya men­jadi adua pasukan.
8 Sebab pikirnya: “Jika Esau datang menyerang pasukan yang satu, sehingga terpukul kalah, maka pasukan yang ting­­­gal akan terluput.”
9 Kemudian berkatalah Yakub: “Ya aAllah nenekku Abraham dan Allah ayahku Ishak, ya TUHAN, yang telah ber­firman kepadaku: bPulanglah ke negerimu serta kepada

sa­nak saudaramu dan Aku akan berbuat baik kepadamu —
10 sekali-kali aku tidak layak untuk menerima segala kasih dan kesetiaan yang Engkau tunjukkan kepada ham­ba-Mu ini, sebab aku membawa hanya tongkatku ini

waktu aku menyeberangi sungai Yordan ini, tetapi sekarang te­lah menjadi adua pasukan.
11 Lepaskanlah kiranya aku dari tangan kakakku, dari tangan Esau, sebab aku takut kepadanya, jangan-jangan ia datang membunuh aku, juga ibu-ibu dengan anak-

anak­­nya.
12 Bukankah Engkau telah berfirman: Tentu Aku akan berbuat baik kepadamu dan menjadikan keturunanmu se­bagai apasir di laut, yang karena banyaknya tidak

dapat dihitung.”
13 Lalu bermalamlah ia di sana pada malam itu. Ke­mu­dian diambilnyalah dari apa yang ada padanya suatu 1aper­sembahan untuk Esau, kakaknya,
14 yaitu dua ratus kambing betina dan dua puluh kam­bing jantan, dua ratus domba betina dan dua puluh domba jan­tan,
15 tiga puluh unta yang sedang menyusui beserta anak-anaknya, empat puluh lembu betina dan sepuluh lembu jantan, dua puluh keledai betina dan sepuluh keledai

jantan.
16 Diserahkannyalah semuanya itu kepada budak-bu­dak­nya untuk dijaga, tiap-tiap kumpulan tersendiri, dan ia ber­kata kepada mereka: “Berjalanlah kamu lebih

dahulu dan jagalah supaya ada jarak antara kumpulan yang satu de­ngan kumpulan yang lain.”
17 Diperintahkannyalah kepada yang paling di muka: “Apabila Esau, kakakku, bertemu dengan engkau dan ber­tanya kepadamu: Siapakah tuanmu? dan ke manakah eng

­kau pergi? dan milik siapakah ternak yang di depanmu itu? —
18 jawablah: milik hambamu Yakub; inilah persem­bahan yang dikirim kepada tuanku Esau, dan Yakub sendiri pun ada di belakang kami.”
19 Begitulah diperintahkannya baik kepada yang kedua maupun kepada yang ketiga dan kepada sekalian orang yang berjalan menggiring kumpulan hewan itu,

katanya: “Seperti perkataanku tadilah kamu katakan kepada Esau, apabila kamu berjumpa dengan dia;
20 dan kamu harus mengatakan juga: Hambamu Yakub sendiri ada di belakang kami.” Sebab pikir Yakub: “Baiklah aku mendamaikan hatinya dengan persembahan yang

dian­tarkan lebih dahulu, kemudian barulah aku akan melihat mu­kanya; mungkin ia akan menerima aku dengan baik.”
21 Jadi persembahan itu diantarkan lebih dahulu, tetapi ia sendiri bermalam pada malam itu di tempat perke­mah­an­nya.
(C. Pengalaman Yakub—Lanjutan)
2. Diremukkan
32:22—34:31
a. Bergulat dengan Allah
32:22-32
22 Pada malam itu Yakub bangun dan ia membawa ke­dua isterinya, kedua budaknya perempuan dan kesebelas anak­nya, dan menyeberang di tempat penyeberangan su­

ngai Yabok.
23 Sesudah ia menyeberangkan mereka, ia menye­be­rang­kan juga segala miliknya.
24 Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang 1laki-laki abergulat dengan dia sampai fajar menyingsing.
25 Ketika 1orang itu melihat, bahwa Ia tidak dapat menga­lahkannya, Ia 2memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika

ia ber­gulat dengan orang itu.
26 Lalu kata 1orang itu: “Biarkanlah Aku pergi, karena fa­jar telah menyingsing.” Sahut 2Yakub: “Aku atidak akan mem­­biarkan Engkau pergi, jika Engkau tidak

memberkati aku.”
27 Bertanyalah orang itu kepadanya: “1Siapakah na­ma­mu?” Sahutnya: “Yakub.”
28 Lalu kata orang itu: “Namamu tidak akan disebut­kan lagi Yakub, tetapi 1aIsrael, sebab engkau telah bbergumul me­lawan Allah dan manusia, dan engkau

menang.”
29 Bertanyalah Yakub: “aKatakanlah juga namamu.” Tetapi sahut-Nya: “Mengapa engkau menanyakan nama­ku?” Lalu diberkati-Nyalah Yakub di situ1.
30 Yakub menamai tempat itu 1Pniel, sebab katanya: “Aku telah amelihat Allah berhadapan muka, tetapi nya­waku ter­tolong!”
31 Lalu tampaklah kepadanya 1matahari terbit, ketika ia telah melewati Pniel; dan Yakub pincang karena pang­kal pahanya.
32 Itulah sebabnya sampai sekarang orang Israel tidak me­makan daging yang menutupi sendi pangkal paha, ka­re­na Dia telah memukul sendi pangkal paha Yakub,

pada otot pangkal pahanya.

PASAL 33


b. Diterima oleh Esau
33:1-16
1 Yakub pun melayangkan pandangnya, lalu dili­hat­nya­lah Esau datang dengan diiringi oleh aempat ratus orang. Maka diserahkannyalah sebagian dari anak-anak

itu kepada Lea dan sebagian kepada Rahel serta kepada kedua budak perempuan itu.
2 Ia menempatkan budak-budak perempuan itu beserta anak-anak mereka di muka, Lea beserta anak-anaknya di be­lakang mereka, dan Rahel beserta Yusuf di

belakang sekali.
3 Dan ia sendiri berjalan di depan mereka dan ia sujud sampai ke tanah tujuh kali, hingga ia sampai ke dekat kakaknya itu.
4 Tetapi Esau berlari mendapatkan dia, didekapnya dia, dipeluk lehernya dan 1diciumnya dia, lalu bertangis-ta­ngisan­lah mereka.
5 Kemudian Esau melayangkan pandangnya, dilihat­nya­lah perempuan-perempuan dan anak-anak itu, lalu ia ber­tanya: “Siapakah orang-orang yang beserta engkau

itu?” Jawab Yakub: “Anak-anak yang telah adikaruniakan Allah kepada hambamu ini.”
6 Sesudah itu mendekatlah budak-budak perempuan itu beserta anak-anaknya, lalu mereka sujud.
7 Mendekat jugalah Lea beserta anak-anaknya, dan me­reka pun sujud. Kemudian mendekatlah Yusuf beserta Rahel, dan mereka juga sujud.
8 Berkatalah Esau: “Apakah maksudmu dengan seluruh apasukan, yang telah bertemu dengan aku tadi?” Jawabnya: “Untuk mendapat bkasih tuanku.”
9 Tetapi kata Esau: “Aku mempunyai banyak, adikku; peganglah apa yang ada padamu.”
10 Tetapi kata Yakub: “Janganlah kiranya demikian; jikal­au aku telah mendapat kasihmu, terimalah per­sem­bah­­an­ku ini dari tanganku, karena memang melihat

mu­ka­mu adalah bagiku serasa melihat wajah Allah, dan engkau pun berkenan menyambut aku.
11 Terimalah kiranya pemberian 1atanda salamku ini, yang telah kubawa kepadamu, sebab Allah telah memberi ka­runia kepadaku dan aku pun mempunyai segala-

gala­nya.” Lalu dibujuk-bujuknyalah Esau, sehingga diterima­nya.
12 Kata Esau: “Baiklah kita berangkat berjalan terus; aku akan menyertai engkau.”
13 Tetapi Yakub berkata kepadanya: “Tuanku maklum, bahwa anak-anak ini masih kurang kuat, dan bahwa be­serta aku ada kambing domba dan lembu sapi yang masih

menyusui, jika diburu-buru, satu hari saja, maka seluruh kumpulan binatang itu akan mati.
14 Biarlah kiranya tuanku berjalan lebih dahulu dari ham­bamu ini dan aku mau dengan hati-hati beringsut maju menurut langkah hewan, yang berjalan di depanku

dan me­nurut langkah anak-anak, sampai aku tiba pada tuanku di Seir.”
15 Lalu kata Esau: “Kalau begitu, baiklah kuting­gal­kan padamu beberapa orang dari pengiringku.” Tetapi Yakub berkata: “Tidak usah demikian! Biarlah aku

amendapat kasih tuanku saja.”
16 Jadi pulanglah Esau pada hari itu berjalan ke Seir.
c. Kembali ke Kanaan, tetapi Hanya Sampai Sikhem
33:17-20
17 Tetapi Yakub berangkat ke Sukot, lalu 1mendirikan ru­mah, dan untuk ternaknya dibuatnya gubuk-gubuk. Itu­lah sebabnya tempat itu dinamai 2Sukot.
18 Dalam perjalanannya dari Padan-Aram sampailah Yakub 1dengan selamat ke 2Sikhem, di tanah Kanaan, lalu ia berkemah di sebelah timur kota itu.
19 Kemudian adibelinyalah dari anak-anak Hemor, bapa Sikhem, sebidang tanah, tempat ia memasang bkemahnya, dengan harga seratus kesita.
20 Ia mendirikan 1amezbah di situ dan dinamainya itu: “2Allah Israel ialah Allah.”

PASAL 34


d. Masih Perlu Penanggulangan dalam Situasinya
34:1-31
1 Pada suatu kali pergilah aDina, anak perempuan Lea yang dilahirkannya bagi Yakub, mengunjungi perempuan-perempuan di negeri itu.
2 Ketika itu terlihatlah ia oleh Sikhem, anak Hemor, orang Hewi, raja negeri itu, lalu Dina itu dilarikannya dan diperkosanya.
3 Tetapi terikatlah hatinya kepada Dina, anak Yakub; ia cinta kepada gadis itu, lalu menenangkan hati gadis itu.
4 Sebab itu berkatalah Sikhem kepada Hemor, ayahnya: “Ambillah bagiku gadis ini untuk menjadi aisteriku.”
5 Kedengaranlah kepada Yakub, bahwa Sikhem men­cemari Dina. Tetapi anak-anaknya ada di padang menjaga ter­­naknya, jadi Yakub mendiamkan soal itu sampai

mereka pu­lang.
6 Lalu Hemor ayah Sikhem, pergi mendapatkan Yakub untuk berbicara dengan dia.
7 Sementara itu anak-anak Yakub pulang dari padang, dan sesudah mendengar peristiwa itu orang-orang ini sakit hati dan sangat marah karena Sikhem telah

berbuat noda di antara orang Israel dengan memperkosa anak pe­rem­puan Yakub, sebab yang demikian itu tidak patut dilakukan.
8 Berbicaralah Hemor kepada mereka itu: “Hati Sikhem anakku mengingini anakmu; kiranya kamu memberikan dia kepadanya menjadi isterinya
9 dan biarlah kita ambil-mengambil: berikanlah gadis-gadis kamu kepada kami dan ambillah gadis-gadis kami.
10 Tinggallah pada kami: negeri ini terbuka untuk kamu; tinggallah di sini, 1jalanilah negeri ini dengan bebas, dan menetaplah di sini.”
11 Lalu Sikhem berkata kepada ayah anak itu dan ke­pada kakak-kakaknya: “Biarlah kiranya aku mendapat kasihmu, aku akan memberikan kepadamu apa yang kamu

minta;
12 walaupun kamu bebankan kepadaku uang jujuran dan uang mahar seberapa banyak pun, aku akan mem­be­rikan apa yang kamu minta; tetapi berilah gadis itu ke­

padaku menjadi isteriku.”
13 Lalu anak-anak Yakub menjawab Sikhem dan Hemor, ayahnya, dengan tipu muslihat. Karena Sikhem telah men­cemari Dina, adik mereka itu,
14 berkatalah mereka kepada kedua orang itu: “Kami tidak dapat berbuat demikian, memberikan adik kami ke­pada seorang laki-laki yang tidak bersunat, sebab

hal itu aib bagi kami.
15 Hanyalah dengan syarat ini kami dapat menyetujui permintaanmu: kamu harus sama seperti kami, yaitu seti­ap laki-laki di antara kamu harus disunat,
16 barulah kami akan memberikan gadis-gadis kami ke­pada kamu dan mengambil gadis-gadis kamu; maka kami akan tinggal padamu, dan kita akan menjadi satu

bangsa.
17 Tetapi jika kamu tidak mendengarkan perkataan ka­mi dan kamu tidak disunat, maka kami akan mengambil kembali anak itu, lalu pergi.”
18 Lalu Hemor dan Sikhem, anak Hemor, menyetujui usul mereka.
19 Dan orang muda itu tidak bertangguh mela­ku­kan­nya, sebab ia suka kepada anak Yakub, lagipula ia se­orang yang paling dihormati di antara seluruh kaum

kelu­ar­­ganya.
20 Lalu pergilah Hemor dan Sikhem, anaknya itu, ke pintu gerbang kota mereka dan mereka berbicara kepada penduduk kota itu:
21 “Orang-orang itu mau hidup damai dengan kita, bi­ar­lah mereka tinggal di negeri ini dan menjalaninya de­ngan bebas; bukankah negeri ini cukup luas untuk

mereka? Ma­ka kita dapat mengambil gadis-gadis mereka menjadi is­teri kita dan kita dapat memberikan gadis-gadis kita ke­pa­da mereka.
22 Namun hanya dengan syarat ini orang-orang itu se­tuju tinggal bersama-sama dengan kita, sehingga kita men­jadi satu bangsa, yaitu setiap laki-laki di

antara kita harus disunat seperti mereka bersunat.
23 Ternak mereka, harta benda mereka dan segala hewan mereka, bukankah semuanya itu akan menjadi milik kita? Hanya biarlah kita menyetujui permintaan mereka,

se­hingga mereka tetap tinggal pada kita.”
24 Maka usul Hemor dan Sikhem, anaknya itu, dide­ngar­­kan oleh semua orang yang datang berkumpul di pintu gerbang kota itu, lalu disunatlah setiap laki-

laki, yakni se­tiap orang dewasa di kota itu.
25 Pada hari ketiga, ketika mereka sedang menderita kesakitan, datanglah dua orang anak Yakub, yaitu aSimeon dan Lewi, kakak-kakak Dina, setelah masing-

masing meng­ambil pedangnya, menyerang kota itu dengan 1tidak takut-takut serta membunuh setiap laki-laki.
26 Juga Hemor dan Sikhem, anaknya, dibunuh mereka de­ngan mata pedang, dan mereka mengambil Dina dari ru­mah Sikhem, lalu pergi.
27 Kemudian datanglah anak-anak Yakub merampasi orang-orang yang terbunuh itu, lalu menjarah kota itu, ka­rena adik mereka telah dicemari.
28 Kambing dombanya dan lembu sapinya, keledainya dan segala yang di dalam dan di luar kota itu dibawa mereka;
29 segala kekayaannya, semua anaknya dan perem­puan­nya ditawan dan dijarah mereka, juga seluruhnya yang ada di rumah-rumah.
30 Yakub berkata kepada Simeon dan Lewi: “Kamu telah 1mencelakakan aku dengan membusukkan namaku kepada penduduk negeri ini, kepada orang Kanaan dan orang

Feris, padahal kita ini hanya asedikit jumlahnya; apabila mereka bersekutu melawan kita, tentulah mereka akan memukul ki­ta kalah, dan kita akan dipunahkan,

aku beserta seisi ru­mah­ku.”
31 Tetapi jawab mereka: “Mengapa adik kita diper­la­ku­kannya sebagai seorang perempuan sundal!”

PASAL 35



(C. Pengalaman Yakub—Lanjutan)
3. Diubah
35:1-29
a. Diingatkan oleh Allah di Betel
35:1-15
1 Allah berfirman kepada Yakub: “Bersiaplah, pergilah ke 1aBetel, tinggallah di situ, dan buatlah di situ bmezbah bagi Allah, yang telah menampakkan diri

kepadamu, ketika engkau clari dari Esau, kakakmu.”
2 Lalu berkatalah Yakub kepada seisi rumahnya dan kepada semua orang yang bersama-sama dengan dia: “1Jauh­­kan­­lah dewa-dewa asing yang ada di tengah-tengah

kamu, ta­hirkanlah dirimu dan 1tukarlah pakaianmu.
3 Marilah kita bersiap dan pergi ke Betel; aku akan mem­buat mezbah di situ bagi Allah, yang telah amenjawab aku pada masa kesesakanku dan yang telah

bmenyertai aku di jalan yang kutempuh.”
4 Mereka menyerahkan kepada Yakub segala dewa asing yang dipunyai mereka dan 1anting-anting yang ada pada telinga mereka, lalu Yakub menanamnya di bawah

pohon be­sar yang dekat Sikhem.
5 Sesudah itu berangkatlah mereka. Dan akedahsyatan yang dari Allah meliputi kota-kota sekeliling mereka, sehing­ga anak-anak Yakub tidak dikejar.
6 Lalu sampailah Yakub ke Lus yang di tanah Kanaan — yaitu aBetel —, ia dan semua orang yang bersama-sama de­ngan dia.
7 Didirikannyalah 1amezbah di situ, dan dinamainyalah tempat itu 2El-Betel, karena Allah telah menyatakan diri kepadanya di situ, k.etika ia lari terhadap

bkakaknya.
8 Ketika aDebora, inang pengasuh Ribka, mati, diku­bur­kan­lah ia di sebelah hilir Betel di bawah pohon besar, yang dinamai orang: 1Pohon Besar Penangisan.
9 Setelah Yakub datang dari Padan-Aram, maka Allah menampakkan diri pula kepadanya dan memberkati dia.
10 Firman Allah kepadanya: “Namamu Yakub; dari sekarang namamu abukan lagi Yakub, melainkan 1bIsrael, itu­lah yang akan menjadi namamu.” Maka Allah menamai

dia Israel.
11 Lagi firman Allah kepadanya: “Akulah 1aAllah Yang Mahakuasa. bBeranakcuculah dan bertambah banyak; satu 2cbangsa, bahkan sekumpulan bangsa-bangsa, akan

terjadi dari padamu dan raja-raja akan berasal dari padamu.
12 Dan negeri ini yang telah Kuberikan kepada Abraham dan kepada Ishak, akan Kuberikan kepadamu dan juga kepada aketurunanmu.”
13 Lalu naiklah Allah meninggalkan Yakub dari tempat Ia berfirman kepadanya.
14 Kemudian Yakub mendirikan 1tugu di tempat itu, yakni atugu batu; ia mempersembahkan 2kurban curahan dan menuangkan minyak di atasnya.
15 Yakub menamai tempat di mana Allah telah ber­fir­man kepadanya “aBetel”.
b. Penanggulangan yang Lebih Dalam dan Lebih Pribadi
35:16-26
(1) Kematian Rahel
35:16-20
16 Sesudah itu berangkatlah mereka dari Betel. Ketika me­reka tidak berapa jauh lagi dari Efrata, bersalinlah Rahel, dan bersalinnya itu sangat sukar.
17 Sedang ia sangat sukar bersalin, berkatalah bidan kepadanya: “Janganlah takut, sekali ini pun aanak laki-laki yang kaudapat.”
18 Dan ketika ia hendak menghembuskan nafas — sebab ia 1mati kemudian — diberikannyalah nama 2Ben-oni kepa­da anak itu, tetapi ayahnya menamainya 3aBenyamin.
19 Demikianlah Rahel amati, lalu ia dikuburkan di sisi jalan ke Efrata, yaitu bBetlehem.
20 Yakub mendirikan 1tugu di atas kuburnya; itulah atugu kubur Rahel sampai sekarang.
(2) Hak Kesulungan Berubah Melalui Pencemaran Gundik Yakub
35:21-26
21 Sesudah itu berangkatlah 1Israel, lalu ia memasang akemahnya di seberang Migdal-Eder.
22 Ketika Israel diam di negeri ini, terjadilah bahwa Ruben sampai 1atidur dengan Bilha, gundik ayahnya, dan ke­dengaranlah hal itu kepada Israel. Adapun

anak-anak lelaki Yakub bdua belas orang jumlahnya.
23 Anak-anak Lea ialah Ruben, anak sulung Yakub, kemu­dian Simeon, Lewi, Yehuda, Isakhar dan Zebulon.
24 Anak-anak Rahel ialah Yusuf dan Benyamin.
25 Dan anak-anak Bilha, budak perempuan Rahel ialah Dan serta Naftali.
26 Dan anak-anak Zilpa, budak perempuan Lea ialah Gad dan Asyer. Itulah anak-anak lelaki Yakub, yang dila­hir­kan baginya di Padan-Aram.
c. Masuk ke Dalam Persekutuan yang Penuh
35:27
27 Lalu sampailah Yakub kepada Ishak, ayahnya, di Mamre dekat Kiryat-Arba — itulah 1aHebron — tempat Abraham dan Ishak tinggal sebagai borang asing.
d. Terlepas dari Hubungan dengan Ayahnya
35:28-29
28 Adapun umur Ishak seratus delapan puluh tahun.
29 Lalu meninggallah Ishak, ia mati dan dikumpulkan ke­pada kaum leluhurnya; ia tua dan suntuk umur, maka Esau dan Yakub, anak-anaknya itu, 1amenguburkan

dia.

PASAL 36


(Keturunan Esau)
36:1-43
1 Inilah keturunan Esau, yaitu aEdom.
2 Esau mengambil aperempuan-perempuan Kanaan men­jadi isterinya, yakni Ada, anak Elon orang Het, dan Oho­li­bama, anak Ana anak Zibeon orang Hewi,
3 dan Basmat, anak Ismael, adik Nebayot.
4 Ada melahirkan Elifas bagi Esau, dan Basmat me­lahir­kan Rehuel,
5 dan Oholibama melahirkan Yeush, Yaelam dan Korah. Itulah anak-anak Esau, yang lahir baginya di tanah Kanaan.
6 Esau membawa isteri-isterinya, anak-anaknya lelaki dan perempuan dan semua orang yang ada di rumahnya, ter­­nak­nya, segala hewannya dan segala harta

bendanya yang telah diperolehnya di tanah Kanaan, lalu pergilah ia ke negeri lain dan ia meninggalkan Yakub, adiknya itu.
7 Sebab aharta milik mereka terlalu banyak, sehingga mereka tidak dapat tinggal bersama-sama, dan negeri penum­­pangan mereka tidak dapat memuat mereka

karena ba­nyaknya ternak mereka itu.
8 Maka menetaplah Esau di pegunungan Seir; Esau itulah Edom.
9 Inilah keturunan Esau, bapa orang Edom, di pe­gu­nung­an Seir.
10 Nama anak-anaknya ialah: Elifas, anak Ada isteri Esau; Rehuel, anak Basmat isteri Esau.
11 Anak-anak Elifas ialah Téman, Omar, Zefo, Gaetam dan Kenas.
12 Timna adalah gundik Elifas anak Esau; ia me­la­hir­kan aAmalek bagi Elifas. Itulah cucu-cucu Ada isteri Esau.
13 Inilah anak-anak Rehuel: Nahat, Zerah, Syama dan Miza. Itulah cucu-cucu Basmat isteri Esau.
14 Inilah anak-anak Oholibama, isteri Esau itu, anak Ana anak Zibeon; ia melahirkan bagi Esau: Yeush, Yaelam dan Korah.
15 Inilah kepala-kepala kaum bani Esau: keturunan Elifas anak sulung Esau, ialah kepala kaum Téman, kepala kaum Omar, kepala kaum Zefo, kepala kaum Kenas,
16 kepala kaum Korah, kepala kaum Gaetam dan ke­pala kaum Amalek; itulah kepala-kepala kaum Elifas di tanah Edom; itulah keturunan Ada.
17 Inilah keturunan Rehuel anak Esau: kepala kaum Nahat, kepala kaum Zerah, kepala kaum Syama dan ke­pala kaum Miza; itulah kepala-kepala kaum Rehuel di

tanah Edom; itulah keturunan Basmat isteri Esau.
18 Inilah keturunan Oholibama isteri Esau: kepala kaum Yeush, kepala kaum Yaelam, kepala kaum Korah; itulah kepala-kepala kaum Oholibama, isteri Esau, anak

Ana.
19 Itulah bani Esau, yakni Edom, dan itulah kepala-kepala kaum mereka.
20 Inilah anak-anak Seir, orang Hori, penduduk negeri itu: Lotan, Syobal, Zibeon, Ana,
21 Disyon, Ezer, Disyan; itulah kepala-kepala kaum orang Hori, anak-anak Seir, di tanah Edom.
22 Anak-anak Lotan ialah Hori dan Heman, dan saudara perempuan Lotan ialah Timna.
23 Inilah anak-anak Syobal: Alwan, Manahat, Ebal, Syefo dan Onam.
24 Inilah anak-anak Zibeon: Aya dan Ana; Ana inilah yang menemui mata-mata air panas di padang gurun, ke­tika ia sedang menggembalakan keledai Zibeon ayahnya

itu.
25 Inilah anak-anak Ana: Disyon dan Oholibama anak perempuan Ana.
26 Inilah anak-anak Disyon: Hemdan, Esyban, Yitran dan Keran.
27 Inilah anak-anak Ezer: Bilhan, Zaawan dan Akan.
28 Inilah anak-anak Disyan: Us dan Aran.
29 Itulah kepala-kepala kaum orang Hori: kepala kaum Lotan, kepala kaum Syobal, kepala kaum Zibeon, kepala kaum Ana,
30 kepala kaum Disyon, kepala kaum Ezer dan kepala kaum Disyan; itulah kepala-kepala kaum orang Hori, kaum demi kaum, di tanah Seir.
31 Inilah raja-raja yang amemerintah di tanah Edom, sebelum ada seorang raja memerintah atas orang Israel.
32 Di Edom yang memerintah ialah Bela bin Beor dan kotanya bernama Dinhaba.
33 Setelah Bela mati, Yobab bin Zerah dari Bozra men­ja­di raja menggantikan dia.
34 Setelah Yobab mati, Husyam, dari negeri orang Téman, menjadi raja menggantikan dia.
35 Setelah Husyam mati, Hadad bin Bedad menjadi raja menggantikan dia; dialah yang memukul kalah orang Midian di daerah Moab, dan kotanya bernama Awit.
36 Setelah Hadad mati, Samla dari Masreka menjadi raja menggantikan dia.
37 Setelah Samla mati, Saul, dari Rehobot yang di pinggir 1sungai, menjadi raja menggantikan dia.
38 Setelah Saul mati, Baal-Hanan bin Akhbor menjadi raja menggantikan dia.
39 Setelah Baal-Hanan bin Akhbor mati, Hadar men­ja­di raja menggantikan dia; kotanya bernama Pahu dan isterinya bernama Mehetabeel binti Matred binti

Mezahab.
40 Inilah nama kepala-kepala kaum Esau menurut kaum dan tempat mereka, dengan nama mereka masing-masing: kepala kaum Timna, kepala kaum Alwa, kepala kaum

Yetet,
41 kepala kaum Oholibama, kepala kaum Ela, kepala kaum Pinon,
42 kepala kaum Kenas, kepala kaum Téman, kepala kaum Mibzar,
43 kepala kaum Magdiel dan kepala kaum Iram; itulah kepala-kepala kaum Edom, menurut tempat kediaman mereka di tanah milik mereka; Edom ialah Esau, bapa

aorang Edom.

PASAL 37


(C. Pengalaman Yakub–Lanjutan)
4. Dimatangkan
37:1-2a, 32-36; 42:1-5; 42:29—43:14; 45:25–47:10; 47:28—50:13
a. Proses Pematangan—Penanggulangan Tahap Akhir
37:1-2a, 32-36; 42:1-5; 42:29—43:14
(1) Mustika Hatinya (Yusuf) Dirampas di Bawah Kedaulatan Tangan Allah
37:1-2a, 32-36
1 Adapun 1Yakub, ia diam di negeri apenumpangan ayah­nya, yakni di tanah Kanaan.
2 Inilah riwayat keturunan Yakub.
(C. Pengalaman Yakub—Lanjutan)
5. Aspek Pemerintahan dari Israel yang Matang
seperti yang Terlihat pada Yusuf
37:2b-31; 38:1—41:57; 42:6-28; 43:15—45:24; 47:11-27; 50:14-26
a. Menjadi Gembala dan Orang yang Dikasihi Ayahnya
37:2b-4
1Yusuf, tatkala berumur tujuh belas tahun — jadi masih mu­da — biasa 2menggembalakan kambing domba, bersama-sama dengan saudara-saudaranya, anak-anak Bilha

dan Zilpa, kedua isteri ayahnya. Dan Yusuf menyampaikan ke­pada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya.
3 Israel 1lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada ama­sa tua­nya; dan ia menyuruh membuat bjubah yang

maha indah bagi dia.
4 Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayah­nya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau

menyapanya dengan ramah.
b. Melihat Umatnya seperti Berkas-berkas Hayat dan seperti Matahari, Bulan, dan Bintang-bintang Terang
37:5-11
5 Pada suatu kali 1abermimpilah Yusuf, lalu mimpinya itu diceritakannya kepada saudara-saudaranya; sebab itulah mereka lebih benci lagi kepadanya.
6 Karena katanya kepada mereka: “Coba dengarkan mim­­pi yang kumimpikan ini:
7 Tampak kita sedang di ladang mengikat berkas-ber­kas gandum, lalu bangkitlah berkasku dan tegak berdiri; kemudian datanglah berkas-berkas kamu sekalian

menge­lilingi dan asujud menyembah kepada berkasku itu.”
8 Lalu saudara-saudaranya berkata kepadanya: “Apakah engkau ingin menjadi raja atas kami? Apakah engkau ingin berkuasa atas kami?” Jadi makin bencilah mereka

ke­pada­nya karena mimpinya dan karena perkataannya itu.
9 Lalu ia memimpikan pula mimpi yang lain, yang di­ceritakannya kepada saudara-saudaranya. Katanya: “Aku bermimpi pula: Tampak amatahari, bulan dan sebelas

bintang bsujud menyembah kepadaku.”
10 Setelah hal ini diceritakannya kepada ayah dan sau­dara-saudaranya, maka ia ditegor oleh ayahnya: “Mimpi apa mim­pimu itu? Masakan aku dan ibumu serta

saudara-sau­daramu sujud menyembah kepadamu sampai ke tanah?”
11 Maka airi hatilah saudara-saudaranya kepadanya, tetapi ayahnya bmenyimpan hal itu dalam hatinya.
c. Melayani Saudara-saudaranya Menurut Kehendak Ayahnya
37:12-17
12 Pada suatu kali pergilah saudara-saudaranya meng­gembalakan kambing domba ayahnya dekat Sikhem.
13 Lalu Israel berkata kepada Yusuf: “Bukankah saudara-saudaramu menggembalakan kambing domba dekat Sikhem? Marilah engkau 1kusuruh kepada mereka.” Sahut

Yusuf: “Ya bapa.”
14 Kata Israel kepadanya: “Pergilah engkau melihat apa­kah baik keadaan saudara-saudaramu dan keadaan kambing domba; dan bawalah kabar tentang itu kepadaku.”

Lalu Yakub menyuruh dia dari lembah Hebron, dan Yusuf pun sampailah ke Sikhem.
15 Ketika Yusuf berjalan ke sana ke mari di padang, ber­temulah ia dengan seorang laki-laki, yang bertanya kepa­da­nya: “Apakah yang kaucari?”
16 Sahutnya: “Aku mencari saudara-saudaraku. Tolong­lah katakan kepadaku di mana mereka menggembalakan kambing domba?”
17 Lalu kata orang itu: “Mereka telah berangkat dari sini, sebab telah kudengar mereka berkata: Marilah kita pergi ke Dotan.” Maka Yusuf menyusul saudara-

sau­da­ranya itu dan didapatinyalah mereka di Dotan.
d. Hidup sebagai Berkas Hayat
37:18-31
18 Dari jauh ia telah kelihatan kepada mereka. Tetapi se­belum ia dekat pada mereka, mereka telah 1bermufakat mencari daya upaya untuk membunuhnya.
19 Kata mereka seorang kepada yang lain: “Lihat, tu­kang mimpi kita itu datang!
20 Sekarang, marilah kita abunuh dia dan kita lemparkan ke dalam salah satu sumur ini, lalu kita katakan: seekor binatang buas telah menerkamnya. Dan kita

akan lihat nan­ti, bagaimana jadinya mimpinya itu!”
21 Ketika Ruben mendengar hal ini, ia ingin melep­as­kan Yusuf dari tangan mereka, sebab itu katanya: “aJanganlah kita bunuh dia!”
22 Lagi kata Ruben kepada mereka: “Janganlah tum­pah­kan darah, lemparkanlah dia ke dalam asumur yang ada di padang gurun ini, tetapi janganlah apa-apakan

dia” — maksudnya hendak melepaskan Yusuf dari tangan mereka dan membawanya kembali kepada ayahnya.
23 Baru saja Yusuf sampai kepada saudara-saudaranya, mereka pun menanggalkan jubah Yusuf, ajubah maha indah yang dipakainya itu.
24 Dan mereka membawa dia dan melemparkan dia ke dalam sumur. Sumur itu kosong, tidak berair.
25 Kemudian duduklah mereka untuk makan. Ketika me­reka mengangkat muka, kelihatanlah kepada mereka suatu akafilah orang Ismael datang dari Gilead dengan un

­tanya yang membawa damar, balsam dan damar ladan, da­lam perjalanannya mengangkut barang-barang itu ke Mesir.
26 Lalu kata Yehuda kepada saudara-saudaranya itu: “Apakah untungnya kalau kita amembunuh adik kita itu dan menyembunyikan darahnya?
27 Marilah kita jual dia kepada orang Ismael ini, tetapi janganlah kita apa-apakan dia, karena ia saudara kita, darah daging kita.” Dan saudara-saudaranya

mendengarkan per­kata­annya itu.
28 Ketika ada saudagar-saudagar 1Midian lewat, Yusuf diangkat ke atas dari dalam sumur itu, kemudian adijual kepada orang 1Ismael itu dengan harga dua puluh

syikal perak. Lalu Yusuf dibawa mereka ke Mesir.
29 Ketika Ruben kembali ke sumur itu, ternyata Yusuf ti­dak ada lagi di dalamnya. Lalu dikoyakkannyalah bajunya,
30 dan kembalilah ia kepada saudara-saudaranya, ka­ta­nya: “Anak itu tidak ada lagi, ke manakah aku ini?”
31 Kemudian mereka mengambil ajubah Yusuf, dan menyembelih seekor kambing, lalu mencelupkan jubah itu ke dalam darahnya.
(C. Pengalaman Yakub—Lanjutan)
(4. Dimatangkan—Lanjutan)
(a. Proses Pematangan—Lanjutan)
(1) Mustika Hatinya (Yusuf) Dirampas di Bawah
Kedaulatan Tangan Allah (Lanjutan)
37:32-36
32 Jubah maha indah itu mereka suruh antarkan ke­pa­­da ayah mereka dengan pesan: “Ini kami dapati. Sila­kan­lah ba­pa periksa apakah jubah ini milik anak

bapa atau tidak?”
33 Ketika Yakub memeriksa jubah itu, ia berkata: “Ini jubah anakku; abinatang buas telah memakannya; tentulah Yusuf telah bditerkam.”
34 Dan Yakub mengoyakkan jubahnya, lalu mengena­kan kain kabung pada pinggangnya dan berkabunglah ia berhari-hari lamanya karena anaknya itu.
35 Sekalian anaknya laki-laki dan perempuan berusaha menghiburkan dia, tetapi ia menolak dihiburkan, serta katanya: “Tidak! Aku akan berkabung, sampai aku

turun men­dapatkan anakku, ke dalam 1adunia orang mati!” Demi­kian­lah Yusuf ditangisi oleh ayahnya.
36 Adapun Yusuf, ia 1dijual oleh orang Midian itu ke Mesir, kepada Potifar, seorang pegawai istana Firaun, akepala pengawal raja.

PASAL 38


(C. Pengalaman Yakub–Lanjutan)
(5. Aspek Pemerintahan seperti yang Terlihat pada Yusuf–Lanjutan)
e. Hidup sebagai Bintang Terang
38:1—39:12
(1). Kakaknya, Yehuda, Mengumbar Nafsu
38:1-30
1 Pada waktu itu Yehuda meninggalkan saudara-sau­da­ranya dan menumpang pada seorang Adulam, yang na­ma­nya Hira.
2 Di situ Yehuda melihat anak perempuan seorang Ka­na­an; nama orang itu ialah aSyua. Lalu Yehuda kawin dengan perempuan itu dan menghampirinya.
3 Perempuan itu mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki dan menamai anak itu aEr.
4 Sesudah itu perempuan itu mengandung lagi, lalu me­lahirkan seorang anak laki-laki dan menamai anak itu Onan.
5 Kemudian perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki sekali lagi, dan menamai anak itu Syela. Yehuda sedang berada di Kezib, ketika anak itu

dilahirkan.
6 Sesudah itu Yehuda mengambil bagi Er, anak su­lung­nya, seorang isteri, yang bernama 1Tamar.
7 Tetapi Er, anak sulung Yehuda itu, adalah ajahat di mata TUHAN, maka TUHAN membunuh dia.
8 Lalu berkatalah Yehuda kepada Onan: “Hampirilah aisteri kakakmu itu, kawinlah dengan dia sebagai ganti kakak­mu dan bangkitkanlah keturunan bagi kakakmu.”
9 Tetapi Onan tahu, bahwa bukan ia yang empunya ke­­turunannya nanti, sebab itu setiap kali ia meng­ham­piri isteri kakaknya itu, ia membiarkan maninya ter­

bu­ang, su­paya ia jangan memberi keturunan kepada kakak­nya.
10 Tetapi yang dilakukannya itu adalah jahat di mata TUHAN, maka TUHAN membunuh dia juga.
11 Lalu berkatalah Yehuda kepada Tamar, menantunya itu: “Tinggallah sebagai janda di rumah ayahmu, sampai anak­ku Syela itu besar,” sebab 1pikirnya: “Jangan

-jangan ia mati seperti kedua kakaknya itu.” Maka pergilah Tamar dan tinggal di rumah ayahnya.
12 Setelah beberapa lama matilah anak Syua, isteri Yehuda. Habis berkabung pergilah Yehuda ke Timna, ke­pada orang-orang yang menggunting bulu domba-domba­

nya, ber­s­ama dengan Hira, sahabatnya, orang Adulam itu.
13 Ketika dikabarkan kepada Tamar: “Bapa mertuamu sedang di jalan ke Timna untuk menggunting bulu domba-dombanya,”
14 maka ditanggalkannyalah pakaian kejandaannya, ia bertelekung dan berselubung, lalu pergi duduk di pintu masuk ke Enaim yang di jalan ke Timna, karena

dilihat­nya, bahwa aSyela telah menjadi besar, dan dia tidak diberikan juga kepada Syela itu untuk menjadi isterinya.
15 Ketika 1Yehuda melihat dia, disangkanyalah dia se­orang perempuan sundal, karena ia menutupi mukanya.
16 Lalu berpalinglah Yehuda mendapatkan perempuan yang di pinggir jalan itu serta berkata: “Marilah, aku mau menghampiri engkau,” sebab ia tidak tahu, bahwa

perem­pu­an itu menantunya. Tanya perempuan itu: “Apakah yang akan kauberikan kepadaku, jika engkau menghampiri aku?”
17 Jawabnya: “Aku akan mengirimkan kepadamu se­ekor anak kambing dari kambing dombaku.” Kata perem­puan itu: “Asal engkau memberikan tanggungannya, sam­pai

engkau mengirimkannya kepadaku.”
18 Tanyanya: “Apakah tanggungan yang harus kuberikan kepadamu?” Jawab perempuan itu: “aCap meteraimu serta kalungmu dan tongkat yang ada di tanganmu itu.”

Lalu di­berikannyalah semuanya itu kepadanya, maka ia meng­hampirinya. Perempuan itu mengandung dari padanya.
19 Bangunlah perempuan itu, lalu pergi, ditanggal­kan­nya telekungnya dan dikenakannya pula pakaian kejan­da­an­nya.
20 Adapun Yehuda, ia mengirimkan anak kambing itu dengan perantaraan sahabatnya, orang Adulam itu, untuk mengambil kembali tanggungannya dari tangan perem­

pu­an itu, tetapi perempuan itu tidak dijumpainya lagi.
21 Ia bertanya-tanya di tempat tinggal perempuan itu: “Di manakah perempuan jalang, yang duduk tadinya di pinggir jalan di Enaim itu?” Jawab mereka: “Tidak

ada di sini perempuan jalang.”
22 Kembalilah ia kepada Yehuda dan berkata: “Tidak ada ku­jumpai dia; dan juga orang-orang di tempat itu berkata: Tidak ada perempuan jalang di sini.”
23 Lalu berkatalah Yehuda: “Biarlah barang-barang itu dipegangnya, supaya kita jangan menjadi buah olok-olok orang; sungguhlah anak kambing itu telah

kukirimkan, tetapi engkau tidak menjumpai perempuan itu.”
24 Sesudah kira-kira tiga bulan dikabarkanlah kepada Yehuda: “Tamar, menantumu, bersundal, bahkan telah me­ngandung dari persundalannya itu.” Lalu kata

Yehuda: “Bawa­lah perempuan itu, supaya dibakar.”
25 Waktu dibawa, perempuan itu menyuruh orang ke­pa­da mertuanya mengatakan: “Dari laki-laki yang empunya barang-barang inilah aku mengandung.” Juga dika­ta

­kan­nya: “Periksalah, siapa yang empunya acap meterai serta kalung dan tongkat ini?”
26 Yehuda memeriksa barang-barang itu, lalu berkata: “Bukan aku, tetapi perempuan itulah yang benar, karena me­mang aku tidak memberikan dia kepada aSyela,

anakku.” Dan ia tidak bersetubuh lagi dengan perempuan itu.
27 Pada waktu perempuan itu hendak bersalin, nyatalah ada anak kembar dalam kandungannya.
28 Dan ketika ia bersalin, seorang dari anak itu me­nge­luarkan tangannya, lalu dipegang oleh bidan, diikatnya dengan benang kirmizi serta berkata: “Inilah

yang lebih da­hu­lu keluar.”
29 Ketika anak itu menarik tangannya kembali, ke­luar­lah saudaranya laki-laki, dan bidan itu berkata: “Alangkah kuatnya engkau menembus ke luar,” maka anak

itu dina­mai 1aPeres.
30 Sesudah itu keluarlah saudaranya laki-laki yang tangannya telah berikat benang kirmizi itu, lalu kepada­nya diberi nama 1Zerah.

PASAL 39


(2). Menang atas Nafsu dan Bersinar dalam Kegelapan
39:1-12
1 Adapun Yusuf telah dibawa ke Mesir; dan Potifar, se­orang Mesir, pegawai istana Firaun, akepala pengawal raja, membeli dia dari tangan orang bIsmael yang

telah mem­bawa dia ke situ.
2 Tetapi TUHAN 1amenyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu.
3 Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat aberhasil segala sesuatu yang dikerjakannya,
4 maka Yusuf amendapat kasih tuannya, dan ia boleh me­layani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumah­nya dan segala miliknya diserahkannya pada

1bkekuasaan Yusuf.
5 Sejak ia memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala miliknya kepada Yusuf, TUHAN memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf, sehingga aberkat TUHAN

ada atas segala miliknya, baik yang di rumah maupun yang di ladang.
6 Segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf, dan dengan bantuan Yusuf ia tidak usah lagi mengatur apa-apa pun selain dari makanannya sendiri. Adapun

Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya.
7 Selang beberapa waktu isteri tuannya memandang Yusuf dengan berahi, lalu katanya: “Marilah tidur dengan aku.”
8 Tetapi Yusuf menolak dan berkata kepada isteri tuan­nya itu: “Dengan bantuanku tuanku itu tidak lagi meng­a­tur apa yang ada di rumah ini dan ia telah

menyerahkan se­gala miliknya pada akekuasaanku,
9 bahkan di rumah ini ia tidak lebih besar kuasanya dari padaku, dan tiada yang tidak diserahkannya kepadaku selain dari pada engkau, sebab engkau isterinya.

Bagai­ma­nakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat adosa terhadap Allah?”
10 Walaupun dari hari ke hari perempuan itu mem­bu­juk Yusuf, Yusuf tidak mendengarkan bujukannya itu untuk tidur di sisinya dan bersetubuh dengan dia.
11 Pada suatu hari masuklah Yusuf ke dalam rumah untuk melakukan pekerjaannya, sedang dari seisi rumah itu s­eorang pun tidak ada di rumah.
12 Lalu perempuan itu memegang baju Yusuf sambil ber­kata: “Marilah tidur dengan aku.” Tetapi Yusuf mening­gal­kan bajunya di tangan perempuan itu dan 1alari

ke luar.
f. Dimasukkan ke Dalam Penjara Maut
39:13—41:13
13 Ketika dilihat perempuan itu, bahwa Yusuf me­ning­galkan bajunya dalam tangannya dan telah lari ke luar,
14 dipanggilnyalah seisi rumah itu, lalu katanya kepada mereka: “Lihat, dibawanya ke mari seorang Ibrani, supaya orang ini dapat mempermainkan kita. Orang

ini men­dekati aku untuk tidur dengan aku, tetapi aku berteriak-teriak dengan suara keras.
15 Dan ketika didengarnya bahwa aku berteriak sekeras-kerasnya, ditinggalkannyalah bajunya padaku, lalu ia lari ke luar.”
16 Juga ditaruhnya baju Yusuf itu di sisinya, sampai tuan rumah pulang.
17 Perkataan itu jugalah yang diceritakan perempuan itu kepada Potifar, katanya: “Hamba orang Ibrani yang kau­bawa ke mari itu datang kepadaku untuk mem­per

­mainkan aku.
18 Tetapi ketika aku berteriak sekeras-kerasnya, di­ting­galkannya bajunya padaku, lalu ia lari ke luar.”
19 Baru saja didengar oleh tuannya perkataan yang di­ceritakan isterinya kepadanya: begini begitulah aku diper­laku­kan oleh hambamu itu, maka bangkitlah

amarahnya.
20 Lalu Yusuf ditangkap oleh tuannya dan dimasukkan ke dalam 1apenjara, tempat tahanan-tahanan raja diku­rung. Demi­kianlah Yusuf dipenjarakan di sana.
21 Tetapi TUHAN amenyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu.
22 Sebab itu kepala penjara amempercayakan semua ta­hanan dalam penjara itu kepada Yusuf, dan segala pe­ker­ja­an yang harus dilakukan di situ, dialah yang

mengu­rus­nya.
23 Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang di­percayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN amenyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN

bberhasil.

PASAL 40


1 Sesudah semuanya itu terjadilah, bahwa juru mi­num­an raja Mesir dan juru rotinya membuat kesalahan ter­ha­dap tuannya, raja Mesir itu,
2 maka murkalah Firaun kepada kedua pegawai is­ta­na­nya, kepala juru minuman dan kepala juru roti itu.
3 Ia menahan mereka dalam rumah akepala pengawal raja, dalam penjara tempat Yusuf bdikurung.
4 Kepala pengawal raja menempatkan Yusuf bersama-sama dengan mereka untuk melayani mereka. Demi­ki­an­lah mereka ditahan beberapa waktu lamanya.
5 Pada suatu kali bermimpilah mereka keduanya — baik juru minuman maupun juru roti raja Mesir, yang ditahan dalam penjara itu — masing-masing ada mimpinya,

pada satu malam juga, dan mimpi masing-masing itu ada ar­ti­nya sendiri.
6 Ketika pada waktu pagi Yusuf datang kepada mereka, segera dilihatnya, bahwa mereka bersusah hati.
7 Lalu ia bertanya kepada pegawai-pegawai istana Firaun yang ditahan bersama-sama dengan dia dalam rumah tu­an­nya itu: “Mengapakah hari ini mukamu semuram

itu?”
8 Jawab mereka kepadanya: “Kami abermimpi, tetapi tidak ada orang yang dapat mengartikannya.” Lalu kata Yusuf kepada mereka: “1Bukankah bAllah yang mene­

rang­kan arti mimpi? Ceritakanlah kiranya mimpimu itu ke­pada­­ku.”
9 Kemudian juru minuman itu menceritakan mim­pi­nya kepada Yusuf, katanya: “Dalam mimpiku itu tampak ada po­hon anggur di depanku.
10 Pohon anggur itu ada tiga carangnya dan baru saja pohon itu bertunas, bunganya sudah keluar dan tandan-tandan­nya penuh buah anggur yang ranum.
11 Dan di tanganku ada piala Firaun. Buah anggur itu ku­ambil, lalu kuperas ke dalam piala Firaun, kemudian ku­sampaikan piala itu ke tangan Firaun.”
12 Kata Yusuf kepadanya: “Beginilah aarti mimpi itu: ke­tiga carang itu artinya tiga hari;
13 dalam tiga hari ini Firaun akan ameninggikan engkau dan mengembalikan engkau ke dalam pangkatmu yang da­­hu­lu dan engkau akan menyampaikan piala ke

tangan Firaun seperti dahulu kala, ketika engkau jadi juru mi­nu­man­­nya.
14 Tetapi, ingatlah kepadaku, apabila keadaanmu telah baik nanti, tunjukkanlah terima kasihmu kepadaku de­ngan menceritakan hal ihwalku kepada Firaun dan

tolonglah keluarkan aku dari rumah ini.
15 Sebab aku dicuri adiculik begitu saja dari negeri orang Ibrani dan di sini pun aku tidak pernah melakukan apa-apa yang menyebabkan aku layak dimasukkan ke

dalam bliang tutupan ini.”
16 Setelah dilihat oleh kepala juru roti, betapa baik arti mimpi itu, berkatalah ia kepadanya: “Aku pun bermimpi juga. Tampak aku menjunjung tiga bakul

berisi penganan.
17 Dalam bakul atas ada berbagai-bagai makanan untuk Firaun, buatan juru roti, tetapi burung-burung me­ma­kan­nya dari dalam bakul yang di atas kepalaku.”
18 Yusuf menjawab: “Beginilah aarti mimpi itu: ketiga bakul itu artinya btiga hari;
19 dalam tiga hari ini Firaun akan meninggikan engkau, tinggi ke atas, dan amenggantung engkau pada sebuah tiang, dan burung-burung akan memakan dagingmu

dari tubuh­mu.”
20 Dan terjadilah pada hari ketiga, hari kelahiran Firaun, maka Firaun mengadakan perjamuan untuk semua pe­ga­wai­nya. Ia ameninggikan kepala juru minuman

dan kepala juru roti itu di tengah-tengah para pegawainya:
21 kepala juru minuman itu adikembalikannya ke dalam jabatannya, sehingga ia menyampaikan pula piala ke tangan Firaun;
22 tetapi kepala juru roti itu adigantungnya, seperti yang ditakbirkan Yusuf kepada mereka.
23 Tetapi Yusuf tidaklah adiingat oleh kepala juru minum­an itu, melainkan dilupakannya.

PASAL 41


1 Setelah lewat 1dua tahun lamanya, bermimpilah Firaun, bahwa aia berdiri di tepi sungai Nil.
2 Tampaklah dari sungai Nil itu keluar tujuh ekor lem­bu yang indah bangunnya dan gemuk badannya; lalu memakan rumput yang di tepi sungai itu.
3 Kemudian tampaklah juga tujuh ekor lembu yang lain, yang keluar dari dalam sungai Nil itu, buruk bangunnya dan kurus badannya, lalu berdiri di samping

lembu-lembu yang tadi, di tepi sungai itu.
4 Lembu-lembu yang buruk bangunnya dan kurus ba­dan­­nya itu memakan ketujuh ekor lembu yang indah ba­ngun­­nya dan gemuk itu. Lalu terjagalah Firaun.
5 Setelah itu tertidur pulalah ia dan bermimpi kedua ka­linya: Tampak timbul dari satu tangkai tujuh bulir gandum yang bernas dan baik.
6 Tetapi kemudian tampaklah juga tumbuh tujuh bulir gandum yang kurus dan layu oleh angin timur.
7 Bulir yang kurus itu menelan ketujuh bulir yang ber­nas dan berisi tadi. Lalu terjagalah Firaun. Agaknya ia ber­mimpi!
8 Pada waktu pagi gelisahlah 1ahatinya, lalu disu­ruh­nya­lah memanggil semua 2bahli dan semua orang berilmu di Mesir. Firaun menceritakan mimpinya kepada

mereka, tetapi seorang pun tidak ada yang dapat mengartikannya ke­padanya.
9 Lalu berkatalah kepala juru minuman kepada Firaun: “Hari ini aku merasa perlu menyebutkan kesalahanku yang dahulu.
10 Waktu itu tuanku Firaun amurka kepada pegawai-pegawainya, dan menahan aku dalam rumah bpengawal ista­na, beserta dengan kepala juru roti.
11 Pada satu malam juga kami abermimpi, aku dan kepa­la juru roti itu; masing-masing mempunyai mimpi dengan artinya sendiri.
12 Bersama-sama dengan kami ada di sana seorang muda Ibrani, hamba kepala pengawal istana itu; kami men­cerita­kan mimpi kami kepadanya, lalu adiartikannya

ke­pa­da kami mimpi kami masing-masing.
13 Dan seperti yang diartikannya itu kepada kami, de­mi­kianlah pula terjadi: 1aku adikembalikan ke dalam pang­kat­ku, dan kepala juru roti itu digantung.”
g. Dibangkitkan dari Penjara Maut
41:14-39
14 Kemudian Firaun menyuruh memanggil Yusuf. Se­geralah ia adikeluarkan dari 1tutupan; ia bercukur dan ber­ganti pakaian, lalu pergi menghadap Firaun.
15 Berkatalah Firaun kepada Yusuf: “Aku telah ber­mim­pi, dan seorang pun tidak ada yang dapat ameng­arti­kan­nya, tetapi telah kudengar tentang engkau:

hanya dengan men­de­ngar mimpi saja engkau dapat mengartikannya.”
16 Yusuf menyahut Firaun: “Bukan sekali-kali aaku, me­lainkan bAllah juga yang 1akan memberitakan kese­jah­te­ra­an kepada tuanku Firaun.”
17 Lalu berkatalah Firaun kepada Yusuf: “Dalam mimpi­ku itu, aaku berdiri di tepi sungai Nil;
18 lalu tampaklah dari sungai Nil itu keluar tujuh ekor lembu yang gemuk badannya dan indah bentuknya, dan ma­kan rumput yang di tepi sungai itu.
19 Tetapi kemudian tampaklah juga keluar tujuh ekor lembu yang lain, kulit pemalut tulang, sangat buruk bangunnya dan kurus badannya; tidak pernah kulihat

yang seburuk itu di seluruh tanah Mesir.
20 Lembu yang kurus dan buruk itu memakan ketujuh ekor lembu gemuk yang mula-mula.
21 Lembu-lembu ini masuk ke dalam perutnya, tetapi walaupun telah masuk ke dalam perutnya, tidaklah ke­li­hat­an sedikit pun tandanya: bangunnya tetap sama

buruknya seperti semula. Lalu terjagalah aku.
22 Selanjutnya dalam mimpiku itu kulihat timbul dari satu tangkai tujuh bulir gandum yang berisi dan baik.
23 Tetapi kemudian tampaklah juga tumbuh tujuh bulir yang kering, kurus dan layu oleh angin timur.
24 Bulir yang kurus itu memakan ketujuh bulir yang baik tadi. Telah kuceritakan hal ini kepada semua aahli, tetapi se­orang pun tidak ada yang dapat

menerangkannya ke­pada­ku.”
25 Lalu kata Yusuf kepada Firaun: “Kedua mimpi tuan­ku Firaun itu sama. Allah telah memberitahukan kepada tuanku Firaun aapa yang hendak dilakukan-Nya.
26 Ketujuh ekor lembu yang baik itu ialah tujuh tahun, dan ketujuh bulir gandum yang baik itu ialah tujuh tahun juga; kedua mimpi itu sama.
27 Ketujuh ekor lembu yang kurus dan buruk, yang keluar kemudian, maksudnya tujuh tahun, demikian pula ke­tujuh bulir gandum yang hampa dan layu oleh angin

timur itu; maksudnya akan ada tujuh tahun kelaparan.
28 Inilah maksud perkataanku, ketika aku berkata ke­pada tuanku Firaun: Allah telah memperlihatkan kepada tuanku Firaun aapa yang hendak dilakukan-Nya.
29 Ketahuilah tuanku, akan datang tujuh tahun ake­lim­pahan di seluruh tanah Mesir.
30 Kemudian akan timbul tujuh tahun akelaparan; maka akan dilupakan segala kelimpahan itu di tanah Mesir, karena kelaparan itu menguruskeringkan negeri ini.
31 Sesudah itu akan tidak kelihatan lagi bekas-bekas kelimpahan di negeri ini karena kelaparan itu, sebab sa­ngat hebatnya kelaparan itu.
32 Sampai dua kali mimpi itu diulangi bagi tuanku Firaun berarti: hal itu telah ditetapkan oleh Allah dan Allah akan segera melakukannya.
33 Oleh sebab itu, baiklah tuanku Firaun mencari seorang yang berakal budi dan bijaksana, dan meng­ang­kat­­­nya menjadi kuasa atas tanah Mesir.
34 Baiklah juga tuanku Firaun berbuat begini, yakni menempatkan penilik-penilik atas negeri ini dan dalam ketu­juh tahun kelimpahan itu memungut seperlima

dari ha­sil tanah Mesir.
35 Mereka harus amengumpulkan segala bahan ma­kanan dalam tahun-tahun baik yang akan datang ini dan, di bawah kuasa tuanku Firaun, menimbun gandum di kota-

kota sebagai bahan makanan, serta menyimpannya.
36 Demikianlah segala bahan makanan itu menjadi per­sediaan untuk negeri ini dalam ketujuh tahun kelaparan yang akan terjadi di tanah Mesir, supaya negeri

ini jangan binasa karena kelaparan itu.”
37 Usul itu dipandang baik oleh Firaun dan oleh se­mua pegawainya.
38 Lalu berkatalah Firaun kepada para pegawainya: “Mung­kinkah kita mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh dengan aRoh Allah?”
39 Kata Firaun kepada Yusuf: “Oleh karena Allah telah mem­beritahukan semuanya ini kepadamu, tidaklah ada orang yang demikian berakal budi dan bijaksana

seperti eng­kau.
h. Didudukkan di Takhta dengan Kekuasaan
dan Menerima Kemuliaan dan Pemberian
41:40-44
40 Engkaulah menjadi kuasa 1aatas istanaku, dan ke­pada perintahmu seluruh rakyatku akan taat; hanya takhta inilah kelebihanku dari padamu.”
41 Selanjutnya Firaun berkata kepada Yusuf: “Dengan ini aku melantik engkau menjadi kuasa aatas seluruh ta­nah Mesir.”
42 Sesudah itu Firaun menanggalkan 1cincin meterai­nya dari jarinya dan mengenakannya pada jari Yusuf; di­pakaikannyalah kepada Yusuf 1pakaian dari pada kain

halus dan digantungkannya 1kalung emas pada lehernya.
43 Lalu Firaun menyuruh menaikkan Yusuf dalam keretanya yang kedua, dan berserulah orang di hadapan Yusuf: “Hormat!” Demikianlah Yusuf dilantik oleh Firaun

men­ja­di kuasa atas seluruh tanah Mesir.
44 Berkatalah Firaun kepada Yusuf: “Akulah Firaun, tetapi dengan tidak setahumu, seorang pun tidak boleh ber­gerak di seluruh tanah Mesir.”
i. Menjadi Juruselamat Dunia, Penunjang Kehidupan (Penyingkap Rahasia)
41:45-46
45 Lalu Firaun menamai Yusuf: 1Zafnat-Paaneah, serta memberikan 2Asnat, anak Potifera, imam di On, kepa­da­nya menjadi isterinya. Demikianlah Yusuf muncul

sebagai kuasa atas seluruh tanah Mesir.
46 Yusuf berumur tiga puluh tahun ketika ia meng­hadap Firaun, raja Mesir itu. Maka pergilah Yusuf dari depan Firaun, lalu dikelilinginya seluruh tanah

Mesir.
j. Menyuplai Orang dengan Makanan
41:47-57
47 Tanah itu mengeluarkan hasil bertumpuk-tumpuk dalam ketujuh tahun kelimpahan itu,
48 maka Yusuf mengumpulkan segala bahan makanan ketujuh tahun kelimpahan yang ada di tanah Mesir, lalu disimpannya di kota-kota; hasil daerah sekitar tiap-

tiap kota disimpan di dalam kota itu.
49 Demikianlah Yusuf menimbun gandum seperti pasir di laut, sangat banyak, sehingga orang berhenti meng­hitungnya, karena memang tidak terhitung.
50 Sebelum datang tahun kelaparan itu, lahirlah bagi Yusuf dua orang anak laki-laki, yang dilahirkan oleh Asnat, anak Potifera, imam di On.
51 Yusuf memberi nama 1aManasye kepada anak su­lung­nya itu, sebab katanya: “Allah telah membuat aku lupa sa­ma sekali kepada kesukaranku dan kepada rumah

bapa­ku.”
52 Dan kepada anaknya yang kedua diberinya nama 1Efraim, sebab katanya: “Allah membuat aku mendapat aanak dalam negeri kesengsaraanku.”
53 Setelah lewat ketujuh tahun kelimpahan yang ada di tanah Mesir itu,
54 mulailah datang tujuh tahun kelaparan, seperti yang telah dikatakan Yusuf; dalam segala negeri ada akela­par­an, tetapi di seluruh negeri Mesir ada roti.
55 Ketika aseluruh negeri Mesir menderita kelaparan, dan rakyat berteriak meminta roti kepada Firaun, ber­ka­talah Firaun kepada semua orang Mesir: “Pergilah

kepada Yusuf, perbuatlah apa yang akan dikatakannya kepadamu.”
56 Kelaparan itu merajalela di 1seluruh bumi. Maka Yusuf membuka 2segala lumbung dan amenjual gandum ke­pada orang Mesir, sebab makin hebat kelaparan itu di

tanah Mesir.
57 Juga dari seluruh bumi datanglah orang ke Mesir untuk amembeli gandum dari Yusuf, sebab hebat bkelaparan itu di seluruh bumi.

PASAL 42


(C. Pengalaman Yakub—Lanjutan)
(4. Dimatangkan—Lanjutan)
(a. Proses Pematangan—Lanjutan)
(2) Ditimpa Kelaparan dan Dipaksa untuk Mengutus Putra-putranya
ke Mesir untuk Membeli Gandum
42:1-5
1 Setelah Yakub mendapat kabar, bahwa ada gandum di Mesir, berkatalah ia kepada anak-anaknya: “Mengapa kamu berpandang-pandangan saja?”
2 Lagi katanya: “Telah kudengar, bahwa ada gandum di Mesir; 1apergilah ke sana dan belilah gandum di sana un­tuk kita, supaya kita tetap hidup dan jangan

bmati.”
3 Lalu pergilah sepuluh orang 1saudara Yusuf untuk mem­beli gandum di Mesir.
4 Tetapi Yakub tidak membiarkan aBenyamin, adik Yusuf, pergi bersama-sama dengan saudara-saudaranya, sebab pikirnya: “Jangan-jangan ia ditimpa bkecelakaan

nanti.”
5 Jadi di antara orang yang datang membeli gandum ter­dapatlah juga anak-anak Israel, sebab ada akelaparan di tanah Kanaan.
(C. Pengalaman Yakub—Lanjutan)
(5. Aspek Pemerintahan dari Israel yang Matang
seperti yang Terlihat pada Yusuf—Lanjutan)
k. Dikenali oleh Bani Israel
42:6-28; 43:15—45:24
(1) Bijaksana dalam Menanggulangi Saudara-saudaranya dan Memperlihatkan Kasih kepada Mereka
42:6-28
6 Sementara itu Yusuf telah menjadi mangkubumi adi ne­geri itu; dialah yang menjual gandum kepada seluruh rakyat negeri itu. Jadi ketika saudara-saudara

Yusuf datang, kepadanyalah mereka menghadap dan bsujud de­ngan mukanya sampai ke tanah.
7 Ketika Yusuf melihat saudara-saudaranya, segeralah mereka dikenalnya, tetapi ia berlaku seolah-olah ia se­orang asing kepada mereka; ia menegor mereka

dengan amem­bentak, katanya: “Dari mana kamu?” Jawab mereka: “Dari tanah Kanaan untuk membeli bahan makanan.”
8 Memang Yusuf mengenal saudara-saudaranya itu, te­tapi dia tidak dikenal mereka.
9 Lalu teringatlah Yusuf akan amimpi-mimpinya ten­tang mereka. 1Berkatalah ia kepada mereka: “Kamu ini bpengi­n­tai, kamu datang untuk melihat-lihat di mana

negeri ini tidak dijaga.”
10 Tetapi jawab mereka: “Tidak tuanku! Hanyalah un­tuk mem­beli bahan makanan hamba-hambamu ini datang.
11 Kami ini sekalian anak dari satu ayah; kami ini orang jujur; hamba-hambamu ini bukanlah pengintai.”
12 Tetapi ia berkata kepada mereka: “Tidak! Kamu da­tang untuk melihat-lihat di mana negeri ini tidak dijaga.”
13 Lalu jawab mereka: “Hamba-hambamu ini dua belas orang, kami bersaudara, anak dari satu ayah di tanah Ka­na­an, tetapi yang bungsu sekarang ada pada ayah

kami, dan seorang sudah atidak ada lagi.”
14 Lalu kata Yusuf kepada mereka: “Sudahlah! Seperti telah kukatakan kepadamu tadi: kamu ini pengintai.
15 Dalam hal ini juga kamu harus diuji: demi hidup Firaun, kamu tidak akan pergi dari sini, jika saudaramu yang abungsu itu tidak datang ke mari.
16 Suruhlah seorang dari padamu untuk menjemput adik­­­mu itu, tetapi kamu ini harus tinggal terkurung di sini. Dengan demikian perkataanmu dapat diuji,

apakah be­nar, dan jika tidak, demi hidup Firaun, sungguh-sungguh­lah kamu ini pengintai.”
17 Dan dimasukkannyalah mereka bersama-sama ke dalam 1tahanan tiga hari lamanya.
18 Pada hari yang ketiga berkatalah Yusuf kepada me­reka: “Buatlah begini, maka kamu akan tetap hidup, aku takut akan Allah.
19 Jika kamu orang ajujur, biarkanlah dari kamu ber­saudara tinggal seorang terkurung dalam rumah tahanan, tetapi pergilah kamu, bawalah gandum untuk

meredakan la­par seisi rumahmu.
20 Tetapi saudaramu yang bungsu itu haruslah kamu bawa kepadaku, supaya perkataanmu itu ternyata benar dan kamu jangan mati.” Demikianlah diperbuat mereka.
21 Mereka berkata seorang kepada yang lain: “Betul-betullah kita menanggung akibat adosa kita terhadap adik kita itu: bukankah kita melihat bagaimana sesak

hatinya, ketika ia memohon belas kasihan kepada kita, tetapi kita tidak mendengarkan permohonannya. Itulah sebabnya ke­se­sakan ini menimpa kita.”
22 Lalu Ruben menjawab mereka: “Bukankah dahulu ku­katakan kepadamu: Janganlah kamu berbuat adosa ter­ha­dap anak itu! Tetapi kamu tidak mendengarkan per­

kata­an­ku. Sekarang bdarahnya dituntut dari pada kita.”
23 Tetapi mereka tidak tahu, bahwa Yusuf mengerti per­kataan mereka, sebab mereka memakai seorang juru ba­hasa.
24 Maka Yusuf mengundurkan diri dari mereka, lalu ame­nangis. Kemudian ia kembali kepada mereka dan ber­kata-kata dengan mereka; ia mengambil 1Simeon dari

an­ta­ra mereka; lalu disuruh belenggu di depan mata mereka.
25 Sesudah itu Yusuf memerintahkan, bahwa tempat gan­­dum mereka akan adiisi dengan gandum dan bahwa uang mereka masing-masing akan dikembalikan ke dalam

karungnya, serta bekal mereka di jalan akan diberikan kepada mereka. Demikianlah dilakukan orang kepada mereka itu.
26 Sesudah itu mereka pun memuat gandum itu ke atas keledai mereka, lalu berangkat dari situ.
27 Ketika seorang membuka karungnya untuk mem­be­­­ri makan keledainya di tempat bermalam, dilihatnyalah uang­nya ada di dalam mulut akarungnya.
28 Katanya kepada saudara-saudaranya: “Uangku dikem­balikan; lihat, ada dalam karungku!” Lalu hati mereka menjadi tawar dan mereka berpandang-pandangan

dengan gemetar serta berkata: “Apakah juga yang diperbuat Allah terhadap kita!”
(C. Pengalaman Yakub—Lanjutan)
(4. Dimatangkan—Lanjutan)
(a. Proses Pematangan—Lanjutan)
(3) Putra Keduanya, Simeon, Ditahan di Mesir
42:29-38
29 Ketika mereka sampai kepada Yakub, ayah mereka, di tanah Kanaan, mereka menceritakan segala sesuatu yang dialaminya, katanya:
30 “Orang itu, yakni yang menjadi tuan atas negeri itu, telah menegor kami dengan amembentak dan memper­lakukan kami sebagai pengintai negeri itu.
31 Tetapi kata kami kepadanya: Kami orang jujur, kami bukan apengintai.
32 Kami dua belas orang bersaudara, anak-anak ayah ka­mi; seorang sudah atidak ada lagi, dan yang bungsu ada se­karang pada ayah kami, di tanah Kanaan.
33 Lalu kata orang itu, yakni yang menjadi tuan atas negeri itu, kepada kami: Dari hal ini aku akan tahu, apa­kah kamu orang ajujur: dari kamu bersaudara

haruslah kamu tinggalkan seorang padaku; kemudian bawalah gan­dum untuk meredakan lapar seisi rumahmu dan pergilah;
34 lalu bawalah kepadaku saudaramu yang abungsu itu, maka aku akan tahu, bahwa kamu bukan pengintai, tetapi orang jujur; dan aku akan mengembalikan saudara­

­mu itu kepadamu, dan bolehlah kamu bmenjalani negeri ini dengan bebas.”
35 Ketika mereka mengosongkan karungnya, tam­pak­lah ada pundi-pundi uang masing-masing dalam akarungnya; dan ketika mereka beserta ayah mereka melihat

pundi-pundi uang itu, ketakutanlah mereka.
36 Dan Yakub, ayah mereka, berkata kepadanya: “Kamu membuat aku akehilangan anak-anakku: Yusuf tidak ada lagi, dan Simeon tidak ada lagi, sekarang Benyamin

pun hen­dak kamu bawa juga. Aku inilah yang menanggung segala-galanya itu!”
37 Lalu berkatalah Ruben kepada ayahnya: “Kedua anak­­ku laki-laki boleh engkau bunuh, jika ia tidak ku­ba­wa kepa­damu; serahkanlah dia ke dalam tanganku,

maka dia akan kubawa kembali kepadamu.”
38 Tetapi jawabnya: “Anakku itu tidak akan pergi ke sana bersama-sama dengan kamu, sebab kakaknya telah mati dan hanya dialah yang tinggal; jika dia ditimpa

ake­celaka­an di jalan yang akan kamu tempuh, maka tentulah kamu akan menyebabkan aku yang ubanan ini turun ke dunia orang mati karena bdukacita.”

PASAL 43


(4) Ditimpa Kelaparan yang Hebat
dan Mengutus Putranya yang Paling Muda, Benyamin
43:1-14
1 Tetapi hebat sekali akelaparan di negeri itu.
2 Dan setelah gandum yang dibawa mereka dari Mesir habis dimakan, berkatalah ayah mereka: “aPergilah pula mem­beli sedikit bahan makanan untuk kita.”
3 Lalu Yehuda menjawabnya: “Orang itu telah mem­per­ingatkan kami dengan sungguh-sungguh: Kamu tidak boleh melihat mukaku, jika aadikmu itu tidak ada

bersama-sama dengan kamu.
4 Jika engkau mau membiarkan adik kami pergi ber­sama-sama dengan kami, maka kami mau pergi ke sana dan mem­beli bahan makanan bagimu.
5 Tetapi jika engkau tidak mau membiarkan dia pergi, maka kami tidak akan pergi ke sana, sebab orang itu te­lah berkata kepada kami: Kamu tidak boleh melihat

mu­ka­ku, jika adikmu itu tidak ada bersama-sama dengan kamu.”
6 Lalu berkatalah Israel: “Mengapa kamu menda­tang­kan malapetaka kepadaku dengan memberitahukan ke­pa­da orang itu, bahwa masih ada adikmu seorang?”
7 Jawab mereka: “Orang itu telah menanyai kami de­ngan seksama tentang kami sendiri dan tentang sanak saudara kita: Masih hidupkah ayahmu? Adakah adikmu

lagi? Dan kami telah memberitahukan semuanya kepa­da­nya seperti yang sebenarnya. Bagaimana kami dapat men­duga bahwa ia akan berkata: Bawalah ke mari adikmu

itu.”
8 Lalu berkatalah Yehuda kepada Israel, ayahnya: “Biar­kanlah anak itu pergi bersama-sama dengan aku; maka kami akan bersiap dan pergi, supaya kita tetap

hidup dan jangan amati, baik kami maupun engkau dan anak-anak kami.
9 Akulah yang menanggung dia; engkau boleh menun­tut dia dari padaku; jika aku tidak amembawa dia kepadamu dan menempatkan dia di depanmu, maka akulah yang

ber­dosa terhadap engkau untuk selama-lamanya.
10 Jika kita tidak berlambat-lambat, maka tentulah ka­mi sekarang sudah dua kali pulang.”
11 Lalu Israel, ayah mereka, berkata kepadanya: “Jika demikian, perbuatlah begini: Ambillah hasil yang terbaik dari negeri ini dalam tempat gandummu dan

bawalah kepada orang itu sebagai persembahan: sedikit balsam dan se­dikit madu, damar dan damar ladan, buah kemiri dan buah badam.
12 Dan bawalah uang dua kali lipat banyaknya: uang yang telah dikembalikan ke dalam mulut akarung-karung­mu itu haruslah kamu bawa kembali; mungkin itu suatu

ke­khilafan.
13 Bawalah juga adikmu itu, bersiaplah dan kem­ba­lil­ah pula kepada orang itu.
14 Allah 1aYang Mahakuasa kiranya membuat orang itu menaruh 2belas kasihan kepadamu, supaya ia mem­bi­ar­kan saudaramu yang lain itu beserta Benyamin kem­ba

­li. Mengenai aku ini, jika terpaksa aku bkehilangan anak-anak­ku, biarlah juga kehilangan!”
(C. Pengalaman Yakub—Lanjutan)
(5. Aspek Pemerintahan dari Israel yang Matang
seperti yang Terlihat pada Yusuf—Lanjutan)
(k. Dikenali—Lanjutan)
(2) Menguji Saudara-saudaranya Lebih Lanjut
43:15—44:34
15 Lalu orang-orang itu mengambil persembahan itu dan mengambil uang dua kali lipat banyaknya, beserta Benyamin juga; mereka bersiap dan pergi ke Mesir. Ke­

mu­­dian berdirilah mereka di depan Yusuf.
16 Ketika Yusuf melihat Benyamin bersama-sama dengan mereka, berkatalah ia kepada kepala rumahnya: “Ba­walah orang-orang ini ke dalam rumah, sembelihlah

seekor hewan dan siapkanlah itu, sebab orang-orang ini akan makan bersama-sama dengan aku pada tengah hari ini.”
17 Orang itu melakukan seperti yang dikatakan Yusuf dan dibawanyalah orang-orang itu ke dalam rumah Yusuf.
18 Lalu ketakutanlah orang-orang itu, karena mereka dibawa ke dalam rumah Yusuf. Kata mereka: “Yang men­jadi sebab kita dibawa ke sini, ialah perkara uang

yang dikembalikan ke dalam karung kita pada mulanya itu, supa­ya kita disergap dan ditangkap dan supaya kita dijadikan budak dan keledai kita diambil.”
19 Karena itu mereka mendekati kepala rumah Yusuf itu, dan berkata kepadanya di depan pintu rumah:
20 “Mohon bicara tuan! Kami dahulu datang ke mari untuk amembeli bahan makanan,
21 tetapi ketika kami sampai ke tempat bermalam dan mem­buka karung kami, tampaklah uang kami masing-masing dengan tidak kurang jumlahnya ada di dalam mu­lut

akarung. Tetapi sekarang kami membawanya kembali.
22 Uang lain kami bawa juga ke mari untuk membeli bahan makanan; kami tidak tahu siapa yang menaruh uang kami itu ke dalam karung kami.”
23 Tetapi jawabnya: “Tenang sajalah, jangan takut; Allah­mu dan Allah bapamu telah memberikan kepadamu harta terpendam dalam karungmu; uangmu itu telah

kuterima.” Kemudian dikeluarkannyalah Simeon dan dibawanya ke­pada mereka.
24 Setelah orang itu membawa mereka ke dalam rumah Yusuf, diberikannyalah air, supaya mereka membasuh akaki; juga keledai mereka diberinya makan.
25 Sesudah itu mereka menyiapkan apersembahannya me­nantikan Yusuf datang pada waktu tengah hari, sebab me­reka telah mendengar, bahwa mereka akan makan di

situ.
26 Ketika Yusuf telah pulang, mereka membawa per­sem­bahan yang ada pada mereka itu kepada Yusuf di da­lam rumah, lalu asujud kepadanya sampai ke tanah.
27 Sesudah itu ia bertanya kepada mereka apakah me­reka selamat; lagi katanya: “Apakah aayahmu yang tua yang kamu sebutkan itu selamat? Masih hidupkah ia?”
28 Jawab mereka: “Hambamu, ayah kami, ada sela­mat; ia masih hidup.” Sesudah itu berlututlah mereka dan su­jud.
29 Ketika Yusuf memandang kepada mereka, dili­hat­nya­lah aBenyamin, adiknya, yang seibu dengan dia, lalu ka­ta­nya: “Inikah adikmu yang bungsu itu, yang

telah ka­mu sebut-sebut kepadaku?” Lagi katanya: “Allah kiranya mem­berikan kasih karunia kepadamu, anakku!”
30 Lalu segeralah Yusuf pergi dari situ, sebab ahatinya sangat terharu merindukan adiknya itu, dan dicarinyalah tempat untuk bmenangis; ia masuk ke dalam

kamar, lalu me­nangis di situ.
31 Sesudah itu dibasuhnyalah mukanya dan ia tampil ke luar. Ia menahan hatinya dan berkata: “Hidangkanlah makanan.”
32 Lalu dihidangkanlah makanan, bagi Yusuf tersen­di­ri, bagi saudara-saudaranya tersendiri dan bagi orang-orang Mesir yang bersama-sama makan dengan mereka

itu ter­sen­diri; sebab orang Mesir tidak boleh makan bersama-sama dengan orang Ibrani, karena hal itu suatu akekejian bagi orang Mesir.
33 Saudara-saudaranya itu duduk di depan Yusuf, dari yang sulung sampai yang bungsu, sehingga mereka ber­pan­dang-pandangan dengan heran.
34 Lalu disajikan kepada mereka hidangan dari meja Yusuf, tetapi yang diterima Benyamin adalah alima kali lebih banyak dari pada setiap orang yang lain. Lalu

mi­num­lah mereka dan bersukaria bersama-sama dengan dia.

PASAL 44


1 Sesudah itu diperintahkannyalah kepada kepala ru­mahnya: “aIsilah karung orang-orang itu dengan gandum, seberapa yang dapat dibawa mereka, dan letakkanlah

uang masing-masing di dalam mulut karungnya.
2 Dan pialaku, piala perak itu, taruhlah di dalam mu­lut karung anak yang bungsu serta uang pembayar gan­dum­nya juga.” Maka diperbuatnyalah seperti yang

dikatakan Yusuf.
3 Ketika paginya hari terang tanah, orang melepas mere­ka beserta keledai mereka.
4 Tetapi baru saja mereka keluar dari kota itu, belum lagi jauh jaraknya, berkatalah Yusuf kepada akepala ru­mah­nya: “Bersiaplah, kejarlah orang-orang itu,

dan apabila eng­kau sampai kepada mereka, katakanlah kepada mereka: Mengapa kamu membalas yang baik dengan yang jahat?
5 Bukankah ini piala yang dipakai tuanku untuk minum dan yang biasa dipakainya untuk menelaah? Kamu ber­buat jahat dengan melakukan yang demikian.”
6 Ketika sampai kepada mereka, diberitakannyalah kepa­da mereka perkataan Yusuf itu.
7 Jawab mereka kepadanya: “Mengapa tuanku me­ngata­kan perkataan yang demikian? Jauhlah dari pada ham­ba-hambamu ini untuk berbuat begitu!
8 Bukankah uang yang kami dapati di dalam mulut akarung kami telah kami bawa kembali kepadamu dari tanah Kanaan? Masakan kami mencuri emas atau perak dari

rumah tuanmu?
9 aPada siapa dari hamba-hambamu ini kedapatan pi­ala itu, biarlah ia mati, juga kami ini akan menjadi budak tu­anku.”
10 Sesudah itu berkatalah ia: “Ya, usulmu itu baik; tetapi pada siapa kedapatan piala itu, hanya dialah yang akan menjadi budakku dan kamu yang lain itu akan

be­bas dari salah.”
11 Lalu segeralah mereka masing-masing menurunkan karungnya ke tanah dan masing-masing membuka ka­rung­nya.
12 Dan kepala rumah itu memeriksanya dengan teliti; ia mulai dengan yang sulung sampai kepada yang bungsu; ma­ka kedapatanlah piala itu dalam karung

Benyamin.
13 Lalu mereka mengoyakkan jubahnya dan masing-masing memuati keledainya, dan mereka kembali ke kota.
14 Ketika aYehuda dan saudara-saudaranya sampai ke dalam rumah Yusuf, Yusuf masih ada di situ, bsujudlah mereka sampai ke tanah di depannya.
15 Berkatalah Yusuf kepada mereka: “Perbuatan apa­kah yang kamu lakukan ini? Tidakkah kamu tahu, bahwa seorang yang seperti aku ini pasti dapat menelaah?”
16 Sesudah itu berkatalah Yehuda: “Apakah yang akan kami katakan kepada tuanku, apakah yang akan kami jawab, dan dengan apakah kami akan membenarkan diri

kami? Allah telah memperlihatkan akesalahan hamba-ham­ba­mu ini. Maka kami ini, budak tuankulah kami, baik kami maupun orang pada siapa kedapatan piala itu.”
17 Tetapi jawabnya: “Jauhlah dari padaku untuk ber­bu­at demikian! Pada siapa akedapatan piala itu, dialah yang akan menjadi budakku, tetapi kamu ini,

pergilah kembali dengan selamat kepada ayahmu.”
18 Lalu tampillah Yehuda mendekatinya dan berkata: “Mo­hon bicara tuanku, izinkanlah kiranya hambamu ini mengucapkan sepatah kata kepada tuanku dan janganlah

kiranya bangkit amarahmu terhadap hambamu ini, sebab tuanku adalah seperti Firaun sendiri.
19 Tuanku telah bertanya kepada hamba-hambanya ini: Masih adakah ayah atau saudara kamu?
20 Dan kami menjawab tuanku: Kami masih mem­punyai ayah yang tua dan masih ada anaknya yang muda, yang lahir pada amasa tuanya; kakaknya telah mati, ha­nya

dia sendirilah yang tinggal dari mereka yang seibu, sebab itu ayahnya sangat mengasihi dia.
21 Lalu tuanku berkata kepada hamba-hambamu ini: aBawa­lah dia ke mari kepadaku, supaya mataku me­man­dang dia.
22 Tetapi jawab kami kepada tuanku: Anak itu tidak da­pat meninggalkan ayahnya, sebab jika ia meninggalkan ayah­nya, tentulah ayah ini amati.
23 Kemudian tuanku berkata kepada hamba-hambamu ini: Jika adikmu yang abungsu itu tidak datang ke mari ber­sama-sama dengan kamu, kamu tidak boleh melihat

mu­kaku lagi.
24 Setelah kami kembali kepada hambamu, ayahku, maka kami memberitahukan kepadanya perkataan tuanku itu.
25 Kemudian ayah kami berkata: Kembalilah kamu amem­beli sedikit bahan makanan bagi kita.
26 Tetapi jawab kami: Kami tidak dapat pergi ke sana. Jika adik kami yang bungsu bersama-sama dengan kami, barulah kami akan pergi ke sana, sebab kami tidak

boleh melihat muka orang itu, apabila adik kami yang bungsu ti­dak bersama-sama dengan kami.
27 Kemudian berkatalah hambamu, ayahku, kepada kami: Kamu tahu, bahwa isteriku telah melahirkan dua orang aanak bagiku;
28 yang seorang telah pergi dari padaku, dan aku telah berkata: Tentulah ia aditerkam oleh binatang buas, dan sam­pai sekarang aku tidak melihat dia kembali.
29 Jika anak ini kamu ambil pula dari padaku, dan ia ditimpa kecelakaan, maka tentulah kamu akan menye­bab­kan aku yang ubanan ini turun ke adunia orang mati

kare­na nasib celaka.
30 Maka sekarang, apabila aku datang kepada ham­ba­mu, ayahku, dan tidak ada bersama-sama dengan kami anak itu, padahal ayahku tidak dapat hidup tanpa dia,
31 tentulah akan terjadi, apabila dilihatnya anak itu ti­dak ada, bahwa ia akan mati, dan hamba-hambamu ini akan me­nyebabkan hambamu, ayah kami yang ubanan

itu, turun ke dunia orang mati karena dukacita.
32 Tetapi hambamu ini telah amenanggung anak itu ter­hadap ayahku dengan perkataan: Jika aku tidak mem­ba­wa­­nya kembali kepada bapa, maka akulah yang

berdosa kepada bapa untuk selama-lamanya.
33 Oleh sebab itu, baiklah hambamu ini tinggal men­ja­di budak tuanku menggantikan anak itu, dan biarlah anak itu pulang bersama-sama dengan saudara-saudara

­nya.
34 Sebab masakan aku pulang kepada ayahku, apabila anak itu tidak bersama-sama dengan aku? Aku tidak akan sanggup melihat nasib celaka yang akan menimpa

ayahku.”

PASAL 45


(3) Mengungkapkan Keagungan dan Kemuliaannya kepada Saudara-saudaranya yang Bertobat
45:1-15
1 Ketika itu 1Yusuf tidak dapat amenahan hatinya lagi di depan semua orang yang berdiri di dekatnya, lalu ber­se­rulah ia: “Suruhlah keluar semua orang dari

sini.” Maka tidak ada seorang pun yang tinggal di situ bersama-sama Yusuf, ketika ia bmemperkenalkan dirinya kepada saudara-saudaranya.
2 Setelah itu menangislah ia keras-keras, sehingga ke­dengaran kepada orang Mesir dan kepada seisi istana Firaun.
3 Dan Yusuf berkata kepada saudara-saudaranya: “Aku­lah Yusuf! Masih hidupkah bapa?” Tetapi saudara-saudara­nya tidak dapat menjawabnya, sebab mereka takut

dan gemetar menghadapi dia.
4 Lalu kata Yusuf kepada saudara-saudaranya itu: “Ma­rilah dekat-dekat.” Maka mendekatlah mereka. Katanya lagi: “Akulah Yusuf, saudaramu, yang kamu ajual ke

Mesir.
5 Tetapi sekarang, janganlah 1bersusah hati dan ja­ngan­­lah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, se­bab untuk amemelihara kehidupanlah Allah

bmenyuruh aku men­dahului kamu.
6 Karena telah dua tahun ada kelaparan dalam negeri ini dan selama lima tahun lagi orang tidak akan mem­ba­jak atau menuai.
7 Maka Allah telah menyuruh aku mendahului kamu untuk menjamin 1kelanjutan keturunanmu di bumi ini dan untuk memelihara hidupmu, sehingga sebagian besar dari

padamu tertolong.
8 Jadi bukanlah kamu yang menyuruh aku ke sini, te­tapi Allah; Dialah yang telah menempatkan aku sebagai bapa bagi Firaun dan tuan atas seluruh istananya dan

sebagai kuasa aatas seluruh tanah Mesir.
9 Segeralah kamu kembali kepada bapa dan katakanlah kepadanya: Beginilah kata Yusuf, anakmu: Allah telah menempatkan aku sebagai tuan atas seluruh Mesir;

adatang­lah mendapatkan aku, janganlah tunggu-tunggu.
10 Engkau akan tinggal di tanah Gosyen dan akan de­kat kepadaku, engkau serta anak dan cucumu, kambing domba dan lembu sapimu dan segala milikmu.
11 Di sanalah aku amemelihara engkau — sebab ke­la­par­an ini masih ada lima tahun lagi — supaya engkau jangan ja­tuh miskin bersama seisi rumahmu dan semua

orang yang ikut serta dengan engkau.
12 Dan kamu telah melihat dengan mata sendiri, dan sau­daraku Benyamin juga, bahwa mulutku sendiri menga­takannya kepadamu.
13 Sebab itu ceritakanlah kepada bapa segala ke­mu­lia­anku di negeri Mesir ini, dan segala yang telah kamu lihat, kemudian segeralah bawa bapa ke mari.”
14 Lalu adipeluknyalah leher Benyamin, adiknya itu, dan menangislah ia, dan bmenangis pulalah Benyamin pada bahu Yusuf.
15 Yusuf mencium semua saudaranya itu dengan mes­ra dan ia menangis sambil memeluk mereka. Sesudah itu barulah saudara-saudaranya bercakap-cakap dengan dia.
(4) Saudara-saudaranya Berbagian dalam Kenikmatan akan Pemerintahannya
45:16-24
16 Ketika dalam aistana Firaun terdengar kabar, bahwa saudara-saudara Yusuf datang, hal itu diterima dengan baik oleh Firaun dan pegawai-pegawainya.
17 Lalu berkatalah Firaun kepada Yusuf: “Katakanlah ke­pada saudara-saudaramu: Buatlah begini: muatilah bi­na­tang-binatangmu dan pergilah ke tanah Kanaan,
18 jemputlah ayahmu dan seisi rumahmu dan da­tang­lah mendapatkan aku, maka aku akan memberikan kepadamu apa yang paling baik di tanah Mesir, sehingga kamu

akan mengecap akesuburan tanah ini.
19 Selanjutnya engkau mendapat perintah mengatakan kepada mereka: Buatlah begini: bawalah akereta dari tanah Mesir untuk anak-anakmu dan isteri-isterimu,

jemputlah ayahmu dari sana dan datanglah ke mari.
20 Janganlah kamu merasa sayang meninggalkan ba­rang-barangmu, sebab apa yang paling baik di seluruh ta­nah Mesir ini adalah milikmu.”
21 Demikianlah dilakukan oleh anak-anak Israel itu. Yusuf memberikan kereta kepada mereka menurut pe­rin­tah Firaun; juga diberikan kepada mereka bekal di

jalan.
22 Kepada mereka masing-masing diberikannya sepo­tong pesalin dan kepada Benyamin diberikannya tiga ratus uang perak dan alima potong pesalin.
23 Di samping itu kepada ayahnya dikirimkannya se­puluh ekor keledai jantan, dimuati dengan apa yang paling baik di Mesir, lagipula sepuluh ekor keledai

betina, di­mu­ati de­ngan gandum dan roti dan makanan untuk ayahnya dalam perjalanan.
24 Kemudian ia melepas saudara-saudaranya serta ber­kata kepada mereka: “Janganlah berbantah-bantah di jalan.”
(C. Pengalaman Yakub–Lanjutan)
(4. Dimatangkan–Lanjutan)
b. Manifestasi Kematangan
45:25—47:10; 47:28—50:13
(1) Tidak Menyalahkan Ketika Mendengar bahwa Yusuf Masih Hidup
45:25-28
25 Demikianlah mereka pergi dari tanah Mesir dan sam­pai di tanah Kanaan, kepada Yakub, ayah mereka.
26 Mereka menceritakan kepadanya: “Yusuf masih hi­dup, bahkan dialah yang menjadi kuasa aatas seluruh ta­nah Mesir.” Tetapi hati Yakub tetap 1dingin, sebab

ia tidak dapat mempercayai mereka.
27 Tetapi ketika mereka menyampaikan kepadanya sega­la perkataan yang diucapkan Yusuf, dan ketika dili­hat­nya akereta yang dikirim oleh Yusuf untuk menjem­

put­nya, maka bangkitlah kembali bsemangat Yakub, ayah mere­ka itu.
28 Kata Yakub: “1Cukuplah itu; anakku Yusuf masih hidup; aku mau pergi melihatnya, sebelum aku mati.”

PASAL 46


(2) Mempersembahkan Kurban kepada Allah di Bersyeba
46:1-4
1 Jadi berangkatlah Israel dengan segala miliknya dan ia tiba di Bersyeba, lalu 1dipersembahkannya kurban sem­belihan kepada Allah Ishak ayahnya.
2 Berfirmanlah Allah kepada Israel dalam apenglihatan waktu malam: “Yakub, Yakub!” Sahutnya: “Ya, Tuhan.”
3 Lalu firman-Nya: “Akulah 1Allah, Allah aayahmu, jangan­­lah takut pergi ke Mesir, sebab Aku akan mem­buat engkau menjadi bbangsa yang besar di sana.
4 Aku sendiri akan menyertai engkau apergi ke Mesir dan tentulah Aku juga akan membawa engkau kembali; dan tangan Yusuflah yang akan mengatupkan kelopak ma­

tamu nanti.”
(3) Bertemu Lagi dengan Yusuf
46:5-34
5 Lalu berangkatlah Yakub dari Bersyeba, dan anak-anak Israel membawa Yakub, ayah mereka, beserta anak dan isteri mereka, dan mereka menaiki akereta yang

diki­­rim Firaun untuk menjemputnya.
6 Mereka membawa juga ternaknya dan harta benda­nya, yang telah diperoleh mereka di tanah Kanaan, lalu tibalah mereka di Mesir, yakni aYakub dan seluruh

keturunannya bersama-sama dengan dia.
7 Anak-anak dan cucu-cucunya laki-laki dan perem­pu­an, seluruh keturunannya dibawanyalah ke Mesir.
8 Inilah anama-nama bani Israel yang datang ke Mesir, yak­ni Yakub beserta keturunannya. Anak sulung Yakub ialah Ruben.
9 Anak-anak aRuben ialah Henokh, Palu, Hezron dan Karmi.
10 Anak-anak aSimeon ialah Yemuel, Yamin, Ohad, Yakhin dan Zohar serta Saul, anak seorang perempuan Kanaan.
11 Anak-anak aLewi ialah Gerson, Kehat dan Merari.
12 Anak-anak aYehuda ialah Er, Onan, Syela, Peres dan Zerah; tetapi Er dan Onan mati di tanah Kanaan; dan anak-anak Peres ialah Hezron dan Hamul.
13 Anak-anak aIsakhar ialah Tola, Pua, Ayub dan Simron.
14 Anak-anak aZebulon ialah Sered, Elon dan Yahleel.
15 Itulah keturunan Lea, yang melahirkan bagi Yakub di Padan-Aram anak-anak lelaki serta aDina juga, anak­nya yang perempuan. Jadi seluruhnya, laki-laki dan

perem­pu­an, berjumlah tiga puluh tiga jiwa.
16 Anak-anak aGad ialah Zifyon, Hagi, Syuni, Ezbon, Eri, Arodi dan Areli.
17 Anak-anak aAsyer ialah Yimna, Yiswa, Yiswi dan Beria; Serah ialah saudara perempuan mereka; dan anak-anak Beria ialah Heber dan Malkiel.
18 Itulah keturunan Zilpa, yakni hamba perempuan yang telah diberikan Laban kepada Lea, anaknya perem­puan, dan yang melahirkan anak-anak bagi Yakub; se­lu­

ruh­nya enam belas jiwa.
19 Anak-anak Rahel, isteri Yakub, ialah Yusuf dan Benyamin.
20 Bagi aYusuf lahir Manasye dan Efraim di tanah Mesir, yang dilahirkan baginya oleh Asnat, anak perempuan Potifera, imam di On.
21 Anak-anak aBenyamin ialah Bela, Bekher, Asybel, Gera, Naaman, Ehi, Rosy, Mupim, Hupim dan Ared.
22 Itulah keturunan Rahel, yang telah lahir bagi Yakub, seluruhnya berjumlah empat belas jiwa.
23 Anak aDan ialah Husim.
24 Anak-anak aNaftali ialah Yahzeel, Guni, Yezer dan Syilem.
25 Itulah keturunan Bilha, yakni hamba perempuan yang diberikan Laban kepada Rahel, anaknya yang perem­puan dan yang melahirkan anak-anak itu bagi Yakub —

se­lu­ruh­nya berjumlah tujuh jiwa.
26 Semua orang yang tiba di Mesir bersama-sama de­ngan Yakub, yakni anak-anak kandungnya, dengan tidak ter­­hitung isteri anak-anaknya, seluruhnya berjumlah

enam puluh enam jiwa.
27 Anak-anak Yusuf yang lahir baginya di Mesir ada dua orang. Jadi keluarga Yakub yang tiba di Mesir, se­lu­ruh­nya berjumlah atujuh puluh jiwa.
28 Yakub menyuruh Yehuda berjalan lebih dahulu men­dapatkan Yusuf, supaya Yusuf datang ke Gosyen menemui ayahnya. Sementara itu sampailah mereka ke tanah

Gosyen.
29 Lalu Yusuf memasang keretanya dan pergi ke Gosyen, mendapatkan Israel, ayahnya. Ketika ia bertemu dengan dia, dipeluknyalah aleher ayahnya dan lama

menangis pada bahunya.
30 Berkatalah Israel kepada Yusuf: “Sekarang bolehlah aku mati, setelah aku amelihat mukamu dan mengetahui bah­wa engkau masih hidup.”
31 Kemudian berkatalah Yusuf kepada saudara-sau­da­ra­nya dan kepada keluarga ayahnya itu: “Aku mau meng­hadap Firaun dan amemberitahukan kepadanya: Saudara

-sau­daraku dan keluarga ayahku, yang tinggal di tanah Kanaan, telah datang kepadaku;
32 orang-orang itu agembala kambing domba, sebab me­reka itu pemelihara ternak, dan kambing dombanya, lembu sapinya dan segala miliknya telah dibawa mereka.
33 Apabila Firaun memanggil kamu dan bertanya: Apa­kah pekerjaanmu?
34 maka jawablah: Hamba-hambamu ini pemelihara ter­nak, sejak dari kecil sampai sekarang, baik kami mau­pun nenek moyang kami — dengan maksud supaya kamu

boleh diam di tanah Gosyen.” — Sebab segala gembala kam­bing domba adalah suatu akekejian bagi orang Mesir.

PASAL 47


(4) Senantiasa Memberkati Orang
47:1-10; 47:28—49:28
(a) Memberkati Firaun
47:1-10
1 Kemudian pergilah Yusuf amemberitahukan kepada Firaun: “Ayahku dan saudara-saudaraku beserta kambing dombanya, lembu sapinya dan segala miliknya telah da­

tang dari tanah Kanaan, dan sekarang mereka ada di tanah Gosyen.”
2 Dari antara saudara-saudaranya itu dibawanya lima orang menghadap Firaun.
3 Firaun bertanya kepada saudara-saudara Yusuf itu: “aApakah pekerjaanmu?” Jawab mereka kepada Firaun: “Hamba-hambamu ini bgembala domba, baik kami maupun

ne­nek moyang kami.”
4 Lagi kata mereka kepada Firaun: “Kami datang untuk tinggal di negeri ini sebagai aorang asing, sebab tidak ada lagi padang rumput untuk kumpulan ternak

hamba-hambamu ini, karena hebat kelaparan itu di tanah Kanaan; maka sekarang, izinkanlah hamba-hambamu ini menetap di tanah Gosyen.”
5 Lalu berkatalah Firaun kepada Yusuf: “Ayahmu dan sau­dara-saudaramu telah datang kepadamu.
6 Tanah Mesir ini terbuka untukmu. Tunjukkanlah kepada ayahmu dan kepada saudara-saudaramu tempat me­netap di tempat yang aterbaik dari negeri ini, biarlah

me­reka diam di tanah Gosyen. Dan jika engkau tahu di antara mereka orang-orang yang tangkas, tempatkanlah mereka menjadi pengawas ternakku.”
7 Yusuf membawa juga Yakub, ayahnya, menghadap Firaun. Lalu Yakub memohonkan 1aberkat bagi Firaun.
8 Kemudian bertanyalah Firaun kepada Yakub: “Sudah berapa 1tahun umurmu?”
9 Jawab Yakub kepada Firaun: “Tahun-tahun apengem­baraanku sebagai orang asing berjumlah seratus tiga puluh tahun. bTahun-tahun hidupku itu csedikit saja dan

buruk ada­­nya, tidak mencapai umur nenek moyangku, yakni jum­lah tahun mereka mengembara sebagai orang asing.”
10 Lalu Yakub memohonkan berkat bagi Firaun, se­su­­­dah itu keluarlah ia dari depan Firaun.
(C. Pengalaman Yakub–Lanjutan)
(5. Aspek Pemerintahan dari Israel yang Matang
seperti yang Terlihat pada Yusuf–Lanjutan)
l. Memerintah
47:11-27; 50:14-26
11 Yusuf menunjukkan kepada ayahnya dan saudara-sau­daranya tempat untuk menetap dan memberikan kepada mereka tanah milik di tanah Mesir, di tempat yang ter

­ba­ik di negeri itu, di tanah Rameses, seperti yang diperin­tah­kan Firaun.
12 Dan Yusuf amemelihara ayahnya, saudara-saudaranya dan seisi rumah ayahnya dengan makanan, menurut jum­lah anak-anak mereka.
13 Di seluruh negeri itu tidak ada makanan, sebab ke­laparan itu sangat hebat, sehingga seisi tanah Mesir dan tanah Kanaan lemah lesu karena kelaparan itu.
14 Maka Yusuf 1mengumpulkan segala uang yang ter­dapat di tanah Mesir dan di tanah Kanaan, yakni uang pem­bayar gandum yang adibeli mereka; dan Yusuf mem­

bawa uang itu ke dalam istana Firaun.
15 Setelah habis uang di tanah Mesir dan di tanah Kana­an, datanglah semua orang Mesir menghadap Yusuf ser­ta berkata: “Berilah makanan kepada kami! Mengapa

kami harus mati di depanmu? Sebab tidak ada lagi uang.”
16 Jawab Yusuf: “Jika tidak ada lagi uang, berilah ter­nak­­­mu, maka aku akan memberi makanan kepadamu se­ba­gai ganti ternakmu itu.”
17 Lalu mereka membawa ternaknya kepada Yusuf dan Yusuf memberi makanan kepada mereka ganti kuda, kum­pulan kambing domba dan kumpulan lembu sapi dan

keledai­nya, jadi 1disediakannyalah bagi mereka makanan ganti segala ternaknya pada tahun itu.
18 Setelah lewat tahun itu, datanglah mereka ke­pa­danya, pada tahun yang kedua, serta berkata kepadanya: “Tidak usah kami sembunyikan kepada tuanku, bahwa

se­te­lah uang kami habis dan setelah kumpulan ternak kami men­jadi mi­lik tuanku, tidaklah ada lagi yang tinggal yang da­pat kami serahkan kepada tuanku

selain badan kami dan tanah kami.
19 Mengapa kami harus mati di depan matamu, baik kami maupun tanah kami? Belilah kami dan tanah kami sebagai ganti makanan, maka kami dengan tanah kami akan

men­­jadi hamba kepada Firaun. Berikanlah benih, su­paya kami hi­dup dan jangan mati, dan supaya tanah itu ja­ngan men­jadi tandus.”
20 Lalu Yusuf membeli segala tanah orang Mesir untuk Firaun, sebab orang Mesir itu masing-masing menjual ladangnya, karena berat kelaparan itu menimpa

mereka. Demi­kianlah negeri itu menjadi milik Firaun.
21 Dan tentang rakyat itu, diperhambakannyalah me­reka di daerah Mesir dari ujung yang satu sampai ujung yang lain.
22 Hanya tanah para imam tidak dibelinya, sebab para imam mendapat tunjangan tetap dari Firaun, dan mereka hidup dari tunjangan itu; itulah sebabnya mereka

tidak men­jual tanahnya.
23 Berkatalah Yusuf kepada rakyat itu: “Pada hari ini aku telah membeli kamu dan tanahmu untuk Firaun; ini­lah benih bagimu, supaya kamu dapat menabur di

tanah itu.
24 Mengenai hasilnya, kamu harus berikan aseperlima bagian kepada Firaun, dan yang empat bagian lagi, itulah menjadi benih untuk ladangmu dan menjadi makanan

ka­mu dan mereka yang ada di rumahmu, dan menjadi ma­kanan anak-anakmu.”
25 Lalu berkatalah mereka: “Engkau telah memelihara hidup kami; asal kiranya kami mendapat kasih tuanku, biarlah kami menjadi hamba kepada Firaun.”
26 Yusuf membuat hal itu menjadi suatu ketetapan mengenai tanah di Mesir sampai sekarang, yakni bahwa se­per­lima dari hasilnya menjadi milik Firaun; ahanya

tanah para imam tidak menjadi milik Firaun.
27 Maka diamlah Israel di tanah Mesir, di tanah aGosyen, dan mereka menjadi penduduk di situ. Mereka beranak cucu dan sangat bertambah banyak.
(C. Pengalaman Yakub—Lanjutan)
(4. Dimatangkan—Lanjutan)
(b. Manifestasi Kematangan—Lanjutan)
((4) Senantiasa Memberkati Orang—Lanjutan)
(b) Memberkati Anak-anak Yusuf
47:28—48:22
28 Dan Yakub masih hidup tujuh belas tahun di tanah Mesir, maka umur Yakub, yakni atahun-tahun hidupnya, menjadi seratus empat puluh tujuh tahun.
29 Ketika hampir waktunya bahwa Israel akan mati, dipanggilnyalah anaknya, Yusuf, dan berkata kepadanya: “Jika aku mendapat kasihmu, letakkanlah kiranya

tangan­mu di bawah 1apangkal pahaku, dan bersumpahlah, bahwa eng­kau akan menunjukkan kasih dan setia ke­pa­da­ku: Janganlah kiranya kuburkan aku di Mesir,
30 karena aku mau mendapat 1perhentian bersama-sama dengan anenek moyangku. Sebab itu angkutlah aku dari Mesir dan kuburkanlah aku dalam kubur mereka.” Ja­

wab­nya: “Aku akan berbuat seperti katamu itu.”
31 Kemudian kata Yakub: “Bersumpahlah kepadaku.” Maka Yusuf pun bersumpah kepadanya. Lalu asujudlah Israel 1di sebelah kepala btempat tidurnya.

PASAL 48


1 Sesudah itu ada orang mengatakan kepada Yusuf: “Ayah­mu sakit!” Lalu dibawanyalah kedua anaknya, Manasye dan Efraim.
2 Ketika diberitahukan kepada Yakub: “Telah datang anak­mu Yusuf kepadamu,” maka Israel mengumpulkan segenap kekuatannya dan duduklah ia di tempat tidurnya.
3 Berkatalah Yakub kepada Yusuf: “1aAllah, Yang Maha­kuasa telah menampakkan diri kepadaku di bLus di tanah Kanaan dan memberkati aku
4 serta berfirman kepadaku: Akulah yang membuat eng­kau aberanak cucu, dan Aku akan membuat engkau ber­tam­bah banyak dan menjadi sekumpulan bangsa-bangsa;

Aku akan bmemberikan negeri ini kepada keturunanmu untuk menjadi miliknya sampai selama-lamanya.
5 Maka sekarang kedua anakmu yang lahir bagimu di ta­nah Mesir, sebelum aku datang kepadamu ke Mesir, aku­lah yang 1empunya mereka; akulah yang akan empunya

aEfraim dan Manasye sama seperti Ruben dan Simeon.
6 Dan keturunanmu yang kauperoleh sesudah mereka, engkaulah yang empunya, tetapi dalam pembagian warisan nama mereka akan disebutkan berdasarkan nama kedua

sau­­daranya itu.
7 Kalau aku, pada waktu perjalananku dari Padan, aku1 akematian Rahel di tanah Kanaan di jalan, ketika kami ti­dak berapa jauh lagi dari Efrata, dan aku

mengu­bur­kan­nya di sana, di sisi jalan ke Efrata” – yaitu Betlehem.
8 Ketika Israel melihat anak-anak Yusuf itu, berta­nya­lah ia: “Siapakah ini?”
9 Jawab Yusuf kepada ayahnya: “Inilah anak-anakku yang telah adiberikan Allah kepadaku di sini.” Maka kata Yakub: “Dekatkanlah mereka kepadaku, supaya

bkuberkati mereka.”
10 Adapun mata Israel telah akabur karena tuanya, jadi ia tidak dapat lagi melihat. Kemudian 1Yusuf men­de­kat­kan mereka kepada ayahnya: dan mereka dicium

serta didekap oleh ayahnya.
11 Lalu berkatalah Israel kepada Yusuf: “Tidak ku­sang­ka-sangka, bahwa aku akan melihat mukamu lagi, tetapi se­ka­rang Allah bahkan memberi aku melihat

ketu­runan­mu.”
12 Lalu Yusuf menarik mereka dari antara lutut ayah­nya, dan ia sujud dengan mukanya sampai ke tanah.
13 Setelah itu Yusuf memegang mereka keduanya, de­ngan tangan kanan dipegangnya Efraim, yaitu di sebelah kiri Israel, dan dengan tangan kiri Manasye, yaitu

di se­be­lah kanan Israel, lalu didekatkannyalah mereka ke­pa­da­nya.
14 Tetapi aIsrael mengulurkan tangan kanannya dan me­letakkannya di atas kepala Efraim, walaupun ia yang bung­su, dan tangan kirinya di atas kepala Manasye —

jadi ta­ngan­­nya 1bersilang, walaupun Manasye yang sulung.
15 Sesudah itu diberkatinyalah Yusuf, katanya: “Ne­nek­ku dan ayahku, Abraham dan Ishak, telah hidup di ha­dap­an 1Allah; Allah itu, sebagai Allah yang telah

men­jadi agem­­balaku 2selama hidupku sampai sekarang,
16 dan sebagai aMalaikat yang telah bmelepaskan aku da­ri segala bahaya, Dialah kiranya yang memberkati orang-orang muda ini, sehingga namaku serta nama

nenek dan ba­pa­ku, Abraham dan Ishak, termasyhur oleh karena me­re­ka dan sehingga mereka cbertambah-tambah menjadi jumlah yang besar di bumi.”
17 Ketika Yusuf melihat bahwa ayahnya meletakkan atangan kanannya di atas kepala Efraim, hal itu dipan­dang­nya tidak baik; lalu dipegangnya tangan ayahnya

untuk memindahkannya dari atas kepala Efraim ke atas kepala Manasye.
18 Katanya kepada ayahnya: “Janganlah demikian, ayah­ku, sebab inilah yang sulung, letakkanlah tangan kananmu ke atas kepalanya.”
19 Tetapi ayahnya menolak, katanya: “Aku tahu, anak­ku, aku tahu; ia juga akan menjadi suatu bangsa dan ia juga akan menjadi besar kuasanya; walaupun begitu,

adik­nya akan lebih besar kuasanya dari padanya, dan ketu­ru­nan adiknya itu akan menjadi asejumlah besar bangsa-bangsa.”
20 Lalu diberkatinyalah mereka pada waktu itu, ka­ta­nya: “Dengan menyebutkan namamulah orang Israel akan mem­berkati, demikian: Allah kiranya membuat engkau

seperti Efraim dan seperti Manasye.” Demikianlah di­da­hu­lukannya Efraim dari pada Manasye.
21 Kemudian berkatalah Israel kepada Yusuf: “Tidak lama lagi aku akan mati, tetapi Allah akan amenyertai ka­mu dan membawa kamu kembali ke negeri nenek

moyang­mu.
22 Dan sekarang aku amemberikan kepadamu sebagai ke­­lebihanmu dari pada saudara-saudaramu, suatu pung­gung gunung yang kurebut dengan pedang dan panahku

dari ta­ngan orang Amori.”

PASAL 49


(c) Memberkati Anak-anaknya Sendiri
49:1-28
1 Kemudian Yakub memanggil anak-anaknya dan ber­kata: “Datanglah berkumpul, supaya 1kuberitahukan ke­pa­damu, apa yang akan kamu alami di akemudian hari.
2 aBerhimpunlah kamu dan dengarlah, ya anak-anak Yakub, dengarlah kepada Israel, ayahmu.
3 aRuben, engkaulah anak sulungku, kekuatanku dan bper­­mulaan kegagahanku, engkaulah yang terutama dalam keluhuran, yang terutama dalam kesanggupan.
4 Engkau yang membual sebagai air, 1tidak lagi engkau yang terutama, sebab engkau telah menaiki atempat tidur ayahmu; waktu itu engkau telah melanggar

kesuciannya. Dia telah menaiki petiduranku!
5 1aSimeon dan Lewi bersaudara; senjata mereka ialah alat kekerasan.
6 Janganlah kiranya jiwaku turut dalam permupakatan mereka, janganlah kiranya 1arohku bersatu dengan per­kum­pulan mereka, sebab dalam kemarahannya mereka

telah mem­bunuh orang dan dalam keangkaraannya mereka telah memotong urat keting lembu.
7 1Terkutuklah kemarahan mereka, sebab amarahnya keras, terkutuklah keberangan mereka, sebab berangnya be­ngis. Aku akan amembagi-bagikan mereka di antara

anak-anak Yakub dan menyerakkan mereka di antara anak-anak Israel.
8 1aYehuda, engkau akan dipuji oleh saudara-saudara­mu, tanganmu akan menekan tengkuk musuhmu, kepadamu akan sujud banak-anak ayahmu.
9 Yehuda adalah seperti aanak 1bsinga: setelah mener­kam, engkau naik ke suatu tempat yang 2tinggi, hai anak­ku; ia 2meniarap dan berbaring seperti singa

jantan atau seperti 3singa betina; 4siapakah yang berani memba­ngun­kannya?
10 1aTongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari 2antara kakinya, sam­pai 3dia bdatang yang berhak atasnya, maka

kepadanya akan takluk 4bangsa-bangsa.
11 Ia akan menambatkan 1keledainya pada pohon ang­gur dan anak keledainya pada pohon anggur pilihan; ia akan men­­cuci 2pakaiannya dengan anggur dan bajunya

dengan da­rah buah anggur.
12 Matanya akan 1merah karena anggur dan giginya akan putih karena susu.
13 aZebulon akan diam di tepi pantai laut, ia akan men­ja­di pangkalan 1kapal, dan batasnya akan bersisi dengan 2bSi­don.
14 aIsakhar adalah seperti keledai yang kuat tulangnya, yang 1meniarap diapit 2bbebannya,
15 ketika dilihatnya, bahwa perhentian itu baik dan 1negeri itu permai, maka disendengkannyalah bahunya untuk memikul, lalu menjadi 2budak rodi3.
16 Adapun aDan, ia akan mengadili bangsanya sebagai salah satu 1suku Israel.
17 Semoga Dan menjadi seperti 1ular di jalan, seperti ular beludak di denai yang memagut tumit kuda, se­hing­ga penunggangnya jatuh ke belakang.
18 Aku amenanti-nantikan 1bkeselamatan yang dari pada-Mu, ya TUHAN.
19 aGad, ia akan diserang oleh gerombolan, tetapi ia akan menyerang 1tumit mereka.
20 1aAsyer, makanannya akan 2limpah mewah dan ia akan memberikan santapan raja-raja.
21 aNaftali adalah seperti 1rusa betina yang terlepas; ia akan melahirkan 2anak-anak indah.
22 aYusuf adalah seperti 1pohon buah-buahan yang muda, pohon buah-buahan yang muda pada mata air. Dahan-dahan­nya naik mengatasi tembok.
23 Walaupun pemanah-pemanah telah mengusiknya, me­­ma­­nahnya dan menyerbunya,
24 namun panahnya tetap kokoh dan lengan tangannya tinggal 1liat, oleh pertolongan Yang aMahakuat pelindung Yakub, oleh sebab bgembalanya cGunung Batu

Israel,
25 oleh aAllah ayahmu yang akan menolong engkau, dan oleh 1bAllah Yang Mahakuasa, yang akan 2memberkati engkau dengan cberkat dari langit di atas, dengan

berkat samu­dera raya yang letaknya di bawah, dengan berkat buah dada dan kandungan.
26 Berkat ayahmu melebihi berkat gunung-gunung yang sejak dahulu, yakni yang paling sedap di bukit-bukit yang aberabad-abad; semuanya itu akan turun ke atas

ke­pala Yusuf, ke atas bbatu kepala orang yang 1teristimewa di anta­ra saudara-saudaranya.
27 aBenyamin adalah seperti serigala yang 1menerkam; pa­da waktu pagi ia memakan mangsanya dan pada waktu pe­tang ia membagi-bagi 2rampasannya.”
28 Itulah semuanya suku Israel, dua belas jumlahnya; dan itulah yang dikatakan ayahnya kepada mereka, ketika ia memberkati mereka; tiap-tiap orang

diberkatinya de­ngan berkat yang diuntukkan kepada mereka masing-masing.
(C. Pengalaman Yakub—Lanjutan)
(4. Dimatangkan—Lanjutan)
(b. Manifestasi Kematangan—Lanjutan)
(5) Meninggal secara Unggul
49:29—50:13
29 Kemudian berpesanlah Yakub kepada mereka: “Apa­bila aku nanti dikumpulkan kepada kaum leluhurku, 1kuburkanlah aku di sisi anenek moyangku dalam gua yang

di ladang Efron, orang Het itu,
30 dalam gua yang di ladang aMakhpela di sebelah ti­mur Mamre di tanah Kanaan, ladang yang telah dibeli Abraham dari Efron, orang Het itu, untuk menjadi

kuburan milik.
31 Di situlah adikuburkan Abraham beserta Sara, is­te­ri­­nya; di situlah bdikuburkan Ishak beserta Ribka, isteri­nya,
32 dan di situlah juga kukuburkan Lea; ladang dengan gua yang ada di sana telah dibeli dari orang Het.”
33 Setelah Yakub selesai berpesan kepada anak-anak­nya, ditariknyalah kakinya ke atas tempat berbaring dan ame­ninggallah ia, maka ia dikumpulkan kepada kaum

lelu­hur­­nya.

PASAL 50


1 Lalu aYusuf merebahkan dirinya mendekap muka ayah­nya serta menangisi dan mencium dia.
2 Dan Yusuf memerintahkan kepada tabib-tabib, yaitu hamba-hambanya, untuk merempah-rempahi mayat ayah­nya; maka tabib-tabib itu merempah-rempahi mayat

Israel.
3 Hal itu memerlukan empat puluh hari lamanya, se­bab demikianlah lamanya waktu yang diperlukan untuk me­rem­pah-rempahi, dan orang Mesir amenangisi dia

tujuh puluh hari lamanya.
4 Setelah lewat hari-hari penangisan itu, berkatalah Yusuf kepada seisi istana Firaun: “Jika kiranya aku men­dapat kasihmu, katakanlah kepada Firaun,
5 bahwa ayahku telah menyuruh aku bersumpah, ka­ta­nya: Tidak lama lagi aku akan mati; dalam akuburku yang telah kugali di tanah Kanaan, di situlah kau­ku­

bur­kan aku. Oleh sebab itu, izinkanlah aku pergi ke sana, su­­­pa­­ya aku menguburkan ayahku; kemudian aku akan kem­bali.”
6 Lalu berkatalah Firaun: “Pergilah ke sana dan ku­bur­kanlah ayahmu itu, seperti yang telah disuruhnya engkau bersumpah.”
7 Lalu berjalanlah Yusuf ke sana untuk menguburkan ayahnya, dan bersama-sama dengan dia berjalanlah semua pe­gawai Firaun, para tua-tua dari istananya, dan

semua tua-tua dari tanah Mesir,
8 serta seisi rumah Yusuf juga, saudara-saudaranya dan seisi rumah ayahnya; hanya anak-anaknya serta kam­bing domba dan lembu sapinya ditinggalkan mereka di

ta­nah Gosyen.
9 Baik kereta maupun orang-orang berkuda turut pergi ke sana bersama-sama dengan dia, sehingga iring-iringan itu sangat besar.
10 Setelah mereka sampai ke Goren-Haatad, yang di se­berang sungai Yordan, maka mereka mengadakan di situ ratapan yang sangat sedih dan riuh; dan Yusuf

mengada­­kan aperkabungan tujuh hari lamanya karena ayahnya itu.
11 Ketika penduduk negeri itu, orang-orang Kanaan, me­lihat perkabungan di Goren-Haatad itu, berkatalah mereka: “Inilah perkabungan orang Mesir yang amat

riuh.” Itulah sebabnya tempat itu dinamai 1Abel-Mizraim, yang letaknya di seberang Yordan.
12 Anak-anak Yakub melakukan kepadanya, seperti yang dipesankannya kepada mereka.
13 Anak-anaknya mengangkut dia ke tanah Kanaan, dan mereka menguburkan dia dalam gua di ladang aMakhpela yang telah bdibeli Abraham dari Efron, orang Het

itu, untuk menjadi kuburan milik, yaitu ladang yang di sebe­lah timur Mamre.
(C. Pengalaman Yakub—lanjutan)
(5. Aspek Pemerintahan dari Israel yang Matang
seperti yang Terlihat pada Yusuf—Lanjutan)
l. Memerintah (Lanjutan)
50:14-26
14 Setelah ayahnya dikuburkan, pulanglah Yusuf ke Mesir, dia dan saudara-saudaranya dan semua orang yang tu­rut pergi ke sana bersama-sama dengan dia untuk

me­ngu­bur­kan ayahnya itu.
15 Ketika saudara-saudara Yusuf melihat, bahwa ayah me­reka telah mati, berkatalah mereka: “Boleh jadi Yusuf akan mendendam kita dan membalaskan sepenuhnya

kepada kita segala kejahatan yang telah kita lakukan kepa­danya.”
16 Sebab itu mereka menyuruh menyampaikan pesan ini kepada Yusuf: “Sebelum ayahmu mati, ia telah ber­pe­san:
17 Beginilah harus kamu katakan kepada Yusuf: Am­puni­lah kiranya kesalahan saudara-saudaramu dan dosa mereka, sebab mereka telah berbuat jahat kepadamu.

Maka sekarang, ampunilah kiranya kesalahan yang dibuat hamba-hamba aAllah ayahmu.” Lalu menangislah Yusuf, ketika orang berkata demikian kepadanya.
18 Juga saudara-saudaranya datang sendiri dan asujud di depannya serta berkata: “Kami datang untuk menjadi budak­mu.”
19 Tetapi Yusuf berkata kepada mereka: “1Janganlah takut, sebab aaku inikah pengganti Allah?
20 Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat ter­hadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang

terjadi sekarang ini, yakni amemelihara hidup suatu bangsa yang besar.
21 Jadi janganlah takut, aku akan amenanggung ma­kan­mu dan makan anak-anakmu juga.” Demikianlah ia meng­­hi­­bur­kan mereka dan menenangkan hati mereka

dengan per­kataannya.
22 Adapun Yusuf, ia tetap tinggal di Mesir beserta kaum keluarganya; dan Yusuf hidup seratus sepuluh tahun.
23 Jadi Yusuf sempat melihat aanak cucu Efraim sam­pai ke­turunan yang ketiga; juga anak-anak bMakhir, anak Manasye, lahir di pangkuan Yusuf.
24 Berkatalah aYusuf kepada saudara-saudaranya: “Tidak lama lagi aku akan mati; tentu Allah akan mem­perha­ti­kan kamu dan membawa kamu keluar dari negeri

ini, ke bnegeri yang telah dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub.”
25 Lalu Yusuf menyuruh anak-anak Israel bersumpah, katanya: “Tentu Allah akan memperhatikan kamu; pada wak­tu itu kamu harus 1membawa atulang-tulangku dari

sini.”
26 Kemudian 1amatilah Yusuf, berumur seratus sepuluh tahun. Mayatnya bdirempah-rempahi, dan ditaruh dalam peti mati di Mesir.


Kejadian


Catatan Kaki Pasal 1



Kej 1:11a
Alkitab, yang tersusun dari dua perjanjian, Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, adalah wahyu ilahi Allah kepada manusia, yang lengkap dan tertulis. Wahyu

utama dalam seluruh Alkitab adalah ekonomi ilahi yang unik dari Allah Tri­tunggal yang unik (Ef. 1:10; 3:9; 1 Tim. 1:4b). Sentralitas dan universalitas

ekonomi ilahi ini adalah kekayaan Kristus yang almuhit dan tidak terduga sebagai per­wujudan dan ekspresi Allah Tritunggal (Kol. 2:9; 1:15-19; Yoh. 1:18).

Sasaran ekonomi ilahi adalah gereja sebagai Tubuh, kepenuhan, ekspresi Kristus (Ef. 1:22b-23; 3:8-11), yang akan rampung dalam Yerusalem Baru sebagai

kesatuan, perbauran, dan inkorporasi Allah Tri­tunggal yang telah melalui proses dan rampung dengan umat tripartitNya yang ditebus, dilahirkan kembali,

diubah, dan dimuliakan. Perampungan ekonomi ilahi diwahyukan dalam Alkitab secara progresif dalam banyak langkah, dimulai dengan penciptaan Allah dalam Kej.

1—2 dan diakhiri dengan Yerusalem Baru dalam Why. 21—22. Dalam Perjanjian Lama, isi ekonomi Allah terutama diwahyukan dalam lambang, gambar, dan bayang-

bayang, sedangkan dalam Perjanjian Baru, semua lambang, gambar, dan bayang-bayang itu digenapkan dan direalisasikan. Jadi, Perjanjian Lama adalah foto yang

menggambarkan ekonomi kekal Allah, dan Perjanjian Baru adalah penggenapan yang praktis.
Kejadian, judul kitab ini, adalah ka­ta yang berarti memberi kelahiran, asal mula. Sebagai kitab pertama dalam Alkitab, Kitab Kejadian melahirkan dan

merupakan asal mula kebenaran-kebenaran ilahi dalam Firman kudus. Jadi, benih kebenaran ilahi ditabur dalam kitab ini. Benih ini bertumbuh dan berkembang

dalam kitab-kitab berikutnya, khususnya dalam Perjanjian Baru, dan akhirnya dituai dalam kitab terakhir, Kitab Wahyu.
Kitab Kejadian adalah miniatur wahyu lengkap dari seluruh Alkitab. Wahyu ini dimulai dengan seorang manusia yang diciptakan menurut gambar Allah (1:26) dan

diakhiri dengan seorang manusia yang bernama Israel (32:28; 48:2), seorang yang diubah, seorang manusia yang bukan saja di luaran memiliki gambar Allah,

tetapi yang dalamnya Allah telah menggarapkan diriNya sendiri, menjadikan dia ekspresiNya. Israel yang diubah adalah benih, miniatur Yerusalem Baru.
Kelihatannya, Kejadian 1—2 hanyalah satu catatan penciptaan; sebenarnya, hampir semua butir dalam catatan kedua pasal ini adalah wahyu Kristus, yang adalah

hayat untuk umat Allah (Yoh. 1:1, 4; 11:25; 14:6) untuk menghasilkan dan membangun gereja. Pasal 3—50 menyajikan biografi delapan tokoh dalam dua kelompok,

masing-masing terdiri atas empat orang, mewakili dua ras manusia: Adam, Habel, Henokh, dan Nuh, mewakili ras ciptaan, dan Abraham, Ishak, Yakub, dan Yusuf,

mewakili ras yang dipanggil. Apa yang dicatat terutama bukanlah pekerjaan orang-orang ini, tetapi kehidupan mereka, penghidupan mereka, dan pergaulan mereka

dengan Allah. Dalam Kitab Kejadian Allah memakai catatan penciptaan dan biografi kedelapan tokoh itu untuk mewahyukan kehidupan yang menggenapkan tujuanNya.




Kej 1:12
Mengacu kepada permulaan waktu (cf. Yoh. 1:1). Waktu dimulai pada penciptaan alam semesta dan berlanjut sampai penghakiman terakhir pada takhta putih besar

(Why. 20:11-15). Waktu adalah untuk meng­genapkan tujuan kekal Allah, yang Allah te­tap­kan dalam kekekalan yang lampau (Ef. 3:11) untuk kekekalan yang akan

datang.



Kej 1:13
Ibraninya Elohim, berarti Yang Mahakuasa. Nama Ibrani di sini berbentuk jamak, tetapi kata kerja menciptakan berbentuk tunggal. Selanjutnya, dalam ay. 26

kata ganti jamak Kita dipakai dengan mengacu kepada Allah, sedangkan dalam ay. 27 dipakai kata ganti Dia dan -Nya. Ini adalah benih Trinitas. Allah itu esa

(Yes. 45:5; 1 Kor. 8:4; 1 Tim. 2:5), tetapi Dia juga tiga—Bapa, Anak, dan Roh (Mat. 28:19). Dia adalah Allah Tritunggal. Yang menciptakan adalah Allah

Tritunggal. Lihat cat. 131, alinea 3 dalam 2 Kor. 13.
Kitab Kejadian dibagi menjadi tiga bagian, setiap bagian dimulai dengan satu nama. Bagian pertama (1:1—2:25), dimulai dengan nama Allah, membahas penciptaan

Allah; kedua (3:1—11:32), dimulai dengan ular, membahas peru­sakan ular atas umat manusia; dan ketiga (12:1—50:26), dimulai dengan nama TUHAN (Yehova),

membahas panggilan TUHAN atas manusia yang jatuh.



Kej 1:14
Menciptakan di sini berarti membuat sesuatu yang tidak ada menjadi ada, berbeda dengan menjadikan dalam 2:4 dan membentuk dalam 2:7, dua kata yang mengacu

kepada mengambil se­su­atu yang sudah ada dan memakainya untuk menghasilkan sesuatu yang lain.
Motivasi penciptaan Allah adalah untuk menggenapkan kedambaan Allah dan memuaskan kehendak-Nya (Ef. 1:5, 9). Tujuan penciptaan Allah adalah untuk memuliakan

Anak Allah (Kol. 1:15-19) dan menyatakan Allah sendiri (Mzm. 19:2-3; Rm. 1:20 dan cat. 1 dan 2), khususnya dalam manusia (1 Tim. 3:16) melalui Anak-Nya,

Kristus, yang adalah perwujudan Allah dan gambar, ekspresi Allah (Kol. 2:9; 1:15). Dasar dari penciptaan Allah adalah kehendak dan rencana Allah (Ef. 1:10

dan cat. 1; Why. 4:11 dan cat. 3). Sarana penciptaan Allah adalah Anak Allah (Kol. 1:15-16; Ibr. 1:2b) dan Firman Allah (Ibr. 11:3; Yoh. 1:1-3), keduanya

adalah Kristus (Yoh. 1:1, 18; Why. 19:13).



Kej 1:15
Dalam proses penciptaan Allah, langit dan malaikat diciptakan lebih dulu, dan bumi, mungkin dengan makhluk-makhluk hidup, diciptakan belakangan (Ayb. 38:4-7

dan cat. 71).



Kej 1:21
Lit., Tetapi bumi menjadi... Allah menciptakan bumi secara teratur (Ayb. 38:4-7; Yes. 45:18). Tetapi di sini dan menjadi selanjutnya dalam ayat ini

menunjukkan bahwa sesuatu telah terjadi, menyebabkan ciptaan Allah menjadi “sia-sia dan kosong”. Peristiwa bencana ini adalah penghakiman Allah atas alam

semesta pra-Adam setelah pemberontakan Iblis. Penghakiman ini dilaksanakan atas Iblis, atas malaikat-malaikat, dan atas makhluk-makhluk hidup pra-Adam di

bumi yang ber­ga­bung dengan Iblis dalam pem­be­ron­takannya, dan atas langit dan bumi sendiri. Lihat Yes. 14:12-15 dan cat.; Yeh. 28:12-19 dan cat.



Kej 1:22
Lit., sia-sia dan kosong. Bila kata sia-sia dan kosong dipakai ber­sama-sama dalam Perjanjian Lama, mereka menyatakan akibat peng­ha­kiman Allah (cf. Yer.

4:23; Yes. 24:1; 34:11). Gelap gulita menutupi samu­de­ra raya juga satu tanda penghakiman Allah (cf. Kel. 10:21-22; Why. 16:10).



Kej 1:23
Dalam Alkitab, air melam­bang­kan hayat (Yoh. 4:10, 14; 7:38; Why. 22:1), atau kematian (Kej. 7:17-24; Kel. 14:21-30; Yoh. 3:5; Rm. 6:3). Air di sini

melambangkan kematian. Sebagai akibat dari penghakiman Allah atas alam semesta pra-Adam, seluruh bumi ditutupi dengan samudera raya, melambangkan bumi

dipenuhi dengan kematian dan di bawah kematian. Lihat cat. 232 dalam Mrk. 1, 16 dalam 1 Tim. 4, dan 13 dalam Why. 21.



Kej 1:24
Ayat 1 adalah satu catatan penciptaan Allah sebermula. Ayat 2a menjelaskan penghakiman Allah atas alam semesta pra-Adam. Seluruh bagian dari 1:2b–2:3 tidak

menjelaskan penciptaan Allah sebermula, tetapi pemulihan Allah atas alam semesta yang rusak, ditambah penciptaanNya yang lebih lanjut, dalam enam

hari.



Kej 1:25
Ibraninya ruach, bisa diterjemahkan roh, angin, nafas. Ini adalah kali pertama Roh disebutkan dalam Alkitab. Roh Allah, sebagai Roh hayat (Rm. 8:2), datang

untuk mengerami air kematian untuk menunaskan hayat, khususnya manusia (ay. 26), bagi tujuan Allah. Dalam pengalaman rohani, kedatangan Roh adalah syarat

pertama untuk menghasilkan hayat (Yoh. 6:63a).



Kej 1:26
Lit., mengerami.




31 Setelah Roh mengerami (ay. 2b), firman Allah datang membawa masuk terang (cf. Mzm. 119:105, 130). Dalam pengalaman rohani, kedatangan firman adalah syarat

kedua untuk me­ng­hasilkan hayat (Yoh. 5:24; 6:63b), dan ke­datangan terang adalah syarat ke­tiga (Mat. 4:13-16; Yoh. 1:1-13).
Roh, firman, dan terang adalah sarana yang dipakai Allah untuk me­ng­hasilkan hayat guna menggenapkan tujuan-Nya. Roh, firman, dan terang se­muanya berasal

dari hayat (Rm. 8:2; Flp. 2:16; Yoh. 8:12b). Kristus sebagai Roh ada­lah realitas Allah (Rm. 8:9-10; 2 Kor. 3:17; Yoh. 16:13-15); Kristus se­bagai Firman

adalah pembicaraan Allah (Yoh. 1:1; Ibr. 1:2); dan Kristus sebagai te­rang adalah pancaran Allah (Yoh. 8:12a; 9:5).
41 Pemisahan terang dari gelap untuk tujuan membedakan siang dari malam (ay. 5; cf. 2 Kor. 6:14b) adalah syarat keempat untuk menghasilkan hayat.
61 Atmosfer, udara di sekeliling bumi.
62 Pemisahan air melalui men­ja­di­kan cakrawala di antara mereka, se­cara rohani, melambangkan memi­sah­kan hal-hal surgawi dari hal-hal bumiah melalui

pekerjaan salib (Kol. 3:1-3; Ibr. 4:12), adalah syarat kelima untuk menghasilkan hayat.
81 Pada akhir hari kedua tidak di­se­­­but­kan bahwa Allah mengatakan cakra­wala (uda­­­ra) dan air itu baik (cf. ay. 4, 10, 12, 18, 21, 25). Ini dikarena­

kan di angkasa ada malaikat-malaikat yang jatuh (Ef. 2:2; 6:12), dan air ada­lah tempat tinggal setan-setan (Mat. 12:43 dan cat.).
91 Munculnya daratan kering ada­lah syarat keenam untuk menghasilkan hayat. Hal ini terjadi pada hari ketiga, berhubungan dengan hari kebangkitan (1 Kor.

15:4). Dalam Alkitab laut mewakili kematian dan daratan me­wakili Kristus (lihat cat. 71 dalam Ul. 8) sebagai sumber penghasilan hayat. Setelah daratan

muncul, setiap jenis hayat—hayat tumbuh-tumbuhan, hayat bina­tang, dan bahkan hayat manusia—di­ha­silkan dari daratan ini (ay. 11-12, 24-27; 2:7). Ini

melambangkan hayat ilahi de­ngan semua kekayaannya ber­asal da­ri Kristus. Pada hari ketiga, Kristus keluar dari kematian dalam ke­bangkitan untuk

menghasilkan hayat (Yoh. 12:24; 1 Ptr. 1:3) untuk menyusun gereja.
101 Memisahkan daratan dari laut melambangkan memisahkan hayat dari ke­ma­tian. Sejak hari kedua (ay. 6-7) Allah mulai bekerja untuk me­ngu­rung dan

membatasi air kematian yang me­nu­t­upi bumi (cf. Yer. 5:22). Akhir­nya, ketika pekerjaan Allah rampung, dalam langit baru dan bumi baru tidak akan ada lagi

laut (Why. 21:1 dan cat. 3). Se­lanjutnya, dalam Yerusalem Baru tidak akan ada lagi malam (Why. 21:25 dan cat. 2). Ini berarti kematian dan kegelapan akan

di­singkirkan.
111 Lit., rumput. Pasim. Hayat tum­buh-tum­buhan adalah bentuk hayat yang paling rendah, suatu hayat tanpa ke­sa­daran, mengacu kepada tahap awal ha­yat

ilahi dalam kaum beriman yang ba­ru dilahirkan kembali (cf. 1 Kor. 3:6). Berbagai ragam hayat tumbuh-tumbuh­an melambangkan ekspresi yang kaya dari kekayaan

hayat Kristus yang ti­dak ter­duga dalam keindahannya di pan­dangan manusia (Kej. 2:9), da­lam ke­ha­ruman­nya (Kid. 1:12-13) dan dalam perawatan yang

diberikannya kepada ma­nusia dan binatang (Kej. 1:29-30). Pohon-pohon (Kej. 2:9; Kel. 15:23-25; Kid. 2:3; 5:15; Yes. 11:1; Yoh. 15:1; Why. 22:2), bunga-bunga

(Kid. 1:14), dan biji-bijian se­ba­­gai makanan untuk manusia (Yoh. 6:9, 13) dan se­bagai kur­ban untuk Allah (Im. 2:1-3, 14) se­mua­nya melambangkan

Kristus.
112 Lit., menurut jenisnya. Pasim.
121 Lit., menurut jenisnya.
141 Menurut wahyu seluruh Al­ki­tab, terang adalah untuk hayat, terang dan hayat selalu berjalan bersama (Mzm. 36:10; Mat. 4:16; Yoh. 1:4; 8:12; 1 Yoh. 1:1-

7). Se­ma­kin tinggi terang, semakin tinggi hayatnya. Terang yang tidak tegas pada hari pertama (ay. 3) cukup untuk menumbuhkan bentuk-bentuk hayat yang

paling rendah; terang yang lebih solid dan tegas dari benda-benda penerang—matahari, bulan, dan bintang-bintang (ay. 16; Mzm. 136:7-9)—pada hari keempat

diperlukan untuk meng­ha­silkan bentuk hayat yang lebih ting­gi, termasuk hayat manusia. Ini menun­jukkan, untuk ke­lahiran kembali rohani kita, terang “hari

per­tama” sudah cu­kup; tetapi untuk bertumbuh dalam ha­yat ilahi sampai matang, terang yang le­bih kaya dan kuat, terang “hari ke­empat” diperlukan.
142 Semua tanda, musim, hari, dan tahun adalah bayang-bayang Kristus (Kol. 2:16-17).
161 Meskipun matahari, bulan, dan bintang-bintang telah diciptakan sebe­lum­nya (cf. Ayb. 38:7), Allah meng­hen­tikan fungsinya ketika Dia menghakimi langit

dan bumi setelah pemberontakan Iblis (lihat cat. 51 dalam Ayb. 9). Pada hari keempat fungsinya dipulihkan untuk menghasilkan bentuk hayat yang lebih tinggi.
162 Matahari (Mzm. 136:8), me­lam­bangkan Kristus (Mal. 4:2; Luk. 1:78-79; Mat. 4:16; Ef. 5:14). Kaum ber­iman pe­­me­nang juga disamakan de­ngan mata­hari

oleh Tuhan Yesus (Mat. 13:43a).
163 Bulan (Mzm. 136:9). Dalam mim­pi Yusuf, ayahnya disamakan de­ngan matahari, ibunya disamakan de­ngan bulan, dan saudara-saudaranya disama­kan dengan

bintang-bintang (37:9). Bulan dapat di­anggap gam­baran ge­reja, istri Kristus (cf. Kid. 6:10). Bu­lan ti­dak memiliki terangnya sendiri te­ta­pi bercahaya

di malam hari melalui me­mantul­kan terang matahari. Demi­kian juga, gereja bercahaya di malam yang gelap zaman gereja melalui meman­­tulkan terang ilahi

Kristus (cf. Flp. 2:15).
164 Bintang-bintang pertama-tama melambangkan Kristus (Bil. 24:17; 2 Ptr. 1:19; Why. 22:16b). Meskipun Kristus ada­lah matahari sejati, Dia tidak muncul

sebagai matahari selama zaman malam hari ini. Sebaliknya, Dia bercahaya sebagai bin­tang timur yang gilang-gemilang (Why. 22:16 dan cat. 4). Bintang-bintang

juga melam­bangkan kaum beriman pemenang (Dan. 12:3; cf. Why. 1:20). Terang dari bin­tang-bintang diperlukan khususnya ketika bulan redup; demikian juga, ca

­haya kaum beriman pemenang se­ba­gai bintang-bintang surgawi diperlukan khu­susnya pada masa ke­me­ro­sot­an gereja (Why. 2:7, 11, 17, 26-28; 3:5, 12, 20-

21).
181 Penguasaan terang hari ke­em­pat juga menguatkan pemisahan terang dari gelap dalam ay. 4. Keduanya di­perlukan untuk per­tumbuhan hayat.
201 Lit., binatang-binatang. Ini adalah hayat binatang dengan ke­sa­dar­an yang terendah, berkaitan dengan lang­kah pertama dalam pertumbuhan hayat kaum

beriman (cf. 1 Yoh. 2:13). Hayat binatang di laut me­lam­bangkan kekayaan hayat Kristus dalam kuat kuasa yang mengalahkan kematian (yang dilambangkan oleh

air asin) dalam hidup-Nya. Sama seperti ikan dapat hidup di air asin tan­pa menjadi asin, Kristus dan kaum beriman-Nya, yang memiliki hayat ilahi, dapat hi­

dup dalam dunia setani tanpa “diasinkan” oleh ke­bobrokan dunia (cf. Yoh. 14:30; 17:15-16). Hayat binatang di laut juga memperlihatkan kekayaan hayat Kristus

dalam memberi makan manusia dengan kekayaan-Nya (Yoh. 6:9a; 21:9).
202 Hayat burung lebih tinggi dari­pada hayat ikan. Ikan dapat hidup dalam air kematian, tetapi burung-burung dapat me­lampaui air kematian. Melalui

bertumbuh lebih lanjut dalam hayat ilahi, kaum beriman mampu me­lampaui semua rintangan di bumi (cf. Yes. 40:31). Hayat burung me­lam­bang­kan kekayaan hayat

Kristus se­perti ter­lihat pada diri-Nya sebagai rajawali untuk membawa umat te­busan Allah kepada tujuan-Nya (Kel. 19:4; Ul. 32:11-12; Why. 12:14) dan dalam

diri-Nya sebagai burung tekukur atau mer­pati untuk dipersembahkan kepada Allah karena dosa-dosa umat Allah (Im. 1:14; 5:7).
241 Lit., menurut jenisnya.
242 Ternak dan binatang-binatang di bumi adalah hayat yang lebih tinggi dengan kesadaran yang lebih tinggi daripada ikan dan burung-burung, hayat yang dapat

meram­pungkan sesuatu di bumi. Binatang-binatang dan ternak di darat melambangkan kekayaan hayat Kristus seperti terlihat dalam Kristus sebagai singa yang

menak­lukkan (Why. 5:5) untuk berperang bagi eko­nomi Allah, seperti terlihat dalam Kristus se­bagai domba dan anak lembu untuk di­persembahkan kepada Allah

guna meng­genapkan penebusan sem­pur­na Allah (Im. 1:2-3, 10; 3:1, 6, 12; 4:3; 5:6; Yoh. 1:29; 1 Ptr. 1:19; Why. 5:6-9), dan se­per­ti terlihat dalam Kristus

se­ba­gai lem­bu untuk memikul tang­gung jawab dan berjerih lelah dengan setia bagi perampungan ke­hen­dak Allah (Mat. 20:28; Yoh. 6:38). Melalui per­tum­

buh­an hayat ilahi yang lebih lanjut, kaum beriman dalam Kristus dapat me­nem­puh hidup di bumi yang berguna untuk menggenapkan kehendak Allah (cf. 1 Kor.

3:2; Gal. 6:2; 1 Kor. 15:58).
243 Lihat cat. 266.
251 Lit., menurut jenisnya.
261 Baiklah Kita mewahyukan bah­­wa satu rapat diadakan di antara Tiga ke-Allahan sehubungan dengan pen­cip­taan manusia. Keputusan untuk men­cip­takan

manusia telah ditetapkan oleh Allah Tritunggal dalam ke­ke­kalan yang lampau, menunjukkan bahwa pencip­taan manusia adalah untuk tu­juan ke­kal Allah

Tritunggal (Ef. 3:9-11). Mak­­sud Allah dalam menciptakan manusia adalah untuk melaksanakan eko­nomi ilahi-Nya guna me­nyalurkan diri-Nya ke dalam manusia (1

Tim. 1:4 dan cat. 3 alinea 1). Hal ini sepenuhnya dising­kapkan dalam kitab-kitab selan­jutnya.
262 Atau, umat manusia; Ibraninya Adam. Demikian juga dalam ayat se­lanjutnya. Hayat manusia adalah hayat ciptaan yang tertinggi, hayat yang dapat

mengekspresikan Allah dalam gambar dan rupa-Nya dan dapat melak­sa­na­kan kekuasaan untuk Allah. Adam, ma­nu­sia pertama, melambangkan Kristus (Rm. 5:14; 1

Kor. 15:45, 47; Mzm. 8:5-9; Ibr. 2:6-9) sebagai inti ciptaan Allah (Kol. 1:16-17), sebagai Kepala semua cip­ta­an (Kol. 1:15) dan semua laki-laki (1 Kor.

11:3), sebagai ekspresi Allah da­lam gambar dan rupa Allah (Ibr. 1:3; 2 Kor. 4:4; Kol. 1:15), dan sebagai wa­kil Allah untuk berkuasa atas se­ga­la makhluk

yang diciptakan oleh Allah (Mzm. 8:7-9; Mat. 28:18).
263 Gambar Allah, mengacu ke­pa­da ba­gian batin Allah, adalah ekspresi esens batin atribut-atribut Allah, yang paling utama adalah kasih (1 Yoh. 4:8), te­

rang (1 Yoh. 1:5), kekudusan (Why. 4:8), dan kebenaran (ke­adilan—LAI, Yer. 23:6). Rupa Allah, mengacu ke­pada ben­tuk Allah (Flp. 2:6), adalah ekspresi

esens dan sifat persona Allah. Jadi, gam­bar Allah dan rupa Allah se­harus­nya tidak dianggap sebagai dua hal yang terpisah. Keba­jikan-kebajikan ba­ti­ni

manusia, yang dicip­ta­kan dalam roh manusia, adalah salinan (kopi) atri­­but-atribut Allah dan adalah sarana ma­­nusia untuk mengekspresikan atribut-atribut

Allah. Ben­tuk luaran manusia, yang diciptakan sebagai tubuh manusia, adalah salinan (kopi) bentuk Allah. Ja­di, Allah menciptakan manusia sebagai dupli­kat

diri-Nya sendiri supaya ma­nusia dapat memiliki kapasitas untuk menampung Allah dan mengekspresikan Dia. Semua makhluk hidup lainnya di­ciptakan “menurut

jenisnya” (ay. 11-12, 21, 24-25), tetapi ma­nusia diciptakan menurut jenis Allah (cf. Kis. 17:28-29a). Karena Allah dan manusia berjenis sa­ma, ma­nusia

mampu bersatu dengan Allah dan hidup bersama Dia dalam ke­­­satuan yang organik (Yoh. 15:5; Rm. 6:5; 11:17-24; 1 Kor. 6:17).
Kristus, Anak, sebagai perwu­judan Allah (Kol. 2:9), adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, ekspresi esens atribut-atribut Allah (Kol. 1:15; 2 Kor. 4:4;

Ibr. 1:3). Manusia diciptakan me­nurut Kristus dengan maksud supaya Kristus dapat masuk ke da­lam manusia dan diekspresikan melalui ma­nusia (Kol. 1:27; Flp.

1:20-21a). Manusia yang di­ciptakan adalah satu bejana hidup, wa­dah untuk diisi Kristus (Rm. 9:21, 23; 2 Kor. 4:7). Akhirnya, dalam inkar­nasi-Nya Kristus

mengenakan sifat ma­nusia dan men­jadi serupa dengan manusia (Flp. 2:6-8), se­hingga melalui kematian dan kebangkitan-Nya, ma­nu­sia bisa memper­­oleh hayat

Allah yang ilahi dan kekal (1 Ptr. 1:3; 1 Yoh. 5:11-12) dan oleh ha­yat ini diubah dan diserupakan dengan gambar Kristus secara batini (2 Kor. 3:18; Rm.

8:29), dan ditransfigurasi ke da­­lam rupa tubuh mulia Kristus secara lahiriah (Flp. 3:21), supaya dia bisa men­jadi sama se­perti Kristus (1 Yoh. 3:2b) dan

bisa meng­­eks­presikan Allah ber­sama Dia kepada alam semesta (Ef. 3:21).
Manusia yang diciptakan adalah satu dup­­likat Allah dalam gambar dan rupa Allah, tetapi dia tidak memiliki realitas Allah atau hayat Allah. Jadi, dia masih

perlu menerima Allah se­ba­gai hayatnya melalui makan pohon ha­yat, supaya dia bisa memiliki re­alitas Allah untuk mengekspresikan Dia (Kej. 2:9 dan cat. 2).
264 Kata ganti mereka di sini dan dalam ay. 27-28, juga dalam 5:2, me­nunjukkan bahwa Adam adalah satu ma­nusia korporat, satu manusia ko­lek­tif, mencakup

seluruh umat manusia. Allah tidak menciptakan banyak ma­nus­ia; Dia menciptakan umat manusia secara kolektif dalam satu persona, Adam. Allah menciptakan satu

ma­nu­sia korporat demikian dalam gambar-Nya dan me­nu­rut rupa-Nya sehingga umat manusia dapat mengekspresikan Allah secara korporat.
265 Allah menciptakan satu ma­nu­sia korporat bukan hanya untuk meng­ekspresikan diri-Nya dengan gam­bar-Nya, tetapi juga untuk mewakili Dia dengan

menjalankan kekuasaan-Nya atas segala makhluk. Maksud Allah mem­­berikan kuasa kepada manusia ada­­lah (1) untuk menundukkan musuh Allah, Iblis, yang

memberontak mela­wan Allah; (2) untuk memulihkan bumi, yang di­rampas oleh Iblis; dan (3) untuk men­ja­lankan ke­ku­asaan Allah atas bumi agar Kerajaan Allah

dapat da­tang ke bumi, kehendak Allah dapat terjadi di bumi, dan kemuliaan Allah dapat dinyatakan di bumi (Mat. 6:10, 13b).
Maksud Allah ialah agar manusia mengekspresikan Allah dalam gambar-Nya dan mewakili Allah dengan keku­asaan-Nya; ini digenapkan bukan da­lam Adam sebagai

manusia pertama (1 Kor. 15:45a), manusia lama (Rm. 6:6), te­­­tapi dalam Kristus sebagai manusia kedua (1 Kor. 15:47b dan cat. 3), ma­nu­sia baru (Ef. 2:15

dan cat. 7), ter­di­­­ri atas Kristus sebagai Kepala dan ge­re­ja sebagai Tubuh-Nya (Ef. 1:22-23; 1 Kor. 12:12 dan cat. 2; Kol. 3:10-11 dan cat. 119). Hal

ini sepenuhnya di­ge­nap­kan dalam kaum beriman pe­me­­­nang, yang memperhidupkan Kristus untuk eks­presi korporat-Nya (Flp. 1:19-26) dan akan me­­miliki

kuasa atas bangsa-bangsa dan memerintah sebagai raja bersama Kristus dalam Kerajaan Se­ribu Tahun (Why. 2:26-27; 20:4, 6). Hal ini akhir­nya akan digenapkan

da­lam Yerusalem Baru, yang akan mengekspre­sikan gam­bar Allah, memiliki ke­mu­liaan-Nya dan mengemban penampakan-Nya (Why. 4:3a; 21:11, 18a), dan juga

melak­sana­kan otoritas ilahi-Nya untuk menja­lan­kan kekuasaan Allah atas alam semesta sampai selama-lamanya (Why. 21:24; 22:5).
266 Melambangkan Iblis, ular (3:1, 14; Why. 12:9), dan malaikat-malaikat­nya (Mat. 25:41; Why. 12:4a, 7b), de­mi­­kian juga setan-setan yang mengikuti Iblis

(cf. Luk. 10:19). Lihat cat. 62, alinea 1 dalam Why. 4.
281 Taklukkanlah di sini me­nyi­rat­­­kan bahwa perang sedang berkecamuk di bumi antara Allah dengan musuh-Nya, Iblis. Siapa pun yang memperoleh bumi akan

memiliki kemenangan. Manusia diciptakan oleh Allah untuk menundukkan, menaklukkan bumi, dan memulihkannya bagi Allah.
291 Lihat cat. 31 dalam ps. 9.
311 Sebelumnya Allah telah ber­kata “baik” (ay. 4, 10, 12, 21, 25), te­tapi di sini Dia berkata “sungguh amat baik” kar­ena Adam memiliki gambar Allah dan

telah diberi kekuasaan Allah.

Pasal 2

21 Allah beristirahat karena Dia telah menyelesaikan pekerjaan-Nya dan dipuaskan. Kemuliaan Allah di­nya­takan karena manusia memiliki gam­bar-Nya, dan

kuasa-Nya harus di­ja­lan­kan untuk menaklukkan musuh-Nya, Iblis. Selama manusia mengeks­presikan Allah dan menanggulangi musuh Allah, Allah dipuaskan dan

mendapat per­hen­tian.
Selanjutnya, hari ketujuh diper­ingati se­bagai hari Sabat (Kel. 20:8-11). Hari ketujuh Allah adalah hari per­ta­ma manusia. Allah telah menyiapkan se­gala

sesuatu untuk kenikmatan ma­nu­sia. Setelah diciptakan, manusia tidak bergabung dengan pekerjaan Allah; dia memasuki perhentian Allah. Ma­nusia di­ciptakan

bukan untuk bekerja, tetapi untuk dipuaskan bersama Allah dan beristirahat bersama Allah (cf. Mat. 11:28-30). Hari Sabat dibuat un­tuk ma­nusia, bukan

manusia untuk hari Sabat (Mrk. 2:27).
Perhentian di sini adalah satu be­nih yang berkembang di seluruh Alkitab dan dituai dalam Kitab Wahyu. Per­kembangan benih ini mencakup per­hen­tian hari

Sabat (Kel. 20:8-11) dan per­hentian tanah permai (Ul. 12:9; Ibr. 4:8) dalam Perjanjian Lama, perhen­ti­an Hari Tuhan dalam Perjanjian Baru (Why. 1:10; Kis.

20:7; 1 Kor. 16:2), dan per­hen­­tian Kerajaan Seribu Ta­hun (Ibr. 4:1, 3, 9, 11). Peram­pungan perhentian adalah perhentian langit baru dan bumi baru dengan

Yeru­sa­lem Baru, yang di dalamnya semua orang kudus yang tertebus akan meng­eks­pre­sikan kemuliaan Allah (Why. 21:11, 23) dan memerintah bersama otoritas

Allah (Why. 22:5b) sampai se­lama-lamanya. Lihat cat. 91 dalam Ibr. 4.
41 Kedambaan dan tujuan Allah memiliki manusia korporat untuk meng­ekspresikan Dia dalam gambar-Nya dan untuk mewakili Dia dengan kuasa-Nya disingkapkan

dalam 1:1—2:3. Sisa ps. 2 ada­lah catatan tam­bahan untuk mewahyukan jalan, pro­sedur yang Allah ambil untuk meram­pungkan tujuan-Nya. Jalan ini adalah

hayat. Untuk meng­ekspresikan Allah dan mewakili Allah, manusia harus memiliki Allah sebagai hayatnya, yang dilambangkan oleh pohon hayat dalam ay. 9.
42 Lihat cat. 14, alinea 1 dalam ps. 1. Pertama, Allah menciptakan langit dan bumi (1:1); kemudian Dia men­jadikan bumi dan langit. Dalam pen­ciptaan Allah,

penciptaan yang per­ta­ma adalah langit dan kemudian bumi (1:1), sedangkan dalam pemulihan dan penciptaan lebih lanjut Allah, pen­cip­ta­an yang pertama

adalah bumi dan kemudian langit.
43 Lit., Pada hari.
44 Elohim (1:1) adalah nama Allah dalam hubungan-Nya dengan pencip­taan, sedangkan Yehova (TUHAN, LAI) adalah nama Allah dalam hubungan-Nya dengan manusia.

Yehova berarti Aku adalah Aku (Kel. 3:14; cf. Yoh. 8:24, 28, 58), menunjukkan bahwa Yehova adalah Sang kekal yang swa-ada dan kekal ada, Dia yang sudah ada,

yang ada, dan yang akan datang (Why. 1:4).
51 Ini melambangkan, tidak ada ma­nusia yang bekerja bersama Allah me­lalui jerih lelah manusia dalam koordinasi dengan jerih lelah ilahi-Nya (cf. Yoh. 5:17;

1 Kor. 3:9). Bila ma­nu­­­sia berjerih lelah dalam koordinasi de­ngan jerih lelah Allah, Allah me­mi­liki dasar untuk mengirim hujan, me­lam­­bangkan Roh

hayat-Nya (Yl. 2:23, 28-29), berbaur dengan manu­sia, debu tanah (ay. 7), untuk meng­hasilkan ha­yat.
71 Seperti seorang tukang periuk membentuk tanah liatnya. Lihat cat. 14, alinea 1 dalam ps. 1.
72 Ibraninya adam. Langkah per­tama prosedur Allah dalam meng­ge­nap­kan tujuan-Nya adalah menciptakan ma­nusia sebagai bejana untuk diisi diri-Nya sebagai

hayat (Rm. 9:21, 23; 2 Kor. 4:7; 2 Tim. 2:21).
73 Tubuh manusia, yang dibentuk dari debu tanah, adalah bentuk luaran manusia dan merupakan organ manusia untuk mengontak ruang lingkup materi.
74 Ibraninya adamah.
75 Ibraninya neshamah, diterje­mah­kan roh dalam Ams. 20:27, menun­jukkan bahwa nafas hayat dihembuskan ke dalam tubuh ma­nusia menjadi roh manusia, roh

insani (cf. Ayb. 32:8). Roh manusia adalah organ batin ma­nusia un­tuk mengontak Allah, menerima Allah, diisi Allah, dan me­ng­­­asimilasi Allah ke dalam

seluruh diri­nya sebagai hayatnya dan segala se­su­a­tu­nya. Roh ini secara khusus dibentuk oleh Allah dan men­du­duki tempat yang sama pen­ting dengan

langit dan bumi dalam Firman kudus Allah (Za. 12:1). Roh ma­nusia adalah untuk me­nyembah Allah (Yoh. 4:24), untuk di­la­hirkan kembali oleh Allah (Yoh.

3:6b), dan disatu­kan dengan Allah (1 Kor. 6:17; 2 Tim. 4:22) supaya ma­nusia dapat berjalan dan hidup dalam satu kesatuan or­ga­nik dengan Allah (Rm. 8:4b)

untuk menggenapkan tu­ju­an Allah.
Nafas hayat yang dihembuskan ke dalam hidung manusia bukan hayat kekal Allah atau Roh Allah. Li­hat cat. 382 dalam Luk. 3. Manusia ba­ru me­nerima Roh Allah

ketika Tuhan meng­hembuskan Roh Kudus ke dalam murid-murid-Nya pada hari kebang­kitan­Nya (Yoh. 20:22). Namun, karena dihasil­kan dari nafas hidup Allah, roh

manusia sangat mirip dengan Roh Allah. Jadi, transmisi antara Allah Roh dengan roh manusia dimungkinkan, dan roh manusia dapat mengontak Allah dan bersatu

dengan Allah (Rm. 8:16 dan cat. 2; 1 Kor. 6:17 dan cat. 2)
Roh manusia memiliki tiga fungsi: hati nurani, memampukan manusia me­ngenal apa yang Allah benarkan dan apa yang Dia hakimi (Rm. 9:1 dan cat. 2);

persekutuan, supaya manusia da­pat mengontak Allah, menyembah Allah, dan berkomunikasi dengan Allah (Yoh. 4:24; Ef. 6:18a; Rm. 1:9); dan intuisi, mem­beri

manusia perasaan langsung dan penge­nalan langsung dari Allah (Mrk. 2:8; 1 Kor. 2:11).
76 Lit., Jiwa. Jiwa manusia, yang ada­lah personanya, dirinya (Kel. 1:5; Kis. 2:41), tidak dibentuk dari unsur ter­tentu tetapi dihasilkan dari berga­bung­­

nya roh manusia dengan tubuh manusia. Jiwa, yang tersusun dari pi­kir­an, emosi, dan tekad manu­sia, me­mi­liki kesadaran psikologis untuk me­ngon­tak ruang

lingkup psikologis.
Allah beraspek tritunggal—Bapa, Anak, dan Roh (Mat. 28:19); dan ma­nusia beraspek tripartit—roh dan jiwa dan tubuh (1 Tes. 5:23). Allah Tritunggal

menciptakan manusia tri­partit demi­ki­an untuk menjadi satu bejana yang hi­dup supaya manusia da­pat memiliki kemampuan untuk me­nam­pung Allah dan bersatu

dengan Allah secara or­ga­­nik (Yoh. 15:4-5; Rm. 11:17-24) men­jadi organisme-Nya untuk ekspresi-Nya dalam keinsanian. Lihat cat. 235 da­lam 1 Tes. 5 dan

cat. 123 dan 124 dalam Ibr. 4.
81 Satu kata Ibrani yang berarti sukaria.
91 Menunjukkan bahwa Allah ingin me­nyenangkan manusia dan mem­bu­at­nya ber­gembira. Allah ingin manusia senang bersama Dia dan puas bersama Dia (Mzm. 100;

Flp. 4:4)
92 Atau, pohon hayat. Langkah kedua dari prosedur Allah dalam meng­genapkan tujuan-Nya adalah menem­pat­kan manusia yang diciptakan di depan pohon hayat,

yang melambang­kan Allah Tritunggal yang diwujudkan dalam Kristus se­ba­gai ha­yat untuk manusia dalam bentuk ma­kanan. Allah menempatkan ma­nu­sia di depan

pohon hayat menun­jukkan bah­wa Allah ingin manusia menerima Dia sebagai hayat manusia melalui ma­kan Dia secara organik dan menga­si­milasi Dia secara

metabolis, supaya Allah dapat menjadi susunan diri ma­nu­sia. Me­nu­rut Yoh. 1:1, 4, hayat ada dalam Firman, yang adalah diri Allah. Hayat ini—hayat Allah

yang ilahi, ke­kal, dan bu­kan ciptaan—adalah Kristus (Yoh. 11:25; 14:6; Kol. 3:4a), yang ada­lah perwu­judan Allah (Kol. 2:9). Po­hon hayat bertum­buh

sepan­jang dua sisi sungai air hayat (Why. 22:1-2), menun­juk­kan bah­wa pohon ini adalah pohon anggur. Ka­rena Kristus adalah pokok anggur (Yoh. 15:1) dan

juga ada­lah ha­­yat, Dia adalah pohon hayat. Dia dipro­ses melalui inkarnasi, penya­lib­an, dan ke­bang­kitan supaya ma­nusia da­pat me­miliki hayat dan

hidup me­la­lui makan Dia (Yoh. 10:10b; 6:51, 57, 63).
93 Pohon pengetahuan yang baik dan jahat melambangkan Iblis sebagai sumber kematian manusia (Ibr. 2:14). Pohon ini juga melambangkan segala sesuatu yang

terpisah dari Allah, ka­rena segala sesuatu yang bukan Allah sendiri, termasuk hal-hal yang baik dan bahkan hal-hal yang alkitabiah dan hal-hal yang agamawi,

dapat di­pergunakan oleh Iblis, si licik untuk membawa kematian kepada ma­nusia. Bahkan Alkitab yang diilhamkan Allah dan hukum Taurat yang diberikan Allah

dapat dipergunakan Iblis sebagai pohon penge­ta­huan untuk mendatangkan ke­matian (Yoh. 5:39-40; 2 Kor. 3:6b).
Pohon hayat menyebabkan ma­nu­sia bersandar kepada Allah (Yoh. 15:5), se­dang­kan pohon pengetahuan me­nye­babkan ma­nusia memberontak melawan Allah dan

merdeka dari Dia (cf. Kej. 3:5). Kedua pohon itu meng­hasilkan dua garis––garis hayat dan garis ke­ma­tian—yang menyusuri se­lu­ruh Alkitab dan berakhir

dalam Kitab Wahyu. Ke­matian dimulai dengan pohon penge­tahuan (ay. 17) dan diakhiri dengan laut­an api (Why. 20:10, 14). Hayat di­mu­lai dengan pohon hayat

dan diakhiri dengan Yerusalem Baru, kota air hayat (22:1-2).
101 Sungai di sini melambangkan sungai air hayat. Di sepanjang sungai ini, pohon hayat bertumbuh (Why. 22:1-2 dan cat. 12, 13, dan 22). Sungai ini memuaskan

dahaga manusia dan meng­­airi taman supaya hayat dapat ber­tum­buh. Pada permulaan dan akhir Alkitab ada pohon hayat dan sungai yang mengalirkan air hidup.
102 Sungai itu mengalir dari Eden me­lambangkan sungai air hayat meng­alir dari Allah (Why. 22:1), menunjuk­kan bahwa Allah adalah sumber air hayat untuk

manusia minum (cf. Yoh. 4:10; 7:37).
103 Angka empat melambangkan ma­nu­sia, makhluk ciptaan (Yeh. 1:5). Satu su­ngai men­­jadi empat cabang melam­bang­kan bah­wa su­ngai mengalir dari Allah

yang unik (di­lam­bangkan oleh satu sungai) sebagai sumber dan inti untuk mencapai manusia di segala arah.
104 Lit., bagian-bagian.
121 Aliran sungai menghasilkan tiga ba­han mustika: emas, damar bedolah, dan batu krisopras. Bahan-bahan ini melam­bangkan Allah Tritunggal se­ba­gai elemen

dasar dari struktur ba­ngun­an kekal Allah. Emas me­lam­­bangkan Allah Bapa dengan sifat ilahi-Nya. Manusia dapat berbagian di da­lam­nya me­la­­­lui

panggilan Allah (2 Ptr. 1:3-4), sebagai da­­­sar bangunan kekal Allah; damar bedolah, ba­­han seperti mutiara yang di­hasil­kan dari getah pohon, melam­

bangkan hasil dari Allah Putra dalam kematian-Nya yang menebus dan yang me­lepaskan hayat (Yoh. 19:34) dan ke­bang­kitan yang menyalur­kan ha­yat (Yoh.

12:24; 1 Ptr. 1:3), se­ba­gai pin­­tu masuk ke dalam ba­ngunan kekal Allah (cf. Why. 21:21 dan cat. 1, alinea 1); dan batu krisopras, batu mustika me­lam­

bangkan hasil dari Allah Roh de­ngan pekerjaan pe­ngubahan-Nya (2 Kor. 3:18) untuk pem­ba­ngunan ba­ngunan kekal Allah. Yerusalem Baru tersusun dari tiga ka

­te­gori bahan ini—emas, damar bedolah (mu­­­ti­­ara), dan batu-batu permata (Why. 21:11, 18-21). Li­hat cat. 211, alinea 2 dalam Why. 21.
Tutup dada pada baju imam be­sar, suatu lambang Israel sebagai umat Allah Perjanjian Lama, tersusun dari emas dan batu-batu per­mata (Kel. 28:6-21), dan

gereja dalam Per­janjian Baru dibangun dengan emas, perak, dan batu permata (1 Kor. 3:12—perak me­lambangkan penebusan Kristus, tidak di­sebutkan damar

bedolah atau mutiara karena keperluan manusia akan pene­busan setelah manusia jatuh). Hal ini menunjukkan bahwa Yerusalem Baru mencakup keseluruhan umat

pilihan dan tebusan Allah—Israel ditambah gereja (lihat cat. 124 dan 142 dalam Why. 21)
Mengalirnya hayat ilahi ke dalam ma­nusia membawa sifat ilahi ke da­lam manusia (2 Ptr. 1:4), melahirkan kembali manusia (1 Ptr. 1:3), dan meng­ubah manusia

ke dalam gambar mulia Kristus (2 Kor. 3:18). Maka, ma­nusia yang diciptakan dari debu tanah (ay. 7), diubah menjadi bahan-bahan mustika un­tuk bangunan

Allah, yang akan rampung dalam Yerusalem Baru.
151 Lit., menyebabkan dia istirahat.
152 Manusia menggarap tanah su­paya hayat, khususnya pohon hayat (ay. 9), dapat ber­­tumbuh untuk meng­genapkan aspek per­tama dari tujuan Allah, yaitu,

meng­ekspresikan Allah dalam gambar-Nya. Tanah me­lam­bang­kan hati manusia, yang ke da­lam­nya Kristus sebagai benih pohon hayat di­ta­burkan (Mat. 13:3-

23). Meng­usa­ha­kan tanah melambangkan me­long­garkan dan menghan­curkan hati kita yang ke­ras, membuka hati kita ke sur­ga su­paya Roh sebagai hujan (lihat

cat. 51) dapat turun untuk menumbuhkan Kristus se­bagai pohon hayat di dalam kita.
153 Atau, menjaga. Ini untuk me­lindungi taman itu dari musuh Allah supaya aspek kedua dari tujuan Allah dapat digenapi, yaitu, menanggulangi Iblis dengan

kuasa Allah. Kita perlu menggarap tanah supaya Allah sebagai pohon hayat dapat masuk ke dalam kita. Kita juga perlu memelihara tanah, tidak mem­biarkannya

terbuka kepada Iblis sebagai pohon pengetahuan.
171 Perintah Allah yang pertama ke­pada manusia mengenai makan, bu­kan perilaku. Makan adalah hal ter­penting bagi manusia, perkara hidup atau mati. Akibat

dan nasib manusia di ha­dapan Allah tergantung se­lu­ruhnya pada apa yang dia makan. Jika ma­nusia makan pohon hayat, dia akan me­ne­rima Allah sebagai hayat

dan mengge­nap­kan tu­ju­an Allah; jika dia makan pohon pe­nge­ta­­­huan, dia akan mene­rima Iblis se­ba­gai ke­ma­­tian dan dirampas olehnya un­tuk

tujuannya.
Perintah larangan Allah diberikan se­ba­gai satu peringatan kepada manusia, me­nun­jukkan (1) kebesaran Allah da­lam men­ciptakan manusia dengan satu

kehendak bebas agar manusia dapat memilih Allah dengan sukarela dan ti­dak di bawah paksaan; (2) kasih Allah kepada manusia; dan (3) kedambaan Allah su­paya

manusia mau makan pohon hayat untuk menerima Allah ke dalam dia sebagai hayat.
172 Tidak mengacu kepada ke­ma­ti­an tu­buh manusia tetapi kepada ke­ma­ti­an roh manusia (Ef. 2:1), yang akhir­nya me­ng­arah kepada kematian seluruh diri

ma­nu­sia—roh, jiwa, dan tubuh (Ibr. 9:27; Why. 20:14). Lihat cat. 12 dalam Ef. 2.
181 Langkah ketiga dari prosedur Allah dalam menggenapkan tujuan-Nya adalah meng­garapkan diri-Nya sen­diri ke dalam manusia untuk membuat ma­nusia menjadi

pelengkap-Nya. A­dam di sini melambangkan Allah di dalam Kristus sebagai Suami yang sejati dan universal, yang mencari seorang istri bagi diri-Nya (Rm. 5:14;

cf. Yes. 54:5; Yoh. 3:29; 2 Kor. 11:2; Ef. 5:31-32; Why. 19:7; 21:9). Keperluan Adam akan seorang istri me­lam­bangkan dan meng­gambarkan keperluan Allah,

dalam eko­nomi-Nya, untuk memiliki seorang istri sebagai pasangan-Nya.
182 Lit., pasangannya. Atau, peleng­­kap­nya; lit., persamaannya. Demikian juga dalam ay. 20.
201 Istri harus sama seperti suami da­lam hayat, sifat, dan ekspresi. Di an­tara ter­nak, burung-burung, dan bina­tang-binatang, Adam tidak me­ne­mukan

pelengkap bagi dirinya, yang dapat se­rasi dengan dia.
211 Untuk menghasilkan pelengkap bagi diri-Nya, Allah pertama-tama men­jadi seorang manusia (Yoh. 1:14), se­perti dilambangkan oleh Adam cip­taan Allah (Rm.

5:14). Tidur lelap Adam di sini untuk menghasilkan Hawa sebagai istrinya, melambangkan ke­matian Kristus di kayu salib untuk menghasilkan ge­reja sebagai

pasangan-Nya (Ef. 5:25-27). Melalui kematian Kristus, hayat ilahi di dalam Dia di­bebaskan, dan me­lalui kebangkitan-Nya hayat ilahi-Nya yang dibebaskan di­

bagikan ke da­lam kaum beriman-Nya untuk menyusun ge­re­ja (lihat cat. 341 dalam Yoh. 19). Me­lalui proses sede­mikian Allah di dalam Kristus digarap­kan ke

dalam manusia dengan hayat dan sifat-Nya sehingga manusia dapat menjadi sama seperti Allah dalam ha­yat dan sifat supaya se­rasi dengan Dia sebagai pa­

sangan-Nya.
212 Tulang rusuk yang diambil dari rusuk Adam yang terbuka melam­bang­kan hayat kekal Kristus yang tidak da­pat dipatahkan, tidak dapat binasa (Ibr. 7:16),

yang mengalir keluar dari rusuk-Nya yang ditombak (Yoh. 19:34) untuk mem­bagikan hayat kepada kaum ber­iman-Nya guna menghasilkan dan mem­­ba­ngun gereja

sebagai pelengkap-Nya. Lihat cat. 362 dalam Yoh. 19 dan 161 dalam Ibr. 7.
221 Di sini tidak dikatakan bahwa Hawa diciptakan tetapi ia dibangun. Dibangunnya Hawa dari tulang rusuk yang diambil dari rusuk Adam me­lam­bangkan

pembangunan gereja dengan hayat kebangkitan yang dilepaskan da­­ri Kristus melalui kematian-Nya di kayu salib dan dibagikan ke dalam ka­um ber­iman-Nya dalam

kebang­kitan-Nya (Yoh. 12:24; 1 Ptr. 1:3). Gereja seba­gai Hawa sejati adalah totalitas Kristus di da­lam seluruh kaum ber­iman-Nya. Ha­nya yang dihasilkan

dari Kristus de­­ngan ke­bangkitan-Nya yang dapat men­­jadi pe­lengkap dan pasangan-Nya, Tu­buh Kristus (1 Kor. 12:12; Ef. 5:28-30).
222 Pada akhir Alkitab adalah satu kota, Yerusalem Baru, perempuan ultima dan kekal, mempelai perempuan korporat, istri Anak Domba (Why. 21:9; 22:17),

dibangun dengan tiga je­nis bahan mustika (Why. 21:18-21), peng­genapan selama-lamanya lambang yang diperlihatkan dalam pasal ini. Ma­ka, da­lam lambang

semua bahan mus­tika yang disebutkan dalam ay. 11-12 adalah un­tuk membangun pe­rem­puan ini (lihat cat. 121).
223 Seperti Hawa diambil da­ri Adam dan dibawa kembali kepada Adam men­jadi satu daging dengan dia (ay. 24), demikian juga gereja yang di­ha­sil­kan dari

Kristus akan kembali ke­pada Kristus (Ef. 5:27; Why. 19:7) untuk men­jadi satu roh dengan Dia (1 Kor. 6:17). Lihat cat. 321 dalam Ef. 5.
231 Ibraninya Ishshah, seperti juga dalam ay. 22. Seperti Hawa adalah per­­luasan Adam, gereja sebagai mem­pe­lai perempuan adalah perluasan Kristus sebagai

Mempelai Laki-laki (Yoh. 3:29-30).
232 Ibraninya Ish. Juga da­lam ay. 24. Berbeda dengan kata Adam, yang diterjemahkan manusia di tempat lain dalam pasal ini.
241 Lihat cat. 223. Adam dan Hawa menjadi satu daging, satu unit yang lengkap, adalah gambaran dari Allah dan manusia yang dibaurkan menjadi satu. Yerusalem

Baru yang akan da­tang akan menjadi kesatuan yang kekal dari Allah dan manusia, pasangan uni­ver­sal sebagai satu unit lengkap yang ter­susun dari keilahian

dan kein­sa­ni­an.
251 Adam dan Hawa adalah satu, menempuh hidup pernikahan sebagai suami dan istri. Ini menggambarkan bahwa dalam Yerusalem Baru Allah Tritunggal penebus yang

telah melalui proses dan rampung sebagai Suami universal akan menempuh hidup per­ni­kahan selama-lamanya dengan umat manusia yang telah ditebus, dilahir­kan

kembali, diubah, dan dimuliakan, sebagai istri-Nya. Lihat cat. 171, alinea 2 dalam Why. 22.
Wahyu mengenai Taman Eden, se­bagai permulaan wahyu ilahi dalam Alkitab, dan wahyu mengenai Yerusalem Baru, sebagai akhir wahyu ilahi dalam Alkitab, menjadi

cermin bagi satu sa­ma lain. Keduanya berisi empat hal: (1) pohon hayat sebagai inti ekonomi kekal Allah (ay. 9; Why. 22:2), (2) sungai yang mengalir ke

empat penjuru bumi (ay. 10; Why. 22:1), (3) tiga jenis ba­han mustika (ay. 11-12; Why. 21:11-14, 18-21), dan (4) satu pasangan (ay. 18-25; Why. 21:9-10;

22:17). Apa yang di­wah­yukan dalam kedua bagian Alkitab ini ada­lah garis sentral wahyu ilahi se­luruh Alkitab dan seharusnya menjadi prinsip pe­ngendali

penafsiran dan pemahaman Alkitab.

Pasal 3

11 Kejatuhan manusia kali per­ta­ma dimulai oleh Iblis melalui penipuan oleh ular (2 Kor. 11:3). Ular yang licik ada­lah perwujudan Iblis, si jahat, mu­suh

dan la­­wan Allah (Mat. 13:39a; Why. 12:9 dan cat. 3 dan 4) dan peng­goda ma­nusia (Mat. 4:3; 1 Tes. 3:5).
Segera setelah dua pasal pertama Kitab Kejadian, Iblis masuk, dan se­ge­­ra sebelum dua pasal terakhir Kitab Wahyu, dia akan dicampakkan (Why. 20:10). Di

antara dua pasal pertama dan dua pasal terakhir Alkitab, Iblis, si ular, terus-menerus bekerja untuk me­ru­sak dan menghancurkan manusia dan de­ngan demikian

menghalangi Allah me­lak­sanakan tujuan kekal-Nya. Di se­­tiap generasi sasaran pekerjaan ilahi Allah adalah untuk membangun Tubuh Kristus untuk

mengekspresikan Putra-Nya, Kristus, dan juga me­nying­kir­kan ular.
12 Ular mengontak perempuan, bu­kan laki-laki, karena perempuan adalah bejana yang lebih lemah (1 Ptr. 3:7).
13 Dalam menggoda perempuan, Iblis pertama-tama menjamah pikiran­nya de­ngan mempertanyakan firman Allah, me­nyebabkan dia ragu akan fir­man Allah.

Pertanyaan ular menim­bul­­kan keraguan dalam pikiran Hawa dan menghalangi dia untuk memakai roh­nya untuk mengontak Allah. Pe­mi­kir­­an ja­hat Iblis masuk

ke dalam Hawa dan mencemari pikirannya bahkan se­be­lum ia makan buah pohon pengetahuan.
21 Penyebab luaran kejatuhan manusia kali per­tama adalah godaan ular. Pe­nyebab yang di dalam adalah pe­rem­­puan mengambil posisi sebagai kepala (ay. 2-3,

6). Perempuan me­wakili posisi manusia dalam hubungan­nya dengan Allah. Allah adalah Suami manusia (Yes. 54:5); posisi manusia adalah istri. Sebagaimana

manusia se­harusnya ber­ada di bawah kekepalaan Allah, perem­puan seharusnya berada di bawah ke­kepalaan laki-laki (1 Kor. 11:3). Ini adalah satu

perlindungan ter­hadap keli­cikan musuh. Di sini Hawa meng­ambil posisi sebagai kepala me­lalui ber­bi­ca­ra kepada ular secara lang­sung, tanpa penudungan

suaminya. Maka, ia ter­je­rat oleh ular dan tertipu (1 Tim. 2:14). Kegagalan Hawa di sini melam­bangkan kegagalan manusia dengan cara menge­sampingkan Allah

dan meng­­ambil ke­kepalaan atas Allah untuk bertindak bebas dari Dia, dengan demi­kian mem­buka jalan bagi Iblis, si licik, untuk me­nipu manusia. Lihat

cat. 41 dalam Rm. 7.
51 Perkataan fitnah dari si jahat ini menyebabkan Hawa salah paham kepada kasih Allah dan mencurigai hati Allah yang melarang manusia makan pohon pengetahuan

yang baik dan jahat (2:16-17). Hal ini meracuni emosi Hawa, menyebabkan dirinya tidak senang ke­pada Allah.
52 Atau, allah, dewa.
61 Dalam proses kejatuhan ma­nu­sia, manusia gagal memakai rohnya un­tuk mengontak Allah, sehingga meng­abaikan Allah dan mengesampingkan Allah. Sebaliknya,

dia memakai jiwa­nya, berargumen dengan ular dalam pi­kirannya, mendambakan pohon penge­ta­huan dalam emosinya, dan memutuskan dalam kehendaknya untuk

mengambil bu­ah itu dan memakannya.
71 Akibat mengerikan dari keja­tuh­­an manusia kali pertama bermacam-macam. Pertama, manusia melanggar perintah Allah (2:17; Rm. 5:14) dan jatuh ke ba­wah

penghakiman Allah (Rm. 5:16) dan jatuh ke bawah kutukan (ay. 17-19). Dia juga menjauh dari Allah (ay. 8) dan dijauhkan dari hayat Allah (Ef. 4:18) dalam

pohon hayat (ay. 23-24). Tidak hanya demikian, dalam keja­tuh­an, pikiran, perasaan, dan kehendak jahat Iblis diinjeksikan ke dalam pi­kir­an, emosi, dan

tekad manusia, se­hing­ga mencemari jiwa manusia (ay. 1, 4-6). Melalui manusia makan pohon penge­ta­huan, Iblis masuk ke tubuh manusia dan menjadi (sifat)

dosa di dalam ma­nusia (cf. Rm. 7:8, 11, 17, 20 dan cat. 81). Jadi tubuh manusia, yang dicip­ta­kan murni dan tanpa dosa, ber­ubah men­ja­di daging dosa (Rm.

7:18a dan cat. 2). Sebagai akibat kejatuhan, roh ma­nu­sia mati (cf. Ef. 2:1, 5 dan cat. 12), ter­pi­sah dari Allah dan kehilangan fung­si­nya terhadap

Allah. Karena itu, tiga bagian manusia—tubuh, jiwa, dan rohnya—ru­sak karena kejatuhan. Se­lain itu, ma­nu­sia yang jatuh tersusun men­jadi orang dosa (Rm.

5:19) dan men­jadi korban ke­matian (Rm. 5:12b, 14a; 1 Kor. 15:22a). Akibatnya, ma­nu­sia tidak bisa meng­ge­napkan tujuan Allah, yaitu mengeks­pre­sikan

Allah dalam gambar-Nya dan mewakili Allah dengan ke­kuasaan-Nya (1:26). Akhirnya, karena kejatuhan ma­nusia, semua cip­ta­an ditak­lukkan ke­pa­da kesia-

siaan dan per­bu­dakan kebi­na­sa­an (Rm. 8:20-21).
72 Hal ini merupakan permulaan berfungsinya hati nurani manusia. Hati nurani, sebagai salah satu dari fungsi roh manusia (lihat cat. 75, alinea 3 da­lam ps.

2), ada pada saat manusia di­cip­takan oleh Allah. Namun setelah ma­nusia mengambil bagian dalam po­hon pengetahuan, barulah fungsi hati nurani ini nyata.

Setelah jatuh, Adam malu atas ketelanjangannya (cf. 2:25) karena fungsi hati nuraninya mulai aktif. Sejak saat itu hati nurani dalam ma­nusia mulai memikul

tanggung jawab me­nolak yang jahat dan menerima yang baik. Lihat cat. 12 dalam Rm. 9.
73 Daun pohon ara termasuk hayat tumbuhan, yang tidak memiliki darah untuk penebusan (cf. Ibr. 9:22). Me­nu­tupi dengan daun pohon ara menya­ta­kan pekerjaan

manusia sendiri dalam berusaha menutupi dosa-dosanya. Usaha demikian tidak memadai untuk me­nu­tupi ketelanjangan manusia agar dia dapat dibenarkan,

diperkenan di ha­dap­an Allah (cf. Rm. 3:20a). Lihat cat. 211 dan 212.
81 Atau, suara.
82 Lit., berangin lembut. Ibraninya Ruach.
91 Walaupun manusia yang di­cip­takan Allah telah dirusak oleh musuh-Nya, Allah yang tak berubah dan ke­kal tidak akan berubah dengan mem­buang ekonomi

kekal-Nya, yang Dia bu­at da­lam kekekalan yang lampau un­tuk kekekalan yang akan datang (Ef. 3:9-11). Jadi, Dia harus menolong ma­nu­sia yang Dia ciptakan

bagi tujuan-Nya yang tidak berubah, hingga me­ngur­ban­­kan Anak tunggal-Nya (Yoh. 3:16). Ini­lah alasannya dalam kekekalan yang lam­pau Kristus sebagai yang

ke­dua dari Trinitas Ilahi siap untuk ma­suk ke dalam waktu (Mi. 5:1) untuk mati ba­gi manusia yang jatuh menurut kete­tap­an ilahi yang dibuat dalam ra­pat

Trinitas Ilahi dalam kekekalan lam­pau (Kis. 2:23 dan cat. 1; 1 Ptr. 1:18-20 dan cat. 201).
92 Segera setelah jatuh, Adam dan Hawa tahu bahwa akibat pelang­ga­ran­nya adalah mati (cf. Rm. 1:32a; 6:23a). Karena itu, mereka menyembunyikan diri dari

hadirat Tuhan, menantikan hukuman mati (ay. 8). Namun, Allah datang mencari mereka, bukan untuk mengumumkan hukuman mati tetapi memberitakan Injil kepada me

­re­ka dan menyelamatkan mereka dari kejatuhan­nya (cf. Yoh. 3:17; Luk. 19:10). Per­kataan pertama dari Injil yang dibe­ritakan oleh Allah adalah “Di ma­

nakah engkau?” Pertanyaan ini bukan kepu­tusan dari satu penghakiman; me­lain­kan kata pembukaan dari kabar su­ka­cita.
111 Allah bertanya kepada Adam dan Hawa bukan karena Dia bermak­sud menghukum mereka tetapi karena Dia ingin memimpin mereka mengakui pe­lang­garan-

pelanggaran mereka (cf. 1 Yoh. 1:9).
141 Allah tidak menghakimi Adam dan Hawa, tetapi Dia menghakimi ular melalui mengutuknya.
142 Ini menyiratkan bahwa Allah membatasi aktivitas dan pergerakan Iblis di bumi. Selama kita memikirkan hal-hal yang melampaui bumi, ular, Iblis, tidak

dapat menjamah kita (Kol. 3:1-3; 1 Yoh. 5:18; Rm. 16:20).
151 Perempuan di sini pertama-ta­ma melambangkan Hawa dan kemu­dian perawan Maria, ibu Tuhan Yesus (Gal. 4:4). Ia juga melambangkan se­luruh umat Allah yang

mengambil po­sisi seorang perempuan di hadapan Allah, bersandar kepada Dia (lihat cat. 21), seperti dilambangkan oleh perem­puan universal dalam Why. 12:1

(lihat ca­t. di sana). Maka, permusuhan an­tara ular dengan perempuan adalah per­musuhan antara Iblis dengan seluruh umat Allah (lihat cat. 42 dalam Why.

12). Keben­ci­an dan perselisihan ular dengan umat Allah dimulai ketika Iblis menghasut Kain untuk membunuh Habel (4:8; 1 Yoh. 3:12) dan berlanjut terus

sepan­jang generasi sampai Iblis dicam­pakkan ke dalam lautan api sam­pai kekal (Why. 20:7-10).
152 Keturunan ular adalah orang yang mengikuti Iblis. Karena Iblis, si ular tua (Why. 12:9; 20:2), telah meng­injeksikan dirinya sebagai dosa ke da­lam

daging manusia (lihat cat. 182 dalam Rm. 7), semua manusia telah men­ja­di ular dalam pandangan Allah (Mat. 23:33). Sebagai pengikut Iblis, mereka adalah

anak-anaknya, keturunannya, bukan melalui adopsi tetapi melalui kelahiran (Mat. 3:7; 13:38; Yoh. 8:44; 1 Yoh. 3:10). Maka, mereka memiliki si­fat dan hayat

ular. Mereka dipakai oleh Iblis untuk menganiaya dan me­merangi keturunan perempuan.
153 Keturunan perempuan adalah Yesus Kristus yang berinkarnasi, se­ba­­gai Allah yang dilahirkan oleh pe­ra­wan Maria menjadi seorang ma­nu­sia, se­per­ti

yang dinubuatkan dalam Yes. 7:14, digenapkan dalam Mat. 1:23, dan dite­gaskan dalam Gal. 4:4. Jadi, janji di sini menunjukkan bahwa Allah sen­diri akan

datang menjadi keturunan ma­nu­sia untuk meremukkan kepala ular pe­rusak. Akhirnya, keturunan pe­rem­­puan itu diperluas mencakup kaum beriman pemenang,

bagian terkuat dari umat Allah, dilambangkan oleh anak laki-laki dalam Why. 12:5 (lihat cat. 2 di sana). Anak laki-laki, ke­tu­runan korporat dari perempuan

itu, termasuk Tuhan Yesus, keturunan individual dari pe­rempuan itu. Mazmur 2:8-9, Why. 2:26-27, dan 12:5 menun­juk­kan bahwa Tuhan Yesus sebagai Sang

terurap Allah, para pemenang dalam gereja-gereja, dan anak laki-laki akan meme­rintah bangsa-bangsa dengan gada besi, membuktikan bahwa Tuhan Yesus, para

pemenang, dan anak laki-laki adalah satu, Tuhan Yesus sebagai Pemenang yang me­mim­pin (Why. 3:21) adalah Kepala, inti, rea­litas, hayat, dan sifat anak

laki-laki, dan anak laki-laki se­ba­gai para pe­me­nang yang mengikuti adalah Tubuh Tuhan.
154 Peremukan kepala ular oleh ke­turunan perempuan adalah penghan­curan Iblis, yang menguasai maut, oleh Tuhan Yesus melalui kematian-Nya di kayu salib

(Ibr. 2:14 dan cat.; 1 Yoh. 3:8). Sementara Tuhan menghancurkan ular di kayu salib, ular meremukkan tumit-Nya, yaitu, melukai Dia melalui memakukan kaki-Nya

ke salib (Mzm. 22:17).
Melalui kematian Tuhan di kayu salib, Iblis, si ular tua, dihakimi, dicam­­pakkan (Yoh. 12:31; 16:11). Pengha­kiman itu akhirnya akan dilaksanakan oleh para

pemenang sebagai anak laki-laki, keturunan korporat dari perempuan itu (Why. 12:9 dan cat. 5).
161 Melahirkan anak dengan pende­ritaan dan kesakitan (1 Tim. 2:14-15; 5:13-14) dan dikuasai suami (1 Kor. 11:3; 1 Tim. 2:11-12) ditetapkan Allah sebagai

pembatasan dan perlindungan bagi perempuan, yang memelopori ke­jatuhan manusia.
171 Atau, sakit. Tanah menum­buh­kan semak duri dan rumput duri (ay. 18), manusia menderita kesakitan, su­sah payah, dan berpeluh seumur hidup­­nya (ay. 17,

19a), dan manusia kembali ke tanah, yaitu, mati (ay. 19b), se­mua­nya ditetapkan Allah untuk membatasi dan melindungi manusia yang jatuh dan berdosa.
201 Artinya hidup. Pemberitaan kabar baik Allah dalam ay. 15 me­nge­nai ke­turunan perempuan menghan­cur­kan ular adalah contoh pertama pem­beri­taan Injil

dalam seluruh Alkitab. Se­telah mendengarkan kabar baik, Adam percaya bahwa dia dan Hawa akan hi­dup dan tidak mati (cf. Yoh. 3:14-16); maka, dia menamai

istrinya Hawa, hi­dup. Dengan demikian, Allah adalah pengabar Injil pertama, dan Adam ada­lah orang beriman pertama.
211 Mungkin kulit domba yang di­per­sembahkan sebagai pengganti Adam dan Hawa yang berdosa, dengan men­curahkan darah untuk pengampunan dosa-dosa (Ibr.

9:22). Penyembelihan domba oleh Allah menggambarkan ke­matian pengganti Kristus sebagai Anak Domba Allah, yang mencurahkan darah adi-Nya untuk merampungkan

pene­busan, dan berdasarkan hal ini Allah membenarkan orang dosa yang percaya (Yoh. 1:29; Why. 13:8b; 1 Ptr. 1:18-20; 3:18a; Ef. 1:7; Rm. 3:24).
Allah menutupi Adam dan istri­nya dengan kulit binatang berarti Allah membenarkan mereka melalui iman mereka (Rm. 3:28). Kulit binatang ada­­lah lambang

Kristus sebagai kebenaran Allah untuk menudungi kita, supaya kita dibenarkan oleh Allah (Yer. 23:6; 1 Kor. 1:30). Penudung ini dibuat oleh Allah dan

menggantikan penudung daun pohon ara yang disemat Adam (ay. 7). Lihat cat. 223 dalam Luk. 15.
212 Penggantian yang sejati ber­da­sar pada kesatuan. Setelah diberi pa­kaian oleh Allah berupa kulit domba, Adam menjadi satu dengan domba itu. Maka, orang

dosa menjadi satu dengan penggantinya. Inilah kesatuan. Kesa­tu­an mendatangkan khasiat penggantian. Ketika kita percaya kepada Injil, Kristus dikenakan atas

kita sebagai kebenaran yang menudungi kita (cf. Luk. 15:22), dan kita ditaruh ke dalam Kristus (1 Kor. 1:30), membuat kita menjadi satu dengan Kristus.

Karena kita satu de­ngan Kristus, apa pun yang telah Dia rampungkan di kayu salib menjadi mi­lik kita. Percaya kepada Yesus Kristus adalah menjadi satu

dengan Dia, ma­suk ke dalam kesatuan dengan Dia (lih. cat. 162 dalam Yoh. 3). Dalam ke­sa­tuan demikian, apa adanya Kristus, apa yang Dia miliki, apa pun

yang telah Dia kerjakan dan akan kerjakan, dan apa pun yang Dia peroleh dan dapat­kan adalah milik kita. Lihat cat. 143, alinea 2 dalam ps. 6; 181, alinea 2

dalam ps. 8; 222 dalam Kel. 12; dan 22 dalam 1 Yoh. 2.
Butir utama Injil terlihat dalam ay. 15 dan 21, yang menunjukkan bahwa Allah, Pencipta manusia, men­jadi Juru­selamat manusia setelah ke­jatuh­an manusia

melalui menjadi ke­turunan manusia untuk mati demi menghan­cur­kan Iblis, menebus manusia yang ja­tuh, dan menjadi kebenaran manusia di ha­dap­an Allah

supaya manusia dapat di­be­­nar­kan dan berada dalam Allah menjadi satu dengan Dia.
221 Meskipun Adam dan Hawa me­miliki penebusan pendahuluan, mereka belum memiliki penebusan yang se­be­nar­nya, yang dirampungkan oleh Kristus di kayu salib.

Mereka masih penuh dosa dalam sifatnya. Jika mereka ma­kan pohon hayat ketika dalam ke­a­da­an ini, mereka akan hidup selama-lama­nya dengan sifat dosanya.

Allah tidak mengizinkan hal itu. Pohon ha­yat, yang melambangkan Allah sebagai ha­yat un­tuk manusia, tidak boleh di­ja­mah oleh orang dosa. Maka, sebelum

pe­ne­busan sebenarnya dirampungkan, Allah harus menutup jalan ke pohon ha­yat. Begitu penebusan sebenarnya diram­pung­kan untuk menghapus dosa ma­nusia

(Yoh. 1:29) dan mengakhiri sifat dosa manu­sia (Yoh. 3:14 dan ca­t.; Rm. 8:3 dan cat. 3), jalan ma­suk ke pohon ha­yat akan sekali lagi dibuka (Why. 22:14).
241 Allah menutup jalan ke pohon hayat dengan tiga hal: kerub, api yang menyala-nyala, dan pedang. Kerub me­lambangkan kemuliaan Allah (cf. Yeh. 9:3; 10:4;

Ibr. 9:5), api yang me­nyala-nyala melambangkan keku­dusan Allah (Ul. 4:24; 9:3; Ibr. 12:29), dan pedang untuk membunuh menun­jukkan kebenar­an Allah (cf.

Rat. 3:42-43; Rm. 2:5). Atribut-atribut Allah ini meng­­aju­kan tuntutan pada orang dosa. Ka­rena orang dosa tidak mampu me­me­nuhi tuntutan ini (Rm. 3:10-

18, 23), maka ma­nusia tidak diizinkan mengon­tak Allah sebagai pohon hayat, sampai Kristus mengge­napkan tuntutan kemu­liaan, kekudusan, dan kebenaran Allah

melalui kematian-Nya yang almuhit di kayu salib untuk membuka jalan yang baru dan hidup untuk masuk ke ruang maha kudus dan berbagian dengan pohon ha­yat

(Ibr. 10:19-20 dan cat. 202; Why. 22:14 dan cat. 4).

Pasal 4

11 Artinya mendapatkan.
21 Artinya hembusan (nafas) atau kesia-siaan. Akibat kejatuhan ma­nu­sia per­ta­ma, segala sesuatu dalam hidup ma­nusia menjadi kesia-siaan (Pkh. 1:2-3).
22 Atau, pemberi makan. Sebelum air bah manusia hanya boleh makan bu­ah-buahan dan sayuran (1:29; 3:18), bukan daging (cf. 9:3). Jadi, Habel me­­­­me­lihara

domba bukan untuk meng­­ha­silkan makanan bagi hidupnya te­tapi untuk menyediakan kurban bagi ke­pu­asan Allah. Habel bukan saja per­caya Injil (lihat cat.

41) tetapi juga melak­sanakan Injil dan hidup untuk Injil.
23 Atau, penggarap tanah. Dalam pekerjaannya Habel hanya memperha­tikan kepuasan Allah, sedangkan Kain hanya memperhatikan hidupnya sendiri.
31 Kain tidak mengikuti jalan ke­se­lamatan Allah melalui penebusan pen­­dahuluan oleh kurban yang ber­da­rah (3:21; Ibr. 9:22), tetapi melan­jut­kan

kejatuhan manusia dengan berani mem­persembahkan buah-buahan dari jerih lelahnya sendiri kepada Allah. Cara Kain me­nyembah Allah menciptakan satu aga­ma

menurut konsepsi dan opini insa­ni­nya (Yud. 11 dan cat. 1), yang dimo­ti­va­si oleh Iblis, si licik (ay. 7 dan cat.; 1 Yoh. 3:12). Sepanjang abad dan

generasi ba­nyak pengikut Kain, orang-orang di se­ga­la tempat dan waktu yang telah men­ciptakan agamanya sendiri.
41 Menurut Ibr. 11:4, persembahan Habel, suatu kurban, dipersembahkan kepada Allah dengan iman. Iman da­tang melalui mendengar firman Injil (Rm. 10:17, 14).

Ini menunjukkan bah­wa orang tua Habel, Adam dan Hawa, tentu sering memberitakan kepada anak-anaknya kabar baik yang telah Allah beritakan kepada mereka

(3:15, 21). Sama seperti ayah dan ibunya, Habel percaya kepada Injil dan mem­persembahkan kurbannya kepada Allah menurut wahyu Allah dalam perkataan yang

diberitakan oleh orang tuanya. Jadi, keluarga pertama di bumi adalah keluarga Injil, keluarga kaum beriman.
Habel adalah imam Allah yang per­tama, mewakili semua orang ber­iman dalam Kristus (1 Ptr. 2:5, 9). Da­lam lambang, Habel memper­sem­bah­kan Kristus kepada

Allah. Menurut Bil. 18:17, seekor lembu atau domba atau kambing yang sulung, lambang Kristus, harus dipersembahkan kepada Allah. Persembahan ini termasuk

darah yang dipercikkan di atas mezbah untuk pe­nebusan dan lemak yang dibakar se­ba­gai wangi-wangian yang memuaskan Allah. Sebab itu, persembahan Habel,

mutlak sesuai dengan apa yang diwah­yukan kemudian dalam hukum Musa, membuktikan bahwa cara dia me­nyem­bah Allah adalah menurut wahyu ilahi Allah, bukan

menurut konsepsinya sen­diri.
51 Kain menolak cara Allah yang mengambil Kristus sebagai kebenaran Allah untuk menudungi dia (3:21; Flp. 3:9; 1 Kor. 1:30). Seperti orang Yahudi agamawi,

dia berusaha mendirikan ke­benarannya sendiri, mengabaikan ke­be­naran Allah dan tidak menaatinya (Rm. 10:3). Jadi, persembahannya menjadi penghinaan bagi

Allah, dan Allah me­no­laknya.
71 Dosa dan Iblis adalah satu (Rm. 7:8 dan cat.). Jika kita menolak jalan ke­selamatan Allah, Iblis sebagai do­sa mengendap-endap di pintu, me­nunggu

kesempatan untuk menerkam dan me­nelan kita (cf. Luk. 22:31; 1 Ptr. 5:8).
81 Kalimat ini terdapat dalam ba­nyak versi kuno, tetapi tidak ada da­lam teks Ibrani.
82 Kain membunuh saudaranya ka­rena amarahnya dihasut oleh kecem­bu­­ruan agamawinya (ay. 4-5). Sepan­jang generasi mereka yang menyembah Allah menurut­

daging telah menen­tang, menganiaya, dan bahkan mem­bu­nuh mereka yang menyembah me­nu­rut Roh (Mat. 23:35; Yoh. 16:2; Why. 17:6; cf. Gal. 4:29). Dalam hal

mem­per­sem­bah­kan kepada Allah dan mem­bunuh sau­daranya, Kain berada di ga­ris pohon pengetahuan baik dan jahat. Sebalik­nya, Habel berada di garis pohon

ha­yat. Lihat cat. 93, alinea 2 dalam ps. 2.
91 Dusta ini menunjukkan kecong­kakan Kain terhadap Allah. Pem­bu­nuhan Kain terhadap Habel dan dus­ta­nya kepada Allah disinggung oleh Tuhan Yesus dalam

Yoh. 8:44, menunjukkan bahwa dalam membunuh dan berdusta, Kain bersatu dengan Iblis, Satan, yang adalah sumbernya (1 Yoh. 3:12). Ka­rena Kain telah menolak

jalan Allah dan peringatan Allah (ay. 7), dia di­da­pat­kan oleh Iblis, pembunuh dan pen­dusta, dan menjadi seorang pembunuh dan pendusta bersama Iblis.
101 Darah Habel dan darah Yesus berbicara (Ibr. 12:24 dan cat. 3). Da­rah Habel berbicara dari bumi; darah Yesus berbicara dari surga.
161 Artinya mengembara.
171 Artinya memprakarsai, menyum­­­bang­kan, terlatih.
172 Setelah meninggalkan hadirat Allah (ay. 16), Kain membangun se­bu­ah kota untuk perlindungannya dan tem­­pat tinggalnya. Di dalam kota ini dia meng­­

hasilkan suatu kebudayaan yang tanpa Allah. Da­lam taman itu Allah adalah segala sesuatu untuk manusia—per­lindung­an, perawatan, sup­lai, dan hi­bur­an­­

nya. Ke­tika manu­sia kehilang­an Allah, dia kehilangan se­mua­nya. Ka­rena ke­hi­lang­­an Allah, manusia ter­paksa men­cip­ta­kan kebuda­yaan, un­sur

utamanya adalah kota un­tuk tem­pat tinggal, be­ter­nak untuk hidup, musik untuk hi­bur­an, dan sen­jata untuk pertahanan (ay. 20-22). Kebu­da­ya­an tanpa

Allah yang ditemu­kan da­lam Kej. 4 akan te­rus ber­kem­bang sam­pai puncaknya di Babel besar (Why. 17—18).
251 Artinya ditetapkan. Setelah mar­tir­nya Habel, Allah menetapkan Set un­tuk menggantikan Habel dalam meng­ambil jalan keselamatan Allah.
261 Artinya manusia yang rapuh, fana.
262 Kata Ibraninya berarti berseru nyaring kepada, berteriak kepada, ya­itu, berteriak dengan suara yang dapat di­dengar. Karena manusia menyadari bah­wa

hidupnya sia-sia (lihat cat. 21) dan mereka rapuh dan fana (lihat cat. 261), mereka dengan spontan mulai me­­­nyeru nama TUHAN, Sang kekal (lihat cat. 44 da

­lam ps. 2). Meskipun mereka sia-sia dan lemah, melalui menyeru na­ma Tuhan, mereka menjadi kaya dan ku­at, sebab mereka masuk ke dalam ke­­kayaan dan

kekuatan Dia yang ke­pa­da-Nya mereka berseru (Rm. 10:12-13 dan cat.). Lihat cat. 211 dalam Kis. 2.

Pasal 5

11 Silsilah yang dicatat dalam pasal ini mencakup sepuluh generasi pertama umat manusia, dari Adam sampai Nuh. Menurut Luk. 3:23-38, silsilah manusia dimulai

dengan Allah dan menghasilkan Yesus Kristus.
Sejarah dalam seluruh Perjanjian Lama merupakan persiapan Allah Tri­tunggal untuk melaksanakan ekonomi kekal-Nya. Persiapan ini dimulai da­lam seorang

manusia, Adam (1:1—11:26), dan akhirnya menghasilkan tiga persona, Abraham, Ishak, dan Yakub serta Yusuf (11:27—50:26), yang mengh­a­sil­kan satu umat,

Israel (Kel.—Mal.). Ke­tiga puluh sem­bilan kitab Perjanjian Lama me­wah­yukan persiapan untuk menda­tang­kan Kristus, Manusia-Allah, Allah yang leng­kap

berbaur dengan ma­nusia yang sem­purna (Mat. 1), untuk meng­ha­sil­kan Tubuh Kristus (Ef. 1—4), orga­nisme dari Allah Tritunggal yang telah me­la­lui proses

dan rampung (Ef. 4:4-6). Tubuh Kristus akan rampung dalam Yerusalem Baru (Why. 21:1-23) se­ba­gai perluasan kekal Kristus (cf. Yoh. 3:30; 1 Kor. 12:12),

perbauran kekal Allah Tritunggal dengan manusia tri­par­tit dan tempat saling huni Allah dan ma­nusia (Why. 21:3, 22) untuk eks­pre­si Allah Tritunggal yang

telah melalui proses dan rampung dalam sifat dan kemuliaan-Nya (Why. 21:18b, 21b, 10-11, 23) dalam manusia tripartit yang ditebus, dilahirkan kembali,

diubah, dan dimuliakan sampai kekal.
12 Lit., Pada hari.
13 Lihat cat. 263, alinea 1 dalam ps. 1.
21 Lihat cat. 264 dalam ps. 1.
31 Silsilah ini tidak mencatat per­buatan dan aktivitas orang-orang yang bersangkutan; hanya mencatat ba­gai­mana mereka hidup dan me­la­hirkan. Ke­hidupan

dan kelahiran manu­sia ada­lah untuk perkembangbiakan manusia (1:28a) untuk menggenapkan tujuan ke­kal Allah melalui umat ma­nusia. De­mi­kian juga, dalam

pengertian roha­ni, ka­um beriman hari ini harus hidup dan melahirkan (1 Kor. 4:15) untuk per­kem­bangbiakan Allah (Yoh. 1:12-13) untuk menggenapkan tujuan

Allah me­lalui gereja.
51 Lihat cat. 124 dalam Rm. 5.
211 Artinya ketika dia mati, hal itu akan dikirim. Nama ini memiliki makna nubuatan. Dengan menamai anaknya Metusalah, Henokh menubuatkan da­tangnya air bah

pada tahun mening­gal­nya Metusalah, yang adalah usia Nuh yang keenam ratus (7:6; 5:25-29a). Henokh telah menerima wahyu dari Allah bahwa Dia akan menghakimi

se­luruh generasi umat manusia yang ti­dak beribadah (cf. Yud. 14-15). Ini me­mo­tivasi Henokh untuk tidak meng­ikuti arus zaman, tetapi bergaul dengan Allah

(ay. 22, 24) dan menempuh hidup yang beribadah dan kudus (cf. 2 Ptr. 3:10-12).
221 Bergaul dengan Allah adalah mengambil Dia sebagai inti dan segala sesuatu kita, melakukan sesuatu tidak menurut konsepsi dan kedambaan kita sendiri

tetapi menurut wahyu dan pim­pinan-Nya, dan melakukan segala se­su­atu bersama Dia. Ini menyiratkan me­nyangkal diri kita dan segala yang berasal dari ego

kita (Mat. 16:24-25) agar kita dapat menjadi satu dengan Dia.
241 Henokh adalah orang pertama yang diangkat. Dengan ini dia terhindar dari kematian, hasil akhir dari keja­tuhan manusia (Ibr. 11:5). Penyebutan pertama

pengangkatan ini mendirikan prinsip mengenai pengangkatan; terang­katnya kita tergantung pada kematangan kita dalam hayat ilahi melalui ber­gaul dengan

Allah. Henokh bergaul dengan Allah siang dan malam selama tiga ra­­tus tahun. Menurut Ibr. 11:5-6, dia me­­­la­kukannya dengan iman, percaya bah­wa Allah

adalah dan bahwa Dia memberi upah kepada mereka yang sungguh-sungguh mencari Dia. Setelah tiga ra­tus tahun mencari Allah dan bergaul dengan Dia, Henokh

diang­kat oleh Allah, dengan demikian men­da­patkan pahala tidak melihat kematian.
291 Artinya perhentian atau peng­hiburan.
292 Atau, menghibur kita dalam pe­kerjaan kita.

Pasal 6

21 Anak-anak Allah di sini adalah malaikat-malaikat yang jatuh (cf. Ayb. 1:6; 2:1; 38:7) yang bersatu dengan Iblis dalam pemberontakannya melawan Allah (Why.

12:4) dan menjadi pe­ngu­asa dan otoritas dalam kerajaan gelap Iblis (Mat. 12:26; Ef. 6:12).
22 Pada saat kejatuhan manusia kali ketiga, sejumlah malaikat yang jatuh dalam kekuasan Iblis turun ke bumi, mengenakan tubuh manusia, dan menggunakan tubuh

ini untuk memben­tuk perkawinan yang tidak sah dengan anak-anak perempuan manusia, dengan demikian mencemari ras manusia de­ngan mencampurkannya dengan roh-

roh yang jatuh. Menurut Yud. 6-7 (lihat cat. 61 dan 71 di sana) contoh yang di­be­rikan malaikat-malaikat yang jatuh dalam melakukan perzinaan dengan orang-

orang asing ditiru oleh Sodom dan Gomora (19:4-9; Rm. 1:27).
31 Ini adalah kali kedua penye­butan Roh dalam kitab ini (cf. 1:2). Se­belum ini Roh Allah bekerja dan ber­urusan secara murah hati dengan manu­sia untuk

melawan pemberontakan dan kejatuhan manusia. Walaupun demikian, di sini ada satu keadaan ketika Roh Allah tidak lagi berurusan dengan ma­nusia, menandakan

Allah meninggalkan manusia.
32 Dalam kejatuhan kali pertama manusia tidak memakai rohnya (lihat cat. 61 dalam ps. 3); dalam kejatuhan kali kedua dia memakai jiwanya secara berlebihan,

menciptakan agama baru (lihat cat. 31 dalam ps. 4). Dalam ke­jatuhan kali ketiga manusia menya­lah­gunakan tubuh yang jatuh dan menjadi daging, penuh hawa

nafsu, perzinaan, dan kekerasan (ay. 2, 5, 11). Daging yang jatuh adalah musuh Allah yang paling kuat dan jahat (Rm. 7:5—8:13), sepenuhnya dan mutlak dibenci

oleh Allah. Pada waktu kejatuhan manusia kali ketiga seluruh ras manusia men­ja­di daging. Dengan demikian, Allah turun tangan dan memberi tahu ham­ba-Nya

Nuh bahwa Dia akan meng­han­curkan seluruh generasi itu (ay. 7, 13). Ini ada­­lah pralambang zaman sekarang sebe­lum Tuhan datang kembali (Mat. 24:37-39).
41 Kata ini berarti orang-orang yang jatuh. Perkawinan tidak sah an­ta­ra malaikat-malaikat yang jatuh de­ngan ras manusia menghasilkan Nephilim, raksasa-

raksasa, “orang-orang yang ga­gah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan” (cf. Bil. 13:32-33). Allah mendatangkan air bah untuk mengakhiri

generasi Nuh karena generasi itu telah menjadi tidak murni. Untuk menggenapkan tujuan-Nya, Allah tidak dapat mengizinkan ras manusia yang demikian hidup.
51 Atau, tujuan, kedambaan.
81 Iblis telah merusak manusia sam­pai puncaknya, dan Allah telah me­mutuskan untuk membinasakan ma­nu­sia yang telah Dia ciptakan bagi tujuan-Nya. Jadi,

kelihatannya Allah telah gagal. Tetapi Nuh menunjukkan faktor yang berdaulat yang menyediakan Allah satu jalan untuk tetap melaksanakan tujuan awal-Nya

terhadap manusia. Me­lalui kehidupan dan pekerjaan Nuh, Allah mendapatkan kemenangan atas musuh-Nya dan mengalihkan zaman. Cf. cat. 81 dalam Dan. 1 dan 41

dalam Ef. 2.
82 Nuh dapat bergaul dengan Allah (ay. 9) dalam generasi yang bengkok, murtad, dan yang berzina karena dia me­nemukan kasih karunia (cf. Ibr. 4:16). Kasih

karunia (anugerah) adalah Allah datang kepada kita menjadi suplai hayat kita, kekuatan kita, dan segala sesuatu kita (lihat cat. 101 dalam 1 Kor. 15). Ka­sih

karunia sedemikian memam­pukan Nuh mengalahkan daging dan me­nem­puh hidup yang benar (Yeh. 14:14; cf. Rm. 5:17-21 dan cat.).
91 Sama seperti Henokh, nenek mo­­­yangnya (5:22-24), Nuh bergaul de­ngan Allah oleh iman (Ibr. 11:7), yang ada­lah unsur ilahi Allah ditransfusi dan di­

infuskan ke dalam dia untuk menjadi ke­­mampuan percayanya (Rm. 3:22 dan cat.). Sebagai hasilnya, dia men­­jadi pe­waris kebenaran Allah (cf. Rm. 4:3, 9) dan

pemberita kebenaran (2 Ptr. 2:5) se­bagai satu perlawanan me­nen­tang generasi yang jahat. Kebe­naran Nuh menguatkan kedudukan Allah un­tuk melaksanakan

penghakiman-Nya atas generasi yang tidak beribadah itu.
121 Lit., daging.
131 Lit., daging.
141 Bahtera adalah lambang Kristus (1 Ptr. 3:20-21), bukan hanya Kristus yang individu tetapi juga Kristus yang korporat, gereja, yang adalah Tubuh Kristus

dan manusia baru (1 Kor. 12:12; Ef. 2:15-16; Kol. 3:10-11). Pem­ba­ngu­n­an bahtera melambangkan pem­bangunan Kristus yang korporat, de­ngan unsur kekayaan

Kristus sebagai bahan ba­ngun­an, dengan mereka yang bekerja bersama Allah (1 Kor. 3:9-12a; 2 Kor. 6:1; Ef. 3:8-10; 4:12). Dengan mem­ba­ngun bahtera dan

masuk ke dalamnya, Nuh tidak hanya diselamat­kan dari penghakiman Allah atas gene­rasi yang jahat melalui air bah, tetapi juga di­pi­sahkan dari generasi itu

dan men­da­tangkan zaman baru (1 Ptr. 3:20 dan cat. 4). Demikian juga, dengan mem­ba­ngun gereja dan masuk ke dalam hidup gereja, kita akan diselamatkan dari

penghakiman Allah atas generasi jahat zaman ini melalui kesusahan besar (Mat. 24:37-39; Luk. 17:26-27; 1 Tes. 5:3) dan akan dipisahkan dari generasi itu

(Luk. 21:36; Why. 3:10) dan men­da­tangkan zaman baru, zaman Kerajaan Seribu Tahun.
142 Sejenis pohon cemara, kayu da­­mar yang tahan air. Kayu ini ada­lah lam­bang Kristus yang tersalib, yang ta­­­han terhadap air kematian (Kis. 2:24).
143 Akar kata pakal dalam ayat ini dan penebusan di tempat lain dalam Per­janjian Lama terutama berarti me­nutupi. Pakal di sini melambangkan darah penebusan

Kristus, yang me­nu­tupi bangunan Allah di dalam dan di luar (Im. 4:5-7; 6:30; 16:14-19; Ibr. 9:21). Pakal di dalam bahtera adalah untuk kedamaian Nuh dan

keluarganya (cf. Ibr. 9:14), sedangkan pakal yang di luar untuk kepuasan Allah (cf. Kel. 12:13). Nuh dan keluarganya dise­la­mat­kan dari penghakiman air bah

oleh pakal pada bahtera, melambangkan ka­um ber­iman dalam Kristus diselamatkan dari penghakiman Allah melalui darah pene­bus­an Kristus (Rm. 5:9).
Supaya pakal pada bahtera ber­kha­siat, Nuh dan keluarganya harus ber­ada dalam bahtera, yaitu, dalam ke­sa­tuan dengan bahtera. Demikian juga, untuk

menerapkan penebusan melalui darah Kristus, kita harus berada da­lam Kristus, yaitu, dalam kesatuan de­ngan Dia melalui percaya ke dalam Dia (Yoh. 3:16; 1

Kor. 1:30; Ef. 1:7). Li­hat cat. 212 dalam ps. 3, 222 dalam Kel. 12, dan 22 dalam 1 Yoh. 2.
151 Nuh membangun bahtera bukan menurut imajinasinya sendiri, tetapi mut­lak menurut wahyu Allah. Cf. Kel. 25:9; 1 Taw. 28:11-19; 1 Kor. 3:10-12; Ef. 2:20a

dan cat. 2.
152 Angka tiga dan lima, di sini ter­lihat sebagai komponen dari ukuran bahtera, adalah angka dasar ­ba­ngunan Allah (cf. Kel. 27). Angka tiga me­lambangkan

Allah Tritunggal dalam menyalurkan diri-Nya sendiri ke dalam manusia (Mat. 28:19; 2 Kor. 13:13; Ef. 3:16-19). Angka lima tersusun dari em­pat, melambangkan

manusia sebagai salah satu ciptaan Allah (Why. 4:6-7 dan cat. 62), ditambah satu, melam­bang­kan Allah yang esa (Ul. 6:4; Yes. 45:5; 1 Kor. 8:4). Makna angka

tiga dan lima adalah perbauran Allah Tritunggal de­ngan manusia. Inilah bangunan Allah.
Ukuran-ukuran bahtera tersusun da­ri tiga dan lima dikalikan sepuluh atau seratus. Angka sepuluh melam­bang­kan kelengkapan (Dan. 1:12, 20) dan angka seratus

melambangkan kepe­nuh­an (Mat. 13:23). Ini melam­bangkan bangunan Allah sebagai per­bauran Allah Tritunggal de­ngan manusia dalam keleng­kapan dan kepenuhan.
153 Satu hasta kira-kira 18 inci.
161 Lit. bukaan. Dari akar kata yang sama seperti kata Ibrani untuk tengah hari. Dalam bahtera hanya ada satu jendela, menghadap surga, melam­bang­kan dalam

gereja, bangunan Allah, ha­nya ada satu wahyu dan satu visi (Kis. 2:42a; 1 Kor. 4:17; 1 Tim. 1:3-4) melalui satu ministri Perjanjian Baru (2 Kor. 3:6-9;

4:1). Terang datang dari atas (Kis. 26:13-19).
162 Hanya ada satu pintu, satu pin­tu masuk ke dalam bahtera. Pintu yang sa­tu ini melambangkan Kristus (Yoh. 10:9).
163 Tiga tingkat dari bahtera me­lambangkan Allah Tritunggal menurut pengalaman kita atas Dia: Roh, di­lam­bangkan oleh tingkat bawah, lebih dulu mencapai

kita dan membawa kita ke­pa­da Putra (1 Ptr. 1:2; Yoh. 16:8, 13-15), dan Putra membawa kita lebih tinggi da­lam pengalaman kita, kepada Bapa (Yoh. 14:6; Ef.

2:18; lihat cat. 82 dalam 1 Yoh. 4).
171 Lit., segala daging.
181 Lihat cat. 91 dalam ps. 9.
191 Lit., daging.

Pasal 7

31 Bahtera bukan hanya untuk ke­selamatan manusia, tetapi juga untuk keselamatan semua makhluk hidup. Lihat Kol. 1:20 dan cat. 2; Ibr. 2:9 dan cat. 3; dan

Mrk. 16:15 dan cat. 2.
41 Empat puluh adalah angka peng­­­ujian, pencobaan, dan penderitaan (Ibr. 3:9; Mat. 4:2; 1 Raj. 19:8).
61 Lihat cat. 211 dalam ps. 5.
161 Masuknya Nuh ke dalam bah­te­­ra (ay. 13) adalah lambang masuknya kita ke dalam Kristus. Allah menutup Nuh di dalam menunjukkan bahwa, meskipun kita

bebas masuk ke dalam Kristus, begitu kita berada di dalam, ki­ta tidak bisa keluar. Begitu kita per­ca­ya kepada Tuhan Yesus, kita “ditu­tup” oleh Allah

dengan tidak ada jalan ke­­lu­ar dari Dia (Yoh. 10:28-29 dan cat. 281).
171 Air yang dilampaui Nuh adalah satu gambaran air baptisan (1 Ptr. 3:20-21 dan cat. 211). Pakal pada bah­­te­ra menyelamatkan Nuh dari peng­ha­kiman air

bah (lihat cat. 143 dalam ps. 6), sedangkan air bah tidak hanya meng­­­hakimi dunia, tetapi juga memi­sah­kan Nuh dari zaman jahat itu (cf. Gal. 1:4; Kis.

2:40-41). Dengan cara yang sama, air Laut Merah meng­ha­kimi orang Me­sir dan menye­la­mat­kan bani Israel dari zaman orang Mesir (Kel. 14:26-30). Air

baptisan me­lam­bang­kan kematian Kristus, yang meng­hakimi Iblis dan du­nia (Rm. 6:3; Yoh. 12:31) dan yang ju­ga menye­la­matkan kaum beriman dari du­nia

dan kuasa ke­ge­lap­an Iblis yang telah dihakimi (Gal. 6:14; Ibr. 2:14).

Pasal 8

41 Bahtera yang melampaui air ke­ma­tian dan kandas di atas pegu­nungan Ararat adalah lambang Kristus yang melampaui kematian dan bangkit dari kematian.
71 Gagak adalah burung najis (Im. 11:15) karena ia makan bangkai, yaitu, kematian. Gagak melambangkan kaum beriman secara daging yang mengasihi dunia yang

dihakimi Allah dan kembali kepadanya untuk makan hal-hal kema­tian. Merpati (ay. 8) adalah burung tahir karena ia makan biji-bijian, yaitu, hayat. Merpati

melambangkan kaum ber­iman rohani yang tetap tinggal dalam hidup gereja dan memperhatikan ha­yat dalam Roh.
111 Zaitun adalah lambang Roh, dan daun zaitun segar melambangkan hayat baru dalam Roh. Jadi, daun zaitun adalah lambang hayat.
181 Delapan orang keluar dari bah­tera. Kristus dibangkitkan pada hari per­tama, yaitu, hari kedelapan dari minggu yang usang (lihat cat. 11 dalam Yoh. 20);

jadi, angka delapan me­lam­bangkan kebangkitan. Karena semua orang beriman, komponen-kom­ponen gereja, tercakup dalam ke­bang­kitan Kristus (Ef. 2:6; 1 Ptr.

1:3), me­re­ka adalah orang-orang yang di­bangkitkan. Karena itu, kehidupan Nuh dan keluar­ga­­nya setelah air bah melam­bangkan hidup gereja dalam ke­bang­

kitan Kristus. Inilah benih hidup ge­reja.
Delapan orang berada dalam bah­­­­tera ketika bahtera itu melewati air bah dan ketika bahtera itu kandas di pegunungan. Jadi, apa pun yang dialami bah­tera,

juga mereka alami dengan ber­ada dalam bahtera. Hal ini mengilus­trasikan bagaimana kaum beriman, de­ngan berada dalam Kristus (1 Kor. 1:30; Ef. 1:4),

disalibkan bersama Kristus (Rm. 6:6; 2 Kor. 5:14; Gal. 2:19b) dan juga dibangkitkan bersama Kristus (Ef. 2:6; Kol. 2:12; 3:1). Karena kita berada dalam

Kristus, pengalaman-Nya telah menjadi pengalaman kita.
201 Mezbah adalah lambang salib Kristus, dan persembahan melam­bang­kan berbagai aspek Kristus (Im. 1—7 dan cat.). Membangun mezbah dan mem­persembahkan

kurban di atas­nya melambangkan mempersembah­kan Kristus kepada Allah melalui sa­lib. Da­lam hidup gereja, hal per­ta­ma yang harus kita lakukan bukan

bekerja un­tuk Allah tetapi pergi ke salib untuk diak­hiri; kemudian kita perlu meng­alami Kristus dan mem­per­sembahkan kepada Allah Kristus yang telah kita

alami da­lam berbagai aspek­nya untuk kepuasan Allah. Lihat cat. 381 dalam Kel. 29.
202 Lihat cat. 31 dalam Im. 1.
211 Atau, menyejukkan.
212 Kejatuhan manusia menda­tang­kan kutuk (3:17); memper­sembah­kan Kristus kepada Allah melalui salib da­lam hidup gereja menyingkirkan kutuk dan

mendatangkan berkat (ay. 22; Gal. 3:13-14). Kutuk terakhir adalah maut, dan berkat terbesar adalah hayat (Mzm. 133:3).
221 Nuh membangun mezbah dan mempersembahkan kurban bakaran (melambangkan Kristus) kepada Allah untuk menyenangkan Dia (ay. 20-21) sehingga bumi dengan

sistem alamnya da­pat dijaga. Keteraturan sepanjang ta­hun ber­ba­­­gai siklus alam adalah ja­min­an Allah su­paya aturan alam se­mesta ter­pe­liha­ra untuk

menjaga bumi dan per­tum­buhan semua jenis makhluk hidup, su­paya manusia dapat berkembang bi­ak tanpa henti dan memenuhi bumi untuk meng­genapkan tujuan

kekal Allah (1:26-28).

Pasal 9

11 Hal ini membawa umat manusia “yang dibangkitkan” kembali kepada tu­juan semula Allah, yaitu agar manusia mengekspresikan Allah dan mewakili Dia (lihat

cat. 263 sampai 265 dalam ps. 1). Dalam hidup gereja dalam ke­bang­kitan Kristus kita telah dibawa kem­bali kepada permulaan untuk mengeks­presikan dan

mewakili Allah.
31 Sebelum kejatuhan, Allah me­ne­tap­kan bahwa manusia hanya makan hayat tumbuhan, hayat yang mera­wat, menumbuhkan (1:29). Setelah keja­tuh­an, manusia

tidak hanya perlu makan hayat tumbuhan, tetapi juga hayat bi­na­tang, yang termasuk pencu­rah­an da­rah dan menyiratkan keper­luan akan penebusan (Ibr.

9:22). Lihat cat. 512 dalam Yoh. 6 dan 81 dalam Kel. 12.
61 Hal ini adalah permulaan peme­rintahan manusia. Dalam taman Eden, sebelum kejatuhan manusia, manusia secara langsung berada di bawah peng­aturan Allah.

Setelah kejatuhan, manu­sia ber­ada di bawah pengaturan hati nuraninya (3:7-10). Namun, pengaturan hati nu­rani manusia tidak bekerja de­ngan baik, dan

manusia jatuh lebih jauh lagi ke dalam kejahatan (6:5, 11). Jadi, setelah air bah, Allah memberi wewe­nang ke­pada manusia untuk me­merin­tah atas manusia

yang lain, dan dimulai­lah pe­merintahan manusia (Rm. 13:1 dan cat. 3 dan 4).
Pada waktu itu Nuh adalah wakil keku­asaan di bawah Allah. Hal ini ada­lah ba­yangan Kerajaan Allah, yang rea­­li­tas­nya adalah hidup gereja dalam eko­nomi

Perjanjian Baru Allah, dan yang mani­festasinya adalah Kerajaan Seribu Tahun (lihat cat. 34 dalam Mat. 5 dan 281 dalam Ibr. 12).
62 Lihat cat. 263 dalam ps. 1.
91 Untuk meyakinkan umat manusia bahwa tidak akan pernah ada lagi air bah yang membinasakan mereka dan bumi, Allah mengadakan satu perjanjian dengan Nuh,

beserta keturunannya, dan dengan segala binatang hidup (ay. 9-17). Lihat cat. 221 dalam ps. 8 dan 61 dalam Why. 4.
131 Pelangi melambangkan kese­tia­an Allah dalam memelihara perjanjian-Nya. Allah sendiri adalah kesetiaan (1 Kor. 1:9; 1 Yoh. 1:9). Dia setia kepada firman

-Nya, dan firman-Nya adalah perjanjian-Nya. Pelangi kembali terlihat pada akhir Alkitab (Why. 4:3), me­nun­jukkan bahwa kesetiaan Allah akan tetap tinggal

selama-lamanya. Lihat cat. 33 dalam Why. 4, cat. 191, alinea 2 dalam Why. 21, dan cat. 281 dalam Yeh. 1.
211 Lit., tidak berpakaian. Ini ada­lah kegagalan Nuh, setelah mencapai kesuksesan dalam pekerjaannya yang dia alami di bawah berkat Allah (ay. 1). Nuh mabuk

oleh anggur dari ke­bunnya, dan dia ceroboh, telanjang tanpa me­nyadarinya. Dalam pengalaman rohani, karena sifat kejatuhan kita, kita harus ditudungi setiap

kali kita datang ke hadirat Allah (3:7, 21; Kel. 20:25-26; 28:40-43). Secara rohani, penudung kita adalah Kristus (Luk. 15:22; Gal. 3:27; Mzm. 45:14).

Telanjang secara rohani berarti kehilangan Kristus sebagai pe­nudung kita di hadirat Allah (cf. Rm. 13:14).
251 Sebagai ayah dari keluarganya dan pemimpin dari umat manusia, Nuh adalah wakil kekuasaan Allah di bumi. Se­kalipun Nuh telah gagal, keturunan Ham dikutuk

karena Ham menying­kap­kan ke­gagalan wakil kekuasaan Allah (ay. 22) dan dengan demikian men­­ja­mah peme­rintahan Allah secara keliru. Sem dan Yafet

diberkati karena mereka meng­hor­mati pemerintahan Allah, menutupi kegagalan wakil keku­a­saan dan tidak meli­hat­­nya (ay. 23). Kega­gal­an seorang pe­mim­

pin dalam pe­mer­in­tahan Allah selalu menjadi satu uji­an bagi kita. Me­­nyingkapkan ke­gagala­n pemimpin me­nye­­babkan kita secara negatif terlibat dengan

pemerin­tah­an Allah dan dengan demikian kehi­langan berkat Allah—lihat Ul. 27:16 (cf. Ef. 6:2-3); Bil. 12:1-10 dan cat.; 2 Sam. 15:10; 18:14-15. Jika kita

berdiri pada posisi yang benar di bawah pemerintahan Allah, kegagalan seorang pemimpin akan menjadi berkat kita.
261 Sem, anak sulung Nuh, nenek moyang orang Ibrani, orang Yahudi (Abraham adalah seorang keturunan Sem—11:10-26). Dalam perkataan nu­buat Nuh mengenai

ketiga anaknya dalam ay. 25-27, Sem diberkati dengan memiliki Allah sebagai Allahnya.
271 Kemah adalah tempat orang bi­sa tinggal, istirahat, dan memiliki ke­damaian dan kenikmatan. Tempat ting­gal Yafet dalam kemah-kemah Sem menunjukkan bahwa

jika Yafet dan keturunannya mau diberkati dan me­nikmati Allah sebagai perhentian, keda­maian, kenikmatan, dan kese­la­matan­nya, mereka harus percaya ke­pa

­da Allah orang Yahudi (cf. Yoh. 4:22). Ketika Tuhan Yesus datang sebagai keturunan Abraham dan keturunan Sem, Dia menjadi kemah, tabernakel (Kemah—Yoh.

1:14), yang akan rampung dalam Yerusalem Baru sebagai kemah Sem yang ultima, Kemah Allah dengan manusia untuk selama-lamanya, yang di dalamnya sejumlah orang

beriman Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dari semua bangsa akan tinggal untuk berbagian dalam berkat kekal dari hayat kekal (Why. 21:3 dan cat.).

Pasal 10

41 Beberapa naskah kuno menerje­mah­kan­nya Rodanim. Cf. 1 Taw. 1:7.
61 Yaitu, Mesir.
81 Nimrod, lambang pertama Anti­­kristus, adalah orang pertama yang me­nentang Allah. Menurut sejarah, Nimrod membawa masuk banyak hal berhala (Yer. 7:18 dan

cat.). Pemerin­tah­­an manusia dibentuk da­lam penen­tangan kepada Allah yang dimulai de­ngan Nimrod dan akan di­akhiri dengan Antikristus (Yer. 50:1 dan

cat.; Dan. 2:32-35 dan ca­t.). Kota Babel dan Ni­ni­we, yang dibangun oleh Nimrod (ay. 10-11), menjadi ibukota bangsa-bangsa Babel dan Asyur, dua gam­bar­an

kuat umat ma­nusia dalam penen­tang­annya kepada Allah.
251 Artinya perpecahan. Benih per­pecahan di antara umat manusia dita­burkan di sini. Setelah air bah Allah memberi manusia kuasa untuk meme­rin­tah orang

lain supaya ada ke­damaian di antara manusia (lihat cat. 61, alinea 1 dalam ps. 9), tetapi Iblis menyebab­kan manusia me­nyalahgunakan kuasa pemberian Allah

untuk mem­bentuk bangsa-bangsa su­pa­ya manusia dapat memiliki kekuasa­an­nya sendiri, jadi menyangkal hak dan kuasa Allah atas manusia.
Pembentukan bangsa-bangsa da­lam pasal ini, yang menghasilkan Babel (ps. 11), melambangkan pemben­tukan per­pecahan dan denominasi dalam ke­kris­tenan, yang

akhirnya akan rampung da­lam Babel Besar dengan putri-putrinya (Why. 17).

Pasal 11

21 Yaitu, Babel.
31 Bangunan Allah adalah dari batu (1 Raj. 6:7; Mat. 16:18; Yoh. 1:42; 1 Kor. 3:12a; 1 Ptr. 2:5; Why. 21:18-20), yang dihasilkan oleh pekerjaan ilahi Allah

melalui penciptaan dan peng­ubahan, sedangkan pembangunan kota dan menara Babel adalah dari batu bata (cf. Kel. 1:11, 14a), yang dihasilkan dari je­rih lelah

manusia melalui mem­bakar tanah yang diciptakan Allah.
Tanah adalah untuk menum­buh­kan hayat (1:11). Membuat batu bata ada­­­lah membunuh, membakar, unsur-un­sur tanah yang menumbuhkan hayat. Da­lam

perlambangan, tanah melam­bang­kan keinsanian (2:7; 3:19; Mat. 13:3-8 dan cat.; 1 Kor. 15:47a). Jadi, pem­­­be­­rontakan yang dihasut oleh Iblis mem­bunuh

unsur di dalam ma­­nusia yang me­numbuhkan hayat ilahi, de­ngan mem­­­ba­karnya, dan me­nyal­ah­gunakan ma­nu­sia untuk membangun hi­dup bu­at­an manusia

yang tanpa Allah.
41 Kota dibangun oleh jerih lelah manusia menunjukkan manusia telah meninggalkan Allah dan menggantikan Dia dengan kebudayaan buatan ma­nu­sia yang tanpa

Allah (lihat cat. 172 dalam ps. 4).
42 Menara dibangun dengan tujuan mencari nama untuk orang-orang itu dan untuk menyatakan pemberontakan dan penentangan mereka terhadap Allah. Abraham

membangun mezbah dan menyeru nama TUHAN dalam 12:7-8 berkebalikan dengan apa yang dilakukan di sini.
Menurut catatan sejarah dan buk­ti arkeologis, kota dan menara Babel pe­nuh dengan nama berhala. Jadi, di Babel manusia mengikuti Iblis, mening­gikan dirinya

sendiri untuk menentang Allah, menolak nama Allah, menyang­kal hak dan kuasa Allah atas manusia, dan jatuh ke dalam penyembahan ber­hala. Inilah kejatuhan

manusia kali keempat, kejatuhan dari pemerintahan manusia di bawah kuasa Allah kepada pemberontakan kolektif seluruh umat ma­nusia yang melawan Allah di

bawah hasutan Iblis (lihat cat. 32 dalam ps. 6).
71 Kata ganti Kita di sini menun­juk­kan bahwa di Babel, Allah Tritunggal turun secara pribadi dan menghakimi pemberontakan ini secara langsung. Li­hat cat.

13 dalam ps. 1.
72 Agar manusia tidak dapat mem­bentuk persekongkolan melawan Dia, Allah menghakimi umat manusia yang memberontak dengan perpecahan dan kekacauan: umat

manusia hidupnya berserakan dan tercerai-berai, tidak lagi dapat hidup bersama di satu tempat (ay. 8-9), dan mengacaukan, mem­bi­ngung­kan bahasanya, tidak

lagi dapat memiliki pembicaraan yang sama, yaitu, pemahaman, opini, dan konsepsi yang sama (ay. 7, 9). Sebaliknya, dalam hidup gereja yang tepat ada keesaan

dan keharmonisan: semua orang ber­iman memiliki satu pikiran dengan satu opini, dan satu mulut dengan satu pem­­bicaraan (1 Kor. 1:10; Rm. 15:5-6; Flp. 2:2;

4:2). Cf. Kis. 2:5-11.
Dalam pemberontakan umat ma­nusia di Babel, manusia jatuh sangat dalam, menyebabkan Allah akhirnya meninggalkan ras ciptaan Adam dan memanggil satu manusia,

Abraham, keluar dari ras itu supaya Dia masih memiliki jalan untuk menggenapkan tujuan semula-Nya dalam menciptakan manusia (1:26-28).
91 Artinya kacau.
281 Artinya terang. Menurut Kis. 7:2, Allah yang mulia menampakkan diri kepada Abraham pertama-tama di Ur Kasdim, ketika dia masih di Meso­potamia, sebelum

dia tinggal di Haran (cf. ay. 31). Sebelum penampakan awal Allah kepada Abraham, dia dan ke­lu­ar­ganya melayani allah-allah lain (Yos. 24:2). Allah

memanggil Abraham, bapak iman (Rm. 4:16; Gal. 3:7), dari latar belakang gelap penyembahan berhala, latar belakang Babel (ay. 3-4). Keda­tangan Allah kepada

Abraham dan pe­nampakan diri-Nya kepadanya mem­ba­wakan terang kepada Abraham (cf. Mat. 4:16; Kis. 9:1-3; 2 Kor. 4:6) dan memotivasi dia untuk keluar dari

ne­ge­ri penyembahan Iblis. Lihat cat. 22 dalam Kis. 7 dan cat. 22 dalam Ibr. 12.
Allah datang untuk memanggil Abraham supaya Dia dapat memiliki sa­tu permulaan baru dengan manusia yang jatuh. Panggilan Allah atas Abraham adalah satu

peralihan ras, peralihan dari ras Adam yang tercipta kepada ras Abraham yang terpanggil (lihat cat. 161 dalam Rm. 4). Peralihan ras dalam panggilan Allah

sebenarnya adalah peralihan hayat, dari hayat Adam ke­pada hayat Kristus (Gal. 2:20; Flp. 1:21a), dari hayat ciptaan lama yang jatuh kepada hayat ciptaan

baru yang lebih kuat dan lebih baik—hayat Allah yang bukan ciptaan. Proses peralihan hayat ini digambarkan dalam pasal-pasal berikutnya dari Kitab Kejadian

dan dapat dilihat dalam pengalaman kolektif Abraham, Ishak, dan Yakub.
282 Kasdim adalah tempat jahat, ne­geri penyembahan berhala, di Meso­po­­­­ta­mia, satu wilayah yang dikelilingi oleh dua sungai besar, Efrat dan Ti­gris.

Ja­­di, untuk meninggalkan Ur Kas­dim, ne­­ge­ri penyembahan berhala, dan ber­ja­lan ke tanah permai, tanah Kana­an, Abra­ham, orang Ibrani yang per­tama

(14:13 dan cat.), harus me­nye­be­­rang Sungai Efrat. Lihat cat. 11, alinea 2 da­lam Ibr. 1 dan cat. 132 dalam Ibr. 11.
291 Artinya putri rajaku.
311 Menurut Kis. 7:2-3, Allah me­nampakkan diri kepada Abraham di Ur-Kasdim dan memanggil dia “keluarlah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan pergilah

ke negeri yang akan Ku­tunjukkan kepadamu.” Ini adalah pe­nampakan Allah kali pertama dan pang­gilan Allah kepada dia. Namun, Abraham tidak menjawab

panggilan Allah de­ngan segera, melainkan tetap tinggal di Ur untuk sejangka waktu. Se­telah ke­ma­tian Haran, saudara Abraham (ay. 28), dalam kedaulatan-

Nya, Allah mem­buat ayahnya, Terah, membawa keluar­ganya keluar dari Ur ke Haran. Jadi, bu­­kan Abraham tetapi ayahnya yang meng­ambil inisiatif untuk

mening­galkan Ur. Lihat Kis. 7:4 dan cat.
312 Abraham keluar dari Kasdim, tetapi bukannya masuk ke Kanaan sebagaimana maksud Allah memanggil dia (Kis. 7:3), dia malah menetap di Haran. Hal ini

memperlihatkan ke­tidakrelaan Abraham untuk merespon panggilan Allah secara mutlak.

Pasal 12

11 Setelah meninggalnya ayah Abraham (11:32), Allah menampakkan diri kepada Abraham dan memanggil dia untuk kali kedua (lihat cat. 311 dalam ps. 11).

Pengulangan penampakan diri Allah kepada Abraham adalah satu tarikan kuat untuk dia, memotivasi dan menguatkan dia untuk menerima pang­gilan Allah. Hal ini

sama dengan kaum beriman Perjanjian Baru (lihat cat. 201 dan 221 dalam Mat. 4, 93 dalam Mat. 9, 22 dalam Ibr. 12, dan 39 dalam 2 Ptr. 1).
Catatan tentang Abraham, Ishak, dan Yakub (dengan Yusuf—lihat cat. 21 dalam ps. 37) saling tumpang tindih. Kitab Kejadian tidak menggambarkan mereka sebagai

tiga individu yang ter­pisah, tetapi sebagai penyusun dari satu persona yang korporat. Pengalaman ketiga orang ini menggambarkan ber­ba­gai aspek dari satu

pengalaman leng­­kap seseorang atas Allah Tritunggal. “Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub” adalah TUHAN, Allah Tritunggal—Bapa, Putra, dan Roh (Kel.

3:15; Mat. 28:19). Pengalaman Abraham melam­bangkan pengalaman Allah Bapa dalam panggilan-Nya kepada manusia, mem­be­narkan manusia, dan melengkapi ma­nusia

untuk hidup demi iman dan hidup dalam persekutuan dengan Dia (12:1; 15:6; ps. 17—18; 19:29; 21:1-13; 22:1-18). Pengalaman Ishak melambangkan peng­a­laman

Allah Putra dalam penebusan-Nya terhadap manusia (22:1-14) dan berkat-Nya terhadap manusia berupa warisan segala kekayaan-Nya, dengan hidup yang menikmati

kelimpahan-Nya, dan dengan hidup dalam damai (25:5; 26:3-4, 12-33). Pengalaman Yakub (de­ngan Yusuf) melambangkan pengalaman Allah Bapa dalam kasih-Nya

terhadap manusia dan memilih manusia (Mal. 1:2; Rm. 9:10-13) dan Allah Roh dalam mengerjakan segala hal untuk kebaikan pencinta-Nya, dalam mengubah manusia,

dan dalam membuat manusia matang dalam hayat ilahi supaya manusia da­pat memberkati semua bangsa, ber­kuasa atas seluruh bumi, dan me­mu­­askan se­mua orang

dengan Allah Putra se­bagai suplai hayat (27:41; 28:1—35:10; ps. 37, 39—49; Rm. 8:28-29)
12 Ketika Allah menampakkan diri kepada Abraham, Dia juga memang­gil­nya. Pembicaraan Allah kepada Abraham juga adalah faktor yang memotivasi dan menguatkan

dia untuk menjawab pang­gilan Allah (cf. Rm. 1:6; 8:30; 1 Kor. 1:9). Cf. cat. 11, alinea 1.
13 Dalam penampakan-Nya kali ke­dua kepada Abraham, Allah memanggil Abraham keluar bukan hanya dari negerinya dan sanak saudaranya tetapi juga dari rumah

ayahnya (cf. Kis. 7:3; lihat cat. 311 dalam ps. 11). Ini berarti Allah hanya memanggil Abraham dan istrinya, Sarai. Namun, ketika Abraham meninggalkan Haran,

dia membawa ke­ponakannya, Lot (ay. 4-5). Sekali lagi ini menunjukkan Abraham kurang mutlak menjawab panggilan Allah.
21 Janji Allah kepada Abraham da­lam ay. 2-3 adalah pemberitaan Injil (Gal. 3:8 dan cat.). Allah tidak hanya menampakkan diri kepada Abraham dan memanggil

dia, tetapi juga mem­be­rinya janji Injil sebagai satu perang­sang untuk mendorong Abraham men­ja­wab panggilan-Nya.
22 Dalam pemberitaan Injil-Nya ke­­pada Abraham, Allah berjanji membuat dia menjadi bangsa yang besar. Bangsa yang besar ini adalah Kerajaan Allah, yang

tersusun dari bangsa Israel se­ba­gai Kerajaan Allah dalam Perjanjian Lama (Mat. 21:43), gereja sebagai Ke­­­ra­jaan Allah dalam Perjanjian Baru (Mat. 16:18

-19a; Rm. 14:17), Kerajaan Seribu Tahun dalam zaman yang akan datang (Why. 11:15; 20:4, 6), dan langit baru dan bumi baru dengan Yerusalem Baru dalam

kekekalan (Why. 22:3, 5).
31 Sejak masa Nebukadnezar meng­­hancurkan kota Yerusalem sampai se­ka­rang, setiap bangsa, orang, suku, atau in­di­vidu yang mengutuk bangsa Yahudi menerima

kutukan, dan siapa pun yang memberkati bangsa Yahudi menerima berkat.
32 Dalam panggilan-Nya Allah ber­paling dari Adam kepada Abraham, te­tapi dalam janji-Nya Dia membuat perpalingan yang lain, dari Abraham kembali kepada

semua kaum ras Adam melalui Kristus, keturunan Abraham.
33 Berkat di sini terdiri atas ber­kat penciptaan dan penebusan Allah, ter­masuk semua yang Allah ingin be­ri­kan kepada manusia—Allah sendiri dan se­mua

yang Dia miliki dalam zaman ini dan zaman yang akan datang. Me­nur­ut Gal. 3:14 (lihat cat. di sana), ber­kat yang dijanjikan sebenarnya ada­lah Allah

sendiri sebagai Roh itu. Jadi, da­lam pemberitaan Injil-Nya ke­pada Abraham (Gal. 3:8), Allah berjanji akan memberikan diri-Nya kepada orang-orang yang

dipanggil sebagai sa­tu ber­kat. Menurut 22:18, berkat ini akan diberikan kepada semua bangsa melalui keturunan Abraham, yang ada­lah Kristus (Mat. 1:1; Gal.

3:16). Ber­kat Allah ke­pada Abraham, yang membuat dia men­jadi berkat bagi orang lain, menyiratkan kemah-kemah Sem (lihat cat. 271 dalam ps. 9).
51 Menurut Ibr. 11:8, Abraham per­gi demi iman, tidak tahu ke mana dia harus pergi. Lihat cat. di sana.
52 Lihat cat. 41 dalam Kis. 7.
53 Sasaran Allah terhadap Abraham bukan hanya menyelamatkan dia keluar dari lingkungan dan latar belakangnya, tetapi membawa dia ke tanah Kanaan untuk

menggenapkan tujuan Allah. De­mi­kian juga, sasaran Allah terhadap kaum beriman Perjan­jian Baru bukan hanya menye­la­matkan mereka dari kon­disi keja­tuhan

­nya, tetapi mem­ba­wa mereka ke dalam realitas tanah per­mai, yang ada­lah Kristus yang al­mu­hit sebagai bagian yang diundikan Allah un­tuk semua orang

yang ter­pang­gil (Ul. 8:7-10 dan cat. 71; Kol. 1:12 dan cat. 2). Lihat cat. 31 dalam ps. 15.
71 Ini adalah kali ketiga Allah me­nampakkan diri kepada Abraham. Pe­nam­pakan kembali Allah di sini mene­gas­­kan kepada Abraham bahwa dia telah menjawab

panggilan Allah dan telah tiba di tempat yang Allah inginkan. Penampakan kembali Allah juga mengu­at­kan Abraham untuk hidup demi iman (Ibr. 11:8-10) sebagai

satu kesaksian yang berlawanan dengan hidup tanpa Allah yang dikembangkan oleh umat manusia di Babel.
72 Keturunan dan tanah atau ne­ge­ri itu melambangkan Kristus, yang ada­lah sentralitas dan universalitas eko­no­mi kekal Allah. Lihat cat. 31 dalam ps. 15.
Kristus, Allah yang berinkarnasi, adalah keturunan tiga ganda: ketu­run­an perempuan (3:15; Yes. 7:14; Gal. 4:4), keturunan Abraham (12:7; Mat. 1:1; Gal.

3:16), dan keturunan Daud (2 Sam. 7:12-14; Mat. 1:1; 22:42-45; Rm. 1:3; Why. 22:16). Sebagai ketu­run­­an perem­puan, keturunan Maria (Mat. 1:16), Kristus

menggenapkan pene­bus­an untuk menghancurkan Iblis, ular, dan menye­la­matkan kaum ber­iman da­lam Kristus dari dosa dan ma­ut (Ibr. 2:14; Mat. 1:20-21; 1

Kor. 15:53-57). Se­­bagai ke­turunan Abraham, Kristus men­jadi Roh pemberi-hayat yang almuhit (1 Kor. 15:45; 2 Kor. 3:17) supaya ka­um ber­i­man dalam

Kristus, yang ada­lah ke­tu­runan Abraham (Gal. 3:29), da­pat me­warisi Roh yang telah ram­pung, Allah Tritunggal yang telah me­la­lui proses dan rampung,

sebagai wa­risan ilahi, berkat rohani mereka untuk se­la­ma-lamanya (Kis. 26:18; Ef. 1:14a; Gal. 3:14). Sebagai keturunan Daud, Kristus membawa kaum beriman

-Nya ke dalam kerajaan dan menye­bab­kan mereka ber­­bagian dalam ja­bat­an raja-Nya dalam kebangkitan-Nya di dalam kerajaan kekal Allah (2 Tim. 2:12; Why.

20:4, 6; 22:5b). Wahyu Kristus sebagai ketu­runan tiga ganda adalah isi dari Injil yang penuh.
73 Ini adalah mezbah pertama yang Abraham bangun. Mezbah adalah untuk menyembah Allah dengan memper­sem­bahkan semua adanya kita dan yang kita miliki kepada

Allah untuk tujuan-Nya. Abraham membangun satu mezbah dimotivasi oleh penampakan kembali Allah, ini dapat dianggap sebagai ke­sak­sian yang berlawanan dengan

pem­bangunan menara Babel.
81 Betel berarti rumah Allah dan Ai berarti timbunan reruntuhan. Betel dan Ai berlawanan satu sama lain, me­lambangkan bahwa di mata orang-orang yang

dipanggil Allah hanya ru­mah Allah yang bernilai; segala sesuatu yang lain adalah timbunan rerun­tuh­an.
82 Abraham pertama-tama mem­ba­ngun sebuah mezbah untuk menyem­bah Allah; kemudian dia mendirikan kemah untuk hidupnya. Abraham, Ishak, dan Yakub hidup

dalam kemah (12:8; 26:25; 35:21). Tempat tinggal mereka yang berupa kemah menyatakan bahwa me­reka adalah pelancong dan pengembara di bumi yang mencari satu

negeri yang lebih baik dan dengan sabar me­nan­ti­kan “kota yang mempunyai da­sar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah” (Ibr. 11:9-10, 13-16). Negeri

yang lebih baik dan kota yang mem­pu­nyai dasar, keduanya adalah Yeru­sa­lem Baru (lihat cat. 101 dan 132 dalam Ibr. 11).
83 Lihat cat. 262 dalam ps. 4.
91 Yaitu, dataran kering di selatan Kanaan.
101 Kelaparan, disiapkan Allah da­lam kedaulatan-Nya, adalah suatu ujian untuk melihat apakah Abraham hidup demi iman atau tidak, bersandar Allah untuk

kebutuhan hidupnya setiap hari (cf. 1 Ptr. 1:6-7). Bukannya bersandar Allah, Abraham malah turun ke Mesir, yang melambangkan dunia di bawah kuasa Iblis.
131 Lit., jiwaku.
201 Sementara Abraham berada di Mesir, dia mengalami anugerah Allah yang memelihara. Meskipun Abraham gagal bersandar kepada Dia, Allah mem­berkati Abraham,

membuat dia kaya (ay. 16; 13:2), dan melindungi Sarai, istrinya. Dengan pengalaman ini di Mesir, Abraham belajar bahwa Allah yang memanggil dia juga

memelihara dia dan segala sesuatu yang terjadi ber­ada dalam tangan kedaulatan-Nya.

Pasal 13

31 Dalam pemeliharaan-Nya yang ber­daulat untuk orang yang dipanggil-Nya, Allah tidak hanya memberkati Abraham dan menyelamatkan istrinya di Mesir, tetapi

Dia juga membawa Abraham kem­bali ke tempat semula, ke tempat kemah dan mezbah, memu­lih­kan se­ru­annya kepada nama Tuhan (ay. 4).
71 Ini adalah ujian lain yang di­atur untuk Abraham di bawah keda­u­lat­an Allah. Melalui pengalamannya di Mesir, Abraham telah belajar pel­ajar­an tidak

bergumul untuk dirinya sendiri dan tidak memilih untuk diri­nya sendiri, tetapi bersandar kepada perawatan Allah (lihat cat. 201 dalam ps. 12). Jadi, dia

mengizinkan Lot me­­­milih tanah yang diingininya (ay. 11).
141 Karena Abraham telah menang dalam ujiannya dengan Lot, Allah me­nampakkan diri kepada dia lagi dan me­negaskan janji dalam 12:7 me­nge­nai tanah permai

(ay. 14-15, 17) dan janji dalam 12:2 mengenai per­tambahan ke­turunannya (ay. 16). Hal ini mem­ba­wa Abraham kepada puncak peng­alaman­nya atas Allah,

karena dia me­min­dah­kan kemahnya untuk tinggal di Hebron, di mana dia menjalani sisa hi­dupnya da­lam persekutuan dengan Allah (lihat cat. 181 dan 183).
161 Lihat cat. 171 dalam ps. 22.
181 Pertama-tama Abraham men­di­rikan kemahnya di antara Betel dan Ai dan membangun mezbah di sana (12:8). Kemahnya adalah sebuah ke­sak­sian Allah kepada

dunia (lihat cat. 82 da­­­lam ps. 12). Di Hebron kemah Abraham menjadi suatu tempat di ma­na dia ber­­­­sekutu dengan Allah. Ka­re­na Abraham mendirikan

kemah di Hebron, Allah me­­miliki sebuah tem­pat di bumi di ma­na Dia dapat ber­komu­nikasi dan ber­se­ku­tu dengan manusia (cf. ps. 18). Kemah Abraham

dengan mezbah yang diba­ngunnya adalah satu pralambang Ke­mah de­ngan mezbah yang dibangun oleh bangsa Israel se­te­­lah keluar dari Mesir (Kel. 40). Ke­mah

itu adalah ke­sak­sian Allah (Kel. 38:21) dan tem­pat di mana Allah dan umat-Nya dapat ting­­­gal dan ber­se­ku­tu bersama-sama. Pe­ram­­­pungan sempurna

Kemah adalah Yeru­salem Baru, kesaksian, eks­­presi Allah dalam ke­ke­kalan dan tem­pat ting­gal kekal Allah dan semua orang yang dipang­gil-Nya (Why. 21:2

-3 dan cat. 31; 21:22 dan cat. 2).
182 Artinya kekuatan.
183 Artinya persekutuan, komunikasi, atau persahabatan.
31 Yaitu, Laut Mati.
131 Penyebutan kali pertama da­­­­­­-ri istilah ini dalam Alkitab. Kata ini berasal dari kata kerja bahasa Ibra­­ni yang berarti melewati, me­nye­be­rang.

Lihat cat. 11 alinea 2 dalam Ibr. 1.
181 Artinya raja kebenaran. Melki­sedek adalah lambang Kristus sebagai Imam Besar rajani (Ibr. 7:1-3 dan cat. 12 dan 31). Setelah Abraham mem­per­oleh

kemenangan, Melkisedek menam­pakkan diri. Sebelum penampakannya, Melkisedek, seorang imam Allah, tentu telah berdoa syafaat untuk Abraham. Pasti melalui

syafaatnya Abraham dapat membunuh empat raja dan memperoleh kemenangan (cf. Kel. 17:8-13). Hari ini Kristus, Imam Besar kita, berdoa sya­faat untuk kita

dalam cara yang tersem­bunyi (Rm. 8:34b; Ibr. 7:25b) supaya kita dapat menjadi pemenang-Nya un­tuk mengalahkan musuh Allah, se­hingga melalui kemenangan

kita, Kristus dapat dinyatakan secara terbuka pada ke­da­tangan-Nya kali kedua.
182 Artinya damai; sebutan awal Yerusalem (cf. Mzm. 76:3).
183 Imamat Melkisedek disebutkan dalam Alkitab sebelum imamat Harun (Kel. 28:1). Imamat menurut peraturan Melkisedek lebih tinggi daripada ima­mat Harun

(Ibr. 7). Dalam ministri bumiah-Nya, Kristus adalah Imam Besar menurut peraturan Harun untuk me­nyingkirkan dosa (Ibr. 9:14, 26). Ke­mudian, dalam ministri

surgawi-Nya, Kristus ditetapkan menjadi Imam Besar menurut peraturan Melkisedek (Ibr. 5:6, 10), bukan untuk mempersembahkan kurban untuk dosa melainkan untuk

melayankan Allah yang telah melalui proses inkarnasi, kehidupan insani, penyaliban, dan kebangkitan, yang di­lam­­bangkan oleh roti dan anggur ke­pa­da kita

(Mat. 26:26-28), sebagai suplai hayat kita supaya kita diselamatkan dengan sempurna (Ibr. 7:25a). Lihat cat. 111 dalam Za. 6, 62 dalam Ibr. 5, dan 11 dan 111

dalam Ibr. 7.
191 Lihat cat. 231 dalam Bil. 6.
192 Lit., Pemilik. Karena Abraham, seorang pemenang, telah memperoleh kemenangan atas musuh Allah dan ber­diri bersama Allah di bumi, Allah bukan hanya

disebut Allah semesta langit (2 Taw. 36:23; Neh. 1:5; 2:4, 20), tetapi ju­ga sebagai Pemilik langit dan bumi (ay. 19, 22). Lihat cat. 253 dalam Mat. 11.
201 Lit., dia. Lihat cat. 41 dalam Ibr. 7.
221 Lit., telah mengangkat tanganku.
222 Lit., Pemilik.
231 Di sini Abraham menang atas godaan harta benda bumiah, menampil­kan ke­murniannya dalam perkara ini. Cf. 2 Raj. 5:15-27; 3 Yoh. 7 dan cat. 2.

Pasal 14

31 Yaitu, Laut Mati.
131 Penyebutan kali pertama dari istilah ini dalam Alkitab. Kata ini berasal dari kata kerja bahasa Ibrani yang berarti melewati, menyeberang. Lihat cat. 11

alinea 2 dalam Ibr. 1
181 Artinya raja kebenaran.Melkisedek adalah lambang Kristus sebagai Imam Besar rajani (Ibr. 7:1-3 dan cat. 12 dan 31). Setelah Abraham memperoleh

kemenangan, Melkisedek menampakkan diri. Sebelum penampakannya, Melkisedek, seorang imam Allah, tetntu telah berdoa syafaat untuk Abraham. Pasti melalui

syafaatnya Abraham dapat membunuh empat raja dan memperoleh kemenangan (cf. Kel. 17:8-13). Hari ini Kristus, Imam Besar kita, berdoa syafaat untuk kita dalam

cara yang tersembunyi (Rm. 8:34b; Ibr. 7:25b) supaya kita dapat menjadi pemenang-Nya untuk mengalahkan musuh Allah, sehingga melalui kemenangan kita, Kristus

dapat dinyatakan secara terbuka pada kedatangan-Nya kali kedua.
182 Artinya damai; sebutan awal Yerusalem (cf. Mzm. 76:3).
183 Imamat Melkisedek disebutkan dalam Alkitab sebelum imamat Harun (Kel. 28:1). Imamat menurut peraturan Melkisedek lebih tinggi daripada iamamt Harun (Ibr.

7). Dalam ministri bumiah-Nya, Kristus adalah Imam Besar menurut peraturan Harun untuk menyingkirkan dosa (Ibr. 9:14, 26). Kemudian, dalam ministri surgawi-

Nya, Kristus ditetapkan menjadi Imam Besar menurut peraturan Melkisedek (Ibr. 5:6, 10), bukan untuk mempersembahkan kurban untuk dosa melainkan untuk

melayankan Allah yang telah melalui proses inkarnasi, kehidupan insani, penyaliban, dan kebangkitan, yang dilambangkan oleh roti dan anggur kepada kita (Mat.

26:26-28), sebagai suplai hayat kita supaya kita diselamatkan dengan sempurna (Ibr. 7:25a). Lihat cat. 111 dalam Za. 6, 62 dalam Ibr. 5, dan 11 dan 111

dalam Ibr. 7.
191 Lihat cat. 231 dalam Bil. 6.
192 Lit., Pemilik. Karena Abraham, seorang pemenang, telah memperoleh kemenangan atas musuh Allah dan berdiri bersama Allah di bumi, Allah bukan hanya

disebut Allah semesta langit (2Taw. 36:23; neh, 1:5; 2:4, 20), tetapi juga sebagai Pemilik langit dan bumi (ay. 19, 22). Lihat cat. 253 dalam Mat. 11.
201 Lit., dia. Lihat cat. 41 dalam Ibr. 7.
221 Lit., telah mengangkat tanganku.
222 Lit., Pemilik.
231 Di sini Abraham menang atas godaan harta benda bumiah, menampilkan kemurniannya dalam perkara ini. Cf. 2Raj. 5:15-27; 3Yoh. 7 dan cat. 2.

Pasal 15

11 Sebelum pasal ini Abraham telah mengalami Allah sebagai Yang melin­dunginya dan memberkatinya dalam hal-hal materi (12:16) untuk meme­li­hara

eksistensinya secara luaran. Mulai pasal ini Allah datang untuk memper­lihatkan kepada Abraham bahwa dia memerlukan anugerah Allah di ba­tin untuk

menggenapkan tujuan Allah, yaitu memiliki satu umat untuk meng­ekspresikan Allah dengan gambar-Nya, mewakili Dia dengan kuasa-Nya, dan memiliki bumi bagi

kerajaan-Nya (1:26-28).
12 Setelah mengalahkan keempat raja itu (14:13-17), Abraham takut ter­hadap pembalasan mereka. Jadi, Allah datang memberi tahu Abraham bahwa Ia akan menjadi

perisai untuk melin­dunginya. Ia juga akan menjadi upah bagi Abraham karena menolong Lot.
31 Untuk menggenapkan tujuan Allah, diperlukan dua hal: keturunan (ay. 1-6) dan tanah (ay. 7-21). Ketu­runan pertama-tama adalah Kristus yang individual

(Gal. 3:16 dan cat.) ke­mu­dian Kristus yang korporat (1 Kor. 12:12), tersusun dari Kristus se­bagai Kepala dan seluruh orang ber­iman-Nya (Gal. 3:29 dan

cat. 1, ali­nea 1) sebagai Tubuh. Tanah adalah Kristus sebagai Roh pemberi-hayat yang al­mu­hit, yang di dalamnya kaum ber­iman hidup (Ul. 8:7-10 dan cat.

71); tanah juga adalah gereja sebagai per­lu­asan, penyebaran Kristus. Untuk me­­menuhi tujuan Allah, kita perlu me­­ne­rima anugerah Allah supaya Kristus

dapat digarapkan ke dalam kita se­ba­gai keturunan dan di­perhidupkan dari kita sebagai tanah untuk menjadi hidup gereja kita, se­hing­ga kita dapat menik­

mati per­hen­tian Allah, mengalahkan musuh Allah, dan mendirikan Kerajaan Allah dengan tem­pat tinggal-Nya untuk ekspresi-Nya dan perwakilan-Nya.
32 Lit., seorang anak dari rumahku.
41 Lit., bagian dalam. Keturunan yang dibutuhkan untuk menggenapkan tujuan Allah tidak mungkin didapat dari segala sesuatu yang sudah dimiliki Abraham

(Eliezer—ay. 2) atau yang di­hasilkan dari dirinya sendiri (Ismael—16:15). Hanya yang digarapkan Allah ke dalam Abraham baru dapat meng­hasilkan keturunan

yang diminta. Demi­kian pula, hanya apa yang Allah garap­kan ke dalam kita melalui anugerah-Nya baru dapat melahirkan Kristus seba­gai keturunan untuk

menggenapkan tujuan Allah.
51 Lihat cat. 171 dalam ps. 22.
61 Lihat cat. 31 dalam Rm. 4. Di sini Abraham bukan mempercayai Allah untuk memperoleh berkat luaran bagi eksistensinya; dia percaya bahwa Allah dapat

menggarapkan sesuatu ke dalam dia untuk melahirkan keturunan dari dirinya sendiri guna menggenapkan tu­juan Allah. Iman seperti ini berharga bagi Allah dan

diperhitungkan oleh Dia sebagai kebenaran. Abraham dibenarkan oleh iman yang demikian (Rm. 4:1-5 dan cat. 11).
81 Abraham mempercayai Allah atas janji-Nya mengenai keturunan (ay. 6), tetapi dia kekurangan iman untuk mempercayai Allah atas janji me­ngenai tanah. Untuk

menguatkan iman Abraham, Allah terpaksa menegas­kan janji-Nya mengenai tanah kepada Abraham dengan membuat satu per­jan­jian dengannya (ay. 9-21). Cara yang

luar biasa yang dalamnya Allah mem­buat perjanjian ini menyiratkan cara yang di dalamnya Abraham dapat meng­genapkan tujuan kekal Allah.
Perjanjian yang Allah buat dengan Abraham adalah satu perjanjian dari janji yang akan digenapi melalui kuat kuasa Allah dalam anugerah-Nya, bu­kan melalui

usaha Abraham dalam da­gingnya. Perjanjian yang baru adalah kelanjutan perjanjian ini (Gal. 3:17 dan cat. 1; Gal. 4:22-26 dan cat. 242).
82 Lit., mewarisinya.
91 Allah membuat perjanjian dengan Abraham melalui Kristus yang disa­lib­kan dan bangkit. Ketiga jenis ternak yang disembelih di sini melambangkan Kristus

dalam keinsanian-Nya disalibkan untuk kita, dan kedua burung yang hi­dup me­lambangkan Kristus dalam ke­ilahian-Nya sebagai Yang bangkit dan hidup (Yoh.

11:25; Why. 1:18). Kristus dibu­nuh dalam keinsanian-Nya, tetapi Dia hidup dalam keilahian-Nya (Yoh. 14:19; 1 Ptr. 3:18 dan cat. 5).
Lembu betina adalah untuk kur­ban pendamaian (kurban keselamatan, Im. 3:1, LAI), kambing betina untuk kur­ban penghapus dosa (Im. 4:28; 5:6), dan domba

jantan untuk kurban bakaran (Im. 1:10). Mereka semua berumur ti­ga tahun, melambangkan Kristus di­per­sembahkan kepada Allah dan disa­lib­kan dalam

kebangkitan (Yoh. 2:19; 11:25; Ibr. 9:14).
Dalam perlambangan, tekukur me­l­ambangkan hidup yang menderita, dan anak burung merpati melambangkan hidup yang percaya, hidup oleh iman. Keduanya adalah

ciri-ciri kehidupan Tuhan di bumi. Karena dua adalah angka kesaksian (Mat. 18:16; 2 Kor. 13:1), kedua burung yang hidup memikul kesaksian Kristus sebagai

Yang bangkit yang hidup di dalam kita dan untuk kita (Yoh. 14:19-20; Gal. 2:20).
Lima adalah angka tanggung ja­wab (lihat cat. 21 dalam Mat. 25). Maka, fak­ta bahwa ada tiga ternak dan dua bu­­rung, berjumlah lima macam, melam­­bangkan

Kristus sebagai Yang tersalib dan hidup, sekarang memikul semua tanggung jawab untuk menggenapkan tujuan kekal Allah.
101 Allah meminta Abraham mem­persembahkan ternak dan burung itu kepada-Nya menyatakan bahwa Abraham harus menyamakan dirinya dengan kur­ban itu dan menjadi

satu dengan se­mua kurban yang dia persembahkan (lihat cat. 212 dalam ps. 3 dan 41 dalam Im. 1). Ini menunjukkan bahwa untuk meng­genapkan tujuan kekal

Allah, kita harus disalibkan dalam penyaliban Kristus dan dibangkitkan dalam kebangkitan Kristus (Rm. 6:5, 8; Gal. 2:20). Hanya dalam cara ini kita bisa

melaksanakan hidup gereja dalam Kristus sebagai ta­nah yang dijanjikan.
111 Burung-burung buas yang hing­gap untuk memakan kurban-kurban itu melambangkan Iblis dan malaikat-ma­lai­katnya datang untuk membuat Kristus tidak berguna

bagi hidup gereja (Gal. 5:2, 4).
131 Pemberitahuan Allah mengenai keturunan Abraham yang akan menjadi orang asing, budak, dan menderita di Mesir adalah satu penegasan bahwa Abraham pasti

akan memiliki seorang anak, seorang ahli waris (ay. 4), dan Allah dalam kesetiaan-Nya akan me­me­gang janji-Nya, yang diberikan dalam 12:7 dan 13:14-17,

untuk memberikan ta­nah kepada keturunannya dari Sungai Nil sampai Efrat (ay. 18 dan cat.).
132 Lihat cat. 173 dalam Gal. 3.
151 Lit., berusia lanjut.
171 Perapian adalah untuk memur­nikan dan suluh atau obor adalah untuk menerangi. Untuk menetapkan per­jan­jian-Nya dengan Abraham, Allah me­le­wati kurban-

kurban itu dalam wujud perapian yang berasap dan obor yang me­nyala dalam malam yang gelap. Ini melambangkan, ketika orang-orang yang dipanggil Allah

mengalami pende­ri­ta­an, Dia akan datang untuk memurnikan dan mene­rangi mereka supaya mereka dapat meng­genapkan tujuan-Nya dengan ke­turunan dan tanah.
181 Dalam perjanjian-Nya dengan Abraham, Allah menetapkan batas ta­nah permai, tanah Imanuel (Yes. 8:8), wi­layah Israel, dari Sungai Nil sampai Efrat (cf.

Kel. 23:31; Ul. 11:24; Yos. 1:3-4). Inilah tanah yang akan diwarisi Kristus, keturunan Abraham satu-satu­nya (12:7a; Gal. 3:16), untuk men­di­ri­kan Kerajaan

Seribu Tahun-Nya. Lihat cat. 241 dalam Ul. 11 dan 341 dalam Mat. 25.
201 Ras raksasa (Ul. 3:11).

Pasal 16

11 Sara dan Hagar adalah tanda kiasan dua perjanjian (Gal. 4:22-28 dan cat. 242 dan 245).
21 Lit., membangun.
71 Malaikat TUHAN adalah TUHAN sendiri (ay. 13; 22:11-12, 15-16; 31:11, 13). Lihat cat. 21 dalam Kel. 3, 212 dan 221 dalam Kel. 23, dan 82 dalam Za. 2.
111 Artinya Allah mendengarkan.
131 Lit., Engkau adalah Allah yang mewahyukan diri-Nya.
132 Lit., Allah yang melihat.
141 Artinya sumur dari Yang hidup yang melihat aku, atau sumur da­ri Dia yang mewahyukan diri-Nya.
151 Perbuatan Abraham meng­ha­sil­kan Ismael melalui Hagar melam­bang­kan usaha manusia untuk meng­ge­nap­kan tu­juan Allah oleh usaha daging dal­am ko­

ordinasi dengan hukum Taurat (lihat cat 162dalam Gal. 2 dan 231 da­lam Gal. 4).

Pasal 17

11 Perbuatan Abraham meng­hasil­kan Ismael dengan menggunakan ke­ku­­atan alamiahnya merupakan pe­lang­garan serius terhadap Allah dan ekonomi-Nya.

Karenanya, setelah Is­ma­el lahir, persekutuan Abraham de­ngan Allah rusak; Allah menunggu tiga belas ta­hun (cf. 16:16), sampai kekuatan ala­mi­ah Abraham

diakhiri, baru Dia datang menghubungi Abra­ham kembali (Rm. 4:19 dan cat.). Lihat cat. 41 da­lam ps. 15.
12 Lit., Allah yang serba cukup. Ibraninya El Shaddai. El berarti Yang Mahakuasa, dan Shaddai berasal dari kata Ibrani yang berarti buah dada, ambing.

Julukan ilahi ini mewah­yu­kan Allah sebagai Yang Mahakuasa yang memiliki “buah dada”, yaitu, Yang Maha­kuasa yang serba cukup. Dia ada­lah sumber anugerah

untuk me­nyuplai orang-orang yang dipanggil-Nya dengan kekayaan ilahi-Nya se­hingga mereka dapat melahirkan Kristus sebagai ke­tu­runan yang menggenapkan

tujuan-Nya.
13 Hidup di hadapan Allah di sini adalah hidup di hadirat-Nya, secara konstan menikmati Dia dan suplai-Nya yang serba cukup. Menjadi sempurna (tidak bercela,

LAI) adalah memiliki Allah ditambahkan kepada kita seba­gai unsur dan faktor kesempurnaan. Secara praktis, ini berarti kita tidak mengandalkan kekuatan

daging, tetapi ber­san­dar kepada Allah sebagai Yang Maha­kuasa yang serba cukup untuk ke­hidupan dan pekerjaan kita.
41 Sebutan bangsa-bangsa dan raja-raja dalam ay. 4-6 dan dalam 35:11 menyatakan bahwa hasil dari per­kem­bangbiakan diri kita harus menjadi hi­dup gereja

yang tepat sebagai Kerajaan Allah di bumi (Rm. 14:17 dan cat. 1). Lihat cat. 22 dalam ps. 12.
51 Artinya bapa yang ditinggikan.
52 Artinya bapa banyak bangsa. Un­tuk menggenapkan tujuan kekal-Nya, yang Allah perlukan bukan satu perso­na yang ditinggikan, tetapi bapa segala bangsa (cf.

1:28; 9:1). Sebab itu, per­ubahan nama Abraham, menandakan perubahan personanya, untuk meng­ge­napkan tujuan Allah. Dalam peng­alaman rohani, perubahan

sejati sebuah nama adalah perubahan dari “aku” ke­pada Kristus (Gal. 2:20) dan dari “aku” ke­pa­da anugerah Allah (1 Kor. 15:10). Ha­nya Kristus sebagai

anugerah Allah, bukan “aku”, yang dapat me­­la­hirkan banyak bangsa yang diperlukan untuk menggenapkan tujuan Allah (li­hat cat. 41 dalam ps. 15). Cf. 32:27

-28; Yoh. 1:42
101 Arti rohani dari sunat adalah menanggalkan daging, menanggalkan ego dan manusia lama, melalui penya­liban Kristus (Kol. 2:11, 13a; Ul. 10:16; Yer. 4:4a;

Kis. 7:51; Gal. 5:24; Rm. 6:6; Ef. 4:22; Kol. 3:9). Dalam pasal 16 Abraham menggunakan dagingnya untuk menghasilkan Ismael. Di sini Allah meminta dia untuk

mengerat da­gingnya, mengakhiri kekuatan ala­mi­ah­nya, sehingga Allah turun tangan dan mendatangkan Ishak oleh anugerah-Nya untuk menggenapkan tujuan-Nya.

Sunat dalam Perjanjian Lama sama de­­ngan baptisan dalam Perjanjian Baru (Kol. 2:11-12 dan cat.). Sunat sejati bu­kan yang luaran di dalam da­ging, te­ta­pi

“su­nat di dalam hati, secara rohani, bukan secara harfiah” (Rm. 2:28-29). Lihat cat. 21 dalam Yos. 5.
111 Meskipun janji Allah mengenai mewariskan tanah permai kepada umat pilihan-Nya (12:1-2, 7; 13:15-17) telah dibuat menjadi satu perjanjian (15:4-5, 18-21),

masih ada keperluan untuk menegaskan perjanjian dari janji Allah dengan per­janjian sunat. Sunat adalah prosedur yang harus dilewati oleh umat pilihan Allah

untuk mewarisi janji Allah. Sunat melambangkan bahwa orang-orang pi­lihan Allah dalam Perjanjian Baru ha­rus diakhiri melalui salib supaya me­reka dapat

mewarisi semua kekaya­an di da­lam Kristus yang dijanjikan Allah (cf. Gal. 2:20). Lihat Rm. 4:11 dan cat. 1.
121 Dalam perlambangan hari ke­de­lapan, hari pertama dari minggu yang baru, mengacu kepada kebangkitan Kristus (Mat. 28:1; Yoh. 20:1). Sunat harus dalam

kebangkitan, dan sunat se­lalu memimpin kita ke dalam ke­bang­kitan (Kol. 2:12; cf. Rm. 6:3-5), menja­dikan kita persona yang baru, ciptaan baru (2 Kor.

5:17; Gal. 6:15), untuk menggenapkan tujuan Allah.
Sunat berhubungan dengan peng­ubahan nama orang (ay. 5). Keduanya menandakan pengakhiran diri kita yang lama dan kita dibawa masuk ke dalam kebangkitan

supaya kita bukan lagi persona yang alamiah tetapi persona yang bangkit.
141 Jika orang-orang yang dipanggil Allah tidak menempuh hidup yang tersalib melalui mengakhiri ego dan ala­miah mereka, dalam pengalaman yang subyektif

mereka akan dikerat (di­lenyapkan, LAI) dari Kristus, dari hidup gereja, dan dari suplai anugerah Allah dan tidak akan ada hu­bungan dengan perjanjian Allah

untuk meng­genapkan tujuan Allah (Yoh. 15:6; Gal. 5:4).
151 Artinya putri rajaku.
152 Artinya putri raja. Kata ku se­sudah putri raja (lihat cat. 151) me­nunjukkan kesempitan dan kekhususan. Penggantian nama Sara di sini me­nan­­dakan

keadaan yang umum dan mem­beri kesan personanya diperbesar dan diperluas, menjadikan dia ibu bangsa-bangsa (ay. 16). Seperti yang dapat di­­lihat baik

Abraham (ay. 5) maupun Sara, penggantian nama demikian me­merlukan pengakhiran manusia lama dan manusia alamiah kita sehingga kita dapat diubah menjadi

persona baru yang dapat menghasilkan keturunan dan memperhatikan orang lain untuk menggenapkan tujuan Allah.
161 Yaitu, oleh anugerah Allah da­lam perjanjian dari janji Allah, dilam­bangkan di sini oleh Sara, perempuan merdeka, istri Abraham (Gal. 4:22-26). Lahirnya

Ishak oleh Sara menandakan kelahiran kaum beriman dalam Kristus oleh anu­gerah Allah dalam kebangkitan Kristus (1 Ptr. 1:3) menjadi keturunan Abraham yang

sah (Gal. 4:28, 31; 3:29). Perjan­jian sunat Allah dalam pasal ini ber­hu­bungan dengan perjanjian yang baru, yang di dalamnya kematian Kristus meng­­erat

manusia lama kita dalam da­ging dan kebangkitan Kristus menu­nas­kan manusia baru kita, dilam­bangkan oleh Ishak, menjadikan kita ciptaan baru (2 Kor. 5:17).
191 Artinya dia tertawa.
192 Ismael, keturunan yang diha­sil­kan oleh daging, ditolak oleh Allah (21:10). Hanya Ishak, keturunan yang dilahirkan oleh anugerah Allah, di­teguh­kan

untuk menggenapkan tujuan Allah (ay. 21; 21:12; Rm. 9:7-9).
211 Lihat cat. 141 dalam ps. 18.

Pasal 18

21 Atau, manusia fana. Salah satu dari ketiga orang ini adalah TUHAN Allah (ay. 13-14, 22) sebagai Kristus; dua orang lainnya adalah malaikat (ay. 22; 19:1).

Setelah dia disunat dan ke­kuatan alamiahnya diakhiri, Abraham hidup dalam persekutuan yang intim dengan Allah dan menjadi sahabat Allah (Yak. 2:23; 2 Taw.

20:7; Yes. 41:8). Bah­kan sebelum inkarnasi (Yoh. 1:14), TUHAN sebagai Kristus menam­pakkan diri kepada Abraham dalam bentuk ma­nusia, dengan tubuh manusia,

dan ber­cakap akrab dengannya se­ba­gai manusia.
61 Ibraninya seahs. Tiga seah sama dengan satu efa, bagian umum untuk sa­tu porsi (cf. 1 Sam. 1:24; Hak. 6:19). Tiga sukat tepung terbaik melambangkan

Kristus yang bangkit dalam kein­sanian-Nya. Cf. Mat. 13:33.
62 Roti bundar, anak lembu (ay. 7; cf. Luk. 15:23), dan dadih serta susu (ay. 8; cf. 1 Ptr. 2:2) semua melam­bang­­kan kekayaan Kristus yang almuhit se­ba­

­­gai makanan untuk kepuasan Allah dan manusia. Sementara Abraham me­nik­mati persekutuan dengan Allah, da­lam perlambangan dia mempersembahkan Kristus

kepada Allah sebagai makanan Allah.
101 Lit., waktu hayat. Pasim.
141 Lit., menakjubkan, ajaib.
142 Waktu hayat (ay. 10), waktu yang ditentukan untuk kelahiran Ishak (17:21), adalah waktu kunjungan Allah (21:1). Kelahiran Ishak adalah keda­tang­an

TUHAN, yang adalah kedatang­an anugerah (cf. Yoh. 1:17). Ishak di­lahirkan oleh kekuatan anugerah Allah, bukan oleh kekuatan hayat ala­mi­ah manusia. Ini

terjadi setelah Abraham disunat dan dia dan istrinya, Sara, te­lah sepenuhnya mati (ay. 11; Rm. 4:18-19), melambangkan bahwa waktu hayat, waktu Kristus akan

men­jadi hayat ba­gi kita, akan datang se­te­lah kekuatan alamiah kita diakhiri.
171 Allah menyatakan kepada Abra­ham maksud-Nya untuk menghan­cur­kan Sodom, karena Dia mencari seorang pendoa syafaat. Sementara Allah ber­maksud

menghancurkan Sodom, hati-Nya prihatin kepada Lot, yang tinggal di Sodom (13:12; 14:12; 19:1). Dia ingin menyelamatkan Lot untuk melindungi sil­silah Kristus

melalui Rut, seorang Moab, yang adalah keturunan Lot (19:37; Rut 1:4; Mat. 1:5), tetapi Dia tidak dapat melakukannya tanpa pendoa syafaat. Jadi, dalam

persekutuan-Nya yang intim dengan Abraham, secara mis­terius, tanpa menyebutkan nama Lot, Allah menyatakan kedambaan hati-Nya. Doa syafaat yang tepat bukan

di­mu­lai oleh manusia, tetapi oleh wahyu Allah. Jadi, doa syafaat ini meng­eks­presikan kedambaan Allah dan mem­bu­­ka jalan untuk merampungkan kehen­dak-

Nya.
221 Tujuan Abraham berdiri di ha­da­pan TUHAN adalah berdoa syafaat un­­tuk Lot. Doa syafaat yang mulia yang Abraham lakukan di hadapan Allah bu­kan doa dari

manusia di bumi ke­pa­da Allah di surga; doa ini adalah per­­­ca­kap­an antara dua sahabat, pem­bi­ca­ra­an yang akrab menurut penyingkapan ke­dam­baan hati

Allah.
231 Di sini Abraham mengacu ke­pada Lot secara tersirat (2 Ptr. 2:7-9). Kelihatannya, Abraham berdoa syafaat untuk Sodom; sebenarnya, dia berdoa syafaat

untuk Lot (19:27-29).
251 Dalam doa syafaatnya untuk Lot, Abraham tidak meminta Allah me­­nurut kasih dan anugerah-Nya; dia menantang Allah menurut jalan ke­be­nar­an-Nya.

Kebenaran Allah lebih meng­ikat Dia dibandingkan dengan ka­­sih dan anugerah-Nya (lihat cat. 171 dalam Rm. 1).
331 Doa syafaat Abraham tidak ber­akhir dengan pembicaraan Abraham, te­tapi dengan pembicaraan Allah, menun­juk­kan bahwa doa syafaat yang sejati adalah

pembicaraan Allah dalam pem­bicaraan kita.

Pasal 19

11 Lot adalah orang yang benar dan beribadah (2 Ptr. 2:6-9). Namun, mes­ki­pun dia telah keluar dari Ur-Kasdim dan tinggal sebagai seorang umat Allah bersama

Abraham di tanah Kanaan (12:5), dia gagal karena dia memisah­kan dirinya dari Abraham, yang adalah saksi dan kesaksian Allah, dan ha­nyut ke Kota Sodom yang

jahat (13:11-13; 14:12), yang dihakimi oleh Allah dan di­­hancurkan di bawah peng­ha­kiman-Nya.
Ur-Kasdim adalah tempat ber­ha­la, Mesir adalah tempat kekayaan dan ke­senangan duniawi, dan Sodom adalah ko­ta dosa. Ketiga tempat ini mem­ben­tuk segitiga

yang mengelilingi tanah Ka­na­an. Orang-orang yang di­panggil Allah hidup di dalam segitiga ini dan harus berhati-hati agar tidak kembali ke kota berhala,

turun ke tem­pat ke­se­­nangan duniawi, atau hanyut ke kota dosa.
51 Orang Sodom yang jahat adalah homoseks (pemburit) (Rm. 1:24-27).
81 Kerelaan Lot untuk mengor­ban­kan dua anak perawannya guna me­muaskan hawa nafsu orang Sodom mem­perlihatkan bahwa Lot, karena telah cu­kup lama tinggal

di Kota Sodom yang penuh dosa, telah kehilangan perasaan moral dan malunya (ay. 33, 35).
111 Ini memperlihatkan bahwa ke­dosaan membutakan orang. Lihat cat. 271 dalam Mat. 9, 401 dalam Yoh. 12, dan 12 dalam Yoh. 9.
161 Lot tidak rela lari dari kota yang jahat dan terkutuk itu, tetapi Tuhan penuh belas kasihan, menarik Lot ke­luar dari Sodom seperti kayu di­tarik dari

perapian (cf. Za. 3:2; Yud. 23).
201 Atau, jiwaku.
221 Artinya kecil.
261 Lihat cat. 321 dalam Luk. 17.
321 Karena telah terbius dengan arus jahat dunia yang jahat, anak pe­rem­pu­an Lot kehilangan perasaan mo­ra­li­tasnya. Karena ingin keturunan tanpa

memperhatikan sarananya, mereka me­lahirkan anak laki-laki dari ayahnya melalui perbuatan sumbang, dengan demikian merusak prinsip pengendalian yang

ditetapkan oleh Allah. Pada da­sarnya, menggunakan metode kedosaan atau yang duniawi untuk men­da­pat­kan pertambahan untuk kesuksesan kita dalam pekerjaan

kekristenan berarti merusak prinsip pengendalian Allah dan melakukan perbuatan sumbang rohani (cf. Mat. 7:21-23). Keturunan yang di­hasilkan oleh perbuatan

sumbang men­jadi kerusakan yang hebat bagi umat Allah melalui perzinaan (Bil. 25:1-5; Why. 2:14 dan cat. 3 dan 4).
371 Artinya dari bapa.
372 Allah menolak orang Moab dan Amon (ay. 38) dengan kebencian kudus dan ilahi, memerintahkan umat-Nya agar tidak “mengikhtiarkan kesejah­teraan dan

kebahagiaan mereka sampai selama-lamanya” dan melarang orang Amon dan Moab masuk ke dalam je­maah TUHAN, “bahkan keturunannya yang kesepuluh pun tidak boleh

masuk jemaah TUHAN sampai selama-lamanya” (Ul. 23:3-6; cf. Mat. 1:5 dan cat. 3).
Ismael yang dilahirkan oleh usaha daging, ditolak oleh Allah (21:10-12). Moab dan Ben-Ami yang dilahirkan me­lalui perbuatan sumbang, adalah sa­tu aib

dalam sejarah. Hanya Ishak, yang lahir oleh anugerah Allah, di­pa­kai un­tuk menggenapkan tujuan Allah.
381 Artinya anak umatku.

Pasal 20

11 Yaitu, Hebron (18:1; cf. 13:18).
21 Ketika Abraham berangkat dari Hebron (ay. 1), dia meninggalkan ha­dirat Allah dan pendirian yang tepat yang di atasnya dia dapat memiliki per­sekutuan

dengan Allah (13:18 dan cat.). Meskipun dia telah disunat se­cara jas­mani dan rohani (17:10, 23-24 dan cat. 101), ketika dia meninggalkan pen­di­ri­an

persekutuan yang tepat de­ngan Allah, Abraham sekali lagi ber­ada dalam da­ging dan mengulangi kegagalan­nya yang dulu (12:13). Hal ini me­nunjukkan bah­wa

tidak peduli berapa tinggi penca­pai­­an rohani kita, selama kita tetap ber­ada dalam cip­ta­­an lama dan tidak ting­­gal dalam per­se­­­ku­tuan dengan

Allah, kita mudah berada dalam da­ging dan ber­­perilaku seperti orang du­nia. Ja­ngan sekali-kali mempercayai da­­ging kita; daging mut­lak tidak da­pat

diper­caya (Rm. 7:18; Flp. 3:3). Kita ha­rus me­­na­ruh keper­ca­yaan kita di ha­dirat Allah.
101 Lit., Apakah yang kaulihat.
111 Lit., berkata.
131 Dusta Abraham kepada Abi­me­lekh direncanakannya sejak dia mulai mengikuti jalan Allah. Jadi, kega­galan­nya dalam pasal ini menyingkapkan kelemahannya

yang tersembunyi dalam mengikuti Tuhan dan bersandar kepada Dia dengan mutlak.
141 Dalam perlambangan, Abraham melambangkan iman dan Sara melam­bangkan anugerah (Gal. 3:7; 4:23). Ketika Abraham gagal, Sara men­de­ri­ta dan Abraham

kehilangan kesak­si­an anu­gerah. Ini menunjukkan bahwa bila iman gagal di pihak kita, anugerah menderita di pihak Allah, dan bi­la ke­nikmatan atas anugerah

hi­lang, kesak­sian anugerah juga hilang.
Meskipun iman Abraham gagal, Allah masih melindungi dia oleh pe­me­liharaan-Nya yang berdaulat. Allah de­ngan hikmat dan kedaulatan-Nya me­mulihkan Sara,

memelihara anugerah dan kesaksian-Nya.
161 Lit., penutup.
171 Abraham harus berdoa syafaat untuk kepentingan Abimelekh meskipun dirinya gagal dan fakta bahwa Sara masih mandul. Hal ini menun­juk­kan bah­wa doa

syafaat kita untuk orang lain tidak tergantung pada kondisi ki­ta; doa syafaat itu tergantung pada siapa­kah kita. Allah tidak mem­per­hi­tung­kan kegagalan

Abraham tetapi meng­anggap dia nabi-Nya (ay. 7). Tidak pe­duli ba­gaimana kondisi kita, dalam pan­­dang­an Allah, kita, orang-orang yang di­panggil Allah,

adalah nabi-nabi-Nya (1 Kor. 14:31), ciptaan baru-Nya (2 Kor. 5:17), anggota-anggota Tubuh Kristus (Ef. 5:30).

Pasal 21

11 Untuk ay. 1-13 dalam pasal ini, lihat cat. dalam Gal. 4:22-31.
12 Lit., mengunjungi. Lihat cat. 141 dalam ps. 18.
21 Sasaran Allah dalam ekonomi-Nya adalah melahirkan Kristus se­bagai keturunan untuk menggenapkan tujuan kekal-Nya (3:15; 12:7; 22:18; Gal. 3:16; 2 Sam.

7:12-14a). Kelahiran Ishak me­lambangkan kelahiran Kristus sebagai keturunan yang dijanjikan me­lalui pe­kerjaan anugerah Allah pa­da wak­tu yang ditentukan

Allah. Pra­sya­ratnya adalah pengakhiran ha­yat dan kekuatan alamiah melalui sunat rohani (17:10-16).
31 Artinya dia tertawa.
41 Lihat cat. 101 dalam ps. 17.
42 Lihat cat. 121 dalam ps. 17.
81 Pertumbuhan Ishak melam­bang­kan pertumbuhan Kristus dalam kaum beriman Perjanjian Baru setelah Dia dilahirkan di dalam mereka. Per­tum­buhan Kristus di

dalam kita diper­lu­kan supaya Kristus dapat ter­ben­tuk dalam kita (Gal. 4:19 dan cat. 4).
91 Lit., mengolok-olok. Lihat cat. 292 dalam Gal. 4, dan 173 dalam Gal. 3.
101 Mengusir Hagar dan Ismael me­lambangkan mengusir hukum Taurat dan hasil usaha daging, yang tidak me­miliki tempat dalam ekonomi Allah (li­hat cat. 245

dan 301 dalam Gal. 4).
191 Sumur melambangkan sumber kehidupan seseorang. Sumur Ismael ber­ada di padang gurun dekat Mesir (ay. 14, 20-21). Sumber kehidupan Is­ma­el menjadikannya

seorang pe­ma­nah (ay. 20; cf. 10:8-9), pemburu, pem­bu­­nuh ha­yat, dan akhirnya meng­gabungkan diri­nya dengan Mesir, yang melam­bang­­kan dunia (ay. 21).
251 Sumur untuk Ishak adalah lam­bang Kristus sebagai Roh pemberi-hayat (1 Kor. 15:45; 2 Kor. 3:6, 17), yang adalah sumber air hidup sebagai suplai ilahi

untuk umat Allah (Yoh. 4:14; 7:37-39; 1 Kor. 12:13; Why. 22:17). Sumber hidup Ishak menjadikan dia kurban bakaran untuk kepuasan Allah dan memimpin dia ke

Gunung Moria (22:2), yang akhirnya menjadi Bukit Sion, di mana bait Allah di­ba­ngun di Yerusalem (2 Taw. 3:1). Akhir­nya, sumber hidup yang tepat menja­di­

kan kita Ishak-Ishak dan memimpin kita ke Yerusalem Baru (Gal. 4:26-28).
281 Abraham menebus sumur itu de­ngan harga tujuh anak domba betina. Da­lam perlambangan tujuh anak domba betina melambangkan penebusan penuh Kristus,

menunjukkan bahwa air hidup ilahi telah ditebus, dibawa kembali, oleh penebusan penuh Kristus (Yoh. 19:34).
311 Artinya sumur sumpah.
321 Perjanjian di sini, termasuk me­­­nebus sumur di Bersyeba, adalah be­nih perjanjian yang baru (Yer. 31:31-34; Ibr. 8:8-12), disahkan melalui darah pe­

nebusan Kristus (Mat. 26:28; Luk. 22:20). Ishak minum air yang ditebus, air per­jan­jian. Demikian juga, air hidup yang diminum kaum beriman Perjan­jian Baru

adalah air yang ditebus dan dijanjikan.
322 Dalam perlambangan, orang Fi­listin melambangkan orang yang me­nerima Allah tetapi menangani hal-hal Allah menurut kepandaian manusia, ti­dak menurut

ekonomi Allah (1 Sam. 6:1-9 dan cat. 41).
331 Tamariska, yang memiliki ca­rang yang lembut dan daun-daun yang halus, menggambarkan aliran kekayaan hayat, hasil dari pengalaman atas po­hon ha­yat

(2:9-10; cf. Yoh. 7:37-38). Jadi, po­­hon tamariska melambangkan pohon ha­yat yang dialami dan dieks­presikan.
332 Ibraninya El Olam. El artinya Yang Mahakuasa, adalah satu nama Allah. Olam, berarti kekalatau keke­kalan, berasal dari akar kata Ibrani yang berarti

menyembunyikan, menutup. Sebutan ilahi El Olam menyiratkan ha­yat kekal (cf. Yoh. 1:1, 4). Jadi, me­la­­lui menyeru nama TUHAN, Yang Mahakuasa yang Kekal,

Abraham meng­alami Allah sebagai Dia yang hidup selamanya, ra­ha­sia, misterius, yang adalah hayat kekal.

PASAL 22


11 Lit., menguji.
21 Perihal Abraham mempersem­bah­kan anak tunggal yang dikasihinya, Ishak, di atas mezbah adalah gambaran jelas Allah Bapa mempersembahkan Anak tunggal yang

dikasihi-Nya, Yesus Kristus, di kayu salib. Dalam gam­bar­an ini Ishak melambangkan Kristus secara terperinci. Ishak sebagai anak tung­gal Abraham (ay. 2,

12, 16), me­lam­bangkan Kristus sebagai Putra tunggal Allah (Yoh. 3:16). Ishak adalah anak yang dikasihi Abraham (ay. 2), dan Kristus adalah Putra yang

dikasihi Bapa, yang kepada-Nya Bapa berkenan (Mat. 3:17). Ishak mengambil kehendak ayahnya (ay. 6), dan Kristus juga me­milih kehendak Bapa-Nya (Mat. 26:39).

Ishak taat sampai mati (ay. 9-10); de­mikian juga, Kristus taat sampai mati (Flp. 2:8). Ishak memikul kayu untuk kurban bakaran dan berjalan ke atas Gunung

Moria (ay. 6); demikian pula, Kristus memikul salib-Nya dan ber­ja­lan ke Golgota (Yoh. 19:17). Ishak di­per­sembahkan kepada Allah sebagai kurban bakaran di

Gunung Moria; Kristus juga dipersembahkan kepada Allah di bukit yang sama (lihat cat. 11 dalam Mrk. 10) untuk menggenapkan lambang kurban bakaran. Ishak

“dibu­nuh” di atas mezbah dan dikembalikan kepada Abraham pada hari ketiga, yaitu, dalam kebangkitan (ay. 4, 10-13; Ibr. 11:19); dengan cara yang sama,

Kristus disalibkan di kayu salib dan di­bangkitkan pada hari ketiga (1 Kor. 15:4). Ishak berkembang biak dalam kebangkitan (ay. 17); Kristus juga ber­kembang

biak dalam kebangkitan-Nya (Yoh. 12:24; 1 Ptr. 1:3). Ishak ada­lah keturunan Abraham untuk men­jadi ber­kat semua bangsa (ay. 18); de­mi­kian juga, Kristus

adalah keturunan unik Abraham yang di dalam-Nya berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa (Gal. 3:8, 14, 16).
22 Artinya penglihatan dari Jah. (Yahwe) Gunung Moria, tempat pilihan Allah, akhirnya menjadi Bukit Sion, tempat untuk bait (cf. 2 Taw. 3:1) dan pusat tanah

permai. Abraham adalah orang pertama yang menyembah Allah de­ngan kurban bakaran di Bukit Sion. Se­lan­jutnya, keturunan Abraham, bang­sa Israel,

diperintahkan oleh Allah un­tuk pergi tiga kali setahun ke tempat ini untuk menyembah Allah dan di sana mempersembahkan kurban bakaran ke­pada-Nya (Ul.

16:16; Mzm. 132:13). Hari ini, kaum beriman Perjanjian Baru, keturunan Abraham yang rohani, ada di atas Bukit Sion (Ibr. 12:22-23). Akhir­nya, kita semua

akan bergabung de­ngan Abraham untuk menyembah Allah di atas Bukit Sion kekal, Yeru­sa­lem Baru (Why. 21:22).
23 Ishak, lambang Kristus sebagai keturunan yang dijanjikan (Gal. 3:16), diberikan kepada Abraham oleh Allah. Di sini Allah meminta Abraham me­ngembalikan

kepada Allah apa yang telah diberikan kepadanya. Ini tentu adalah satu ujian untuk Abraham (ay. 1; Ibr. 11:17). Hal ini memperlihatkan satu prinsip dasar

dalam ekonomi Allah: semua yang Allah berikan kepada kita, bahkan apa yang telah Dia garapkan ke dalam kita dan melalui kita, akhir­nya harus dipersembahkan

kembali ke­­pa­da Dia, supaya kita dapat menem­puh hidup oleh iman, tidak berpegang ke­pada sesuatu, termasuk segala sesuatu yang Allah berikan, tetapi hanya

ber­san­dar kepada Dia. Setelah Ishak di­per­sembahkan, dia dikembalikan ke­pa­da Abraham dalam kebangkitan dan menjadi berkat (ay. 12-13, 16, 18; Ibr.

11:19). Demikian juga, setelah kita mempersembahkan kepada Allah apa yang telah kita terima dari Dia, Dia akan mengembalikannya kepada kita dalam kebangkitan

dan akan menjadi berkat untuk menggenapkan tujuan-Nya. Lihat Rm. 4:17 dan cat..
24 Lihat cat. 31 dalam Im. 1.
31 Abraham dengan segera menaati Allah karena dia percaya kepada Allah yang bangkit (ay. 5; Ibr. 11:17-19; Yak. 2:21-22; Rm. 4:17 dan cat. 1.)
111 Lihat cat. 71 dalam ps. 16.
131 Domba jantan di sini, dibunuh di tempat anak Abraham, adalah lam­bang Kristus sebagai Anak Domba Allah (Yoh. 1:29) disediakan oleh Allah untuk

menggantikan umat pilihan Allah, yang akan mewarisi warisan yang di­janjikan Allah, sebagai kurban bakaran (ay. 2) untuk kepuasan Allah.
132 Tanduk melambangkan keku­at­an menyerang, dan belukar melam­bang­kan keinsanian. Kristus sebagai Anak Domba Allah dengan rela mem­bi­arkan “tanduk”-Nya

diikat oleh sifat insani sehingga Dia dapat diper­sem­bah­kan ke­pada Allah sebagai Pengganti kita (1 Ptr. 3:18). Cf. Mat. 26:50-54.
141 Lit., Yehova-Jireh. Artinya Tuhan akan menyediakan, atau TUHAN akan melihat [kepadanya].
142 Atau, Dia akan terlihat.
171 Bintang-bintang di langit melam­­bangkan keturunan surgawi Abraham, keturunan yang berasal dari iman (Gal. 3:7, 29), sedangkan pasir di tepi laut dan

debu tanah (13:16) melam­bang­kan keturunan bumiah Abraham, ketu­run­an dalam daging. Pasir di tepi laut ada­lah debu di sisi laut. Pasir ini terpisah dari

laut dan juga tersapu oleh gelom­bang laut. Laut melam­bangkan bangsa kafir (Yes. 57:20; Why. 17:15). Bangsa kafir yang dipakai Allah untuk meng­hu­kum

Israel sepanjang abad (Yl. 1:4 dan cat.) seperti ombak dari Laut Tengah, datang lagi dan lagi dengan ser­buan pasukannya untuk membasuh Israel sebagai debu

untuk meng­ha­sil­kan orang yang tersisa yang seperti pasir di tepi laut (Za. 12—14; Rm. 9:27-29). Yeru­salem Baru tersusun dari dua ka­te­gori ke­tu­runan

Abraham (Why. 21:12, 14). Jadi, Yerusalem Baru akan men­ja­di peram­pung­an akhir ketu­runan Abraham. Me­la­lui dipersem­bah­kan kepada Allah oleh Abraham,

Ishak berkembang biak menjadi Yerusalem Ba­ru. Inilah ber­kat Allah kepada Abra­ham.
181 Menurut Gal. 3:14, janji yang diberikan kepada Abraham adalah Allah sendiri yang akan menjadi ke­tu­­runan Abraham, dan keturunan ini akan menjadi berkat

bagi semua bang­sa me­lalui menjadi Roh yang al­mu­hit agar diterima oleh umat ma­nusia (1 Kor. 15:45). Berkat Allah ke­pada Abraham akhirnya mengha­silkan

Kristus sebagai keturunan yang unik yang olehnya se­mua bangsa di bumi diberkati (Kis. 3:25-26; Gal. 3:16). Se­­mua orang ber­iman dalam Kristus, se­bagai

anggota Kristus yang korporat (1 Kor. 12:12), termasuk di dalam ke­tu­runan ini se­ba­gai ahli waris berkat yang dijanjikan Allah (Gal. 3:7, 29 dan cat.

291).
Dalam pasal ini Kristus diwah­yu­kan dalam tiga cara: sebagai Ma­lai­­­kat TUHAN (ay. 11-12, 15-18), se­ba­gai dom­­­­­ba jantan (ay. 13), dan sebagai ketu­

run­an Abraham (ay. 18). Malaikat TUHAN, yang adalah Kristus, menyiap­kan dom­ba jantan, yang adalah lam­bang Kristus, yang akhirnya mengha­sil­kan

keturunan, yang juga adalah Kristus.
231 Artinya penjerat.

PASAL 23

21 Lihat cat. 183 dalam ps. 13.
61 Abraham menguburkan Sara di ma­kam pilihan. Dia lebih mem­per­hatikan tempat dia dan keturunannya dikuburkan dibandingkan dengan ke­mahnya sebagai tempat

tinggalnya di bumi (cf. Mat. 8:20; 27:57-60). Dia le­bih memperhatikan masa depan diban­dingkan masa sekarang. Hal ini dika­re­nakan dia menganggap dirinya

sebagai pendatang dan orang asing di bumi, mencari kota yang permanen dan ne­geri yang lebih baik (Ibr. 11:9-10, 16).
91 Artinya ganda, digandakan. Abraham dan Sara, Ishak dan Ribka, Yakub dan Lea, tiga pasangan, semua dikubur di gua Makhpela (ay. 19; 25:9; 49:29-32; 50:13).

Nama Abraham, Ishak, dan Yakub adalah tiga komponen se­but­a­n ilahi Allah, yang adalah Allah kebangkitan (Kel. 3:15; Mat. 22:32 dan cat.).
92 Meskipun Abraham, Sara, dan Ishak hidup di Bersyeba (21:33), Sara mati dan dikuburkan di Hebron, tem­pat persekutuan dengan Allah. Hebron ada di antara

Bersyeba di selatan dan Yerusalem di utara. Jadi, Hebron bu­kan saja tempat persekutuan tetapi juga sebuah jalan menuju Yerusalem. Dalam makna rohani, gua

Makhpela di Hebron (ay. 19), tempat Sara dikubur, adalah pintu gerbang ke Yerusalem Baru.
Gua Makhpela ada di ujung la­dang, yang ditumbuhi banyak pohon (ay. 17). Ladang adalah tempat hayat ber­tum­buh, ini menyiratkan kebang­kitan. Abraham tidak

menguburkan Sara di tempat orang mati, tetapi di tempat ha­­yat, sebuah tempat yang pe­nuh de­ngan kebangkitan (1 Kor. 15:36 dan cat.). Hal ini menunjukkan

bah­wa Abraham per­caya kepada Allah ke­bangkitan (Rm. 4:17) dan dipenuhi de­ngan pengharapan bahwa istrinya akan dibangkitkan dan akan berada di kota yang

memiliki fon­da­si, Yerusalem Baru. Menurut pema­ham­an Abraham, kema­ti­an Sara bukan suatu peng­ak­hir­an, te­tapi perihal me­ma­suki pintu ger­bang

kebangkitan, pin­tu gerbang ke da­lam kota yang diha­rap­kan dan negeri yang lebih baik (Ibr. 11:10, 16).

PASAL 24

21 Pasal ini terutama mewahyukan kehidupan praktis umat Allah dalam keesaan dengan Allah untuk mengge­napkan tujuan kekal-Nya. Pernikahan Ishak bukan hanya

untuk kehidupan insaninya; pernikahan ini sepenuhnya untuk menghasilkan satu umat, ketu­runan Abraham, untuk menggenapkan tujuan Allah (22:17). Jadi, dalam

men­cari istri untuk Ishak, segala sesuatu dilakukan menurut ekonomi Allah guna melahirkan Kristus untuk meng­ha­silkan Kerajaan Allah.
Pasal ini juga menyajikan lambang yang kaya dari pernikahan Kristus, yang dilambangkan oleh Ishak, dan ge­reja, yang dilambangkan oleh Ribka.
22 Dalam catatan pernikahan Ishak ini, Abraham melambangkan Allah Bapa, hamba melambangkan Allah Roh, Ishak melambangkan Allah Putra, dan Ribka melambangkan

umat pilihan Allah, yang akan dinikahi Putra dan men­jadi pasangan-Nya. Seluruh Per­janjian Baru adalah catatan Allah Tritunggal bekerja bersama guna men­

dapatkan sebagian ras manusia untuk menjadi mempelai perempuan, pa­sang­an dari Putra (Yoh. 3:29; 2 Kor. 11:2; Ef. 5:25-32; Why. 19:7-9; 21:2, 9-10). Dalam

kekekalan yang lampau Allah Bapa memiliki tujuan kekal dan mem­buat rencana kekal untuk memperoleh gereja sebagai mempelai perempuan untuk Putra-Nya dari ras

manusia (Ef. 3:8-11). Kemudian, dalam waktu, Allah Bapa mengutus Allah Roh untuk me­laksanakan rencana-Nya melalui pergi me­ngon­tak mempelai perempuan

pilihan-Nya dan membawanya kepada Allah Putra untuk menjadi pasangan-Nya, istri-Nya.
31 Tidak ada catatan bahwa Allah melarang Abraham mengambil seorang istri untuk anaknya dari antara pe­rempuan Kanaan (cf. Ul. 7:1-4). Karena Abraham hidup

dalam keesaan dengan Allah (ay. 40a), dia tahu kehendak dan pikiran Allah dan bertindak menurut perasaan batin Allah (cf. 1 Kor. 7:25 dan cat.; 2 Kor. 2:10

dan cat. 3; Flp. 1:8 dan cat.).
41 Dalam perlambangan, fakta bah­wa mempelai perempuan Ishak berasal dari sanak saudara Abraham menun­juk­kan bahwa pasangan Kristus harus ber­asal dari ras

Kristus, bukan dari ma­laikat-malaikat atau dari mak­h­­luk cip­taan lainnya (2:18-23 dan cat.). Karena Kristus berinkarnasi menjadi seorang manusia (Ibr.

2:14a), kein­sa­nian menjadi ras-Nya.
61 Perkataan Abraham kepada ham­­­­banya dalam ay. 6-8 dan 40 me­­nun­juk­kan bahwa dia hidup oleh iman ke­pa­da Tuhan yang berdaulat un­tuk melak­sa­na­kan

ekonomi-Nya di ta­nah yang di­jan­jikan Allah.
101 Atau, Aram-naharaim. Artinya Aram dua sungai.
121 Doa hamba di sini menun­juk­kan bahwa dia mengikuti jejak lang­kah Abraham, bersandar kepada Tuhan un­tuk melaksanakan tanggung jawab­nya (ay. 21, 42).
161 Ribka itu suci, baik hati, dan ra­jin. Ia juga mutlak atau tegas dalam keputusannya untuk menerima Ishak sebagai suaminya (ay. 57-58, 61) dan taat kepada

Ishak (ay. 64-65). Sebagai orang yang demikian, ia adalah lam­bang yang terbaik dari gereja sebagai mempelai perempuan, istri Kristus.
221 Lit., anting-anting hidung. Pem­­berian-pemberian ini, dikirim dari Ishak dan diberikan oleh hamba Abra­ham, ba­panya, melambangkan kekayaan Kristus yang

diberikan oleh Roh Allah kepada mempelai perempuan untuk meram­pung­kan tujuan Allah. Pem­be­rian-pem­berian ini berhubungan dengan fungsi kaum beriman. Emas

melam­bangkan sifat ilahi, dan cincin melam­bangkan karunia awal Roh (Kis. 2:38), yang ada­lah Roh sendiri sebagai me­terai dan jaminan, pencicipan atas

Allah sebagai bagian kekal kita (Ef. 1:13-14; cf. Luk. 15:22). Fungsi hidung adalah untuk mencium. Mengenakan anting-anting hidung pada hidung Ribka (ay. 47)

secara rohani melam­bangkan bahwa fungsi “penciumannya” telah diikat oleh sifat ilahi (cf. 2 Kor. 2:14-16; Ibr. 6:4-6; 1 Ptr. 2:2-3; 2 Ptr. 1:4). Tangan ada

­lah untuk bekerja (lihat cat. 82 da­lam 1 Tim. 2). Menge­nakan gelang pa­da ta­ngan Ribka me­lam­bangkan me­ne­rima fung­si ilahi untuk melayani dalam Tubuh

Kristus (Rm. 12:4).
222 Setengah syikal melam­bang­kan pencicipan pertama, pencicipan pen­da­hu­luan atas Roh, yang menjamin bahwa penge­capan yang sepenuhnya akan da­tang (Rm.

8:23; 2 Kor. 1:22; Ef. 1:13-14). Sepuluh syikal, sepuluh melam­bang­kan kepe­nuhan, atau kelengkapan (mi­sal­nya, Sepuluh Perintah, yang meng­eks­­pre­sikan

permintaan Allah sepenuhnya), menunjukkan bahwa fungsi ilahi yang kita terima dari Roh adalah lengkap, tidak sebagian (1 Kor. 12:4-11).
321 Lit., Laban menangggalkan...
531 Cincin hidung dan gelang emas (ay. 22), perhiasan perak dan emas, dan pakaian yang diberikan kepada Ribka, bersama benda-benda berharga yang di­berikan

kepada saudara dan ibu Ribka, melambangkan kekayaan Kristus yang tidak terduga (Ef. 3:8). Hamba itu ber­­saksi kepada Ribka mengenai keka­ya­an Ishak, yang

dia warisi dari bapa­nya (ay. 35-36), dan memberikan seba­­gi­an dari kekayaan ini kepada Ribka seba­gai pencicipan. Hal ini me­nyebab­kan Ribka tertarik

kepada Ishak dan mem­buatnya bersedia mening­gal­kan rumah ayahnya untuk menjadi istri Ishak (ay. 58) sekalipun ia tidak per­nah melihat dia. Demikian pula,

Roh datang ke­pa­da kaum beriman Kristus dan bersaksi ke­pa­da mereka mengenai kekayaan Kristus, yang telah Dia te­ri­­ma dari Bapa (Yoh. 16:13-15), me­nye­

­babkan mereka ter­ta­rik kepada Kristus dan mengasihi Dia, mening­gal­kan du­nia, dan mening­gal­kan hubungan ala­mi­ahnya dalam da­ging untuk ber­sa­tu de

­ngan Kristus (Mat. 19:29), mes­ki­pun mereka tidak pernah melihat Dia (1 Ptr. 1:8). Sebelum Ribka bertemu dengan Ishak di tanah permai, ia sudah ber­ba­gian

dan menikmati warisan Ishak melalui pemberian hamba itu. Demi­kian juga, sebelum kita bertemu de­ngan Kristus, kita menikmati karunia-karunia Roh sebagai

pencicipan dari pengecapan penuh atas kekayaan-Nya (Ibr. 6:4; Rm. 8:23).
571 Lit., dari mulutnya.
601 Lit., pintu gerbang.
621 Artinya sumur dari Yang hidup yang melihat aku, atau sumur da­ri Dia yang mewahyukan diri-Nya.
671 Ishak, anak Abraham, tidak me­­­­lakukan apa-apa selain menerima mem­pelai perempuannya. Ini melam­bang­kan bahwa segala sesuatu diren­cana­kan oleh Bapa

dan dirampungkan oleh Roh. Putra hanya menerima mempelai perempuan.
Ishak menerima Ribka pada pe­tang hari (ay. 63), melambangkan bah­wa perkawinan Kristus akan terjadi pada pe­tang hari, penutupan zaman ini. Ishak membawa

Ribka ke dalam kemah Sara, ibunya, dan mengasihi Ribka, me­lam­bang­kan bahwa Kristus akan me­ne­rima mem­pelai perempuan-Nya dalam anugerah (dilambangkan

oleh Sara) juga dalam kasih. Setelah menikahi Ribka, Ishak ter­hibur, puas; demikian juga Kristus akan dipuaskan pada hari per­kawinan-Nya.

PASAL 25

11 Meskipun Abraham dipanggil oleh Allah, dibenarkan dan hidup oleh iman dalam Allah, hidup dalam per­se­kutuan dengan Allah, dia tidak men­ca­pai kematangan

dalam hayat rohani­nya. Ini diperlihatkan oleh fakta, setelah Sara meninggal, Abraham menikah kem­­bali dan melahirkan enam anak laki-laki oleh kekuatan

dagingnya. Se­lan­jut­nya, pada akhir hidupnya Abra­ham tidak memberkati siapa pun, berke­ba­likan dengan Ishak dan Yakub (27:27-29; 48:13-20; 49:1-28; cf.

Ibr. 7:7).
Dalam pengalaman hayat, Abra­ham tidak dapat berdiri sebagai seorang yang lengkap. Dia memerlukan Ishak dan Yakub (bersama Yusuf) untuk me­leng­­ka­­pi dia.

Lihat cat. 11, alinea 2 dalam ps. 12.
51 Allah menganggap Ishak sebagai anak tunggal Abraham, keturunan yang unik untuk mewarisi janji yang dibe­ri­kan Allah kepada Abraham untuk meng­genapkan

tujuan-Nya (22:2, 12, 16, 18; 17:19; 26:3-4). Sebagai yang demikian, dia melambangkan Kristus sebagai Putra tunggal Bapa (Yoh. 1:14; 3:16), yang menerima

semua milik Bapa (Yoh. 3:35; 16:15a). Oleh anugerah, bukan oleh usaha Ishak, Ishak menjadi pewaris kekayaan ayahnya.
52 Dalam Kitab Kejadian catatan tentang Abraham (12:1–25:18) dan Ishak (21:1-8; 22:1-24; 24:1-67) saling tum­pang tindih. Kehidupan Abraham me­wah­yukan,

jika kita mau menikmati anu­gerah Allah dan memiliki kenik­matan yang penuh akan kekayaan Allah, kita harus menderita kehilangan dan hayat alamiah kita

disunat, di­ke­rat. Kehidupan Ishak mewahyukan bah­wa penderitaan kita untuk mengakhiri hayat alamiah kita adalah untuk me­nikmati anugerah Allah. Dalam

sepan­jang hidupnya, Ishak tidak melakukan apa-apa selain menikmati berkat Allah yang kaya (ay. 11; 26:24b), yang me­nu­n­juk kepada anugerah Perjanjian Baru

(lihat cat. 111). Ishak dilahirkan dalam anugerah (21:1-3; Gal. 4:23), ber­tumbuh dalam anugerah (21:8), dan dijadikan pewaris anugerah (ay. 5). Dalam

Perjanjian Baru, semua orang beriman yang dipanggil adalah pewaris anugerah, ditentukan untuk menikmati anugerah Allah yang mutlak dan tak bersyarat (Ef.

1:3, 6-8; 2:7).
91 Lihat cat. pada 23:9.
111 Berkat dalam Perjanjian Lama berhubungan dengan anugerah dalam Perjanjian Baru (lihat cat. 38 dalam Ef. 1). Pemberian Allah yang cuma-cuma kepada kita

adalah berkat-Nya. Ketika pem­berian Allah yang cuma-cuma dalam Kristus tergarap ke dalam kita men­jadi unsur hayat di dalam kita, pem­be­rian ini menjadi

anugerah. Lihat cat. 22 dalam Rm. 5.
211 Lit., memohon. Keperluan Ishak untuk memiliki seorang anak laki-laki serasi dengan keperluan Allah untuk memiliki keturunan yang berasal dari Ishak untuk

menggenapkan tujuan ke­kal-Nya. Karena hal ini, Allah men­ja­wab permohonan Ishak. Akhirnya, anak Ishak, Yakub bukan saja memenuhi keperluan Ishak, tetapi

juga mengge­napkan tujuan Allah, sebab dari Yakub datanglah Kristus (Mat. 1:1-2), yang men­datangkan gereja, kerajaan, dan Yerusalem Baru.
231 Yaitu, Israel (32:28) dan Edom (ay. 30; 36:1, 43; Yer. 49:7-8; Ob. 8).
232 Ini adalah pemilihan Allah, se­leksi-Nya, atas Yakub sebelum dia di­­la­hirkan, serasi dengan pemilihan Allah sebelum dunia dijadikan (Rm. 9:11a; Ef.

1:4). Pemilihan Allah atas Yakub ada­lah menurut pengenalan dini-Nya (1 Ptr. 1:2; Rm. 8:29), bukan karena pe­ker­jaan Yakub, tetapi karena Allah yang

memanggil dan yang me­nunjukkan be­las kasihan (Rm. 9:11b, 16). Pe­mi­lih­an Allah seiring dengan penentuan-Nya dan diikuti oleh pang­gilan-Nya (Ef. 1:4-5;

Rm. 8:30).
251 Artinya berbulu, kasar.
261 Bahkan ketika dia masih dalam kandungan ibunya, Yakub berusaha men­jadi anak sulung. Kedambaannya untuk menjadi yang pertama sesuai dengan maksud Allah

bahwa dia akan menjadi orang yang menerima hak kesulungan. Namun, seperti kakeknya, Abraham, Ya­kub memakai kemampuan dan keku­atan alamiahnya untuk

menggenapkan mak­sud Allah dan memuaskan kedam­ba­an­nya. Meskipun Allah telah memilih dia untuk menjadi yang pertama, de­ngan kedaulatan-Nya Allah menyebab

­­kan Yakub dilahirkan menjadi yang kedua supaya dia tahu bahwa manusia alami­ah­nya sepenuhnya tidak berguna dan harus dikerat. Karena manusia alamiah Yakub

tidak bersyarat, dia per­lu diubah.
Catatan kehidupan Yakub mengambil tempat lebih dari setengah Kitab Ke­jadian. Catatan panjang ini mem­per­li­hatkan kepada kita bahwa tujuan Allah dalam

pemilihan, penentuan, dan pang­gilan-Nya adalah untuk meng­ubah orang-orang dosa menjadi anak-anak rajani Allah yang mengemban gambar Allah untuk

mengekspresikan Dia dan melak­sa­nakan kekuasaan Allah untuk me­wa­ki­li-Nya (cf. 1:26). Allah me­netapkan Yakub untuk menem­puh hidup yang bergumul sepan­

jang umurnya. Se­lain itu, Allah dengan ber­daulat meng­atur segala ling­kungan, si­tuasi, dan orang da­lam ke­hi­dupan Ya­kub dan menye­bab­­kan se­mua­nya

bekerja sama untuk ke­ba­ikan Yakub, su­paya Dia dapat meng­ubah Yakub, se­orang pe­rebut dan pe­megang tumit, menjadi Israel, pa­nge­ran Allah. Khu­sus­nya,

Allah memakai ke­lu­­­arga Yakub, termasuk ayahnya, ibu­nya, sau­daranya, paman­nya, istri-istri­nya dan anak-anak­nya, untuk me­nang­gu­lang­i Yakub, agar

dia di­ubah. Pe­nang­­gu­lang­an Allah ter­hadap Yakub adalah suatu gambaran penuh dari pen­di­siplin­an Roh Kudus dan pe­kerjaan peng­­ubah­an-Nya dalam

kaum beriman Per­jan­­ji­an Baru (Rm. 8:28-29; 12:2; 2 Kor. 3:18).
262 Artinya perebut, pemegang tumit.
281 Pilih kasih Ishak kepada anak su­lungnya sepenuhnya berada da­lam ha­yat alamiah dan menurut pera­saan dan kesukaan alamiah, seperti ka­sih Ribka kepada

Yakub dan kasih Yakub kepada Yusuf (37:3-4). Sekalipun Ishak hidup secara alamiah, dia tetap menik­mati anugerah Allah. Namun, hi­dup­nya da­lam hayat

alamiah menye­babkan dia men­derita, seperti perkara Ribka dan Yakub.
301 Artinya merah.
311 Lit., hari ini. Juga dalam ay. 33.
341 Mengenai Esau memandang ri­ngan hak kesulungannya, lihat Ibr. 12:16-17 dan cat.

Pasal 26

31 Ishak mewarisi bukan hanya se­­mua yang dimiliki ayahnya, tetapi juga janji Allah yang telah diberikan kepada ayahnya mengenai tanah permai dan ke­turunan

yang unik, yang adalah Kristus, yang oleh-Nya semua bangsa di bumi di­berkati (Gal. 3:14, 16). Janji ini se­be­narnya untuk menggenapkan tujuan Allah agar

Allah dapat memiliki satu kera­ja­an di bumi guna mengeks­presikan diri-Nya melalui umat yang korporat. Li­hat cat. 22 dalam ps. 12 dan 31 dalam ps. 15.
71 Ini menyingkapkan kelemahan alamiah Ishak, sama seperti kelemah­an ayahnya, Abraham (cf. 20:1-2, 11-13).
131 Atau, besar…kian besar…besar.
141 Atau, kumpulan hamba-hamba.
191 Lit., sumur air hidup. Lihat cat. 161 dalam Bil. 21.
201 Artinya perdebatan.
211 Artinya permusuhan.
221 Artinya tempat-tempat yang luas, jalan yang lebar.
241 Meskipun Ishak menikmati anu­gerah Allah yang tak bersyarat, mene­mukan kenikmatan dan kepuasan (dilam­­bang­kan oleh sumur) di setiap tempat yang dia

datangi (25:11; 26:15-22), Bersyeba adalah tempat unik yang di dalamnya dia mengalami penampakan Allah, menerima janji-Nya, membangun sebuah mezbah, menyeru

nama Tuhan, dan mendirikan kemah sebagai kesak­sian. Orang-orang yang dipanggil oleh Allah ditentukan untuk menikmati anu­gerah Allah bagaimanapun pen­dirian

mereka, tetapi kenikmatan ini tidak berarti pendirian me­reka benar. Jika kita damba memiliki pe­nam­pakan Allah, mewarisi janji-janji-Nya, dan menempuh

hidup untuk mengge­napkan tujuan kekal-Nya, kita harus da­tang ke tem­pat unik yang telah Allah pilih dan tetap tinggal di sana. Tempat unik ini dilambangkan

oleh Bersyeba, de­ngan sumur untuk suplai hayat dan po­hon tamariska sebagai ekspresi aliran hayat yang kaya (21:25, 33). Cf. cat. 51 dan 171 dalam Ul. 12.
331 Artinya sumpah.
332 Artinya sumur sumpah.

Pasal 27

41 Lit., jiwaku.
42 Lihat cat. 231 dalam Bil. 6.
191 Lit., jiwamu.
251 Lit., jiwaku.
271 Lit., dia.
272 Dalam ay. 4 Ishak ingin mem­berkati Esau, tetapi dia mencampur ber­­­­kat Allah dengan selera alamiahnya. Di sini, Ishak memberkati Yakub, te­tapi dia

memberkati secara buta, baik se­­­ca­ra jas­mani (ay. 1) dan secara ro­hani, karena dia telah dibutakan oleh sele­­­­ra alami­ah­nya. Ini menunjukkan bahwa

Ishak tidak memiliki cukup ba­nyak ke­ma­tang­an dalam hayat. Namun, Is­hak mem­ber­kati anak-anaknya oleh iman, dan Allah menghormati berkatnya dan berkat

ini menjadi satu nubuat (Ibr. 11:20).
Sikap Esau yang memandang ri­ngan hak kesulungannya (25:34), ke­mahiran Ribka dalam pilih kasihnya, dan kebu­taan Ishak dalam mem­berkati bekerja sama untuk

kebaikan Yakub, supaya Allah secara berdaulat dapat meng­genap­kan tujuan pemilihan-Nya (cf. Rm. 8:28-30).
311 Lit., jiwamu.
361 Lit., dia.
401 Atau, telah menjelajahi seke­liling.

Pasal 28

31 Lit., Allah yang serba ­cu­ku­p. Ibraninya El Shaddai. Lihat cat. 12 dalam ps. 17.
111 Atau, diletakkan sebagai ban­tal­nya. Juga dalam ay. 18.
121 Mimpi Yakub adalah butir yang sangat penting dalam kitab ini, dan ay. 10-22 menyingkapkan perkara terpen­ting dalam wahyu Allah. Allah damba memiliki

sebuah rumah di bumi, dan Dia bermaksud mengubah orang-orang yang dipanggil-Nya menjadi batu-batu, bahan untuk bangunan-Nya. Dalam catatan mimpi Yakub, batu

(ay. 11, 18, 22) tugu (ay. 18), rumah Allah (ay. 17, 19, 22), dan minyak (ay. 18) adalah butir-butir yang luar biasa. Batu me­lam­bangkan Kristus sebagai

batu fon­da­si, batu utama, dan batu penjuru untuk bangunan Allah (Yes. 28:16; Za. 4:7; Kis. 4:10-12). Batu ini juga melam­bang­kan manusia yang diubah, yang

telah disusun dengan Kristus sebagai unsur yang mengubah untuk menjadi bahan bagi pembangunan rumah Allah (2:12; Mat. 16:18; Yoh. 1:42; 1 Kor. 3:12; 1 Ptr.

2:5; Why. 21:11, 18-20), yang ada­lah gereja hari ini (1 Tim. 3:15) dan yang akan rampung dalam Yeru­sa­lem Baru sebagai tempat tinggal kekal Allah dan umat

tebusan yang dipilih-Nya (Why. 21:3, 22). Dalam ay. 11 se­buah batu dipakai oleh Yakub sebagai ban­tal, melambangkan bahwa unsur ilahi Kristus disusunkan ke

dalam diri kita melalui pengalaman subyektif kita atas Dia menjadi bantal untuk perhentian kita (cf. Mat. 11:28). Setelah bangun da­ri mimpinya, Yakub

mendirikan ban­tal batu itu sebagai tiang, melam­bang­kan Kristus yang telah digarapkan ke dalam kita dan yang atasnya kita ber­istirahat menjadi bahan dan

penunjang bangunan Allah, rumah Allah (cf. 1 Raj. 7:21; Gal. 2:9; Why. 3:12). Akhirnya, Ya­kub mencurahkan minyak, melam­bang­kan Roh itu sebagai Allah

Tritunggal yang telah rampung mencapai manusia (Kel. 30:23-30; Luk. 4:18), ke atas tiang itu, melambangkan bahwa manusia yang diubah adalah satu dengan Allah

Tritunggal dan mengekspresikan Dia. Batu itu menjadi Betel, rumah Allah (ay. 19, 22). Rumah Allah adalah tem­pat saling huni dari Allah dan umat te­busan-Nya

(Yoh. 14:2, 23)—manusia se­bagai tempat tinggal Allah (Yes. 66:1-2; 1 Kor. 3:16; Ef. 2:22; Ibr. 3:6; Why. 21:3) dan Allah sebagai tempat tinggal manusia

(Mzm. 90:1; Yoh. 15:5; Why. 21:22). Sebab itu, rumah Allah tersusun dari Allah dan manusia berbaur ber­sa­ma-sama menjadi satu. Dalam rumah Allah, Allah

mengekspresikan diri-Nya sendiri dalam keinsanian, Allah dan ma­nusia menemukan kepuasan dan per­hentian yang kekal dan timbal balik.
122 Tangga ini adalah pusat, fokus dari mimpi Yakub. Mimpi ini adalah wahyu Kristus, sebab Kristus adalah re­­alitas dari tangga yang Yakub lihat (Yoh. 1:51

dan cat.). Kristus se­bagai Anak Manusia, dalam kein­sa­ni­an-Nya, adalah tangga yang membawa sur­ga (Allah) ke bumi (manusia) dan me­nya­tu­­kan bumi dengan

surga (cf. Yoh. 14:6). Roh kita yang dilahirkan kembali, yang adalah tempat tinggal Allah hari ini (Ef. 2:22), adalah dasar di bumi di ma­­na Kristus sebagai

tangga surgawi te­lah didirikan (2 Tim. 4:22). Sebab itu, ka­pan saja kita berpaling ke roh kita, kita mengalami Kristus sebagai tang­ga yang membawa Allah

kepada kita dan kita kepada Allah (li­hat cat. 191 da­lam Ibr. 10). Di mana tangga ini berada, di sana ada surga yang terbuka, ma­nusia yang diubah, peng­

urapan ke atas ma­nu­sia ini, dan pembangunan rumah Allah dengan ma­nusia ini. Ha­sil dari Kristus sebagai tang­ga surgawi adalah Betel, gereja, Tu­buh

Kristus, dan pe­ram­­pung­an tangga ini adalah Yerusalem Baru.
123 Malaikat-malaikat adalah roh-roh yang melayani yang diutus untuk melayani pewaris keselamatan Allah (Ibr. 1:14 dan cat. 1, alinea 3).
124 Lit., naik turun.
131 Allah menyebut diri-Nya sebagai Allah Abraham dan Allah Ishak me­nya­takan bahwa Dia juga akan menjadi Allah Yakub. Allah Abraham adalah Allah

pembenaran, Allah Ishak adalah Allah anugerah, dan Allah Yakub ada­lah Allah pengubahan melalui pen­di­siplinan ilahi. Akhirnya, Allah Yakub men­jadi Allah

Israel (33:20; Kel. 5:1), Allah yang mengubah Yakub.
132 Allah menjanjikan Yakub bahwa Dia akan memberinya keturunan, ta­nah, dan berkat (ay. 13-14), seperti yang sudah Dia janjikan kepada Abraham (12:3, 7;

13:14-16; 15:18; 22:17-18) dan Ishak (26:3-4). Tanah adalah untuk Ke­rajaan Allah, dan keturunan adalah untuk mengekspresikan Allah dan untuk memperluas

gambar Allah. Tanah dan keturunan adalah Kristus (lihat cat. 31 dalam ps. 15), yang juga menjadi ber­kat (ay. 14) yang dengannya kita mem­berkati orang lain

(Rm. 15:29).
171 Ini adalah satu tempat di bu­mi, tetapi tempat ini bersatu dengan sur­ga; maka, Yakub menyebutnya pin­tu gerbang surga. Ketika kita berada da­lam gereja,

rumah Allah, di bumi, ki­ta dapat memasuki pintu gerbang sur­ga, dan melalui Kristus sebagai tangga surgawi kita dapat melihat dan meng­alami hal-hal dari

surga. Lihat Ibr. 4:16 dan cat. 1.
181 Lit., tiang, soko guru. Pasim.
191 Artinya rumah Allah. Lihat cat. 11, alinea 2 dalam ps. 35.

Pasal 29

11 Lit., mengangkat kakinya.
121 Lit., saudara. Juga da­lam ay. 15.
171 Atau, redup, sayup.
251 Yakub adalah perebut yang licik, tetapi Laban lebih licik daripada Yakub. Ini adalah pengaturan kedau­lat­an Allah. Segala sesuatu yang La­ban kerjakan

untuk menipu dan “me­me­ras” Yakub (31:7, 40-42), di­tambah per­­saingan, iri hati, dan pergumulan an­tara istri-istri Yakub dalam mela­hirkan anak (29:31—

30:24), secara ber­daulat dipakai Allah untuk menang­gulangi wa­tak ala­­mi­ah Yakub supaya Allah da­­pat meng­­ubah dia. Sejarah Yakub memper­li­hat­kan

bahwa Allah ber­da­ulat meng­atur setiap aspek ling­kung­an orang-orang pilihan-Nya supaya Dia dapat me­lak­sa­nakan pekerjaan peng­­ubahan-Nya dalam mereka

(Rm. 8:28-30).
321 Artinya lihat, seorang anak laki-laki.
331 Artinya mendengarkan.
341 Artinya bersatu.
351 Artinya memuji.

Pasal 30

31 Lit., dibangun.
61 Artinya menghakimi.
81 Artinya pergulatanku.
111 Artinya, mungkin, peruntungan (yang baik).
131 Dalam bahasa Ibrani kata ber­ba­hagia dan diberkati adalah dari akar kata yang sama.
132 Lit., diberkati.
133 Artinya bahagia, atau diberkati.
181 Artinya mengupah.
201 Atau, menghormati aku.
202 Artinya tempat tinggal yang di­hormati, diagungkan, atau ditinggi­kan.
241 Artinya ditambahkan.

Pasal 31

11 Lit., dia.
12 Atau, kemuliaan.
91 Lit., menolong, atau, menye­la­mat­­kan. Juga dalam ay. 16.
111 Lihat cat. 71 dalam ps. 16.
121 Perkataan TUHAN kepada Yakub di sini menunjukkan bahwa dia menjadi kaya bukan melalui kepandaiannya sendiri, tetapi melalui tangan kedaulatan Allah (ay.

16).
131 Ibraninya El-Bethel.
132 Lit., tiang. Pasim.
191 Inilah berhala yang di­sembah di rumah Laban. Ju­ga dalam ay. 34, 35.
241 Orang terpenting dalam pasal ini bukan Yakub bukan pula Laban, tetapi Allah yang mengubah, yang ti­dak ter­lihat, yang dalam kedaulatan-Nya me­nyi­apkan

lingkungan untuk meng­ubah Yakub (cf. Rm. 8:28-29). Yakub ber­ada di bawah pemeliharaan rahasia Kristus sebagai Malaikat Allah (ay. 11) karena Kristus pada

akhirnya akan dilahir­kan dari keturunan Yakub, Maria (Mat. 1:2, 16).
311 Lit., kataku.
471 Bahasa Aram, artinya timbunan saksi.
472 Bahasa Ibrani, artinya timbunan saksi.
491 Artinya pos jaga.
521 Tugu (lit., tiang) yang didirikan oleh Yakub adalah saksi, kesaksian. Pe­mikiran tiang sebagai kesaksian terlihat ju­ga dalam dua tiang (dua adalah angka

untuk saksi, kesaksian—Mat. 18:16; Luk. 10:1) yang didirikan oleh Salomo di depan bait (1 Raj. 7:21), dan di da­lam gereja, rumah Allah, sebagai tiang pe­

nopang kebenaran melalui mem­per­sak­­sikan, menyatakan, kebenaran (1 Tim. 3:15-16). Tiga tiang yang didirikan oleh Yakub dalam ps. 31 dan 35 ada­lah tiga

patokan penting dalam hi­dup Yakub. (Tiang yang didirikan dalam 28:18 adalah respon kepada mimpi dan bukan bagian dari pengalaman rohani Yakub; sebab itu,

tiang ini ti­dak diang­gap sebagai patokan penting dalam hi­dupnya. Lihat cat. 141 dalam ps. 35). Tiang pertama, yang didirikan di Galed (ay. 45, 47), adalah

kesak­sian peme­li­haraan Allah dalam kedau­latan-Nya untuk dia dalam tahap per­tama dari peng­alamannya. Tiang kedua, yang didirikan di Betel (35:14),

adalah ke­saksian dari bangunan Allah, rumah Allah, dalam tahap kedua. Tiang ke­tiga, yang didi­ri­­kan di kubur Rahel di jalan yang me­nuju Betlehem

(35:20), adalah kesak­si­an kematian pilihan alamiah Yakub untuk mendatangkan Kristus, yang di­lambangkan oleh Be­nya­min, dalam tahap ketiga dari peng­

alaman­nya (lihat cat 181 dan 183 dalam ps. 35).

Pasal 32

21 Artinya dua bala tentara. Lihat cat 132 dalam Kid. 6.
131 Meskipun Yakub telah berdoa dalam ay. 9-12, dia tidak percaya da­lam doanya, tetapi terus menggunakan hikmat insaninya dengan memberikan pemberian-

pemberian kepada Esau un­tuk menenangkan dia.
241 Menurut Hosea 12:5, manusia ini adalah Malaikat TUHAN, Kristus (li­hat cat. 21 dalam Kel. 3). Tuhan se­ba­gai seorang manusia bergulat dengan Yakub

supaya Dia dapat menjamah kekuatan alamiah Yakub, yang dilam­bangkan oleh sendi pangkal paha Yakub (ay. 25, 32). Pergulatan Tuhan dengan Yakub berlangsung

cukup lama, sepe­nuh­nya memperlihatkan betapa ala­mi­ah­nya Yakub.
251 Lit., Dia.
252 Lit., menjamah. Menjamah sendi pangkal paha Yakub (ay. 32), otot yang terkuat pada tubuh, melambangkan men­jamah hayat alamiah Yakub, kekuatan ala­mi­

ahnya. Ini adalah permulaan peng­­u­bah­an Yakub. Seperti yang diperlihat­kan dalam ps. 33 (lihat cat. 41 dan 171 di sana), setelah pengalaman ini Yakub

masih alamiah. Meskipun tidak ada per­ubahan dalam kehidupan luaran Yakub, hayat alamiahnya, kekuatan alamiah­nya dalam batin, telah ditang­gulangi Tuhan.

Ini dilambangkan oleh fakta bahwa Yakub berjalan dengan pincang (ay. 31). Cara agama adalah mengubah perilaku luaran manusia; cara Allah dalam ekonomi-Nya

adalah menjamah hayat batin manusia untuk mengubah manusia batinnya.
261 Lit., Dia.
262 Lit., dia.
271 Di sini Tuhan menanyakan na­ma Yakub agar Yakub menyadari siapa­kah dia—Yakub, si perebut (lihat cat. 262 dalam ps. 25).
281 Artinya orang yang bergumul dengan Allah. Mengubah nama Yakub menjadi Israel menunjukkan bahwa Allah akhirnya akan mengubah Yakub. Lihat cat. 52 dalam

ps. 17.
291 Tidak dikatakan bahwa orang itu datang kepada Yakub sebelum ber­gulat dengan dia (ay. 24), juga tidak dikatakan bahwa orang itu mening­gal­kan Yakub

setelah bergulat dengan dia. Ini berarti bahwa Tuhan yang bergulat dengan Yakub menyertai dia sepanjang waktu dan tidak pernah meninggalkan dia. Cf. Yoh.

20:26 dan cat. 3.
301 Artinya wajah Allah.
311 Dalam kegelapan malam Yakub begitu kuat, dan setiap bagian­nya ma­sih utuh. Setelah dijamah oleh Tuhan, Yakub menjadi pincang, tetapi dia ber­ada dalam

penyorotan terang surgawi.

Pasal 33

41 Semua ketakutan Yakub ber­asal dari kekhawatirannya sendiri, dan se­mua yang telah dia lakukan de­ngan menggunakan kemahiran dan ke­mam­puan alamiahnya

untuk menye­la­mat­kan dirinya ternyata sia-sia. Allah telah me­lindungi Yakub dari Laban me­lalui me­nampakkan diri kepada Laban dalam suatu mimpi (31:24),

dan Dia telah mem­­bangkitkan kasih per­saudara­an Esau terhadap Yakub. Ini adalah tin­dakan ajaib Allah un­tuk menjaga orang pilihannya. Maka, Yakub, yang

memi­liki janji-janji Allah dan berada pada jalan untuk men­capai sa­saran Allah, tidak perlu takut pada apa yang ada di belakangnya atau yang ada di depan­

nya. Dari­pada bersandar pada usahanya sendiri, dia seharusnya ber­is­tirahat da­lam Allah dan dalam pe­me­­li­­­haraan-Nya yang ser­ba cukup (cf. Flp. 4:6-

7; 1 Ptr. 5:7).
111 Lit., berkatku.
171 Yakub membangun rumah un­tuk dirinya sendiri dan kandang untuk ter­naknya menunjukkan bahwa dia ma­sih alamiah dan untuk dirinya sendiri. Dia menyia-

nyiakan mimpi yang dia miliki di Betel dan nazar yang dia ucap­kan ke­pada Allah, berjanji bahwa dia akan mem­bangun rumah untuk Dia (28:20-22).
172 Artinya gubuk.
181 Atau, dalam damai.
182 Lihat cat. 11, alinea 1 dalam ps. 35.
201 Di Sikhem di tanah Kanaan, Yakub memasang kemahnya (ay. 19) dan mendirikan mezbah, seperti yang telah dilakukan kakeknya, Abraham (12:6-7). Di sini Yakub

mulai menempuh hidup sebagai orang yang dipanggil Allah untuk menggenapkan tujuan Allah.
202 Ibraninya El-Elohe-Isra­el.

Pasal 34

101 Atau, berjual-belilah. Juga dalam ay. 21.
251 Lit., aman.
301 Lihat cat. 11, alinea 1 dalam ps. 35.

Pasal 35

11 Di Betel Yakub bernazar kepada Allah, berjanji jika Allah mau me­lin­dungi dan memelihara dia, batu yang dia dirikan menjadi tugu akan menjadi rumah Allah

(28:20-22). Di sini, Allah mengingatkan Yakub untuk mengge­nap­kan bagian nazarnya (cf. 31:13). Dalam perjalanan kembalinya dari Padan-Aram, Yakub sampai ke

Sikhem di tanah Ka­­na­an, dan dia menetap di sana (33:18-20). Namun, ini jauh dari tujuan Allah. Tujuan Allah menurut kedambaan hati-Nya adalah memiliki

Betel, rumah-Nya di bumi. Maka, Yakub harus pergi dari Sikhem ke Betel. Semua peristiwa yang tidak menguntungkan dalam ps. 34 secara berdaulat dipakai oleh

Allah un­tuk membuat Yakub tidak mungkin lagi menetap di Sikhem dan menyiapkan Yakub untuk menerima perintah Allah pergi ke Betel. Yakub melewati Sikhem dan

pergi ke Betel, melam­bang­kan kita meninggalkan kehidupan orang Kristen yang individual dan pergi ke­ hidup ge­reja yang korporat un­tuk mem­bangun tempat

tinggal kekal Allah, yang adalah gereja hari ini dan Yerusalem Baru da­lam kekekalan.
Betel adalah benih besar dalam Al­kitab, benih dari rumah Allah. Ke­tika Israel, Yakub yang diubah, dili­pat­­­­­gan­dakan menjadi rumah Israel, da­lam

pandangan Allah rumah Israel ada­lah rumah Allah (lihat cat. 61 da­lam Ibr. 3). Akhirnya, Kemah dan ke­mu­­di­an ba­­it di­bangun pada masa Per­jan­­jian

Lama se­bagai lambang dari rumah Israel se­bagai tempat tinggal Allah di bumi. Pa­­­da permulaan Per­janjian Baru Tuhan Yesus datang me­la­lui inkar­nasi

untuk menjadi realitas Kemah dan bait (Yoh. 1:14; 2:18-21). Kemu­di­an, dalam Mat. 16:18 Tuhan bernubuat bahwa Dia akan mem­bangun gereja se­bagai tem­pat

ting­­gal, bait Allah (Ef. 2:22; 1 Kor. 3:16-17) di atas diri-Nya se­bagai batu karang dan bersama kaum ber­iman­nya sebagai batu-batu (1 Kor. 3:11; 1 Ptr.

2:5). Ini ada­­lah Betel, ru­­mah Allah (1 Tim. 3:15). Akhirnya, Betel ini akan di­per­be­­sar un­tuk diram­­pung­kan dalam Yeru­salem Baru, Kemah kekal

Allah, yang di da­lam­nya Allah dan Anak Domba akan menjadi bait (Why. 21:3, 22). Li­hat cat. 121 dalam ps. 28.
21 Berhala adalah segala sesuatu yang menggantikan Allah yang asli dan sejati (cf. 1 Yoh. 5:20-21). Karena Betel, rumah Allah, berhala-berhala harus

disingkirkan (2 Kor. 6:16). Se­lain itu, segala sesuatu yang tidak mur­ni, najis, atau cemar harus diber­sih­­kan (2 Kor. 7:1). Untuk mewu­jud­kan Be­tel,

ma­nu­sia lama dengan cara hidupnya yang usang, yang dilam­bang­kan oleh pakaian usang (Yes. 64:6), juga harus ditang­galkan, dan manusia baru de­ngan cara

hidupnya yang baru, hidup gereja, ha­rus dikenakan (Ef. 4:22-24).
41 Anting-anting adalah untuk mem­­percantik diri. Yakub mengu­bur­kan­­nya bersama allah-allah asing, ber­ha­la-ber­ha­la, menunjukkan bahwa dalam pan­­­­

dangan Yakub dan kelu­ar­ga­nya, an­ting-anting merupakan suatu ke­kejian se­per­t­i berhala (cf. Kel. 32:2-4 dan cat. 21).
71 Mezbah adalah untuk mem­per­sem­bahkan diri. Persembahan diri Yakub dalam mendirikan mezbah di Sikhem (33:20) adalah untuk dirinya sebagai individu;

persembahan dirinya dalam membangun mezbah di Betel adalah untuk rumah Allah, untuk meng­­genapkan tujuan kekal Allah dan me­mu­askan kedambaan hati-Nya.
72 Artinya Allah Betel. Di Betel Allah tidak lagi hanya Allah individu te­tapi Allah tubuh korporat, rumah Allah.
81 Ibraninya Allon-bacuth.
101 Di Pniel Allah mengubah nama Yakub menjadi Israel (32:28), tetapi di sana Yakub tidak memiliki banyak pe­ng­alaman atas nama barunya ini. Di Betel

barulah Yakub benar-benar di­perbarui dan menjadi orang yang baru, orang yang diubah (cf. Rm. 12:2). Pe­ru­bahan ini dapat dialami hanya di Betel, yaitu,

dalam hidup gereja yang tepat. Gereja sepenuhnya adalah manusia baru (Ef. 2:15), dan hidup gereja ada­lah kehidupan baru dari Israel yang tel­ah diubah (Gal.

6:16), hidup yang adalah Allah di dalam Kristus.
111 Lit., Allah yang serba cukup. Ibraninya El Shaddai. Pasal ini dan ps. 17 saling berhubungan dalam wahyu sebutan ilahi Allah yang serba cukup (ay. 11;

17:1), dalam peng­gan­ti­an nama orang, menyatakan peng­ubah­an sese­orang (ay. 10; 17:5), dan dalam janji perkem­bangbiakan untuk melahir­kan bang­sa-bangsa

dan raja-raja (ay. 11; 17:4, 6). Ketiga perkara ini menun­juk­kan bahwa keadaan Allah yang serba cukup dan pengubahan-Nya atas umat-Nya adalah agar mereka

beranak cucu dan bertam­bah banyak untuk meng­ha­sil­kan orang-orang yang diubah sebagai bahan-bahan untuk pembangunan rumah Allah, Betel. Lihat cat 52 dan

152 dalam ps. 17.
112 Lihat cat. 41 dalam ps. 17.
141 Ini adalah pengulangan apa yang telah Yakub lakukan dalam 28:18. Di sana, Betel, rumah Allah, hanya berupa mimpi; belum dialami Yakub. Di sini Yakub

mendirikan tugu yang kedua di Betel untuk mempersem­bah­kan dirinya kepada Allah guna meng­genapkan mimpi dan nazarnya kepada Allah dalam 28:10-22. Tugu ini

adalah patokan kedua dalam pengalaman Yakub (lihat cat. 521 dalam ps. 31).
142 Lihat cat. 171 dalam Flp. 2. Inilah penyebutan yang pertama dari kurban curahan dalam Alkitab (Bil. 15:1-5; 28:7-10; Flp. 2:17; 2 Tim. 4:6). Kurban

curahan yang disebutkan di si­ni berhubungan dengan tugu di Betel menunjukkan bahwa kurban curahan adalah untuk bangunan Allah. Fakta bahwa Yakub mencurahkan

kurban cu­rahan ke atas tugu sebelum men­cu­rahkan minyak ke atasnya menandakan bahwa pencurahan kurban curahan men­­datangkan pencurahan Roh (Kis. 2:33)

untuk menguduskan rumah Allah (Kel. 40:9).
181 Rahel adalah pilihan alamiah Yakub menurut kedambaan hatinya (29:18-20). Kematian Rahel adalah hi­langnya pilihan alamiah Yakub. Ini adalah

penanggulangan yang dalam dan pribadi bagi Yakub. Yakub kehilangan Rahel, tetapi dalam prosesnya dia men­dapatkan Benyamin, yang adalah lam­bang Kristus.

“Rahel” harus mati supaya “Benyamin” dilahirkan. Dengan cara yang sama, Allah akhirnya akan me­nying­kir­kan pilihan alamiah kita su­pa­ya kita da­pat

melahirkan Kristus untuk ekspresi-Nya. Sasaran Allah bukan mem­buat orang-orang pilihan-Nya meng­alami ke­ru­gian, tetapi untuk melahirkan Kristus melalui

mereka.
182 Artinya anak dari penderitaanku.
183 Artinya anak tangan kanan. Benyamin adalah lambang Kristus, yang semula adalah Ben-oni, Anak dari pen­­de­ritaan, dari kelahiran-Nya sampai ke­­­hi­dupan

insani-Nya di bumi (Yes. 53:3), tetapi akhirnya menjadi Benyamin, Anak di sebelah kanan Allah, dari ke­bang­kitan-Nya dan dalam kenaikan-Nya (Mat. 26:64).

Lihat cat. 281 dalam Mzm. 68.
Benyamin dan Yusuf, dua anak yang dilahirkan untuk Yakub oleh Rahel, ke­duanya melambangkan Kristus. Mes­ki­pun Yusuf dilahirkan lebih dulu, da­lam

perlambangan dia adalah ke­lan­jutan Benyamin, karena catatan ke­hidupan Yusuf (ps. 37—50) mengikuti catatan ke­lahiran Benyamin. Yusuf, seperti Be­nyamin,

melambangkan Kristus yang menderita dan ditinggikan. Se­la­ma ba­­gian pertama dalam hidupnya, Yusuf menderita sebagai anak pende­ri­taan, dan selama bagian

kedua dia diting­gi­kan ke takhta di sebelah kanan Firaun (41:40-44).
201 Lihat cat. 521 dalam ps. 31.
211 Sebelum ini nama Yakub telah berubah menjadi Israel (32:27-28; 35:10), tetapi ini adalah kali pertama dia benar-benar disebut sebagai Israel. Ini

menunjukkan bahwa setelah peng­a­la­man­nya di Betel dan kematian Rahel, Yakub telah menjadi orang yang di­ubah.
221 Ruben, lahir dari Lea, adalah anak sulung dan seharusnya mewarisi hak kesulungan. Namun, karena pen­ce­marannya dalam hawa nafsunya, dia kehilangan hak

kesulungan, dan hak ini diberikan kepada Yusuf, anak Rahel (1 Taw. 5:1; Kej. 49:3-4; 48:22). Yusuf men­d­­apat hak kesulungan karena ke­murniannya (39:7-12).

Cf. Ibr. 12:16 dan cat.
271 Setelah mengalami penang­gu­langan yang lebih dalam dan pribadi, Yakub masuk ke dalam persekutuan yang penuh dengan Allah di Hebron (Hebron berarti

persekutuan, komu­ni­ka­si). Abraham telah datang ke Sikhem (12:6), telah melewati Betel (12:8), dan telah tinggal di Hebron (13:18; 18:1), dan Ishak

menghabiskan ham­pir se­lu­ru­h hidupnya di Hebron. Yakub meng­ikuti jejak Abraham datang ke Sikhem (33:18), melewati Betel (35:6), dan ting­gal di Hebron.

Di Hebron Ya­kub me­nikmati perhentian, sukacita, kepuasan, keintiman, persekutuan yang penuh de­ngan Tuhan. Di Hebron dia mulai ma­tang dalam hayat.
291 Ishak mati dalam iman, seperti di­tunjukkan oleh fakta bahwa dia dikuburkan dalam gua Makhpela (49:30-32; cf. 23:9 dan cat.).

Pasal 36

371 Yaitu, Sungai Efrat.

Pasal 37

11 Pada butir ini Yakub adalah orang yang telah diubah, tetapi dia be­lum matang. Pengubahan terjadi se­ca­ra metabolis dalam hayat alamiah kita (Rm. 12:2; 2

Kor. 3:18); menjadi ma­tang adalah dipenuhi dengan hayat ilahi yang mengubah kita. Kita mungkin ber­ubah dalam hayat alamiah kita (di­ubah) namun belum

dipenuhi dengan hayat ilahi (matang). Tahap terakhir pengu­bah­an adalah kematangan. Pengu­bahan Yakub dimulai sejak Allah menja­mah dia (32:25), dan

dilanjutkan sampai akhir ps. 36, ketika proses peng­ubahan re­la­tif sudah lengkap (lihat cat. 31 da­lam ps. 37). Kejadian 37:1—43:14 ada­lah catatan proses

kematangan Yakub.
Kitab Kejadian memperlihatkan gambaran lengkap bagaimana manusia dapat dibuat ulang dan diubah untuk meng­ekspresikan Allah dalam gambar-Nya dan mewakili Dia

dengan keku­a­sa­­an-Nya. Kitab ini diakhiri seperti per­­mu­la­annya—dengan gambar dan ke­ku­asaan Allah. Empat belas pasal ter­ak­hir me­nun­jukkan bahwa

setelah Yakub menjadi Israel, dia mengemban gam­bar Allah dan melalui Yusuf, melaksanakan keku­asa­an Allah. Untuk ekspresi dan kekuasaan Allah diperlukan

kematangan. Hanya hayat yang matang dapat me­ngemban gambar Allah dan melak­sa­nakan keku­asa­an-Nya.
21 Dalam empat belas pasal ter­akhir Kitab Kejadian biografi Yakub dan Yusuf dibaurkan, menunjukkan bah­wa menurut pengalaman rohani, Yakub dan Yusuf adalah

satu orang (cf. cat. 11, alinea 2 dalam ps. 12 dan cat. 11, ali­nea 2 dalam ps. 25). Yusuf ada­lah lam­bang Kristus sebagai Yang mutlak sem­purna, tidak

bercacat (Luk. 23:4; 2 Kor. 5:21; Ibr. 4:15; 1 Ptr. 2:22). Se­ba­gai yang demikian, Yusuf mewakili aspek pe­merintahan dari Israel yang ma­tang, susunan

Kristus dalam sifat Yakub yang matang. Sebagai seorang beriman yang matang yang tersusun dari Kristus, Yang sempurna, Yakub memerintah melalui Yusuf (41:39-

44).
22 Yusuf, seperti Habel, adalah se­orang gembala. Gembala melam­bang­kan aspek susunan Kristus dalam ha­yat yang matang yaitu hayat yang meng­gembalakan

untuk merawat orang lain (Yoh. 10:11; 21:15-17).
31 Sikap pilih kasih Yakub kepada Yusuf menunjukkan bahwa dia belum sepenuhnya diubah tetapi masih hi­dup dalam hayat alamiah. Sikap Yakub yang memihak

terhadap Yusuf me­nye­bab­kan dia menderita lebih lan­jut, yang men­­­ja­mah sangat dalam perasaan pri­badi­nya. Penanggulangan terakhir ini mem­­­ba­wa dia

kepada kematangan yang pe­nuh untuk ekspresi dan kekuasaan Allah.
51 Kedua mimpi Yusuf (ay. 7-9), ke­­duanya dari Allah, menyingkapkan ke­pa­danya pandangan ilahi Allah me­nge­nai sifat, posisi, fungsi, dan sasaran umat

Allah di bumi. Menurut sifat me­reka yang jatuh, umat Allah adalah ja­hat dan najis, tetapi dalam pan­dangan kekal Allah, umat-Nya adalah berkas gan­dum yang

penuh dengan hayat dan ben­da-benda penerang di langit yang penuh dengan terang (cf. Bil. 23:21; 1 Raj. 19:18; Why. 12:1 dan cat.). Aspek pe­me­­rintahan

dari ha­yat yang matang ti­dak pernah meng­hukum umat Allah (cf. ay. 2c). Seba­lik­nya, menggem­balakan dan menghargai mereka. Mimpi Yusuf mengendalikan dan

meng­arahkan peri­la­­kunya (cf. Kis. 26:19). Lihat cat. 121 dalam ps. 39 dan 91 dalam ps. 42.
131 Kehidupan Yusuf adalah salinan kehidupan Kristus: sebagai gembala (ay. 2; Yoh. 10:11-16); sebagai orang yang dikasihi bapanya (ay. 3-4; Mat. 3:17; 17:5);

sebagai orang yang di­utus oleh bapanya untuk melayani sau­dara-sau­daranya menurut kehendak bapa­nya (ay. 12-17; Yoh. 6:38); seba­gai orang yang dibenci,

dianiaya, dan dikhi­anati (di­jual) oleh saudara-saudaranya (ay. 5, 18-36; Yoh. 15:25; Mat. 26:4, 14-16); sebagai orang yang dicampakkan ke da­lam pen­­jara

maut bersama dua pen­ja­hat, yang satu dikembalikan dan yang lainnya dihukum (39:20; 40:1-23; Kis. 2:23; Luk. 23:32, 39-43); dalam hal di­be­b­as­kan (di­

bangkitkan) dari pen­jara maut (41:14; Kis. 2:24); dalam hal di­du­d­uk­kan di takh­ta dengan kuasa (41:40-44; Mat. 28:18; Kis. 2:36; Why. 3:21); dalam hal

me­ne­rima kemuliaan dan anugerah (41:42; Ibr. 2:9; Mzm. 68:19; Kis. 2:33); da­lam hal menjadi juru­selamat dunia, pe­nunjang hayat (pe­wahyu ra­ha­­sia-ra­

hasia) (41:45 dan cat. 1; Kis. 5:31; Yoh. 6:50-51); da­­lam hal meng­ambil istri dari bangsa ka­fir (41:45; Yoh. 3:29; Ef. 5:23-27; Why. 19:7; cf. cat. 15

dalam Mat. 1); da­lam hal menyuplai orang-orang dengan ma­kanan (41:56-57; Yoh. 6:35); dalam hal mengenali sau­da­ra-saudaranya yang bodoh dan dikenali oleh

mereka (45:1-4, 14-15; Rm. 11:26; Za. 12:10; Why. 1:7); dan da­lam hal me­me­rintah dalam ke­rajaan atas seluruh bumi (41:40—50:26; Why. 11:15; Dan. 7:13-

14).
181 Sementara saudara-saudara Yusuf tenggelam dalam air kema­rahan ma­nusia, Yusuf, yang mewakili aspek me­merintah dari hayat yang matang, hi­dup sebagai

berkas hayat (lihat cat. 51) dan muncul dari air kematian ke­ma­r­ah­an manusia.
281 Ismael adalah anak Abraham me­lalui Hagar (16:15), dan Midian ada­lah anak Abraham melalui istrinya yang terakhir, Ketura (25:1-2). Orang Ismael dan

Midian mewakili daging, kekuatan alamiah. Selain itu, keben­ci­an (ay. 8) berhubungan dengan daging dan daging berhubungan dengan dunia, yang di­wakili oleh

Mesir (Ibr. 11:25-26). Dalam kedaulatan-Nya Allah memakai segala sesuatu, termasuk daging, ke­ben­cian saudara-saudara Yusuf, dan Mesir, untuk menggenapkan

tujuan-Nya mengenai Yusuf (45:5-8a; 50:20).
351 Lit., Sheol. Lihat cat. 231 dalam Mat. 11.
361 Dari saat Yusuf dijual sampai anak-anak Yakub diutus ke Mesir (42:1-5) kurang lebih dua puluh tahun. Dalam hidup Yakub dua puluh tahun ini ada­lah masa

sunyi. Melalui ke­hilangan Yusuf, Yakub menjadi orang yang mutlak ter­buka kepada Allah. Selama tahun-tahun ini Allah lebih banyak lagi me­nya­lur­kan diri-

Nya ke dalam Yakub, sampai Yakub dipenuhi dengan hayat ilahi hingga matang. Li­hat cat. 21 dalam ps. 42.

Pasal 38

61 Untuk ay. 6-30, lihat Mat. 1:3a dan cat.
111 Lit., katanya.
151 Yehuda berperilaku secara bu­ta, mengumbar hawa nafsunya dalam ke­ge­­­lapan. Sebaliknya, Yusuf, hidup se­per­ti bintang terang (lihat cat. 51 da­lam ps.

37), mengalahkan hawa naf­su­nya (39:7-12).
291 Artinya terobosan.
301 Artinya terbit, atau bercahaya.

Pasal 39

21 Sebagai seorang wakil dari as­pek pemerintahan dari hayat yang ma­­tang, Yusuf menikmati penyer­taan Tuhan, berikut kuasa, kemak­muran, dan berkat Tuhan

(ay. 2-5)
41 Lit., tangan. Pasim.
121 Yusuf menempuh hidup yang berhubungan dengan penglihatan yang dia lihat dalam kedua mimpinya (lihat cat. 51 dalam ps. 37; cf. Kis. 26:19). Saudara-

saudara Yusuf melepaskan amarah mereka (37:18:31) dan meng­umbar hawa nafsu mereka (38:15-18), tetapi Yusuf menaklukkan amarahnya dan menundukkan hawa

nafsunya, ber­perilaku sebagai berkas yang penuh hayat dan bersikap seperti bintang sur­­gawi yang bercahaya dalam kege­lap­an (lihat cat. 181 dalam ps. 37

dan 151 da­lam ps. 38). Kehidupan Yusuf di bawah penglihatan surgawi adalah ke­hi­dupan Kerajaan Surga yang digam­bar­­kan dalam Mat. 5—7. Dengan me­nem­puh

hidup yang demikian, dia sepe­nuhnya disiapkan untuk meme­rin­tah sebagai raja.
201 Yusuf ditolak oleh saudara-sau­daranya, dijual oleh mereka, dan di­­­­bu­ang ke dalam penjara. Demikian juga, Kristus pertama-tama ditolak oleh sau­dara

-saudara-Nya, kemudian dijual oleh seseorang dari bangsa-Nya, dan akhir­nya dibuang ke dalam penjara maut.

Pasal 40

81 Meskipun mimpinya sendiri (37:5-11) belum tergenapi, Yusuf me­mi­liki iman dan berani menafsirkan mim­pi kedua temannya. Fakta bahwa dia me­ngakui Allah

sebagai sumber penaf­sir­an menunjukkan bahwa dia masih percaya kepada penafsiran yang Allah berikan kepadanya atas mimpi-mim­pi­nya sendiri. Akhirnya, Yusuf

dilepas­kan dari penjara secara tidak lang­sung me­lalui perkataannya dengan iman dalam menafsirkan mimpi juru minuman (41:9-13), dan dia dibawa ke­pada

takh­ta secara langsung melalui per­ka­ta­an­nya yang berani dalam me­naf­sirkan mimpi Firaun (41:14-46). Ke­le­pasan dan kuasa datang kepadanya melalui

perka­taannya.

Pasal 41

11 Seperti para imam Per­jan­ji­an Lama dan Tuhan Yesus, Yusuf harus menunggu sampai usianya mencapai tiga puluh tahun sebelum dia sepe­nuh­nya masuk ke

dalam ministrinya (ay. 46; Bil. 4:3; Luk. 3:23). Ketika Yusuf da­­lam kurungan, dia diuji, dites, dan di­la­tih untuk penobatannya.
81 Lit., rohnya.
82 Lit., tukang sihir. Pasim.
131Lit., Firaun mengembalikan aku kepada jabatanku, dan dia meng­gan­tung kepala juru roti.
141 Atau, ruang bawah tanah. Sa­at dirinya dilepaskan dari tutupan, Yusuf melambangkan Kristus sebagai Yang bangkit dari penjara maut (Kis. 2:24).
161 Lit., akan menjawab Firaun de­ngan damai.
401 Pada hari Yusuf dilepaskan dari tutupan, dia dinobatkan menjadi pe­nguasa sesungguhnya atas seluruh ta­nah Mesir. Demikian pula, setelah Kristus

dibangkitkan dari maut, Dia di­­nobatkan dengan segala kuasa di surga dan di bumi (Mat. 28:18; Kis. 2:36).
421 Dalam hal menerima kemu­lia­an dan pemberian-pemberian dalam peno­batannya, Yusuf melambangkan Kristus, yang menerima kemuliaan (Ibr. 2:9) dan karunia-

karunia (Mzm. 68:19; Kis. 2:33) dalam kenaikan-Nya. Cin­cin, pa­kaian, dan kalung emas meng­­gam­bar­kan karunia-karunia yang Kristus te­rima dalam kenaikan

-Nya ke surga, yang kemudian Dia salurkan kepada gereja. Cincin meterai melam­bangkan Roh Kudus sebagai meterai di dalam dan di atas kaum beriman Kristus

(Kis. 2:33; Ef. 1:13; 4:30; cf. Luk. 15:22). Pakaian melambangkan Kristus se­bagai ke­be­naran obyektif kita untuk pembenaran kita di ha­da­p­an Allah (1

Kor. 1:30; cf. Mzm. 45:10, 14; Luk. 15:22) dan sebagai kebenaran subyektif kita yang diperhidupkan ke­luar dari kita supaya kita bersyarat untuk ber­bagian

dalam perkawinan Anak Domba (Mzm. 45:15 dan cat. 1; Why. 19:7-9 dan cat. 82). Ka­lung emas me­lam­­bang­kan kein­dah­an Roh Kudus yang di­berikan untuk ke­

taatan yang di­­eks­presikan dalam kepatuhan (cf. Kis. 5:32). Leher yang dikalungi me­lam­bang­­kan kehendak yang telah di­tak­­luk­kan dan ditun­duk­kan

untuk menaati perin­tah Allah (cf. Kid. 1:10; Ams. 1:8-9). Me­nurut uru­t­an peng­a­la­man rohani, pertama-tama kita me­ne­rima pe­­me­te­rai­an Roh untuk

kese­la­matan; kemu­dian kita menerima pa­kai­an ke­be­naran dan mu­lai mem­per­hi­dup­kan Kristus (Gal. 2:20; Flp. 1:20-21a). Un­tuk mem­per­hi­dup­kan

Kristus, leher ki­ta harus dirantai atau dikalungi, ke­hen­­dak kita harus ditun­dukkan, oleh Roh Kudus.
451 Artinya juruselamat dunia, pe­nun­jang hayat, atau pengungkap ra­ha­sia-rahasia. Pertama, Yusuf adalah pe­nyingkap rahasia-rahasia (40:9-19; 41:17-32);

kemudian, karena dia me­nun­jang hidup orang banyak (ay. 47-57; 47:12-24), dia menjadi juru­se­lamat du­nia (47:25). Dalam hal ini dia juga me­lam­bang­kan

Kristus (Mat. 13:1-52; Yoh. 6:50-51; Kis. 5:31).
452 Dalam mengambil orang Mesir, orang kafir, sebagai istrinya, Yusuf me­lambangkan Kristus, yang mengambil gereja dari antara orang kafir sebagai istri-Nya

pada saat Dia ditolak oleh orang Israel (cf. cat. 15 dalam Mat. 1).
511 Artinya membuatnya lupa.
521 Artinya berbuah, atauberbuah dua kali.
561 Makanan mempertahankan ek­sistensi manusia dan juga memua­s­kan manusia. Seluruh bumi mengalami ke­laparan, melambangkan semua bang­sa bergumul untuk

mempertahankan ek­sistensi mereka dan dalam keadaan tidak puas. Makanan dapat ditemukan hanya di tempat Yusuf berada (42:5-6), menunjukkan dalam perlambangan

bah­wa suplai hayat dan kepuasan yang sejati dapat ditemukan hanya dalam gereja, di mana Kristus berada.
562 Mengikuti beberapa versi kuno; teks Ibraninya mencantumkan, semua yang ada di dalam lumbung-lumbung.

Pasal 42

21 Allah memakai kelaparan dan pengutusan anak-anak Yakub ke Mesir un­tuk menanggulangi Yakub agar dia ma­tang dalam hayat. Selama penan­ti­an­­nya yang

panjang menunggu anak-anak­­nya kembali, Yakub dikosongkan dari se­mua prasangkanya (ay. 36; 43:13-14) sehingga Allah dapat meme­nuhi Yakub dengan unsur

hayat ilahi. Lihat cat. 261 dalam ps. 45.
31 Catatan hubungan antara Yusuf dengan saudara-saudaranya dalam ps. 42—45 adalah gambaran rinci hubungan antara Kristus dengan bangsa Israel: (1)

Sebagaimana saudara-saudara Yusuf dipaksa untuk kembali kepada dirinya karena makanan (ay. 1-5; 43:1-15), bang­­sa Israel akan dipaksa untuk kem­bali kepada

Kristus untuk mem­per­ta­hankan eksistensi mereka (Za. 12:10; Rm. 11:26). (2) Sebagaimana saudara-saudara Yusuf tidak mengenal dia (ay. 8, 28; 43:32-34;

44:14-34), demikian ju­ga orang Israel tidak mengenal siapa­kah Kristus hari ini. (3) Sebagaimana Yusuf menguji dan mendisiplinkan saudara-saudaranya setelah

mereka dipaksa kem­­bali kepada dirinya (ay. 15-24; 44:1-13), demikian juga Kristus akan menguji dan mendisiplin bangsa Israel ketika me­reka ada dalam pro­

ses ber­pa­ling ke­pada-Nya (Za. 13:8-9). (4) Ke­tika Yusuf mendisiplin saudara-sau­dara­nya, dia mengasihi mereka dan memperha­ti­kan mereka secara tersem­

bu­nyi (ay. 25; 43:16, 25-34); dengan cara yang sama, pada masa akhir Kristus akan dengan ter­sembunyi memper­li­hatkan kasih-Nya terhadap bangsa Israel dan

menyi­ap­kan ke­per­luan me­reka (cf. Why. 7:2-8). (5) S­e­ba­gai­ma­na Yusuf akhirnya meng­akui sau­da­ra-saudara yang tidak me­­nge­nal diri­nya (45:1-4,

14-16), Kristus akan mengakui bangsa Israel yang tidak me­nge­nal diri-Nya (Rm. 11:26). (6) Se­ba­gai­ma­na saudara-saudara Yusuf ak­hirnya mengenal dia

(45:15), bangsa Israel ak­hirnya akan mengenali Kristus (Za. 12:10). (7) Sebagaimana Yusuf me­­nya­ta­kan dirinya dalam peninggian dan kemuliaannya kepada

saudara-sau­da­ra­nya (45:1, 8, 13), Kristus akan me­wah­­yu­kan diri-Nya dalam peninggian dan ke­­muliaan-Nya kepada sisa orang Israel (Mi. 5:2-3; Mat.

24:30). (8) Sau­da­ra-sau­dara Yusuf berbagian dalam kenik­mat­an atas pemerintahannya, dan Yusuf secara khusus memelihara me­re­ka se­ba­gai ke­saksian

Allah di bumi (45:16-24; 47:11-12; 50:21); demikian juga, dalam Kera­ja­­an Seribu Tahun bangsa Israel akan berbagian dalam ke­nikmatan atas peme­rintahan

Kristus, dan Kristus akan me­­me­­lihara orang Israel secara khusus sebagai kesaksian Allah di an­tara bangsa-bangsa (Yes. 2:2-3; 61:6; Za. 8:23; 14:16-19).
91 Catatan kehidupan Yusuf adalah wahyu tentang pemerintahan Roh itu, sebab pemerintahan Roh itu adalah aspek memerintah dari orang kudus yang matang.

Meskipun dia penuh pe­ra­saan dan sentimen insani terhadap saudara-saudaranya (ay. 24; 43:30-31; 45:1-2), dia menjaga dirinya dengan se­­mua perasaannya di

bawah pemerin­tah­­an Roh itu. Dia menanggulangi saudara-saudaranya dengan tenang, bijak­sana, dan dengan khusus, mendi­siplin mereka menurut keperluan me­

re­ka untuk me­nyempurnakan mereka dan mem­ba­ngun mereka supaya me­re­ka dapat menjadi sekelompok orang yang hidup sebagai ke­­saksian Allah di bumi (cf.

45:24). Yusuf menyangkal dirinya dan menempatkan dirinya dengan mutlak di bawah pim­pin­an ke­daulatan Allah, berperilaku se­penuh­nya untuk kepentingan

Allah dan umat-Nya. Kehi­dupan Yusuf di bawah pem­ba­tas­an Allah, suatu gambaran ke­hidupan in­sa­ni Kristus (Yoh. 5:19, 30b; 7:16, 18; 14:10), menyatakan

ke­ma­tang­an dan kesempurnaan hayat ilahi dan men­­da­tangkan Kerajaan Allah.
171 Perlakuan ini menjamah hati nurani mereka dan menyebabkan me­re­­ka menyadari kesalahan mereka dalam hal membenci Yusuf dan men­jualnya (ay. 21-22).
241 Dalam hal ini mungkin Simeon yang memimpin rencana untuk mem­bu­nuh Yusuf (cf. 49:5-7).

Pasal 43

141 Ibraninya El Shaddai. Lihat cat. 12 dalam ps. 17.
142 Ketika dia ditanggulangi pada tahap terakhir kematangannya, Yakub tidak bergumul tetapi mutlak tunduk ke­pada kedaulatan Allah dalam ling­kungan

sekitarnya. Dia tidak lagi ber­san­dar kepada kemahiran dan ke­mam­pu­an­nya; sebaliknya, dia ber­san­dar ke­pada rahmat Allahnya yang serba men­cu­ku­pi.

Hal ini mem­per­lihatkan bahwa dia te­lah sepenuhnya diubah menuju ke­ma­­tangan.

Pasal 45

11 Ketika saudara-saudara Yusuf menjual dia, mereka membencinya dan ti­dak memperhatikan ayah mereka atau adik bungsu mereka. Sikap dan se­ma­ngat Yehuda

ketika berbicara kepada Yusuf me­ngenai ayah dan adik bung­su­nya (44:18-34) meyakinkan Yusuf bah­wa Yehuda telah ditaklukkan dan hancur. Inilah sa­at yang

tepat bagi Yusuf untuk menyata­kan dirinya kepada saudara-saudaranya.
51 Yusuf tidak perlu memaafkan saudara-saudaranya, karena dia tidak menyalahkan mereka (cf. cat. 281). Dia menerimanya seperti dari Allah semua yang telah

dilakukan oleh saudara-sau­daranya kepadanya, dan dia meng­hibur mereka yang telah menyakitinya (ay. 5-8; 50:15-21). Betapa anu­gerah, dan betapa unggulnya

roh yang dia miliki!
71 Maksud Allah adalah agar ke­tu­runan Abraham, Ishak, dan Yakub mem­bangun Kemah bagi Dia (Kel. 25—30; 35—40) sehingga Dia dapat mendirikan kerajaan-Nya di

bumi. Allah mengutus Yusuf ke Mesir untuk memelihara ke­hidupan supaya sisa ras yang ter­pilih dan terpanggil dapat tetap hi­dup untuk menggenapkan tujuan-

Nya.
261 Ketika Yakub menerima kabar baik tentang Yusuf, hatinya tetap di­ngin, tetapi rohnya (sema­ngat­nya, ay. 27) dibangunkan, menunjukkan bahwa jiwa dan

rohnya telah terpisah (Ibr. 4:12). Inilah manifestasi kematangan Yakub dalam hayat.
281 Ketika mendengar Yusuf masih hidup, Yakub tidak menyalahkan siapa pun mengenai kehilangan Yusuf. Hal ini menandakan bahwa dia tidak hanya telah diubah,

tetapi juga matang, se­pe­nuhnya dipenuhi dengan kepenuhan hayat ilahi.

Pasal 46

11 Sebagai orang yang matang da­­lam hayat, Yakub memiliki per­sek­u­tuan dengan Allah melalui mem­per­sem­bah­kan kurban kepada-Nya. Cara Yakub

mempersembahkan melambangkan me­nyem­bah Allah dengan penyembahan yang Dia cari melalui mempersembah­kan Kristus kepada Allah untuk kepu­asan-Nya (cf. Yoh.

4:24).
31 Ibraninya El.
71 Penyataan yang tegas dari ke­ma­tangan hayat Yakub adalah fakta bah­wa Yakub memberkati setiap orang, ter­masuk Firaun (ay. 7, 10), dua cucu Yakub (ps.

48), dan dua belas anaknya (49:1-28). Tangan perampas Yakub men­jadi tangan berkat (48:14-16). Ke­ma­tangan hayat adalah perkara di­penuhi dengan Allah

sebagai hayat, dan ber­kat adalah pengaliran hayat, peng­a­liran Allah melalui kematangan dalam hayat. Memberkati orang lain ada­lah mem­bawa mereka ke dalam

hadirat Allah dan membawa Allah ke dalam mereka sebagai anugerah, kasih, dan per­se­kutuan sehingga me­re­­ka dapat me­nik­­mati Allah Tritunggal—Bapa,

Putra, dan Roh (14:18-19; Bil. 6:23-27; 2 Kor. 13:13). Perihal Yakub memberkati Firaun me­nunjukkan bah­wa dia lebih besar da­ri­pada Firaun (Ibr. 7:7).
81 Lit., hari-hari dalam tahun-tahun. Juga dalam ay. 9.
141 Lit., mengumpulkan sedikit de­mi sedikit. Karena Yusuf menderita dan menyangkal dirinya, dia menda­patkan kekayaan suplai hayat. Di Mesir semua makanan

ada di tangan Yusuf. Untuk mendapatkan makanan dari Yusuf, orang harus membayar empat jenis harga: uang, ternak, tanah, dan diri mereka (ay. 14-23). Uang

mewa­ki­li kesenangan hidup, ternak melam­bang­kan sarana hi­dup, dan tanah me­wakili sumber peng­ha­silan. Jika kita mau menerima suplai ha­yat dari Tuhan,

kita harus menye­rah­kan kepada-Nya kesenangan hidup kita, sarana ­hi­dup kita, dan sumber peng­hasilan kita. Semakin banyak kita menyerah­kan kepada-Nya,

semakin ba­nyak suplai hayat yang kita terima. Pun­caknya, untuk menerima bagian terbaik dari Tuhan, termasuk makanan untuk ke­pu­asan dan benih untuk

reproduksi (ay. 23), kita harus menyerahkan diri kita, setiap bagian diri kita, kepada-Nya.
Akhirnya, hanya ada satu tuan ta­­nah di Mesir, dan semua orang men­ja­di penikmat pada tingkat yang sama. Ini adalah pralambang dari Kerajaan Seribu Tahun,

yang di dalamnya bumi dan semua kepenuhannya akan men­ja­di milik Kristus (Mzm. 2:8; 24:1; Dan. 7:13-14) dan semua bangsa di bumi akan menikmati kekayaan

Kristus.
171 Lit., digembalakannyalah.
291 Meletakkan tangan di bawah pangkal pa­ha berarti bersumpah. Dalam 32:25 Allah menjamah paha Yakub (li­hat cat. 2 di sana). Setelah peng­alaman itu, Yakub

ma­sih dapat ber­jalan, walau­pun dengan pincang (32:31). Namun, menje­lang meninggal, Yakub tidak dapat lagi me­lakukan sesuatu untuk dirinya; dia ha­nya

terbaring di tem­pat tidur­nya. Ke­kuatan alamiah­nya telah sepe­nuh­nya diakhiri, dia hanya dapat ber­sandar ke­pada anuge­rah Allah, di sini diwa­ki­li

oleh Yusuf, lambang Kristus. Bu­kan oleh kekuatan Yakub, tetapi oleh ta­ngan Yusuf se­hingga Yakub akhirnya dibawa masuk ke ta­nah per­mai untuk warisan

sebe­narnya (50:5-13). Demi­ki­an juga, bukan oleh kekuatan kita te­tapi oleh anugerah Kristus sehingga ki­ta me­warisi janji Allah (cf. 2 Kor. 12:9).
301 Yakub memandang kema­ti­an­nya seperti berbaring tidur, menun­juk­kan bahwa dia percaya kebangkitan (1 Tes. 4:13-16). Dia melarang Yusuf me­ngu­­burkan

dirinya di Mesir (ay. 29) te­­tapi di tanah permai, di gua Makhpela, di mana nenek moyangnya telah di­ku­burkan (49:29-32), menunjukkan bahwa dia ma­ti da­

lam iman, percaya bahwa pa­­da hari kebangkitan dia akan dibang­kit­kan un­tuk mewarisi tanah permai me­nurut jan­ji Allah (28:13; 35:12).
311 Septuagin menerjemahkan frase ini di atas tongkatnya (cf. Ibr. 11:21). Lihat cat 211 dalam Ibr. 11.

Pasal 48

31 Ibraninya El Shaddai. Lihat cat. 12 dalam ps. 17.
51 Yakub membuat kedua anak Yusuf, yang dilahirkan Rahel, menjadi kedua anaknya yang pertama untuk meng­gantikan Ruben dan Simeon, yang dilahirkan Lea.

Dalam memberkati Efraim dan Manasye, Yakub memberi Yusuf bagian ganda atas tanah itu (Yos. 16—17). Jadi, hak kesulungan di antara anak-anak Yakub bergeser

dari Ruben kepada Yusuf karena keinginan Yakub untuk mengenang Rahel (ay. 7). Allah menghargai apa yang Yakub la­kukan dan membuatnya menjadi satu fakta

melalui pembagian tanah pada saat bangsa Israel memasuki tanah per­­mai. Lihat cat. 23 dalam Mat. 1.
Dalam Kitab Kejadian ada empat ka­sus pergeseran hak kesulungan. Per­­geseran hak kesulungan dari Esau ke­pada Yakub (25:22-26, 29-34) mewah­yu­kan bahwa

menerima hak kesu­lung­an tidak tergantung pada kelahiran alamiah kita, tetapi tergantung pada penentuan Allah (Rm. 9:10-13). Per­ge­seran hak kesulungan

dari Zerah kepada Peres (38:27-30) meng­ilus­tra­sikan fak­ta bahwa hak kesulungan ti­dak ter­gan­tung pada pekerjaan manusia, tetapi pada pe­milihan Allah.

Perge­ser­an hak kesu­lung­an dari Ruben kepada Yusuf (49:3-4; 1 Taw. 5:1-2) mewah­yu­kan bahwa mes­ki­pun kita telah diten­tukan untuk me­mi­liki hak

kesulungan, kita dapat kehilangan hak itu karena me­la­kukan perzinaan. Pergeseran hak ke­sulungan dari Manasye kepada Efraim (ay. 12-20) menunjukkan bahwa

berkat Tuhan tidak tergantung pada upaya alamiah manusia, tetapi tergantung pada keinginan dan pemilihan Allah. Kasus terakhir pergeseran hak kesu­lung­an

dalam Alkitab adalah perg­e­ser­an hak kesulungan dari orang Israel ke­pada gereja (lihat cat. 311 dalam Mat. 21).
71 Atau, berduka karena.
101 Lit., dia.
141 Ayah Yakub, Ishak, mem­ber­kati dengan buta (27:1, 23, 27), tetapi ber­kat Yakub atas dua orang cucunya pe­nuh dengan pemahaman. Meskipun ma­ta

jasmaninya kabur (ay. 10), ka­rena Yakub matang dan bersatu dengan Allah dalam hayat, dia jelas dalam roh­nya bahwa kehendak Allah ialah me­ne­t­apkan Efraim

berada di atas Manasye (ay. 17-20).
151 Yakub menyebutkan Allah tiga kali dalam ay. 15-16 mengacu kepada Allah Tritunggal. Allah yang di ha­da­pan-Nya Abraham dan Ishak hidup ada­lah Bapa;

Allah yang meng­gem­ba­lakan Yakub dalam seumur hidupnya adalah Roh; dan Malaikat yang melepaskan dia dari segala bahaya adalah Putra. Ini­lah Allah

Tritunggal dalam peng­a­lam­an Yakub. Lihat cat. 131 da­lam 2 Kor. 13.
152 Lit., sejak aku ada, sampai hari ini.

Pasal 49

11 Nubuat Yakub yang mengan­dung berkat (ay. 28) mengenai dua be­las anaknya adalah penyataan lebih lanjut dari kematangannya dalam ha­yat ilahi. Sebagai

orang yang disusun Allah, Yakub dijenuhi dengan Allah; ma­ka, pembicaraannya adalah pem­bi­ca­­ra­an Allah dan perkataannya adalah per­­­ka­taan Allah (cf. 1

Kor. 7:25, 40 dan cat.).
Dua belas anak Yakub akhirnya menjadi dua belas suku Israel, melam­bangkan gereja sebagai rumah Allah, yang disusun dari semua orang ber­iman (1 Tim. 3:15;

Ibr. 3:5-6). Jadi, apa pun yang dinubuatkan oleh Yakub mengenai anak-anaknya adalah lambang, gambaran dari gereja dan seharusnya diterapkan kepada gereja dan

peng­a­laman rohani kaum beriman, sama se­per­ti kepada anak-anak Israel (cf. 1 Kor. 10:6).
41 Sekalipun Ruben memiliki hak kesulungan yang utama, karena kece­marannya dia kehilangan hak ke­su­lungan (cf. Ef. 5:5; lihat cat. 23 dalam Mat. 1) dan

berada dalam bahaya ke­ma­tian atau jauh berkurang (Ul. 33:6). Hal ini seharusnya menjadi satu per­ingatan yang serius bagi kita.
51 Karena kekejamannya (34:25-30) Simeon dan Lewi tidak menerima ber­kat dari Yakub. Sebaliknya Yakub me­lak­­sanakan penghakiman atas mereka untuk

menyerakkan mereka di antara anak-anak Israel (ay. 7) sehingga me­reka ti­dak dapat berlaku kejam me­nurut wa­tak mereka (Yos. 19:1, 9; 21:1-3, 41).

Selanjutnya, Lewi mema­kai wataknya dalam cara yang diper­barui dan diubah untuk membunuh pe­nyembah-penyem­bah patung lembu emas (Kel. 32:26-28). Karena

kemutlakan, kengototan, dan kesetiaannya terhadap Allah, Lewi menerima berkat imamat de­ngan Urim dan Tumim Allah (Ul. 33:8-9).
61 Lit, kemuliaanku.
71 Cf. cat. 81 dalam Bil. 35.
81 Ayat 8-12 berisi tiga benih yang me­nakjubkan dari tiga kebenaran uta­ma dalam Perjanjian Baru mengenai Kristus, yang adalah isi Injil: benih keme­nangan

Kristus (ay. 8-9), benih Kera­­jaan Kristus (ay. 10), dan benih per­hen­­tian dalam kenikmatan atas ke­kaya­an hayat Kristus (ay. 11-12). Tiga ke­benaran

ini adalah ringkasan Per­jan­jian Baru.
91 Yehuda, di sini secara puitis di­um­pamakan seperti anak singa, adalah lambang Kristus sebagai Pemenang akhir, Singa yang berperang dan me­nang (Why. 5:5

dan cat. 1).
92 Anak singa dalam kesegaran dan kekuatannya adalah untuk ber­pe­rang, untuk menangkap mangsa. Ketika seekor singa memburu mangsanya, ia turun dari tempat

tinggalnya di atas gu­­nung, dan setelah ia menangkap mang­­­sa­nya, dibawanya ke atas gunung un­tuk dilahapnya. Setelah menikmati mang­sa­nya, singa itu

meniarap, yaitu ber­ba­ring, beristirahat dalam kepu­as­an. Ini adalah satu gambaran keme­nang­an Kristus atas musuh-musuh-Nya dalam penyaliban-Nya (Kol.

2:15; Ibr. 2:14) dan kepuasan dan perhentian-Nya dalam kenaikan-Nya sebagai hasil ke­me­nang­an-Nya (Ef. 4:8 dan cat.).
93 Singa betina, untuk mempro­duk­si bayi-bayi singa. Kristus bukan ha­nya singa yang berperang dan singa yang beristirahat tetapi juga singa be­tina yang

memproduksi, yang mela­hir­kan banyak pemenang sebagai “anak-anak singa”-Nya.
94 Tidak seorang pun berani mem­ba­ngunkan Yehuda. Ini melambangkan bahwa kuat kuasa Kristus yang dah­syat dalam kebangkitan dan kenaikan-Nya menaklukkan

segala sesuatu (Mat. 28:18; Flp. 2:9; Ef. 1:21-22).
101 Kemenangan Kristus men­da­tangkan kerajaan. Tongkat kerajaan, lambang kerajaan (Mzm. 45:7), menun­juk­kan kuasa rajani Kristus. Tongkat kerajaan ini

tidak akan pernah beranjak dari Yehuda, berarti jabatan raja tidak akan beranjak dari Kristus (2 Sam. 7:12-13; Dan. 2:44-45; 7:13-14; Why. 11:15; 22:1, 3).
102 Antara kakinya adalah is­tilah puitis yang menunjukkan ke­tu­run­an atau anak cucu. Ini berarti raja-raja akan selalu dihasilkan dari ketu­runan Yehuda

(1 Taw. 5:2). Kristus, raja da­lam Kerajaan Allah, adalah ke­turunan Yehuda (Ibr. 7:14).
103 Lit., Silo. Artinya pembawa da­mai; mengacu kepada Kristus dalam ke­datangan-Nya kali kedua sebagai Raja Damai, yang akan membawa da­mai ke seluruh bumi

(Yes. 9:5-6; 2:4).
104 Sama dengan bangsa-bangsa, yang akan ditaklukkan kepada Kristus dan menaati Dia pada kedatangan-Nya kali kedua (Yes. 2:1-3; 11:10).
111 Keledai adalah binatang yang dipakai untuk angkutan (cf. Mat. 21:5). Menambatkan keledai menunjukkan bah­wa perjalanan telah berakhir dan tu­ju­an telah

dicapai. Pohon anggur da­lam ayat ini melambangkan Kristus yang hidup, yang penuh dengan hayat (Yoh. 15:1, 5). Menambat keledai kita pa­da pohon anggur

melambangkan ber­henti dari jerih lelah dan kerja ke­ras kita dalam hayat alamiah dan ber­istirahat dalam Kristus, Yang hidup yang ada­lah sumber hayat (cf.

Mat. 11:28-30). Karena Kristus telah mem­peroleh ke­me­nangan dan mendapatkan kerajaan, Dia menjadi pohon anggur yang kaya ba­gi kita untuk kenikmatan, per­

hen­tian, dan kepuasan kita.
112 Pakaian melambangkan peri­laku kita dalam hidup sehari-hari kita, dan anggur melambangkan hayat (Yoh. 2:3). Sebab itu, membasuh pakaian ki­ta dengan

anggur dan baju kita dengan da­rah buah anggur melambangkan me­rendam perilaku kita, hidup kita se­hari-hari, da­lam kenikmatan atas ke­ka­yaan hayat Kristus

(Mat. 9:17 dan cat. 1).
121 Mata merah karena anggur dan gigi putih karena susu melam­bang­kan pengubahan dari kematian kepada ha­yat melalui menikmati hayat Kristus yang kaya. Gigi

berfungsi untuk me­ne­ri­ma makanan ke dalam mulut dan mem­­bantu ucapan dalam pembicaraan. Se­ca­ra rohani, gigi yang putih di sini menunjukkan fungsi yang

baik dan se­hat untuk mengambil Firman Allah se­­ba­gai makanan dan untuk meng­uta­ra­kan firman-Nya supaya orang lain dapat terawat.
131 Nubuat mengenai Yehuda meng­gambarkan isi Injil (lihat cat. 81). Nu­buat Yakub mengenai Zebulon ada­lah gambaran dari pemberitaan Injil. Zebu­l­on adalah

bagian Galilea, tempat di mana Tuhan Yesus memulai ministri-Nya memberitakan Injil kerajaan (Mat. 4:12-23; 28:7, 10, 16-20). Zebulon ada­lah pantai untuk

kapal, pelabuhan. Pa­da zaman dahulu kapal-kapal ber­layar da­ri pelabuhan membawa muatan dengan kekuatan angin. Hal ini meng­gam­bar­kan pemberitaan Injil

kabar baik oleh pemberita-pemberita Galilea di bawah kuasa Roh Kudus sebagai angin surgawi (Kis. 1:8; 2:2-41). Lihat cat 283 dalam Mzm. 68.
132 Penyebutan Sidon, pelabuhan orang kafir, menunjukkan bahwa Injil akan mencapai dunia kafir dan dise­bar­kan sampai ke ujung bumi (Kis. 1:8; 13:46-47).
141 Keledai yang kuat melam­bang­kan manusia alamiah; meniarap adalah beristirahat dalam kepuasan; dan kan­dang domba melambangkan deno­mi­nasi dan berbagai

ragam agama ber­da­sar­kan hukum Taurat (cf. Yoh. 10:1-9, 16 dan cat.). Puisi dalam ayat ini meng­gambarkan hidup gereja yang murni se­bagai hasil

memberitakan In­jil, yang di dalamnya manusia alamiah kita ber­is­ti­ra­hat dalam kepuasan di antara (di lu­ar) kandang domba agama.
Dalam berkat Musa dalam Ul. 33:18b, Isakhar bersukacita atas ke­mah-kemahnya. Kemah di sana me­lam­bang­kan gereja-gereja lokal sebagai eks­pre­si Tubuh

Kristus yang unik (Ef. 4:4a), yang di dalamnya kaum beriman ber­su­kacita dalam kenikmatan atas ke­kayaan Kristus (Flp. 4:4; 1 Tes.5:16).
142 Lit., kandang domba.
151 Negeri melambangkan Kristus sebagai padang rumput hijau (Yoh. 10:9 dan cat. 2) yang dinikmati oleh kaum beriman dalam hidup gereja.
152 Seorang budak melakukan pe­­kerjaan yang ditugaskan tuannya. Ini melambangkan anggota-anggota Tubuh Kristus, yang pelayanannya dalam Tu­buh ditentukan

oleh Kepala (1 Kor. 12:4-6, 18, 28; Ef. 2:10; 4:11-12). Pe­layanan demikian akhirnya menjadi upe­ti yang dipersembahkan kepada Tuan untuk kepuasan-Nya (cf.

Rm. 15:16).
153 Lit., untuk membawa upeti. Ke­lompok kedua dari anak-anak Yakub menggambarkan Injil, yang dilam­bang­kan oleh Yehuda dan digenapkan dalam keempat kitab

Injil; pemberitaan Injil, yang dilambangkan oleh Zebulon dan dige­nap­kan dalam Kitab Kisah Para Rasul; dan hidup gereja, yang dilam­bangkan oleh Isakhar dan

digenapkan dalam ki­tab-kitab selebihnya dalam Perjanjian Baru. Perampungan nubuat Yakub me­ngenai Yehuda, Zebulon, dan Isakhar terlihat dalam Ul. 33:19,

yang menga­takan bahwa orang-orang, bangsa-bangsa akan dipanggil ke gunung, me­lam­bang­kan Kerajaan Allah (Dan. 2:35), di sana mereka akan mempersem­bah­

kan kurban kebenaran dan menik­mati kekayaan laut (gereja yang ter­u­ta­ma disusun dari kaum beriman kafir—lihat cat. 11 da­lam Mat. 13) dan harta yang ter­

sem­bu­nyi dalam pasir (kera­ja­an yang tersem­bu­nyi di bumi—Mat. 13:44). Ini mem­perli­hatkan bahwa Injil, pem­be­ri­ta­an Injil, dan hidup gereja se­bagai

hasil dari Injil berakhir dalam kenik­mat­an atas hidup gereja dan hi­dup kera­ja­an (cf. Rm. 14:17 dan cat. 1).
161 Kata Ibraninya juga berarti tong­­kat kerajaan. Nubuat dengan ber­kat ini menunjukkan bahwa Yakub pri­hatin, Dan akan terpotong karena pe­nyimpangannya

(ay. 17; Ul. 13:5-18). Perkataan Yakub di sini berarti bahwa Dan tidak hanya akan tetap tinggal se­bagai satu suku, tetapi juga akan men­jadi tongkat

kerajaan, kuasa. Dalam 1 Taw. 2—9 dan Why. 7 Dan dihapus da­lam catatan umat kudus Allah (cf. Why. 3:5), tetapi dia masih akan men­jadi sa­tu suku dalam

Kerajaan Seribu Tahun karena berkat ayahnya (Yeh. 48:1). Lihat cat. 61, alinea 2 dalam Why. 7.
171 Dalam Ul. 33:22 Dan dium­pa­ma­kan seperti anak singa yang me­lom­pat keluar dari Basan. Sebagai singa muda, Dan berperang untuk mendapat­kan lebih

banyak tanah (Yos. 19:47; Hak. 18:27-29), tanah melambangkan Kristus (lihat cat. 71 dalam Ul. 8). Se­te­lah ke­­suksesannya dalam keme­nang­annya, Dan

menjadi seekor ular, ular be­lu­dak, bertindak secara indivi­dualistis dan me­rdeka dalam kesom­bong­annya untuk mendirikan berhala dan pusat penyem­bahan

yang memecah belah dan meno­bat­­kan seorang imam sewaan di kota Dan selama rumah Allah ada di Silo (Hak. 18:30-31; cf. Ul. 12:5 dan ca­t.). Se­bagai se­ekor

ular, Dan me­­ma­­gut tu­mit kuda sehingga penung­gang­nya jatuh ke belakang, melam­bang­kan penyim­pang­an yang dibawa masuk oleh Dan men­jadi batu san­

dung­an yang besar ke­pada bangsa Israel. Se­panjang sejarah gereja banyak tokoh rohani telah meng­ikuti contoh Dan, dengan demikian meng­­ha­langi umat

Allah untuk menempuh ja­lan yang di­te­tapkan Allah. Pengge­nap­an lebih lan­jut dari nubuat Yakub mengenai Dan ter­li­hat dalam 1 Raj. 12:26-31 (li­hat cat.

di sana).
181 Yakub mengantisipasi kesela­matan dari batu sandungan akibat dari penyimpangan suku Dan.
191 Kemenangan Gad dalam ayat ini, berhubungan dengan kemenang­an­nya dalam Ul. 33:20, melambangkan pemulihan kemenangan Kristus yang hilang oleh Dan karena

penyim­pangan­nya. Menurut Ul. 33:20-21, Gad diper­be­sar karena kemenangannya; dia me­nyiapkan bagian pertama tanah per­mai (tanah di sebelah timur Yordan)

untuk dirinya, tetapi sebelum menik­mati ba­gia­nnya, dia pergi dengan sau­dara-sau­­­da­ranya dan berperang bersa­ma me­reka untuk mendapat bagian tanah di

sebe­lah barat Yordan (Bil. 32:1-32), dengan demikian melaksa­na­kan kebe­nar­an TUHAN dan pengha­kiman-Nya di Israel. Kegagalan Dan dikarenakan dia ber­si­

kap individualistis dan hanya mem­per­ha­ti­kan dirinya sen­diri, sedangkan ke­suk­ses­an Gad karena dia bersikap kor­po­rat dan mem­per­hatikan keperluan

saudara-saudaranya. Dalam istilah Per­janjian Baru, untuk mengikuti teladan Gad ki­ta perlu me­mi­liki perasaan kor­porat dari Tubuh dan memper­ha­ti­kan

anggota Tubuh untuk merampung­kan kehendak Allah, yang adalah untuk me­miliki ke­hidupan Tubuh (Rm. 12:1-21).
201 Mengikuti beberapa versi ku­no; teks Ibraninya mencantumkan, Dari Asyer.
202 Lit., lemak. Nubuat Yakub da­lam ayat ini dan berkat Musa dalam Ul. 33:24-25 memperlihatkan kecu­kup­an Asyer, datang setelah pemulihan de­ngan Gad (ay.

19). Asyer diberkati dengan makanan yang limpah, dengan perse­dia­an hayat yang kaya. Men­ce­lup­­kan ka­ki­nya ke dalam minyak (Ul. 33:24) me­lam­bangkan

kenikmatan suplai yang lim­pah lengkap dari Roh itu untuk hi­dup seha­­ri-hari (Flp. 1:19; Gal. 3:5). Ha­­­­sil per­se­diaan yang kaya demikian ada­­lah

kenik­matan perhentian yang mutlak dengan damai, kuat, aman, dan cu­kup.
211 Rusa betina melambangkan Kristus yang bangkit (lihat Mzm. 22:1 dan cat.). Kata-kata indah yang diucap­kan Kristus dan oleh mereka yang meng­­alami

Kristus dalam ke­bang­kitan-Nya (Luk. 4:22; Yoh. 7:46; Mat. 28:16, 18-20; Kis. 2:32-36). Me­nurut Ul. 33:23, Naftali dipuaskan dengan kemurahan (istilah

Perjanjian Lama yang seban­ding de­ngan anu­ge­rah da­lam Perjan­jian Baru) dan penuh de­ngan berkat TUHAN (mengacu ke­pa­da berkat-berkat rohani di dalam

surga—Ef. 1:3). Selain itu, Naftali akan me­mil­iki laut (dunia kafir—lihat cat. 11 dalam Mat. 13) dan bagian selatan (ta­­­nah Israel), melam­bangkan mereka

yang me­nga­lami Kristus yang bangkit akan me­mi­liki seluruh bumi melalui me­nga­barkan Kristus (Mat. 28:19; Kis. 1:8; Rm. 15:19). Lihat cat. 284 dalam Mzm.

68.
212 Lit., kata-kata indah.
221 Lit., ranting. Yusuf seperti ran­ting buah-buahan yang muda melam­bangkan Kristus sebagai ranting (Yes. 11:1) untuk mengembangkan Allah me­lalui kaum

beriman-Nya sebagai ran­ting-ranting-Nya (Yoh. 15:1, 5). Da­lam ayat ini mata air melambangkan Allah, sumber berbuah (Mzm. 36:10; Yer. 2:13), dan dahan-dahan

yang naik mengatasi tembok melambangkan ka­um beriman Kristus sebagai ranting-ranting-Nya menyebarkan Kristus melewati se­ga­la pembatasan, memper­besar Dia

da­lam segala lingkungan (Flp. 1:20; 4:22; Flm. 10).
241 Atau, kuat. Ayat 23-24 meng­acu kepada penderitaan Yusuf di ta­ngan sau­­dara-saudaranya (37:18-31). Yusuf me­nga­­tasi penderitaannya (cf. Rm. 8:36-37)

karena dia dikuatkan oleh Allah, Yang Mahakuat pelindung Yakub dan Yang serba mencukupi, yang ke­pa­da-Nya dia bersandar (cf. 2 Tim. 2:1; Flp. 4:13).
251 Ibraninya Shaddai. Lihat cat. 12 dalam ps. 17.
252 Berkat-berkat yang dilimpah­kan kepada Yusuf, seperti terlihat da­lam ay. 25-26 dan Ul. 33:13-16, me­li­puti se­mua zaman, dari zaman lampau sam­pai ke­

kekalan (ay. 26; Ul. 33:15), dan segala tem­pat, dari langit sampai bu­mi, ter­ma­­­suk samudera raya di ba­wah bumi (ay. 25b; Ul. 33:13-14, 16a). Wak­tu di

­tambah tempat sama dengan alam se­mesta. Sebagai orang yang di­ber­kati secara universal oleh ayahnya, Yusuf me­­lambangkan Kristus, yang di­te­tap­kan

sebagai Pewaris segala se­suatu (Ibr. 1:2; Kol. 1:16), dan kaum beriman-Nya, te­man sekutu Kristus yang berbagian da­lam warisan-Nya (1 Kor. 3:21-22; Rm.

8:17; Ibr. 1:9; 3:14; 1:14 dan cat.). Ber­kat universal kepada Yusuf akan ram­pung dalam la­ngit baru dan bumi ba­ru, yang dalam­nya segala se­su­atu akan

menjadi berkat bagi Kristus dan kaum beriman-Nya (Why. 21:1, 4-5; 22:3, 5).
261 Lit., terpisah dari. Ibraninya na­zir; diterjemahkan seorang nazir da­lam Hak. 13:5, 7; 16:17. Di sini Yusuf me­lam­bangkan Kristus sebagai Orang na­zir,

orang yang terpisah dari masya­rakat umum untuk hidup seluruhnya bagi Allah (lihat cat. 22 dalam Bil. 6). Ber­kat universal dilimpahkan ke atas batu kepala

seorang nazir demikian (cf. Ul. 33:16b).
271 Lit., merobek-robek. Sebagai se­ri­gala yang merobek-robek, Benyamin adalah lambang Kristus, yang meng­han­curkan musuh dengan merobek-robek­nya menjadi

potongan-potongan kecil (Ef. 4:8; 2 Kor. 10:5).
272 Berkat Musa dalam Ul. 33:12 mengatakan bahwa Benyamin akan ting­­gal aman di samping TUHAN dan TUHAN akan tinggal di antara bahu Benyamin. Yerusalem

dengan bait Allah, tempat tinggal Allah, berlo­kasi di wilayah ke­kuasaan Benyamin (Hak. 1:21). Maka, berkat Yakub kepada dua belas anak­nya diakhiri dengan

tempat tinggal Allah, yang akhirnya rampung dalam Yerusalem Baru sebagai tempat saling huni an­ta­ra Allah dengan umat tebusan-Nya untuk selama-lamanya (Why.

21—22). Inilah berkat terbesar bagi umat Allah.
Kejadian 49:1-28 adalah intisari seluruh Alkitab dan ringkasan sejarah umat Allah, seperti yang terlihat da­lam dua belas anak Yakub, bangsa Israel, dan

gereja. Ini juga adalah gambaran sejarah pribadi setiap orang beriman. Empat anak pertama Yakub—Ruben, Simeon, Lewi, dan Yehuda—adalah orang dosa,

menunjukkan bahwa se­ja­rah umat Allah dimulai dengan orang dosa. Na­mun, dua dari orang dosa itu, Lewi dan Yehuda, diubah menjadi imam dan raja. Dari

jabatan raja Yehuda di­hasilkan ke­selamatan yang rajani, yang dibe­ri­ta­kan sebagai Injil dalam dunia orang kafir oleh Zebulon yang meng­ha­silkan hidup

gereja dengan Isakhar. Te­tapi penyim­pang­an masuk melalui Dan, diikuti oleh pemulihan dengan Gad, yang meng­ha­sil­kan kelimpahan keka­yaan Kristus dengan

Asyer dan da­lam kebangkitan de­ngan Naftali. Akhir­nya, sejarah umat Allah disimpulkan de­ngan Yusuf dan Benyamin, yang me­lam­bang­kan Kristus sebagai Dia

yang benar-benar menang dan sem­pur­na, tanpa ca­cat. Menurut nubuat Yakub dan per­ka­­ta­an Musa, Yusuf menda­tang­­kan berkat Allah yang universal dan

tidak ada batasnya (ay. 22-26; Ul. 33:13-16), dan Benyamin men­da­tangk­an tempat tinggal kekal Allah (Ul. 33:12). Jadi, kesimpulan dari Kej. 49 ber­hu­

bungan dengan kesim­pul­an seluruh Alkitab—berkat universal da­lam langit baru dan bumi baru, yang di da­lamnya ada tem­pat tinggal kekal Allah, Yeru­sa­lem

Baru, sebagai hasil dan sasaran berkat universal Allah (cf. Ef. 1:3; 2:22).
291 Lihat cat. 301 dalam ps. 47.

Pasal 50

111 Artinya perkabungan orang Mesir.
191 Lihat cat. 51 dalam ps. 45.
251 Cf. Kel. 13:19. Seperti Yakub, Yusuf mati dalam iman, berharap di­bang­kitkan untuk mewarisi tanah per­mai dan berbagian dalam semua kenik­matan di

dalamnya. Lihat cat. 301 dalam ps. 47.
261 Pada permulaan kitab ini Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya supaya manusia dapat mengeks­pre­si­kan Dia dan memberi manusia kekuasaan-Nya

supaya manusia dapat mewakili Dia (1:26). Setelah peng­a­laman begitu banyak orang yang di­pang­gil, kitab ini disimpulkan dengan kehidupan ini, pada Yakub

di satu pi­hak, mengekspresikan Allah dalam gam­bar-Nya, dan pada Yusuf di pihak lain, mewakili Allah dengan kekua­saan-Nya (lihat cat. 11, alinea 2 dalam

ps. 37). Betapa unggul dan menakjubkan hal ini! Namun, apa yang digambarkan dalam Kitab Kejadian masih berupa bayangan dalam zaman perlambangan. Pada zaman

Yusuf realitasnya belum datang. Jadi, dalam kesimpulan kitab ini Yusuf mati, mengharapkan zaman penggenapan, yang di dalamnya dia akan berbagian dalam

realitasnya.