KEJADIAN
Pasal (50)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34
35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47
48 49 50
Penulis:
Musa, penulis kelima kitab Taurat (Ul. 31:9, 24; Luk. 24:27, 44; Yoh. 1:45; 5:46; Kis. 28:23; 2 Kor. 3:15).
Waktu Penulisan:
Mungkin sekitar 1490 SM, ketika Kitab Keluaran ditulis (lihat tulisan yang menjadi pendahuluan dalam Kitab Keluaran).
Tempat Penulisan:
Di padang gurun, sebelah timur Mesir.
Rentang Waktu yang Tercakup:
Dari awal penciptaan (1:1) sampai kira-kira 1635 SM, kematian Yusuf (50:26).
Pokok:
Allah Menciptakan, Iblis Merusak, Manusia Jatuh, dan TUHAN Menjanjikan Keselamatan
PASAL 1
Ayat (31)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31
I. Penciptaan Allah - 1:1-2:25
A. Keinginan dan Tujuan Allah - 1:1-2:3
1. Ciptaan Allah Sebermula - 1:1
Kej 1:1 1aPada 2mulanya 3Allah 4bmenciptakan 5langit dan bumi.
2. Penghakiman dan Perusakan - 1:2a
Kej 1:2a 1Bumi 2abelum berbentuk dan kosong; 2gelap gulita menutupi 3samudera
raya,
3. Pemulihan dan Penciptaan Lebih Lanjut Allah - 1:2b—2:3
a. Roh, Firman, dan Terang Datang, Hari Pertama - 1:2b-5
Kej 1:2b 4dan 5bRoh Allah 6melayang-layang di atas permukaan air.
Kej 1:3
1aBerfirmanlah Allah: "Jadilah
1bterang." Lalu terang itu jadi.
Kej 1:4
Allah melihat bahwa terang itu
abaik, lalu
1bdipisahkanNyalah terang itu dari gelap.
Kej 1:5
Dan Allah menamai terang itu
asiang, dan gelap itu malam.
bJadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.
b. Pemisahan Air yang di Bawah Cakrawala dari Air di Atas Cakrawala, Hari Kedua — 1:6-8
Kej 1:6
aBerfirmanlah Allah: "Jadilah
1cakrawala di tengah segala air untuk
2bmemisahkan air dari air."
Kej 1:7
Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari
aair yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian.
Kej 1:8
Lalu Allah menamai cakrawala itu langit.
aJadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua.
1
c. Pemisahan Daratan dari Air dan Munculnya Hayat Tumbuh-tumbuhan, Hari Ketiga - 1:9-13
Kej 1:9
aBerfirmanlah Allah: "Hendaklah segala air yang di bawah langit
bberkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang
1ckering." Dan jadilah demikian.
Kej 1:10
Lalu Allah menamai yang kering itu
1darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya
1laut. Allah melihat bahwa semuanya itu abaik.
Kej 1:11
aBerfirmanlah Allah: "Hendaklah tanah
bmenumbuhkan
1tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah
2c yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi." Dan jadilah demikian.
Kej 1:12
Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda,
asegala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji1 dan
asegala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu
bbaik.
Kej 1:13
aJadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga.
d. Munculnya Benda-benda Penerang, Hari Keempat - 1:14-19
Kej 1:14
aBerfirmanlah Allah: "Jadilah
1bbenda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi
2ctanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,
Kej 1:15
dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.
Kej 1:16
Maka Allah
1amenjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang
2lebih besar itu untuk menguasai siang dan yang
3lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga
4bbintang-bintang.
Kej 1:17
Allah
amenaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,
Kej 1:18
dan untuk
1menguasai siang dan malam, dan untuk
1memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu
abaik.
Kej 1:19
aJadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat.
e. Munculnya Makhluk-makhluk Hidup di Dalam Air dan di Angkasa, Hari Kelima - 1:20-23
Kej 1:20
aBerfirmanlah Allah: "Hendaklah dalam air berkeriapan
1bmakhluk yang hidup, dan hendaklah
2burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala."
Kej 1:21
Maka Allah menciptakan
abinatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan
bsegala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu
cbaik.
Kej 1:22
Lalu Allah
amemberkati semuanya itu, firmanNya: "bBerkembangbiaklah dan bertambah banyaklah
serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak."
Kej 1:23
Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kelima.
f. Munculnya Makhluk-makhluk Hidup di Daratan, Hari Keenam - 1:24-31
(1) Binatang-binatang di Darat - 1:24-25
Kej 1:24
Berfirmanlah Allah: "Hendaklah bumi mengeluarkan
asegala jenis makhluk yang hidup
1b,
2ternak dan
3binatang melata dan segala jenis
2binatang liar
1b." Dan jadilah demikian.
Kej 1:25
Allah menjadikan segala jenis binatang liar
1a dan segala jenis ternak
1a dan segala jenis binatang melata di muka bumi
1a. Allah melihat bahwa semuanya itu
bbaik.
(2) Manusia - 1:26-28
(a) Rapat Ke-Allahan - 1:26
Kej 1:26
Berfirmanlah Allah: "
1Baiklah
aKita menjadikan
2bmanusia
cmenurut
3dgambar dan
3erupa Kita, supaya
4mereka
5fberkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala
6binatang melata yang merayap di bumi."
(b) Diciptakan oleh Allah, Laki-laki dan Perempuan - 1:27
Kej 1:27
Maka Allah menciptakan manusia itu
amenurut gambarNya, menurut gambar Allah diciptakanNya dia;
blaki-laki dan perempuan
cdiciptakanNya mereka.
(c) Diberkati oleh Allah untuk Berkembang biak - 1:28
Kej 1:28
Allah
amemberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "
bBeranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan
1taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap
di bumi."
(3) Manusia dan Semua Makhluk Hidup Lainnya Dipuaskan oleh Persediaan Allah - 1:29-30
Kej 1:29
Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji;
itulah akan menjadi
1amakananmu.
Kej 1:30
Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau
menjadi makanannya." Dan jadilah demikian.
(4) Allah Melihat Segalanya Sungguh Amat Baik - 1:31
Kej 1:31
Maka Allah melihat segala yang dijadikanNya itu, sungguh
1amat abaik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.
PASAL 2
g. Allah Beristirahat dalam Kepuasan, Hari Ketujuh - 2:1-3
Kej 2:1
Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya.
Kej 2:2
Ketika Allah pada
ahari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuatNya itu,
1bberhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuatNya itu.
Kej 2:3
Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuatNya
itu.
B. Prosedur Allah untuk Menggenapkan Tujuan-Nya - 2:4-25
1. Latar Belakang - Tidak Ada Hujan dari Langit, Belum Ada Orang Mengusahakan Tanah, Belum Ada Hayat yang Tumbuh di Bumi, Hanya Ada Kabut dari Bumi - 2:4-
6
Kej 2:4
1Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu
2diciptakan.
3Ketika
4TUHAN Allah
2menjadikan bumi dan langit, -
Kej 2:5
belum ada semak apa pun di bumi, belum timbul
atumbuh-tumbuhan apa pun di padang, sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk
1bmengusahakan tanah itu;
Kej 2:6
tetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu -
2. Langkah Pertama — Menciptakan Manusia sebagai Bejana
untuk Menampung Allah sebagai Hayat - 2:7
Kej 2:7
ketika itulah TUHAN Allah
1membentuk
2manusia itu dari 3adebu
4tanah dan menghembuskan
5bnafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi
6cmakhluk yang hidup.
3. Langkah Kedua — Menghendaki Manusia Menerima Allah sebagai Hayat - 2:8-17
a. Menempatkan Manusia di Depan Pohon Hayat - 2:8-9
Kej 2:8
Selanjutnya TUHAN Allah membuat
ataman di
1Eden, di sebelah timur; di situlah ditempatkanNya manusia yang dibentukNya itu.
Kej 2:9
Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang
1menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan
2apohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta
3bpohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.
b. Meletakkan Manusia di Dalam Taman yang Dialiri Sungai - 2:10-15
Kej 2:10
Ada suatu
1asungai
2mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi
3empat
4cabang.
Kej 2:11
Yang pertama, namanya Pison, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah
aHawila, tempat emas ada.
Kej 2:12
Dan
1emas dari negeri itu baik; di sana ada
1adamar bedolah dan
1bbatu krisopras.
Kej 2:13
Nama sungai yang kedua ialah Gihon, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Kush.
Kej 2:14
Nama sungai yang ketiga ialah
aTigris, yakni yang mengalir di sebelah timur Asyur. Dan sungai yang keempat ialah Efrat.
Kej 2:15
TUHAN Allah mengambil manusia itu dan
1menempatkannya dalam taman Eden untuk
2mengusahakan dan
3memelihara taman itu.
c. Mengizinkan Manusia Memilih dengan Bebas - 2:16-17
Kej 2:16
Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "aSemua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan
bebas,
Kej 2:17
tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu,
1ajanganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau
2bmati."
4. Langkah Ketiga - Menggarapkan Allah ke Dalam Manusia sebagai Hayat untuk Menjadi PelengkapNya - 2:18-25
a. Manusia, yang Melambangkan Allah, Perlu Mempunyai Seorang Pelengkap - 2:18-20
Kej 2:18
TUHAN Allah berfirman: "Tidak
abaik, kalau
1manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan
bpenolong baginya, yang
2sepadan dengan dia."
Kej 2:19
Lalu TUHAN Allah membentuk
adari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. DibawaNyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat,
bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu.
Kej 2:20
Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia
1tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia.
b. Manusia Memperoleh Seorang Pelengkap dalam dan oleh Hayat - 2:21-25
Kej 2:21
Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu
1atidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu
2rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging.
Kej 2:22
Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu,
1adibangun-Nyalah seorang
2perempuan, lalu
3dibawaNya kepada manusia itu.
Kej 2:23
Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia,
atulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai
1perempuan, sebab ia
bdiambil dari
2laki-laki."
Kej 2:24
Sebab itu seorang
alaki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga
bkeduanya menjadi satu
1daging.
Kej 2:25
1Mereka keduanya
atelanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.
PASAL 3
II. Kejatuhan Manusia oleh Perusakan Iblis - 3:1—11:32
A. Kejatuhan Kali Pertama - dari Hadirat Allah ke Hati Nurani Manusia - 3:1-24
1. Godaan Ular (Iblis) dan Kejatuhan Manusia Kali Pertama - 3:1-7
1 Adapun 1aular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada 2perempuan itu: “3Tentulah
Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini bjangan kamu makan buahnya, bukan?”
2 Lalu 1sahut perempuan itu kepada ular itu: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,
3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: aJangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.”
4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “aSekali-kali akamu tidak akan mati,
5 1tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi aseperti 2Allah, tahu tentang yang baik dan yang
jahat.”
6 aPerempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan bsedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia
1mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun cmemakannya.
7 1Maka aterbukalah mata mereka berdua dan mereka 2tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat 3daun pohon ara dan membuat cawat.
2. Allah Menanggulangi Kejatuhan Manusia Kali Pertama
3:8-24
a. Mencari Manusia
3:8-13
8 Ketika mereka mendengar 1bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari 2sejuk, abersembunyilah manusia dan isterinya itu
terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.
9 Tetapi 1TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “2Di manakah engkau?”
10 Ia menjawab: “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku atelanjang; sebab itu aku bersembunyi.”
11 Firman-Nya: “1Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?”
12 Manusia itu menjawab: “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.”
13 Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: “Apakah yang telah kauperbuat ini?” Jawab perempuan itu: “aUlar itu yang memperdayakan aku,
maka kumakan.”
b. Menghakimi Ular
3:14
14 Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: “Karena engkau berbuat demikian, 1terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang
hutan; dengan 2perutmulah engkau akan menjalar dan adebu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu.
c. Janji mengenai Keturunan Perempuan
3:15
15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan 1perempuan ini, antara 2keturunanmu dan 3keturunannya; keturunannya akan 4ameremukkan kepalamu, dan
engkau akan 4meremukkan tumitnya.”
d. Mendisiplin Manusia Melalui Penderitaan
3:16-19
16 Firman-Nya kepada perempuan itu: “Susah payahmu waktu 1amengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau
akan berahi kepada suamimu dan ia akan 1bberkuasa atasmu.”
17 Lalu firman-Nya kepada manusia itu: “Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan
makan dari padanya, maka aterkutuklah tanah karena engkau; dengan 1bbersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:
18 asemak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;
19 dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau adebu dan engkau
akan kembali bmenjadi debu.”
e. Penebusan Disiapkan
3:20-21
20 Manusia itu memberi nama 1Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu asemua yang hidup.
21 Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari 1kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu 2amengenakannya kepada mereka.
f. Menutup Jalan yang Menuju ke Pohon Hayat
3:22-24
22 Berfirmanlah TUHAN Allah: “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari aKita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang
1jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah bpohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya.”
23 Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan atanah dari mana ia diambil.
24 Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa 1akerub dengan 1pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar,
untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.
PASAL 4
B. Kejatuhan Kali Kedua—
dari Hati Nurani Manusia ke Pengawasan Orang Lain
4:1-26
1. Latar Belakang
4:1-2
1 Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan 1Kain; maka kata perempuan itu: “Aku telah
amendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN.”
2 Selanjutnya dilahirkannyalah 1Habel, adik Kain; dan Habel menjadi 2agembala kambing domba, Kain menjadi 3bpetani.
2. Kelancangan, Kemarahan, Pembunuhan, Kebohongan,
dan Kesombongan Manusia
4:3-9
3 Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai 1kurban persembahan;
4 Habel juga mempersembahkan 1kurban persembahan dari aanak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan kurban per
sembahannya itu,
5 tetapi aKain dan kurban persembahannya 1tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.
6 Firman TUHAN kepada Kain: “Mengapa hatimu panas dan mukamu muram?
7 Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, 1dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat
menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.”
8 Kata Kain kepada Habel, adiknya: “1Marilah kita pergi ke padang.” Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu 2amembunuh
dia.
9 Firman TUHAN kepada Kain: “Di mana Habel, adikmu itu?” Jawabnya: “1Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?”
3. Allah Menanggulangi Kejatuhan Manusia Kali Kedua—
Mengutuk Manusia dan Membuatnya Menjadi Pelarian dan Pengembara
4:10-15
10 Firman-Nya: “Apakah yang telah kauperbuat ini? 1aDarah adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah.
11 Maka sekarang, aterkutuklah engkau, terbuang jauh dari tanah yang mengangakan mulutnya untuk menerima bdarah adikmu itu dari tanganmu.
12 Apabila engkau mengusahakan tanah itu, maka tanah itu tidak akan memberikan hasil sepenuhnya lagi kepadamu; engkau menjadi seorang pelarian dan
apengembara di bumi.”
13 Kata Kain kepada TUHAN: “Hukumanku itu lebih besar dari pada yang dapat kutanggung.
14 Engkau menghalau aku sekarang dari tanah ini dan aku akan tersembunyi dari ahadapan-Mu, seorang pelarian dan pengembara di bumi; maka barangsiapa yang
akan bertemu dengan aku, tentulah akan bmembunuh aku.”
15 Firman TUHAN kepadanya: “Sekali-kali tidak! Barangsiapa yang membunuh Kain akan dibalaskan kepadanya tujuh kali lipat.” Kemudian TUHAN menaruh tanda
pada Kain, supaya ia jangan dibunuh oleh barangsiapa pun yang bertemu dengan dia.
4. Manusia Menghasilkan Suatu Kebudayaan yang Tanpa Allah
4:16-24
16 Lalu Kain pergi dari hadapan TUHAN dan ia menetap di tanah 1Nod, di sebelah timur Eden.
17 Kain bersetubuh dengan isterinya dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan 1Henokh; kemudian Kain mendirikan suatu 2akota dan dinamainya kota itu
Henokh, menurut nama anaknya.
18 Bagi Henokh lahirlah Irad, dan Irad itu memperanakkan Mehuyael dan Mehuyael memperanakkan Metusael, dan Metusael memperanakkan Lamekh.
19 Lamekh mengambil isteri dua orang; yang satu namanya Ada, yang lain Zila.
20 Ada itu melahirkan Yabal; dialah yang menjadi bapa orang yang diam dalam kemah dan memelihara ternak.
21 Nama adiknya ialah Yubal; dialah yang menjadi bapa semua orang yang memainkan kecapi dan suling.
22 Zila juga melahirkan anak, yakni Tubal-Kain, bapa semua tukang tembaga dan tukang besi. Adik perempuan Tubal-Kain ialah Naama.
23 Berkatalah Lamekh kepada kedua isterinya itu: “Ada dan Zila, dengarkanlah suaraku: hai isteri-isteri Lamekh, pasanglah telingamu kepada perkataanku ini:
Aku telah membunuh seorang laki-laki karena ia melukai aku, membunuh seorang muda karena ia memukul aku sampai bengkak;
24 sebab jika Kain harus dibalaskan atujuh kali lipat, maka Lamekh tujuh puluh tujuh kali lipat.”
5. Jalan Menghindar dari Kejatuhan Manusia Kali Kedua—
Manusia Menyadari Kerapuhannya dan Memanggil Nama TUHAN
4:25-26
25 Adam bersetubuh pula dengan isterinya, lalu perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki dan menamainya 1aSet, sebab katanya: “Allah telah
mengaruniakan kepadaku anak yang lain sebagai ganti Habel; sebab Kain telah membunuhnya.”
26 Lahirlah seorang anak laki-laki bagi Set juga dan anak itu dinamainya 1aEnos. Waktu itulah orang mulai 2bmemanggil nama TUHAN.
PASAL 5
C. Keturunan Orang yang Diselamatkan Mewahyukan Akibat Akhir
Kejatuhan Manusia dan Jalan Melarikan Diri Darinya
5:1-32
1. Akibat Akhir Kejatuhan Manusia—
Kematian
5:1-21, 25-27
1 Inilah daftar 1aketurunan Adam. 2Pada waktu manusia itu bdiciptakan oleh Allah, dibuat-Nyalah dia menurut 3rupa Allah;
2 laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Ia amemberkati mereka dan memberikan nama “Manusia” kepada 1mereka, pada waktu mereka diciptakan.
3 Setelah Adam 1hidup seratus tiga puluh tahun, ia 1memperanakkan seorang laki-laki menurut rupa dan gambarnya, lalu memberi nama aSet kepadanya.
4 aUmur Adam, setelah memperanakkan Set, delapan ratus tahun, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
5 Jadi Adam mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun, lalu ia 1mati.
6 Setelah Set hidup seratus lima tahun, ia memperanakkan aEnos.
7 Dan Set masih hidup delapan ratus tujuh tahun, setelah ia memperanakkan Enos, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
8 Jadi Set mencapai umur sembilan ratus dua belas tahun, lalu ia mati.
9 Setelah Enos hidup sembilan puluh tahun, ia memperanakkan Kenan.
10 Dan Enos masih hidup delapan ratus lima belas tahun, setelah ia memperanakkan Kenan, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
11 Jadi Enos mencapai umur sembilan ratus lima tahun, lalu ia mati.
12 Setelah Kenan hidup tujuh puluh tahun, ia memperanakkan Mahalaleel.
13 Dan Kenan masih hidup delapan ratus empat puluh tahun, setelah ia memperanakkan Mahalaleel, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
14 Jadi Kenan mencapai umur sembilan ratus sepuluh tahun, lalu ia mati.
15 Setelah Mahalaleel hidup enam puluh lima tahun, ia memperanakkan Yared.
16 Dan Mahalaleel masih hidup delapan ratus tiga puluh tahun, setelah ia memperanakkan Yared, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
17 Jadi Mahalaleel mencapai umur delapan ratus sembilan puluh lima tahun, lalu ia mati.
18 Setelah Yared hidup seratus enam puluh dua tahun, ia memperanakkan aHenokh.
19 Dan Yared masih hidup delapan ratus tahun, setelah ia memperanakkan Henokh, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
20 Jadi Yared mencapai umur sembilan ratus enam puluh dua tahun, lalu ia mati.
21 Setelah Henokh hidup enam puluh lima tahun, ia memperanakkan 1aMetusalah.
2. Jalan Menghindar dari Kematian—
Hidup Bergaul dengan Allah
5:22-24
22 Dan Henokh hidup 1abergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan
perempuan.
23 Jadi Henokh mencapai umur tiga ratus enam puluh lima tahun.
24 Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah 1adiangkat oleh Allah.
1. Akibat Akhir Kejatuhan Manusia—
Kematian (Lanjutan)
5:25-27
25 Setelah Metusalah hidup seratus delapan puluh tujuh tahun, ia memperanakkan Lamekh.
26 Dan Metusalah masih hidup tujuh ratus delapan puluh dua tahun, setelah ia memperanakkan Lamekh, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
27 Jadi Metusalah mencapai umur sembilan ratus enam puluh sembilan tahun, lalu ia mati.
3. Keluarga yang Diselamatkan Menemukan Penghiburan dan Perhentian
5:28-32
28 Setelah Lamekh hidup seratus delapan puluh dua tahun, ia memperanakkan seorang anak laki-laki,
29 dan memberi nama 1Nuh kepadanya, katanya: “Anak ini akan 2memberi kepada kita penghiburan dalam pekerjaan kita yang penuh susah payah di tanah yang telah
aterkutuk oleh TUHAN.”
30 Dan Lamekh masih hidup lima ratus sembilan puluh lima tahun, setelah ia memperanakkan Nuh, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
31 Jadi Lamekh mencapai umur tujuh ratus tujuh puluh tujuh tahun, lalu ia mati.
32 Setelah Nuh berumur lima ratus tahun, ia amemperanakkan Sem, Ham dan Yafet.
PASAL 6
D. Kejatuhan Kali Ketiga—
dari Pengawasan Orang Lain ke Pemerintahan Manusia
6:1—8:3
1. Roh-roh Jahat Berbaur dengan Manusia dan Manusia Menjadi Daging
6:1-4
1 Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan,
2 maka 1anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka 2mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu,
siapa saja yang disukai mereka.
3 Berfirmanlah TUHAN: “1aRoh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah 2bdaging, tetapi umurnya akan cseratus dua
puluh tahun saja.”
4 Pada waktu itu 1aorang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan
perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan.
2. Allah Menanggulangi Kejatuhan Manusia Kali Ketiga—
Menghapuskan Manusia dari Bumi
6:5-7
5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa akejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala 1kecenderungan bhatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,
6 maka amenyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu bmemilukan hati-Nya.
7 Berfirmanlah TUHAN: “Aku akan amenghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan
burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka.”
3. Jalan Penyelamatan dari Kejatuhan Manusia Kali Ketiga
6:8—8:3
a. Hidup Bergaul dengan Allah
6:8-10
8 1Tetapi Nuh amendapat 2kasih karunia di mata TUHAN.
9 Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang abenar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup 1bbergaul dengan Allah.
10 Nuh memperanakkan tiga orang laki-laki: Sem, Ham, dan Yafet.
b. Membangun Bahtera
6:11—7:16
(1) Menerima Wahyu
6:11-21
11 Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan.
12 Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua 1manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi.
13 Berfirmanlah Allah kepada Nuh: “Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala 1makhluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi
Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi.
14 Buatlah bagimu sebuah 1bahtera dari 2kayu gofir; bahtera itu harus kaubuat berpetak-petak dan harus kaututup dengan 3pakal dari luar dan dari dalam.
15 1Beginilah engkau harus membuat bahtera itu: 2tiga ratus 3hasta panjangnya, 2lima puluh hasta lebarnya dan 2tiga puluh hasta tingginya.
16 Buatlah 1atap pada bahtera itu dan selesaikanlah bahtera itu sampai sehasta dari atas, dan pasanglah 2pintunya pada lambungnya; buatlah bahtera itu
bertingkat 3bawah, tengah dan atas.
17 Sebab sesungguhnya Aku akan mendatangkan aair bah meliputi bumi untuk memusnahkan 1segala yang hidup dan bernyawa di kolong langit; segala yang ada di
bumi akan mati binasa.
18 Tetapi dengan engkau Aku akan mengadakan 1aperjanjian-Ku, dan engkau akan masuk ke dalam bahtera itu: engkau bersama-sama dengan anak-anakmu dan isterimu
dan isteri anak-anakmu.
19 Dan dari segala yang hidup, dari segala 1makhluk, dari semuanya haruslah engkau bawa satu pasang ke dalam bahtera itu, supaya terpelihara hidupnya
bersama-sama dengan engkau; jantan dan betina harus kaubawa.
20 Dari segala jenis burung dan dari segala jenis hewan, dari segala jenis binatang melata di muka bumi, dari semuanya itu harus datang satu pasang
kepadamu, supaya terpelihara hidupnya.
21 Dan engkau, bawalah bagimu segala apa yang dapat dimakan; kumpulkanlah itu padamu untuk menjadi makanan bagimu dan bagi mereka.”
(2) Mempersiapkan Bahtera
6:22
22 Lalu aNuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang bdiperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya.
PASAL 7
(3) Masuk ke Dalam Bahtera dan Ditutup di Dalam Bahtera oleh Allah
7:1-16
1 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Nuh: “Masuklah ke dalam bahtera itu, engkau dan seisi rumahmu, sebab engkaulah yang Kulihat abenar di hadapan-Ku di antara
orang zaman ini.
2 Dari segala binatang yang atidak haram haruslah kauambil tujuh pasang, jantan dan betinanya, tetapi dari binatang yang haram satu pasang, jantan dan
betinanya;
3 juga dari burung-burung di udara tujuh pasang, jantan dan betina, supaya 1terpelihara hidup keturunannya di seluruh bumi.
4 Sebab tujuh hari lagi Aku akan menurunkan hujan ke atas bumi 1aempat puluh hari empat puluh malam lamanya, dan Aku akan menghapuskan dari muka bumi segala
yang ada, yang Kujadikan itu.”
5 Lalu Nuh melakukan segala yang diperintahkan TUHAN kepadanya.
6 Nuh berumur 1enam ratus tahun, ketika aair bah datang meliputi bumi.
7 aMasuklah Nuh ke dalam bahtera itu bersama-sama dengan anak-anaknya dan isterinya dan isteri anak-anaknya karena air bah itu.
8 Dari binatang yang tidak haram dan yang haram, dari burung-burung dan dari segala yang merayap di muka bumi,
9 datanglah sepasang mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu, jantan dan betina, seperti yang diperintahkan Allah kepada Nuh.
10 Setelah tujuh hari datanglah air bah meliputi bumi.
11 Pada waktu umur Nuh enam ratus tahun, pada bulan yang kedua, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, pada hari itulah terbelah segala amata air samudera
raya yang dahsyat dan terbukalah btingkap-tingkap di langit.
12 Dan turunlah hujan lebat meliputi bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya.
13 Pada hari itu juga masuklah Nuh serta Sem, Ham dan Yafet, anak-anak Nuh, dan isteri Nuh, dan ketiga isteri anak-anaknya bersama-sama dengan dia, ke dalam
bahtera itu,
14 mereka itu dan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata yang merayap di bumi dan segala jenis burung, yakni
segala yang berbulu bersayap;
15 dari segala yang hidup dan bernyawa datanglah asepasang mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu.
16 Dan yang masuk itu adalah jantan dan betina dari segala yang hidup, seperti yang diperintahkan Allah kepada Nuh; lalu TUHAN 1menutup pintu bahtera itu di
belakang Nuh.
c. Diselamatkan Melalui Air
7:17—8:3
17 aEmpat puluh hari lamanya air bah itu meliputi bumi; 1air itu naik dan mengangkat bahtera itu, sehingga melampung tinggi dari bumi.
18 Ketika air itu makin bertambah-tambah dan naik dengan hebatnya di atas bumi, terapung-apunglah bahtera itu di muka air.
19 Dan air itu sangat hebatnya bertambah-tambah meliputi bumi, dan aditutupinyalah segala gunung tinggi di seluruh kolong langit,
20 sampai lima belas hasta di atasnya bertambah-tambah air itu, sehingga gunung-gunung ditutupinya.
21 Lalu mati binasalah asegala yang hidup, yang bergerak di bumi, burung-burung, ternak dan binatang liar dan segala binatang merayap, yang berkeriapan
di bumi, serta semua manusia.
22 Matilah segala yang ada anapas hidup dalam hidungnya, segala yang ada di darat.
23 Demikianlah dihapuskan Allah segala yang ada, segala yang di muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang melata dan burung-burung di udara,
sehingga semuanya itu dihapuskan dari atas bumi; hanya aNuh yang tinggal hidup dan semua yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu.
24 Dan berkuasalah air itu di atas bumi seratus lima puluh hari lamanya.
PASAL 8
1 Maka Allah amengingat Nuh dan segala binatang liar dan segala ternak, yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu, dan Allah membuat bangin menghembus
melalui bumi, sehingga air itu turun.
2 Ditutuplah amata-mata air samudera raya serta tingkap-tingkap di langit dan berhentilah hujan lebat dari langit,
3 dan makin surutlah air itu dari muka bumi. Demikianlah berkurang air itu sesudah aseratus lima puluh hari.
E. Hidup dalam Kebangkitan
8:4—10:32
1. Bahtera Mendarat di Atas Pegunungan,
Melambangkan Kebangkitan Bersama Kristus
8:4-5
4 Dalam bulan yang ketujuh, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, 1terkandaslah bahtera itu pada pegunungan Ararat.
5 Sampai bulan yang kesepuluh makin berkuranglah air itu; dalam bulan yang kesepuluh, pada tanggal satu bulan itu, tampaklah puncak-puncak gunung.
2. Burung Gagak Dilepaskan,
Melambangkan Manusia Karnal Kembali ke Dunia
yang Dihakimi oleh Allah
8:6-7
6 Sesudah lewat empat puluh hari, maka Nuh membuka tingkap yang dibuatnya pada bahtera itu.
7 Lalu ia melepaskan seekor 1burung gagak; dan burung itu terbang pulang pergi, sampai air itu menjadi kering dari atas bumi.
3. Burung Merpati Dilepaskan,
Melambangkan Manusia Rohani Tinggal dalam Gereja
dan Memperhatikan Kehidupan dalam Roh
8:8-12
8 Kemudian dilepaskannya seekor aburung merpati untuk melihat, apakah air itu telah berkurang dari muka bumi.
9 Tetapi burung merpati itu tidak mendapat tempat tumpuan kakinya dan pulanglah ia kembali mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu, karena di seluruh bumi
masih ada air; lalu Nuh mengulurkan tangannya, ditangkapnya burung itu dan dibawanya masuk ke dalam bahtera.
10 Ia menunggu tujuh hari lagi, kemudian dilepaskannya pula burung merpati itu dari bahtera;
11 menjelang waktu senja pulanglah burung merpati itu mendapatkan Nuh, dan pada paruhnya dibawanya sehelai 1adaun zaitun yang segar. Dari situlah diketahui
Nuh, bahwa air itu telah berkurang dari atas bumi.
12 Selanjutnya ditunggunya pula tujuh hari lagi, kemudian dilepaskannya burung merpati itu, tetapi burung itu tidak kembali lagi kepadanya.
4. Keluar dari Bahtera dalam Kebangkitan
8:13-19
13 Dalam tahun keenam ratus satu, dalam bulan pertama, pada tanggal satu bulan itu, sudahlah kering air itu dari atas bumi; kemudian Nuh membuka tutup
bahtera itu dan melihat-lihat; ternyatalah muka bumi sudah mulai kering.
14 Dalam bulan kedua, pada hari yang kedua puluh tujuh bulan itu, bumi telah kering.
15 Lalu berfirmanlah Allah kepada Nuh:
16 “Keluarlah dari bahtera itu, engkau bersama-sama dengan isterimu serta anak-anakmu dan isteri anak-anakmu;
17 segala binatang yang bersama-sama dengan engkau, segala yang hidup: burung-burung, hewan dan segala binatang melata yang merayap di bumi, suruhlah
keluar bersama-sama dengan engkau, supaya semuanya itu berkeriapan di bumi serta aberkembang biak dan bertambah banyak di bumi.”
18 Lalu 1keluarlah Nuh bersama-sama dengan anak-anaknya dan isterinya dan isteri anak-anaknya.
19 Segala binatang liar, segala binatang melata dan segala burung, semuanya yang bergerak di bumi, masing-masing menurut jenisnya, keluarlah juga dari
bahtera itu.
5. Mempersembahkan Kurban Bakaran bagi TUHAN di Atas Mezbah, Melambangkan Mempersembahkan Kristus kepada Allah Melalui Salib
8:20-22
20 Lalu Nuh mendirikan 1amezbah bagi TUHAN; dari segala binatang yang btidak haram dan dari segala burung yang tidak haram diambilnyalah beberapa ekor, lalu
ia 1mempersembahkan 2kurban bakaran di atas mezbah itu.
21 Ketika TUHAN mencium persembahan yang 1aharum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: “Aku takkan 2bmengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun
yang ditimbulkan chatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku dtakkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan.
22 Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti 1musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, asiang dan malam.”
PASAL 9
6. Mencapai Tujuan Allah untuk Mengekspresikan dan Mewakili Dia
9:1-7
1 Lalu Allah amemberkati Nuh dan anak-anaknya serta berfirman kepada mereka: “1bBeranakcuculah dan bertambah banyaklah serta penuhilah bumi.
2 Akan atakut dan akan gentar kepadamu segala binatang di bumi dan segala burung di udara, segala yang bergerak di muka bumi dan segala ikan di laut; ke
dalam tanganmulah semuanya itu diserahkan.
3 Segala yang bergerak, yang hidup, akan menjadi 1amakananmu. Aku telah memberikan semuanya itu kepadamu seperti juga btumbuh-tumbuhan hijau.
4 Hanya daging yang masih ada nyawanya, yakni adarahnya, janganlah kamu makan.
5 Tetapi mengenai darah kamu, yakni nyawa kamu, Aku akan menuntut balasnya; dari segala abinatang Aku akan menuntutnya, dan dari setiap manusia Aku akan
bmenuntut nyawa sesama manusia.
6 1Siapa yang menumpahkan darah manusia, darahnya akan tertumpah oleh manusia, sebab Allah membuat manusia itu menurut 2agambar-Nya sendiri.
7 Dan kamu, aberanakcuculah dan bertambah banyak, sehingga tak terbilang jumlahmu di atas bumi, ya, bertambah banyaklah di atasnya.”
7. Hidup di Bawah Perjanjian Allah
9:8-17
a. Tidak Ada Lagi Penghakiman Melalui Air Kematian
9:8-11
8 Berfirmanlah Allah kepada Nuh dan kepada anak-anaknya yang bersama-sama dengan dia:
9 “Sesungguhnya Aku mengadakan 1aperjanjian-Ku dengan kamu dan dengan keturunanmu,
10 dan dengan segala makhluk hidup yang bersama-sama dengan kamu: burung-burung, ternak dan binatang-binatang liar di bumi yang bersama-sama dengan kamu, se
gala yang keluar dari bahtera itu, segala binatang di bumi.
11 Maka Kuadakan perjanjian-Ku dengan kamu, bahwa sejak ini tidak ada yang hidup yang akan dilenyapkan oleh aair bah lagi, dan tidak akan ada lagi air bah
untuk memusnahkan bumi.”
b. Pelangi sebagai Tanda Kesetiaan Allah dalam Memelihara Perjanjian-Nya
9:12-17
12 Dan Allah berfirman: “Inilah atanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, yang bersama-sama dengan kamu, turun-
temurun, untuk selama-lamanya:
13 1aBusur-Ku Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi.
14 Apabila kemudian Kudatangkan awan di atas bumi dan busur itu tampak di awan,
15 maka Aku akan amengingat perjanjian-Ku yang telah ada antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, segala yang bernyawa, sehingga segenap bair
tidak lagi menjadi air bah untuk memusnahkan segala yang hidup.
16 Jika busur itu ada di awan, maka Aku akan melihatnya, sehingga Aku mengingat perjanjian-Ku yang akekal antara Allah dan segala makhluk yang hidup, segala
makhluk yang ada di bumi.”
17 Berfirmanlah Allah kepada Nuh: “Inilah atanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan segala makhluk yang ada di bumi.”
8. Kegagalan Pemimpin dan Wakil Kekuasaan
9:18-29
a. Dikarenakan Kesuksesan Pekerjaannya
9:18-21
18 Anak-anak Nuh yang keluar dari bahtera ialah Sem, Ham dan Yafet; Ham adalah bapa Kanaan.
19 Yang tiga inilah anak-anak Nuh, dan adari mereka inilah tersebar penduduk seluruh bumi.
20 Nuh menjadi petani; dialah yang mula-mula membuat kebun anggur.
21 Setelah ia minum anggur, mabuklah ia dan ia 1telanjang dalam kemahnya.
b. Ham Menyingkapkan Kegagalan Itu,
sedangkan Sem dan Yafet Menutupi Kegagalan Itu
9:22-24
22 Maka Ham, bapa Kanaan itu, melihat aaurat ayahnya, lalu diceritakannya kepada kedua saudaranya di luar.
23 Sesudah itu Sem dan Yafet mengambil sehelai kain dan membentangkannya pada bahu mereka berdua, lalu mereka berjalan mundur; mereka menutupi aurat ayahnya
sambil berpaling muka, sehingga mereka tidak melihat aurat ayahnya.
24 Setelah Nuh sadar dari mabuknya dan mendengar apa yang dilakukan anak bungsunya kepadanya,
c. Anak Ham Menerima Kutukan, sedangkan Sem dan Yafet Menerima Berkat
9:25-29
25 berkatalah ia: “1Terkutuklah Kanaan, hendaklah ia menjadi hamba yang paling hina bagi saudara-saudaranya.”
26 Lagi katanya: “Terpujilah TUHAN, Allah 1Sem, tetapi hendaklah Kanaan menjadi hamba baginya.
27 Allah meluaskan kiranya tempat kediaman Yafet, dan hendaklah ia tinggal dalam 1kemah-kemah Sem, tetapi hendaklah Kanaan menjadi hamba baginya.”
28 Nuh masih hidup tiga ratus lima puluh tahun sesudah air bah.
29 Jadi Nuh mencapai umur sembilan ratus lima puluh tahun, lalu ia mati.
PASAL 10
9. Bangsa-bangsa Menghasilkan Babel sebagai Penggenapannya
10:1-32
1 Inilah keturunan Sem, Ham dan Yafet, anak-anak Nuh. Setelah air bah itu lahirlah anak-anak lelaki bagi mereka.
2 Keturunan aYafet ialah Gomer, Magog, Madai, Yawan, Tubal, Mesekh dan Tiras.
3 Keturunan Gomer ialah Askenas, Rifat dan Togarma.
4 Keturunan Yawan ialah Elisa, Tarsis, orang Kitim dan orang 1Dodanim.
5 Dari mereka inilah berpencar bangsa-bangsa daerah pesisir. Itulah keturunan Yafet, masing-masing di tanahnya, dengan bahasanya sendiri, menurut kaum dan
bangsa mereka.
6 Keturunan aHam ialah Kush, 1Misraim, Put dan Kanaan.
7 Keturunan Kush ialah Seba, Hawila, Sabta, Raema dan Sabtekha; anak-anak Raema ialah Syeba dan Dedan.
8 Kush memperanakkan 1Nimrod; dialah yang mula-mula sekali orang yang berkuasa di bumi;
9 ia seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan TUHAN, sebab itu dikatakan orang: “Seperti Nimrod, seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan TUHAN.”
10 Mula-mula kerajaannya terdiri dari aBabel, Erekh, dan Akad, semuanya di tanah bSinear.
11 Dari negeri itu ia pergi ke Asyur, lalu mendirikan Niniwe, Rehobot-Ir, Kalah
12 dan Resen di antara Niniwe dan Kalah; itulah kota besar itu.
13 Misraim memperanakkan orang Ludim, orang Anamim, orang Lehabim, orang Naftuhim,
14 orang Patrusim, orang Kasluhim, dan orang Kaftorim; dari mereka inilah berasal orang Filistin.
15 Kanaan memperanakkan Sidon, anak sulungnya, dan Het,
16 serta orang Yebusi, orang Amori dan orang Girgasi;
17 orang Hewi, orang Arki, orang Sini,
18 orang Arwadi, orang Semari dan orang Hamati; kemudian berseraklah kaum-kaum orang Kanaan itu.
19 Daerah orang Kanaan adalah dari Sidon ke arah Gerar sampai ke Gaza, ke arah Sodom, Gomora, Adma dan Zeboim sampai ke Lasa.
20 Itulah keturunan Ham menurut kaum mereka, menurut bahasa mereka, menurut tanah mereka, menurut bangsa mereka.
21 Lahirlah juga anak-anak bagi Sem, bapa semua anak Eber serta abang Yafet.
22 Keturunan aSem ialah Elam, Asyur, Arpakhsad, Lud dan Aram.
23 Keturunan Aram ialah Us, Hul, Geter dan Mas.
24 Arpakhsad memperanakkan Selah, dan Selah memperanakkan Eber.
25 Bagi aEber lahir dua anak laki-laki; nama yang seorang ialah 1Peleg, sebab dalam zamannya bumi terbagi, dan nama adiknya ialah Yoktan.
26 Yoktan memperanakkan Almodad, Selef, Hazar-Mawet dan Yerah,
27 Hadoram, Uzal dan Dikla,
28 Obal, Abimael dan Syeba,
29 Ofir, Hawila dan Yobab; itulah semuanya keturunan Yoktan.
30 Daerah kediaman mereka terbentang dari Mesa ke arah Sefar, yaitu pegunungan di sebelah timur.
31 Itulah keturunan Sem, menurut kaum mereka, menurut bahasa mereka, menurut tanah mereka, menurut bangsa mereka.
32 Itulah segala kaum anak-anak Nuh menurut keturunan mereka, menurut bangsa mereka. Dan dari mereka itulah berpencar bangsa-bangsa di bumi setelah air
bah itu.
PASAL 11
F. Kejatuhan Kali Keempat—
dari Pemerintahan Manusia ke Pemberontakan di Bawah Hasutan Iblis
11:1-9
1. Membangun sebuah Kota dan Sebuah Menara
untuk Memberontak kepada Allah, Menyangkal Allah,
dan Mencari Nama bagi Diri Mereka Sendiri
11:1-4
1 Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya.
2 Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah 1aSinear, lalu menetaplah mereka di sana.
3 Mereka berkata seorang kepada yang lain: “Marilah kita amembuat 1batu bata dan membakarnya baik-baik.” Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu dan tér
gala-gala sebagai tanah liat.
4 Juga kata mereka: “Marilah kita dirikan bagi kita sebuah 1akota dengan sebuah 2menara yang puncaknya sampai ke blangit, dan marilah kita cari 2nama,
supaya kita jangan cterserak ke seluruh bumi.”
2. Allah Menanggulangi Kejatuhan Manusia Kali Keempat—
Mencerai-beraikan Mereka dan Mengacau-balaukan Bahasa Mereka
11:5-9
5 Lalu turunlah TUHAN untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu,
6 dan Ia berfirman: “Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang
mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana.
7 Baiklah 1aKita turun dan 2mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing.”
8 Demikianlah mereka adiserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu.
9 Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut 1aBabel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka
diserakkan TUHAN ke seluruh bumi.
G. Keturunan Mulai dari Penyelamatan Manusia Melalui Air
Sampai pada Panggilan TUHAN
11:10-32
10 Inilah aketurunan Sem. Setelah Sem berumur seratus tahun, ia memperanakkan Arpakhsad, dua tahun setelah air bah itu.
11 Sem masih hidup lima ratus tahun, setelah ia memperanakkan Arpakhsad, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
12 Setelah Arpakhsad hidup tiga puluh lima tahun, ia memperanakkan Selah.
13 Arpakhsad masih hidup empat ratus tiga tahun, setelah ia memperanakkan Selah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
14 Setelah Selah hidup tiga puluh tahun, ia memperanakkan Eber.
15 Selah masih hidup empat ratus tiga tahun, setelah ia memperanakkan Eber, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
16 Setelah Eber hidup tiga puluh empat tahun, ia memperanakkan Peleg.
17 Eber masih hidup empat ratus tiga puluh tahun, setelah ia memperanakkan Peleg, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
18 Setelah Peleg hidup tiga puluh tahun, ia memperanakkan Rehu.
19 Peleg masih hidup dua ratus sembilan tahun, setelah ia memperanakkan Rehu, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
20 Setelah Rehu hidup tiga puluh dua tahun, ia memperanakkan Serug.
21 Rehu masih hidup dua ratus tujuh tahun, setelah ia memperanakkan Serug, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
22 Setelah Serug hidup tiga puluh tahun, ia memperanakkan Nahor.
23 Serug masih hidup dua ratus tahun, setelah ia memperanakkan Nahor, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
24 Setelah Nahor hidup dua puluh sembilan tahun, ia memperanakkan Terah.
25 Nahor masih hidup seratus sembilan belas tahun, setelah ia memperanakkan Terah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
26 Setelah aTerah hidup tujuh puluh tahun, ia memperanakkan Abram, Nahor dan Haran.
27 Inilah keturunan Terah. Terah memperanakkan Abram, Nahor dan Haran, dan Haran memperanakkan aLot.
28 Ketika Terah, ayahnya, masih hidup, matilah Haran di negeri kelahirannya, di 1aUr-2Kasdim.
29 Abram dan Nahor kedua-duanya kawin; nama isteri Abram ialah 1aSarai, dan nama isteri Nahor ialah Milka, anak Haran ayah Milka dan Yiska.
30 Sarai itu amandul, tidak mempunyai anak.
31 Lalu 1Terah membawa Abram, anaknya, serta cucunya, aLot, yaitu anak Haran, dan Sarai, menantunya, isteri Abram, anaknya; ia berangkat bersama-sama dengan
mereka dari bUr-Kasdim untuk pergi ke tanah Kanaan, lalu sampailah mereka ke 2Haran, dan menetap di sana.
32 Umur Terah ada dua ratus lima tahun; lalu ia mati di Haran.
PASAL 12
III. Panggilan TUHAN
12:1—50:26
A. Aspek Pertama—Pengalaman Abraham
12:1—25:18
1. Panggilan Allah
12:1-7a
1 1,2Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “aPergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari 3rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan
kepadamu;
2 1Aku akan membuat engkau menjadi 2abangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi bberkat.
3 Aku akan memberkati orang-orang yang amemberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang 1mengutuk engkau, dan olehmu 2bsemua kaum di muka bumi akan mendapat
3berkat.”
4 Lalu apergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lot pun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia
berangkat dari Haran.
5 Abram membawa Sarai, isterinya, dan aLot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran;
mereka 1berangkat ke btanah Kanaan, lalu 2sampai 3di situ.
6 Abram berjalan melalui negeri itu sampai ke suatu tempat dekat aSikhem, yakni pohon tarbantin di More. Waktu itu orang Kanaan diam di negeri itu.
7 Ketika itu TUHAN 1menampakkan diri kepada Abram dan berfirman: “Aku akan memberikan 2negeri ini kepada 2aketurunanmu.”
2. Hidup demi Iman
12:7b—14:24
a. Kehidupan Mezbah dan Kemah
12:7b-8
Maka didirikannya di situ 3bmezbah bagi TUHAN yang telah menampakkan diri kepadanya.
8 Kemudian ia pindah dari situ ke pegunungan di sebelah timur 1aBetel. Ia memasang 2bkemahnya dengan Betel di sebelah barat dan 1Ai di sebelah timur, lalu
ia mendirikan di situ cmezbah bagi TUHAN dan 3dmemanggil nama TUHAN.
b. Ujian Terhadap Orang yang Terpanggil
12:9—13:18
(1) Kelaparan
12:9—13:4
9 Sesudah itu Abram berangkat dan makin jauh ia berjalan ke Tanah 1Negeb.
10 Ketika 1akelaparan timbul di negeri itu, pergilah Abram ke Mesir untuk tinggal di situ sebagai orang asing, sebab hebat kelaparan di negeri itu.
11 Pada waktu ia akan masuk ke Mesir, berkatalah ia kepada Sarai, isterinya: “Memang aku tahu, bahwa engkau adalah seorang perempuan yang cantik parasnya.
12 Apabila orang Mesir melihat engkau, mereka akan berkata: Itu isterinya. Jadi mereka akan membunuh aku dan membiarkan engkau hidup.
13 Katakanlah, bahwa engkau aadikku, supaya aku diperlakukan mereka dengan baik karena engkau, dan 1aku dibiarkan hidup oleh sebab engkau.”
14 Sesudah Abram masuk ke Mesir, orang Mesir itu melihat, bahwa perempuan itu sangat cantik,
15 dan ketika punggawa-punggawa Firaun melihat Sarai, mereka memuji-mujinya di hadapan Firaun, sehingga perempuan itu dibawa ke istananya.
16 Firaun menyambut Abram dengan baik-baik, karena ia mengingini perempuan itu, dan Abram mendapat kambing domba, lembu sapi, keledai jantan, budak laki-laki
dan perempuan, keledai betina dan unta.
17 Tetapi TUHAN menimpakan tulah yang hebat kepada aFiraun, demikian juga kepada seisi istananya, karena Sarai, isteri Abram itu.
18 Lalu Firaun memanggil Abram serta berkata: “Apakah yang kauperbuat ini terhadap aku? Mengapa tidak kauberitahukan, bahwa ia isterimu?
19 Mengapa engkau katakan: dia adikku, sehingga aku mengambilnya menjadi isteriku? Sekarang, inilah isterimu, ambillah dan pergilah!”
20 Lalu Firaun memerintahkan beberapa orang untuk mengantarkan Abram pergi, 1bersama-sama dengan isterinya dan segala kepunyaannya.
PASAL 13
1 Maka pergilah Abram dari Mesir ke Tanah Negeb dengan isterinya dan segala kepunyaannya, dan aLot pun bersama-sama dengan dia.
2 Adapun Abram sangat kaya, banyak ternak, perak dan emasnya.
3 Ia berjalan dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan, dari Tanah Negeb sampai dekat 1aBetel, di mana kemahnya mula-mula berdiri, antara Betel dan
Ai,
4 ke tempat amezbah yang dibuatnya dahulu di sana; di situlah Abram bmemanggil nama TUHAN.
(2) Perselisihan dengan Saudaranya
13:5-18
5 Juga aLot, yang ikut bersama-sama dengan Abram, mempunyai domba dan lembu dan kemah.
6 Tetapi negeri itu tidak cukup luas bagi mereka untuk diam bersama-sama, sebab aharta milik mereka amat banyak, sehingga mereka tidak dapat diam bersama-
sama.
7 Karena itu terjadilah 1perkelahian antara para gembala Abram dan para gembala Lot. Waktu itu orang Kanaan dan orang Feris diam di negeri itu.
8 Maka berkatalah Abram kepada Lot: “Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau, dan antara para gembalaku dan para gembalamu, sebab kita ini
kerabat.
9 Bukankah seluruh negeri ini terbuka untuk engkau? Baiklah pisahkan dirimu dari padaku; jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan, jika engkau ke kanan, maka
aku ke kiri.”
10 Lalu Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti ataman TUHAN, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar.
— Hal itu terjadi sebelum TUHAN memusnahkan Sodom dan Gomora. —
11 Sebab itu Lot memilih baginya seluruh Lembah Yordan itu, lalu ia berangkat ke sebelah timur dan mereka berpisah.
12 Abram menetap di tanah Kanaan, tetapi Lot menetap di kota-kota Lembah Yordan dan berkemah adi dekat Sodom.
13 Adapun orang aSodom sangat jahat dan berdosa terhadap TUHAN.
14 Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah 1TUHAN kepada Abram: “Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur
dan barat, utara dan selatan,
15 sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada aketurunanmu untuk selama-lamanya.
16 Dan Aku akan menjadikan keturunanmu seperti 1adebu tanah banyaknya, sehingga, jika seandainya ada yang dapat menghitung debu tanah, keturunanmu pun akan
dapat dihitung juga.
17 Bersiaplah, jalanilah negeri itu menurut panjang dan lebarnya, sebab kepadamulah akan Kuberikan negeri itu.”
18 Sesudah itu Abram memindahkan 1akemahnya dan menetap di dekat pohon-pohon tarbantin di 2Mamre, dekat 3bHebron, lalu didirikannyalah cmezbah di situ bagi
TUHAN.
PASAL 14
c. Kemenangan Orang yang Terpanggil
14:1-24
(1) Saudaranya Ditawan
14:1-12
1 Pada zaman Amrafel, raja Sinear, Ariokh, raja Elasar, Kedorlaomer, raja Elam, dan Tideal, raja Goyim, terjadilah,
2 bahwa raja-raja ini berperang melawan Bera, raja Sodom, Birsya, raja Gomora, Syinab, raja Adma, Syemeber, raja Zeboim dan raja negeri Bela, yakni negeri
Zoar.
3 Raja-raja yang disebut terakhir ini semuanya bersekutu dan datang ke lembah Sidim, yakni 1Laut Asin.
4 Dua belas tahun lamanya mereka takluk kepada Kedorlaomer, tetapi dalam tahun yang ketiga belas mereka memberontak.
5 Dalam tahun yang keempat belas datanglah Kedorlaomer serta raja-raja yang bersama-sama dengan dia, lalu mereka mengalahkan orang aRefaim di Asyterot-
Karnaim, orang Zuzim di Ham, orang Emim di Syawe-Kiryataim
6 dan orang Hori di pegunungan mereka yang bernama Seir, sampai ke El-Paran di tepi padang gurun.
7 Sesudah itu baliklah mereka dan sampai ke En-Mispat, yakni Kadesh, dan mengalahkan seluruh daerah orang Amalek, dan juga orang Amori, yang diam di Hazezon
-Tamar.
8 Lalu keluarlah raja negeri Sodom, raja negeri Gomora, raja negeri Adma, raja negeri Zeboim dan raja negeri Bela, yakni negeri Zoar, dan mengatur barisan
perangnya melawan mereka di lembah Sidim,
9 melawan Kedorlaomer, raja Elam, Tideal, raja Goyim, Amrafel, raja Sinear, dan Ariokh, raja Elasar, empat raja lawan lima.
10 Di lembah Sidim itu di mana-mana ada sumur aspal. Ketika raja Sodom dan raja Gomora melarikan diri, jatuhlah mereka ke dalamnya, dan orang-orang yang
masih tinggal hidup melarikan diri ke apegunungan.
11 Segala harta benda Sodom dan Gomora beserta segala bahan makanan dirampas musuh, lalu mereka pergi.
12 Juga aLot, anak saudara Abram, beserta harta bendanya, dibawa musuh, lalu mereka pergi — sebab Lot itu diam di bSodom.
(2) Berperang bagi Saudaranya
14:13-17
13 Kemudian datanglah seorang pelarian dan menceritakan hal ini kepada Abram, orang 1aIbrani itu, yang tinggal dekat pohon-pohon tarbantin kepunyaan
Mamre, orang Amori itu, saudara Eskol dan Aner, yakni teman-teman sekutu Abram.
14 Ketika Abram mendengar, bahwa anak asaudaranya tertawan, maka dikerahkannyalah orang-orangnya yang terlatih, yakni mereka yang blahir di rumahnya, tiga
ratus delapan belas orang banyaknya, lalu mengejar musuh sampai ke Dan.
15 Dan pada waktu malam berbagilah mereka, ia dan hamba-hambanya itu, untuk melawan musuh; mereka mengalahkan dan mengejar musuh sampai ke Hoba di sebelah
utara Damsyik.
16 Dibawanyalah kembali segala harta benda itu; juga Lot, anak saudaranya itu, serta harta bendanya dibawanya kembali, demikian juga perempuan-perempuan dan
orang-orangnya.
17 Setelah Abram kembali dari mengalahkan Kedorlaomer dan para raja yang bersama-sama dengan dia, maka keluarlah raja Sodom menyongsong dia ke lembah
Syawe, yakni Lembah Raja.
(3) Dilayani oleh Melkisedek
14:18-20
18 1aMelkisedek, raja 2bSalem, membawa roti dan anggur; ia seorang 3cimam dAllah Yang Mahatinggi.
19 Lalu ia 1amemberkati Abram, katanya: “Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, 2bPencipta langit dan bumi,
20 dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu.” Lalu 1Abram memberikan kepadanya asepersepuluh dari semuanya.
(4) Menang atas Godaan Harta Benda Bumiah
14:21-24
21 Berkatalah raja Sodom itu kepada Abram: “Berikanlah kepadaku orang-orang itu, dan ambillah untukmu harta benda itu.”
22 Tetapi kata Abram kepada raja negeri Sodom itu: “Aku 1abersumpah demi TUHAN, Allah Yang Mahatinggi, 2bPencipta langit dan bumi:
23 Aku 1tidak akan mengambil apa-apa dari kepunyaanmu itu, sepotong benang atau tali kasut pun tidak, supaya engkau jangan dapat berkata: Aku telah
membuat Abram menjadi kaya.
24 Kalau aku, jangan sekali-kali! Hanya apa yang telah dimakan oleh bujang-bujang ini dan juga bagian orang-orang yang pergi bersama-sama dengan aku, yakni
Aner, Eskol dan Mamre, biarlah mereka itu mengambil bagiannya masing-masing.”
PASAL 15
3. Mengenal Anugerah untuk Menggenapkan Tujuan Allah
15:1—17:27
a. Perjanjian Allah dengan Abraham
15:1-21
(1) Mengenai Keturunan
15:1-6
1 1Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: “Janganlah takut, Abram, Akulah 2aperisaimu; 2upahmu akan sangat besar.”
2 Abram menjawab: “Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan atidak mempunyai anak, dan yang akan me
warisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu.”
3 Lagi kata Abram: “Engkau tidak memberikan kepadaku 1aketurunan, sehingga seorang 2hambaku nanti menjadi ahli warisku.”
4 Tetapi datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: “Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak 1kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli
warismu.”
5 Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: “Coba lihat ke langit, hitunglah 1abintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya.” Maka firman-Nya
kepadanya: “bDemikianlah banyaknya nanti keturunanmu.”
6 Lalu 1apercayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.
(2) Mengenai Negeri
15:7-21
7 Lagi firman TUHAN kepadanya: “Akulah TUHAN, yang membawa engkau keluar dari aUr-Kasdim untuk memberikan negeri ini kepadamu menjadi milikmu.”
8 Kata Abram: “Ya Tuhan ALLAH, 1dari manakah aku tahu, bahwa aku akan 2memilikinya?”
9 Firman TUHAN kepadanya: “Ambillah bagi-Ku seekor 1lembu betina berumur tiga tahun, seekor kambing betina berumur tiga tahun, seekor domba jantan berumur
tiga tahun, seekor burung tekukur dan seekor anak burung merpati.”
10 1Diambilnyalah semuanya itu bagi TUHAN, adipotong dua, lalu diletakkannya bagian-bagian itu yang satu di samping yang lain, tetapi bburung-burung itu
tidak dipotong dua.
11 Ketika 1aburung-burung buas hinggap pada daging binatang-binatang itu, maka Abram mengusirnya.
12 Menjelang matahari terbenam, tertidurlah Abram dengan nyenyak. Lalu turunlah meliputinya gelap gulita yang mengerikan.
13 Firman TUHAN kepada Abram: “Ketahuilah dengan sesungguhnya bahwa keturunanmu akan menjadi aorang asing dalam suatu negeri, yang bukan kepunyaan mereka,
dan bahwa mereka akan diperbudak dan 1bdianiaya, 2cempat ratus tahun lamanya.
14 Tetapi bangsa yang akan memperbudak mereka, akan aKuhukum, dan sesudah itu mereka akan keluar dengan membawa bharta benda yang banyak.
15 Tetapi engkau akan pergi kepada nenek moyangmu dengan sejahtera; engkau akan dikuburkan pada waktu telah 1aputih rambutmu.
16 Tetapi keturunan yang keempat akan kembali ke sini, sebab sebelum itu kedurjanaan orang aAmori itu belum genap.”
17 Ketika matahari telah terbenam, dan hari menjadi gelap, maka kelihatanlah 1perapian yang berasap beserta 1suluh yang berapi lewat di antara potongan-
potongan daging itu.
18 Pada hari itulah TUHAN mengadakan aperjanjian dengan Abram serta berfirman: “Kepada bketurunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari 1sungai Mesir
sampai ke csungai yang besar itu, sungai Efrat:
19 yakni tanah orang Keni, orang Kenas, orang Kadmon,
20 orang Het, orang Feris, orang 1Refaim,
21 orang Amori, orang Kanaan, orang Girgasi dan orang Yebus itu.”
PASAL 16
b. Dua Perempuan—Sebuah Kiasan
16:1-16
1 Adapun 1Sarai, isteri Abram itu, atidak beranak. Ia mempunyai seorang hamba perempuan, orang Mesir, 1bHagar namanya.
2 Berkatalah Sarai kepada Abram: “Engkau tahu, aTUHAN tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku
dapat 1memperoleh seorang anak.” Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai.
3 Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu, — yakni ketika Abram telah asepuluh tahun tinggal di tanah Kanaan —, lalu mem
berikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi isterinya.
4 Abram menghampiri Hagar, lalu mengandunglah perempuan itu. Ketika Hagar tahu, bahwa ia mengandung, maka ia memandang rendah akan nyonyanya itu.
5 Lalu berkatalah Sarai kepada Abram: “Penghinaan yang kuderita ini adalah tanggung jawabmu; akulah yang memberikan hambaku ke pangkuanmu, tetapi baru saja
ia tahu, bahwa ia mengandung, ia memandang rendah akan aku; TUHAN kiranya yang menjadi Hakim antara aku dan engkau.”
6 Kata Abram kepada Sarai: “Hambamu itu di bawah kekuasaanmu; perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik.” Lalu Sarai menindas Hagar, sehingga ia
lari meninggalkannya.
7 Lalu 1aMalaikat TUHAN menjumpainya dekat suatu mata air di padang gurun, yakni dekat mata air di jalan ke Syur.
8 Katanya: “Hagar, hamba Sarai, dari manakah datangmu dan ke manakah pergimu?” Jawabnya: “Aku lari meninggalkan Sarai, nyonyaku.”
9 Lalu kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: “Kembalilah kepada nyonyamu, biarkanlah engkau ditindas di bawah kekuasaannya.”
10 Lagi kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: “Aku akan membuat asangat banyak keturunanmu, sehingga tidak dapat dihitung karena banyaknya.”
11 Selanjutnya kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: “Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya 1Ismael, sebab TUHAN
telah mendengar tentang penindasan atasmu itu.
12 Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu; tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan
melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya.”
13 Kemudian Hagar menamakan TUHAN yang telah berfirman kepadanya itu dengan sebutan: “1Engkaulah 2El-Roi.” Sebab katanya: “Bukankah di sini kulihat Dia yang
telah melihat aku?”
14 Sebab itu sumur tadi disebutkan orang: 1sumur Lahai-Roi; letaknya antara Kadesh dan Bered.
15 Lalu aHagar melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abram dan Abram menamai anak yang dilahirkan Hagar itu 1Ismael.
16 Abram berumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar melahirkan Ismael baginya.
PASAL 17
c. Perjanjian Allah Ditegaskan dengan Sunat
17:1-14
1 Ketika Abram berumur 1sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: “Akulah 2aAllah Yang Mahakuasa,
3hiduplah di hadapan-Ku dengan 3tidak bercela.
2 Aku akan mengadakan aperjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat bbanyak.”
3 Lalu sujudlah Abram, dan Allah berfirman kepadanya:
4 “Dari pihak-Ku, inilah aperjanjian-Ku dengan engkau: Engkau akan menjadi bbapa sejumlah besar 1bangsa.
5 Karena itu namamu bukan lagi 1Abram, melainkan 2aAbraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.
6 Aku akan membuat engkau beranak cucu sangat banyak; engkau akan Kubuat menjadi abangsa-bangsa, dan dari padamu akan berasal braja-raja.
7 Aku akan mengadakan aperjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi bAllahmu dan
Allah keturunanmu.
8 Kepadamu dan kepada aketurunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai borang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu
untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi cAllah mereka.”
9 Lagi firman Allah kepada Abraham: “Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun.
10 Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus 1adisunat;
11 haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi 1atanda perjanjian antara Aku dan kamu.
12 Anak yang berumur 1delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli
dengan uang dari salah aseorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu.
13 Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang harus disunat; maka dalam dagingmulah aperjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang
bkekal.
14 Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus 1dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya:
ia telah mengingkari perjanjian-Ku.”
d. Kelahiran Ishak Dijanjikan
17:15-27
15 Selanjutnya Allah berfirman kepada Abraham: “Tentang isterimu Sarai, janganlah engkau menyebut dia lagi 1Sarai, tetapi 2Sara, itulah namanya.
16 Aku akan memberkatinya, dan 1dari padanya juga Aku akan memberikan kepadamu seorang aanak laki-laki, bahkan Aku akan memberkatinya, sehingga ia menjadi
ibu bbangsa-bangsa; raja-raja bangsa-bangsa akan lahir dari padanya.”
17 Lalu tertunduklah Abraham dan atertawa serta berkata dalam hatinya: “Mungkinkah bagi seorang yang berumur bseratus tahun dilahirkan seorang anak dan
mungkinkah Sara, yang telah berumur sembilan puluh tahun itu melahirkan seorang anak?”
18 Dan Abraham berkata kepada Allah: “Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!”
19 Tetapi Allah berfirman: “Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan aanak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia 1bIshak, dan Aku akan
2mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya.
20 Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan asangat banyak; ia akan memperanakkan bdua belas raja,
dan Aku akan membuatnya menjadi cbangsa yang besar.
21 Tetapi perjanjian-Ku akan aKuadakan dengan Ishak, yang akan dilahirkan Sara bagimu tahun yang akan datang pada 1bwaktu seperti ini juga.”
22 Setelah selesai berfirman kepada Abraham, naiklah Allah meninggalkan Abraham.
23 Setelah itu Abraham memanggil Ismael, anaknya, dan semua orang yang lahir di rumahnya, juga semua orang yang dibelinya dengan uang, yakni setiap laki-laki
dari isi rumahnya, lalu ia amengerat kulit khatan mereka pada hari itu juga, seperti yang telah difirmankan Allah kepadanya.
24 Abraham berumur sembilan puluh sembilan tahun ketika dikerat kulit khatannya.
25 Dan Ismael, anaknya, berumur tiga belas tahun ketika dikerat kulit khatannya.
26 Pada hari itu juga Abraham dan Ismael, anaknya, disunat.
27 Dan semua orang dari isi rumah Abraham, baik yang lahir di rumahnya, maupun yang dibeli dengan uang dari orang asing, disunat bersama-sama dengan dia.
PASAL 18
4. Hidup dalam Persekutuan dengan Allah
18:1—24:67
a. Bergaul dengan Allah pada Tingkat Manusia
18:1-22
1 Kemudian TUHAN menampakkan diri kepada Abraham dekat pohon tarbantin di Mamre, sedang ia duduk di pintu akemahnya waktu hari panas terik.
2 Ketika ia mengangkat mukanya, ia melihat tiga 1orang berdiri di depannya. Sesudah dilihatnya mereka, ia berlari dari pintu kemahnya amenyongsong mereka,
lalu sujudlah ia sampai ke tanah,
3 serta berkata: “Tuanku, jika aku telah mendapat kasih tuanku, janganlah kiranya lampaui hambamu ini.
4 Biarlah diambil air sedikit, abasuhlah kakimu dan duduklah beristirahat di bawah pohon ini;
5 biarlah akuambil sepotong roti, supaya tuan-tuan segar kembali; kemudian bolehlah tuan-tuan meneruskan perjalanannya; sebab tuan-tuan telah datang ke
tempat hambamu ini.” Jawab mereka: “Perbuatlah seperti yang kaukatakan itu.”
6 Lalu Abraham segera pergi ke kemah mendapatkan Sara serta berkata: “Segeralah! Ambil atiga 1sukat tepung yang terbaik! Remaslah itu dan buatlah 2roti
bundar!”
7 Lalu berlarilah Abraham kepada lembu sapinya, ia mengambil seekor aanak lembu yang empuk dan baik dagingnya dan memberikannya kepada seorang bujangnya,
lalu orang ini segera mengolahnya.
8 Kemudian diambilnya dadih dan susu serta anak lembu yang telah diolah itu, lalu dihidangkannya di depan orang-orang itu; dan ia berdiri di dekat mereka di
bawah pohon itu, sedang mereka makan.
9 Lalu kata mereka kepadanya: “Di manakah Sara, isterimu?” Jawabnya: “Di sana, di dalam kemah.”
10 Dan firman-Nya: “Sesungguhnya Aku akan kembali tahun depan mendapatkan engkau, pada 1awaktu itulah Sara, isterimu, akan mempunyai seorang banak laki-
laki.” Dan Sara mendengarkan pada pintu kemah yang di belakang-Nya.
11 Adapun Abraham dan Sara telah atua dan lanjut umurnya dan Sara telah mati haid.
12 Jadi atertawalah Sara dalam hatinya, katanya: “Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu, sedangkan btuanku sudah tua?”
13 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Abraham: “Mengapakah Sara tertawa dan berkata: Sungguhkah aku akan melahirkan anak, sedangkan aku telah tua?
14 aAdakah sesuatu apa pun yang 1mustahil untuk TUHAN? Pada 2bwaktu yang telah ditetapkan itu, 2ctahun depan, Aku akan kembali mendapatkan engkau, pada
2waktu itulah Sara mempunyai seorang anak laki-laki.”
15 Lalu Sara menyangkal, katanya: “Aku tidak tertawa,” sebab ia takut; tetapi TUHAN berfirman: “Tidak, memang engkau tertawa!”
16 Lalu berangkatlah orang-orang itu dari situ dan memandang ke arah Sodom; dan Abraham berjalan bersama-sama dengan mereka untuk mengantarkan mereka.
17 Berpikirlah TUHAN: “1Apakah Aku akan amenyembunyikan kepada Abraham apa yang hendak Kulakukan ini?
18 Bukankah sesungguhnya Abraham akan menjadi bangsa yang besar serta berkuasa, dan oleh dia asegala bangsa di atas bumi akan mendapat berkat?
19 Sebab Aku telah memilih dia, supaya diperintahkannya kepada anak-anaknya dan kepada keturunannya supaya tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan
TUHAN, dengan melakukan kebenaran dan keadilan, dan supaya TUHAN memenuhi kepada Abraham apa yang dijanjikan-Nya kepadanya.”
20 Sesudah itu berfirmanlah TUHAN: “Sesungguhnya banyak keluh kesah orang tentang aSodom dan Gomora dan sesungguhnya sangat berat dosanya.
21 Baiklah Aku turun untuk melihat, apakah benar-benar mereka telah berkelakuan seperti keluh kesah orang yang telah sampai kepada-Ku atau tidak; Aku
hendak mengetahuinya.”
22 Lalu berpalinglah orang-orang itu dari situ dan berjalan ke Sodom, tetapi Abraham 1masih tetap aberdiri di hadapan TUHAN.
b. Doa Syafaat yang Mulia
18:23-33
23 Abraham datang mendekat dan berkata: “Apakah Engkau akan melenyapkan 1orang benar bersama-sama dengan orang fasik?
24 Bagaimana sekiranya ada lima puluh orang benar dalam kota itu? Apakah Engkau akan melenyapkan tempat itu dan tidakkah Engkau mengampuninya karena kelima
puluh orang benar yang ada di dalamnya itu?
25 1Jauhlah kiranya dari pada-Mu untuk berbuat demikian, membunuh orang benar bersama-sama dengan orang fasik, sehingga orang benar itu seolah-olah sama
dengan orang fasik! Jauhlah kiranya yang demikian dari pada-Mu! Masakan aHakim segenap bumi tidak menghukum dengan adil?”
26 TUHAN berfirman: “Jika Kudapati lima puluh orang benar dalam kota Sodom, Aku akan mengampuni seluruh tempat itu karena mereka.”
27 Abraham menyahut: “Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan, walaupun aku debu dan abu.
28 Sekiranya kurang lima orang dari kelima puluh orang benar itu, apakah Engkau akan memusnahkan seluruh kota itu karena yang lima itu?” Firman-Nya: “Aku
tidak memusnahkannya, jika Kudapati empat puluh lima di sana.”
29 Lagi Abraham melanjutkan perkataannya kepada-Nya: “Sekiranya empat puluh didapati di sana?” Firman-Nya: “Aku tidak akan berbuat demikian karena yang empat
puluh itu.”
30 Katanya: “Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata sekali lagi. Sekiranya tiga puluh didapati di sana?” Firman-Nya: “Aku tidak akan berbuat
demikian, jika Kudapati tiga puluh di sana.”
31 Katanya: “Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan. Sekiranya dua puluh didapati di sana?” Firman-Nya: “Aku tidak akan memusnahkannya
karena yang dua puluh itu.”
32 Katanya: “Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata lagi sekali ini saja. Sekiranya sepuluh didapati di sana?” Firman-Nya: “Aku tidak akan memus
nahkannya karena yang sepuluh itu.”
33 Lalu pergilah TUHAN, setelah Ia selesai 1berfirman kepada Abraham; dan kembalilah Abraham ke tempat tinggalnya.
PASAL 19
c. Catatan Negatif Lot
19:1-38
(1) Orang Benar yang Gagal dan Tiang Garam
19:1-29
1 aKedua malaikat itu tiba di Sodom pada waktu petang. bLot sedang duduk di pintu gerbang Sodom dan ketika melihat mereka, bangunlah 1ia menyongsong mereka,
lalu sujud dengan mukanya sampai ke tanah,
2 serta berkata: “Tuan-tuan, silakanlah singgah ke rumah hambamu ini, bermalamlah di sini dan abasuhlah kakimu, maka besok pagi tuan-tuan boleh melanjutkan
perjalanannya.” Jawab mereka: “Tidak, kami akan bermalam di tanah lapang.”
3 Tetapi karena ia sangat mendesak mereka, singgahlah mereka dan masuk ke dalam rumahnya, kemudian ia menyediakan hidangan bagi mereka, ia membakar roti
yang tidak beragi, lalu mereka makan.
4 Tetapi sebelum mereka tidur, orang-orang lelaki dari kota aSodom itu, dari yang muda sampai yang tua, bahkan seluruh kota, tidak ada yang terkecuali,
datang mengepung rumah itu.
5 Mereka berseru kepada Lot: “Di manakah orang-orang yang datang kepadamu malam ini? Bawalah mereka keluar kepada kami, supaya kami 1pakai mereka.”
6 Lalu keluarlah Lot menemui mereka, ke depan pintu, tetapi pintu ditutupnya di belakangnya,
7 dan ia berkata: “Saudara-saudaraku, janganlah kiranya berbuat jahat.
8 Kamu tahu, aku mempunyai dua orang 1anak perempuan yang belum pernah dijamah laki-laki, baiklah mereka kubawa ke luar kepadamu; perbuatlah kepada mereka
seperti yang kamu pandang baik; hanya jangan kamu apa-apakan orang-orang ini, sebab mereka memang datang untuk berlindung di dalam rumahku.”
9 Tetapi mereka berkata: “Enyahlah!” Lagi kata mereka: “Orang ini datang ke sini sebagai aorang asing dan dia mau menjadi hakim atas kita! Sekarang kami akan
menganiaya engkau lebih dari pada kedua orang itu!” Lalu mereka mendesak orang itu, yaitu Lot, dengan keras, dan mereka mendekat untuk mendobrak pintu.
10 Tetapi kedua orang itu mengulurkan tangannya, menarik Lot masuk ke dalam rumah, lalu menutup pintu.
11 Dan mereka 1membutakan mata orang-orang yang di depan pintu rumah itu, dari yang kecil sampai yang besar, sehingga percumalah orang-orang itu mencari-
cari pintu.
12 Lalu kedua orang itu berkata kepada Lot: “Siapakah kaummu yang ada di sini lagi? Menantu atau anakmu laki-laki, anakmu perempuan, atau siapa saja kaummu
di kota ini, bawalah mereka keluar dari tempat ini,
13 sebab kami akan memusnahkan tempat ini, karena banyak keluh kesah orang tentang kota ini di hadapan TUHAN; sebab itulah TUHAN mengutus kami untuk memus
nahkannya.”
14 Keluarlah Lot, lalu berbicara dengan kedua bakal menantunya, yang akan kawin dengan kedua anaknya perempuan, katanya: “Bangunlah, akeluarlah dari
tempat ini, sebab TUHAN akan memusnahkan kota ini.” Tetapi ia dipandang oleh kedua bakal menantunya itu sebagai orang yang berolok-olok saja.
15 Ketika fajar telah menyingsing, kedua malaikat itu mendesak aLot, supaya bersegera, katanya: “Bangunlah, bawalah isterimu dan kedua anakmu yang ada di
sini, supaya engkau jangan mati lenyap karena kedurjanaan kota ini.”
16 Ketika ia 1berlambat-lambat, maka tangannya, tangan isteri dan tangan kedua anaknya dipegang oleh kedua orang itu, sebab TUHAN hendak mengasihani dia;
lalu kedua orang itu menuntunnya ke luar kota dan melepaskannya di sana.
17 Sesudah kedua orang itu menuntun mereka sampai ke luar, berkatalah seorang: “Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke abelakang, dan
janganlah berhenti di mana pun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap.”
18 Kata Lot kepada mereka: “Janganlah kiranya demikian, tuanku.
19 Sungguhlah hambamu ini telah dikaruniai belas kasihan di hadapanmu, dan tuanku telah berbuat kemurahan besar kepadaku dengan memelihara hidupku, tetapi
jika aku harus lari ke pegunungan, pastilah aku akan tersusul oleh bencana itu, sehingga matilah aku.
20 Sungguhlah kota yang di sana itu cukup dekat kiranya untuk lari ke sana; kota itu kecil; izinkanlah kiranya aku lari ke sana. Bukankah kota itu kecil?
Jika demikian, 1nyawaku akan terpelihara.”
21 Sahut malaikat itu kepadanya: “Baiklah, dalam hal ini pun permintaanmu akan kuterima dengan baik; yakni kota yang telah kau sebut itu tidak akan kutung
gangbalikkan.
22 Cepatlah, larilah ke sana, sebab aku tidak dapat berbuat apa-apa, sebelum engkau sampai ke sana.” Itulah sebabnya nama kota itu disebut 1Zoar.
23 Matahari telah terbit menyinari bumi, ketika Lot tiba di Zoar.
24 Kemudian TUHAN menurunkan hujan abelerang dan api atas bSodom dan Gomora, berasal dari TUHAN, dari langit;
25 dan ditunggangbalikkan-Nyalah kota-kota itu dan Lembah Yordan dan semua penduduk kota-kota serta tumbuh-tumbuhan di tanah.
26 Tetapi aisteri Lot, yang berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang, lalu menjadi 1btiang garam.
27 Ketika Abraham pagi-pagi pergi ke tempat ia aberdiri di hadapan TUHAN itu,
28 dan memandang ke arah Sodom dan Gomora serta ke seluruh tanah Lembah Yordan, maka dilihatnyalah asap dari bumi membubung ke atas sebagai aasap dari dapur
peleburan.
29 Demikianlah pada waktu Allah memusnahkan kota-kota di Lembah Yordan dan menunggangbalikkan kota-kota kediaman Lot, maka Allah aingat kepada Abraham, lalu
dikeluarkan-Nyalah Lot dari tengah-tengah tempat yang ditunggangbalikkan itu.
(2) Keturunan dari Hubungan Sumbang
19:30-38
30 Pergilah Lot dari Zoar dan ia menetap bersama-sama dengan kedua anaknya perempuan di pegunungan, sebab ia tidak berani tinggal di Zoar, maka diamlah ia
dalam suatu gua beserta kedua anaknya.
31 Kata kakaknya kepada adiknya: “Ayah kita telah tua, dan tidak ada laki-laki di negeri ini yang dapat menghampiri kita, seperti kebiasaan seluruh bumi.
32 Marilah kita beri ayah kita minum anggur, lalu kita tidur dengan dia, supaya kita menyambung 1keturunan dari ayah kita.”
33 Pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu masuklah yang lebih tua untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak mengetahui
ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun.
34 Keesokan harinya berkatalah kakaknya kepada adiknya: “Tadi malam aku telah tidur dengan ayah; baiklah malam ini juga kita beri dia minum anggur; masuklah
engkau untuk tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita.”
35 Demikianlah juga pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu bangunlah yang lebih muda untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak
mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun.
36 Lalu mengandunglah kedua anak Lot itu dari ayah mereka.
37 Yang lebih tua melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya 1aMoab; dialah bapa 2borang Moab yang sekarang.
38 Yang lebih muda pun melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya 1Ben-Ami; dialah bapa bani aAmon yang sekarang.
PASAL 20
d. Kelemahan yang Tersembunyi dan Doa Syafaat yang Memalukan
20:1-18
1 Lalu Abraham berangkat dari 1situ ke Tanah Negeb dan ia menetap antara Kadesh dan Syur. Ia tinggal di Gerar sebagai orang asing.
2 Oleh karena Abraham telah mengatakan tentang Sara, isterinya: “1Dia asaudaraku,” maka Abimelekh, raja Gerar, menyuruh mengambil Sara.
3 Tetapi pada waktu malam Allah datang kepada Abimelekh dalam suatu amimpi serta berfirman kepadanya: “Engkau harus mati oleh karena perempuan yang telah
kauambil itu; sebab ia sudah bersuami.”
4 Adapun Abimelekh belum menghampiri Sara. Berkatalah ia: “Tuhan! Apakah Engkau membunuh bangsa yang tak bersalah?
5 Bukankah orang itu sendiri mengatakan kepadaku: Dia saudaraku? Dan perempuan itu sendiri telah mengatakan: Ia saudaraku. Jadi hal ini kulakukan dengan
hati yang tulus dan dengan tangan yang suci.”
6 Lalu berfirmanlah Allah kepadanya dalam mimpi: “Aku tahu juga, bahwa engkau telah melakukan hal itu dengan hati yang tulus, maka Aku pun telah mencegah
engkau untuk berbuat dosa terhadap Aku; sebab itu Aku tidak membiarkan engkau menjamah dia.
7 Jadi sekarang, kembalikanlah isteri orang itu, sebab dia seorang nabi; ia akan aberdoa untuk engkau, maka engkau tetap hidup; tetapi jika engkau tidak
mengembalikan dia, ketahuilah, engkau pasti mati, engkau dan semua orang yang bersama-sama dengan engkau.”
8 Keesokan harinya pagi-pagi Abimelekh memanggil semua hambanya dan memberitahukan seluruh peristiwa itu kepada mereka, lalu sangat takutlah orang-orang itu.
9 Kemudian Abimelekh memanggil Abraham dan berkata kepadanya: “Perbuatan apakah yang kaulakukan ini terhadap kami, dan kesalahan apakah yang kulakukan ter
hadap engkau, sehingga engkau mendatangkan dosa besar atas diriku dan kerajaanku? Engkau telah berbuat hal-hal yang tidak patut kepadaku.”
10 Lagi kata Abimelekh kepada Abraham: “1Apakah maksudmu, maka engkau melakukan hal ini?”
11 Lalu Abraham berkata: “Aku 1berpikir: Takut akan Allah tidak ada di tempat ini; tentulah aku akan adibunuh karena isteriku.
12 Lagipula ia benar-benar saudaraku, anak ayahku, hanya bukan anak ibuku, tetapi kemudian ia menjadi isteriku.
13 1Ketika aAllah menyuruh aku mengembara keluar dari rumah ayahku, berkatalah aku kepada isteriku: Tunjukkanlah kasihmu kepadaku, yakni: katakanlah
tentang aku di tiap-tiap tempat di mana kita tiba: Ia saudaraku.”
14 Kemudian Abimelekh mengambil kambing domba dan lembu sapi, hamba laki-laki dan perempuan, lalu memberikan semuanya itu kepada Abraham; Sara, isteri
Abraham, juga 1dikembalikannya kepadanya.
15 Dan Abimelekh berkata: “Negeriku ini terbuka untuk engkau; menetaplah, di mana engkau suka.”
16 Lalu katanya kepada Sara: “Telah kuberikan kepada saudaramu seribu syikal perak, itulah bukti 1kesucianmu bagi semua orang yang bersama-sama dengan
engkau. Maka dalam segala hal engkau dibenarkan.”
17 Lalu Abraham 1aberdoa kepada Allah, dan Allah menyembuhkan Abimelekh dan isterinya dan budak-budaknya perempuan, sehingga mereka melahirkan anak.
18 Sebab tadinya TUHAN telah menutup kandungan setiap perempuan di istana Abimelekh karena Sara, aisteri Abraham itu.
PASAL 21
e. Kelahiran dan Pertumbuhan Ishak
21:1-8
1 1TUHAN 2amemperhatikan Sara, seperti yang difirmankan-Nya, dan TUHAN melakukan kepada Sara seperti yang bdijanjikan-Nya.
2 Maka mengandunglah aSara, lalu ia 1melahirkan seorang banak laki-laki bagi Abraham dalam masa tuanya, pada cwaktu yang telah ditetapkan, sesuai dengan
firman Allah kepadanya.
3 Abraham menamai anaknya yang baru lahir itu 1aIshak, yang dilahirkan Sara baginya.
4 Kemudian Abraham 1amenyunat Ishak, anaknya itu, ketika berumur 2delapan hari, seperti yang diperintahkan Allah kepadanya.
5 Adapun Abraham berumur aseratus tahun, ketika Ishak, anaknya, lahir baginya.
6 Berkatalah Sara: “Allah telah membuat aku atertawa; setiap orang yang mendengarnya akan tertawa karena aku.”
7 Lagi katanya: “Siapakah tadinya yang dapat mengatakan kepada Abraham: Sara menyusui anak? Namun aku telah melahirkan seorang anak laki-laki baginya pada
masa tuanya.”
8 1Bertambah besarlah anak itu dan ia disapih, lalu Abraham mengadakan perjamuan besar pada hari Ishak disapih itu.
f. Hagar dan Ismael Diusir
21:9-14
9 Pada waktu itu Sara melihat, bahwa aanak yang dilahirkan Hagar, perempuan Mesir itu bagi Abraham, sedang 1bmain dengan Ishak, anaknya sendiri.
10 Berkatalah Sara kepada Abraham: “1aUsirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini btidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan
anakku Ishak.”
11 Hal ini sangat menyebalkan Abraham oleh karena anaknya itu.
12 Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: “Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah
engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut aketurunanmu ialah yang berasal dari bIshak.
13 Tetapi keturunan dari hambamu itu juga akan Kubuat menjadi suatu abangsa, karena ia pun anakmu.”
14 Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar,
kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba.
g. Dua Sumur—Dua Sumber Kehidupan
21:15-34
15 Ketika air yang dikirbat itu habis, dibuangnyalah anak itu ke bawah semak-semak,
16 dan ia duduk agak jauh, kira-kira sepemanah jauhnya, sebab katanya: “Tidak tahan aku melihat anak itu mati.” Sedang ia duduk di situ, menangislah ia
dengan suara nyaring.
17 Allah mendengar suara anak itu, lalu aMalaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: “Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah
takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring.
18 Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar.”
19 Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah 1sumur; ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum.
20 Allah menyertai anak itu, sehingga ia bertambah besar; ia menetap di padang gurun dan menjadi seorang pemanah.
21 Maka tinggallah ia di padang gurun Paran, dan ibunya mengambil seorang isteri baginya dari tanah Mesir.
22 Pada waktu itu Abimelekh, beserta Pikhol, panglima tentaranya, berkata kepada Abraham: “Allah menyertai engkau dalam segala sesuatu yang engkau lakukan.
23 Oleh sebab itu, abersumpahlah kepadaku di sini demi Allah, bahwa engkau tidak akan berlaku curang kepadaku, atau kepada anak-anakku, atau kepada cucu
cicitku; sesuai dengan persahabatan yang kulakukan kepadamu, demikianlah harus engkau berlaku kepadaku dan kepada negeri yang kautinggali sebagai orang
asing.”
24 Lalu kata Abraham: “Aku bersumpah!”
25 Tetapi Abraham menyesali Abimelekh tentang sebuah 1asumur yang telah dirampas oleh hamba-hamba Abimelekh.
26 Jawab Abimelekh: “Aku tidak tahu, siapa yang melakukan hal itu; lagi tidak kauberitahukan kepadaku, dan sampai hari ini belum pula kudengar.”
27 Lalu Abraham mengambil domba dan lembu dan memberikan semuanya itu kepada Abimelekh, kemudian kedua orang itu mengadakan perjanjian.
28 Tetapi Abraham memisahkan 1tujuh anak domba betina dari domba-domba itu.
29 Lalu kata Abimelekh kepada Abraham: “Untuk apakah ketujuh anak domba yang kaupisahkan ini?”
30 Jawabnya: “Ketujuh anak domba ini harus kauterima dari tanganku untuk menjadi tanda bukti bagiku, bahwa akulah yang menggali sumur ini.”
31 Sebab itu orang menyebutkan tempat itu 1aBersyeba, karena kedua orang itu telah bersumpah di sana.
32 Setelah mereka mengadakan 1perjanjian di Bersyeba, pulanglah Abimelekh beserta Pikhol, panglima tentaranya, ke negeri 2orang Filistin.
33 Lalu Abraham menanam sebatang pohon 1tamariska di Bersyeba, dan amemanggil di sana nama TUHAN, 2bAllah yang kekal.
34 Dan masih lama Abraham tinggal sebagai orang asing di negeri orang Filistin.
PASAL 22
h. Mempersembahkan Ishak
22:1-24
1 Setelah semuanya itu Allah 1amencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: “Abraham,” lalu sahutnya: “Ya, Tuhan.”
2 Firman-Nya: “Ambillah 1anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah 2aMoria dan 3persembahkanlah dia di sana sebagai 4kurban
bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.”
3 Keesokan harinya pagi-pagi 1bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga
kayu untuk kurban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya.
4 Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh.
5 Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: “Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang,
sesudah itu kami kembali kepadamu.”
6 Lalu Abraham mengambil kayu untuk kurban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau.
Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.
7 Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: “Bapa.” Sahut Abraham: “Ya, anakku.” Bertanyalah ia: “Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak
domba untuk kurban bakaran itu?”
8 Sahut Abraham: “Allah yang akan amenyediakan banak domba untuk kurban bakaran bagi-Nya, anakku.” Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.
9 Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya aIshak, anaknya itu,
dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api.
10 Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.
11 Tetapi berserulah 1aMalaikat TUHAN dari langit kepadanya: “Abraham, Abraham.” Sahutnya: “Ya, Tuhan.”
12 Lalu Ia berfirman: “Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak
segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.”
13 Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor 1domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam 2belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu
mengurbankannya sebagai kurban bakaran pengganti anaknya.
14 Dan Abraham menamai tempat itu: “1TUHAN menyediakan”; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: “Di atas agunung TUHAN, 2akan bdisediakan.”
15 Untuk kedua kalinya berserulah aMalaikat TUHAN dari langit kepada Abraham,
16 kata-Nya: “Aku abersumpah demi diri-Ku sendiri — demikianlah firman TUHAN —: Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk me
nyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku,
17 maka aAku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti 1bbintang di langit dan seperti 1cpasir di tepi laut, dan
keturunanmu itu akan menduduki dkota-kota musuhnya.
18 Oleh 1keturunanmulah asemua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau bmendengarkan firman-Ku.”
19 Kemudian kembalilah Abraham kepada kedua bujangnya, dan mereka bersama-sama berangkat ke Bersyeba; dan Abraham tinggal di Bersyeba.
20 Sesudah itu Abraham mendapat kabar: “Juga Milka telah melahirkan anak-anak lelaki bagi Nahor, saudaramu:
21 Us, anak sulung, dan Bus, adiknya, dan Kemuel, ayah Aram,
22 juga Kesed, Hazo, Pildash, Yidlaf dan Betuel.”
23 Dan Betuel memperanakkan 1Ribka. Kedelapan orang inilah dilahirkan Milka bagi Nahor, saudara Abraham itu.
24 Dan gundik Nahor, yang namanya Reuma, melahirkan anak juga, yakni Tebah, Gaham, Tahash dan Maakha.
PASAL 23
i. Kematian dan Penguburan Sara
23:1-20
1 Sara hidup seratus dua puluh tujuh tahun lamanya; itulah umur Sara.
2 Kemudian matilah Sara di Kiryat-Arba, yaitu 1aHebron, di tanah Kanaan, lalu Abraham datang meratapi dan menangisinya.
3 Sesudah itu Abraham bangkit dan meninggalkan isterinya yang mati itu, lalu berkata kepada bani Het:
4 “Aku ini orang asing dan apendatang di antara kamu; berikanlah kiranya kuburan milik kepadaku di tanah kamu ini, supaya kiranya aku dapat mengantarkan dan
menguburkan isteriku yang mati itu.”
5 Bani Het menjawab Abraham:
6 “Dengarlah kepada kami, tuanku. Tuanku ini seorang raja agung di tengah-tengah kami; jadi kuburkanlah isterimu yang mati itu dalam kuburan kami yang 1ter
pilih, tidak akan ada seorang pun dari kami yang menolak menyediakan kuburannya bagimu untuk menguburkan isterimu yang mati itu.”
7 Kemudian bangunlah Abraham lalu sujud kepada bani Het, penduduk negeri itu,
8 serta berkata kepada mereka: “Jika kamu setuju, bahwa aku mengantarkan dan menguburkan isteriku yang mati itu, maka dengarkanlah aku dan tolonglah
mintakan dengan sangat kepada Efron bin Zohar,
9 supaya ia memberikan kepadaku gua 1aMakhpela miliknya itu, yang terletak di ujung 2ladangnya; baiklah itu diberikannya kepadaku dengan harga penuh
untuk menjadi kuburan milikku di tengah-tengah kamu.”
10 Pada waktu itu Efron hadir di tengah-tengah bani Het. Maka jawab Efron, orang Het itu, kepada Abraham dengan didengar oleh bani Het, oleh semua orang
yang datang di pintu gerbang kota:
11 “Tidak, tuanku, dengarkanlah aku; ladang itu kuberikan kepadamu dan gua yang di sana pun kuberikan kepadamu; di depan mata orang-orang sebangsaku ku
berikan itu kepadamu; kuburkanlah isterimu yang mati itu.”
12 Lalu sujudlah Abraham di depan penduduk negeri itu
13 serta berkata kepada Efron dengan didengar oleh mereka: “Sesungguhnya, jika engkau suka, dengarkanlah aku: aku membayar harga ladang itu; terimalah itu
dari padaku, supaya aku dapat menguburkan isteriku yang mati itu di sana.”
14 Jawab Efron kepada Abraham:
15 “Tuanku, dengarkanlah aku: sebidang tanah dengan harga empat ratus syikal perak, apa artinya itu bagi kita? Kuburkan sajalah isterimu yang mati itu.”
16 Lalu Abraham menerima usul Efron, maka ditimbangnyalah perak untuk Efron, sebanyak yang dimintanya dengan didengar oleh bani Het itu, empat ratus syikal
perak, seperti yang berlaku di antara para saudagar.
17 Demikianlah ladang Efron, yang letaknya di aMakhpela di sebelah timur Mamre, ladang dan gua yang di sana, serta segala pohon di ladang itu, bahkan di
seluruh tanah itu sampai ke tepi-tepinya,
18 diserahkan kepada Abraham menjadi tanah belian, di depan mata bani Het itu, di depan semua orang yang datang di pintu gerbang kota.
19 Sesudah itu Abraham menguburkan Sara, isterinya, di dalam gua ladang Makhpela itu, di sebelah timur Mamre, yaitu Hebron di tanah Kanaan.
20 Demikianlah dari pihak bani Het ladang dengan gua yang ada di sana diserahkan kepada Abraham menjadi kuburan miliknya.
PASAL 24
j. Pernikahan Ishak
24:1-67
1 Adapun Abraham telah tua dan lanjut umurnya, serta adiberkati TUHAN dalam segala hal.
2 1Berkatalah Abraham kepada 2ahambanya yang paling tua dalam rumahnya, yang menjadi kuasa atas segala kepunyaannya, katanya: “Baiklah letakkan tanganmu di
bawah pangkal pahaku,
3 supaya aku mengambil sumpahmu demi TUHAN, aAllah yang empunya langit dan yang empunya bumi, bahwa engkau 1tidak akan mengambil untuk anakku seorang isteri
dari antara bperempuan Kanaan yang di antaranya aku diam.
4 Tetapi engkau harus pergi ke negeriku dan kepada 1sanak saudaraku untuk mengambil seorang aisteri bagi Ishak, anakku.”
5 Lalu berkatalah hambanya itu kepadanya: “Mungkin perempuan itu tidak suka mengikuti aku ke negeri ini; haruskah aku membawa anakmu itu kembali ke negeri
dari mana tuanku keluar?”
6 Tetapi Abraham berkata kepadanya: “1Awas, jangan kaubawa anakku itu kembali ke sana.
7 TUHAN, aAllah yang empunya langit, yang telah bmemanggil aku dari rumah ayahku serta dari negeri sanak saudaraku, dan yang telah berfirman kepadaku,
serta yang bersumpah kepadaku, demikian: kepada cketurunanmulah akan Kuberikan negeri ini — Dialah juga akan mengutus malaikat-Nya berjalan di depanmu,
sehingga engkau dapat mengambil seorang isteri dari sana untuk anakku.
8 Tetapi jika perempuan itu tidak mau mengikuti engkau, maka lepaslah engkau dari sumpahmu kepadaku ini; hanya saja, janganlah anakku itu kaubawa kembali ke
sana.”
9 Lalu hamba itu meletakkan tangannya di bawah pangkal paha Abraham, tuannya, dan bersumpah kepadanya tentang hal itu.
10 Kemudian hamba itu mengambil sepuluh ekor dari unta tuannya dan pergi dengan membawa berbagai-bagai barang berharga kepunyaan tuannya; demikianlah ia
berangkat menuju 1aAram-Mesopotamia ke kota Nahor.
11 Di sana disuruhnyalah unta itu berhenti di luar kota dekat suatu sumur, pada waktu petang hari, waktu perempuan-perempuan keluar untuk menimba air.
12 Lalu berkatalah ia: “TUHAN, Allah tuanku aAbraham, 1buatlah kiranya tercapai tujuanku pada hari ini, tunjukkanlah kasih setia-Mu kepada tuanku Abraham.
13 Di sini aaku berdiri di dekat mata air, dan anak-anak perempuan penduduk kota ini datang keluar untuk menimba air.
14 Kiranya terjadilah begini: anak gadis, kepada siapa aku berkata: Tolong miringkan buyungmu itu, supaya aku minum, dan yang menjawab: Minumlah, dan unta-
untamu juga akan kuberi minum — dialah kiranya yang Kautentukan bagi hamba-Mu, Ishak; maka dengan begitu akan kuketahui, bahwa Engkau telah menunjukkan
kasih setia-Mu kepada tuanku itu.”
15 Sebelum ia selesai berkata, maka datanglah Ribka, yang lahir bagi Betuel, anak laki-laki Milka, isteri Nahor, saudara Abraham; buyungnya dibawanya di atas
bahunya.
16 Anak gadis itu sangat cantik parasnya, seorang 1perawan, belum pernah bersetubuh dengan laki-laki; ia turun ke mata air itu dan mengisi buyungnya, lalu
kembali naik.
17 Kemudian berlarilah hamba itu mendapatkannya serta berkata: “Tolong beri aku minum air sedikit dari buyungmu itu.”
18 Jawabnya: “Minumlah, tuan,” maka segeralah diturunkannya buyungnya itu ke tangannya, serta diberinya dia minum.
19 Setelah ia selesai memberi hamba itu minum, berkatalah ia: “Baiklah untuk unta-untamu juga kutimba air, sampai semuanya puas minum.”
20 Kemudian segeralah dituangnya air yang di buyungnya itu ke dalam palungan, lalu berlarilah ia sekali lagi ke sumur untuk menimba air dan ditimbanyalah
untuk semua unta orang itu.
21 Dan orang itu mengamat-amatinya dengan berdiam diri untuk mengetahui apakah TUHAN membuat perjalanannya berhasil atau tidak.
22 Setelah unta-unta itu puas minum, maka orang itu mengambil 1aanting-anting emas yang 2setengah syikal beratnya, dan sepasang 1gelang tangan yang 2sepuluh
syikal emas beratnya,
23 serta berkata: “Anak siapakah engkau? Baiklah katakan kepadaku! Adakah di rumah ayahmu tempat bermalam bagi kami?”
24 Lalu jawabnya kepadanya: “Ayahku Betuel, anak Milka, yang melahirkannya bagi Nahor.”
25 Lagi kata gadis itu: “Baik jerami, baik makanan unta banyak pada kami, tempat bermalam pun ada.”
26 Lalu berlututlah orang itu dan sujud amenyembah TUHAN,
27 serta berkata: “Terpujilah TUHAN, Allah tuanku aAbraham, yang tidak menarik kembali kasih-Nya dan setia-Nya dari tuanku itu; dan TUHAN telah menuntun aku
di jalan ke rumah saudara-saudara tuanku ini!”
28 Berlarilah gadis itu pergi menceritakan kejadian itu ke rumah ibunya.
29 Ribka mempunyai saudara laki-laki, namanya aLaban. Laban berlari ke luar mendapatkan orang itu, ke mata air tadi,
30 sesudah dilihatnya anting-anting itu dan gelang pada tangan saudaranya, dan sesudah didengarnya perkataan Ribka, saudaranya, yang bunyinya: “Begitulah
dikatakan orang itu kepadaku.” Ia mendapatkan orang itu, yang masih berdiri di samping unta-untanya di dekat mata air itu,
31 dan berkata: “Marilah engkau yang adiberkati TUHAN, mengapa engkau berdiri di luar, padahal telah kusediakan rumah bagimu, dan juga tempat untuk unta-
untamu.”
32 Masuklah orang itu ke dalam rumah.1Ditanggalkanlah pelana unta-unta, diberikan jerami dan makanan kepada unta-unta itu, lalu dibawa air apembasuh kaki
untuk orang itu dan orang-orang yang bersama-sama dengan dia.
33 Tetapi ketika dihidangkan makanan di depannya, berkatalah orang itu: “Aku tidak akan makan sebelum kusampaikan pesan yang kubawa ini.” Jawab Laban:
“Silakan!”
34 Lalu berkatalah ia: “Aku ini hamba Abraham.
35 TUHAN sangat amemberkati tuanku itu, sehingga ia telah menjadi kaya; TUHAN telah memberikan kepadanya kambing domba dan lembu sapi, emas dan perak,
budak laki-laki dan perempuan, unta dan keledai.
36 Dan Sara, isteri tuanku itu, sesudah tua, telah melahirkan aanak laki-laki bagi tuanku itu; kepada anaknya itu telah diberikan tuanku bsegala harta
miliknya.
37 Tuanku itu telah mengambil asumpahku: Engkau tidak akan mengambil untuk anakku seorang isteri dari antara perempuan Kanaan, yang negerinya kudiami ini,
38 tetapi engkau harus pergi ke rumah ayahku dan kepada kaumku untuk mengambil seorang isteri bagi anakku.
39 Jawabku kepada tuanku itu: Mungkin perempuan itu tidak mau mengikut aku.
40 Tetapi katanya kepadaku: TUHAN, yang di hadapan-Nya aku hidup, akan mengutus amalaikat-Nya menyertai engkau, dan akan membuat perjalananmu berhasil, se
hingga engkau akan mengambil bagi anakku seorang isteri dari kaumku dan dari rumah ayahku.
41 Barulah engkau lepas dari sumpahmu kepadaku, jika engkau sampai kepada kaumku dan mereka tidak memberikan perempuan itu kepadamu; hanya dalam hal itulah
engkau lepas dari sumpahmu kepadaku.
42 Dan hari ini aku sampai ke mata air tadi, lalu kataku: TUHAN, Allah tuanku aAbraham, sudilah kiranya Engkau membuat berhasil perjalanan yang kutempuh
ini.
43 Di sini aaku berdiri di dekat mata air ini; kiranya terjadi begini: Apabila seorang gadis datang ke luar untuk menimba air dan aku berkata kepadanya:
Tolong berikan aku minum air sedikit dari buyungmu itu,
44 dan ia menjawab: aMinumlah, dan untuk unta-untamu juga akan kutimba air, — dialah kiranya isteri, yang telah TUHAN tentukan bagi anak tuanku itu.
45 Belum lagi aku habis berkata dalam hatiku, Ribka telah datang membawa buyung di atas bahunya, dan turun ke mata air itu, lalu menimba air. Kataku
kepadanya: Tolong berikan aku minum.
46 Segeralah ia menurunkan buyung itu dari atas bahunya serta berkata: Minumlah, dan unta-untamu juga akan kuberi minum. Lalu aku minum, dan unta-unta itu
juga diberinya minum.
47 Sesudah itu aku bertanya kepadanya: Anak siapakah engkau? Jawabnya: Ayahku Betuel anak Nahor yang dilahirkan Milka. Lalu aku mengenakan aanting-anting
pada hidungnya dan gelang pada tangannya.
48 Kemudian berlututlah aku dan sujud amenyembah TUHAN, serta memuji TUHAN, Allah tuanku Abraham, yang telah menuntun aku di jalan yang benar untuk mengambil
anak perempuan bsaudara tuanku ini bagi anaknya.
49 Jadi sekarang, apabila kamu mau menunjukkan kasih dan setia kepada tuanku itu, beritahukanlah kepadaku; dan jika tidak, beritahukanlah juga kepadaku,
supaya aku tahu entah berpaling ke kanan atau ke kiri.”
50 Lalu Laban dan Betuel menjawab: “Semuanya ini datangnya dari TUHAN; kami tidak dapat mengatakan kepadamu baiknya atau buruknya.
51 Lihat, Ribka ada di depanmu, bawalah dia dan pergilah, supaya ia menjadi isteri anak tuanmu, seperti yang difirmankan TUHAN.”
52 Ketika hamba Abraham itu mendengar perkataan mereka, sujudlah ia sampai ke tanah menyembah TUHAN.
53 Kemudian hamba itu mengeluarkan 1perhiasan emas dan perak serta pakaian kebesaran, dan memberikan semua itu kepada Ribka; juga kepada saudaranya dan
kepada ibunya diberikannya pemberian yang indah-indah.
54 Sesudah itu makan dan minumlah mereka, ia dan orang-orang yang bersama-sama dengan dia, dan mereka bermalam di situ. Paginya sesudah mereka bangun, ber
katalah hamba itu: “Lepaslah aku pulang kepada tuanku.”
55 Tetapi saudara Ribka berkata, serta ibunya juga: “Biarkanlah anak gadis itu tinggal pada kami barang sepuluh hari lagi, kemudian bolehlah engkau pergi.”
56 Tetapi jawabnya kepada mereka: “Janganlah tahan aku, sedang TUHAN telah membuat perjalananku berhasil; lepaslah aku, supaya aku pulang kepada tuanku.”
57 Kata mereka: “Baiklah kita panggil anak gadis itu dan menanyakan 1kepadanya sendiri.”
58 Lalu mereka memanggil Ribka dan berkata kepadanya: “Maukah engkau pergi beserta orang ini?” Jawabnya: “Mau.”
59 Maka Ribka, saudara mereka itu, dan ainang pengasuhnya beserta hamba Abraham dan orang-orangnya dibiarkan mereka pergi.
60 Dan mereka memberkati Ribka, kata mereka kepadanya: “Saudara kami, moga-moga engkau menjadi aberibu-ribu laksa, dan moga-moga keturunanmu menduduki
1bkota-kota musuhnya.”
61 Lalu berkemaslah Ribka beserta hamba-hambanya perempuan, dan mereka naik unta mengikuti orang itu. Demikianlah hamba itu membawa Ribka lalu berjalan pu
lang.
62 Adapun Ishak telah datang dari arah 1asumur Lahai-Roi; ia tinggal di Tanah Negeb.
63 Menjelang senja Ishak sedang keluar untuk berjalan-jalan di padang. Ia melayangkan pandangnya, maka dilihatnyalah ada unta-unta datang.
64 Ribka juga melayangkan pandangnya dan ketika dilihatnya Ishak, turunlah ia dari untanya.
65 Katanya kepada hamba itu: “Siapakah laki-laki itu yang berjalan di padang ke arah kita?” Jawab hamba itu: “Dialah tuanku itu.” Lalu Ribka mengambil
atelekungnya dan bertelekunglah ia.
66 Kemudian hamba itu menceritakan kepada Ishak segala yang dilakukannya.
67 Lalu Ishak 1membawa Ribka ke dalam kemah Sara, ibunya, dan mengambil dia menjadi isterinya. Ishak mencintainya dan demikian ia dihiburkan setelah
ibunya meninggal.
PASAL 25
5. Tidak Ada Kematangan dalam Hayat
25:1-18
1 Abraham mengambil pula 1seorang isteri, namanya aKetura.
2 Perempuan itu melahirkan baginya Zimran, Yoksan, Medan, aMidian, Isybak dan Suah.
3 Yoksan memperanakkan Syeba dan Dedan. Keturunan Dedan ialah orang Asyur, orang Letush dan orang Leum.
4 Anak-anak Midian ialah Efa, Efer, Henokh, Abida dan Eldaa. Itulah semuanya keturunan Ketura.
5 Abraham memberikan 1asegala harta miliknya kepada 2Ishak,
6 tetapi kepada anak-anaknya yang diperolehnya dari gundik-gundiknya ia memberikan pemberian; kemudian ia menyuruh mereka — masih pada waktu ia hidup — me
ninggalkan Ishak, anaknya, dan pergi ke sebelah timur, ke Tanah Timur.
7 Abraham mencapai umur seratus tujuh puluh lima tahun,
8 lalu ia meninggal. Ia mati pada waktu telah putih rambutnya, tua dan suntuk umur, maka ia dikumpulkan kepada kaum leluhurnya.
9 Dan anak-anaknya, Ishak dan Ismael, menguburkan dia dalam gua 1aMakhpela, di padang Efron bin Zohar, orang Het itu, padang yang letaknya di sebelah timur
Mamre,
10 yang telah dibeli Abraham dari bani Het; di sanalah terkubur aAbraham dan Sara isterinya.
11 Setelah Abraham mati, Allah 1memberkati Ishak, anaknya itu; dan Ishak diam dekat asumur Lahai-Roi.
12 Inilah keturunan aIsmael, anak Abraham, yang telah dilahirkan baginya oleh Hagar, perempuan Mesir, hamba Sara itu.
13 Inilah nama aanak-anak Ismael, disebutkan menurut urutan lahirnya: Nebayot, anak sulung Ismael, selanjutnya Kedar, Adbeel, Mibsam,
14 Misyma, Duma, Masa,
15 Hadad, Tema, Yetur, Nafish dan Kedma.
16 Itulah anak-anak Ismael, dan itulah nama-nama mereka, menurut kampung mereka dan menurut perkemahan mereka, dua belas orang raja, masing-masing dengan
sukunya.
17 Umur Ismael ialah seratus tiga puluh tujuh tahun. Sesudah itu ia meninggal. Ia mati dan dikumpulkan kepada kaum leluhurnya.
18 Mereka itu mendiami daerah dari Hawila sampai Syur, yang letaknya di sebelah timur Mesir ke arah Asyur. Mereka menetap berhadapan dengan semua saudara
mereka.
B. Aspek Kedua—Pengalaman Ishak
25:19-21, 27-28; 26:1—27:4, 27b-41; 28:6-9
1. Memperoleh Putra Kembar
25:19-21
19 Inilah riwayat keturunan Ishak, anak Abraham. Abraham memperanakkan aIshak.
20 Dan Ishak berumur empat puluh tahun, ketika Ribka, anak Betuel, orang Aram dari Padan-Aram, saudara perempuan Laban orang Aram itu, diambilnya menjadi
isterinya.
21 1Berdoalah Ishak kepada TUHAN untuk isterinya, sebab isterinya itu mandul; TUHAN mengabulkan doanya, sehingga Ribka, isterinya itu, amengandung.
C. Aspek Ketiga—Pengalaman Yakub (Bersama Yusuf)
25:22-26, 29-34; 27:5-27a; 27:42—28:5; 28:10—50:26
1. Ditanggulangi
25:22-26, 29-34; 27:5-27a; 27:42—28:5; 28:10—32:21
a. Dipilih untuk Lahir sebagai yang Kedua
25:22-26
22 Tetapi anak-anaknya bertolak-tolakan di dalam rahimnya dan ia berkata: “Jika demikian halnya, mengapa aku hidup?” Dan ia pergi meminta petunjuk kepada
TUHAN.
23 Firman TUHAN kepadanya: “1aDua bangsa ada dalam kandunganmu, dan dua suku bangsa akan berpencar dari dalam rahimmu; suku bangsa yang satu akan blebih
kuat dari yang lain, dan anak yang tua akan menjadi chamba kepada 2anak yang muda.”
24 Setelah genap harinya untuk bersalin, memang anak kembar yang di dalam kandungannya.
25 Keluarlah yang pertama, warnanya merah, seluruh tubuhnya seperti jubah berbulu; sebab itu ia dinamai 1Esau.
26 Sesudah itu keluarlah adiknya; tangannya 1amemegang tumit Esau, sebab itu ia dinamai 2bYakub. Ishak berumur enam puluh tahun pada waktu mereka lahir.
(B. Pengalaman Ishak–Lanjutan)
2. Hidup dalam Hayat Alamiah seperti Yakub
25:27-28; 28:6-9
27 Lalu bertambah besarlah kedua anak itu: Esau menjadi seorang yang pandai berburu, seorang yang suka tinggal di padang, tetapi Yakub adalah seorang yang
tenang, yang suka tinggal di akemah.
28 Ishak sayang kepada Esau, sebab 1ia suka makan daging buruan, tetapi Ribka kasih kepada Yakub.
(C. Pengalaman Yakub–Lanjutan)
(1. Ditanggulangi–Lanjutan)
b. Dipaksa Meninggalkan Ibunya yang Terkasih dan Rumah Ayahnya
25:29-34; 27:5-27a; 27:42—28:5
(1) Merebut Hak Kesulungan
25:29-34
29 Pada suatu kali Yakub sedang memasak sesuatu, lalu datanglah Esau dengan lelah dari padang.
30 Kata Esau kepada Yakub: “Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu, karena aku lelah.” Itulah sebabnya namanya disebutkan
1aEdom.
31 Tetapi kata Yakub: “Juallah 1dahulu kepadaku hak kesulunganmu.”
32 Sahut Esau: “Sebentar lagi aku akan mati; apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?”
33 Kata Yakub: “Bersumpahlah dahulu kepadaku.” Maka bersumpahlah ia kepada Yakub dan dijualnyalah ahak kesulungannya kepadanya.
34 Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau; ia makan dan minum, lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau 1memandang ringan hak
kesulungan itu.
PASAL 26
(B. Pengalaman Ishak—Lanjutan)
3. Mewarisi Janji yang Diberikan kepada Ayahnya
26:1-5
1 Maka timbullah kelaparan di negeri itu. — Ini bukan akelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada
Abimelekh, raja orang Filistin.
2 Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: “Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu.
3 Tinggallah di negeri ini sebagai aorang asing, maka Aku akan bmenyertai engkau dan 1memberkati engkau, sebab kepadamulah dan kepada cketurunanmu akan
Kuberikan seluruh negeri ini, dan Aku akan dmenepati esumpah yang telah Kuikrarkan kepada Abraham, ayahmu.
4 Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti abintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu bsemua
bangsa di bumi akan mendapat berkat,
5 karena Abraham telah amendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku.”
(B. Pengalaman Ishak—Lanjutan)
4. Mempunyai Kelemahan Alamiah seperti Abraham
26:6-11
6 Jadi tinggallah Ishak di Gerar.
7 Ketika orang-orang di tempat itu bertanya tentang isterinya, berkatalah ia: “1Dia asaudaraku,” sebab ia takut mengatakan: “Ia isteriku,” karena
pikirnya: “Jangan-jangan aku dibunuh oleh penduduk tempat ini karena Ribka, sebab elok parasnya.”
8 Setelah beberapa lama ia ada di sana, pada suatu kali menjenguklah Abimelekh, raja orang Filistin itu dari jendela, maka dilihatnya Ishak sedang
bercumbu-cumbuan dengan Ribka, isterinya.
9 Lalu Abimelekh memanggil Ishak dan berkata: “Sesungguhnya dia isterimu, masakan engkau berkata: Dia saudaraku?” Jawab Ishak kepadanya: “Karena pikirku:
Jangan-jangan aku mati karena dia.”
10 Tetapi Abimelekh berkata: “Apakah juga yang telah kauperbuat ini terhadap kami? Mudah sekali terjadi, salah seorang dari bangsa ini tidur dengan
isterimu, sehingga dengan demikian engkau mendatangkan kesalahan atas kami.”
11 Lalu Abimelekh memberi perintah kepada seluruh bangsa itu: “Siapa yang mengganggu orang ini atau isterinya, pastilah ia akan dihukum mati.”
(B. Pengalaman Ishak–Lanjutan)
5. Menuai Seratus Kali Lipat dan Menjadi Besar
26:12-14
12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil aseratus kali lipat; sebab ia bdiberkati TUHAN.
13 Dan orang itu menjadi 1kaya, bahkan kian lama kian 1kaya, sehingga ia menjadi sangat 1kaya.
14 Ia mempunyai kumpulan kambing domba dan lembu sapi serta banyak 1anak buah, sehingga orang Filistin itu cemburu kepadanya.
(B. Pengalaman Ishak–Lanjutan)
6. Menemukan Sumur di Banyak Tempat
26:15-22
15 Segala sumur, yang adigali dalam zaman Abraham, ayahnya, oleh hamba-hamba ayahnya itu, telah ditutup oleh orang Filistin dan ditimbun dengan tanah.
16 Lalu kata Abimelekh kepada Ishak: “Pergilah dari tengah-tengah kami sebab engkau telah menjadi jauh lebih berkuasa dari pada kami.”
17 Jadi pergilah Ishak dari situ dan berkemahlah ia di lembah Gerar, dan ia menetap di situ.
18 Kemudian Ishak menggali kembali sumur-sumur yang digali dalam zaman Abraham, ayahnya, dan yang telah ditutup oleh orang Filistin sesudah Abraham mati;
disebutkannyalah nama sumur-sumur itu menurut anama-nama yang telah diberikan oleh ayahnya.
19 Ketika hamba-hamba Ishak menggali di lembah itu, mereka mendapati di situ 1mata air yang berbual-bual airnya.
20 Lalu bertengkarlah para gembala Gerar dengan para gembala Ishak. Kata mereka: “Air ini kepunyaan kami.” Dan Ishak menamai sumur itu 1Esek, karena mereka
bertengkar dengan dia di sana.
21 Kemudian mereka menggali sumur lain, dan mereka bertengkar juga tentang itu. Maka Ishak menamai sumur itu 1Sitna.
22 Ia pindah dari situ dan menggali sumur yang lain lagi, tetapi tentang sumur ini mereka tidak bertengkar. Sumur ini dinamainya 1Rehobot, dan ia berkata:
“Sekarang TUHAN telah memberikan kelonggaran kepada kita, sehingga kita dapat beranak cucu di negeri ini.”
(B. Pengalaman Ishak–Lanjutan)
7. Allah Menegaskan Janji-Nya kepadanya di Bersyeba, Tempat Unik Penampakan Allah untuk Menggenapkan Tujuan-Nya
26:23-35
23 Dari situ ia pergi ke Bersyeba.
24 Lalu pada malam itu TUHAN 1menampakkan diri kepadanya serta berfirman: “Akulah aAllah ayahmu Abraham; janganlah takut, sebab Aku bmenyertai engkau; Aku
akan memberkati engkau dan membuat banyak keturunanmu karena Abraham, hamba-Ku itu.”
25 Sesudah itu Ishak mendirikan amezbah di situ dan bmemanggil nama TUHAN. Ia memasang ckemahnya di situ, lalu hamba-hambanya menggali sumur di situ.
26 Datanglah Abimelekh dari Gerar mendapatkannya, bersama-sama dengan Ahuzat, sahabatnya, dan Pikhol, kepala pasukannya.
27 Tetapi kata Ishak kepada mereka: “Mengapa kamu datang mendapatkan aku? Bukankah kamu benci kepadaku, dan telah menyuruh aku keluar dari tanahmu?”
28 Jawab mereka: “Kami telah melihat sendiri, bahwa TUHAN menyertai engkau; sebab itu kami berkata: baiklah kita mengadakan sumpah setia, antara kami dan
engkau; dan baiklah kami mengikat perjanjian dengan engkau,
29 bahwa engkau tidak akan berbuat jahat kepada kami, seperti kami tidak mengganggu engkau, dan seperti kami semata-mata berbuat baik kepadamu dan membiarkan
engkau pergi dengan damai; bukankah engkau sekarang yang adiberkati TUHAN.”
30 Kemudian Ishak mengadakan perjamuan bagi mereka, lalu mereka makan dan minum.
31 Keesokan harinya pagi-pagi abersumpah-sumpahanlah mereka. Kemudian Ishak melepas mereka, dan mereka meninggalkan dia dengan damai.
32 Pada hari itu datanglah hamba-hamba Ishak memberitahukan kepadanya tentang sumur yang telah digali mereka, serta berkata kepadanya: “Kami telah
mendapat air.”
33 Lalu dinamainyalah sumur itu 1Syeba. Sebab itu nama kota itu adalah 2aBersyeba, sampai sekarang.
34 Ketika Esau telah berumur empat puluh tahun, ia mengambil Yudit, aanak Beeri orang Het, dan Basmat, anak Elon orang Het, menjadi isterinya.
35 Kedua perempuan itu menimbulkan akepedihan hati bagi Ishak dan bagi Ribka.
PASAL 27
(B. Pengalaman Ishak—Lanjutan)
8. Kurang Matang dalam Hayat
27:1-4, 27b-41
1 Ketika Ishak sudah tua, dan matanya telah akabur, sehingga ia tidak dapat melihat lagi, dipanggilnyalah Esau, anak sulungnya, serta berkata kepadanya:
“Anakku.” Sahut Esau: “Ya, bapa.”
2 Berkatalah Ishak: “Lihat, aku sudah tua, aku tidak tahu bila hari kematianku.
3 Maka sekarang, ambillah senjatamu, tabung panah dan busurmu, pergilah ke padang dan aburulah bagiku seekor binatang;
4 olahlah bagiku makanan yang enak, seperti yang kugemari, sesudah itu bawalah kepadaku, supaya kumakan, agar 1aku 2amemberkati engkau, sebelum aku mati.”
(C. Pengalaman Yakub—Lanjutan)
(1. Ditanggulangi—Lanjutan)
(b. Dipaksa Meninggalkan Ibunya yang Terkasih dan Rumah Ayahnya—Lanjutan)
(2) Merebut Berkat Ayahnya
27:5-27a
5 Tetapi Ribka mendengarkannya, ketika Ishak berkata kepada Esau, anaknya. Setelah Esau pergi ke padang memburu seekor binatang untuk dibawanya kepada
ayahnya,
6 berkatalah Ribka kepada Yakub, anaknya: “Telah kudengar ayahmu berkata kepada Esau, kakakmu:
7 Bawalah bagiku seekor binatang buruan dan olahlah bagiku makanan yang enak, supaya kumakan, dan supaya aku memberkati engkau di hadapan TUHAN, sebelum
aku mati.
8 Maka sekarang, anakku, adengarkanlah perkataanku seperti yang kuperintahkan kepadamu.
9 Pergilah ke tempat kambing domba kita, ambillah dari sana dua anak kambing yang baik, maka aku akan mengolahnya menjadi makanan yang enak bagi ayahmu, se
perti yang digemarinya.
10 Bawalah itu kepada ayahmu, supaya dimakannya, agar dia amemberkati engkau, sebelum ia mati.”
11 Lalu kata Yakub kepada Ribka, ibunya: “Tetapi Esau, kakakku, adalah seorang yang aberbulu badannya, sedang aku ini kulitku licin.
12 Mungkin ayahku akan meraba aku; maka nanti ia akan menyangka bahwa aku mau memperolok-olokkan dia; dengan demikian aku akan mendatangkan akutuk atas di
riku dan bukan berkat.”
13 Tetapi ibunya berkata kepadanya: “Akulah yang amenanggung kutuk itu, anakku; dengarkan saja perkataanku, pergilah ambil kambing-kambing itu.”
14 Lalu ia pergi mengambil kambing-kambing itu dan membawanya kepada ibunya; sesudah itu ibunya mengolah makanan yang enak, seperti yang digemari ayahnya.
15 Kemudian Ribka mengambil apakaian yang indah kepunyaan Esau, anak sulungnya, pakaian yang disimpannya di rumah, lalu disuruhnyalah dikenakan oleh
Yakub, anak bungsunya.
16 Dan kulit anak kambing itu dipalutkannya pada kedua tangan Yakub dan pada lehernya yang licin itu.
17 Lalu ia memberikan makanan yang enak dan roti yang telah diolahnya itu kepada Yakub, anaknya.
18 Demikianlah Yakub masuk ke tempat ayahnya serta berkata: “Bapa!” Sahut ayahnya: “Ya, anakku; siapakah engkau?”
19 Kata Yakub kepada ayahnya: “Akulah Esau, anak sulungmu. Telah kulakukan, seperti yang bapa katakan kepadaku. Bangunlah, duduklah dan makanlah daging
buruan masakanku ini, agar 1bapa memberkati aku.”
20 Lalu Ishak berkata kepada anaknya itu: “Lekas juga engkau mendapatnya, anakku!” Jawabnya: “Karena TUHAN, Allahmu, membuat aku mencapai tujuanku.”
21 Lalu kata Ishak kepada Yakub: “Datanglah mendekat, anakku, supaya aku meraba engkau, apakah engkau ini anakku Esau atau bukan.”
22 Maka Yakub mendekati Ishak, ayahnya, dan ayahnya itu merabanya serta berkata: “Kalau suara, suara Yakub; kalau tangan, tangan Esau.”
23 Jadi Ishak tidak mengenal dia, karena tangannya berbulu seperti tangan Esau, kakaknya. Ishak hendak memberkati dia,
24 tetapi ia masih bertanya: “Benarkah engkau ini anakku Esau?” Jawabnya: “Ya!”
25 Lalu berkatalah Ishak: “Dekatkanlah makanan itu kepadaku, supaya kumakan daging buruan masakan anakku, agar 1aku amemberkati engkau.” Jadi
didekatkannyalah makanan itu kepada ayahnya, lalu ia makan, dibawanya juga anggur kepadanya, lalu ia minum.
26 Berkatalah Ishak, ayahnya, kepadanya: “Datanglah dekat-dekat dan ciumlah aku, anakku.”
27 Lalu datanglah Yakub dekat-dekat dan diciumnyalah ayahnya.
(B. Pengalaman Ishak—Lanjutan)
8. Kurang Matang dalam Hayat (Lanjutan)
27:27b-41
Ketika 1Ishak mencium bau pakaian Yakub, 2adiberkatinyalah dia, katanya: “Sesungguhnya bau anakku adalah sebagai bau padang yang diberkati TUHAN.
28 Allah akan memberikan kepadamu aembun yang dari langit dan tanah-tanah gemuk di bumi dan bgandum serta anggur berlimpah-limpah.
29 Bangsa-bangsa akan takluk kepadamu, dan suku-suku bangsa akan sujud kepadamu; jadilah tuan atas saudara-saudaramu, dan aanak-anak ibumu akan sujud
kepadamu. Siapa yang mengutuk engkau, terkutuklah ia, dan siapa yang memberkati engkau, bdiberkatilah ia.”
30 Setelah Ishak selesai memberkati Yakub, dan baru saja Yakub keluar meninggalkan Ishak, ayahnya, pulanglah Esau, kakaknya, dari berburu.
31 Ia juga menyediakan makanan yang enak, lalu membawanya kepada ayahnya. Katanya kepada ayahnya: “Bapa, bangunlah dan makan daging buruan masakan anakmu,
agar 1engkau memberkati aku.”
32 Tetapi kata Ishak, ayahnya, kepadanya: “Siapakah engkau ini?” Sahutnya: “Akulah anakmu, anak sulungmu, Esau.”
33 Lalu terkejutlah Ishak dengan sangat serta berkata: “Siapakah gerangan dia, yang memburu binatang itu dan yang telah membawanya kepadaku? Aku telah
memakan semuanya, sebelum engkau datang, dan telah memberkati dia; dan dia akan tetap orang yang diberkati.”
34 Sesudah Esau mendengar perkataan ayahnya itu, meraung-raunglah ia dengan sangat keras dalam akepedihan hatinya serta berkata kepada ayahnya: “Berkatilah
aku ini juga, ya bapa!”
35 Jawab ayahnya: “Adikmu telah datang dengan tipu daya dan telah merampas berkat yang untukmu itu.”
36 Kata 1Esau: “Bukankah tepat namanya aYakub, karena ia telah dua kali menipu aku. bHak kesulunganku telah dirampasnya, dan sekarang dirampasnya pula
berkat yang untukku.” Lalu katanya: “Apakah bapa tidak mempunyai berkat lain bagiku?”
37 Lalu Ishak menjawab Esau, katanya: “Sesungguhnya telah kuangkat dia menjadi atuan atas engkau, dan segala saudaranya telah kuberikan kepadanya menjadi
hambanya, dan telah kubekali dia dengan bgandum dan anggur; maka kepadamu, apa lagi yang dapat kuperbuat, ya anakku?”
38 Kata Esau kepada ayahnya: “Hanya berkat yang satu itukah ada padamu, ya bapa? Berkatilah aku ini juga, ya bapa!” Dan dengan suara keras menangislah Esau.
39 Lalu Ishak, ayahnya, amenjawabnya: “Sesungguhnya tempat kediamanmu akan jauh dari tanah-tanah bgemuk di bumi dan jauh dari cembun dari langit di atas.
40 Engkau akan hidup dari pedangmu dan engkau akan menjadi ahamba adikmu. Tetapi akan terjadi kelak, apabila engkau 1berusaha sungguh-sungguh, maka engkau
akan bmelemparkan kuk itu dari tengkukmu.”
41 Esau menaruh dendam kepada Yakub karena berkat yang telah diberikan oleh ayahnya kepadanya, lalu ia berkata kepada dirinya sendiri: “Hari-hari berkabung
karena kematian ayahku itu tidak akan lama lagi; pada waktu itulah Yakub, aadikku, akan kubunuh.”
(C. Pengalaman Yakub—Lanjutan)
(1. Ditanggulangi—Lanjutan)
(b. Dipaksa Meninggalkan Ibunya yang Terkasih dan Rumah ayahnya—Lanjutan)
(3) Disuruh Melarikan Diri oleh Ibunya
27:42-46
42 Ketika diberitahukan perkataan Esau, anak sulungnya itu kepada Ribka, maka disuruhnyalah memanggil Yakub, anak bungsunya, lalu berkata kepadanya: “Esau,
kakakmu, bermaksud membalas dendam membunuh engkau.
43 Jadi sekarang, anakku, dengarkanlah perkataanku, bersiaplah engkau dan larilah kepada Laban, saudaraku, ke Haran,
44 dan tinggallah padanya beberapa waktu lamanya, sampai kegeraman
45 dan kemarahan kakakmu itu surut dari padamu, dan ia lupa apa yang telah engkau perbuat kepadanya; kemudian aku akan menyuruh orang menjemput engkau dari
situ. Mengapa aku akan kehilangan kamu berdua pada satu hari juga?”
46 Kemudian Ribka berkata kepada Ishak: “Aku telah ajemu hidup karena perempuan-perempuan Het itu; jikalau Yakub juga mengambil seorang isteri dari antara
bperempuan negeri ini, semacam perempuan Het itu, apa gunanya aku hidup lagi?”
PASAL 28
(4) Diberkati dan Dilepas oleh Ayahnya
28:1-5
1 Kemudian Ishak memanggil Yakub, lalu amemberkati dia serta memesankan kepadanya, katanya: “Janganlah mengambil isteri dari bperempuan Kanaan.
2 Bersiaplah, pergilah ke Padan-Aram, ke rumah Betuel, ayah ibumu, dan ambillah dari situ seorang isteri dari anak-anak Laban, saudara ibumu.
3 Moga-moga 1aAllah Yang Mahakuasa memberkati engkau, membuat engkau bberanak cucu dan membuat engkau menjadi banyak, sehingga engkau menjadi sekumpulan
bangsa-bangsa.
4 Moga-moga Ia memberikan kepadamu aberkat yang untuk Abraham, kepadamu serta kepada keturunanmu, sehingga engkau memiliki negeri ini yang kaudiami sebagai
borang asing, yang telah diberikan Allah kepada Abraham.”
5 Demikianlah Ishak melepas Yakub, lalu berangkatlah Yakub ke Padan-Aram, kepada Laban anak Betuel, orang Aram itu, saudara Ribka ibu Yakub dan Esau.
(B. Pengalaman Ishak—Lanjutan)
2. Hidup dalam Hayat Alamiah seperti Yakub (Lanjutan)
28:6-9
6 Ketika Esau melihat, bahwa Ishak telah memberkati Yakub dan melepasnya ke Padan-Aram untuk mengambil isteri dari situ — pada waktu ia memberkatinya ia
telah memesankan kepada Yakub: “Janganlah ambil isteri dari antara perempuan Kanaan” —
7 dan bahwa Yakub mendengarkan perkataan ayah dan ibunya, dan pergi ke Padan-Aram,
8 maka Esau pun menyadari, bahwa aperempuan Kanaan itu tidak disukai oleh Ishak, ayahnya.
9 Sebab itu ia pergi kepada Ismael dan mengambil Mahalat menjadi isterinya, di samping kedua isterinya yang telah ada. Mahalat adalah anak Ismael anak
Abraham, adik Nebayot.
(C. Pengalaman Yakub—Lanjutan)
(1. Ditanggulangi—Lanjutan)
c. Mimpi di Betel
28:10-22
10 Maka Yakub berangkat dari Bersyeba dan pergi ke aHaran.
11 Ia sampai di suatu tempat, dan bermalam di situ, karena matahari telah terbenam. Ia mengambil sebuah batu yang terletak di tempat itu dan 1dipakainya
sebagai alas kepala, lalu membaringkan dirinya di tempat itu.
12 Maka 1abermimpilah ia, di bumi ada didirikan sebuah 2tangga yang ujungnya sampai di langit, dan tampaklah 3bmalaikat-malaikat Allah 4turun naik di tangga
itu.
13 Berdirilah TUHAN di sampingnya dan berfirman: “Akulah TUHAN, 1aAllah Abraham, nenekmu, dan 1Allah Ishak; 2tanah tempat engkau berbaring ini akan
Kuberikan kepadamu dan kepada 2bketurunanmu.
14 Keturunanmu akan menjadi seperti adebu tanah banyaknya, dan engkau akan mengembang ke sebelah timur, barat, utara dan selatan, dan olehmu serta
keturunanmu bsemua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.
15 Sesungguhnya Aku amenyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke mana pun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku
tidak akan bmeninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu.”
16 Ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkatalah ia: “Sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya.”
17 Ia takut dan berkata: “Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini tidak lain dari arumah Allah, ini 1pintu gerbang surga.”
18 Keesokan harinya pagi-pagi Yakub mengambil abatu yang dipakainya sebagai alas kepala dan mendirikan itu menjadi 1tugu dan menuang bminyak ke atasnya.
19 Ia menamai tempat itu 1aBetel; dahulu nama kota itu bLus.
20 Lalu abernazarlah Yakub: “Jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan
pakaian untuk dipakai,
21 sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka TUHAN akan menjadi aAllahku.
22 Dan abatu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan
bsepersepuluh kepada-Mu.”
PASAL 29
d. Dipimpin dalam Kedaulatan Allah Bertemu dengan Rahel dan Laban
29:1-14
1 Kemudian 1berangkatlah Yakub dari situ dan pergi ke negeri Bani Timur.
2 Ketika ia memandang sekelilingnya, dilihatnya ada sebuah sumur di padang, dan ada tiga kumpulan kambing domba berbaring di dekatnya, sebab dari sumur
itulah orang memberi minum kumpulan-kumpulan kambing domba itu. Adapun batu penutup sumur itu besar;
3 dan apabila segala kumpulan kambing domba itu digiring berkumpul ke sana, maka gembala-gembala menggulingkan batu itu dari mulut sumur, lalu kambing
domba itu diberi minum; kemudian dikembalikanlah batu itu lagi ke mulut sumur itu.
4 Bertanyalah Yakub kepada mereka: “Saudara-saudara, dari manakah kamu ini?” Jawab mereka: “Kami ini dari Haran.”
5 Lagi katanya kepada mereka: “Kenalkah kamu Laban, cucu Nahor?” Jawab mereka: “Kami kenal.”
6 Selanjutnya katanya kepada mereka: “Selamatkah ia?” Jawab mereka: “Selamat! Tetapi lihat, itu datang anaknya perempuan, Rahel, dengan kambing dombanya.”
7 Lalu kata Yakub: “Hari masih siang, belum waktunya untuk mengumpulkan ternak; berilah minum kambing dombamu itu, kemudian pergilah menggembalakannya
lagi.”
8 Tetapi jawab mereka: “Kami tidak dapat melakukan itu selama segala kumpulan binatang itu belum berkumpul; barulah batu itu digulingkan dari mulut sumur dan
kami memberi minum kambing domba kami.”
9 Selagi ia berkata-kata dengan mereka, datanglah Rahel dengan kambing domba ayahnya, sebab dialah yang menggembalakannya.
10 Ketika Yakub melihat Rahel, anak Laban saudara ibunya, serta kambing domba Laban, ia datang mendekat, lalu menggulingkan batu itu dari mulut sumur,
dan memberi minum kambing domba itu.
11 Kemudian Yakub mencium Rahel serta menangis dengan suara keras.
12 Lalu Yakub menceritakan kepada Rahel, bahwa ia 1asanak saudara ayah Rahel, dan anak Ribka. Maka berlarilah Rahel bmenceritakannya kepada ayahnya.
13 Segera sesudah Laban mendengar kabar tentang Yakub, anak saudaranya itu, berlarilah ia menyongsong dia, lalu mendekap dan mencium dia, kemudian membawanya
ke rumahnya. Maka Yakub menceritakan segala hal ihwalnya kepada Laban.
14 Kata Laban kepadanya: “Sesungguhnya engkau sedarah sedaging dengan aku.” Maka tinggallah Yakub padanya genap sebulan lamanya.
e. Ditipu oleh Laban agar Menikahi Kedua Putri Laban
29:15-30
15 Kemudian berkatalah Laban kepada Yakub: “Masakan karena engkau adalah sanak saudaraku, engkau bekerja padaku dengan cuma-cuma? Katakanlah kepadaku apa
yang patut menjadi upahmu.”
16 Laban mempunyai dua anak perempuan; yang lebih tua namanya Lea dan yang lebih muda namanya Rahel.
17 Lea 1tidak berseri matanya, tetapi Rahel itu elok sikapnya dan cantik parasnya.
18 Yakub cinta kepada Rahel, sebab itu ia berkata: “Aku mau abekerja padamu tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel, anakmu yang lebih muda itu.”
19 Sahut Laban: “Lebih baiklah ia kuberikan kepadamu dari pada kepada orang lain; maka tinggallah padaku.”
20 Jadi bekerjalah Yakub tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel itu, tetapi yang tujuh tahun itu dianggapnya seperti beberapa hari saja, karena
cintanya kepada Rahel.
21 Sesudah itu berkatalah Yakub kepada Laban: “Berikanlah kepadaku bakal isteriku itu, sebab jangka waktuku telah genap, supaya aku akan kawin dengan dia.”
22 Lalu Laban mengundang semua orang di tempat itu, dan mengadakan perjamuan.
23 Tetapi pada waktu malam diambilnyalah Lea, anaknya, lalu dibawanya kepada Yakub. Maka Yakub pun menghampiri dia.
24 Lagipula Laban memberikan aZilpa, budaknya perempuan, kepada Lea, anaknya itu, menjadi budaknya.
25 Tetapi pada waktu pagi tampaklah bahwa itu 1Lea! Lalu berkatalah Yakub kepada Laban: “Apakah yang kauperbuat terhadap aku ini? Bukankah untuk mendapat
Rahel aku bekerja padamu? Mengapa engkau menipu aku?”
26 Jawab Laban: “Tidak biasa orang berbuat demikian di tempat kami ini, mengawinkan adiknya lebih dahulu dari pada kakaknya.
27 Genapilah dahulu tujuh hari perkawinanmu dengan anakku ini; kemudian anakku yang lain pun akan diberikan kepadamu sebagai upah, asal engkau bekerja pula
padaku tujuh tahun lagi.”
28 Maka Yakub berbuat demikian; ia menggenapi ketujuh hari perkawinannya dengan Lea, kemudian Laban memberikan kepadanya Rahel, anaknya itu, menjadi
isterinya.
29 Lagi pula Laban memberikan aBilha, budaknya perempuan, kepada Rahel, anaknya itu, menjadi budaknya.
30 Yakub menghampiri Rahel juga, malah ia lebih cinta kepada Rahel dari pada kepada Lea. Demikianlah ia abekerja pula pada Laban tujuh tahun lagi.
f. Persaingan, Iri Hati, dan Pergumulan Antara Istri-istri Yakub
dalam Melahirkan Anak
29:31—30:24
31 Ketika TUHAN melihat, bahwa Lea atidak dicintai, dibuka-Nyalah kandungannya, tetapi Rahel bmandul.
32 Lea mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya 1aRuben, sebab katanya: “Sesungguhnya TUHAN telah memperhatikan kesengsaraanku;
sekarang tentulah aku akan dicintai oleh suamiku.”
33 Mengandung pulalah ia, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, maka ia berkata: “Sesungguhnya, TUHAN telah mendengar, bahwa aku tidak dicintai, lalu
diberikan-Nya pula anak ini kepadaku.” Maka ia menamai anak itu 1aSimeon.
34 Mengandung pulalah ia, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, maka ia berkata: “Sekali ini suamiku akan lebih erat kepadaku, karena aku telah melahirkan
tiga anak laki-laki baginya.” Itulah sebabnya ia menamai anak itu 1aLewi.
35 Mengandung pulalah ia, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, maka ia berkata: “Sekali ini aku akan bersyukur kepada TUHAN.” Itulah sebabnya ia menamai
anak itu 1aYehuda. Sesudah itu ia tidak melahirkan lagi.
PASAL 30
1 Ketika dilihat Rahel, bahwa ia tidak melahirkan aanak bagi Yakub, cemburulah ia kepada kakaknya itu, lalu berkata kepada Yakub: “Berikanlah kepadaku anak;
kalau tidak, aku akan mati.”
2 Maka bangkitlah amarah Yakub terhadap Rahel dan ia berkata: “Akukah pengganti Allah, yang telah amenghalangi engkau mengandung?”
3 Kata Rahel: “Ini aBilha, budakku perempuan, hampirilah dia, supaya ia melahirkan anak di pangkuanku, dan supaya oleh dia aku pun 1bmempunyai keturunan.”
4 Maka diberikannyalah Bilha, budaknya itu, kepada Yakub menjadi isterinya dan Yakub menghampiri budak itu.
5 Bilha mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki bagi Yakub.
6 Berkatalah Rahel: “Allah telah memberikan keadilan kepadaku, juga telah didengarkan-Nya permohonanku dan diberikan-Nya kepadaku seorang anak laki-laki.”
Itulah sebabnya ia menamai anak itu 1aDan.
7 Mengandung pulalah Bilha, budak perempuan Rahel, lalu melahirkan anak laki-laki yang kedua bagi Yakub.
8 Berkatalah Rahel: “Aku telah sangat hebat bergulat dengan kakakku, dan aku pun menang.” Maka ia menamai anak itu 1aNaftali.
9 Ketika dilihat Lea, bahwa ia tidak melahirkan lagi, diambilnyalah aZilpa, budaknya perempuan, dan diberikannya kepada Yakub menjadi isterinya.
10 Dan Zilpa, budak perempuan Lea, melahirkan seorang anak laki-laki bagi Yakub.
11 Berkatalah Lea: “Mujur telah datang.” Maka ia menamai anak itu 1aGad.
12 Dan Zilpa, budak perempuan Lea, melahirkan anak laki-laki yang kedua bagi Yakub.
13 Berkatalah Lea: “Aku ini 1berbahagia! Tentulah perempuan-perempuan akan menyebutkan aku 2aberbahagia.” Maka ia menamai anak itu 3bAsyer.
14 Ketika Ruben pada musim menuai gandum pergi berjalan-jalan, didapatinyalah di padang abuah dudaim, lalu dibawanya kepada Lea, ibunya. Kata Rahel kepada
Lea: “Berilah aku beberapa buah dudaim yang didapat oleh anakmu itu.”
15 Jawab Lea kepadanya: “Apakah belum cukup bagimu mengambil suamiku? Sekarang pula mau mengambil lagi buah dudaim anakku?” Kata Rahel: “Kalau begitu biarlah
ia tidur dengan engkau pada malam ini sebagai ganti buah dudaim anakmu itu.”
16 Ketika Yakub pada waktu petang datang dari padang, pergilah Lea mendapatkannya, sambil berkata: “Engkau harus singgah kepadaku malam ini, sebab memang
engkau telah kusewa dengan buah dudaim anakku.” Sebab itu tidurlah Yakub dengan Lea pada malam itu.
17 Lalu Allah mendengarkan permohonan Lea. Lea mengandung dan melahirkan anak laki-laki yang kelima bagi Yakub.
18 Lalu kata Lea: “Allah telah memberi upahku, karena aku telah memberi budakku perempuan kepada suamiku.” Maka ia menamai anak itu 1aIsakhar.
19 Kemudian Lea mengandung pula dan melahirkan anak laki-laki yang keenam bagi Yakub.
20 Berkatalah Lea: “Allah telah memberikan hadiah yang indah kepadaku; sekali ini suamiku akan 1tinggal bersama-sama dengan aku, karena aku telah melahirkan
enam orang anak laki-laki baginya.” Maka ia menamai anak itu 2aZebulon.
21 Sesudah itu ia melahirkan seorang anak perempuan dan menamai anak itu Dina.
22 Lalu aingatlah Allah akan Rahel; Allah mendengarkan permohonannya serta bmembuka kandungannya.
23 Maka mengandunglah Rahel dan melahirkan seorang anak laki-laki. Berkatalah ia: “Allah telah menghapuskan aaibku.”
24 Maka ia menamai anak itu 1aYusuf, sambil berkata: “Mudah-mudahan TUHAN menambah seorang anak laki-laki blagi bagiku.”
g. Diperas oleh Laban dan Mengelabuinya, tetapi Diberkati oleh Allah
30:25—31:16
25 Setelah Rahel melahirkan Yusuf, berkatalah Yakub kepada Laban: “Izinkanlah aku pergi, supaya aku pulang ke tempat kelahiranku dan ke negeriku.
26 Berikanlah isteri-isteriku dan anak-anakku, yang menjadi upahku selama aku abekerja padamu, supaya aku pulang, sebab engkau tahu, betapa keras aku
bekerja padamu.”
27 Tetapi Laban berkata kepadanya: “Sekiranya aku mendapat kasihmu! Telah nyata kepadaku, bahwa TUHAN memberkati aku karena engkau.”
28 Lagi katanya: “Tentukanlah upahmu yang harus kubayar, maka aku akan memberikannya.”
29 Sahut Yakub kepadanya: “Engkau sendiri tahu, bagaimana aku bekerja padamu, dan bagaimana keadaan ternakmu dalam penjagaanku,
30 sebab harta milikmu tidak begitu banyak sebelum aku datang, tetapi sekarang telah berkembang dengan sangat, dan TUHAN telah memberkati engkau sejak aku
berada di sini; jadi, bilakah dapat aku bekerja untuk rumah tanggaku sendiri?”
31 Kata Laban: “Apakah yang harus kuberikan kepadamu?” Jawab Yakub: “Tidak usah kauberikan apa-apa kepadaku; aku mau lagi menggembalakan kambing dombamu
dan menjaganya, asal engkau mengizinkan hal ini kepadaku:
32 Hari ini aku akan lewat dari tengah-tengah segala kambing dombamu dan akan mengasingkan dari situ setiap binatang yang berbintik-bintik dan berbelang-
belang; segala domba yang hitam dan segala kambing yang berbelang-belang dan berbintik-bintik, itulah upahku.
33 Dan kejujuranku akan terbukti di kemudian hari, apabila engkau datang memeriksa upahku: Segala yang tidak berbintik-bintik atau berbelang-belang di
antara kambing-kambing dan yang tidak hitam di antara domba-domba, anggaplah itu tercuri olehku.”
34 Kemudian kata Laban: “Baik, jadilah seperti perkataanmu itu.”
35 Lalu diasingkannyalah pada hari itu kambing-kambing jantan yang bercoreng-coreng dan berbelang-belang dan segala kambing yang berbintik-bintik dan
berbelang-belang, segala yang ada warna putih pada badannya, serta segala yang hitam di antara domba-domba, dan diserahkannyalah semuanya itu kepada anak-
anaknya untuk dijaga.
36 Kemudian Laban menentukan jarak tiga hari perjalanan jauhnya antara dia dan Yakub, maka tetaplah Yakub menggembalakan kambing domba yang tinggal itu.
37 Lalu Yakub mengambil dahan hijau dari pohon hawar, pohon badam dan pohon berangan, dikupasnyalah dahan-dahan itu sehingga berbelang-belang, sampai yang
putihnya kelihatan.
38 Ia meletakkan dahan-dahan yang dikupasnya itu dalam palungan, dalam tempat minum, ke mana kambing domba itu datang minum, sehingga tepat di depan
kambing domba itu. Adapun kambing domba itu suka berkelamin pada waktu datang minum.
39 Jika kambing domba itu berkelamin dekat dahan-dahan itu, maka anaknya bercoreng-coreng, berbintik-bintik dan berbelang-belang.
40 Kemudian Yakub memisahkan domba-domba itu, dihadapkannya kepala-kepala kambing domba itu kepada yang bercoreng-coreng dan kepada segala yang hitam di
antara kambing domba Laban. Demikianlah ia beroleh kumpulan-kumpulan hewan baginya sendiri, dan tidak ditempatkannya pada kambing domba Laban.
41 Dan setiap kali, apabila berkelamin kambing domba yang kuat, maka Yakub meletakkan dahan-dahan itu ke dalam palungan di depan mata kambing domba itu,
supaya berkelamin dekat dahan-dahan itu.
42 Tetapi apabila datang kambing domba yang lemah, ia tidak meletakkan dahan-dahan itu ke dalamnya. Jadi hewan yang lemah untuk Laban dan yang kuat untuk
Yakub.
43 Maka sangatlah bertambah-tambah harta Yakub, dan ia mempunyai banyak akambing domba, budak perempuan dan laki-laki, unta dan keledai.
PASAL 31
1 Kedengaranlah kepada 1Yakub anak-anak Laban berkata demikian: “Yakub telah mengambil segala harta milik ayah kita dan dari harta itulah ia membangun
segala 2kekayaannya.”
2 Lagi kelihatan kepada Yakub dari muka Laban, bahwa Laban tidak lagi seperti yang sudah-sudah kepadanya.
3 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Yakub: “aPulanglah ke negeri nenek moyangmu dan kepada kaummu, dan Aku akan bmenyertai engkau.”
4 Sesudah itu Yakub menyuruh memanggil Rahel dan Lea untuk datang ke padang, ke tempat kambing dombanya,
5 lalu ia berkata kepada mereka: “Telah kulihat dari muka ayahmu, bahwa ia tidak lagi seperti yang sudah-sudah kepadaku, tetapi Allah ayahku menyertai aku.
6 Juga kamu sendiri tahu, bahwa aku telah abekerja sekuat-kuatku pada ayahmu.
7 Tetapi ayahmu telah berlaku curang kepadaku dan telah asepuluh kali mengubah upahku, tetapi Allah tidak membiarkan dia berbuat jahat kepadaku.
8 Apabila ia berkata: yang berbintik-bintiklah akan menjadi aupahmu, maka segala kambing domba itu beroleh anak yang berbintik-bintik; dan apabila ia
berkata: yang bercoreng-corenglah akan menjadi upahmu, maka segala kambing domba itu beroleh anak yang bercoreng-coreng.
9 Demikianlah Allah 1amengambil ternak ayahmu dan memberikannya kepadaku.
10 Pada suatu kali pada masa kambing domba itu suka berkelamin, maka aku bermimpi dan melihat, bahwa jantan-jantan yang menjantani kambing domba itu
bercoreng-coreng, berbintik-bintik dan berbelang-belang.
11 Dan 1aMalaikat Allah berfirman kepadaku dalam mimpi itu: Yakub! Jawabku: Ya Tuhan!
12 Lalu Ia berfirman: Angkatlah mukamu dan lihatlah, bahwa segala jantan yang menjantani kambing domba itu bercoreng-coreng, berbintik-bintik dan berbelang
-belang, sebab telah 1Kualihat semua yang dilakukan oleh Laban itu kepadamu.
13 Akulah 1Allah yang di aBetel itu, di mana engkau bmengurapi 2tugu, dan di mana engkau bernazar kepada-Ku; maka sekarang, bersiaplah engkau, pergilah
dari negeri ini dan cpulanglah ke negeri sanak saudaramu.”
14 Lalu Rahel dan Lea menjawab Yakub, katanya: “Bukankah tidak ada lagi bagian atau warisan kami dalam rumah ayah kami?
15 Bukankah kami ini dianggapnya sebagai orang asing, karena ia telah menjual kami? Juga bagian kami telah dihabiskannya sama sekali.
16 Tetapi segala kekayaan, yang telah diambil Allah dari ayah kami, adalah milik kami dan anak-anak kami; maka sekarang, perbuatlah segala yang difirmankan
Allah kepadamu.”
h. Lari Meninggalkan Laban dan Dikejar Olehnya
31:17-55
17 Lalu bersiaplah Yakub, dinaikkannya anak-anaknya dan isteri-isterinya ke atas unta,
18 digiringnya seluruh ternaknya dan segala apa yang telah diperolehnya, yakni ternak kepunyaannya, yang telah diperolehnya di Padan-Aram, dengan maksud
pergi kepada Ishak, ayahnya, ke tanah Kanaan.
19 Adapun Laban telah pergi menggunting bulu domba-dombanya. Ketika itulah Rahel mencuri 1aterafim ayahnya.
20 Dan Yakub mengakali Laban, orang Aram itu, dengan tidak memberitahukan kepadanya, bahwa ia mau lari.
21 Demikianlah ia lari dengan segala harta miliknya. Ia berangkat, menyeberangi sungai Efrat dan berjalan menuju pegunungan Gilead.
22 Ketika pada hari ketiga dikabarkan kepada Laban, bahwa Yakub telah lari,
23 dibawanyalah sanak saudaranya bersama-sama, dikejarnya Yakub tujuh hari perjalanan jauhnya, lalu ia dapat menyusulnya di pegunungan Gilead.
24 Pada waktu malam datanglah 1Allah dalam suatu amimpi kepada Laban, orang Aram itu, serta berfirman kepadanya: “Jagalah baik-baik, supaya engkau jangan
mengatai Yakub dengan sepatah kata pun.”
25 Ketika Laban sampai kepada Yakub, — Yakub telah amemasang kemahnya di pegunungan, juga Laban dengan sanak saudaranya telah memasang kemahnya di pegu
nungan Gilead —
26 berkatalah Laban kepada Yakub: “Apakah yang kauperbuat ini, maka engkau amengakali aku dan mengangkut anak-anakku perempuan sebagai orang tawanan?
27 Mengapa engkau lari diam-diam dan mengakali aku? Mengapa engkau tidak memberitahu kepadaku, supaya aku menghantarkan engkau dengan sukacita dan nyanyian
dengan rebana dan kecapi?
28 Lagipula engkau tidak memberikan aku kesempatan untuk mencium cucu-cucuku laki-laki dan anak-anakku perempuan. Memang bodoh perbuatanmu itu.
29 Aku ini berkuasa untuk berbuat jahat kepadamu, tetapi aAllah ayahmu telah berfirman kepadaku tadi malam: Jagalah baik-baik, jangan engkau mengatai Yakub
dengan sepatah kata pun.
30 Maka sekarang, kalau memang engkau harus pergi, semata-mata karena sangat rindu ke rumah ayahmu, mengapa engkau mencuri dewa-dewaku?”
31 Lalu Yakub menjawab Laban: “Aku takut, karena 1pikirku, jangan-jangan engkau merampas anak-anakmu itu dari padaku.
32 Tetapi pada asiapa engkau menemui dewa-dewamu itu, janganlah ia hidup lagi. Periksalah di depan saudara-saudara kita segala barang yang ada padaku dan
ambillah barangmu.” Sebab Yakub tidak tahu, bahwa Rahel yang mencuri terafim itu.
33 Lalu masuklah Laban ke dalam kemah Yakub dan ke dalam kemah Lea dan ke dalam kemah kedua budak perempuan itu, tetapi terafim itu tidak ditemuinya.
Setelah keluar dari kemah Lea, ia masuk ke dalam kemah Rahel.
34 Tetapi Rahel telah mengambil terafim itu dan memasukkannya ke dalam pelana untanya, dan duduk di atasnya. Laban menggeledah seluruh kemah itu, tetapi
terafim itu tidak ditemuinya.
35 Lalu kata Rahel kepada ayahnya: “Janganlah bapa marah, karena aku tidak dapat bangun berdiri di depanmu, sebab aku sedang haid.” Dan Laban mencari
dengan teliti, tetapi ia tidak menemui terafim itu.
36 Lalu hati Yakub panas dan ia bertengkar dengan Laban. Ia berkata kepada Laban: “Apakah kesalahanku, apakah dosaku, maka engkau memburu aku sehebat itu?
37 Engkau telah menggeledah segala barangku, sekarang apakah yang kautemui dari segala barang rumahmu? Letakkanlah di sini di depan saudara-saudaraku dan
saudara-saudaramu, supaya mereka mengadili antara kita berdua.
38 Selama dua puluh tahun ini aku bersama-sama dengan engkau; domba dan kambing betinamu tidak pernah keguguran dan jantan dari kambing dombamu tidak
pernah kumakan.
39 Yang diterkam oleh binatang buas tidak pernah kubawa kepadamu, aku sendiri yang amenggantinya; yang dicuri orang, baik waktu siang, baik waktu malam,
selalu engkau tuntut dari padaku.
40 Aku dimakan panas hari waktu siang dan kedinginan waktu malam, dan mataku jauh dari pada tertidur.
41 Selama dua puluh tahun ini aku di rumahmu; aku telah abekerja padamu empat belas tahun lamanya untuk mendapat kedua anakmu dan enam tahun untuk men
dapat ternakmu, dan engkau telah bsepuluh kali mengubah upahku.
42 Seandainya aAllah ayahku, Allah Abraham dan Yang Disegani oleh Ishak tidak menyertai aku, tentulah engkau sekarang membiarkan aku pergi dengan tangan
hampa; tetapi kesengsaraanku dan jerih payahku telah diperhatikan Allah dan Ia telah menjatuhkan putusan tadi malam.”
43 Lalu Laban menjawab Yakub: “Perempuan-perempuan ini anakku dan anak-anak lelaki ini cucuku dan ternak ini ternakku, bahkan segala yang kaulihat di sini
adalah milikku; jadi apakah yang dapat kuperbuat sekarang kepada anak-anakku ini atau kepada anak-anak yang dilahirkan mereka?
44 Maka sekarang, marilah kita amengikat perjanjian, aku dan engkau, supaya itu menjadi kesaksian antara aku dan engkau.”
45 Kemudian Yakub mengambil sebuah abatu dan didirikannya menjadi tugu.
46 Selanjutnya berkatalah Yakub kepada sanak saudaranya: “Kumpulkanlah batu.” Maka mereka mengambil batu dan membuat timbunan, lalu makanlah mereka di
sana di dekat timbunan itu.
47 aLaban menamai timbunan batu itu 1Yegar-Sahaduta, tetapi Yakub menamainya 2Galed.
48 Lalu kata Laban: “Timbunan batu inilah pada hari ini menjadi akesaksian antara aku dan engkau.” Itulah sebabnya timbunan itu dinamainya Galed,
49 dan juga 1Mizpa, sebab katanya: “TUHAN kiranya berjaga-jaga antara aku dan engkau, apabila kita berjauhan.
50 Jika engkau mengaibkan anak-anakku, dan jika engkau mengambil isteri lain di samping anak-anakku itu, ingatlah, walaupun tidak ada orang dekat kita,
Allah juga yang menjadi asaksi antara aku dan engkau.”
51 Selanjutnya kata Laban kepada Yakub: “Inilah atimbunan batu, dan inilah tugu yang kudirikan antara aku dan engkau —
52 timbunan batu dan tugu inilah menjadi 1kesaksian, bahwa aku tidak akan melewati timbunan batu ini mendapatkan engkau, dan bahwa engkau pun tidak akan
melewati timbunan batu dan tugu ini mendapatkan aku, dengan berniat jahat.
53 Allah Abraham dan Allah Nahor, aAllah ayah mereka, kiranya menjadi hakim antara kita.” Lalu Yakub bersumpah demi Yang Disegani oleh Ishak, ayahnya.
54 Dan Yakub mempersembahkan kurban sembelihan di gunung itu. Ia mengundang makan sanak saudaranya, lalu mereka makan serta bermalam di gunung itu.
55 Keesokan harinya pagi-pagi Laban mencium cucu-cucunya dan anak-anaknya serta memberkati mereka, kemudian pulanglah Laban kembali ke tempat tinggalnya.
PASAL 32
i. Takut terhadap Esau
32:1-21
1 Yakub melanjutkan perjalanannya, lalu bertemulah malaikat-malaikat Allah dengan dia.
2 Ketika Yakub melihat mereka, berkatalah ia: “Ini abala tentara Allah.” Sebab itu dinamainyalah tempat itu 1bMahanaim.
3 Sesudah itu Yakub menyuruh utusannya berjalan lebih dahulu mendapatkan Esau, kakaknya, ke tanah aSeir, daerah Edom.
4 Ia memerintahkan kepada mereka: “Beginilah kamu katakan kepada tuanku, kepada Esau: Beginilah kata hambamu Yakub: Aku telah tinggal pada Laban sebagai
orang asing dan diam di situ selama ini.
5 Aku telah mempunyai lembu sapi, keledai dan kambing domba, budak laki-laki dan perempuan, dan aku menyuruh memberitahukan hal ini kepada tuanku, supaya
aku amendapat kasihmu.”
6 Kemudian pulanglah para utusan itu kepada Yakub dan berkata: “Kami telah sampai kepada kakakmu, kepada Esau, dan ia pun sedang di jalan menemui engkau,
diiringi oleh aempat ratus orang.”
7 Lalu sangat takutlah Yakub dan merasa sesak hati; maka dibaginyalah orang-orangnya yang bersama-sama dengan dia, kambing dombanya, lembu sapi dan
untanya menjadi adua pasukan.
8 Sebab pikirnya: “Jika Esau datang menyerang pasukan yang satu, sehingga terpukul kalah, maka pasukan yang tinggal akan terluput.”
9 Kemudian berkatalah Yakub: “Ya aAllah nenekku Abraham dan Allah ayahku Ishak, ya TUHAN, yang telah berfirman kepadaku: bPulanglah ke negerimu serta kepada
sanak saudaramu dan Aku akan berbuat baik kepadamu —
10 sekali-kali aku tidak layak untuk menerima segala kasih dan kesetiaan yang Engkau tunjukkan kepada hamba-Mu ini, sebab aku membawa hanya tongkatku ini
waktu aku menyeberangi sungai Yordan ini, tetapi sekarang telah menjadi adua pasukan.
11 Lepaskanlah kiranya aku dari tangan kakakku, dari tangan Esau, sebab aku takut kepadanya, jangan-jangan ia datang membunuh aku, juga ibu-ibu dengan anak-
anaknya.
12 Bukankah Engkau telah berfirman: Tentu Aku akan berbuat baik kepadamu dan menjadikan keturunanmu sebagai apasir di laut, yang karena banyaknya tidak
dapat dihitung.”
13 Lalu bermalamlah ia di sana pada malam itu. Kemudian diambilnyalah dari apa yang ada padanya suatu 1apersembahan untuk Esau, kakaknya,
14 yaitu dua ratus kambing betina dan dua puluh kambing jantan, dua ratus domba betina dan dua puluh domba jantan,
15 tiga puluh unta yang sedang menyusui beserta anak-anaknya, empat puluh lembu betina dan sepuluh lembu jantan, dua puluh keledai betina dan sepuluh keledai
jantan.
16 Diserahkannyalah semuanya itu kepada budak-budaknya untuk dijaga, tiap-tiap kumpulan tersendiri, dan ia berkata kepada mereka: “Berjalanlah kamu lebih
dahulu dan jagalah supaya ada jarak antara kumpulan yang satu dengan kumpulan yang lain.”
17 Diperintahkannyalah kepada yang paling di muka: “Apabila Esau, kakakku, bertemu dengan engkau dan bertanya kepadamu: Siapakah tuanmu? dan ke manakah eng
kau pergi? dan milik siapakah ternak yang di depanmu itu? —
18 jawablah: milik hambamu Yakub; inilah persembahan yang dikirim kepada tuanku Esau, dan Yakub sendiri pun ada di belakang kami.”
19 Begitulah diperintahkannya baik kepada yang kedua maupun kepada yang ketiga dan kepada sekalian orang yang berjalan menggiring kumpulan hewan itu,
katanya: “Seperti perkataanku tadilah kamu katakan kepada Esau, apabila kamu berjumpa dengan dia;
20 dan kamu harus mengatakan juga: Hambamu Yakub sendiri ada di belakang kami.” Sebab pikir Yakub: “Baiklah aku mendamaikan hatinya dengan persembahan yang
diantarkan lebih dahulu, kemudian barulah aku akan melihat mukanya; mungkin ia akan menerima aku dengan baik.”
21 Jadi persembahan itu diantarkan lebih dahulu, tetapi ia sendiri bermalam pada malam itu di tempat perkemahannya.
(C. Pengalaman Yakub—Lanjutan)
2. Diremukkan
32:22—34:31
a. Bergulat dengan Allah
32:22-32
22 Pada malam itu Yakub bangun dan ia membawa kedua isterinya, kedua budaknya perempuan dan kesebelas anaknya, dan menyeberang di tempat penyeberangan su
ngai Yabok.
23 Sesudah ia menyeberangkan mereka, ia menyeberangkan juga segala miliknya.
24 Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang 1laki-laki abergulat dengan dia sampai fajar menyingsing.
25 Ketika 1orang itu melihat, bahwa Ia tidak dapat mengalahkannya, Ia 2memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika
ia bergulat dengan orang itu.
26 Lalu kata 1orang itu: “Biarkanlah Aku pergi, karena fajar telah menyingsing.” Sahut 2Yakub: “Aku atidak akan membiarkan Engkau pergi, jika Engkau tidak
memberkati aku.”
27 Bertanyalah orang itu kepadanya: “1Siapakah namamu?” Sahutnya: “Yakub.”
28 Lalu kata orang itu: “Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi 1aIsrael, sebab engkau telah bbergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau
menang.”
29 Bertanyalah Yakub: “aKatakanlah juga namamu.” Tetapi sahut-Nya: “Mengapa engkau menanyakan namaku?” Lalu diberkati-Nyalah Yakub di situ1.
30 Yakub menamai tempat itu 1Pniel, sebab katanya: “Aku telah amelihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!”
31 Lalu tampaklah kepadanya 1matahari terbit, ketika ia telah melewati Pniel; dan Yakub pincang karena pangkal pahanya.
32 Itulah sebabnya sampai sekarang orang Israel tidak memakan daging yang menutupi sendi pangkal paha, karena Dia telah memukul sendi pangkal paha Yakub,
pada otot pangkal pahanya.
PASAL 33
b. Diterima oleh Esau
33:1-16
1 Yakub pun melayangkan pandangnya, lalu dilihatnyalah Esau datang dengan diiringi oleh aempat ratus orang. Maka diserahkannyalah sebagian dari anak-anak
itu kepada Lea dan sebagian kepada Rahel serta kepada kedua budak perempuan itu.
2 Ia menempatkan budak-budak perempuan itu beserta anak-anak mereka di muka, Lea beserta anak-anaknya di belakang mereka, dan Rahel beserta Yusuf di
belakang sekali.
3 Dan ia sendiri berjalan di depan mereka dan ia sujud sampai ke tanah tujuh kali, hingga ia sampai ke dekat kakaknya itu.
4 Tetapi Esau berlari mendapatkan dia, didekapnya dia, dipeluk lehernya dan 1diciumnya dia, lalu bertangis-tangisanlah mereka.
5 Kemudian Esau melayangkan pandangnya, dilihatnyalah perempuan-perempuan dan anak-anak itu, lalu ia bertanya: “Siapakah orang-orang yang beserta engkau
itu?” Jawab Yakub: “Anak-anak yang telah adikaruniakan Allah kepada hambamu ini.”
6 Sesudah itu mendekatlah budak-budak perempuan itu beserta anak-anaknya, lalu mereka sujud.
7 Mendekat jugalah Lea beserta anak-anaknya, dan mereka pun sujud. Kemudian mendekatlah Yusuf beserta Rahel, dan mereka juga sujud.
8 Berkatalah Esau: “Apakah maksudmu dengan seluruh apasukan, yang telah bertemu dengan aku tadi?” Jawabnya: “Untuk mendapat bkasih tuanku.”
9 Tetapi kata Esau: “Aku mempunyai banyak, adikku; peganglah apa yang ada padamu.”
10 Tetapi kata Yakub: “Janganlah kiranya demikian; jikalau aku telah mendapat kasihmu, terimalah persembahanku ini dari tanganku, karena memang melihat
mukamu adalah bagiku serasa melihat wajah Allah, dan engkau pun berkenan menyambut aku.
11 Terimalah kiranya pemberian 1atanda salamku ini, yang telah kubawa kepadamu, sebab Allah telah memberi karunia kepadaku dan aku pun mempunyai segala-
galanya.” Lalu dibujuk-bujuknyalah Esau, sehingga diterimanya.
12 Kata Esau: “Baiklah kita berangkat berjalan terus; aku akan menyertai engkau.”
13 Tetapi Yakub berkata kepadanya: “Tuanku maklum, bahwa anak-anak ini masih kurang kuat, dan bahwa beserta aku ada kambing domba dan lembu sapi yang masih
menyusui, jika diburu-buru, satu hari saja, maka seluruh kumpulan binatang itu akan mati.
14 Biarlah kiranya tuanku berjalan lebih dahulu dari hambamu ini dan aku mau dengan hati-hati beringsut maju menurut langkah hewan, yang berjalan di depanku
dan menurut langkah anak-anak, sampai aku tiba pada tuanku di Seir.”
15 Lalu kata Esau: “Kalau begitu, baiklah kutinggalkan padamu beberapa orang dari pengiringku.” Tetapi Yakub berkata: “Tidak usah demikian! Biarlah aku
amendapat kasih tuanku saja.”
16 Jadi pulanglah Esau pada hari itu berjalan ke Seir.
c. Kembali ke Kanaan, tetapi Hanya Sampai Sikhem
33:17-20
17 Tetapi Yakub berangkat ke Sukot, lalu 1mendirikan rumah, dan untuk ternaknya dibuatnya gubuk-gubuk. Itulah sebabnya tempat itu dinamai 2Sukot.
18 Dalam perjalanannya dari Padan-Aram sampailah Yakub 1dengan selamat ke 2Sikhem, di tanah Kanaan, lalu ia berkemah di sebelah timur kota itu.
19 Kemudian adibelinyalah dari anak-anak Hemor, bapa Sikhem, sebidang tanah, tempat ia memasang bkemahnya, dengan harga seratus kesita.
20 Ia mendirikan 1amezbah di situ dan dinamainya itu: “2Allah Israel ialah Allah.”
PASAL 34
d. Masih Perlu Penanggulangan dalam Situasinya
34:1-31
1 Pada suatu kali pergilah aDina, anak perempuan Lea yang dilahirkannya bagi Yakub, mengunjungi perempuan-perempuan di negeri itu.
2 Ketika itu terlihatlah ia oleh Sikhem, anak Hemor, orang Hewi, raja negeri itu, lalu Dina itu dilarikannya dan diperkosanya.
3 Tetapi terikatlah hatinya kepada Dina, anak Yakub; ia cinta kepada gadis itu, lalu menenangkan hati gadis itu.
4 Sebab itu berkatalah Sikhem kepada Hemor, ayahnya: “Ambillah bagiku gadis ini untuk menjadi aisteriku.”
5 Kedengaranlah kepada Yakub, bahwa Sikhem mencemari Dina. Tetapi anak-anaknya ada di padang menjaga ternaknya, jadi Yakub mendiamkan soal itu sampai
mereka pulang.
6 Lalu Hemor ayah Sikhem, pergi mendapatkan Yakub untuk berbicara dengan dia.
7 Sementara itu anak-anak Yakub pulang dari padang, dan sesudah mendengar peristiwa itu orang-orang ini sakit hati dan sangat marah karena Sikhem telah
berbuat noda di antara orang Israel dengan memperkosa anak perempuan Yakub, sebab yang demikian itu tidak patut dilakukan.
8 Berbicaralah Hemor kepada mereka itu: “Hati Sikhem anakku mengingini anakmu; kiranya kamu memberikan dia kepadanya menjadi isterinya
9 dan biarlah kita ambil-mengambil: berikanlah gadis-gadis kamu kepada kami dan ambillah gadis-gadis kami.
10 Tinggallah pada kami: negeri ini terbuka untuk kamu; tinggallah di sini, 1jalanilah negeri ini dengan bebas, dan menetaplah di sini.”
11 Lalu Sikhem berkata kepada ayah anak itu dan kepada kakak-kakaknya: “Biarlah kiranya aku mendapat kasihmu, aku akan memberikan kepadamu apa yang kamu
minta;
12 walaupun kamu bebankan kepadaku uang jujuran dan uang mahar seberapa banyak pun, aku akan memberikan apa yang kamu minta; tetapi berilah gadis itu ke
padaku menjadi isteriku.”
13 Lalu anak-anak Yakub menjawab Sikhem dan Hemor, ayahnya, dengan tipu muslihat. Karena Sikhem telah mencemari Dina, adik mereka itu,
14 berkatalah mereka kepada kedua orang itu: “Kami tidak dapat berbuat demikian, memberikan adik kami kepada seorang laki-laki yang tidak bersunat, sebab
hal itu aib bagi kami.
15 Hanyalah dengan syarat ini kami dapat menyetujui permintaanmu: kamu harus sama seperti kami, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat,
16 barulah kami akan memberikan gadis-gadis kami kepada kamu dan mengambil gadis-gadis kamu; maka kami akan tinggal padamu, dan kita akan menjadi satu
bangsa.
17 Tetapi jika kamu tidak mendengarkan perkataan kami dan kamu tidak disunat, maka kami akan mengambil kembali anak itu, lalu pergi.”
18 Lalu Hemor dan Sikhem, anak Hemor, menyetujui usul mereka.
19 Dan orang muda itu tidak bertangguh melakukannya, sebab ia suka kepada anak Yakub, lagipula ia seorang yang paling dihormati di antara seluruh kaum
keluarganya.
20 Lalu pergilah Hemor dan Sikhem, anaknya itu, ke pintu gerbang kota mereka dan mereka berbicara kepada penduduk kota itu:
21 “Orang-orang itu mau hidup damai dengan kita, biarlah mereka tinggal di negeri ini dan menjalaninya dengan bebas; bukankah negeri ini cukup luas untuk
mereka? Maka kita dapat mengambil gadis-gadis mereka menjadi isteri kita dan kita dapat memberikan gadis-gadis kita kepada mereka.
22 Namun hanya dengan syarat ini orang-orang itu setuju tinggal bersama-sama dengan kita, sehingga kita menjadi satu bangsa, yaitu setiap laki-laki di
antara kita harus disunat seperti mereka bersunat.
23 Ternak mereka, harta benda mereka dan segala hewan mereka, bukankah semuanya itu akan menjadi milik kita? Hanya biarlah kita menyetujui permintaan mereka,
sehingga mereka tetap tinggal pada kita.”
24 Maka usul Hemor dan Sikhem, anaknya itu, didengarkan oleh semua orang yang datang berkumpul di pintu gerbang kota itu, lalu disunatlah setiap laki-
laki, yakni setiap orang dewasa di kota itu.
25 Pada hari ketiga, ketika mereka sedang menderita kesakitan, datanglah dua orang anak Yakub, yaitu aSimeon dan Lewi, kakak-kakak Dina, setelah masing-
masing mengambil pedangnya, menyerang kota itu dengan 1tidak takut-takut serta membunuh setiap laki-laki.
26 Juga Hemor dan Sikhem, anaknya, dibunuh mereka dengan mata pedang, dan mereka mengambil Dina dari rumah Sikhem, lalu pergi.
27 Kemudian datanglah anak-anak Yakub merampasi orang-orang yang terbunuh itu, lalu menjarah kota itu, karena adik mereka telah dicemari.
28 Kambing dombanya dan lembu sapinya, keledainya dan segala yang di dalam dan di luar kota itu dibawa mereka;
29 segala kekayaannya, semua anaknya dan perempuannya ditawan dan dijarah mereka, juga seluruhnya yang ada di rumah-rumah.
30 Yakub berkata kepada Simeon dan Lewi: “Kamu telah 1mencelakakan aku dengan membusukkan namaku kepada penduduk negeri ini, kepada orang Kanaan dan orang
Feris, padahal kita ini hanya asedikit jumlahnya; apabila mereka bersekutu melawan kita, tentulah mereka akan memukul kita kalah, dan kita akan dipunahkan,
aku beserta seisi rumahku.”
31 Tetapi jawab mereka: “Mengapa adik kita diperlakukannya sebagai seorang perempuan sundal!”
PASAL 35
(C. Pengalaman Yakub—Lanjutan)
3. Diubah
35:1-29
a. Diingatkan oleh Allah di Betel
35:1-15
1 Allah berfirman kepada Yakub: “Bersiaplah, pergilah ke 1aBetel, tinggallah di situ, dan buatlah di situ bmezbah bagi Allah, yang telah menampakkan diri
kepadamu, ketika engkau clari dari Esau, kakakmu.”
2 Lalu berkatalah Yakub kepada seisi rumahnya dan kepada semua orang yang bersama-sama dengan dia: “1Jauhkanlah dewa-dewa asing yang ada di tengah-tengah
kamu, tahirkanlah dirimu dan 1tukarlah pakaianmu.
3 Marilah kita bersiap dan pergi ke Betel; aku akan membuat mezbah di situ bagi Allah, yang telah amenjawab aku pada masa kesesakanku dan yang telah
bmenyertai aku di jalan yang kutempuh.”
4 Mereka menyerahkan kepada Yakub segala dewa asing yang dipunyai mereka dan 1anting-anting yang ada pada telinga mereka, lalu Yakub menanamnya di bawah
pohon besar yang dekat Sikhem.
5 Sesudah itu berangkatlah mereka. Dan akedahsyatan yang dari Allah meliputi kota-kota sekeliling mereka, sehingga anak-anak Yakub tidak dikejar.
6 Lalu sampailah Yakub ke Lus yang di tanah Kanaan — yaitu aBetel —, ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia.
7 Didirikannyalah 1amezbah di situ, dan dinamainyalah tempat itu 2El-Betel, karena Allah telah menyatakan diri kepadanya di situ, k.etika ia lari terhadap
bkakaknya.
8 Ketika aDebora, inang pengasuh Ribka, mati, dikuburkanlah ia di sebelah hilir Betel di bawah pohon besar, yang dinamai orang: 1Pohon Besar Penangisan.
9 Setelah Yakub datang dari Padan-Aram, maka Allah menampakkan diri pula kepadanya dan memberkati dia.
10 Firman Allah kepadanya: “Namamu Yakub; dari sekarang namamu abukan lagi Yakub, melainkan 1bIsrael, itulah yang akan menjadi namamu.” Maka Allah menamai
dia Israel.
11 Lagi firman Allah kepadanya: “Akulah 1aAllah Yang Mahakuasa. bBeranakcuculah dan bertambah banyak; satu 2cbangsa, bahkan sekumpulan bangsa-bangsa, akan
terjadi dari padamu dan raja-raja akan berasal dari padamu.
12 Dan negeri ini yang telah Kuberikan kepada Abraham dan kepada Ishak, akan Kuberikan kepadamu dan juga kepada aketurunanmu.”
13 Lalu naiklah Allah meninggalkan Yakub dari tempat Ia berfirman kepadanya.
14 Kemudian Yakub mendirikan 1tugu di tempat itu, yakni atugu batu; ia mempersembahkan 2kurban curahan dan menuangkan minyak di atasnya.
15 Yakub menamai tempat di mana Allah telah berfirman kepadanya “aBetel”.
b. Penanggulangan yang Lebih Dalam dan Lebih Pribadi
35:16-26
(1) Kematian Rahel
35:16-20
16 Sesudah itu berangkatlah mereka dari Betel. Ketika mereka tidak berapa jauh lagi dari Efrata, bersalinlah Rahel, dan bersalinnya itu sangat sukar.
17 Sedang ia sangat sukar bersalin, berkatalah bidan kepadanya: “Janganlah takut, sekali ini pun aanak laki-laki yang kaudapat.”
18 Dan ketika ia hendak menghembuskan nafas — sebab ia 1mati kemudian — diberikannyalah nama 2Ben-oni kepada anak itu, tetapi ayahnya menamainya 3aBenyamin.
19 Demikianlah Rahel amati, lalu ia dikuburkan di sisi jalan ke Efrata, yaitu bBetlehem.
20 Yakub mendirikan 1tugu di atas kuburnya; itulah atugu kubur Rahel sampai sekarang.
(2) Hak Kesulungan Berubah Melalui Pencemaran Gundik Yakub
35:21-26
21 Sesudah itu berangkatlah 1Israel, lalu ia memasang akemahnya di seberang Migdal-Eder.
22 Ketika Israel diam di negeri ini, terjadilah bahwa Ruben sampai 1atidur dengan Bilha, gundik ayahnya, dan kedengaranlah hal itu kepada Israel. Adapun
anak-anak lelaki Yakub bdua belas orang jumlahnya.
23 Anak-anak Lea ialah Ruben, anak sulung Yakub, kemudian Simeon, Lewi, Yehuda, Isakhar dan Zebulon.
24 Anak-anak Rahel ialah Yusuf dan Benyamin.
25 Dan anak-anak Bilha, budak perempuan Rahel ialah Dan serta Naftali.
26 Dan anak-anak Zilpa, budak perempuan Lea ialah Gad dan Asyer. Itulah anak-anak lelaki Yakub, yang dilahirkan baginya di Padan-Aram.
c. Masuk ke Dalam Persekutuan yang Penuh
35:27
27 Lalu sampailah Yakub kepada Ishak, ayahnya, di Mamre dekat Kiryat-Arba — itulah 1aHebron — tempat Abraham dan Ishak tinggal sebagai borang asing.
d. Terlepas dari Hubungan dengan Ayahnya
35:28-29
28 Adapun umur Ishak seratus delapan puluh tahun.
29 Lalu meninggallah Ishak, ia mati dan dikumpulkan kepada kaum leluhurnya; ia tua dan suntuk umur, maka Esau dan Yakub, anak-anaknya itu, 1amenguburkan
dia.
PASAL 36
(Keturunan Esau)
36:1-43
1 Inilah keturunan Esau, yaitu aEdom.
2 Esau mengambil aperempuan-perempuan Kanaan menjadi isterinya, yakni Ada, anak Elon orang Het, dan Oholibama, anak Ana anak Zibeon orang Hewi,
3 dan Basmat, anak Ismael, adik Nebayot.
4 Ada melahirkan Elifas bagi Esau, dan Basmat melahirkan Rehuel,
5 dan Oholibama melahirkan Yeush, Yaelam dan Korah. Itulah anak-anak Esau, yang lahir baginya di tanah Kanaan.
6 Esau membawa isteri-isterinya, anak-anaknya lelaki dan perempuan dan semua orang yang ada di rumahnya, ternaknya, segala hewannya dan segala harta
bendanya yang telah diperolehnya di tanah Kanaan, lalu pergilah ia ke negeri lain dan ia meninggalkan Yakub, adiknya itu.
7 Sebab aharta milik mereka terlalu banyak, sehingga mereka tidak dapat tinggal bersama-sama, dan negeri penumpangan mereka tidak dapat memuat mereka
karena banyaknya ternak mereka itu.
8 Maka menetaplah Esau di pegunungan Seir; Esau itulah Edom.
9 Inilah keturunan Esau, bapa orang Edom, di pegunungan Seir.
10 Nama anak-anaknya ialah: Elifas, anak Ada isteri Esau; Rehuel, anak Basmat isteri Esau.
11 Anak-anak Elifas ialah Téman, Omar, Zefo, Gaetam dan Kenas.
12 Timna adalah gundik Elifas anak Esau; ia melahirkan aAmalek bagi Elifas. Itulah cucu-cucu Ada isteri Esau.
13 Inilah anak-anak Rehuel: Nahat, Zerah, Syama dan Miza. Itulah cucu-cucu Basmat isteri Esau.
14 Inilah anak-anak Oholibama, isteri Esau itu, anak Ana anak Zibeon; ia melahirkan bagi Esau: Yeush, Yaelam dan Korah.
15 Inilah kepala-kepala kaum bani Esau: keturunan Elifas anak sulung Esau, ialah kepala kaum Téman, kepala kaum Omar, kepala kaum Zefo, kepala kaum Kenas,
16 kepala kaum Korah, kepala kaum Gaetam dan kepala kaum Amalek; itulah kepala-kepala kaum Elifas di tanah Edom; itulah keturunan Ada.
17 Inilah keturunan Rehuel anak Esau: kepala kaum Nahat, kepala kaum Zerah, kepala kaum Syama dan kepala kaum Miza; itulah kepala-kepala kaum Rehuel di
tanah Edom; itulah keturunan Basmat isteri Esau.
18 Inilah keturunan Oholibama isteri Esau: kepala kaum Yeush, kepala kaum Yaelam, kepala kaum Korah; itulah kepala-kepala kaum Oholibama, isteri Esau, anak
Ana.
19 Itulah bani Esau, yakni Edom, dan itulah kepala-kepala kaum mereka.
20 Inilah anak-anak Seir, orang Hori, penduduk negeri itu: Lotan, Syobal, Zibeon, Ana,
21 Disyon, Ezer, Disyan; itulah kepala-kepala kaum orang Hori, anak-anak Seir, di tanah Edom.
22 Anak-anak Lotan ialah Hori dan Heman, dan saudara perempuan Lotan ialah Timna.
23 Inilah anak-anak Syobal: Alwan, Manahat, Ebal, Syefo dan Onam.
24 Inilah anak-anak Zibeon: Aya dan Ana; Ana inilah yang menemui mata-mata air panas di padang gurun, ketika ia sedang menggembalakan keledai Zibeon ayahnya
itu.
25 Inilah anak-anak Ana: Disyon dan Oholibama anak perempuan Ana.
26 Inilah anak-anak Disyon: Hemdan, Esyban, Yitran dan Keran.
27 Inilah anak-anak Ezer: Bilhan, Zaawan dan Akan.
28 Inilah anak-anak Disyan: Us dan Aran.
29 Itulah kepala-kepala kaum orang Hori: kepala kaum Lotan, kepala kaum Syobal, kepala kaum Zibeon, kepala kaum Ana,
30 kepala kaum Disyon, kepala kaum Ezer dan kepala kaum Disyan; itulah kepala-kepala kaum orang Hori, kaum demi kaum, di tanah Seir.
31 Inilah raja-raja yang amemerintah di tanah Edom, sebelum ada seorang raja memerintah atas orang Israel.
32 Di Edom yang memerintah ialah Bela bin Beor dan kotanya bernama Dinhaba.
33 Setelah Bela mati, Yobab bin Zerah dari Bozra menjadi raja menggantikan dia.
34 Setelah Yobab mati, Husyam, dari negeri orang Téman, menjadi raja menggantikan dia.
35 Setelah Husyam mati, Hadad bin Bedad menjadi raja menggantikan dia; dialah yang memukul kalah orang Midian di daerah Moab, dan kotanya bernama Awit.
36 Setelah Hadad mati, Samla dari Masreka menjadi raja menggantikan dia.
37 Setelah Samla mati, Saul, dari Rehobot yang di pinggir 1sungai, menjadi raja menggantikan dia.
38 Setelah Saul mati, Baal-Hanan bin Akhbor menjadi raja menggantikan dia.
39 Setelah Baal-Hanan bin Akhbor mati, Hadar menjadi raja menggantikan dia; kotanya bernama Pahu dan isterinya bernama Mehetabeel binti Matred binti
Mezahab.
40 Inilah nama kepala-kepala kaum Esau menurut kaum dan tempat mereka, dengan nama mereka masing-masing: kepala kaum Timna, kepala kaum Alwa, kepala kaum
Yetet,
41 kepala kaum Oholibama, kepala kaum Ela, kepala kaum Pinon,
42 kepala kaum Kenas, kepala kaum Téman, kepala kaum Mibzar,
43 kepala kaum Magdiel dan kepala kaum Iram; itulah kepala-kepala kaum Edom, menurut tempat kediaman mereka di tanah milik mereka; Edom ialah Esau, bapa
aorang Edom.
PASAL 37
(C. Pengalaman Yakub–Lanjutan)
4. Dimatangkan
37:1-2a, 32-36; 42:1-5; 42:29—43:14; 45:25–47:10; 47:28—50:13
a. Proses Pematangan—Penanggulangan Tahap Akhir
37:1-2a, 32-36; 42:1-5; 42:29—43:14
(1) Mustika Hatinya (Yusuf) Dirampas di Bawah Kedaulatan Tangan Allah
37:1-2a, 32-36
1 Adapun 1Yakub, ia diam di negeri apenumpangan ayahnya, yakni di tanah Kanaan.
2 Inilah riwayat keturunan Yakub.
(C. Pengalaman Yakub—Lanjutan)
5. Aspek Pemerintahan dari Israel yang Matang
seperti yang Terlihat pada Yusuf
37:2b-31; 38:1—41:57; 42:6-28; 43:15—45:24; 47:11-27; 50:14-26
a. Menjadi Gembala dan Orang yang Dikasihi Ayahnya
37:2b-4
1Yusuf, tatkala berumur tujuh belas tahun — jadi masih muda — biasa 2menggembalakan kambing domba, bersama-sama dengan saudara-saudaranya, anak-anak Bilha
dan Zilpa, kedua isteri ayahnya. Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya.
3 Israel 1lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada amasa tuanya; dan ia menyuruh membuat bjubah yang
maha indah bagi dia.
4 Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau
menyapanya dengan ramah.
b. Melihat Umatnya seperti Berkas-berkas Hayat dan seperti Matahari, Bulan, dan Bintang-bintang Terang
37:5-11
5 Pada suatu kali 1abermimpilah Yusuf, lalu mimpinya itu diceritakannya kepada saudara-saudaranya; sebab itulah mereka lebih benci lagi kepadanya.
6 Karena katanya kepada mereka: “Coba dengarkan mimpi yang kumimpikan ini:
7 Tampak kita sedang di ladang mengikat berkas-berkas gandum, lalu bangkitlah berkasku dan tegak berdiri; kemudian datanglah berkas-berkas kamu sekalian
mengelilingi dan asujud menyembah kepada berkasku itu.”
8 Lalu saudara-saudaranya berkata kepadanya: “Apakah engkau ingin menjadi raja atas kami? Apakah engkau ingin berkuasa atas kami?” Jadi makin bencilah mereka
kepadanya karena mimpinya dan karena perkataannya itu.
9 Lalu ia memimpikan pula mimpi yang lain, yang diceritakannya kepada saudara-saudaranya. Katanya: “Aku bermimpi pula: Tampak amatahari, bulan dan sebelas
bintang bsujud menyembah kepadaku.”
10 Setelah hal ini diceritakannya kepada ayah dan saudara-saudaranya, maka ia ditegor oleh ayahnya: “Mimpi apa mimpimu itu? Masakan aku dan ibumu serta
saudara-saudaramu sujud menyembah kepadamu sampai ke tanah?”
11 Maka airi hatilah saudara-saudaranya kepadanya, tetapi ayahnya bmenyimpan hal itu dalam hatinya.
c. Melayani Saudara-saudaranya Menurut Kehendak Ayahnya
37:12-17
12 Pada suatu kali pergilah saudara-saudaranya menggembalakan kambing domba ayahnya dekat Sikhem.
13 Lalu Israel berkata kepada Yusuf: “Bukankah saudara-saudaramu menggembalakan kambing domba dekat Sikhem? Marilah engkau 1kusuruh kepada mereka.” Sahut
Yusuf: “Ya bapa.”
14 Kata Israel kepadanya: “Pergilah engkau melihat apakah baik keadaan saudara-saudaramu dan keadaan kambing domba; dan bawalah kabar tentang itu kepadaku.”
Lalu Yakub menyuruh dia dari lembah Hebron, dan Yusuf pun sampailah ke Sikhem.
15 Ketika Yusuf berjalan ke sana ke mari di padang, bertemulah ia dengan seorang laki-laki, yang bertanya kepadanya: “Apakah yang kaucari?”
16 Sahutnya: “Aku mencari saudara-saudaraku. Tolonglah katakan kepadaku di mana mereka menggembalakan kambing domba?”
17 Lalu kata orang itu: “Mereka telah berangkat dari sini, sebab telah kudengar mereka berkata: Marilah kita pergi ke Dotan.” Maka Yusuf menyusul saudara-
saudaranya itu dan didapatinyalah mereka di Dotan.
d. Hidup sebagai Berkas Hayat
37:18-31
18 Dari jauh ia telah kelihatan kepada mereka. Tetapi sebelum ia dekat pada mereka, mereka telah 1bermufakat mencari daya upaya untuk membunuhnya.
19 Kata mereka seorang kepada yang lain: “Lihat, tukang mimpi kita itu datang!
20 Sekarang, marilah kita abunuh dia dan kita lemparkan ke dalam salah satu sumur ini, lalu kita katakan: seekor binatang buas telah menerkamnya. Dan kita
akan lihat nanti, bagaimana jadinya mimpinya itu!”
21 Ketika Ruben mendengar hal ini, ia ingin melepaskan Yusuf dari tangan mereka, sebab itu katanya: “aJanganlah kita bunuh dia!”
22 Lagi kata Ruben kepada mereka: “Janganlah tumpahkan darah, lemparkanlah dia ke dalam asumur yang ada di padang gurun ini, tetapi janganlah apa-apakan
dia” — maksudnya hendak melepaskan Yusuf dari tangan mereka dan membawanya kembali kepada ayahnya.
23 Baru saja Yusuf sampai kepada saudara-saudaranya, mereka pun menanggalkan jubah Yusuf, ajubah maha indah yang dipakainya itu.
24 Dan mereka membawa dia dan melemparkan dia ke dalam sumur. Sumur itu kosong, tidak berair.
25 Kemudian duduklah mereka untuk makan. Ketika mereka mengangkat muka, kelihatanlah kepada mereka suatu akafilah orang Ismael datang dari Gilead dengan un
tanya yang membawa damar, balsam dan damar ladan, dalam perjalanannya mengangkut barang-barang itu ke Mesir.
26 Lalu kata Yehuda kepada saudara-saudaranya itu: “Apakah untungnya kalau kita amembunuh adik kita itu dan menyembunyikan darahnya?
27 Marilah kita jual dia kepada orang Ismael ini, tetapi janganlah kita apa-apakan dia, karena ia saudara kita, darah daging kita.” Dan saudara-saudaranya
mendengarkan perkataannya itu.
28 Ketika ada saudagar-saudagar 1Midian lewat, Yusuf diangkat ke atas dari dalam sumur itu, kemudian adijual kepada orang 1Ismael itu dengan harga dua puluh
syikal perak. Lalu Yusuf dibawa mereka ke Mesir.
29 Ketika Ruben kembali ke sumur itu, ternyata Yusuf tidak ada lagi di dalamnya. Lalu dikoyakkannyalah bajunya,
30 dan kembalilah ia kepada saudara-saudaranya, katanya: “Anak itu tidak ada lagi, ke manakah aku ini?”
31 Kemudian mereka mengambil ajubah Yusuf, dan menyembelih seekor kambing, lalu mencelupkan jubah itu ke dalam darahnya.
(C. Pengalaman Yakub—Lanjutan)
(4. Dimatangkan—Lanjutan)
(a. Proses Pematangan—Lanjutan)
(1) Mustika Hatinya (Yusuf) Dirampas di Bawah
Kedaulatan Tangan Allah (Lanjutan)
37:32-36
32 Jubah maha indah itu mereka suruh antarkan kepada ayah mereka dengan pesan: “Ini kami dapati. Silakanlah bapa periksa apakah jubah ini milik anak
bapa atau tidak?”
33 Ketika Yakub memeriksa jubah itu, ia berkata: “Ini jubah anakku; abinatang buas telah memakannya; tentulah Yusuf telah bditerkam.”
34 Dan Yakub mengoyakkan jubahnya, lalu mengenakan kain kabung pada pinggangnya dan berkabunglah ia berhari-hari lamanya karena anaknya itu.
35 Sekalian anaknya laki-laki dan perempuan berusaha menghiburkan dia, tetapi ia menolak dihiburkan, serta katanya: “Tidak! Aku akan berkabung, sampai aku
turun mendapatkan anakku, ke dalam 1adunia orang mati!” Demikianlah Yusuf ditangisi oleh ayahnya.
36 Adapun Yusuf, ia 1dijual oleh orang Midian itu ke Mesir, kepada Potifar, seorang pegawai istana Firaun, akepala pengawal raja.
PASAL 38
(C. Pengalaman Yakub–Lanjutan)
(5. Aspek Pemerintahan seperti yang Terlihat pada Yusuf–Lanjutan)
e. Hidup sebagai Bintang Terang
38:1—39:12
(1). Kakaknya, Yehuda, Mengumbar Nafsu
38:1-30
1 Pada waktu itu Yehuda meninggalkan saudara-saudaranya dan menumpang pada seorang Adulam, yang namanya Hira.
2 Di situ Yehuda melihat anak perempuan seorang Kanaan; nama orang itu ialah aSyua. Lalu Yehuda kawin dengan perempuan itu dan menghampirinya.
3 Perempuan itu mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki dan menamai anak itu aEr.
4 Sesudah itu perempuan itu mengandung lagi, lalu melahirkan seorang anak laki-laki dan menamai anak itu Onan.
5 Kemudian perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki sekali lagi, dan menamai anak itu Syela. Yehuda sedang berada di Kezib, ketika anak itu
dilahirkan.
6 Sesudah itu Yehuda mengambil bagi Er, anak sulungnya, seorang isteri, yang bernama 1Tamar.
7 Tetapi Er, anak sulung Yehuda itu, adalah ajahat di mata TUHAN, maka TUHAN membunuh dia.
8 Lalu berkatalah Yehuda kepada Onan: “Hampirilah aisteri kakakmu itu, kawinlah dengan dia sebagai ganti kakakmu dan bangkitkanlah keturunan bagi kakakmu.”
9 Tetapi Onan tahu, bahwa bukan ia yang empunya keturunannya nanti, sebab itu setiap kali ia menghampiri isteri kakaknya itu, ia membiarkan maninya ter
buang, supaya ia jangan memberi keturunan kepada kakaknya.
10 Tetapi yang dilakukannya itu adalah jahat di mata TUHAN, maka TUHAN membunuh dia juga.
11 Lalu berkatalah Yehuda kepada Tamar, menantunya itu: “Tinggallah sebagai janda di rumah ayahmu, sampai anakku Syela itu besar,” sebab 1pikirnya: “Jangan
-jangan ia mati seperti kedua kakaknya itu.” Maka pergilah Tamar dan tinggal di rumah ayahnya.
12 Setelah beberapa lama matilah anak Syua, isteri Yehuda. Habis berkabung pergilah Yehuda ke Timna, kepada orang-orang yang menggunting bulu domba-domba
nya, bersama dengan Hira, sahabatnya, orang Adulam itu.
13 Ketika dikabarkan kepada Tamar: “Bapa mertuamu sedang di jalan ke Timna untuk menggunting bulu domba-dombanya,”
14 maka ditanggalkannyalah pakaian kejandaannya, ia bertelekung dan berselubung, lalu pergi duduk di pintu masuk ke Enaim yang di jalan ke Timna, karena
dilihatnya, bahwa aSyela telah menjadi besar, dan dia tidak diberikan juga kepada Syela itu untuk menjadi isterinya.
15 Ketika 1Yehuda melihat dia, disangkanyalah dia seorang perempuan sundal, karena ia menutupi mukanya.
16 Lalu berpalinglah Yehuda mendapatkan perempuan yang di pinggir jalan itu serta berkata: “Marilah, aku mau menghampiri engkau,” sebab ia tidak tahu, bahwa
perempuan itu menantunya. Tanya perempuan itu: “Apakah yang akan kauberikan kepadaku, jika engkau menghampiri aku?”
17 Jawabnya: “Aku akan mengirimkan kepadamu seekor anak kambing dari kambing dombaku.” Kata perempuan itu: “Asal engkau memberikan tanggungannya, sampai
engkau mengirimkannya kepadaku.”
18 Tanyanya: “Apakah tanggungan yang harus kuberikan kepadamu?” Jawab perempuan itu: “aCap meteraimu serta kalungmu dan tongkat yang ada di tanganmu itu.”
Lalu diberikannyalah semuanya itu kepadanya, maka ia menghampirinya. Perempuan itu mengandung dari padanya.
19 Bangunlah perempuan itu, lalu pergi, ditanggalkannya telekungnya dan dikenakannya pula pakaian kejandaannya.
20 Adapun Yehuda, ia mengirimkan anak kambing itu dengan perantaraan sahabatnya, orang Adulam itu, untuk mengambil kembali tanggungannya dari tangan perem
puan itu, tetapi perempuan itu tidak dijumpainya lagi.
21 Ia bertanya-tanya di tempat tinggal perempuan itu: “Di manakah perempuan jalang, yang duduk tadinya di pinggir jalan di Enaim itu?” Jawab mereka: “Tidak
ada di sini perempuan jalang.”
22 Kembalilah ia kepada Yehuda dan berkata: “Tidak ada kujumpai dia; dan juga orang-orang di tempat itu berkata: Tidak ada perempuan jalang di sini.”
23 Lalu berkatalah Yehuda: “Biarlah barang-barang itu dipegangnya, supaya kita jangan menjadi buah olok-olok orang; sungguhlah anak kambing itu telah
kukirimkan, tetapi engkau tidak menjumpai perempuan itu.”
24 Sesudah kira-kira tiga bulan dikabarkanlah kepada Yehuda: “Tamar, menantumu, bersundal, bahkan telah mengandung dari persundalannya itu.” Lalu kata
Yehuda: “Bawalah perempuan itu, supaya dibakar.”
25 Waktu dibawa, perempuan itu menyuruh orang kepada mertuanya mengatakan: “Dari laki-laki yang empunya barang-barang inilah aku mengandung.” Juga dikata
kannya: “Periksalah, siapa yang empunya acap meterai serta kalung dan tongkat ini?”
26 Yehuda memeriksa barang-barang itu, lalu berkata: “Bukan aku, tetapi perempuan itulah yang benar, karena memang aku tidak memberikan dia kepada aSyela,
anakku.” Dan ia tidak bersetubuh lagi dengan perempuan itu.
27 Pada waktu perempuan itu hendak bersalin, nyatalah ada anak kembar dalam kandungannya.
28 Dan ketika ia bersalin, seorang dari anak itu mengeluarkan tangannya, lalu dipegang oleh bidan, diikatnya dengan benang kirmizi serta berkata: “Inilah
yang lebih dahulu keluar.”
29 Ketika anak itu menarik tangannya kembali, keluarlah saudaranya laki-laki, dan bidan itu berkata: “Alangkah kuatnya engkau menembus ke luar,” maka anak
itu dinamai 1aPeres.
30 Sesudah itu keluarlah saudaranya laki-laki yang tangannya telah berikat benang kirmizi itu, lalu kepadanya diberi nama 1Zerah.
PASAL 39
(2). Menang atas Nafsu dan Bersinar dalam Kegelapan
39:1-12
1 Adapun Yusuf telah dibawa ke Mesir; dan Potifar, seorang Mesir, pegawai istana Firaun, akepala pengawal raja, membeli dia dari tangan orang bIsmael yang
telah membawa dia ke situ.
2 Tetapi TUHAN 1amenyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu.
3 Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat aberhasil segala sesuatu yang dikerjakannya,
4 maka Yusuf amendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada
1bkekuasaan Yusuf.
5 Sejak ia memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala miliknya kepada Yusuf, TUHAN memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf, sehingga aberkat TUHAN
ada atas segala miliknya, baik yang di rumah maupun yang di ladang.
6 Segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf, dan dengan bantuan Yusuf ia tidak usah lagi mengatur apa-apa pun selain dari makanannya sendiri. Adapun
Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya.
7 Selang beberapa waktu isteri tuannya memandang Yusuf dengan berahi, lalu katanya: “Marilah tidur dengan aku.”
8 Tetapi Yusuf menolak dan berkata kepada isteri tuannya itu: “Dengan bantuanku tuanku itu tidak lagi mengatur apa yang ada di rumah ini dan ia telah
menyerahkan segala miliknya pada akekuasaanku,
9 bahkan di rumah ini ia tidak lebih besar kuasanya dari padaku, dan tiada yang tidak diserahkannya kepadaku selain dari pada engkau, sebab engkau isterinya.
Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat adosa terhadap Allah?”
10 Walaupun dari hari ke hari perempuan itu membujuk Yusuf, Yusuf tidak mendengarkan bujukannya itu untuk tidur di sisinya dan bersetubuh dengan dia.
11 Pada suatu hari masuklah Yusuf ke dalam rumah untuk melakukan pekerjaannya, sedang dari seisi rumah itu seorang pun tidak ada di rumah.
12 Lalu perempuan itu memegang baju Yusuf sambil berkata: “Marilah tidur dengan aku.” Tetapi Yusuf meninggalkan bajunya di tangan perempuan itu dan 1alari
ke luar.
f. Dimasukkan ke Dalam Penjara Maut
39:13—41:13
13 Ketika dilihat perempuan itu, bahwa Yusuf meninggalkan bajunya dalam tangannya dan telah lari ke luar,
14 dipanggilnyalah seisi rumah itu, lalu katanya kepada mereka: “Lihat, dibawanya ke mari seorang Ibrani, supaya orang ini dapat mempermainkan kita. Orang
ini mendekati aku untuk tidur dengan aku, tetapi aku berteriak-teriak dengan suara keras.
15 Dan ketika didengarnya bahwa aku berteriak sekeras-kerasnya, ditinggalkannyalah bajunya padaku, lalu ia lari ke luar.”
16 Juga ditaruhnya baju Yusuf itu di sisinya, sampai tuan rumah pulang.
17 Perkataan itu jugalah yang diceritakan perempuan itu kepada Potifar, katanya: “Hamba orang Ibrani yang kaubawa ke mari itu datang kepadaku untuk memper
mainkan aku.
18 Tetapi ketika aku berteriak sekeras-kerasnya, ditinggalkannya bajunya padaku, lalu ia lari ke luar.”
19 Baru saja didengar oleh tuannya perkataan yang diceritakan isterinya kepadanya: begini begitulah aku diperlakukan oleh hambamu itu, maka bangkitlah
amarahnya.
20 Lalu Yusuf ditangkap oleh tuannya dan dimasukkan ke dalam 1apenjara, tempat tahanan-tahanan raja dikurung. Demikianlah Yusuf dipenjarakan di sana.
21 Tetapi TUHAN amenyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu.
22 Sebab itu kepala penjara amempercayakan semua tahanan dalam penjara itu kepada Yusuf, dan segala pekerjaan yang harus dilakukan di situ, dialah yang
mengurusnya.
23 Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN amenyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN
bberhasil.
PASAL 40
1 Sesudah semuanya itu terjadilah, bahwa juru minuman raja Mesir dan juru rotinya membuat kesalahan terhadap tuannya, raja Mesir itu,
2 maka murkalah Firaun kepada kedua pegawai istananya, kepala juru minuman dan kepala juru roti itu.
3 Ia menahan mereka dalam rumah akepala pengawal raja, dalam penjara tempat Yusuf bdikurung.
4 Kepala pengawal raja menempatkan Yusuf bersama-sama dengan mereka untuk melayani mereka. Demikianlah mereka ditahan beberapa waktu lamanya.
5 Pada suatu kali bermimpilah mereka keduanya — baik juru minuman maupun juru roti raja Mesir, yang ditahan dalam penjara itu — masing-masing ada mimpinya,
pada satu malam juga, dan mimpi masing-masing itu ada artinya sendiri.
6 Ketika pada waktu pagi Yusuf datang kepada mereka, segera dilihatnya, bahwa mereka bersusah hati.
7 Lalu ia bertanya kepada pegawai-pegawai istana Firaun yang ditahan bersama-sama dengan dia dalam rumah tuannya itu: “Mengapakah hari ini mukamu semuram
itu?”
8 Jawab mereka kepadanya: “Kami abermimpi, tetapi tidak ada orang yang dapat mengartikannya.” Lalu kata Yusuf kepada mereka: “1Bukankah bAllah yang mene
rangkan arti mimpi? Ceritakanlah kiranya mimpimu itu kepadaku.”
9 Kemudian juru minuman itu menceritakan mimpinya kepada Yusuf, katanya: “Dalam mimpiku itu tampak ada pohon anggur di depanku.
10 Pohon anggur itu ada tiga carangnya dan baru saja pohon itu bertunas, bunganya sudah keluar dan tandan-tandannya penuh buah anggur yang ranum.
11 Dan di tanganku ada piala Firaun. Buah anggur itu kuambil, lalu kuperas ke dalam piala Firaun, kemudian kusampaikan piala itu ke tangan Firaun.”
12 Kata Yusuf kepadanya: “Beginilah aarti mimpi itu: ketiga carang itu artinya tiga hari;
13 dalam tiga hari ini Firaun akan ameninggikan engkau dan mengembalikan engkau ke dalam pangkatmu yang dahulu dan engkau akan menyampaikan piala ke
tangan Firaun seperti dahulu kala, ketika engkau jadi juru minumannya.
14 Tetapi, ingatlah kepadaku, apabila keadaanmu telah baik nanti, tunjukkanlah terima kasihmu kepadaku dengan menceritakan hal ihwalku kepada Firaun dan
tolonglah keluarkan aku dari rumah ini.
15 Sebab aku dicuri adiculik begitu saja dari negeri orang Ibrani dan di sini pun aku tidak pernah melakukan apa-apa yang menyebabkan aku layak dimasukkan ke
dalam bliang tutupan ini.”
16 Setelah dilihat oleh kepala juru roti, betapa baik arti mimpi itu, berkatalah ia kepadanya: “Aku pun bermimpi juga. Tampak aku menjunjung tiga bakul
berisi penganan.
17 Dalam bakul atas ada berbagai-bagai makanan untuk Firaun, buatan juru roti, tetapi burung-burung memakannya dari dalam bakul yang di atas kepalaku.”
18 Yusuf menjawab: “Beginilah aarti mimpi itu: ketiga bakul itu artinya btiga hari;
19 dalam tiga hari ini Firaun akan meninggikan engkau, tinggi ke atas, dan amenggantung engkau pada sebuah tiang, dan burung-burung akan memakan dagingmu
dari tubuhmu.”
20 Dan terjadilah pada hari ketiga, hari kelahiran Firaun, maka Firaun mengadakan perjamuan untuk semua pegawainya. Ia ameninggikan kepala juru minuman
dan kepala juru roti itu di tengah-tengah para pegawainya:
21 kepala juru minuman itu adikembalikannya ke dalam jabatannya, sehingga ia menyampaikan pula piala ke tangan Firaun;
22 tetapi kepala juru roti itu adigantungnya, seperti yang ditakbirkan Yusuf kepada mereka.
23 Tetapi Yusuf tidaklah adiingat oleh kepala juru minuman itu, melainkan dilupakannya.
PASAL 41
1 Setelah lewat 1dua tahun lamanya, bermimpilah Firaun, bahwa aia berdiri di tepi sungai Nil.
2 Tampaklah dari sungai Nil itu keluar tujuh ekor lembu yang indah bangunnya dan gemuk badannya; lalu memakan rumput yang di tepi sungai itu.
3 Kemudian tampaklah juga tujuh ekor lembu yang lain, yang keluar dari dalam sungai Nil itu, buruk bangunnya dan kurus badannya, lalu berdiri di samping
lembu-lembu yang tadi, di tepi sungai itu.
4 Lembu-lembu yang buruk bangunnya dan kurus badannya itu memakan ketujuh ekor lembu yang indah bangunnya dan gemuk itu. Lalu terjagalah Firaun.
5 Setelah itu tertidur pulalah ia dan bermimpi kedua kalinya: Tampak timbul dari satu tangkai tujuh bulir gandum yang bernas dan baik.
6 Tetapi kemudian tampaklah juga tumbuh tujuh bulir gandum yang kurus dan layu oleh angin timur.
7 Bulir yang kurus itu menelan ketujuh bulir yang bernas dan berisi tadi. Lalu terjagalah Firaun. Agaknya ia bermimpi!
8 Pada waktu pagi gelisahlah 1ahatinya, lalu disuruhnyalah memanggil semua 2bahli dan semua orang berilmu di Mesir. Firaun menceritakan mimpinya kepada
mereka, tetapi seorang pun tidak ada yang dapat mengartikannya kepadanya.
9 Lalu berkatalah kepala juru minuman kepada Firaun: “Hari ini aku merasa perlu menyebutkan kesalahanku yang dahulu.
10 Waktu itu tuanku Firaun amurka kepada pegawai-pegawainya, dan menahan aku dalam rumah bpengawal istana, beserta dengan kepala juru roti.
11 Pada satu malam juga kami abermimpi, aku dan kepala juru roti itu; masing-masing mempunyai mimpi dengan artinya sendiri.
12 Bersama-sama dengan kami ada di sana seorang muda Ibrani, hamba kepala pengawal istana itu; kami menceritakan mimpi kami kepadanya, lalu adiartikannya
kepada kami mimpi kami masing-masing.
13 Dan seperti yang diartikannya itu kepada kami, demikianlah pula terjadi: 1aku adikembalikan ke dalam pangkatku, dan kepala juru roti itu digantung.”
g. Dibangkitkan dari Penjara Maut
41:14-39
14 Kemudian Firaun menyuruh memanggil Yusuf. Segeralah ia adikeluarkan dari 1tutupan; ia bercukur dan berganti pakaian, lalu pergi menghadap Firaun.
15 Berkatalah Firaun kepada Yusuf: “Aku telah bermimpi, dan seorang pun tidak ada yang dapat amengartikannya, tetapi telah kudengar tentang engkau:
hanya dengan mendengar mimpi saja engkau dapat mengartikannya.”
16 Yusuf menyahut Firaun: “Bukan sekali-kali aaku, melainkan bAllah juga yang 1akan memberitakan kesejahteraan kepada tuanku Firaun.”
17 Lalu berkatalah Firaun kepada Yusuf: “Dalam mimpiku itu, aaku berdiri di tepi sungai Nil;
18 lalu tampaklah dari sungai Nil itu keluar tujuh ekor lembu yang gemuk badannya dan indah bentuknya, dan makan rumput yang di tepi sungai itu.
19 Tetapi kemudian tampaklah juga keluar tujuh ekor lembu yang lain, kulit pemalut tulang, sangat buruk bangunnya dan kurus badannya; tidak pernah kulihat
yang seburuk itu di seluruh tanah Mesir.
20 Lembu yang kurus dan buruk itu memakan ketujuh ekor lembu gemuk yang mula-mula.
21 Lembu-lembu ini masuk ke dalam perutnya, tetapi walaupun telah masuk ke dalam perutnya, tidaklah kelihatan sedikit pun tandanya: bangunnya tetap sama
buruknya seperti semula. Lalu terjagalah aku.
22 Selanjutnya dalam mimpiku itu kulihat timbul dari satu tangkai tujuh bulir gandum yang berisi dan baik.
23 Tetapi kemudian tampaklah juga tumbuh tujuh bulir yang kering, kurus dan layu oleh angin timur.
24 Bulir yang kurus itu memakan ketujuh bulir yang baik tadi. Telah kuceritakan hal ini kepada semua aahli, tetapi seorang pun tidak ada yang dapat
menerangkannya kepadaku.”
25 Lalu kata Yusuf kepada Firaun: “Kedua mimpi tuanku Firaun itu sama. Allah telah memberitahukan kepada tuanku Firaun aapa yang hendak dilakukan-Nya.
26 Ketujuh ekor lembu yang baik itu ialah tujuh tahun, dan ketujuh bulir gandum yang baik itu ialah tujuh tahun juga; kedua mimpi itu sama.
27 Ketujuh ekor lembu yang kurus dan buruk, yang keluar kemudian, maksudnya tujuh tahun, demikian pula ketujuh bulir gandum yang hampa dan layu oleh angin
timur itu; maksudnya akan ada tujuh tahun kelaparan.
28 Inilah maksud perkataanku, ketika aku berkata kepada tuanku Firaun: Allah telah memperlihatkan kepada tuanku Firaun aapa yang hendak dilakukan-Nya.
29 Ketahuilah tuanku, akan datang tujuh tahun akelimpahan di seluruh tanah Mesir.
30 Kemudian akan timbul tujuh tahun akelaparan; maka akan dilupakan segala kelimpahan itu di tanah Mesir, karena kelaparan itu menguruskeringkan negeri ini.
31 Sesudah itu akan tidak kelihatan lagi bekas-bekas kelimpahan di negeri ini karena kelaparan itu, sebab sangat hebatnya kelaparan itu.
32 Sampai dua kali mimpi itu diulangi bagi tuanku Firaun berarti: hal itu telah ditetapkan oleh Allah dan Allah akan segera melakukannya.
33 Oleh sebab itu, baiklah tuanku Firaun mencari seorang yang berakal budi dan bijaksana, dan mengangkatnya menjadi kuasa atas tanah Mesir.
34 Baiklah juga tuanku Firaun berbuat begini, yakni menempatkan penilik-penilik atas negeri ini dan dalam ketujuh tahun kelimpahan itu memungut seperlima
dari hasil tanah Mesir.
35 Mereka harus amengumpulkan segala bahan makanan dalam tahun-tahun baik yang akan datang ini dan, di bawah kuasa tuanku Firaun, menimbun gandum di kota-
kota sebagai bahan makanan, serta menyimpannya.
36 Demikianlah segala bahan makanan itu menjadi persediaan untuk negeri ini dalam ketujuh tahun kelaparan yang akan terjadi di tanah Mesir, supaya negeri
ini jangan binasa karena kelaparan itu.”
37 Usul itu dipandang baik oleh Firaun dan oleh semua pegawainya.
38 Lalu berkatalah Firaun kepada para pegawainya: “Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh dengan aRoh Allah?”
39 Kata Firaun kepada Yusuf: “Oleh karena Allah telah memberitahukan semuanya ini kepadamu, tidaklah ada orang yang demikian berakal budi dan bijaksana
seperti engkau.
h. Didudukkan di Takhta dengan Kekuasaan
dan Menerima Kemuliaan dan Pemberian
41:40-44
40 Engkaulah menjadi kuasa 1aatas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh rakyatku akan taat; hanya takhta inilah kelebihanku dari padamu.”
41 Selanjutnya Firaun berkata kepada Yusuf: “Dengan ini aku melantik engkau menjadi kuasa aatas seluruh tanah Mesir.”
42 Sesudah itu Firaun menanggalkan 1cincin meterainya dari jarinya dan mengenakannya pada jari Yusuf; dipakaikannyalah kepada Yusuf 1pakaian dari pada kain
halus dan digantungkannya 1kalung emas pada lehernya.
43 Lalu Firaun menyuruh menaikkan Yusuf dalam keretanya yang kedua, dan berserulah orang di hadapan Yusuf: “Hormat!” Demikianlah Yusuf dilantik oleh Firaun
menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir.
44 Berkatalah Firaun kepada Yusuf: “Akulah Firaun, tetapi dengan tidak setahumu, seorang pun tidak boleh bergerak di seluruh tanah Mesir.”
i. Menjadi Juruselamat Dunia, Penunjang Kehidupan (Penyingkap Rahasia)
41:45-46
45 Lalu Firaun menamai Yusuf: 1Zafnat-Paaneah, serta memberikan 2Asnat, anak Potifera, imam di On, kepadanya menjadi isterinya. Demikianlah Yusuf muncul
sebagai kuasa atas seluruh tanah Mesir.
46 Yusuf berumur tiga puluh tahun ketika ia menghadap Firaun, raja Mesir itu. Maka pergilah Yusuf dari depan Firaun, lalu dikelilinginya seluruh tanah
Mesir.
j. Menyuplai Orang dengan Makanan
41:47-57
47 Tanah itu mengeluarkan hasil bertumpuk-tumpuk dalam ketujuh tahun kelimpahan itu,
48 maka Yusuf mengumpulkan segala bahan makanan ketujuh tahun kelimpahan yang ada di tanah Mesir, lalu disimpannya di kota-kota; hasil daerah sekitar tiap-
tiap kota disimpan di dalam kota itu.
49 Demikianlah Yusuf menimbun gandum seperti pasir di laut, sangat banyak, sehingga orang berhenti menghitungnya, karena memang tidak terhitung.
50 Sebelum datang tahun kelaparan itu, lahirlah bagi Yusuf dua orang anak laki-laki, yang dilahirkan oleh Asnat, anak Potifera, imam di On.
51 Yusuf memberi nama 1aManasye kepada anak sulungnya itu, sebab katanya: “Allah telah membuat aku lupa sama sekali kepada kesukaranku dan kepada rumah
bapaku.”
52 Dan kepada anaknya yang kedua diberinya nama 1Efraim, sebab katanya: “Allah membuat aku mendapat aanak dalam negeri kesengsaraanku.”
53 Setelah lewat ketujuh tahun kelimpahan yang ada di tanah Mesir itu,
54 mulailah datang tujuh tahun kelaparan, seperti yang telah dikatakan Yusuf; dalam segala negeri ada akelaparan, tetapi di seluruh negeri Mesir ada roti.
55 Ketika aseluruh negeri Mesir menderita kelaparan, dan rakyat berteriak meminta roti kepada Firaun, berkatalah Firaun kepada semua orang Mesir: “Pergilah
kepada Yusuf, perbuatlah apa yang akan dikatakannya kepadamu.”
56 Kelaparan itu merajalela di 1seluruh bumi. Maka Yusuf membuka 2segala lumbung dan amenjual gandum kepada orang Mesir, sebab makin hebat kelaparan itu di
tanah Mesir.
57 Juga dari seluruh bumi datanglah orang ke Mesir untuk amembeli gandum dari Yusuf, sebab hebat bkelaparan itu di seluruh bumi.
PASAL 42
(C. Pengalaman Yakub—Lanjutan)
(4. Dimatangkan—Lanjutan)
(a. Proses Pematangan—Lanjutan)
(2) Ditimpa Kelaparan dan Dipaksa untuk Mengutus Putra-putranya
ke Mesir untuk Membeli Gandum
42:1-5
1 Setelah Yakub mendapat kabar, bahwa ada gandum di Mesir, berkatalah ia kepada anak-anaknya: “Mengapa kamu berpandang-pandangan saja?”
2 Lagi katanya: “Telah kudengar, bahwa ada gandum di Mesir; 1apergilah ke sana dan belilah gandum di sana untuk kita, supaya kita tetap hidup dan jangan
bmati.”
3 Lalu pergilah sepuluh orang 1saudara Yusuf untuk membeli gandum di Mesir.
4 Tetapi Yakub tidak membiarkan aBenyamin, adik Yusuf, pergi bersama-sama dengan saudara-saudaranya, sebab pikirnya: “Jangan-jangan ia ditimpa bkecelakaan
nanti.”
5 Jadi di antara orang yang datang membeli gandum terdapatlah juga anak-anak Israel, sebab ada akelaparan di tanah Kanaan.
(C. Pengalaman Yakub—Lanjutan)
(5. Aspek Pemerintahan dari Israel yang Matang
seperti yang Terlihat pada Yusuf—Lanjutan)
k. Dikenali oleh Bani Israel
42:6-28; 43:15—45:24
(1) Bijaksana dalam Menanggulangi Saudara-saudaranya dan Memperlihatkan Kasih kepada Mereka
42:6-28
6 Sementara itu Yusuf telah menjadi mangkubumi adi negeri itu; dialah yang menjual gandum kepada seluruh rakyat negeri itu. Jadi ketika saudara-saudara
Yusuf datang, kepadanyalah mereka menghadap dan bsujud dengan mukanya sampai ke tanah.
7 Ketika Yusuf melihat saudara-saudaranya, segeralah mereka dikenalnya, tetapi ia berlaku seolah-olah ia seorang asing kepada mereka; ia menegor mereka
dengan amembentak, katanya: “Dari mana kamu?” Jawab mereka: “Dari tanah Kanaan untuk membeli bahan makanan.”
8 Memang Yusuf mengenal saudara-saudaranya itu, tetapi dia tidak dikenal mereka.
9 Lalu teringatlah Yusuf akan amimpi-mimpinya tentang mereka. 1Berkatalah ia kepada mereka: “Kamu ini bpengintai, kamu datang untuk melihat-lihat di mana
negeri ini tidak dijaga.”
10 Tetapi jawab mereka: “Tidak tuanku! Hanyalah untuk membeli bahan makanan hamba-hambamu ini datang.
11 Kami ini sekalian anak dari satu ayah; kami ini orang jujur; hamba-hambamu ini bukanlah pengintai.”
12 Tetapi ia berkata kepada mereka: “Tidak! Kamu datang untuk melihat-lihat di mana negeri ini tidak dijaga.”
13 Lalu jawab mereka: “Hamba-hambamu ini dua belas orang, kami bersaudara, anak dari satu ayah di tanah Kanaan, tetapi yang bungsu sekarang ada pada ayah
kami, dan seorang sudah atidak ada lagi.”
14 Lalu kata Yusuf kepada mereka: “Sudahlah! Seperti telah kukatakan kepadamu tadi: kamu ini pengintai.
15 Dalam hal ini juga kamu harus diuji: demi hidup Firaun, kamu tidak akan pergi dari sini, jika saudaramu yang abungsu itu tidak datang ke mari.
16 Suruhlah seorang dari padamu untuk menjemput adikmu itu, tetapi kamu ini harus tinggal terkurung di sini. Dengan demikian perkataanmu dapat diuji,
apakah benar, dan jika tidak, demi hidup Firaun, sungguh-sungguhlah kamu ini pengintai.”
17 Dan dimasukkannyalah mereka bersama-sama ke dalam 1tahanan tiga hari lamanya.
18 Pada hari yang ketiga berkatalah Yusuf kepada mereka: “Buatlah begini, maka kamu akan tetap hidup, aku takut akan Allah.
19 Jika kamu orang ajujur, biarkanlah dari kamu bersaudara tinggal seorang terkurung dalam rumah tahanan, tetapi pergilah kamu, bawalah gandum untuk
meredakan lapar seisi rumahmu.
20 Tetapi saudaramu yang bungsu itu haruslah kamu bawa kepadaku, supaya perkataanmu itu ternyata benar dan kamu jangan mati.” Demikianlah diperbuat mereka.
21 Mereka berkata seorang kepada yang lain: “Betul-betullah kita menanggung akibat adosa kita terhadap adik kita itu: bukankah kita melihat bagaimana sesak
hatinya, ketika ia memohon belas kasihan kepada kita, tetapi kita tidak mendengarkan permohonannya. Itulah sebabnya kesesakan ini menimpa kita.”
22 Lalu Ruben menjawab mereka: “Bukankah dahulu kukatakan kepadamu: Janganlah kamu berbuat adosa terhadap anak itu! Tetapi kamu tidak mendengarkan per
kataanku. Sekarang bdarahnya dituntut dari pada kita.”
23 Tetapi mereka tidak tahu, bahwa Yusuf mengerti perkataan mereka, sebab mereka memakai seorang juru bahasa.
24 Maka Yusuf mengundurkan diri dari mereka, lalu amenangis. Kemudian ia kembali kepada mereka dan berkata-kata dengan mereka; ia mengambil 1Simeon dari
antara mereka; lalu disuruh belenggu di depan mata mereka.
25 Sesudah itu Yusuf memerintahkan, bahwa tempat gandum mereka akan adiisi dengan gandum dan bahwa uang mereka masing-masing akan dikembalikan ke dalam
karungnya, serta bekal mereka di jalan akan diberikan kepada mereka. Demikianlah dilakukan orang kepada mereka itu.
26 Sesudah itu mereka pun memuat gandum itu ke atas keledai mereka, lalu berangkat dari situ.
27 Ketika seorang membuka karungnya untuk memberi makan keledainya di tempat bermalam, dilihatnyalah uangnya ada di dalam mulut akarungnya.
28 Katanya kepada saudara-saudaranya: “Uangku dikembalikan; lihat, ada dalam karungku!” Lalu hati mereka menjadi tawar dan mereka berpandang-pandangan
dengan gemetar serta berkata: “Apakah juga yang diperbuat Allah terhadap kita!”
(C. Pengalaman Yakub—Lanjutan)
(4. Dimatangkan—Lanjutan)
(a. Proses Pematangan—Lanjutan)
(3) Putra Keduanya, Simeon, Ditahan di Mesir
42:29-38
29 Ketika mereka sampai kepada Yakub, ayah mereka, di tanah Kanaan, mereka menceritakan segala sesuatu yang dialaminya, katanya:
30 “Orang itu, yakni yang menjadi tuan atas negeri itu, telah menegor kami dengan amembentak dan memperlakukan kami sebagai pengintai negeri itu.
31 Tetapi kata kami kepadanya: Kami orang jujur, kami bukan apengintai.
32 Kami dua belas orang bersaudara, anak-anak ayah kami; seorang sudah atidak ada lagi, dan yang bungsu ada sekarang pada ayah kami, di tanah Kanaan.
33 Lalu kata orang itu, yakni yang menjadi tuan atas negeri itu, kepada kami: Dari hal ini aku akan tahu, apakah kamu orang ajujur: dari kamu bersaudara
haruslah kamu tinggalkan seorang padaku; kemudian bawalah gandum untuk meredakan lapar seisi rumahmu dan pergilah;
34 lalu bawalah kepadaku saudaramu yang abungsu itu, maka aku akan tahu, bahwa kamu bukan pengintai, tetapi orang jujur; dan aku akan mengembalikan saudara
mu itu kepadamu, dan bolehlah kamu bmenjalani negeri ini dengan bebas.”
35 Ketika mereka mengosongkan karungnya, tampaklah ada pundi-pundi uang masing-masing dalam akarungnya; dan ketika mereka beserta ayah mereka melihat
pundi-pundi uang itu, ketakutanlah mereka.
36 Dan Yakub, ayah mereka, berkata kepadanya: “Kamu membuat aku akehilangan anak-anakku: Yusuf tidak ada lagi, dan Simeon tidak ada lagi, sekarang Benyamin
pun hendak kamu bawa juga. Aku inilah yang menanggung segala-galanya itu!”
37 Lalu berkatalah Ruben kepada ayahnya: “Kedua anakku laki-laki boleh engkau bunuh, jika ia tidak kubawa kepadamu; serahkanlah dia ke dalam tanganku,
maka dia akan kubawa kembali kepadamu.”
38 Tetapi jawabnya: “Anakku itu tidak akan pergi ke sana bersama-sama dengan kamu, sebab kakaknya telah mati dan hanya dialah yang tinggal; jika dia ditimpa
akecelakaan di jalan yang akan kamu tempuh, maka tentulah kamu akan menyebabkan aku yang ubanan ini turun ke dunia orang mati karena bdukacita.”
PASAL 43
(4) Ditimpa Kelaparan yang Hebat
dan Mengutus Putranya yang Paling Muda, Benyamin
43:1-14
1 Tetapi hebat sekali akelaparan di negeri itu.
2 Dan setelah gandum yang dibawa mereka dari Mesir habis dimakan, berkatalah ayah mereka: “aPergilah pula membeli sedikit bahan makanan untuk kita.”
3 Lalu Yehuda menjawabnya: “Orang itu telah memperingatkan kami dengan sungguh-sungguh: Kamu tidak boleh melihat mukaku, jika aadikmu itu tidak ada
bersama-sama dengan kamu.
4 Jika engkau mau membiarkan adik kami pergi bersama-sama dengan kami, maka kami mau pergi ke sana dan membeli bahan makanan bagimu.
5 Tetapi jika engkau tidak mau membiarkan dia pergi, maka kami tidak akan pergi ke sana, sebab orang itu telah berkata kepada kami: Kamu tidak boleh melihat
mukaku, jika adikmu itu tidak ada bersama-sama dengan kamu.”
6 Lalu berkatalah Israel: “Mengapa kamu mendatangkan malapetaka kepadaku dengan memberitahukan kepada orang itu, bahwa masih ada adikmu seorang?”
7 Jawab mereka: “Orang itu telah menanyai kami dengan seksama tentang kami sendiri dan tentang sanak saudara kita: Masih hidupkah ayahmu? Adakah adikmu
lagi? Dan kami telah memberitahukan semuanya kepadanya seperti yang sebenarnya. Bagaimana kami dapat menduga bahwa ia akan berkata: Bawalah ke mari adikmu
itu.”
8 Lalu berkatalah Yehuda kepada Israel, ayahnya: “Biarkanlah anak itu pergi bersama-sama dengan aku; maka kami akan bersiap dan pergi, supaya kita tetap
hidup dan jangan amati, baik kami maupun engkau dan anak-anak kami.
9 Akulah yang menanggung dia; engkau boleh menuntut dia dari padaku; jika aku tidak amembawa dia kepadamu dan menempatkan dia di depanmu, maka akulah yang
berdosa terhadap engkau untuk selama-lamanya.
10 Jika kita tidak berlambat-lambat, maka tentulah kami sekarang sudah dua kali pulang.”
11 Lalu Israel, ayah mereka, berkata kepadanya: “Jika demikian, perbuatlah begini: Ambillah hasil yang terbaik dari negeri ini dalam tempat gandummu dan
bawalah kepada orang itu sebagai persembahan: sedikit balsam dan sedikit madu, damar dan damar ladan, buah kemiri dan buah badam.
12 Dan bawalah uang dua kali lipat banyaknya: uang yang telah dikembalikan ke dalam mulut akarung-karungmu itu haruslah kamu bawa kembali; mungkin itu suatu
kekhilafan.
13 Bawalah juga adikmu itu, bersiaplah dan kembalilah pula kepada orang itu.
14 Allah 1aYang Mahakuasa kiranya membuat orang itu menaruh 2belas kasihan kepadamu, supaya ia membiarkan saudaramu yang lain itu beserta Benyamin kemba
li. Mengenai aku ini, jika terpaksa aku bkehilangan anak-anakku, biarlah juga kehilangan!”
(C. Pengalaman Yakub—Lanjutan)
(5. Aspek Pemerintahan dari Israel yang Matang
seperti yang Terlihat pada Yusuf—Lanjutan)
(k. Dikenali—Lanjutan)
(2) Menguji Saudara-saudaranya Lebih Lanjut
43:15—44:34
15 Lalu orang-orang itu mengambil persembahan itu dan mengambil uang dua kali lipat banyaknya, beserta Benyamin juga; mereka bersiap dan pergi ke Mesir. Ke
mudian berdirilah mereka di depan Yusuf.
16 Ketika Yusuf melihat Benyamin bersama-sama dengan mereka, berkatalah ia kepada kepala rumahnya: “Bawalah orang-orang ini ke dalam rumah, sembelihlah
seekor hewan dan siapkanlah itu, sebab orang-orang ini akan makan bersama-sama dengan aku pada tengah hari ini.”
17 Orang itu melakukan seperti yang dikatakan Yusuf dan dibawanyalah orang-orang itu ke dalam rumah Yusuf.
18 Lalu ketakutanlah orang-orang itu, karena mereka dibawa ke dalam rumah Yusuf. Kata mereka: “Yang menjadi sebab kita dibawa ke sini, ialah perkara uang
yang dikembalikan ke dalam karung kita pada mulanya itu, supaya kita disergap dan ditangkap dan supaya kita dijadikan budak dan keledai kita diambil.”
19 Karena itu mereka mendekati kepala rumah Yusuf itu, dan berkata kepadanya di depan pintu rumah:
20 “Mohon bicara tuan! Kami dahulu datang ke mari untuk amembeli bahan makanan,
21 tetapi ketika kami sampai ke tempat bermalam dan membuka karung kami, tampaklah uang kami masing-masing dengan tidak kurang jumlahnya ada di dalam mulut
akarung. Tetapi sekarang kami membawanya kembali.
22 Uang lain kami bawa juga ke mari untuk membeli bahan makanan; kami tidak tahu siapa yang menaruh uang kami itu ke dalam karung kami.”
23 Tetapi jawabnya: “Tenang sajalah, jangan takut; Allahmu dan Allah bapamu telah memberikan kepadamu harta terpendam dalam karungmu; uangmu itu telah
kuterima.” Kemudian dikeluarkannyalah Simeon dan dibawanya kepada mereka.
24 Setelah orang itu membawa mereka ke dalam rumah Yusuf, diberikannyalah air, supaya mereka membasuh akaki; juga keledai mereka diberinya makan.
25 Sesudah itu mereka menyiapkan apersembahannya menantikan Yusuf datang pada waktu tengah hari, sebab mereka telah mendengar, bahwa mereka akan makan di
situ.
26 Ketika Yusuf telah pulang, mereka membawa persembahan yang ada pada mereka itu kepada Yusuf di dalam rumah, lalu asujud kepadanya sampai ke tanah.
27 Sesudah itu ia bertanya kepada mereka apakah mereka selamat; lagi katanya: “Apakah aayahmu yang tua yang kamu sebutkan itu selamat? Masih hidupkah ia?”
28 Jawab mereka: “Hambamu, ayah kami, ada selamat; ia masih hidup.” Sesudah itu berlututlah mereka dan sujud.
29 Ketika Yusuf memandang kepada mereka, dilihatnyalah aBenyamin, adiknya, yang seibu dengan dia, lalu katanya: “Inikah adikmu yang bungsu itu, yang
telah kamu sebut-sebut kepadaku?” Lagi katanya: “Allah kiranya memberikan kasih karunia kepadamu, anakku!”
30 Lalu segeralah Yusuf pergi dari situ, sebab ahatinya sangat terharu merindukan adiknya itu, dan dicarinyalah tempat untuk bmenangis; ia masuk ke dalam
kamar, lalu menangis di situ.
31 Sesudah itu dibasuhnyalah mukanya dan ia tampil ke luar. Ia menahan hatinya dan berkata: “Hidangkanlah makanan.”
32 Lalu dihidangkanlah makanan, bagi Yusuf tersendiri, bagi saudara-saudaranya tersendiri dan bagi orang-orang Mesir yang bersama-sama makan dengan mereka
itu tersendiri; sebab orang Mesir tidak boleh makan bersama-sama dengan orang Ibrani, karena hal itu suatu akekejian bagi orang Mesir.
33 Saudara-saudaranya itu duduk di depan Yusuf, dari yang sulung sampai yang bungsu, sehingga mereka berpandang-pandangan dengan heran.
34 Lalu disajikan kepada mereka hidangan dari meja Yusuf, tetapi yang diterima Benyamin adalah alima kali lebih banyak dari pada setiap orang yang lain. Lalu
minumlah mereka dan bersukaria bersama-sama dengan dia.
PASAL 44
1 Sesudah itu diperintahkannyalah kepada kepala rumahnya: “aIsilah karung orang-orang itu dengan gandum, seberapa yang dapat dibawa mereka, dan letakkanlah
uang masing-masing di dalam mulut karungnya.
2 Dan pialaku, piala perak itu, taruhlah di dalam mulut karung anak yang bungsu serta uang pembayar gandumnya juga.” Maka diperbuatnyalah seperti yang
dikatakan Yusuf.
3 Ketika paginya hari terang tanah, orang melepas mereka beserta keledai mereka.
4 Tetapi baru saja mereka keluar dari kota itu, belum lagi jauh jaraknya, berkatalah Yusuf kepada akepala rumahnya: “Bersiaplah, kejarlah orang-orang itu,
dan apabila engkau sampai kepada mereka, katakanlah kepada mereka: Mengapa kamu membalas yang baik dengan yang jahat?
5 Bukankah ini piala yang dipakai tuanku untuk minum dan yang biasa dipakainya untuk menelaah? Kamu berbuat jahat dengan melakukan yang demikian.”
6 Ketika sampai kepada mereka, diberitakannyalah kepada mereka perkataan Yusuf itu.
7 Jawab mereka kepadanya: “Mengapa tuanku mengatakan perkataan yang demikian? Jauhlah dari pada hamba-hambamu ini untuk berbuat begitu!
8 Bukankah uang yang kami dapati di dalam mulut akarung kami telah kami bawa kembali kepadamu dari tanah Kanaan? Masakan kami mencuri emas atau perak dari
rumah tuanmu?
9 aPada siapa dari hamba-hambamu ini kedapatan piala itu, biarlah ia mati, juga kami ini akan menjadi budak tuanku.”
10 Sesudah itu berkatalah ia: “Ya, usulmu itu baik; tetapi pada siapa kedapatan piala itu, hanya dialah yang akan menjadi budakku dan kamu yang lain itu akan
bebas dari salah.”
11 Lalu segeralah mereka masing-masing menurunkan karungnya ke tanah dan masing-masing membuka karungnya.
12 Dan kepala rumah itu memeriksanya dengan teliti; ia mulai dengan yang sulung sampai kepada yang bungsu; maka kedapatanlah piala itu dalam karung
Benyamin.
13 Lalu mereka mengoyakkan jubahnya dan masing-masing memuati keledainya, dan mereka kembali ke kota.
14 Ketika aYehuda dan saudara-saudaranya sampai ke dalam rumah Yusuf, Yusuf masih ada di situ, bsujudlah mereka sampai ke tanah di depannya.
15 Berkatalah Yusuf kepada mereka: “Perbuatan apakah yang kamu lakukan ini? Tidakkah kamu tahu, bahwa seorang yang seperti aku ini pasti dapat menelaah?”
16 Sesudah itu berkatalah Yehuda: “Apakah yang akan kami katakan kepada tuanku, apakah yang akan kami jawab, dan dengan apakah kami akan membenarkan diri
kami? Allah telah memperlihatkan akesalahan hamba-hambamu ini. Maka kami ini, budak tuankulah kami, baik kami maupun orang pada siapa kedapatan piala itu.”
17 Tetapi jawabnya: “Jauhlah dari padaku untuk berbuat demikian! Pada siapa akedapatan piala itu, dialah yang akan menjadi budakku, tetapi kamu ini,
pergilah kembali dengan selamat kepada ayahmu.”
18 Lalu tampillah Yehuda mendekatinya dan berkata: “Mohon bicara tuanku, izinkanlah kiranya hambamu ini mengucapkan sepatah kata kepada tuanku dan janganlah
kiranya bangkit amarahmu terhadap hambamu ini, sebab tuanku adalah seperti Firaun sendiri.
19 Tuanku telah bertanya kepada hamba-hambanya ini: Masih adakah ayah atau saudara kamu?
20 Dan kami menjawab tuanku: Kami masih mempunyai ayah yang tua dan masih ada anaknya yang muda, yang lahir pada amasa tuanya; kakaknya telah mati, hanya
dia sendirilah yang tinggal dari mereka yang seibu, sebab itu ayahnya sangat mengasihi dia.
21 Lalu tuanku berkata kepada hamba-hambamu ini: aBawalah dia ke mari kepadaku, supaya mataku memandang dia.
22 Tetapi jawab kami kepada tuanku: Anak itu tidak dapat meninggalkan ayahnya, sebab jika ia meninggalkan ayahnya, tentulah ayah ini amati.
23 Kemudian tuanku berkata kepada hamba-hambamu ini: Jika adikmu yang abungsu itu tidak datang ke mari bersama-sama dengan kamu, kamu tidak boleh melihat
mukaku lagi.
24 Setelah kami kembali kepada hambamu, ayahku, maka kami memberitahukan kepadanya perkataan tuanku itu.
25 Kemudian ayah kami berkata: Kembalilah kamu amembeli sedikit bahan makanan bagi kita.
26 Tetapi jawab kami: Kami tidak dapat pergi ke sana. Jika adik kami yang bungsu bersama-sama dengan kami, barulah kami akan pergi ke sana, sebab kami tidak
boleh melihat muka orang itu, apabila adik kami yang bungsu tidak bersama-sama dengan kami.
27 Kemudian berkatalah hambamu, ayahku, kepada kami: Kamu tahu, bahwa isteriku telah melahirkan dua orang aanak bagiku;
28 yang seorang telah pergi dari padaku, dan aku telah berkata: Tentulah ia aditerkam oleh binatang buas, dan sampai sekarang aku tidak melihat dia kembali.
29 Jika anak ini kamu ambil pula dari padaku, dan ia ditimpa kecelakaan, maka tentulah kamu akan menyebabkan aku yang ubanan ini turun ke adunia orang mati
karena nasib celaka.
30 Maka sekarang, apabila aku datang kepada hambamu, ayahku, dan tidak ada bersama-sama dengan kami anak itu, padahal ayahku tidak dapat hidup tanpa dia,
31 tentulah akan terjadi, apabila dilihatnya anak itu tidak ada, bahwa ia akan mati, dan hamba-hambamu ini akan menyebabkan hambamu, ayah kami yang ubanan
itu, turun ke dunia orang mati karena dukacita.
32 Tetapi hambamu ini telah amenanggung anak itu terhadap ayahku dengan perkataan: Jika aku tidak membawanya kembali kepada bapa, maka akulah yang
berdosa kepada bapa untuk selama-lamanya.
33 Oleh sebab itu, baiklah hambamu ini tinggal menjadi budak tuanku menggantikan anak itu, dan biarlah anak itu pulang bersama-sama dengan saudara-saudara
nya.
34 Sebab masakan aku pulang kepada ayahku, apabila anak itu tidak bersama-sama dengan aku? Aku tidak akan sanggup melihat nasib celaka yang akan menimpa
ayahku.”
PASAL 45
(3) Mengungkapkan Keagungan dan Kemuliaannya kepada Saudara-saudaranya yang Bertobat
45:1-15
1 Ketika itu 1Yusuf tidak dapat amenahan hatinya lagi di depan semua orang yang berdiri di dekatnya, lalu berserulah ia: “Suruhlah keluar semua orang dari
sini.” Maka tidak ada seorang pun yang tinggal di situ bersama-sama Yusuf, ketika ia bmemperkenalkan dirinya kepada saudara-saudaranya.
2 Setelah itu menangislah ia keras-keras, sehingga kedengaran kepada orang Mesir dan kepada seisi istana Firaun.
3 Dan Yusuf berkata kepada saudara-saudaranya: “Akulah Yusuf! Masih hidupkah bapa?” Tetapi saudara-saudaranya tidak dapat menjawabnya, sebab mereka takut
dan gemetar menghadapi dia.
4 Lalu kata Yusuf kepada saudara-saudaranya itu: “Marilah dekat-dekat.” Maka mendekatlah mereka. Katanya lagi: “Akulah Yusuf, saudaramu, yang kamu ajual ke
Mesir.
5 Tetapi sekarang, janganlah 1bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk amemelihara kehidupanlah Allah
bmenyuruh aku mendahului kamu.
6 Karena telah dua tahun ada kelaparan dalam negeri ini dan selama lima tahun lagi orang tidak akan membajak atau menuai.
7 Maka Allah telah menyuruh aku mendahului kamu untuk menjamin 1kelanjutan keturunanmu di bumi ini dan untuk memelihara hidupmu, sehingga sebagian besar dari
padamu tertolong.
8 Jadi bukanlah kamu yang menyuruh aku ke sini, tetapi Allah; Dialah yang telah menempatkan aku sebagai bapa bagi Firaun dan tuan atas seluruh istananya dan
sebagai kuasa aatas seluruh tanah Mesir.
9 Segeralah kamu kembali kepada bapa dan katakanlah kepadanya: Beginilah kata Yusuf, anakmu: Allah telah menempatkan aku sebagai tuan atas seluruh Mesir;
adatanglah mendapatkan aku, janganlah tunggu-tunggu.
10 Engkau akan tinggal di tanah Gosyen dan akan dekat kepadaku, engkau serta anak dan cucumu, kambing domba dan lembu sapimu dan segala milikmu.
11 Di sanalah aku amemelihara engkau — sebab kelaparan ini masih ada lima tahun lagi — supaya engkau jangan jatuh miskin bersama seisi rumahmu dan semua
orang yang ikut serta dengan engkau.
12 Dan kamu telah melihat dengan mata sendiri, dan saudaraku Benyamin juga, bahwa mulutku sendiri mengatakannya kepadamu.
13 Sebab itu ceritakanlah kepada bapa segala kemuliaanku di negeri Mesir ini, dan segala yang telah kamu lihat, kemudian segeralah bawa bapa ke mari.”
14 Lalu adipeluknyalah leher Benyamin, adiknya itu, dan menangislah ia, dan bmenangis pulalah Benyamin pada bahu Yusuf.
15 Yusuf mencium semua saudaranya itu dengan mesra dan ia menangis sambil memeluk mereka. Sesudah itu barulah saudara-saudaranya bercakap-cakap dengan dia.
(4) Saudara-saudaranya Berbagian dalam Kenikmatan akan Pemerintahannya
45:16-24
16 Ketika dalam aistana Firaun terdengar kabar, bahwa saudara-saudara Yusuf datang, hal itu diterima dengan baik oleh Firaun dan pegawai-pegawainya.
17 Lalu berkatalah Firaun kepada Yusuf: “Katakanlah kepada saudara-saudaramu: Buatlah begini: muatilah binatang-binatangmu dan pergilah ke tanah Kanaan,
18 jemputlah ayahmu dan seisi rumahmu dan datanglah mendapatkan aku, maka aku akan memberikan kepadamu apa yang paling baik di tanah Mesir, sehingga kamu
akan mengecap akesuburan tanah ini.
19 Selanjutnya engkau mendapat perintah mengatakan kepada mereka: Buatlah begini: bawalah akereta dari tanah Mesir untuk anak-anakmu dan isteri-isterimu,
jemputlah ayahmu dari sana dan datanglah ke mari.
20 Janganlah kamu merasa sayang meninggalkan barang-barangmu, sebab apa yang paling baik di seluruh tanah Mesir ini adalah milikmu.”
21 Demikianlah dilakukan oleh anak-anak Israel itu. Yusuf memberikan kereta kepada mereka menurut perintah Firaun; juga diberikan kepada mereka bekal di
jalan.
22 Kepada mereka masing-masing diberikannya sepotong pesalin dan kepada Benyamin diberikannya tiga ratus uang perak dan alima potong pesalin.
23 Di samping itu kepada ayahnya dikirimkannya sepuluh ekor keledai jantan, dimuati dengan apa yang paling baik di Mesir, lagipula sepuluh ekor keledai
betina, dimuati dengan gandum dan roti dan makanan untuk ayahnya dalam perjalanan.
24 Kemudian ia melepas saudara-saudaranya serta berkata kepada mereka: “Janganlah berbantah-bantah di jalan.”
(C. Pengalaman Yakub–Lanjutan)
(4. Dimatangkan–Lanjutan)
b. Manifestasi Kematangan
45:25—47:10; 47:28—50:13
(1) Tidak Menyalahkan Ketika Mendengar bahwa Yusuf Masih Hidup
45:25-28
25 Demikianlah mereka pergi dari tanah Mesir dan sampai di tanah Kanaan, kepada Yakub, ayah mereka.
26 Mereka menceritakan kepadanya: “Yusuf masih hidup, bahkan dialah yang menjadi kuasa aatas seluruh tanah Mesir.” Tetapi hati Yakub tetap 1dingin, sebab
ia tidak dapat mempercayai mereka.
27 Tetapi ketika mereka menyampaikan kepadanya segala perkataan yang diucapkan Yusuf, dan ketika dilihatnya akereta yang dikirim oleh Yusuf untuk menjem
putnya, maka bangkitlah kembali bsemangat Yakub, ayah mereka itu.
28 Kata Yakub: “1Cukuplah itu; anakku Yusuf masih hidup; aku mau pergi melihatnya, sebelum aku mati.”
PASAL 46
(2) Mempersembahkan Kurban kepada Allah di Bersyeba
46:1-4
1 Jadi berangkatlah Israel dengan segala miliknya dan ia tiba di Bersyeba, lalu 1dipersembahkannya kurban sembelihan kepada Allah Ishak ayahnya.
2 Berfirmanlah Allah kepada Israel dalam apenglihatan waktu malam: “Yakub, Yakub!” Sahutnya: “Ya, Tuhan.”
3 Lalu firman-Nya: “Akulah 1Allah, Allah aayahmu, janganlah takut pergi ke Mesir, sebab Aku akan membuat engkau menjadi bbangsa yang besar di sana.
4 Aku sendiri akan menyertai engkau apergi ke Mesir dan tentulah Aku juga akan membawa engkau kembali; dan tangan Yusuflah yang akan mengatupkan kelopak ma
tamu nanti.”
(3) Bertemu Lagi dengan Yusuf
46:5-34
5 Lalu berangkatlah Yakub dari Bersyeba, dan anak-anak Israel membawa Yakub, ayah mereka, beserta anak dan isteri mereka, dan mereka menaiki akereta yang
dikirim Firaun untuk menjemputnya.
6 Mereka membawa juga ternaknya dan harta bendanya, yang telah diperoleh mereka di tanah Kanaan, lalu tibalah mereka di Mesir, yakni aYakub dan seluruh
keturunannya bersama-sama dengan dia.
7 Anak-anak dan cucu-cucunya laki-laki dan perempuan, seluruh keturunannya dibawanyalah ke Mesir.
8 Inilah anama-nama bani Israel yang datang ke Mesir, yakni Yakub beserta keturunannya. Anak sulung Yakub ialah Ruben.
9 Anak-anak aRuben ialah Henokh, Palu, Hezron dan Karmi.
10 Anak-anak aSimeon ialah Yemuel, Yamin, Ohad, Yakhin dan Zohar serta Saul, anak seorang perempuan Kanaan.
11 Anak-anak aLewi ialah Gerson, Kehat dan Merari.
12 Anak-anak aYehuda ialah Er, Onan, Syela, Peres dan Zerah; tetapi Er dan Onan mati di tanah Kanaan; dan anak-anak Peres ialah Hezron dan Hamul.
13 Anak-anak aIsakhar ialah Tola, Pua, Ayub dan Simron.
14 Anak-anak aZebulon ialah Sered, Elon dan Yahleel.
15 Itulah keturunan Lea, yang melahirkan bagi Yakub di Padan-Aram anak-anak lelaki serta aDina juga, anaknya yang perempuan. Jadi seluruhnya, laki-laki dan
perempuan, berjumlah tiga puluh tiga jiwa.
16 Anak-anak aGad ialah Zifyon, Hagi, Syuni, Ezbon, Eri, Arodi dan Areli.
17 Anak-anak aAsyer ialah Yimna, Yiswa, Yiswi dan Beria; Serah ialah saudara perempuan mereka; dan anak-anak Beria ialah Heber dan Malkiel.
18 Itulah keturunan Zilpa, yakni hamba perempuan yang telah diberikan Laban kepada Lea, anaknya perempuan, dan yang melahirkan anak-anak bagi Yakub; selu
ruhnya enam belas jiwa.
19 Anak-anak Rahel, isteri Yakub, ialah Yusuf dan Benyamin.
20 Bagi aYusuf lahir Manasye dan Efraim di tanah Mesir, yang dilahirkan baginya oleh Asnat, anak perempuan Potifera, imam di On.
21 Anak-anak aBenyamin ialah Bela, Bekher, Asybel, Gera, Naaman, Ehi, Rosy, Mupim, Hupim dan Ared.
22 Itulah keturunan Rahel, yang telah lahir bagi Yakub, seluruhnya berjumlah empat belas jiwa.
23 Anak aDan ialah Husim.
24 Anak-anak aNaftali ialah Yahzeel, Guni, Yezer dan Syilem.
25 Itulah keturunan Bilha, yakni hamba perempuan yang diberikan Laban kepada Rahel, anaknya yang perempuan dan yang melahirkan anak-anak itu bagi Yakub —
seluruhnya berjumlah tujuh jiwa.
26 Semua orang yang tiba di Mesir bersama-sama dengan Yakub, yakni anak-anak kandungnya, dengan tidak terhitung isteri anak-anaknya, seluruhnya berjumlah
enam puluh enam jiwa.
27 Anak-anak Yusuf yang lahir baginya di Mesir ada dua orang. Jadi keluarga Yakub yang tiba di Mesir, seluruhnya berjumlah atujuh puluh jiwa.
28 Yakub menyuruh Yehuda berjalan lebih dahulu mendapatkan Yusuf, supaya Yusuf datang ke Gosyen menemui ayahnya. Sementara itu sampailah mereka ke tanah
Gosyen.
29 Lalu Yusuf memasang keretanya dan pergi ke Gosyen, mendapatkan Israel, ayahnya. Ketika ia bertemu dengan dia, dipeluknyalah aleher ayahnya dan lama
menangis pada bahunya.
30 Berkatalah Israel kepada Yusuf: “Sekarang bolehlah aku mati, setelah aku amelihat mukamu dan mengetahui bahwa engkau masih hidup.”
31 Kemudian berkatalah Yusuf kepada saudara-saudaranya dan kepada keluarga ayahnya itu: “Aku mau menghadap Firaun dan amemberitahukan kepadanya: Saudara
-saudaraku dan keluarga ayahku, yang tinggal di tanah Kanaan, telah datang kepadaku;
32 orang-orang itu agembala kambing domba, sebab mereka itu pemelihara ternak, dan kambing dombanya, lembu sapinya dan segala miliknya telah dibawa mereka.
33 Apabila Firaun memanggil kamu dan bertanya: Apakah pekerjaanmu?
34 maka jawablah: Hamba-hambamu ini pemelihara ternak, sejak dari kecil sampai sekarang, baik kami maupun nenek moyang kami — dengan maksud supaya kamu
boleh diam di tanah Gosyen.” — Sebab segala gembala kambing domba adalah suatu akekejian bagi orang Mesir.
PASAL 47
(4) Senantiasa Memberkati Orang
47:1-10; 47:28—49:28
(a) Memberkati Firaun
47:1-10
1 Kemudian pergilah Yusuf amemberitahukan kepada Firaun: “Ayahku dan saudara-saudaraku beserta kambing dombanya, lembu sapinya dan segala miliknya telah da
tang dari tanah Kanaan, dan sekarang mereka ada di tanah Gosyen.”
2 Dari antara saudara-saudaranya itu dibawanya lima orang menghadap Firaun.
3 Firaun bertanya kepada saudara-saudara Yusuf itu: “aApakah pekerjaanmu?” Jawab mereka kepada Firaun: “Hamba-hambamu ini bgembala domba, baik kami maupun
nenek moyang kami.”
4 Lagi kata mereka kepada Firaun: “Kami datang untuk tinggal di negeri ini sebagai aorang asing, sebab tidak ada lagi padang rumput untuk kumpulan ternak
hamba-hambamu ini, karena hebat kelaparan itu di tanah Kanaan; maka sekarang, izinkanlah hamba-hambamu ini menetap di tanah Gosyen.”
5 Lalu berkatalah Firaun kepada Yusuf: “Ayahmu dan saudara-saudaramu telah datang kepadamu.
6 Tanah Mesir ini terbuka untukmu. Tunjukkanlah kepada ayahmu dan kepada saudara-saudaramu tempat menetap di tempat yang aterbaik dari negeri ini, biarlah
mereka diam di tanah Gosyen. Dan jika engkau tahu di antara mereka orang-orang yang tangkas, tempatkanlah mereka menjadi pengawas ternakku.”
7 Yusuf membawa juga Yakub, ayahnya, menghadap Firaun. Lalu Yakub memohonkan 1aberkat bagi Firaun.
8 Kemudian bertanyalah Firaun kepada Yakub: “Sudah berapa 1tahun umurmu?”
9 Jawab Yakub kepada Firaun: “Tahun-tahun apengembaraanku sebagai orang asing berjumlah seratus tiga puluh tahun. bTahun-tahun hidupku itu csedikit saja dan
buruk adanya, tidak mencapai umur nenek moyangku, yakni jumlah tahun mereka mengembara sebagai orang asing.”
10 Lalu Yakub memohonkan berkat bagi Firaun, sesudah itu keluarlah ia dari depan Firaun.
(C. Pengalaman Yakub–Lanjutan)
(5. Aspek Pemerintahan dari Israel yang Matang
seperti yang Terlihat pada Yusuf–Lanjutan)
l. Memerintah
47:11-27; 50:14-26
11 Yusuf menunjukkan kepada ayahnya dan saudara-saudaranya tempat untuk menetap dan memberikan kepada mereka tanah milik di tanah Mesir, di tempat yang ter
baik di negeri itu, di tanah Rameses, seperti yang diperintahkan Firaun.
12 Dan Yusuf amemelihara ayahnya, saudara-saudaranya dan seisi rumah ayahnya dengan makanan, menurut jumlah anak-anak mereka.
13 Di seluruh negeri itu tidak ada makanan, sebab kelaparan itu sangat hebat, sehingga seisi tanah Mesir dan tanah Kanaan lemah lesu karena kelaparan itu.
14 Maka Yusuf 1mengumpulkan segala uang yang terdapat di tanah Mesir dan di tanah Kanaan, yakni uang pembayar gandum yang adibeli mereka; dan Yusuf mem
bawa uang itu ke dalam istana Firaun.
15 Setelah habis uang di tanah Mesir dan di tanah Kanaan, datanglah semua orang Mesir menghadap Yusuf serta berkata: “Berilah makanan kepada kami! Mengapa
kami harus mati di depanmu? Sebab tidak ada lagi uang.”
16 Jawab Yusuf: “Jika tidak ada lagi uang, berilah ternakmu, maka aku akan memberi makanan kepadamu sebagai ganti ternakmu itu.”
17 Lalu mereka membawa ternaknya kepada Yusuf dan Yusuf memberi makanan kepada mereka ganti kuda, kumpulan kambing domba dan kumpulan lembu sapi dan
keledainya, jadi 1disediakannyalah bagi mereka makanan ganti segala ternaknya pada tahun itu.
18 Setelah lewat tahun itu, datanglah mereka kepadanya, pada tahun yang kedua, serta berkata kepadanya: “Tidak usah kami sembunyikan kepada tuanku, bahwa
setelah uang kami habis dan setelah kumpulan ternak kami menjadi milik tuanku, tidaklah ada lagi yang tinggal yang dapat kami serahkan kepada tuanku
selain badan kami dan tanah kami.
19 Mengapa kami harus mati di depan matamu, baik kami maupun tanah kami? Belilah kami dan tanah kami sebagai ganti makanan, maka kami dengan tanah kami akan
menjadi hamba kepada Firaun. Berikanlah benih, supaya kami hidup dan jangan mati, dan supaya tanah itu jangan menjadi tandus.”
20 Lalu Yusuf membeli segala tanah orang Mesir untuk Firaun, sebab orang Mesir itu masing-masing menjual ladangnya, karena berat kelaparan itu menimpa
mereka. Demikianlah negeri itu menjadi milik Firaun.
21 Dan tentang rakyat itu, diperhambakannyalah mereka di daerah Mesir dari ujung yang satu sampai ujung yang lain.
22 Hanya tanah para imam tidak dibelinya, sebab para imam mendapat tunjangan tetap dari Firaun, dan mereka hidup dari tunjangan itu; itulah sebabnya mereka
tidak menjual tanahnya.
23 Berkatalah Yusuf kepada rakyat itu: “Pada hari ini aku telah membeli kamu dan tanahmu untuk Firaun; inilah benih bagimu, supaya kamu dapat menabur di
tanah itu.
24 Mengenai hasilnya, kamu harus berikan aseperlima bagian kepada Firaun, dan yang empat bagian lagi, itulah menjadi benih untuk ladangmu dan menjadi makanan
kamu dan mereka yang ada di rumahmu, dan menjadi makanan anak-anakmu.”
25 Lalu berkatalah mereka: “Engkau telah memelihara hidup kami; asal kiranya kami mendapat kasih tuanku, biarlah kami menjadi hamba kepada Firaun.”
26 Yusuf membuat hal itu menjadi suatu ketetapan mengenai tanah di Mesir sampai sekarang, yakni bahwa seperlima dari hasilnya menjadi milik Firaun; ahanya
tanah para imam tidak menjadi milik Firaun.
27 Maka diamlah Israel di tanah Mesir, di tanah aGosyen, dan mereka menjadi penduduk di situ. Mereka beranak cucu dan sangat bertambah banyak.
(C. Pengalaman Yakub—Lanjutan)
(4. Dimatangkan—Lanjutan)
(b. Manifestasi Kematangan—Lanjutan)
((4) Senantiasa Memberkati Orang—Lanjutan)
(b) Memberkati Anak-anak Yusuf
47:28—48:22
28 Dan Yakub masih hidup tujuh belas tahun di tanah Mesir, maka umur Yakub, yakni atahun-tahun hidupnya, menjadi seratus empat puluh tujuh tahun.
29 Ketika hampir waktunya bahwa Israel akan mati, dipanggilnyalah anaknya, Yusuf, dan berkata kepadanya: “Jika aku mendapat kasihmu, letakkanlah kiranya
tanganmu di bawah 1apangkal pahaku, dan bersumpahlah, bahwa engkau akan menunjukkan kasih dan setia kepadaku: Janganlah kiranya kuburkan aku di Mesir,
30 karena aku mau mendapat 1perhentian bersama-sama dengan anenek moyangku. Sebab itu angkutlah aku dari Mesir dan kuburkanlah aku dalam kubur mereka.” Ja
wabnya: “Aku akan berbuat seperti katamu itu.”
31 Kemudian kata Yakub: “Bersumpahlah kepadaku.” Maka Yusuf pun bersumpah kepadanya. Lalu asujudlah Israel 1di sebelah kepala btempat tidurnya.
PASAL 48
1 Sesudah itu ada orang mengatakan kepada Yusuf: “Ayahmu sakit!” Lalu dibawanyalah kedua anaknya, Manasye dan Efraim.
2 Ketika diberitahukan kepada Yakub: “Telah datang anakmu Yusuf kepadamu,” maka Israel mengumpulkan segenap kekuatannya dan duduklah ia di tempat tidurnya.
3 Berkatalah Yakub kepada Yusuf: “1aAllah, Yang Mahakuasa telah menampakkan diri kepadaku di bLus di tanah Kanaan dan memberkati aku
4 serta berfirman kepadaku: Akulah yang membuat engkau aberanak cucu, dan Aku akan membuat engkau bertambah banyak dan menjadi sekumpulan bangsa-bangsa;
Aku akan bmemberikan negeri ini kepada keturunanmu untuk menjadi miliknya sampai selama-lamanya.
5 Maka sekarang kedua anakmu yang lahir bagimu di tanah Mesir, sebelum aku datang kepadamu ke Mesir, akulah yang 1empunya mereka; akulah yang akan empunya
aEfraim dan Manasye sama seperti Ruben dan Simeon.
6 Dan keturunanmu yang kauperoleh sesudah mereka, engkaulah yang empunya, tetapi dalam pembagian warisan nama mereka akan disebutkan berdasarkan nama kedua
saudaranya itu.
7 Kalau aku, pada waktu perjalananku dari Padan, aku1 akematian Rahel di tanah Kanaan di jalan, ketika kami tidak berapa jauh lagi dari Efrata, dan aku
menguburkannya di sana, di sisi jalan ke Efrata” – yaitu Betlehem.
8 Ketika Israel melihat anak-anak Yusuf itu, bertanyalah ia: “Siapakah ini?”
9 Jawab Yusuf kepada ayahnya: “Inilah anak-anakku yang telah adiberikan Allah kepadaku di sini.” Maka kata Yakub: “Dekatkanlah mereka kepadaku, supaya
bkuberkati mereka.”
10 Adapun mata Israel telah akabur karena tuanya, jadi ia tidak dapat lagi melihat. Kemudian 1Yusuf mendekatkan mereka kepada ayahnya: dan mereka dicium
serta didekap oleh ayahnya.
11 Lalu berkatalah Israel kepada Yusuf: “Tidak kusangka-sangka, bahwa aku akan melihat mukamu lagi, tetapi sekarang Allah bahkan memberi aku melihat
keturunanmu.”
12 Lalu Yusuf menarik mereka dari antara lutut ayahnya, dan ia sujud dengan mukanya sampai ke tanah.
13 Setelah itu Yusuf memegang mereka keduanya, dengan tangan kanan dipegangnya Efraim, yaitu di sebelah kiri Israel, dan dengan tangan kiri Manasye, yaitu
di sebelah kanan Israel, lalu didekatkannyalah mereka kepadanya.
14 Tetapi aIsrael mengulurkan tangan kanannya dan meletakkannya di atas kepala Efraim, walaupun ia yang bungsu, dan tangan kirinya di atas kepala Manasye —
jadi tangannya 1bersilang, walaupun Manasye yang sulung.
15 Sesudah itu diberkatinyalah Yusuf, katanya: “Nenekku dan ayahku, Abraham dan Ishak, telah hidup di hadapan 1Allah; Allah itu, sebagai Allah yang telah
menjadi agembalaku 2selama hidupku sampai sekarang,
16 dan sebagai aMalaikat yang telah bmelepaskan aku dari segala bahaya, Dialah kiranya yang memberkati orang-orang muda ini, sehingga namaku serta nama
nenek dan bapaku, Abraham dan Ishak, termasyhur oleh karena mereka dan sehingga mereka cbertambah-tambah menjadi jumlah yang besar di bumi.”
17 Ketika Yusuf melihat bahwa ayahnya meletakkan atangan kanannya di atas kepala Efraim, hal itu dipandangnya tidak baik; lalu dipegangnya tangan ayahnya
untuk memindahkannya dari atas kepala Efraim ke atas kepala Manasye.
18 Katanya kepada ayahnya: “Janganlah demikian, ayahku, sebab inilah yang sulung, letakkanlah tangan kananmu ke atas kepalanya.”
19 Tetapi ayahnya menolak, katanya: “Aku tahu, anakku, aku tahu; ia juga akan menjadi suatu bangsa dan ia juga akan menjadi besar kuasanya; walaupun begitu,
adiknya akan lebih besar kuasanya dari padanya, dan keturunan adiknya itu akan menjadi asejumlah besar bangsa-bangsa.”
20 Lalu diberkatinyalah mereka pada waktu itu, katanya: “Dengan menyebutkan namamulah orang Israel akan memberkati, demikian: Allah kiranya membuat engkau
seperti Efraim dan seperti Manasye.” Demikianlah didahulukannya Efraim dari pada Manasye.
21 Kemudian berkatalah Israel kepada Yusuf: “Tidak lama lagi aku akan mati, tetapi Allah akan amenyertai kamu dan membawa kamu kembali ke negeri nenek
moyangmu.
22 Dan sekarang aku amemberikan kepadamu sebagai kelebihanmu dari pada saudara-saudaramu, suatu punggung gunung yang kurebut dengan pedang dan panahku
dari tangan orang Amori.”
PASAL 49
(c) Memberkati Anak-anaknya Sendiri
49:1-28
1 Kemudian Yakub memanggil anak-anaknya dan berkata: “Datanglah berkumpul, supaya 1kuberitahukan kepadamu, apa yang akan kamu alami di akemudian hari.
2 aBerhimpunlah kamu dan dengarlah, ya anak-anak Yakub, dengarlah kepada Israel, ayahmu.
3 aRuben, engkaulah anak sulungku, kekuatanku dan bpermulaan kegagahanku, engkaulah yang terutama dalam keluhuran, yang terutama dalam kesanggupan.
4 Engkau yang membual sebagai air, 1tidak lagi engkau yang terutama, sebab engkau telah menaiki atempat tidur ayahmu; waktu itu engkau telah melanggar
kesuciannya. Dia telah menaiki petiduranku!
5 1aSimeon dan Lewi bersaudara; senjata mereka ialah alat kekerasan.
6 Janganlah kiranya jiwaku turut dalam permupakatan mereka, janganlah kiranya 1arohku bersatu dengan perkumpulan mereka, sebab dalam kemarahannya mereka
telah membunuh orang dan dalam keangkaraannya mereka telah memotong urat keting lembu.
7 1Terkutuklah kemarahan mereka, sebab amarahnya keras, terkutuklah keberangan mereka, sebab berangnya bengis. Aku akan amembagi-bagikan mereka di antara
anak-anak Yakub dan menyerakkan mereka di antara anak-anak Israel.
8 1aYehuda, engkau akan dipuji oleh saudara-saudaramu, tanganmu akan menekan tengkuk musuhmu, kepadamu akan sujud banak-anak ayahmu.
9 Yehuda adalah seperti aanak 1bsinga: setelah menerkam, engkau naik ke suatu tempat yang 2tinggi, hai anakku; ia 2meniarap dan berbaring seperti singa
jantan atau seperti 3singa betina; 4siapakah yang berani membangunkannya?
10 1aTongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari 2antara kakinya, sampai 3dia bdatang yang berhak atasnya, maka
kepadanya akan takluk 4bangsa-bangsa.
11 Ia akan menambatkan 1keledainya pada pohon anggur dan anak keledainya pada pohon anggur pilihan; ia akan mencuci 2pakaiannya dengan anggur dan bajunya
dengan darah buah anggur.
12 Matanya akan 1merah karena anggur dan giginya akan putih karena susu.
13 aZebulon akan diam di tepi pantai laut, ia akan menjadi pangkalan 1kapal, dan batasnya akan bersisi dengan 2bSidon.
14 aIsakhar adalah seperti keledai yang kuat tulangnya, yang 1meniarap diapit 2bbebannya,
15 ketika dilihatnya, bahwa perhentian itu baik dan 1negeri itu permai, maka disendengkannyalah bahunya untuk memikul, lalu menjadi 2budak rodi3.
16 Adapun aDan, ia akan mengadili bangsanya sebagai salah satu 1suku Israel.
17 Semoga Dan menjadi seperti 1ular di jalan, seperti ular beludak di denai yang memagut tumit kuda, sehingga penunggangnya jatuh ke belakang.
18 Aku amenanti-nantikan 1bkeselamatan yang dari pada-Mu, ya TUHAN.
19 aGad, ia akan diserang oleh gerombolan, tetapi ia akan menyerang 1tumit mereka.
20 1aAsyer, makanannya akan 2limpah mewah dan ia akan memberikan santapan raja-raja.
21 aNaftali adalah seperti 1rusa betina yang terlepas; ia akan melahirkan 2anak-anak indah.
22 aYusuf adalah seperti 1pohon buah-buahan yang muda, pohon buah-buahan yang muda pada mata air. Dahan-dahannya naik mengatasi tembok.
23 Walaupun pemanah-pemanah telah mengusiknya, memanahnya dan menyerbunya,
24 namun panahnya tetap kokoh dan lengan tangannya tinggal 1liat, oleh pertolongan Yang aMahakuat pelindung Yakub, oleh sebab bgembalanya cGunung Batu
Israel,
25 oleh aAllah ayahmu yang akan menolong engkau, dan oleh 1bAllah Yang Mahakuasa, yang akan 2memberkati engkau dengan cberkat dari langit di atas, dengan
berkat samudera raya yang letaknya di bawah, dengan berkat buah dada dan kandungan.
26 Berkat ayahmu melebihi berkat gunung-gunung yang sejak dahulu, yakni yang paling sedap di bukit-bukit yang aberabad-abad; semuanya itu akan turun ke atas
kepala Yusuf, ke atas bbatu kepala orang yang 1teristimewa di antara saudara-saudaranya.
27 aBenyamin adalah seperti serigala yang 1menerkam; pada waktu pagi ia memakan mangsanya dan pada waktu petang ia membagi-bagi 2rampasannya.”
28 Itulah semuanya suku Israel, dua belas jumlahnya; dan itulah yang dikatakan ayahnya kepada mereka, ketika ia memberkati mereka; tiap-tiap orang
diberkatinya dengan berkat yang diuntukkan kepada mereka masing-masing.
(C. Pengalaman Yakub—Lanjutan)
(4. Dimatangkan—Lanjutan)
(b. Manifestasi Kematangan—Lanjutan)
(5) Meninggal secara Unggul
49:29—50:13
29 Kemudian berpesanlah Yakub kepada mereka: “Apabila aku nanti dikumpulkan kepada kaum leluhurku, 1kuburkanlah aku di sisi anenek moyangku dalam gua yang
di ladang Efron, orang Het itu,
30 dalam gua yang di ladang aMakhpela di sebelah timur Mamre di tanah Kanaan, ladang yang telah dibeli Abraham dari Efron, orang Het itu, untuk menjadi
kuburan milik.
31 Di situlah adikuburkan Abraham beserta Sara, isterinya; di situlah bdikuburkan Ishak beserta Ribka, isterinya,
32 dan di situlah juga kukuburkan Lea; ladang dengan gua yang ada di sana telah dibeli dari orang Het.”
33 Setelah Yakub selesai berpesan kepada anak-anaknya, ditariknyalah kakinya ke atas tempat berbaring dan ameninggallah ia, maka ia dikumpulkan kepada kaum
leluhurnya.
PASAL 50
1 Lalu aYusuf merebahkan dirinya mendekap muka ayahnya serta menangisi dan mencium dia.
2 Dan Yusuf memerintahkan kepada tabib-tabib, yaitu hamba-hambanya, untuk merempah-rempahi mayat ayahnya; maka tabib-tabib itu merempah-rempahi mayat
Israel.
3 Hal itu memerlukan empat puluh hari lamanya, sebab demikianlah lamanya waktu yang diperlukan untuk merempah-rempahi, dan orang Mesir amenangisi dia
tujuh puluh hari lamanya.
4 Setelah lewat hari-hari penangisan itu, berkatalah Yusuf kepada seisi istana Firaun: “Jika kiranya aku mendapat kasihmu, katakanlah kepada Firaun,
5 bahwa ayahku telah menyuruh aku bersumpah, katanya: Tidak lama lagi aku akan mati; dalam akuburku yang telah kugali di tanah Kanaan, di situlah kauku
burkan aku. Oleh sebab itu, izinkanlah aku pergi ke sana, supaya aku menguburkan ayahku; kemudian aku akan kembali.”
6 Lalu berkatalah Firaun: “Pergilah ke sana dan kuburkanlah ayahmu itu, seperti yang telah disuruhnya engkau bersumpah.”
7 Lalu berjalanlah Yusuf ke sana untuk menguburkan ayahnya, dan bersama-sama dengan dia berjalanlah semua pegawai Firaun, para tua-tua dari istananya, dan
semua tua-tua dari tanah Mesir,
8 serta seisi rumah Yusuf juga, saudara-saudaranya dan seisi rumah ayahnya; hanya anak-anaknya serta kambing domba dan lembu sapinya ditinggalkan mereka di
tanah Gosyen.
9 Baik kereta maupun orang-orang berkuda turut pergi ke sana bersama-sama dengan dia, sehingga iring-iringan itu sangat besar.
10 Setelah mereka sampai ke Goren-Haatad, yang di seberang sungai Yordan, maka mereka mengadakan di situ ratapan yang sangat sedih dan riuh; dan Yusuf
mengadakan aperkabungan tujuh hari lamanya karena ayahnya itu.
11 Ketika penduduk negeri itu, orang-orang Kanaan, melihat perkabungan di Goren-Haatad itu, berkatalah mereka: “Inilah perkabungan orang Mesir yang amat
riuh.” Itulah sebabnya tempat itu dinamai 1Abel-Mizraim, yang letaknya di seberang Yordan.
12 Anak-anak Yakub melakukan kepadanya, seperti yang dipesankannya kepada mereka.
13 Anak-anaknya mengangkut dia ke tanah Kanaan, dan mereka menguburkan dia dalam gua di ladang aMakhpela yang telah bdibeli Abraham dari Efron, orang Het
itu, untuk menjadi kuburan milik, yaitu ladang yang di sebelah timur Mamre.
(C. Pengalaman Yakub—lanjutan)
(5. Aspek Pemerintahan dari Israel yang Matang
seperti yang Terlihat pada Yusuf—Lanjutan)
l. Memerintah (Lanjutan)
50:14-26
14 Setelah ayahnya dikuburkan, pulanglah Yusuf ke Mesir, dia dan saudara-saudaranya dan semua orang yang turut pergi ke sana bersama-sama dengan dia untuk
menguburkan ayahnya itu.
15 Ketika saudara-saudara Yusuf melihat, bahwa ayah mereka telah mati, berkatalah mereka: “Boleh jadi Yusuf akan mendendam kita dan membalaskan sepenuhnya
kepada kita segala kejahatan yang telah kita lakukan kepadanya.”
16 Sebab itu mereka menyuruh menyampaikan pesan ini kepada Yusuf: “Sebelum ayahmu mati, ia telah berpesan:
17 Beginilah harus kamu katakan kepada Yusuf: Ampunilah kiranya kesalahan saudara-saudaramu dan dosa mereka, sebab mereka telah berbuat jahat kepadamu.
Maka sekarang, ampunilah kiranya kesalahan yang dibuat hamba-hamba aAllah ayahmu.” Lalu menangislah Yusuf, ketika orang berkata demikian kepadanya.
18 Juga saudara-saudaranya datang sendiri dan asujud di depannya serta berkata: “Kami datang untuk menjadi budakmu.”
19 Tetapi Yusuf berkata kepada mereka: “1Janganlah takut, sebab aaku inikah pengganti Allah?
20 Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang
terjadi sekarang ini, yakni amemelihara hidup suatu bangsa yang besar.
21 Jadi janganlah takut, aku akan amenanggung makanmu dan makan anak-anakmu juga.” Demikianlah ia menghiburkan mereka dan menenangkan hati mereka
dengan perkataannya.
22 Adapun Yusuf, ia tetap tinggal di Mesir beserta kaum keluarganya; dan Yusuf hidup seratus sepuluh tahun.
23 Jadi Yusuf sempat melihat aanak cucu Efraim sampai keturunan yang ketiga; juga anak-anak bMakhir, anak Manasye, lahir di pangkuan Yusuf.
24 Berkatalah aYusuf kepada saudara-saudaranya: “Tidak lama lagi aku akan mati; tentu Allah akan memperhatikan kamu dan membawa kamu keluar dari negeri
ini, ke bnegeri yang telah dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub.”
25 Lalu Yusuf menyuruh anak-anak Israel bersumpah, katanya: “Tentu Allah akan memperhatikan kamu; pada waktu itu kamu harus 1membawa atulang-tulangku dari
sini.”
26 Kemudian 1amatilah Yusuf, berumur seratus sepuluh tahun. Mayatnya bdirempah-rempahi, dan ditaruh dalam peti mati di Mesir.
Kejadian
Catatan Kaki Pasal 1
Kej 1:11a
Alkitab, yang tersusun dari dua perjanjian, Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, adalah wahyu ilahi Allah kepada manusia, yang lengkap dan tertulis. Wahyu
utama dalam seluruh Alkitab adalah ekonomi ilahi yang unik dari Allah Tritunggal yang unik (Ef. 1:10; 3:9; 1 Tim. 1:4b). Sentralitas dan universalitas
ekonomi ilahi ini adalah kekayaan Kristus yang almuhit dan tidak terduga sebagai perwujudan dan ekspresi Allah Tritunggal (Kol. 2:9; 1:15-19; Yoh. 1:18).
Sasaran ekonomi ilahi adalah gereja sebagai Tubuh, kepenuhan, ekspresi Kristus (Ef. 1:22b-23; 3:8-11), yang akan rampung dalam Yerusalem Baru sebagai
kesatuan, perbauran, dan inkorporasi Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung dengan umat tripartitNya yang ditebus, dilahirkan kembali,
diubah, dan dimuliakan. Perampungan ekonomi ilahi diwahyukan dalam Alkitab secara progresif dalam banyak langkah, dimulai dengan penciptaan Allah dalam Kej.
1—2 dan diakhiri dengan Yerusalem Baru dalam Why. 21—22. Dalam Perjanjian Lama, isi ekonomi Allah terutama diwahyukan dalam lambang, gambar, dan bayang-
bayang, sedangkan dalam Perjanjian Baru, semua lambang, gambar, dan bayang-bayang itu digenapkan dan direalisasikan. Jadi, Perjanjian Lama adalah foto yang
menggambarkan ekonomi kekal Allah, dan Perjanjian Baru adalah penggenapan yang praktis.
Kejadian, judul kitab ini, adalah kata yang berarti memberi kelahiran, asal mula. Sebagai kitab pertama dalam Alkitab, Kitab Kejadian melahirkan dan
merupakan asal mula kebenaran-kebenaran ilahi dalam Firman kudus. Jadi, benih kebenaran ilahi ditabur dalam kitab ini. Benih ini bertumbuh dan berkembang
dalam kitab-kitab berikutnya, khususnya dalam Perjanjian Baru, dan akhirnya dituai dalam kitab terakhir, Kitab Wahyu.
Kitab Kejadian adalah miniatur wahyu lengkap dari seluruh Alkitab. Wahyu ini dimulai dengan seorang manusia yang diciptakan menurut gambar Allah (1:26) dan
diakhiri dengan seorang manusia yang bernama Israel (32:28; 48:2), seorang yang diubah, seorang manusia yang bukan saja di luaran memiliki gambar Allah,
tetapi yang dalamnya Allah telah menggarapkan diriNya sendiri, menjadikan dia ekspresiNya. Israel yang diubah adalah benih, miniatur Yerusalem Baru.
Kelihatannya, Kejadian 1—2 hanyalah satu catatan penciptaan; sebenarnya, hampir semua butir dalam catatan kedua pasal ini adalah wahyu Kristus, yang adalah
hayat untuk umat Allah (Yoh. 1:1, 4; 11:25; 14:6) untuk menghasilkan dan membangun gereja. Pasal 3—50 menyajikan biografi delapan tokoh dalam dua kelompok,
masing-masing terdiri atas empat orang, mewakili dua ras manusia: Adam, Habel, Henokh, dan Nuh, mewakili ras ciptaan, dan Abraham, Ishak, Yakub, dan Yusuf,
mewakili ras yang dipanggil. Apa yang dicatat terutama bukanlah pekerjaan orang-orang ini, tetapi kehidupan mereka, penghidupan mereka, dan pergaulan mereka
dengan Allah. Dalam Kitab Kejadian Allah memakai catatan penciptaan dan biografi kedelapan tokoh itu untuk mewahyukan kehidupan yang menggenapkan tujuanNya.
Kej 1:12
Mengacu kepada permulaan waktu (cf. Yoh. 1:1). Waktu dimulai pada penciptaan alam semesta dan berlanjut sampai penghakiman terakhir pada takhta putih besar
(Why. 20:11-15). Waktu adalah untuk menggenapkan tujuan kekal Allah, yang Allah tetapkan dalam kekekalan yang lampau (Ef. 3:11) untuk kekekalan yang akan
datang.
Kej 1:13
Ibraninya Elohim, berarti Yang Mahakuasa. Nama Ibrani di sini berbentuk jamak, tetapi kata kerja menciptakan berbentuk tunggal. Selanjutnya, dalam ay. 26
kata ganti jamak Kita dipakai dengan mengacu kepada Allah, sedangkan dalam ay. 27 dipakai kata ganti Dia dan -Nya. Ini adalah benih Trinitas. Allah itu esa
(Yes. 45:5; 1 Kor. 8:4; 1 Tim. 2:5), tetapi Dia juga tiga—Bapa, Anak, dan Roh (Mat. 28:19). Dia adalah Allah Tritunggal. Yang menciptakan adalah Allah
Tritunggal. Lihat cat. 131, alinea 3 dalam 2 Kor. 13.
Kitab Kejadian dibagi menjadi tiga bagian, setiap bagian dimulai dengan satu nama. Bagian pertama (1:1—2:25), dimulai dengan nama Allah, membahas penciptaan
Allah; kedua (3:1—11:32), dimulai dengan ular, membahas perusakan ular atas umat manusia; dan ketiga (12:1—50:26), dimulai dengan nama TUHAN (Yehova),
membahas panggilan TUHAN atas manusia yang jatuh.
Kej 1:14
Menciptakan di sini berarti membuat sesuatu yang tidak ada menjadi ada, berbeda dengan menjadikan dalam 2:4 dan membentuk dalam 2:7, dua kata yang mengacu
kepada mengambil sesuatu yang sudah ada dan memakainya untuk menghasilkan sesuatu yang lain.
Motivasi penciptaan Allah adalah untuk menggenapkan kedambaan Allah dan memuaskan kehendak-Nya (Ef. 1:5, 9). Tujuan penciptaan Allah adalah untuk memuliakan
Anak Allah (Kol. 1:15-19) dan menyatakan Allah sendiri (Mzm. 19:2-3; Rm. 1:20 dan cat. 1 dan 2), khususnya dalam manusia (1 Tim. 3:16) melalui Anak-Nya,
Kristus, yang adalah perwujudan Allah dan gambar, ekspresi Allah (Kol. 2:9; 1:15). Dasar dari penciptaan Allah adalah kehendak dan rencana Allah (Ef. 1:10
dan cat. 1; Why. 4:11 dan cat. 3). Sarana penciptaan Allah adalah Anak Allah (Kol. 1:15-16; Ibr. 1:2b) dan Firman Allah (Ibr. 11:3; Yoh. 1:1-3), keduanya
adalah Kristus (Yoh. 1:1, 18; Why. 19:13).
Kej 1:15
Dalam proses penciptaan Allah, langit dan malaikat diciptakan lebih dulu, dan bumi, mungkin dengan makhluk-makhluk hidup, diciptakan belakangan (Ayb. 38:4-7
dan cat. 71).
Kej 1:21
Lit., Tetapi bumi menjadi... Allah menciptakan bumi secara teratur (Ayb. 38:4-7; Yes. 45:18). Tetapi di sini dan menjadi selanjutnya dalam ayat ini
menunjukkan bahwa sesuatu telah terjadi, menyebabkan ciptaan Allah menjadi “sia-sia dan kosong”. Peristiwa bencana ini adalah penghakiman Allah atas alam
semesta pra-Adam setelah pemberontakan Iblis. Penghakiman ini dilaksanakan atas Iblis, atas malaikat-malaikat, dan atas makhluk-makhluk hidup pra-Adam di
bumi yang bergabung dengan Iblis dalam pemberontakannya, dan atas langit dan bumi sendiri. Lihat Yes. 14:12-15 dan cat.; Yeh. 28:12-19 dan cat.
Kej 1:22
Lit., sia-sia dan kosong. Bila kata sia-sia dan kosong dipakai bersama-sama dalam Perjanjian Lama, mereka menyatakan akibat penghakiman Allah (cf. Yer.
4:23; Yes. 24:1; 34:11). Gelap gulita menutupi samudera raya juga satu tanda penghakiman Allah (cf. Kel. 10:21-22; Why. 16:10).
Kej 1:23
Dalam Alkitab, air melambangkan hayat (Yoh. 4:10, 14; 7:38; Why. 22:1), atau kematian (Kej. 7:17-24; Kel. 14:21-30; Yoh. 3:5; Rm. 6:3). Air di sini
melambangkan kematian. Sebagai akibat dari penghakiman Allah atas alam semesta pra-Adam, seluruh bumi ditutupi dengan samudera raya, melambangkan bumi
dipenuhi dengan kematian dan di bawah kematian. Lihat cat. 232 dalam Mrk. 1, 16 dalam 1 Tim. 4, dan 13 dalam Why. 21.
Kej 1:24
Ayat 1 adalah satu catatan penciptaan Allah sebermula. Ayat 2a menjelaskan penghakiman Allah atas alam semesta pra-Adam. Seluruh bagian dari 1:2b–2:3 tidak
menjelaskan penciptaan Allah sebermula, tetapi pemulihan Allah atas alam semesta yang rusak, ditambah penciptaanNya yang lebih lanjut, dalam enam
hari.
Kej 1:25
Ibraninya ruach, bisa diterjemahkan roh, angin, nafas. Ini adalah kali pertama Roh disebutkan dalam Alkitab. Roh Allah, sebagai Roh hayat (Rm. 8:2), datang
untuk mengerami air kematian untuk menunaskan hayat, khususnya manusia (ay. 26), bagi tujuan Allah. Dalam pengalaman rohani, kedatangan Roh adalah syarat
pertama untuk menghasilkan hayat (Yoh. 6:63a).
Kej 1:26
Lit., mengerami.
31 Setelah Roh mengerami (ay. 2b), firman Allah datang membawa masuk terang (cf. Mzm. 119:105, 130). Dalam pengalaman rohani, kedatangan firman adalah syarat
kedua untuk menghasilkan hayat (Yoh. 5:24; 6:63b), dan kedatangan terang adalah syarat ketiga (Mat. 4:13-16; Yoh. 1:1-13).
Roh, firman, dan terang adalah sarana yang dipakai Allah untuk menghasilkan hayat guna menggenapkan tujuan-Nya. Roh, firman, dan terang semuanya berasal
dari hayat (Rm. 8:2; Flp. 2:16; Yoh. 8:12b). Kristus sebagai Roh adalah realitas Allah (Rm. 8:9-10; 2 Kor. 3:17; Yoh. 16:13-15); Kristus sebagai Firman
adalah pembicaraan Allah (Yoh. 1:1; Ibr. 1:2); dan Kristus sebagai terang adalah pancaran Allah (Yoh. 8:12a; 9:5).
41 Pemisahan terang dari gelap untuk tujuan membedakan siang dari malam (ay. 5; cf. 2 Kor. 6:14b) adalah syarat keempat untuk menghasilkan hayat.
61 Atmosfer, udara di sekeliling bumi.
62 Pemisahan air melalui menjadikan cakrawala di antara mereka, secara rohani, melambangkan memisahkan hal-hal surgawi dari hal-hal bumiah melalui
pekerjaan salib (Kol. 3:1-3; Ibr. 4:12), adalah syarat kelima untuk menghasilkan hayat.
81 Pada akhir hari kedua tidak disebutkan bahwa Allah mengatakan cakrawala (udara) dan air itu baik (cf. ay. 4, 10, 12, 18, 21, 25). Ini dikarena
kan di angkasa ada malaikat-malaikat yang jatuh (Ef. 2:2; 6:12), dan air adalah tempat tinggal setan-setan (Mat. 12:43 dan cat.).
91 Munculnya daratan kering adalah syarat keenam untuk menghasilkan hayat. Hal ini terjadi pada hari ketiga, berhubungan dengan hari kebangkitan (1 Kor.
15:4). Dalam Alkitab laut mewakili kematian dan daratan mewakili Kristus (lihat cat. 71 dalam Ul. 8) sebagai sumber penghasilan hayat. Setelah daratan
muncul, setiap jenis hayat—hayat tumbuh-tumbuhan, hayat binatang, dan bahkan hayat manusia—dihasilkan dari daratan ini (ay. 11-12, 24-27; 2:7). Ini
melambangkan hayat ilahi dengan semua kekayaannya berasal dari Kristus. Pada hari ketiga, Kristus keluar dari kematian dalam kebangkitan untuk
menghasilkan hayat (Yoh. 12:24; 1 Ptr. 1:3) untuk menyusun gereja.
101 Memisahkan daratan dari laut melambangkan memisahkan hayat dari kematian. Sejak hari kedua (ay. 6-7) Allah mulai bekerja untuk mengurung dan
membatasi air kematian yang menutupi bumi (cf. Yer. 5:22). Akhirnya, ketika pekerjaan Allah rampung, dalam langit baru dan bumi baru tidak akan ada lagi
laut (Why. 21:1 dan cat. 3). Selanjutnya, dalam Yerusalem Baru tidak akan ada lagi malam (Why. 21:25 dan cat. 2). Ini berarti kematian dan kegelapan akan
disingkirkan.
111 Lit., rumput. Pasim. Hayat tumbuh-tumbuhan adalah bentuk hayat yang paling rendah, suatu hayat tanpa kesadaran, mengacu kepada tahap awal hayat
ilahi dalam kaum beriman yang baru dilahirkan kembali (cf. 1 Kor. 3:6). Berbagai ragam hayat tumbuh-tumbuhan melambangkan ekspresi yang kaya dari kekayaan
hayat Kristus yang tidak terduga dalam keindahannya di pandangan manusia (Kej. 2:9), dalam keharumannya (Kid. 1:12-13) dan dalam perawatan yang
diberikannya kepada manusia dan binatang (Kej. 1:29-30). Pohon-pohon (Kej. 2:9; Kel. 15:23-25; Kid. 2:3; 5:15; Yes. 11:1; Yoh. 15:1; Why. 22:2), bunga-bunga
(Kid. 1:14), dan biji-bijian sebagai makanan untuk manusia (Yoh. 6:9, 13) dan sebagai kurban untuk Allah (Im. 2:1-3, 14) semuanya melambangkan
Kristus.
112 Lit., menurut jenisnya. Pasim.
121 Lit., menurut jenisnya.
141 Menurut wahyu seluruh Alkitab, terang adalah untuk hayat, terang dan hayat selalu berjalan bersama (Mzm. 36:10; Mat. 4:16; Yoh. 1:4; 8:12; 1 Yoh. 1:1-
7). Semakin tinggi terang, semakin tinggi hayatnya. Terang yang tidak tegas pada hari pertama (ay. 3) cukup untuk menumbuhkan bentuk-bentuk hayat yang
paling rendah; terang yang lebih solid dan tegas dari benda-benda penerang—matahari, bulan, dan bintang-bintang (ay. 16; Mzm. 136:7-9)—pada hari keempat
diperlukan untuk menghasilkan bentuk hayat yang lebih tinggi, termasuk hayat manusia. Ini menunjukkan, untuk kelahiran kembali rohani kita, terang “hari
pertama” sudah cukup; tetapi untuk bertumbuh dalam hayat ilahi sampai matang, terang yang lebih kaya dan kuat, terang “hari keempat” diperlukan.
142 Semua tanda, musim, hari, dan tahun adalah bayang-bayang Kristus (Kol. 2:16-17).
161 Meskipun matahari, bulan, dan bintang-bintang telah diciptakan sebelumnya (cf. Ayb. 38:7), Allah menghentikan fungsinya ketika Dia menghakimi langit
dan bumi setelah pemberontakan Iblis (lihat cat. 51 dalam Ayb. 9). Pada hari keempat fungsinya dipulihkan untuk menghasilkan bentuk hayat yang lebih tinggi.
162 Matahari (Mzm. 136:8), melambangkan Kristus (Mal. 4:2; Luk. 1:78-79; Mat. 4:16; Ef. 5:14). Kaum beriman pemenang juga disamakan dengan matahari
oleh Tuhan Yesus (Mat. 13:43a).
163 Bulan (Mzm. 136:9). Dalam mimpi Yusuf, ayahnya disamakan dengan matahari, ibunya disamakan dengan bulan, dan saudara-saudaranya disamakan dengan
bintang-bintang (37:9). Bulan dapat dianggap gambaran gereja, istri Kristus (cf. Kid. 6:10). Bulan tidak memiliki terangnya sendiri tetapi bercahaya
di malam hari melalui memantulkan terang matahari. Demikian juga, gereja bercahaya di malam yang gelap zaman gereja melalui memantulkan terang ilahi
Kristus (cf. Flp. 2:15).
164 Bintang-bintang pertama-tama melambangkan Kristus (Bil. 24:17; 2 Ptr. 1:19; Why. 22:16b). Meskipun Kristus adalah matahari sejati, Dia tidak muncul
sebagai matahari selama zaman malam hari ini. Sebaliknya, Dia bercahaya sebagai bintang timur yang gilang-gemilang (Why. 22:16 dan cat. 4). Bintang-bintang
juga melambangkan kaum beriman pemenang (Dan. 12:3; cf. Why. 1:20). Terang dari bintang-bintang diperlukan khususnya ketika bulan redup; demikian juga, ca
haya kaum beriman pemenang sebagai bintang-bintang surgawi diperlukan khususnya pada masa kemerosotan gereja (Why. 2:7, 11, 17, 26-28; 3:5, 12, 20-
21).
181 Penguasaan terang hari keempat juga menguatkan pemisahan terang dari gelap dalam ay. 4. Keduanya diperlukan untuk pertumbuhan hayat.
201 Lit., binatang-binatang. Ini adalah hayat binatang dengan kesadaran yang terendah, berkaitan dengan langkah pertama dalam pertumbuhan hayat kaum
beriman (cf. 1 Yoh. 2:13). Hayat binatang di laut melambangkan kekayaan hayat Kristus dalam kuat kuasa yang mengalahkan kematian (yang dilambangkan oleh
air asin) dalam hidup-Nya. Sama seperti ikan dapat hidup di air asin tanpa menjadi asin, Kristus dan kaum beriman-Nya, yang memiliki hayat ilahi, dapat hi
dup dalam dunia setani tanpa “diasinkan” oleh kebobrokan dunia (cf. Yoh. 14:30; 17:15-16). Hayat binatang di laut juga memperlihatkan kekayaan hayat Kristus
dalam memberi makan manusia dengan kekayaan-Nya (Yoh. 6:9a; 21:9).
202 Hayat burung lebih tinggi daripada hayat ikan. Ikan dapat hidup dalam air kematian, tetapi burung-burung dapat melampaui air kematian. Melalui
bertumbuh lebih lanjut dalam hayat ilahi, kaum beriman mampu melampaui semua rintangan di bumi (cf. Yes. 40:31). Hayat burung melambangkan kekayaan hayat
Kristus seperti terlihat pada diri-Nya sebagai rajawali untuk membawa umat tebusan Allah kepada tujuan-Nya (Kel. 19:4; Ul. 32:11-12; Why. 12:14) dan dalam
diri-Nya sebagai burung tekukur atau merpati untuk dipersembahkan kepada Allah karena dosa-dosa umat Allah (Im. 1:14; 5:7).
241 Lit., menurut jenisnya.
242 Ternak dan binatang-binatang di bumi adalah hayat yang lebih tinggi dengan kesadaran yang lebih tinggi daripada ikan dan burung-burung, hayat yang dapat
merampungkan sesuatu di bumi. Binatang-binatang dan ternak di darat melambangkan kekayaan hayat Kristus seperti terlihat dalam Kristus sebagai singa yang
menaklukkan (Why. 5:5) untuk berperang bagi ekonomi Allah, seperti terlihat dalam Kristus sebagai domba dan anak lembu untuk dipersembahkan kepada Allah
guna menggenapkan penebusan sempurna Allah (Im. 1:2-3, 10; 3:1, 6, 12; 4:3; 5:6; Yoh. 1:29; 1 Ptr. 1:19; Why. 5:6-9), dan seperti terlihat dalam Kristus
sebagai lembu untuk memikul tanggung jawab dan berjerih lelah dengan setia bagi perampungan kehendak Allah (Mat. 20:28; Yoh. 6:38). Melalui pertum
buhan hayat ilahi yang lebih lanjut, kaum beriman dalam Kristus dapat menempuh hidup di bumi yang berguna untuk menggenapkan kehendak Allah (cf. 1 Kor.
3:2; Gal. 6:2; 1 Kor. 15:58).
243 Lihat cat. 266.
251 Lit., menurut jenisnya.
261 Baiklah Kita mewahyukan bahwa satu rapat diadakan di antara Tiga ke-Allahan sehubungan dengan penciptaan manusia. Keputusan untuk menciptakan
manusia telah ditetapkan oleh Allah Tritunggal dalam kekekalan yang lampau, menunjukkan bahwa penciptaan manusia adalah untuk tujuan kekal Allah
Tritunggal (Ef. 3:9-11). Maksud Allah dalam menciptakan manusia adalah untuk melaksanakan ekonomi ilahi-Nya guna menyalurkan diri-Nya ke dalam manusia (1
Tim. 1:4 dan cat. 3 alinea 1). Hal ini sepenuhnya disingkapkan dalam kitab-kitab selanjutnya.
262 Atau, umat manusia; Ibraninya Adam. Demikian juga dalam ayat selanjutnya. Hayat manusia adalah hayat ciptaan yang tertinggi, hayat yang dapat
mengekspresikan Allah dalam gambar dan rupa-Nya dan dapat melaksanakan kekuasaan untuk Allah. Adam, manusia pertama, melambangkan Kristus (Rm. 5:14; 1
Kor. 15:45, 47; Mzm. 8:5-9; Ibr. 2:6-9) sebagai inti ciptaan Allah (Kol. 1:16-17), sebagai Kepala semua ciptaan (Kol. 1:15) dan semua laki-laki (1 Kor.
11:3), sebagai ekspresi Allah dalam gambar dan rupa Allah (Ibr. 1:3; 2 Kor. 4:4; Kol. 1:15), dan sebagai wakil Allah untuk berkuasa atas segala makhluk
yang diciptakan oleh Allah (Mzm. 8:7-9; Mat. 28:18).
263 Gambar Allah, mengacu kepada bagian batin Allah, adalah ekspresi esens batin atribut-atribut Allah, yang paling utama adalah kasih (1 Yoh. 4:8), te
rang (1 Yoh. 1:5), kekudusan (Why. 4:8), dan kebenaran (keadilan—LAI, Yer. 23:6). Rupa Allah, mengacu kepada bentuk Allah (Flp. 2:6), adalah ekspresi
esens dan sifat persona Allah. Jadi, gambar Allah dan rupa Allah seharusnya tidak dianggap sebagai dua hal yang terpisah. Kebajikan-kebajikan batini
manusia, yang diciptakan dalam roh manusia, adalah salinan (kopi) atribut-atribut Allah dan adalah sarana manusia untuk mengekspresikan atribut-atribut
Allah. Bentuk luaran manusia, yang diciptakan sebagai tubuh manusia, adalah salinan (kopi) bentuk Allah. Jadi, Allah menciptakan manusia sebagai duplikat
diri-Nya sendiri supaya manusia dapat memiliki kapasitas untuk menampung Allah dan mengekspresikan Dia. Semua makhluk hidup lainnya diciptakan “menurut
jenisnya” (ay. 11-12, 21, 24-25), tetapi manusia diciptakan menurut jenis Allah (cf. Kis. 17:28-29a). Karena Allah dan manusia berjenis sama, manusia
mampu bersatu dengan Allah dan hidup bersama Dia dalam kesatuan yang organik (Yoh. 15:5; Rm. 6:5; 11:17-24; 1 Kor. 6:17).
Kristus, Anak, sebagai perwujudan Allah (Kol. 2:9), adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, ekspresi esens atribut-atribut Allah (Kol. 1:15; 2 Kor. 4:4;
Ibr. 1:3). Manusia diciptakan menurut Kristus dengan maksud supaya Kristus dapat masuk ke dalam manusia dan diekspresikan melalui manusia (Kol. 1:27; Flp.
1:20-21a). Manusia yang diciptakan adalah satu bejana hidup, wadah untuk diisi Kristus (Rm. 9:21, 23; 2 Kor. 4:7). Akhirnya, dalam inkarnasi-Nya Kristus
mengenakan sifat manusia dan menjadi serupa dengan manusia (Flp. 2:6-8), sehingga melalui kematian dan kebangkitan-Nya, manusia bisa memperoleh hayat
Allah yang ilahi dan kekal (1 Ptr. 1:3; 1 Yoh. 5:11-12) dan oleh hayat ini diubah dan diserupakan dengan gambar Kristus secara batini (2 Kor. 3:18; Rm.
8:29), dan ditransfigurasi ke dalam rupa tubuh mulia Kristus secara lahiriah (Flp. 3:21), supaya dia bisa menjadi sama seperti Kristus (1 Yoh. 3:2b) dan
bisa mengekspresikan Allah bersama Dia kepada alam semesta (Ef. 3:21).
Manusia yang diciptakan adalah satu duplikat Allah dalam gambar dan rupa Allah, tetapi dia tidak memiliki realitas Allah atau hayat Allah. Jadi, dia masih
perlu menerima Allah sebagai hayatnya melalui makan pohon hayat, supaya dia bisa memiliki realitas Allah untuk mengekspresikan Dia (Kej. 2:9 dan cat. 2).
264 Kata ganti mereka di sini dan dalam ay. 27-28, juga dalam 5:2, menunjukkan bahwa Adam adalah satu manusia korporat, satu manusia kolektif, mencakup
seluruh umat manusia. Allah tidak menciptakan banyak manusia; Dia menciptakan umat manusia secara kolektif dalam satu persona, Adam. Allah menciptakan satu
manusia korporat demikian dalam gambar-Nya dan menurut rupa-Nya sehingga umat manusia dapat mengekspresikan Allah secara korporat.
265 Allah menciptakan satu manusia korporat bukan hanya untuk mengekspresikan diri-Nya dengan gambar-Nya, tetapi juga untuk mewakili Dia dengan
menjalankan kekuasaan-Nya atas segala makhluk. Maksud Allah memberikan kuasa kepada manusia adalah (1) untuk menundukkan musuh Allah, Iblis, yang
memberontak melawan Allah; (2) untuk memulihkan bumi, yang dirampas oleh Iblis; dan (3) untuk menjalankan kekuasaan Allah atas bumi agar Kerajaan Allah
dapat datang ke bumi, kehendak Allah dapat terjadi di bumi, dan kemuliaan Allah dapat dinyatakan di bumi (Mat. 6:10, 13b).
Maksud Allah ialah agar manusia mengekspresikan Allah dalam gambar-Nya dan mewakili Allah dengan kekuasaan-Nya; ini digenapkan bukan dalam Adam sebagai
manusia pertama (1 Kor. 15:45a), manusia lama (Rm. 6:6), tetapi dalam Kristus sebagai manusia kedua (1 Kor. 15:47b dan cat. 3), manusia baru (Ef. 2:15
dan cat. 7), terdiri atas Kristus sebagai Kepala dan gereja sebagai Tubuh-Nya (Ef. 1:22-23; 1 Kor. 12:12 dan cat. 2; Kol. 3:10-11 dan cat. 119). Hal
ini sepenuhnya digenapkan dalam kaum beriman pemenang, yang memperhidupkan Kristus untuk ekspresi korporat-Nya (Flp. 1:19-26) dan akan memiliki
kuasa atas bangsa-bangsa dan memerintah sebagai raja bersama Kristus dalam Kerajaan Seribu Tahun (Why. 2:26-27; 20:4, 6). Hal ini akhirnya akan digenapkan
dalam Yerusalem Baru, yang akan mengekspresikan gambar Allah, memiliki kemuliaan-Nya dan mengemban penampakan-Nya (Why. 4:3a; 21:11, 18a), dan juga
melaksanakan otoritas ilahi-Nya untuk menjalankan kekuasaan Allah atas alam semesta sampai selama-lamanya (Why. 21:24; 22:5).
266 Melambangkan Iblis, ular (3:1, 14; Why. 12:9), dan malaikat-malaikatnya (Mat. 25:41; Why. 12:4a, 7b), demikian juga setan-setan yang mengikuti Iblis
(cf. Luk. 10:19). Lihat cat. 62, alinea 1 dalam Why. 4.
281 Taklukkanlah di sini menyiratkan bahwa perang sedang berkecamuk di bumi antara Allah dengan musuh-Nya, Iblis. Siapa pun yang memperoleh bumi akan
memiliki kemenangan. Manusia diciptakan oleh Allah untuk menundukkan, menaklukkan bumi, dan memulihkannya bagi Allah.
291 Lihat cat. 31 dalam ps. 9.
311 Sebelumnya Allah telah berkata “baik” (ay. 4, 10, 12, 21, 25), tetapi di sini Dia berkata “sungguh amat baik” karena Adam memiliki gambar Allah dan
telah diberi kekuasaan Allah.
Pasal 2
21 Allah beristirahat karena Dia telah menyelesaikan pekerjaan-Nya dan dipuaskan. Kemuliaan Allah dinyatakan karena manusia memiliki gambar-Nya, dan
kuasa-Nya harus dijalankan untuk menaklukkan musuh-Nya, Iblis. Selama manusia mengekspresikan Allah dan menanggulangi musuh Allah, Allah dipuaskan dan
mendapat perhentian.
Selanjutnya, hari ketujuh diperingati sebagai hari Sabat (Kel. 20:8-11). Hari ketujuh Allah adalah hari pertama manusia. Allah telah menyiapkan segala
sesuatu untuk kenikmatan manusia. Setelah diciptakan, manusia tidak bergabung dengan pekerjaan Allah; dia memasuki perhentian Allah. Manusia diciptakan
bukan untuk bekerja, tetapi untuk dipuaskan bersama Allah dan beristirahat bersama Allah (cf. Mat. 11:28-30). Hari Sabat dibuat untuk manusia, bukan
manusia untuk hari Sabat (Mrk. 2:27).
Perhentian di sini adalah satu benih yang berkembang di seluruh Alkitab dan dituai dalam Kitab Wahyu. Perkembangan benih ini mencakup perhentian hari
Sabat (Kel. 20:8-11) dan perhentian tanah permai (Ul. 12:9; Ibr. 4:8) dalam Perjanjian Lama, perhentian Hari Tuhan dalam Perjanjian Baru (Why. 1:10; Kis.
20:7; 1 Kor. 16:2), dan perhentian Kerajaan Seribu Tahun (Ibr. 4:1, 3, 9, 11). Perampungan perhentian adalah perhentian langit baru dan bumi baru dengan
Yerusalem Baru, yang di dalamnya semua orang kudus yang tertebus akan mengekspresikan kemuliaan Allah (Why. 21:11, 23) dan memerintah bersama otoritas
Allah (Why. 22:5b) sampai selama-lamanya. Lihat cat. 91 dalam Ibr. 4.
41 Kedambaan dan tujuan Allah memiliki manusia korporat untuk mengekspresikan Dia dalam gambar-Nya dan untuk mewakili Dia dengan kuasa-Nya disingkapkan
dalam 1:1—2:3. Sisa ps. 2 adalah catatan tambahan untuk mewahyukan jalan, prosedur yang Allah ambil untuk merampungkan tujuan-Nya. Jalan ini adalah
hayat. Untuk mengekspresikan Allah dan mewakili Allah, manusia harus memiliki Allah sebagai hayatnya, yang dilambangkan oleh pohon hayat dalam ay. 9.
42 Lihat cat. 14, alinea 1 dalam ps. 1. Pertama, Allah menciptakan langit dan bumi (1:1); kemudian Dia menjadikan bumi dan langit. Dalam penciptaan Allah,
penciptaan yang pertama adalah langit dan kemudian bumi (1:1), sedangkan dalam pemulihan dan penciptaan lebih lanjut Allah, penciptaan yang pertama
adalah bumi dan kemudian langit.
43 Lit., Pada hari.
44 Elohim (1:1) adalah nama Allah dalam hubungan-Nya dengan penciptaan, sedangkan Yehova (TUHAN, LAI) adalah nama Allah dalam hubungan-Nya dengan manusia.
Yehova berarti Aku adalah Aku (Kel. 3:14; cf. Yoh. 8:24, 28, 58), menunjukkan bahwa Yehova adalah Sang kekal yang swa-ada dan kekal ada, Dia yang sudah ada,
yang ada, dan yang akan datang (Why. 1:4).
51 Ini melambangkan, tidak ada manusia yang bekerja bersama Allah melalui jerih lelah manusia dalam koordinasi dengan jerih lelah ilahi-Nya (cf. Yoh. 5:17;
1 Kor. 3:9). Bila manusia berjerih lelah dalam koordinasi dengan jerih lelah Allah, Allah memiliki dasar untuk mengirim hujan, melambangkan Roh
hayat-Nya (Yl. 2:23, 28-29), berbaur dengan manusia, debu tanah (ay. 7), untuk menghasilkan hayat.
71 Seperti seorang tukang periuk membentuk tanah liatnya. Lihat cat. 14, alinea 1 dalam ps. 1.
72 Ibraninya adam. Langkah pertama prosedur Allah dalam menggenapkan tujuan-Nya adalah menciptakan manusia sebagai bejana untuk diisi diri-Nya sebagai
hayat (Rm. 9:21, 23; 2 Kor. 4:7; 2 Tim. 2:21).
73 Tubuh manusia, yang dibentuk dari debu tanah, adalah bentuk luaran manusia dan merupakan organ manusia untuk mengontak ruang lingkup materi.
74 Ibraninya adamah.
75 Ibraninya neshamah, diterjemahkan roh dalam Ams. 20:27, menunjukkan bahwa nafas hayat dihembuskan ke dalam tubuh manusia menjadi roh manusia, roh
insani (cf. Ayb. 32:8). Roh manusia adalah organ batin manusia untuk mengontak Allah, menerima Allah, diisi Allah, dan mengasimilasi Allah ke dalam
seluruh dirinya sebagai hayatnya dan segala sesuatunya. Roh ini secara khusus dibentuk oleh Allah dan menduduki tempat yang sama penting dengan
langit dan bumi dalam Firman kudus Allah (Za. 12:1). Roh manusia adalah untuk menyembah Allah (Yoh. 4:24), untuk dilahirkan kembali oleh Allah (Yoh.
3:6b), dan disatukan dengan Allah (1 Kor. 6:17; 2 Tim. 4:22) supaya manusia dapat berjalan dan hidup dalam satu kesatuan organik dengan Allah (Rm. 8:4b)
untuk menggenapkan tujuan Allah.
Nafas hayat yang dihembuskan ke dalam hidung manusia bukan hayat kekal Allah atau Roh Allah. Lihat cat. 382 dalam Luk. 3. Manusia baru menerima Roh Allah
ketika Tuhan menghembuskan Roh Kudus ke dalam murid-murid-Nya pada hari kebangkitanNya (Yoh. 20:22). Namun, karena dihasilkan dari nafas hidup Allah, roh
manusia sangat mirip dengan Roh Allah. Jadi, transmisi antara Allah Roh dengan roh manusia dimungkinkan, dan roh manusia dapat mengontak Allah dan bersatu
dengan Allah (Rm. 8:16 dan cat. 2; 1 Kor. 6:17 dan cat. 2)
Roh manusia memiliki tiga fungsi: hati nurani, memampukan manusia mengenal apa yang Allah benarkan dan apa yang Dia hakimi (Rm. 9:1 dan cat. 2);
persekutuan, supaya manusia dapat mengontak Allah, menyembah Allah, dan berkomunikasi dengan Allah (Yoh. 4:24; Ef. 6:18a; Rm. 1:9); dan intuisi, memberi
manusia perasaan langsung dan pengenalan langsung dari Allah (Mrk. 2:8; 1 Kor. 2:11).
76 Lit., Jiwa. Jiwa manusia, yang adalah personanya, dirinya (Kel. 1:5; Kis. 2:41), tidak dibentuk dari unsur tertentu tetapi dihasilkan dari bergabung
nya roh manusia dengan tubuh manusia. Jiwa, yang tersusun dari pikiran, emosi, dan tekad manusia, memiliki kesadaran psikologis untuk mengontak ruang
lingkup psikologis.
Allah beraspek tritunggal—Bapa, Anak, dan Roh (Mat. 28:19); dan manusia beraspek tripartit—roh dan jiwa dan tubuh (1 Tes. 5:23). Allah Tritunggal
menciptakan manusia tripartit demikian untuk menjadi satu bejana yang hidup supaya manusia dapat memiliki kemampuan untuk menampung Allah dan bersatu
dengan Allah secara organik (Yoh. 15:4-5; Rm. 11:17-24) menjadi organisme-Nya untuk ekspresi-Nya dalam keinsanian. Lihat cat. 235 dalam 1 Tes. 5 dan
cat. 123 dan 124 dalam Ibr. 4.
81 Satu kata Ibrani yang berarti sukaria.
91 Menunjukkan bahwa Allah ingin menyenangkan manusia dan membuatnya bergembira. Allah ingin manusia senang bersama Dia dan puas bersama Dia (Mzm. 100;
Flp. 4:4)
92 Atau, pohon hayat. Langkah kedua dari prosedur Allah dalam menggenapkan tujuan-Nya adalah menempatkan manusia yang diciptakan di depan pohon hayat,
yang melambangkan Allah Tritunggal yang diwujudkan dalam Kristus sebagai hayat untuk manusia dalam bentuk makanan. Allah menempatkan manusia di depan
pohon hayat menunjukkan bahwa Allah ingin manusia menerima Dia sebagai hayat manusia melalui makan Dia secara organik dan mengasimilasi Dia secara
metabolis, supaya Allah dapat menjadi susunan diri manusia. Menurut Yoh. 1:1, 4, hayat ada dalam Firman, yang adalah diri Allah. Hayat ini—hayat Allah
yang ilahi, kekal, dan bukan ciptaan—adalah Kristus (Yoh. 11:25; 14:6; Kol. 3:4a), yang adalah perwujudan Allah (Kol. 2:9). Pohon hayat bertumbuh
sepanjang dua sisi sungai air hayat (Why. 22:1-2), menunjukkan bahwa pohon ini adalah pohon anggur. Karena Kristus adalah pokok anggur (Yoh. 15:1) dan
juga adalah hayat, Dia adalah pohon hayat. Dia diproses melalui inkarnasi, penyaliban, dan kebangkitan supaya manusia dapat memiliki hayat dan
hidup melalui makan Dia (Yoh. 10:10b; 6:51, 57, 63).
93 Pohon pengetahuan yang baik dan jahat melambangkan Iblis sebagai sumber kematian manusia (Ibr. 2:14). Pohon ini juga melambangkan segala sesuatu yang
terpisah dari Allah, karena segala sesuatu yang bukan Allah sendiri, termasuk hal-hal yang baik dan bahkan hal-hal yang alkitabiah dan hal-hal yang agamawi,
dapat dipergunakan oleh Iblis, si licik untuk membawa kematian kepada manusia. Bahkan Alkitab yang diilhamkan Allah dan hukum Taurat yang diberikan Allah
dapat dipergunakan Iblis sebagai pohon pengetahuan untuk mendatangkan kematian (Yoh. 5:39-40; 2 Kor. 3:6b).
Pohon hayat menyebabkan manusia bersandar kepada Allah (Yoh. 15:5), sedangkan pohon pengetahuan menyebabkan manusia memberontak melawan Allah dan
merdeka dari Dia (cf. Kej. 3:5). Kedua pohon itu menghasilkan dua garis––garis hayat dan garis kematian—yang menyusuri seluruh Alkitab dan berakhir
dalam Kitab Wahyu. Kematian dimulai dengan pohon pengetahuan (ay. 17) dan diakhiri dengan lautan api (Why. 20:10, 14). Hayat dimulai dengan pohon hayat
dan diakhiri dengan Yerusalem Baru, kota air hayat (22:1-2).
101 Sungai di sini melambangkan sungai air hayat. Di sepanjang sungai ini, pohon hayat bertumbuh (Why. 22:1-2 dan cat. 12, 13, dan 22). Sungai ini memuaskan
dahaga manusia dan mengairi taman supaya hayat dapat bertumbuh. Pada permulaan dan akhir Alkitab ada pohon hayat dan sungai yang mengalirkan air hidup.
102 Sungai itu mengalir dari Eden melambangkan sungai air hayat mengalir dari Allah (Why. 22:1), menunjukkan bahwa Allah adalah sumber air hayat untuk
manusia minum (cf. Yoh. 4:10; 7:37).
103 Angka empat melambangkan manusia, makhluk ciptaan (Yeh. 1:5). Satu sungai menjadi empat cabang melambangkan bahwa sungai mengalir dari Allah
yang unik (dilambangkan oleh satu sungai) sebagai sumber dan inti untuk mencapai manusia di segala arah.
104 Lit., bagian-bagian.
121 Aliran sungai menghasilkan tiga bahan mustika: emas, damar bedolah, dan batu krisopras. Bahan-bahan ini melambangkan Allah Tritunggal sebagai elemen
dasar dari struktur bangunan kekal Allah. Emas melambangkan Allah Bapa dengan sifat ilahi-Nya. Manusia dapat berbagian di dalamnya melalui
panggilan Allah (2 Ptr. 1:3-4), sebagai dasar bangunan kekal Allah; damar bedolah, bahan seperti mutiara yang dihasilkan dari getah pohon, melam
bangkan hasil dari Allah Putra dalam kematian-Nya yang menebus dan yang melepaskan hayat (Yoh. 19:34) dan kebangkitan yang menyalurkan hayat (Yoh.
12:24; 1 Ptr. 1:3), sebagai pintu masuk ke dalam bangunan kekal Allah (cf. Why. 21:21 dan cat. 1, alinea 1); dan batu krisopras, batu mustika melam
bangkan hasil dari Allah Roh dengan pekerjaan pengubahan-Nya (2 Kor. 3:18) untuk pembangunan bangunan kekal Allah. Yerusalem Baru tersusun dari tiga ka
tegori bahan ini—emas, damar bedolah (mutiara), dan batu-batu permata (Why. 21:11, 18-21). Lihat cat. 211, alinea 2 dalam Why. 21.
Tutup dada pada baju imam besar, suatu lambang Israel sebagai umat Allah Perjanjian Lama, tersusun dari emas dan batu-batu permata (Kel. 28:6-21), dan
gereja dalam Perjanjian Baru dibangun dengan emas, perak, dan batu permata (1 Kor. 3:12—perak melambangkan penebusan Kristus, tidak disebutkan damar
bedolah atau mutiara karena keperluan manusia akan penebusan setelah manusia jatuh). Hal ini menunjukkan bahwa Yerusalem Baru mencakup keseluruhan umat
pilihan dan tebusan Allah—Israel ditambah gereja (lihat cat. 124 dan 142 dalam Why. 21)
Mengalirnya hayat ilahi ke dalam manusia membawa sifat ilahi ke dalam manusia (2 Ptr. 1:4), melahirkan kembali manusia (1 Ptr. 1:3), dan mengubah manusia
ke dalam gambar mulia Kristus (2 Kor. 3:18). Maka, manusia yang diciptakan dari debu tanah (ay. 7), diubah menjadi bahan-bahan mustika untuk bangunan
Allah, yang akan rampung dalam Yerusalem Baru.
151 Lit., menyebabkan dia istirahat.
152 Manusia menggarap tanah supaya hayat, khususnya pohon hayat (ay. 9), dapat bertumbuh untuk menggenapkan aspek pertama dari tujuan Allah, yaitu,
mengekspresikan Allah dalam gambar-Nya. Tanah melambangkan hati manusia, yang ke dalamnya Kristus sebagai benih pohon hayat ditaburkan (Mat. 13:3-
23). Mengusahakan tanah melambangkan melonggarkan dan menghancurkan hati kita yang keras, membuka hati kita ke surga supaya Roh sebagai hujan (lihat
cat. 51) dapat turun untuk menumbuhkan Kristus sebagai pohon hayat di dalam kita.
153 Atau, menjaga. Ini untuk melindungi taman itu dari musuh Allah supaya aspek kedua dari tujuan Allah dapat digenapi, yaitu, menanggulangi Iblis dengan
kuasa Allah. Kita perlu menggarap tanah supaya Allah sebagai pohon hayat dapat masuk ke dalam kita. Kita juga perlu memelihara tanah, tidak membiarkannya
terbuka kepada Iblis sebagai pohon pengetahuan.
171 Perintah Allah yang pertama kepada manusia mengenai makan, bukan perilaku. Makan adalah hal terpenting bagi manusia, perkara hidup atau mati. Akibat
dan nasib manusia di hadapan Allah tergantung seluruhnya pada apa yang dia makan. Jika manusia makan pohon hayat, dia akan menerima Allah sebagai hayat
dan menggenapkan tujuan Allah; jika dia makan pohon pengetahuan, dia akan menerima Iblis sebagai kematian dan dirampas olehnya untuk
tujuannya.
Perintah larangan Allah diberikan sebagai satu peringatan kepada manusia, menunjukkan (1) kebesaran Allah dalam menciptakan manusia dengan satu
kehendak bebas agar manusia dapat memilih Allah dengan sukarela dan tidak di bawah paksaan; (2) kasih Allah kepada manusia; dan (3) kedambaan Allah supaya
manusia mau makan pohon hayat untuk menerima Allah ke dalam dia sebagai hayat.
172 Tidak mengacu kepada kematian tubuh manusia tetapi kepada kematian roh manusia (Ef. 2:1), yang akhirnya mengarah kepada kematian seluruh diri
manusia—roh, jiwa, dan tubuh (Ibr. 9:27; Why. 20:14). Lihat cat. 12 dalam Ef. 2.
181 Langkah ketiga dari prosedur Allah dalam menggenapkan tujuan-Nya adalah menggarapkan diri-Nya sendiri ke dalam manusia untuk membuat manusia menjadi
pelengkap-Nya. Adam di sini melambangkan Allah di dalam Kristus sebagai Suami yang sejati dan universal, yang mencari seorang istri bagi diri-Nya (Rm. 5:14;
cf. Yes. 54:5; Yoh. 3:29; 2 Kor. 11:2; Ef. 5:31-32; Why. 19:7; 21:9). Keperluan Adam akan seorang istri melambangkan dan menggambarkan keperluan Allah,
dalam ekonomi-Nya, untuk memiliki seorang istri sebagai pasangan-Nya.
182 Lit., pasangannya. Atau, pelengkapnya; lit., persamaannya. Demikian juga dalam ay. 20.
201 Istri harus sama seperti suami dalam hayat, sifat, dan ekspresi. Di antara ternak, burung-burung, dan binatang-binatang, Adam tidak menemukan
pelengkap bagi dirinya, yang dapat serasi dengan dia.
211 Untuk menghasilkan pelengkap bagi diri-Nya, Allah pertama-tama menjadi seorang manusia (Yoh. 1:14), seperti dilambangkan oleh Adam ciptaan Allah (Rm.
5:14). Tidur lelap Adam di sini untuk menghasilkan Hawa sebagai istrinya, melambangkan kematian Kristus di kayu salib untuk menghasilkan gereja sebagai
pasangan-Nya (Ef. 5:25-27). Melalui kematian Kristus, hayat ilahi di dalam Dia dibebaskan, dan melalui kebangkitan-Nya hayat ilahi-Nya yang dibebaskan di
bagikan ke dalam kaum beriman-Nya untuk menyusun gereja (lihat cat. 341 dalam Yoh. 19). Melalui proses sedemikian Allah di dalam Kristus digarapkan ke
dalam manusia dengan hayat dan sifat-Nya sehingga manusia dapat menjadi sama seperti Allah dalam hayat dan sifat supaya serasi dengan Dia sebagai pa
sangan-Nya.
212 Tulang rusuk yang diambil dari rusuk Adam yang terbuka melambangkan hayat kekal Kristus yang tidak dapat dipatahkan, tidak dapat binasa (Ibr. 7:16),
yang mengalir keluar dari rusuk-Nya yang ditombak (Yoh. 19:34) untuk membagikan hayat kepada kaum beriman-Nya guna menghasilkan dan membangun gereja
sebagai pelengkap-Nya. Lihat cat. 362 dalam Yoh. 19 dan 161 dalam Ibr. 7.
221 Di sini tidak dikatakan bahwa Hawa diciptakan tetapi ia dibangun. Dibangunnya Hawa dari tulang rusuk yang diambil dari rusuk Adam melambangkan
pembangunan gereja dengan hayat kebangkitan yang dilepaskan dari Kristus melalui kematian-Nya di kayu salib dan dibagikan ke dalam kaum beriman-Nya dalam
kebangkitan-Nya (Yoh. 12:24; 1 Ptr. 1:3). Gereja sebagai Hawa sejati adalah totalitas Kristus di dalam seluruh kaum beriman-Nya. Hanya yang dihasilkan
dari Kristus dengan kebangkitan-Nya yang dapat menjadi pelengkap dan pasangan-Nya, Tubuh Kristus (1 Kor. 12:12; Ef. 5:28-30).
222 Pada akhir Alkitab adalah satu kota, Yerusalem Baru, perempuan ultima dan kekal, mempelai perempuan korporat, istri Anak Domba (Why. 21:9; 22:17),
dibangun dengan tiga jenis bahan mustika (Why. 21:18-21), penggenapan selama-lamanya lambang yang diperlihatkan dalam pasal ini. Maka, dalam lambang
semua bahan mustika yang disebutkan dalam ay. 11-12 adalah untuk membangun perempuan ini (lihat cat. 121).
223 Seperti Hawa diambil dari Adam dan dibawa kembali kepada Adam menjadi satu daging dengan dia (ay. 24), demikian juga gereja yang dihasilkan dari
Kristus akan kembali kepada Kristus (Ef. 5:27; Why. 19:7) untuk menjadi satu roh dengan Dia (1 Kor. 6:17). Lihat cat. 321 dalam Ef. 5.
231 Ibraninya Ishshah, seperti juga dalam ay. 22. Seperti Hawa adalah perluasan Adam, gereja sebagai mempelai perempuan adalah perluasan Kristus sebagai
Mempelai Laki-laki (Yoh. 3:29-30).
232 Ibraninya Ish. Juga dalam ay. 24. Berbeda dengan kata Adam, yang diterjemahkan manusia di tempat lain dalam pasal ini.
241 Lihat cat. 223. Adam dan Hawa menjadi satu daging, satu unit yang lengkap, adalah gambaran dari Allah dan manusia yang dibaurkan menjadi satu. Yerusalem
Baru yang akan datang akan menjadi kesatuan yang kekal dari Allah dan manusia, pasangan universal sebagai satu unit lengkap yang tersusun dari keilahian
dan keinsanian.
251 Adam dan Hawa adalah satu, menempuh hidup pernikahan sebagai suami dan istri. Ini menggambarkan bahwa dalam Yerusalem Baru Allah Tritunggal penebus yang
telah melalui proses dan rampung sebagai Suami universal akan menempuh hidup pernikahan selama-lamanya dengan umat manusia yang telah ditebus, dilahirkan
kembali, diubah, dan dimuliakan, sebagai istri-Nya. Lihat cat. 171, alinea 2 dalam Why. 22.
Wahyu mengenai Taman Eden, sebagai permulaan wahyu ilahi dalam Alkitab, dan wahyu mengenai Yerusalem Baru, sebagai akhir wahyu ilahi dalam Alkitab, menjadi
cermin bagi satu sama lain. Keduanya berisi empat hal: (1) pohon hayat sebagai inti ekonomi kekal Allah (ay. 9; Why. 22:2), (2) sungai yang mengalir ke
empat penjuru bumi (ay. 10; Why. 22:1), (3) tiga jenis bahan mustika (ay. 11-12; Why. 21:11-14, 18-21), dan (4) satu pasangan (ay. 18-25; Why. 21:9-10;
22:17). Apa yang diwahyukan dalam kedua bagian Alkitab ini adalah garis sentral wahyu ilahi seluruh Alkitab dan seharusnya menjadi prinsip pengendali
penafsiran dan pemahaman Alkitab.
Pasal 3
11 Kejatuhan manusia kali pertama dimulai oleh Iblis melalui penipuan oleh ular (2 Kor. 11:3). Ular yang licik adalah perwujudan Iblis, si jahat, musuh
dan lawan Allah (Mat. 13:39a; Why. 12:9 dan cat. 3 dan 4) dan penggoda manusia (Mat. 4:3; 1 Tes. 3:5).
Segera setelah dua pasal pertama Kitab Kejadian, Iblis masuk, dan segera sebelum dua pasal terakhir Kitab Wahyu, dia akan dicampakkan (Why. 20:10). Di
antara dua pasal pertama dan dua pasal terakhir Alkitab, Iblis, si ular, terus-menerus bekerja untuk merusak dan menghancurkan manusia dan dengan demikian
menghalangi Allah melaksanakan tujuan kekal-Nya. Di setiap generasi sasaran pekerjaan ilahi Allah adalah untuk membangun Tubuh Kristus untuk
mengekspresikan Putra-Nya, Kristus, dan juga menyingkirkan ular.
12 Ular mengontak perempuan, bukan laki-laki, karena perempuan adalah bejana yang lebih lemah (1 Ptr. 3:7).
13 Dalam menggoda perempuan, Iblis pertama-tama menjamah pikirannya dengan mempertanyakan firman Allah, menyebabkan dia ragu akan firman Allah.
Pertanyaan ular menimbulkan keraguan dalam pikiran Hawa dan menghalangi dia untuk memakai rohnya untuk mengontak Allah. Pemikiran jahat Iblis masuk
ke dalam Hawa dan mencemari pikirannya bahkan sebelum ia makan buah pohon pengetahuan.
21 Penyebab luaran kejatuhan manusia kali pertama adalah godaan ular. Penyebab yang di dalam adalah perempuan mengambil posisi sebagai kepala (ay. 2-3,
6). Perempuan mewakili posisi manusia dalam hubungannya dengan Allah. Allah adalah Suami manusia (Yes. 54:5); posisi manusia adalah istri. Sebagaimana
manusia seharusnya berada di bawah kekepalaan Allah, perempuan seharusnya berada di bawah kekepalaan laki-laki (1 Kor. 11:3). Ini adalah satu
perlindungan terhadap kelicikan musuh. Di sini Hawa mengambil posisi sebagai kepala melalui berbicara kepada ular secara langsung, tanpa penudungan
suaminya. Maka, ia terjerat oleh ular dan tertipu (1 Tim. 2:14). Kegagalan Hawa di sini melambangkan kegagalan manusia dengan cara mengesampingkan Allah
dan mengambil kekepalaan atas Allah untuk bertindak bebas dari Dia, dengan demikian membuka jalan bagi Iblis, si licik, untuk menipu manusia. Lihat
cat. 41 dalam Rm. 7.
51 Perkataan fitnah dari si jahat ini menyebabkan Hawa salah paham kepada kasih Allah dan mencurigai hati Allah yang melarang manusia makan pohon pengetahuan
yang baik dan jahat (2:16-17). Hal ini meracuni emosi Hawa, menyebabkan dirinya tidak senang kepada Allah.
52 Atau, allah, dewa.
61 Dalam proses kejatuhan manusia, manusia gagal memakai rohnya untuk mengontak Allah, sehingga mengabaikan Allah dan mengesampingkan Allah. Sebaliknya,
dia memakai jiwanya, berargumen dengan ular dalam pikirannya, mendambakan pohon pengetahuan dalam emosinya, dan memutuskan dalam kehendaknya untuk
mengambil buah itu dan memakannya.
71 Akibat mengerikan dari kejatuhan manusia kali pertama bermacam-macam. Pertama, manusia melanggar perintah Allah (2:17; Rm. 5:14) dan jatuh ke bawah
penghakiman Allah (Rm. 5:16) dan jatuh ke bawah kutukan (ay. 17-19). Dia juga menjauh dari Allah (ay. 8) dan dijauhkan dari hayat Allah (Ef. 4:18) dalam
pohon hayat (ay. 23-24). Tidak hanya demikian, dalam kejatuhan, pikiran, perasaan, dan kehendak jahat Iblis diinjeksikan ke dalam pikiran, emosi, dan
tekad manusia, sehingga mencemari jiwa manusia (ay. 1, 4-6). Melalui manusia makan pohon pengetahuan, Iblis masuk ke tubuh manusia dan menjadi (sifat)
dosa di dalam manusia (cf. Rm. 7:8, 11, 17, 20 dan cat. 81). Jadi tubuh manusia, yang diciptakan murni dan tanpa dosa, berubah menjadi daging dosa (Rm.
7:18a dan cat. 2). Sebagai akibat kejatuhan, roh manusia mati (cf. Ef. 2:1, 5 dan cat. 12), terpisah dari Allah dan kehilangan fungsinya terhadap
Allah. Karena itu, tiga bagian manusia—tubuh, jiwa, dan rohnya—rusak karena kejatuhan. Selain itu, manusia yang jatuh tersusun menjadi orang dosa (Rm.
5:19) dan menjadi korban kematian (Rm. 5:12b, 14a; 1 Kor. 15:22a). Akibatnya, manusia tidak bisa menggenapkan tujuan Allah, yaitu mengekspresikan
Allah dalam gambar-Nya dan mewakili Allah dengan kekuasaan-Nya (1:26). Akhirnya, karena kejatuhan manusia, semua ciptaan ditaklukkan kepada kesia-
siaan dan perbudakan kebinasaan (Rm. 8:20-21).
72 Hal ini merupakan permulaan berfungsinya hati nurani manusia. Hati nurani, sebagai salah satu dari fungsi roh manusia (lihat cat. 75, alinea 3 dalam ps.
2), ada pada saat manusia diciptakan oleh Allah. Namun setelah manusia mengambil bagian dalam pohon pengetahuan, barulah fungsi hati nurani ini nyata.
Setelah jatuh, Adam malu atas ketelanjangannya (cf. 2:25) karena fungsi hati nuraninya mulai aktif. Sejak saat itu hati nurani dalam manusia mulai memikul
tanggung jawab menolak yang jahat dan menerima yang baik. Lihat cat. 12 dalam Rm. 9.
73 Daun pohon ara termasuk hayat tumbuhan, yang tidak memiliki darah untuk penebusan (cf. Ibr. 9:22). Menutupi dengan daun pohon ara menyatakan pekerjaan
manusia sendiri dalam berusaha menutupi dosa-dosanya. Usaha demikian tidak memadai untuk menutupi ketelanjangan manusia agar dia dapat dibenarkan,
diperkenan di hadapan Allah (cf. Rm. 3:20a). Lihat cat. 211 dan 212.
81 Atau, suara.
82 Lit., berangin lembut. Ibraninya Ruach.
91 Walaupun manusia yang diciptakan Allah telah dirusak oleh musuh-Nya, Allah yang tak berubah dan kekal tidak akan berubah dengan membuang ekonomi
kekal-Nya, yang Dia buat dalam kekekalan yang lampau untuk kekekalan yang akan datang (Ef. 3:9-11). Jadi, Dia harus menolong manusia yang Dia ciptakan
bagi tujuan-Nya yang tidak berubah, hingga mengurbankan Anak tunggal-Nya (Yoh. 3:16). Inilah alasannya dalam kekekalan yang lampau Kristus sebagai yang
kedua dari Trinitas Ilahi siap untuk masuk ke dalam waktu (Mi. 5:1) untuk mati bagi manusia yang jatuh menurut ketetapan ilahi yang dibuat dalam rapat
Trinitas Ilahi dalam kekekalan lampau (Kis. 2:23 dan cat. 1; 1 Ptr. 1:18-20 dan cat. 201).
92 Segera setelah jatuh, Adam dan Hawa tahu bahwa akibat pelanggarannya adalah mati (cf. Rm. 1:32a; 6:23a). Karena itu, mereka menyembunyikan diri dari
hadirat Tuhan, menantikan hukuman mati (ay. 8). Namun, Allah datang mencari mereka, bukan untuk mengumumkan hukuman mati tetapi memberitakan Injil kepada me
reka dan menyelamatkan mereka dari kejatuhannya (cf. Yoh. 3:17; Luk. 19:10). Perkataan pertama dari Injil yang diberitakan oleh Allah adalah “Di ma
nakah engkau?” Pertanyaan ini bukan keputusan dari satu penghakiman; melainkan kata pembukaan dari kabar sukacita.
111 Allah bertanya kepada Adam dan Hawa bukan karena Dia bermaksud menghukum mereka tetapi karena Dia ingin memimpin mereka mengakui pelanggaran-
pelanggaran mereka (cf. 1 Yoh. 1:9).
141 Allah tidak menghakimi Adam dan Hawa, tetapi Dia menghakimi ular melalui mengutuknya.
142 Ini menyiratkan bahwa Allah membatasi aktivitas dan pergerakan Iblis di bumi. Selama kita memikirkan hal-hal yang melampaui bumi, ular, Iblis, tidak
dapat menjamah kita (Kol. 3:1-3; 1 Yoh. 5:18; Rm. 16:20).
151 Perempuan di sini pertama-tama melambangkan Hawa dan kemudian perawan Maria, ibu Tuhan Yesus (Gal. 4:4). Ia juga melambangkan seluruh umat Allah yang
mengambil posisi seorang perempuan di hadapan Allah, bersandar kepada Dia (lihat cat. 21), seperti dilambangkan oleh perempuan universal dalam Why. 12:1
(lihat cat. di sana). Maka, permusuhan antara ular dengan perempuan adalah permusuhan antara Iblis dengan seluruh umat Allah (lihat cat. 42 dalam Why.
12). Kebencian dan perselisihan ular dengan umat Allah dimulai ketika Iblis menghasut Kain untuk membunuh Habel (4:8; 1 Yoh. 3:12) dan berlanjut terus
sepanjang generasi sampai Iblis dicampakkan ke dalam lautan api sampai kekal (Why. 20:7-10).
152 Keturunan ular adalah orang yang mengikuti Iblis. Karena Iblis, si ular tua (Why. 12:9; 20:2), telah menginjeksikan dirinya sebagai dosa ke dalam
daging manusia (lihat cat. 182 dalam Rm. 7), semua manusia telah menjadi ular dalam pandangan Allah (Mat. 23:33). Sebagai pengikut Iblis, mereka adalah
anak-anaknya, keturunannya, bukan melalui adopsi tetapi melalui kelahiran (Mat. 3:7; 13:38; Yoh. 8:44; 1 Yoh. 3:10). Maka, mereka memiliki sifat dan hayat
ular. Mereka dipakai oleh Iblis untuk menganiaya dan memerangi keturunan perempuan.
153 Keturunan perempuan adalah Yesus Kristus yang berinkarnasi, sebagai Allah yang dilahirkan oleh perawan Maria menjadi seorang manusia, seperti
yang dinubuatkan dalam Yes. 7:14, digenapkan dalam Mat. 1:23, dan ditegaskan dalam Gal. 4:4. Jadi, janji di sini menunjukkan bahwa Allah sendiri akan
datang menjadi keturunan manusia untuk meremukkan kepala ular perusak. Akhirnya, keturunan perempuan itu diperluas mencakup kaum beriman pemenang,
bagian terkuat dari umat Allah, dilambangkan oleh anak laki-laki dalam Why. 12:5 (lihat cat. 2 di sana). Anak laki-laki, keturunan korporat dari perempuan
itu, termasuk Tuhan Yesus, keturunan individual dari perempuan itu. Mazmur 2:8-9, Why. 2:26-27, dan 12:5 menunjukkan bahwa Tuhan Yesus sebagai Sang
terurap Allah, para pemenang dalam gereja-gereja, dan anak laki-laki akan memerintah bangsa-bangsa dengan gada besi, membuktikan bahwa Tuhan Yesus, para
pemenang, dan anak laki-laki adalah satu, Tuhan Yesus sebagai Pemenang yang memimpin (Why. 3:21) adalah Kepala, inti, realitas, hayat, dan sifat anak
laki-laki, dan anak laki-laki sebagai para pemenang yang mengikuti adalah Tubuh Tuhan.
154 Peremukan kepala ular oleh keturunan perempuan adalah penghancuran Iblis, yang menguasai maut, oleh Tuhan Yesus melalui kematian-Nya di kayu salib
(Ibr. 2:14 dan cat.; 1 Yoh. 3:8). Sementara Tuhan menghancurkan ular di kayu salib, ular meremukkan tumit-Nya, yaitu, melukai Dia melalui memakukan kaki-Nya
ke salib (Mzm. 22:17).
Melalui kematian Tuhan di kayu salib, Iblis, si ular tua, dihakimi, dicampakkan (Yoh. 12:31; 16:11). Penghakiman itu akhirnya akan dilaksanakan oleh para
pemenang sebagai anak laki-laki, keturunan korporat dari perempuan itu (Why. 12:9 dan cat. 5).
161 Melahirkan anak dengan penderitaan dan kesakitan (1 Tim. 2:14-15; 5:13-14) dan dikuasai suami (1 Kor. 11:3; 1 Tim. 2:11-12) ditetapkan Allah sebagai
pembatasan dan perlindungan bagi perempuan, yang memelopori kejatuhan manusia.
171 Atau, sakit. Tanah menumbuhkan semak duri dan rumput duri (ay. 18), manusia menderita kesakitan, susah payah, dan berpeluh seumur hidupnya (ay. 17,
19a), dan manusia kembali ke tanah, yaitu, mati (ay. 19b), semuanya ditetapkan Allah untuk membatasi dan melindungi manusia yang jatuh dan berdosa.
201 Artinya hidup. Pemberitaan kabar baik Allah dalam ay. 15 mengenai keturunan perempuan menghancurkan ular adalah contoh pertama pemberitaan Injil
dalam seluruh Alkitab. Setelah mendengarkan kabar baik, Adam percaya bahwa dia dan Hawa akan hidup dan tidak mati (cf. Yoh. 3:14-16); maka, dia menamai
istrinya Hawa, hidup. Dengan demikian, Allah adalah pengabar Injil pertama, dan Adam adalah orang beriman pertama.
211 Mungkin kulit domba yang dipersembahkan sebagai pengganti Adam dan Hawa yang berdosa, dengan mencurahkan darah untuk pengampunan dosa-dosa (Ibr.
9:22). Penyembelihan domba oleh Allah menggambarkan kematian pengganti Kristus sebagai Anak Domba Allah, yang mencurahkan darah adi-Nya untuk merampungkan
penebusan, dan berdasarkan hal ini Allah membenarkan orang dosa yang percaya (Yoh. 1:29; Why. 13:8b; 1 Ptr. 1:18-20; 3:18a; Ef. 1:7; Rm. 3:24).
Allah menutupi Adam dan istrinya dengan kulit binatang berarti Allah membenarkan mereka melalui iman mereka (Rm. 3:28). Kulit binatang adalah lambang
Kristus sebagai kebenaran Allah untuk menudungi kita, supaya kita dibenarkan oleh Allah (Yer. 23:6; 1 Kor. 1:30). Penudung ini dibuat oleh Allah dan
menggantikan penudung daun pohon ara yang disemat Adam (ay. 7). Lihat cat. 223 dalam Luk. 15.
212 Penggantian yang sejati berdasar pada kesatuan. Setelah diberi pakaian oleh Allah berupa kulit domba, Adam menjadi satu dengan domba itu. Maka, orang
dosa menjadi satu dengan penggantinya. Inilah kesatuan. Kesatuan mendatangkan khasiat penggantian. Ketika kita percaya kepada Injil, Kristus dikenakan atas
kita sebagai kebenaran yang menudungi kita (cf. Luk. 15:22), dan kita ditaruh ke dalam Kristus (1 Kor. 1:30), membuat kita menjadi satu dengan Kristus.
Karena kita satu dengan Kristus, apa pun yang telah Dia rampungkan di kayu salib menjadi milik kita. Percaya kepada Yesus Kristus adalah menjadi satu
dengan Dia, masuk ke dalam kesatuan dengan Dia (lih. cat. 162 dalam Yoh. 3). Dalam kesatuan demikian, apa adanya Kristus, apa yang Dia miliki, apa pun
yang telah Dia kerjakan dan akan kerjakan, dan apa pun yang Dia peroleh dan dapatkan adalah milik kita. Lihat cat. 143, alinea 2 dalam ps. 6; 181, alinea 2
dalam ps. 8; 222 dalam Kel. 12; dan 22 dalam 1 Yoh. 2.
Butir utama Injil terlihat dalam ay. 15 dan 21, yang menunjukkan bahwa Allah, Pencipta manusia, menjadi Juruselamat manusia setelah kejatuhan manusia
melalui menjadi keturunan manusia untuk mati demi menghancurkan Iblis, menebus manusia yang jatuh, dan menjadi kebenaran manusia di hadapan Allah
supaya manusia dapat dibenarkan dan berada dalam Allah menjadi satu dengan Dia.
221 Meskipun Adam dan Hawa memiliki penebusan pendahuluan, mereka belum memiliki penebusan yang sebenarnya, yang dirampungkan oleh Kristus di kayu salib.
Mereka masih penuh dosa dalam sifatnya. Jika mereka makan pohon hayat ketika dalam keadaan ini, mereka akan hidup selama-lamanya dengan sifat dosanya.
Allah tidak mengizinkan hal itu. Pohon hayat, yang melambangkan Allah sebagai hayat untuk manusia, tidak boleh dijamah oleh orang dosa. Maka, sebelum
penebusan sebenarnya dirampungkan, Allah harus menutup jalan ke pohon hayat. Begitu penebusan sebenarnya dirampungkan untuk menghapus dosa manusia
(Yoh. 1:29) dan mengakhiri sifat dosa manusia (Yoh. 3:14 dan cat.; Rm. 8:3 dan cat. 3), jalan masuk ke pohon hayat akan sekali lagi dibuka (Why. 22:14).
241 Allah menutup jalan ke pohon hayat dengan tiga hal: kerub, api yang menyala-nyala, dan pedang. Kerub melambangkan kemuliaan Allah (cf. Yeh. 9:3; 10:4;
Ibr. 9:5), api yang menyala-nyala melambangkan kekudusan Allah (Ul. 4:24; 9:3; Ibr. 12:29), dan pedang untuk membunuh menunjukkan kebenaran Allah (cf.
Rat. 3:42-43; Rm. 2:5). Atribut-atribut Allah ini mengajukan tuntutan pada orang dosa. Karena orang dosa tidak mampu memenuhi tuntutan ini (Rm. 3:10-
18, 23), maka manusia tidak diizinkan mengontak Allah sebagai pohon hayat, sampai Kristus menggenapkan tuntutan kemuliaan, kekudusan, dan kebenaran Allah
melalui kematian-Nya yang almuhit di kayu salib untuk membuka jalan yang baru dan hidup untuk masuk ke ruang maha kudus dan berbagian dengan pohon hayat
(Ibr. 10:19-20 dan cat. 202; Why. 22:14 dan cat. 4).
Pasal 4
11 Artinya mendapatkan.
21 Artinya hembusan (nafas) atau kesia-siaan. Akibat kejatuhan manusia pertama, segala sesuatu dalam hidup manusia menjadi kesia-siaan (Pkh. 1:2-3).
22 Atau, pemberi makan. Sebelum air bah manusia hanya boleh makan buah-buahan dan sayuran (1:29; 3:18), bukan daging (cf. 9:3). Jadi, Habel memelihara
domba bukan untuk menghasilkan makanan bagi hidupnya tetapi untuk menyediakan kurban bagi kepuasan Allah. Habel bukan saja percaya Injil (lihat cat.
41) tetapi juga melaksanakan Injil dan hidup untuk Injil.
23 Atau, penggarap tanah. Dalam pekerjaannya Habel hanya memperhatikan kepuasan Allah, sedangkan Kain hanya memperhatikan hidupnya sendiri.
31 Kain tidak mengikuti jalan keselamatan Allah melalui penebusan pendahuluan oleh kurban yang berdarah (3:21; Ibr. 9:22), tetapi melanjutkan
kejatuhan manusia dengan berani mempersembahkan buah-buahan dari jerih lelahnya sendiri kepada Allah. Cara Kain menyembah Allah menciptakan satu agama
menurut konsepsi dan opini insaninya (Yud. 11 dan cat. 1), yang dimotivasi oleh Iblis, si licik (ay. 7 dan cat.; 1 Yoh. 3:12). Sepanjang abad dan
generasi banyak pengikut Kain, orang-orang di segala tempat dan waktu yang telah menciptakan agamanya sendiri.
41 Menurut Ibr. 11:4, persembahan Habel, suatu kurban, dipersembahkan kepada Allah dengan iman. Iman datang melalui mendengar firman Injil (Rm. 10:17, 14).
Ini menunjukkan bahwa orang tua Habel, Adam dan Hawa, tentu sering memberitakan kepada anak-anaknya kabar baik yang telah Allah beritakan kepada mereka
(3:15, 21). Sama seperti ayah dan ibunya, Habel percaya kepada Injil dan mempersembahkan kurbannya kepada Allah menurut wahyu Allah dalam perkataan yang
diberitakan oleh orang tuanya. Jadi, keluarga pertama di bumi adalah keluarga Injil, keluarga kaum beriman.
Habel adalah imam Allah yang pertama, mewakili semua orang beriman dalam Kristus (1 Ptr. 2:5, 9). Dalam lambang, Habel mempersembahkan Kristus kepada
Allah. Menurut Bil. 18:17, seekor lembu atau domba atau kambing yang sulung, lambang Kristus, harus dipersembahkan kepada Allah. Persembahan ini termasuk
darah yang dipercikkan di atas mezbah untuk penebusan dan lemak yang dibakar sebagai wangi-wangian yang memuaskan Allah. Sebab itu, persembahan Habel,
mutlak sesuai dengan apa yang diwahyukan kemudian dalam hukum Musa, membuktikan bahwa cara dia menyembah Allah adalah menurut wahyu ilahi Allah, bukan
menurut konsepsinya sendiri.
51 Kain menolak cara Allah yang mengambil Kristus sebagai kebenaran Allah untuk menudungi dia (3:21; Flp. 3:9; 1 Kor. 1:30). Seperti orang Yahudi agamawi,
dia berusaha mendirikan kebenarannya sendiri, mengabaikan kebenaran Allah dan tidak menaatinya (Rm. 10:3). Jadi, persembahannya menjadi penghinaan bagi
Allah, dan Allah menolaknya.
71 Dosa dan Iblis adalah satu (Rm. 7:8 dan cat.). Jika kita menolak jalan keselamatan Allah, Iblis sebagai dosa mengendap-endap di pintu, menunggu
kesempatan untuk menerkam dan menelan kita (cf. Luk. 22:31; 1 Ptr. 5:8).
81 Kalimat ini terdapat dalam banyak versi kuno, tetapi tidak ada dalam teks Ibrani.
82 Kain membunuh saudaranya karena amarahnya dihasut oleh kecemburuan agamawinya (ay. 4-5). Sepanjang generasi mereka yang menyembah Allah menurut
daging telah menentang, menganiaya, dan bahkan membunuh mereka yang menyembah menurut Roh (Mat. 23:35; Yoh. 16:2; Why. 17:6; cf. Gal. 4:29). Dalam hal
mempersembahkan kepada Allah dan membunuh saudaranya, Kain berada di garis pohon pengetahuan baik dan jahat. Sebaliknya, Habel berada di garis pohon
hayat. Lihat cat. 93, alinea 2 dalam ps. 2.
91 Dusta ini menunjukkan kecongkakan Kain terhadap Allah. Pembunuhan Kain terhadap Habel dan dustanya kepada Allah disinggung oleh Tuhan Yesus dalam
Yoh. 8:44, menunjukkan bahwa dalam membunuh dan berdusta, Kain bersatu dengan Iblis, Satan, yang adalah sumbernya (1 Yoh. 3:12). Karena Kain telah menolak
jalan Allah dan peringatan Allah (ay. 7), dia didapatkan oleh Iblis, pembunuh dan pendusta, dan menjadi seorang pembunuh dan pendusta bersama Iblis.
101 Darah Habel dan darah Yesus berbicara (Ibr. 12:24 dan cat. 3). Darah Habel berbicara dari bumi; darah Yesus berbicara dari surga.
161 Artinya mengembara.
171 Artinya memprakarsai, menyumbangkan, terlatih.
172 Setelah meninggalkan hadirat Allah (ay. 16), Kain membangun sebuah kota untuk perlindungannya dan tempat tinggalnya. Di dalam kota ini dia meng
hasilkan suatu kebudayaan yang tanpa Allah. Dalam taman itu Allah adalah segala sesuatu untuk manusia—perlindungan, perawatan, suplai, dan hiburan
nya. Ketika manusia kehilangan Allah, dia kehilangan semuanya. Karena kehilangan Allah, manusia terpaksa menciptakan kebudayaan, unsur
utamanya adalah kota untuk tempat tinggal, beternak untuk hidup, musik untuk hiburan, dan senjata untuk pertahanan (ay. 20-22). Kebudayaan tanpa
Allah yang ditemukan dalam Kej. 4 akan terus berkembang sampai puncaknya di Babel besar (Why. 17—18).
251 Artinya ditetapkan. Setelah martirnya Habel, Allah menetapkan Set untuk menggantikan Habel dalam mengambil jalan keselamatan Allah.
261 Artinya manusia yang rapuh, fana.
262 Kata Ibraninya berarti berseru nyaring kepada, berteriak kepada, yaitu, berteriak dengan suara yang dapat didengar. Karena manusia menyadari bahwa
hidupnya sia-sia (lihat cat. 21) dan mereka rapuh dan fana (lihat cat. 261), mereka dengan spontan mulai menyeru nama TUHAN, Sang kekal (lihat cat. 44 da
lam ps. 2). Meskipun mereka sia-sia dan lemah, melalui menyeru nama Tuhan, mereka menjadi kaya dan kuat, sebab mereka masuk ke dalam kekayaan dan
kekuatan Dia yang kepada-Nya mereka berseru (Rm. 10:12-13 dan cat.). Lihat cat. 211 dalam Kis. 2.
Pasal 5
11 Silsilah yang dicatat dalam pasal ini mencakup sepuluh generasi pertama umat manusia, dari Adam sampai Nuh. Menurut Luk. 3:23-38, silsilah manusia dimulai
dengan Allah dan menghasilkan Yesus Kristus.
Sejarah dalam seluruh Perjanjian Lama merupakan persiapan Allah Tritunggal untuk melaksanakan ekonomi kekal-Nya. Persiapan ini dimulai dalam seorang
manusia, Adam (1:1—11:26), dan akhirnya menghasilkan tiga persona, Abraham, Ishak, dan Yakub serta Yusuf (11:27—50:26), yang menghasilkan satu umat,
Israel (Kel.—Mal.). Ketiga puluh sembilan kitab Perjanjian Lama mewahyukan persiapan untuk mendatangkan Kristus, Manusia-Allah, Allah yang lengkap
berbaur dengan manusia yang sempurna (Mat. 1), untuk menghasilkan Tubuh Kristus (Ef. 1—4), organisme dari Allah Tritunggal yang telah melalui proses
dan rampung (Ef. 4:4-6). Tubuh Kristus akan rampung dalam Yerusalem Baru (Why. 21:1-23) sebagai perluasan kekal Kristus (cf. Yoh. 3:30; 1 Kor. 12:12),
perbauran kekal Allah Tritunggal dengan manusia tripartit dan tempat saling huni Allah dan manusia (Why. 21:3, 22) untuk ekspresi Allah Tritunggal yang
telah melalui proses dan rampung dalam sifat dan kemuliaan-Nya (Why. 21:18b, 21b, 10-11, 23) dalam manusia tripartit yang ditebus, dilahirkan kembali,
diubah, dan dimuliakan sampai kekal.
12 Lit., Pada hari.
13 Lihat cat. 263, alinea 1 dalam ps. 1.
21 Lihat cat. 264 dalam ps. 1.
31 Silsilah ini tidak mencatat perbuatan dan aktivitas orang-orang yang bersangkutan; hanya mencatat bagaimana mereka hidup dan melahirkan. Kehidupan
dan kelahiran manusia adalah untuk perkembangbiakan manusia (1:28a) untuk menggenapkan tujuan kekal Allah melalui umat manusia. Demikian juga, dalam
pengertian rohani, kaum beriman hari ini harus hidup dan melahirkan (1 Kor. 4:15) untuk perkembangbiakan Allah (Yoh. 1:12-13) untuk menggenapkan tujuan
Allah melalui gereja.
51 Lihat cat. 124 dalam Rm. 5.
211 Artinya ketika dia mati, hal itu akan dikirim. Nama ini memiliki makna nubuatan. Dengan menamai anaknya Metusalah, Henokh menubuatkan datangnya air bah
pada tahun meninggalnya Metusalah, yang adalah usia Nuh yang keenam ratus (7:6; 5:25-29a). Henokh telah menerima wahyu dari Allah bahwa Dia akan menghakimi
seluruh generasi umat manusia yang tidak beribadah (cf. Yud. 14-15). Ini memotivasi Henokh untuk tidak mengikuti arus zaman, tetapi bergaul dengan Allah
(ay. 22, 24) dan menempuh hidup yang beribadah dan kudus (cf. 2 Ptr. 3:10-12).
221 Bergaul dengan Allah adalah mengambil Dia sebagai inti dan segala sesuatu kita, melakukan sesuatu tidak menurut konsepsi dan kedambaan kita sendiri
tetapi menurut wahyu dan pimpinan-Nya, dan melakukan segala sesuatu bersama Dia. Ini menyiratkan menyangkal diri kita dan segala yang berasal dari ego
kita (Mat. 16:24-25) agar kita dapat menjadi satu dengan Dia.
241 Henokh adalah orang pertama yang diangkat. Dengan ini dia terhindar dari kematian, hasil akhir dari kejatuhan manusia (Ibr. 11:5). Penyebutan pertama
pengangkatan ini mendirikan prinsip mengenai pengangkatan; terangkatnya kita tergantung pada kematangan kita dalam hayat ilahi melalui bergaul dengan
Allah. Henokh bergaul dengan Allah siang dan malam selama tiga ratus tahun. Menurut Ibr. 11:5-6, dia melakukannya dengan iman, percaya bahwa Allah
adalah dan bahwa Dia memberi upah kepada mereka yang sungguh-sungguh mencari Dia. Setelah tiga ratus tahun mencari Allah dan bergaul dengan Dia, Henokh
diangkat oleh Allah, dengan demikian mendapatkan pahala tidak melihat kematian.
291 Artinya perhentian atau penghiburan.
292 Atau, menghibur kita dalam pekerjaan kita.
Pasal 6
21 Anak-anak Allah di sini adalah malaikat-malaikat yang jatuh (cf. Ayb. 1:6; 2:1; 38:7) yang bersatu dengan Iblis dalam pemberontakannya melawan Allah (Why.
12:4) dan menjadi penguasa dan otoritas dalam kerajaan gelap Iblis (Mat. 12:26; Ef. 6:12).
22 Pada saat kejatuhan manusia kali ketiga, sejumlah malaikat yang jatuh dalam kekuasan Iblis turun ke bumi, mengenakan tubuh manusia, dan menggunakan tubuh
ini untuk membentuk perkawinan yang tidak sah dengan anak-anak perempuan manusia, dengan demikian mencemari ras manusia dengan mencampurkannya dengan roh-
roh yang jatuh. Menurut Yud. 6-7 (lihat cat. 61 dan 71 di sana) contoh yang diberikan malaikat-malaikat yang jatuh dalam melakukan perzinaan dengan orang-
orang asing ditiru oleh Sodom dan Gomora (19:4-9; Rm. 1:27).
31 Ini adalah kali kedua penyebutan Roh dalam kitab ini (cf. 1:2). Sebelum ini Roh Allah bekerja dan berurusan secara murah hati dengan manusia untuk
melawan pemberontakan dan kejatuhan manusia. Walaupun demikian, di sini ada satu keadaan ketika Roh Allah tidak lagi berurusan dengan manusia, menandakan
Allah meninggalkan manusia.
32 Dalam kejatuhan kali pertama manusia tidak memakai rohnya (lihat cat. 61 dalam ps. 3); dalam kejatuhan kali kedua dia memakai jiwanya secara berlebihan,
menciptakan agama baru (lihat cat. 31 dalam ps. 4). Dalam kejatuhan kali ketiga manusia menyalahgunakan tubuh yang jatuh dan menjadi daging, penuh hawa
nafsu, perzinaan, dan kekerasan (ay. 2, 5, 11). Daging yang jatuh adalah musuh Allah yang paling kuat dan jahat (Rm. 7:5—8:13), sepenuhnya dan mutlak dibenci
oleh Allah. Pada waktu kejatuhan manusia kali ketiga seluruh ras manusia menjadi daging. Dengan demikian, Allah turun tangan dan memberi tahu hamba-Nya
Nuh bahwa Dia akan menghancurkan seluruh generasi itu (ay. 7, 13). Ini adalah pralambang zaman sekarang sebelum Tuhan datang kembali (Mat. 24:37-39).
41 Kata ini berarti orang-orang yang jatuh. Perkawinan tidak sah antara malaikat-malaikat yang jatuh dengan ras manusia menghasilkan Nephilim, raksasa-
raksasa, “orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan” (cf. Bil. 13:32-33). Allah mendatangkan air bah untuk mengakhiri
generasi Nuh karena generasi itu telah menjadi tidak murni. Untuk menggenapkan tujuan-Nya, Allah tidak dapat mengizinkan ras manusia yang demikian hidup.
51 Atau, tujuan, kedambaan.
81 Iblis telah merusak manusia sampai puncaknya, dan Allah telah memutuskan untuk membinasakan manusia yang telah Dia ciptakan bagi tujuan-Nya. Jadi,
kelihatannya Allah telah gagal. Tetapi Nuh menunjukkan faktor yang berdaulat yang menyediakan Allah satu jalan untuk tetap melaksanakan tujuan awal-Nya
terhadap manusia. Melalui kehidupan dan pekerjaan Nuh, Allah mendapatkan kemenangan atas musuh-Nya dan mengalihkan zaman. Cf. cat. 81 dalam Dan. 1 dan 41
dalam Ef. 2.
82 Nuh dapat bergaul dengan Allah (ay. 9) dalam generasi yang bengkok, murtad, dan yang berzina karena dia menemukan kasih karunia (cf. Ibr. 4:16). Kasih
karunia (anugerah) adalah Allah datang kepada kita menjadi suplai hayat kita, kekuatan kita, dan segala sesuatu kita (lihat cat. 101 dalam 1 Kor. 15). Kasih
karunia sedemikian memampukan Nuh mengalahkan daging dan menempuh hidup yang benar (Yeh. 14:14; cf. Rm. 5:17-21 dan cat.).
91 Sama seperti Henokh, nenek moyangnya (5:22-24), Nuh bergaul dengan Allah oleh iman (Ibr. 11:7), yang adalah unsur ilahi Allah ditransfusi dan di
infuskan ke dalam dia untuk menjadi kemampuan percayanya (Rm. 3:22 dan cat.). Sebagai hasilnya, dia menjadi pewaris kebenaran Allah (cf. Rm. 4:3, 9) dan
pemberita kebenaran (2 Ptr. 2:5) sebagai satu perlawanan menentang generasi yang jahat. Kebenaran Nuh menguatkan kedudukan Allah untuk melaksanakan
penghakiman-Nya atas generasi yang tidak beribadah itu.
121 Lit., daging.
131 Lit., daging.
141 Bahtera adalah lambang Kristus (1 Ptr. 3:20-21), bukan hanya Kristus yang individu tetapi juga Kristus yang korporat, gereja, yang adalah Tubuh Kristus
dan manusia baru (1 Kor. 12:12; Ef. 2:15-16; Kol. 3:10-11). Pembangunan bahtera melambangkan pembangunan Kristus yang korporat, dengan unsur kekayaan
Kristus sebagai bahan bangunan, dengan mereka yang bekerja bersama Allah (1 Kor. 3:9-12a; 2 Kor. 6:1; Ef. 3:8-10; 4:12). Dengan membangun bahtera dan
masuk ke dalamnya, Nuh tidak hanya diselamatkan dari penghakiman Allah atas generasi yang jahat melalui air bah, tetapi juga dipisahkan dari generasi itu
dan mendatangkan zaman baru (1 Ptr. 3:20 dan cat. 4). Demikian juga, dengan membangun gereja dan masuk ke dalam hidup gereja, kita akan diselamatkan dari
penghakiman Allah atas generasi jahat zaman ini melalui kesusahan besar (Mat. 24:37-39; Luk. 17:26-27; 1 Tes. 5:3) dan akan dipisahkan dari generasi itu
(Luk. 21:36; Why. 3:10) dan mendatangkan zaman baru, zaman Kerajaan Seribu Tahun.
142 Sejenis pohon cemara, kayu damar yang tahan air. Kayu ini adalah lambang Kristus yang tersalib, yang tahan terhadap air kematian (Kis. 2:24).
143 Akar kata pakal dalam ayat ini dan penebusan di tempat lain dalam Perjanjian Lama terutama berarti menutupi. Pakal di sini melambangkan darah penebusan
Kristus, yang menutupi bangunan Allah di dalam dan di luar (Im. 4:5-7; 6:30; 16:14-19; Ibr. 9:21). Pakal di dalam bahtera adalah untuk kedamaian Nuh dan
keluarganya (cf. Ibr. 9:14), sedangkan pakal yang di luar untuk kepuasan Allah (cf. Kel. 12:13). Nuh dan keluarganya diselamatkan dari penghakiman air bah
oleh pakal pada bahtera, melambangkan kaum beriman dalam Kristus diselamatkan dari penghakiman Allah melalui darah penebusan Kristus (Rm. 5:9).
Supaya pakal pada bahtera berkhasiat, Nuh dan keluarganya harus berada dalam bahtera, yaitu, dalam kesatuan dengan bahtera. Demikian juga, untuk
menerapkan penebusan melalui darah Kristus, kita harus berada dalam Kristus, yaitu, dalam kesatuan dengan Dia melalui percaya ke dalam Dia (Yoh. 3:16; 1
Kor. 1:30; Ef. 1:7). Lihat cat. 212 dalam ps. 3, 222 dalam Kel. 12, dan 22 dalam 1 Yoh. 2.
151 Nuh membangun bahtera bukan menurut imajinasinya sendiri, tetapi mutlak menurut wahyu Allah. Cf. Kel. 25:9; 1 Taw. 28:11-19; 1 Kor. 3:10-12; Ef. 2:20a
dan cat. 2.
152 Angka tiga dan lima, di sini terlihat sebagai komponen dari ukuran bahtera, adalah angka dasar bangunan Allah (cf. Kel. 27). Angka tiga melambangkan
Allah Tritunggal dalam menyalurkan diri-Nya sendiri ke dalam manusia (Mat. 28:19; 2 Kor. 13:13; Ef. 3:16-19). Angka lima tersusun dari empat, melambangkan
manusia sebagai salah satu ciptaan Allah (Why. 4:6-7 dan cat. 62), ditambah satu, melambangkan Allah yang esa (Ul. 6:4; Yes. 45:5; 1 Kor. 8:4). Makna angka
tiga dan lima adalah perbauran Allah Tritunggal dengan manusia. Inilah bangunan Allah.
Ukuran-ukuran bahtera tersusun dari tiga dan lima dikalikan sepuluh atau seratus. Angka sepuluh melambangkan kelengkapan (Dan. 1:12, 20) dan angka seratus
melambangkan kepenuhan (Mat. 13:23). Ini melambangkan bangunan Allah sebagai perbauran Allah Tritunggal dengan manusia dalam kelengkapan dan kepenuhan.
153 Satu hasta kira-kira 18 inci.
161 Lit. bukaan. Dari akar kata yang sama seperti kata Ibrani untuk tengah hari. Dalam bahtera hanya ada satu jendela, menghadap surga, melambangkan dalam
gereja, bangunan Allah, hanya ada satu wahyu dan satu visi (Kis. 2:42a; 1 Kor. 4:17; 1 Tim. 1:3-4) melalui satu ministri Perjanjian Baru (2 Kor. 3:6-9;
4:1). Terang datang dari atas (Kis. 26:13-19).
162 Hanya ada satu pintu, satu pintu masuk ke dalam bahtera. Pintu yang satu ini melambangkan Kristus (Yoh. 10:9).
163 Tiga tingkat dari bahtera melambangkan Allah Tritunggal menurut pengalaman kita atas Dia: Roh, dilambangkan oleh tingkat bawah, lebih dulu mencapai
kita dan membawa kita kepada Putra (1 Ptr. 1:2; Yoh. 16:8, 13-15), dan Putra membawa kita lebih tinggi dalam pengalaman kita, kepada Bapa (Yoh. 14:6; Ef.
2:18; lihat cat. 82 dalam 1 Yoh. 4).
171 Lit., segala daging.
181 Lihat cat. 91 dalam ps. 9.
191 Lit., daging.
Pasal 7
31 Bahtera bukan hanya untuk keselamatan manusia, tetapi juga untuk keselamatan semua makhluk hidup. Lihat Kol. 1:20 dan cat. 2; Ibr. 2:9 dan cat. 3; dan
Mrk. 16:15 dan cat. 2.
41 Empat puluh adalah angka pengujian, pencobaan, dan penderitaan (Ibr. 3:9; Mat. 4:2; 1 Raj. 19:8).
61 Lihat cat. 211 dalam ps. 5.
161 Masuknya Nuh ke dalam bahtera (ay. 13) adalah lambang masuknya kita ke dalam Kristus. Allah menutup Nuh di dalam menunjukkan bahwa, meskipun kita
bebas masuk ke dalam Kristus, begitu kita berada di dalam, kita tidak bisa keluar. Begitu kita percaya kepada Tuhan Yesus, kita “ditutup” oleh Allah
dengan tidak ada jalan keluar dari Dia (Yoh. 10:28-29 dan cat. 281).
171 Air yang dilampaui Nuh adalah satu gambaran air baptisan (1 Ptr. 3:20-21 dan cat. 211). Pakal pada bahtera menyelamatkan Nuh dari penghakiman air
bah (lihat cat. 143 dalam ps. 6), sedangkan air bah tidak hanya menghakimi dunia, tetapi juga memisahkan Nuh dari zaman jahat itu (cf. Gal. 1:4; Kis.
2:40-41). Dengan cara yang sama, air Laut Merah menghakimi orang Mesir dan menyelamatkan bani Israel dari zaman orang Mesir (Kel. 14:26-30). Air
baptisan melambangkan kematian Kristus, yang menghakimi Iblis dan dunia (Rm. 6:3; Yoh. 12:31) dan yang juga menyelamatkan kaum beriman dari dunia
dan kuasa kegelapan Iblis yang telah dihakimi (Gal. 6:14; Ibr. 2:14).
Pasal 8
41 Bahtera yang melampaui air kematian dan kandas di atas pegunungan Ararat adalah lambang Kristus yang melampaui kematian dan bangkit dari kematian.
71 Gagak adalah burung najis (Im. 11:15) karena ia makan bangkai, yaitu, kematian. Gagak melambangkan kaum beriman secara daging yang mengasihi dunia yang
dihakimi Allah dan kembali kepadanya untuk makan hal-hal kematian. Merpati (ay. 8) adalah burung tahir karena ia makan biji-bijian, yaitu, hayat. Merpati
melambangkan kaum beriman rohani yang tetap tinggal dalam hidup gereja dan memperhatikan hayat dalam Roh.
111 Zaitun adalah lambang Roh, dan daun zaitun segar melambangkan hayat baru dalam Roh. Jadi, daun zaitun adalah lambang hayat.
181 Delapan orang keluar dari bahtera. Kristus dibangkitkan pada hari pertama, yaitu, hari kedelapan dari minggu yang usang (lihat cat. 11 dalam Yoh. 20);
jadi, angka delapan melambangkan kebangkitan. Karena semua orang beriman, komponen-komponen gereja, tercakup dalam kebangkitan Kristus (Ef. 2:6; 1 Ptr.
1:3), mereka adalah orang-orang yang dibangkitkan. Karena itu, kehidupan Nuh dan keluarganya setelah air bah melambangkan hidup gereja dalam kebang
kitan Kristus. Inilah benih hidup gereja.
Delapan orang berada dalam bahtera ketika bahtera itu melewati air bah dan ketika bahtera itu kandas di pegunungan. Jadi, apa pun yang dialami bahtera,
juga mereka alami dengan berada dalam bahtera. Hal ini mengilustrasikan bagaimana kaum beriman, dengan berada dalam Kristus (1 Kor. 1:30; Ef. 1:4),
disalibkan bersama Kristus (Rm. 6:6; 2 Kor. 5:14; Gal. 2:19b) dan juga dibangkitkan bersama Kristus (Ef. 2:6; Kol. 2:12; 3:1). Karena kita berada dalam
Kristus, pengalaman-Nya telah menjadi pengalaman kita.
201 Mezbah adalah lambang salib Kristus, dan persembahan melambangkan berbagai aspek Kristus (Im. 1—7 dan cat.). Membangun mezbah dan mempersembahkan
kurban di atasnya melambangkan mempersembahkan Kristus kepada Allah melalui salib. Dalam hidup gereja, hal pertama yang harus kita lakukan bukan
bekerja untuk Allah tetapi pergi ke salib untuk diakhiri; kemudian kita perlu mengalami Kristus dan mempersembahkan kepada Allah Kristus yang telah kita
alami dalam berbagai aspeknya untuk kepuasan Allah. Lihat cat. 381 dalam Kel. 29.
202 Lihat cat. 31 dalam Im. 1.
211 Atau, menyejukkan.
212 Kejatuhan manusia mendatangkan kutuk (3:17); mempersembahkan Kristus kepada Allah melalui salib dalam hidup gereja menyingkirkan kutuk dan
mendatangkan berkat (ay. 22; Gal. 3:13-14). Kutuk terakhir adalah maut, dan berkat terbesar adalah hayat (Mzm. 133:3).
221 Nuh membangun mezbah dan mempersembahkan kurban bakaran (melambangkan Kristus) kepada Allah untuk menyenangkan Dia (ay. 20-21) sehingga bumi dengan
sistem alamnya dapat dijaga. Keteraturan sepanjang tahun berbagai siklus alam adalah jaminan Allah supaya aturan alam semesta terpelihara untuk
menjaga bumi dan pertumbuhan semua jenis makhluk hidup, supaya manusia dapat berkembang biak tanpa henti dan memenuhi bumi untuk menggenapkan tujuan
kekal Allah (1:26-28).
Pasal 9
11 Hal ini membawa umat manusia “yang dibangkitkan” kembali kepada tujuan semula Allah, yaitu agar manusia mengekspresikan Allah dan mewakili Dia (lihat
cat. 263 sampai 265 dalam ps. 1). Dalam hidup gereja dalam kebangkitan Kristus kita telah dibawa kembali kepada permulaan untuk mengekspresikan dan
mewakili Allah.
31 Sebelum kejatuhan, Allah menetapkan bahwa manusia hanya makan hayat tumbuhan, hayat yang merawat, menumbuhkan (1:29). Setelah kejatuhan, manusia
tidak hanya perlu makan hayat tumbuhan, tetapi juga hayat binatang, yang termasuk pencurahan darah dan menyiratkan keperluan akan penebusan (Ibr.
9:22). Lihat cat. 512 dalam Yoh. 6 dan 81 dalam Kel. 12.
61 Hal ini adalah permulaan pemerintahan manusia. Dalam taman Eden, sebelum kejatuhan manusia, manusia secara langsung berada di bawah pengaturan Allah.
Setelah kejatuhan, manusia berada di bawah pengaturan hati nuraninya (3:7-10). Namun, pengaturan hati nurani manusia tidak bekerja dengan baik, dan
manusia jatuh lebih jauh lagi ke dalam kejahatan (6:5, 11). Jadi, setelah air bah, Allah memberi wewenang kepada manusia untuk memerintah atas manusia
yang lain, dan dimulailah pemerintahan manusia (Rm. 13:1 dan cat. 3 dan 4).
Pada waktu itu Nuh adalah wakil kekuasaan di bawah Allah. Hal ini adalah bayangan Kerajaan Allah, yang realitasnya adalah hidup gereja dalam ekonomi
Perjanjian Baru Allah, dan yang manifestasinya adalah Kerajaan Seribu Tahun (lihat cat. 34 dalam Mat. 5 dan 281 dalam Ibr. 12).
62 Lihat cat. 263 dalam ps. 1.
91 Untuk meyakinkan umat manusia bahwa tidak akan pernah ada lagi air bah yang membinasakan mereka dan bumi, Allah mengadakan satu perjanjian dengan Nuh,
beserta keturunannya, dan dengan segala binatang hidup (ay. 9-17). Lihat cat. 221 dalam ps. 8 dan 61 dalam Why. 4.
131 Pelangi melambangkan kesetiaan Allah dalam memelihara perjanjian-Nya. Allah sendiri adalah kesetiaan (1 Kor. 1:9; 1 Yoh. 1:9). Dia setia kepada firman
-Nya, dan firman-Nya adalah perjanjian-Nya. Pelangi kembali terlihat pada akhir Alkitab (Why. 4:3), menunjukkan bahwa kesetiaan Allah akan tetap tinggal
selama-lamanya. Lihat cat. 33 dalam Why. 4, cat. 191, alinea 2 dalam Why. 21, dan cat. 281 dalam Yeh. 1.
211 Lit., tidak berpakaian. Ini adalah kegagalan Nuh, setelah mencapai kesuksesan dalam pekerjaannya yang dia alami di bawah berkat Allah (ay. 1). Nuh mabuk
oleh anggur dari kebunnya, dan dia ceroboh, telanjang tanpa menyadarinya. Dalam pengalaman rohani, karena sifat kejatuhan kita, kita harus ditudungi setiap
kali kita datang ke hadirat Allah (3:7, 21; Kel. 20:25-26; 28:40-43). Secara rohani, penudung kita adalah Kristus (Luk. 15:22; Gal. 3:27; Mzm. 45:14).
Telanjang secara rohani berarti kehilangan Kristus sebagai penudung kita di hadirat Allah (cf. Rm. 13:14).
251 Sebagai ayah dari keluarganya dan pemimpin dari umat manusia, Nuh adalah wakil kekuasaan Allah di bumi. Sekalipun Nuh telah gagal, keturunan Ham dikutuk
karena Ham menyingkapkan kegagalan wakil kekuasaan Allah (ay. 22) dan dengan demikian menjamah pemerintahan Allah secara keliru. Sem dan Yafet
diberkati karena mereka menghormati pemerintahan Allah, menutupi kegagalan wakil kekuasaan dan tidak melihatnya (ay. 23). Kegagalan seorang pemim
pin dalam pemerintahan Allah selalu menjadi satu ujian bagi kita. Menyingkapkan kegagalan pemimpin menyebabkan kita secara negatif terlibat dengan
pemerintahan Allah dan dengan demikian kehilangan berkat Allah—lihat Ul. 27:16 (cf. Ef. 6:2-3); Bil. 12:1-10 dan cat.; 2 Sam. 15:10; 18:14-15. Jika kita
berdiri pada posisi yang benar di bawah pemerintahan Allah, kegagalan seorang pemimpin akan menjadi berkat kita.
261 Sem, anak sulung Nuh, nenek moyang orang Ibrani, orang Yahudi (Abraham adalah seorang keturunan Sem—11:10-26). Dalam perkataan nubuat Nuh mengenai
ketiga anaknya dalam ay. 25-27, Sem diberkati dengan memiliki Allah sebagai Allahnya.
271 Kemah adalah tempat orang bisa tinggal, istirahat, dan memiliki kedamaian dan kenikmatan. Tempat tinggal Yafet dalam kemah-kemah Sem menunjukkan bahwa
jika Yafet dan keturunannya mau diberkati dan menikmati Allah sebagai perhentian, kedamaian, kenikmatan, dan keselamatannya, mereka harus percaya kepa
da Allah orang Yahudi (cf. Yoh. 4:22). Ketika Tuhan Yesus datang sebagai keturunan Abraham dan keturunan Sem, Dia menjadi kemah, tabernakel (Kemah—Yoh.
1:14), yang akan rampung dalam Yerusalem Baru sebagai kemah Sem yang ultima, Kemah Allah dengan manusia untuk selama-lamanya, yang di dalamnya sejumlah orang
beriman Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dari semua bangsa akan tinggal untuk berbagian dalam berkat kekal dari hayat kekal (Why. 21:3 dan cat.).
Pasal 10
41 Beberapa naskah kuno menerjemahkannya Rodanim. Cf. 1 Taw. 1:7.
61 Yaitu, Mesir.
81 Nimrod, lambang pertama Antikristus, adalah orang pertama yang menentang Allah. Menurut sejarah, Nimrod membawa masuk banyak hal berhala (Yer. 7:18 dan
cat.). Pemerintahan manusia dibentuk dalam penentangan kepada Allah yang dimulai dengan Nimrod dan akan diakhiri dengan Antikristus (Yer. 50:1 dan
cat.; Dan. 2:32-35 dan cat.). Kota Babel dan Niniwe, yang dibangun oleh Nimrod (ay. 10-11), menjadi ibukota bangsa-bangsa Babel dan Asyur, dua gambaran
kuat umat manusia dalam penentangannya kepada Allah.
251 Artinya perpecahan. Benih perpecahan di antara umat manusia ditaburkan di sini. Setelah air bah Allah memberi manusia kuasa untuk memerintah orang
lain supaya ada kedamaian di antara manusia (lihat cat. 61, alinea 1 dalam ps. 9), tetapi Iblis menyebabkan manusia menyalahgunakan kuasa pemberian Allah
untuk membentuk bangsa-bangsa supaya manusia dapat memiliki kekuasaannya sendiri, jadi menyangkal hak dan kuasa Allah atas manusia.
Pembentukan bangsa-bangsa dalam pasal ini, yang menghasilkan Babel (ps. 11), melambangkan pembentukan perpecahan dan denominasi dalam kekristenan, yang
akhirnya akan rampung dalam Babel Besar dengan putri-putrinya (Why. 17).
Pasal 11
21 Yaitu, Babel.
31 Bangunan Allah adalah dari batu (1 Raj. 6:7; Mat. 16:18; Yoh. 1:42; 1 Kor. 3:12a; 1 Ptr. 2:5; Why. 21:18-20), yang dihasilkan oleh pekerjaan ilahi Allah
melalui penciptaan dan pengubahan, sedangkan pembangunan kota dan menara Babel adalah dari batu bata (cf. Kel. 1:11, 14a), yang dihasilkan dari jerih lelah
manusia melalui membakar tanah yang diciptakan Allah.
Tanah adalah untuk menumbuhkan hayat (1:11). Membuat batu bata adalah membunuh, membakar, unsur-unsur tanah yang menumbuhkan hayat. Dalam
perlambangan, tanah melambangkan keinsanian (2:7; 3:19; Mat. 13:3-8 dan cat.; 1 Kor. 15:47a). Jadi, pemberontakan yang dihasut oleh Iblis membunuh
unsur di dalam manusia yang menumbuhkan hayat ilahi, dengan membakarnya, dan menyalahgunakan manusia untuk membangun hidup buatan manusia
yang tanpa Allah.
41 Kota dibangun oleh jerih lelah manusia menunjukkan manusia telah meninggalkan Allah dan menggantikan Dia dengan kebudayaan buatan manusia yang tanpa
Allah (lihat cat. 172 dalam ps. 4).
42 Menara dibangun dengan tujuan mencari nama untuk orang-orang itu dan untuk menyatakan pemberontakan dan penentangan mereka terhadap Allah. Abraham
membangun mezbah dan menyeru nama TUHAN dalam 12:7-8 berkebalikan dengan apa yang dilakukan di sini.
Menurut catatan sejarah dan bukti arkeologis, kota dan menara Babel penuh dengan nama berhala. Jadi, di Babel manusia mengikuti Iblis, meninggikan dirinya
sendiri untuk menentang Allah, menolak nama Allah, menyangkal hak dan kuasa Allah atas manusia, dan jatuh ke dalam penyembahan berhala. Inilah kejatuhan
manusia kali keempat, kejatuhan dari pemerintahan manusia di bawah kuasa Allah kepada pemberontakan kolektif seluruh umat manusia yang melawan Allah di
bawah hasutan Iblis (lihat cat. 32 dalam ps. 6).
71 Kata ganti Kita di sini menunjukkan bahwa di Babel, Allah Tritunggal turun secara pribadi dan menghakimi pemberontakan ini secara langsung. Lihat cat.
13 dalam ps. 1.
72 Agar manusia tidak dapat membentuk persekongkolan melawan Dia, Allah menghakimi umat manusia yang memberontak dengan perpecahan dan kekacauan: umat
manusia hidupnya berserakan dan tercerai-berai, tidak lagi dapat hidup bersama di satu tempat (ay. 8-9), dan mengacaukan, membingungkan bahasanya, tidak
lagi dapat memiliki pembicaraan yang sama, yaitu, pemahaman, opini, dan konsepsi yang sama (ay. 7, 9). Sebaliknya, dalam hidup gereja yang tepat ada keesaan
dan keharmonisan: semua orang beriman memiliki satu pikiran dengan satu opini, dan satu mulut dengan satu pembicaraan (1 Kor. 1:10; Rm. 15:5-6; Flp. 2:2;
4:2). Cf. Kis. 2:5-11.
Dalam pemberontakan umat manusia di Babel, manusia jatuh sangat dalam, menyebabkan Allah akhirnya meninggalkan ras ciptaan Adam dan memanggil satu manusia,
Abraham, keluar dari ras itu supaya Dia masih memiliki jalan untuk menggenapkan tujuan semula-Nya dalam menciptakan manusia (1:26-28).
91 Artinya kacau.
281 Artinya terang. Menurut Kis. 7:2, Allah yang mulia menampakkan diri kepada Abraham pertama-tama di Ur Kasdim, ketika dia masih di Mesopotamia, sebelum
dia tinggal di Haran (cf. ay. 31). Sebelum penampakan awal Allah kepada Abraham, dia dan keluarganya melayani allah-allah lain (Yos. 24:2). Allah
memanggil Abraham, bapak iman (Rm. 4:16; Gal. 3:7), dari latar belakang gelap penyembahan berhala, latar belakang Babel (ay. 3-4). Kedatangan Allah kepada
Abraham dan penampakan diri-Nya kepadanya membawakan terang kepada Abraham (cf. Mat. 4:16; Kis. 9:1-3; 2 Kor. 4:6) dan memotivasi dia untuk keluar dari
negeri penyembahan Iblis. Lihat cat. 22 dalam Kis. 7 dan cat. 22 dalam Ibr. 12.
Allah datang untuk memanggil Abraham supaya Dia dapat memiliki satu permulaan baru dengan manusia yang jatuh. Panggilan Allah atas Abraham adalah satu
peralihan ras, peralihan dari ras Adam yang tercipta kepada ras Abraham yang terpanggil (lihat cat. 161 dalam Rm. 4). Peralihan ras dalam panggilan Allah
sebenarnya adalah peralihan hayat, dari hayat Adam kepada hayat Kristus (Gal. 2:20; Flp. 1:21a), dari hayat ciptaan lama yang jatuh kepada hayat ciptaan
baru yang lebih kuat dan lebih baik—hayat Allah yang bukan ciptaan. Proses peralihan hayat ini digambarkan dalam pasal-pasal berikutnya dari Kitab Kejadian
dan dapat dilihat dalam pengalaman kolektif Abraham, Ishak, dan Yakub.
282 Kasdim adalah tempat jahat, negeri penyembahan berhala, di Mesopotamia, satu wilayah yang dikelilingi oleh dua sungai besar, Efrat dan Tigris.
Jadi, untuk meninggalkan Ur Kasdim, negeri penyembahan berhala, dan berjalan ke tanah permai, tanah Kanaan, Abraham, orang Ibrani yang pertama
(14:13 dan cat.), harus menyeberang Sungai Efrat. Lihat cat. 11, alinea 2 dalam Ibr. 1 dan cat. 132 dalam Ibr. 11.
291 Artinya putri rajaku.
311 Menurut Kis. 7:2-3, Allah menampakkan diri kepada Abraham di Ur-Kasdim dan memanggil dia “keluarlah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan pergilah
ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu.” Ini adalah penampakan Allah kali pertama dan panggilan Allah kepada dia. Namun, Abraham tidak menjawab
panggilan Allah dengan segera, melainkan tetap tinggal di Ur untuk sejangka waktu. Setelah kematian Haran, saudara Abraham (ay. 28), dalam kedaulatan-
Nya, Allah membuat ayahnya, Terah, membawa keluarganya keluar dari Ur ke Haran. Jadi, bukan Abraham tetapi ayahnya yang mengambil inisiatif untuk
meninggalkan Ur. Lihat Kis. 7:4 dan cat.
312 Abraham keluar dari Kasdim, tetapi bukannya masuk ke Kanaan sebagaimana maksud Allah memanggil dia (Kis. 7:3), dia malah menetap di Haran. Hal ini
memperlihatkan ketidakrelaan Abraham untuk merespon panggilan Allah secara mutlak.
Pasal 12
11 Setelah meninggalnya ayah Abraham (11:32), Allah menampakkan diri kepada Abraham dan memanggil dia untuk kali kedua (lihat cat. 311 dalam ps. 11).
Pengulangan penampakan diri Allah kepada Abraham adalah satu tarikan kuat untuk dia, memotivasi dan menguatkan dia untuk menerima panggilan Allah. Hal ini
sama dengan kaum beriman Perjanjian Baru (lihat cat. 201 dan 221 dalam Mat. 4, 93 dalam Mat. 9, 22 dalam Ibr. 12, dan 39 dalam 2 Ptr. 1).
Catatan tentang Abraham, Ishak, dan Yakub (dengan Yusuf—lihat cat. 21 dalam ps. 37) saling tumpang tindih. Kitab Kejadian tidak menggambarkan mereka sebagai
tiga individu yang terpisah, tetapi sebagai penyusun dari satu persona yang korporat. Pengalaman ketiga orang ini menggambarkan berbagai aspek dari satu
pengalaman lengkap seseorang atas Allah Tritunggal. “Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub” adalah TUHAN, Allah Tritunggal—Bapa, Putra, dan Roh (Kel.
3:15; Mat. 28:19). Pengalaman Abraham melambangkan pengalaman Allah Bapa dalam panggilan-Nya kepada manusia, membenarkan manusia, dan melengkapi manusia
untuk hidup demi iman dan hidup dalam persekutuan dengan Dia (12:1; 15:6; ps. 17—18; 19:29; 21:1-13; 22:1-18). Pengalaman Ishak melambangkan pengalaman
Allah Putra dalam penebusan-Nya terhadap manusia (22:1-14) dan berkat-Nya terhadap manusia berupa warisan segala kekayaan-Nya, dengan hidup yang menikmati
kelimpahan-Nya, dan dengan hidup dalam damai (25:5; 26:3-4, 12-33). Pengalaman Yakub (dengan Yusuf) melambangkan pengalaman Allah Bapa dalam kasih-Nya
terhadap manusia dan memilih manusia (Mal. 1:2; Rm. 9:10-13) dan Allah Roh dalam mengerjakan segala hal untuk kebaikan pencinta-Nya, dalam mengubah manusia,
dan dalam membuat manusia matang dalam hayat ilahi supaya manusia dapat memberkati semua bangsa, berkuasa atas seluruh bumi, dan memuaskan semua orang
dengan Allah Putra sebagai suplai hayat (27:41; 28:1—35:10; ps. 37, 39—49; Rm. 8:28-29)
12 Ketika Allah menampakkan diri kepada Abraham, Dia juga memanggilnya. Pembicaraan Allah kepada Abraham juga adalah faktor yang memotivasi dan menguatkan
dia untuk menjawab panggilan Allah (cf. Rm. 1:6; 8:30; 1 Kor. 1:9). Cf. cat. 11, alinea 1.
13 Dalam penampakan-Nya kali kedua kepada Abraham, Allah memanggil Abraham keluar bukan hanya dari negerinya dan sanak saudaranya tetapi juga dari rumah
ayahnya (cf. Kis. 7:3; lihat cat. 311 dalam ps. 11). Ini berarti Allah hanya memanggil Abraham dan istrinya, Sarai. Namun, ketika Abraham meninggalkan Haran,
dia membawa keponakannya, Lot (ay. 4-5). Sekali lagi ini menunjukkan Abraham kurang mutlak menjawab panggilan Allah.
21 Janji Allah kepada Abraham dalam ay. 2-3 adalah pemberitaan Injil (Gal. 3:8 dan cat.). Allah tidak hanya menampakkan diri kepada Abraham dan memanggil
dia, tetapi juga memberinya janji Injil sebagai satu perangsang untuk mendorong Abraham menjawab panggilan-Nya.
22 Dalam pemberitaan Injil-Nya kepada Abraham, Allah berjanji membuat dia menjadi bangsa yang besar. Bangsa yang besar ini adalah Kerajaan Allah, yang
tersusun dari bangsa Israel sebagai Kerajaan Allah dalam Perjanjian Lama (Mat. 21:43), gereja sebagai Kerajaan Allah dalam Perjanjian Baru (Mat. 16:18
-19a; Rm. 14:17), Kerajaan Seribu Tahun dalam zaman yang akan datang (Why. 11:15; 20:4, 6), dan langit baru dan bumi baru dengan Yerusalem Baru dalam
kekekalan (Why. 22:3, 5).
31 Sejak masa Nebukadnezar menghancurkan kota Yerusalem sampai sekarang, setiap bangsa, orang, suku, atau individu yang mengutuk bangsa Yahudi menerima
kutukan, dan siapa pun yang memberkati bangsa Yahudi menerima berkat.
32 Dalam panggilan-Nya Allah berpaling dari Adam kepada Abraham, tetapi dalam janji-Nya Dia membuat perpalingan yang lain, dari Abraham kembali kepada
semua kaum ras Adam melalui Kristus, keturunan Abraham.
33 Berkat di sini terdiri atas berkat penciptaan dan penebusan Allah, termasuk semua yang Allah ingin berikan kepada manusia—Allah sendiri dan semua
yang Dia miliki dalam zaman ini dan zaman yang akan datang. Menurut Gal. 3:14 (lihat cat. di sana), berkat yang dijanjikan sebenarnya adalah Allah
sendiri sebagai Roh itu. Jadi, dalam pemberitaan Injil-Nya kepada Abraham (Gal. 3:8), Allah berjanji akan memberikan diri-Nya kepada orang-orang yang
dipanggil sebagai satu berkat. Menurut 22:18, berkat ini akan diberikan kepada semua bangsa melalui keturunan Abraham, yang adalah Kristus (Mat. 1:1; Gal.
3:16). Berkat Allah kepada Abraham, yang membuat dia menjadi berkat bagi orang lain, menyiratkan kemah-kemah Sem (lihat cat. 271 dalam ps. 9).
51 Menurut Ibr. 11:8, Abraham pergi demi iman, tidak tahu ke mana dia harus pergi. Lihat cat. di sana.
52 Lihat cat. 41 dalam Kis. 7.
53 Sasaran Allah terhadap Abraham bukan hanya menyelamatkan dia keluar dari lingkungan dan latar belakangnya, tetapi membawa dia ke tanah Kanaan untuk
menggenapkan tujuan Allah. Demikian juga, sasaran Allah terhadap kaum beriman Perjanjian Baru bukan hanya menyelamatkan mereka dari kondisi kejatuhan
nya, tetapi membawa mereka ke dalam realitas tanah permai, yang adalah Kristus yang almuhit sebagai bagian yang diundikan Allah untuk semua orang
yang terpanggil (Ul. 8:7-10 dan cat. 71; Kol. 1:12 dan cat. 2). Lihat cat. 31 dalam ps. 15.
71 Ini adalah kali ketiga Allah menampakkan diri kepada Abraham. Penampakan kembali Allah di sini menegaskan kepada Abraham bahwa dia telah menjawab
panggilan Allah dan telah tiba di tempat yang Allah inginkan. Penampakan kembali Allah juga menguatkan Abraham untuk hidup demi iman (Ibr. 11:8-10) sebagai
satu kesaksian yang berlawanan dengan hidup tanpa Allah yang dikembangkan oleh umat manusia di Babel.
72 Keturunan dan tanah atau negeri itu melambangkan Kristus, yang adalah sentralitas dan universalitas ekonomi kekal Allah. Lihat cat. 31 dalam ps. 15.
Kristus, Allah yang berinkarnasi, adalah keturunan tiga ganda: keturunan perempuan (3:15; Yes. 7:14; Gal. 4:4), keturunan Abraham (12:7; Mat. 1:1; Gal.
3:16), dan keturunan Daud (2 Sam. 7:12-14; Mat. 1:1; 22:42-45; Rm. 1:3; Why. 22:16). Sebagai keturunan perempuan, keturunan Maria (Mat. 1:16), Kristus
menggenapkan penebusan untuk menghancurkan Iblis, ular, dan menyelamatkan kaum beriman dalam Kristus dari dosa dan maut (Ibr. 2:14; Mat. 1:20-21; 1
Kor. 15:53-57). Sebagai keturunan Abraham, Kristus menjadi Roh pemberi-hayat yang almuhit (1 Kor. 15:45; 2 Kor. 3:17) supaya kaum beriman dalam
Kristus, yang adalah keturunan Abraham (Gal. 3:29), dapat mewarisi Roh yang telah rampung, Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung,
sebagai warisan ilahi, berkat rohani mereka untuk selama-lamanya (Kis. 26:18; Ef. 1:14a; Gal. 3:14). Sebagai keturunan Daud, Kristus membawa kaum beriman
-Nya ke dalam kerajaan dan menyebabkan mereka berbagian dalam jabatan raja-Nya dalam kebangkitan-Nya di dalam kerajaan kekal Allah (2 Tim. 2:12; Why.
20:4, 6; 22:5b). Wahyu Kristus sebagai keturunan tiga ganda adalah isi dari Injil yang penuh.
73 Ini adalah mezbah pertama yang Abraham bangun. Mezbah adalah untuk menyembah Allah dengan mempersembahkan semua adanya kita dan yang kita miliki kepada
Allah untuk tujuan-Nya. Abraham membangun satu mezbah dimotivasi oleh penampakan kembali Allah, ini dapat dianggap sebagai kesaksian yang berlawanan dengan
pembangunan menara Babel.
81 Betel berarti rumah Allah dan Ai berarti timbunan reruntuhan. Betel dan Ai berlawanan satu sama lain, melambangkan bahwa di mata orang-orang yang
dipanggil Allah hanya rumah Allah yang bernilai; segala sesuatu yang lain adalah timbunan reruntuhan.
82 Abraham pertama-tama membangun sebuah mezbah untuk menyembah Allah; kemudian dia mendirikan kemah untuk hidupnya. Abraham, Ishak, dan Yakub hidup
dalam kemah (12:8; 26:25; 35:21). Tempat tinggal mereka yang berupa kemah menyatakan bahwa mereka adalah pelancong dan pengembara di bumi yang mencari satu
negeri yang lebih baik dan dengan sabar menantikan “kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah” (Ibr. 11:9-10, 13-16). Negeri
yang lebih baik dan kota yang mempunyai dasar, keduanya adalah Yerusalem Baru (lihat cat. 101 dan 132 dalam Ibr. 11).
83 Lihat cat. 262 dalam ps. 4.
91 Yaitu, dataran kering di selatan Kanaan.
101 Kelaparan, disiapkan Allah dalam kedaulatan-Nya, adalah suatu ujian untuk melihat apakah Abraham hidup demi iman atau tidak, bersandar Allah untuk
kebutuhan hidupnya setiap hari (cf. 1 Ptr. 1:6-7). Bukannya bersandar Allah, Abraham malah turun ke Mesir, yang melambangkan dunia di bawah kuasa Iblis.
131 Lit., jiwaku.
201 Sementara Abraham berada di Mesir, dia mengalami anugerah Allah yang memelihara. Meskipun Abraham gagal bersandar kepada Dia, Allah memberkati Abraham,
membuat dia kaya (ay. 16; 13:2), dan melindungi Sarai, istrinya. Dengan pengalaman ini di Mesir, Abraham belajar bahwa Allah yang memanggil dia juga
memelihara dia dan segala sesuatu yang terjadi berada dalam tangan kedaulatan-Nya.
Pasal 13
31 Dalam pemeliharaan-Nya yang berdaulat untuk orang yang dipanggil-Nya, Allah tidak hanya memberkati Abraham dan menyelamatkan istrinya di Mesir, tetapi
Dia juga membawa Abraham kembali ke tempat semula, ke tempat kemah dan mezbah, memulihkan seruannya kepada nama Tuhan (ay. 4).
71 Ini adalah ujian lain yang diatur untuk Abraham di bawah kedaulatan Allah. Melalui pengalamannya di Mesir, Abraham telah belajar pelajaran tidak
bergumul untuk dirinya sendiri dan tidak memilih untuk dirinya sendiri, tetapi bersandar kepada perawatan Allah (lihat cat. 201 dalam ps. 12). Jadi, dia
mengizinkan Lot memilih tanah yang diingininya (ay. 11).
141 Karena Abraham telah menang dalam ujiannya dengan Lot, Allah menampakkan diri kepada dia lagi dan menegaskan janji dalam 12:7 mengenai tanah permai
(ay. 14-15, 17) dan janji dalam 12:2 mengenai pertambahan keturunannya (ay. 16). Hal ini membawa Abraham kepada puncak pengalamannya atas Allah,
karena dia memindahkan kemahnya untuk tinggal di Hebron, di mana dia menjalani sisa hidupnya dalam persekutuan dengan Allah (lihat cat. 181 dan 183).
161 Lihat cat. 171 dalam ps. 22.
181 Pertama-tama Abraham mendirikan kemahnya di antara Betel dan Ai dan membangun mezbah di sana (12:8). Kemahnya adalah sebuah kesaksian Allah kepada
dunia (lihat cat. 82 dalam ps. 12). Di Hebron kemah Abraham menjadi suatu tempat di mana dia bersekutu dengan Allah. Karena Abraham mendirikan
kemah di Hebron, Allah memiliki sebuah tempat di bumi di mana Dia dapat berkomunikasi dan bersekutu dengan manusia (cf. ps. 18). Kemah Abraham
dengan mezbah yang dibangunnya adalah satu pralambang Kemah dengan mezbah yang dibangun oleh bangsa Israel setelah keluar dari Mesir (Kel. 40). Kemah
itu adalah kesaksian Allah (Kel. 38:21) dan tempat di mana Allah dan umat-Nya dapat tinggal dan bersekutu bersama-sama. Perampungan sempurna
Kemah adalah Yerusalem Baru, kesaksian, ekspresi Allah dalam kekekalan dan tempat tinggal kekal Allah dan semua orang yang dipanggil-Nya (Why. 21:2
-3 dan cat. 31; 21:22 dan cat. 2).
182 Artinya kekuatan.
183 Artinya persekutuan, komunikasi, atau persahabatan.
31 Yaitu, Laut Mati.
131 Penyebutan kali pertama da-ri istilah ini dalam Alkitab. Kata ini berasal dari kata kerja bahasa Ibrani yang berarti melewati, menyeberang.
Lihat cat. 11 alinea 2 dalam Ibr. 1.
181 Artinya raja kebenaran. Melkisedek adalah lambang Kristus sebagai Imam Besar rajani (Ibr. 7:1-3 dan cat. 12 dan 31). Setelah Abraham memperoleh
kemenangan, Melkisedek menampakkan diri. Sebelum penampakannya, Melkisedek, seorang imam Allah, tentu telah berdoa syafaat untuk Abraham. Pasti melalui
syafaatnya Abraham dapat membunuh empat raja dan memperoleh kemenangan (cf. Kel. 17:8-13). Hari ini Kristus, Imam Besar kita, berdoa syafaat untuk kita
dalam cara yang tersembunyi (Rm. 8:34b; Ibr. 7:25b) supaya kita dapat menjadi pemenang-Nya untuk mengalahkan musuh Allah, sehingga melalui kemenangan
kita, Kristus dapat dinyatakan secara terbuka pada kedatangan-Nya kali kedua.
182 Artinya damai; sebutan awal Yerusalem (cf. Mzm. 76:3).
183 Imamat Melkisedek disebutkan dalam Alkitab sebelum imamat Harun (Kel. 28:1). Imamat menurut peraturan Melkisedek lebih tinggi daripada imamat Harun
(Ibr. 7). Dalam ministri bumiah-Nya, Kristus adalah Imam Besar menurut peraturan Harun untuk menyingkirkan dosa (Ibr. 9:14, 26). Kemudian, dalam ministri
surgawi-Nya, Kristus ditetapkan menjadi Imam Besar menurut peraturan Melkisedek (Ibr. 5:6, 10), bukan untuk mempersembahkan kurban untuk dosa melainkan untuk
melayankan Allah yang telah melalui proses inkarnasi, kehidupan insani, penyaliban, dan kebangkitan, yang dilambangkan oleh roti dan anggur kepada kita
(Mat. 26:26-28), sebagai suplai hayat kita supaya kita diselamatkan dengan sempurna (Ibr. 7:25a). Lihat cat. 111 dalam Za. 6, 62 dalam Ibr. 5, dan 11 dan 111
dalam Ibr. 7.
191 Lihat cat. 231 dalam Bil. 6.
192 Lit., Pemilik. Karena Abraham, seorang pemenang, telah memperoleh kemenangan atas musuh Allah dan berdiri bersama Allah di bumi, Allah bukan hanya
disebut Allah semesta langit (2 Taw. 36:23; Neh. 1:5; 2:4, 20), tetapi juga sebagai Pemilik langit dan bumi (ay. 19, 22). Lihat cat. 253 dalam Mat. 11.
201 Lit., dia. Lihat cat. 41 dalam Ibr. 7.
221 Lit., telah mengangkat tanganku.
222 Lit., Pemilik.
231 Di sini Abraham menang atas godaan harta benda bumiah, menampilkan kemurniannya dalam perkara ini. Cf. 2 Raj. 5:15-27; 3 Yoh. 7 dan cat. 2.
Pasal 14
31 Yaitu, Laut Mati.
131 Penyebutan kali pertama dari istilah ini dalam Alkitab. Kata ini berasal dari kata kerja bahasa Ibrani yang berarti melewati, menyeberang. Lihat cat. 11
alinea 2 dalam Ibr. 1
181 Artinya raja kebenaran.Melkisedek adalah lambang Kristus sebagai Imam Besar rajani (Ibr. 7:1-3 dan cat. 12 dan 31). Setelah Abraham memperoleh
kemenangan, Melkisedek menampakkan diri. Sebelum penampakannya, Melkisedek, seorang imam Allah, tetntu telah berdoa syafaat untuk Abraham. Pasti melalui
syafaatnya Abraham dapat membunuh empat raja dan memperoleh kemenangan (cf. Kel. 17:8-13). Hari ini Kristus, Imam Besar kita, berdoa syafaat untuk kita dalam
cara yang tersembunyi (Rm. 8:34b; Ibr. 7:25b) supaya kita dapat menjadi pemenang-Nya untuk mengalahkan musuh Allah, sehingga melalui kemenangan kita, Kristus
dapat dinyatakan secara terbuka pada kedatangan-Nya kali kedua.
182 Artinya damai; sebutan awal Yerusalem (cf. Mzm. 76:3).
183 Imamat Melkisedek disebutkan dalam Alkitab sebelum imamat Harun (Kel. 28:1). Imamat menurut peraturan Melkisedek lebih tinggi daripada iamamt Harun (Ibr.
7). Dalam ministri bumiah-Nya, Kristus adalah Imam Besar menurut peraturan Harun untuk menyingkirkan dosa (Ibr. 9:14, 26). Kemudian, dalam ministri surgawi-
Nya, Kristus ditetapkan menjadi Imam Besar menurut peraturan Melkisedek (Ibr. 5:6, 10), bukan untuk mempersembahkan kurban untuk dosa melainkan untuk
melayankan Allah yang telah melalui proses inkarnasi, kehidupan insani, penyaliban, dan kebangkitan, yang dilambangkan oleh roti dan anggur kepada kita (Mat.
26:26-28), sebagai suplai hayat kita supaya kita diselamatkan dengan sempurna (Ibr. 7:25a). Lihat cat. 111 dalam Za. 6, 62 dalam Ibr. 5, dan 11 dan 111
dalam Ibr. 7.
191 Lihat cat. 231 dalam Bil. 6.
192 Lit., Pemilik. Karena Abraham, seorang pemenang, telah memperoleh kemenangan atas musuh Allah dan berdiri bersama Allah di bumi, Allah bukan hanya
disebut Allah semesta langit (2Taw. 36:23; neh, 1:5; 2:4, 20), tetapi juga sebagai Pemilik langit dan bumi (ay. 19, 22). Lihat cat. 253 dalam Mat. 11.
201 Lit., dia. Lihat cat. 41 dalam Ibr. 7.
221 Lit., telah mengangkat tanganku.
222 Lit., Pemilik.
231 Di sini Abraham menang atas godaan harta benda bumiah, menampilkan kemurniannya dalam perkara ini. Cf. 2Raj. 5:15-27; 3Yoh. 7 dan cat. 2.
Pasal 15
11 Sebelum pasal ini Abraham telah mengalami Allah sebagai Yang melindunginya dan memberkatinya dalam hal-hal materi (12:16) untuk memelihara
eksistensinya secara luaran. Mulai pasal ini Allah datang untuk memperlihatkan kepada Abraham bahwa dia memerlukan anugerah Allah di batin untuk
menggenapkan tujuan Allah, yaitu memiliki satu umat untuk mengekspresikan Allah dengan gambar-Nya, mewakili Dia dengan kuasa-Nya, dan memiliki bumi bagi
kerajaan-Nya (1:26-28).
12 Setelah mengalahkan keempat raja itu (14:13-17), Abraham takut terhadap pembalasan mereka. Jadi, Allah datang memberi tahu Abraham bahwa Ia akan menjadi
perisai untuk melindunginya. Ia juga akan menjadi upah bagi Abraham karena menolong Lot.
31 Untuk menggenapkan tujuan Allah, diperlukan dua hal: keturunan (ay. 1-6) dan tanah (ay. 7-21). Keturunan pertama-tama adalah Kristus yang individual
(Gal. 3:16 dan cat.) kemudian Kristus yang korporat (1 Kor. 12:12), tersusun dari Kristus sebagai Kepala dan seluruh orang beriman-Nya (Gal. 3:29 dan
cat. 1, alinea 1) sebagai Tubuh. Tanah adalah Kristus sebagai Roh pemberi-hayat yang almuhit, yang di dalamnya kaum beriman hidup (Ul. 8:7-10 dan cat.
71); tanah juga adalah gereja sebagai perluasan, penyebaran Kristus. Untuk memenuhi tujuan Allah, kita perlu menerima anugerah Allah supaya Kristus
dapat digarapkan ke dalam kita sebagai keturunan dan diperhidupkan dari kita sebagai tanah untuk menjadi hidup gereja kita, sehingga kita dapat menik
mati perhentian Allah, mengalahkan musuh Allah, dan mendirikan Kerajaan Allah dengan tempat tinggal-Nya untuk ekspresi-Nya dan perwakilan-Nya.
32 Lit., seorang anak dari rumahku.
41 Lit., bagian dalam. Keturunan yang dibutuhkan untuk menggenapkan tujuan Allah tidak mungkin didapat dari segala sesuatu yang sudah dimiliki Abraham
(Eliezer—ay. 2) atau yang dihasilkan dari dirinya sendiri (Ismael—16:15). Hanya yang digarapkan Allah ke dalam Abraham baru dapat menghasilkan keturunan
yang diminta. Demikian pula, hanya apa yang Allah garapkan ke dalam kita melalui anugerah-Nya baru dapat melahirkan Kristus sebagai keturunan untuk
menggenapkan tujuan Allah.
51 Lihat cat. 171 dalam ps. 22.
61 Lihat cat. 31 dalam Rm. 4. Di sini Abraham bukan mempercayai Allah untuk memperoleh berkat luaran bagi eksistensinya; dia percaya bahwa Allah dapat
menggarapkan sesuatu ke dalam dia untuk melahirkan keturunan dari dirinya sendiri guna menggenapkan tujuan Allah. Iman seperti ini berharga bagi Allah dan
diperhitungkan oleh Dia sebagai kebenaran. Abraham dibenarkan oleh iman yang demikian (Rm. 4:1-5 dan cat. 11).
81 Abraham mempercayai Allah atas janji-Nya mengenai keturunan (ay. 6), tetapi dia kekurangan iman untuk mempercayai Allah atas janji mengenai tanah. Untuk
menguatkan iman Abraham, Allah terpaksa menegaskan janji-Nya mengenai tanah kepada Abraham dengan membuat satu perjanjian dengannya (ay. 9-21). Cara yang
luar biasa yang dalamnya Allah membuat perjanjian ini menyiratkan cara yang di dalamnya Abraham dapat menggenapkan tujuan kekal Allah.
Perjanjian yang Allah buat dengan Abraham adalah satu perjanjian dari janji yang akan digenapi melalui kuat kuasa Allah dalam anugerah-Nya, bukan melalui
usaha Abraham dalam dagingnya. Perjanjian yang baru adalah kelanjutan perjanjian ini (Gal. 3:17 dan cat. 1; Gal. 4:22-26 dan cat. 242).
82 Lit., mewarisinya.
91 Allah membuat perjanjian dengan Abraham melalui Kristus yang disalibkan dan bangkit. Ketiga jenis ternak yang disembelih di sini melambangkan Kristus
dalam keinsanian-Nya disalibkan untuk kita, dan kedua burung yang hidup melambangkan Kristus dalam keilahian-Nya sebagai Yang bangkit dan hidup (Yoh.
11:25; Why. 1:18). Kristus dibunuh dalam keinsanian-Nya, tetapi Dia hidup dalam keilahian-Nya (Yoh. 14:19; 1 Ptr. 3:18 dan cat. 5).
Lembu betina adalah untuk kurban pendamaian (kurban keselamatan, Im. 3:1, LAI), kambing betina untuk kurban penghapus dosa (Im. 4:28; 5:6), dan domba
jantan untuk kurban bakaran (Im. 1:10). Mereka semua berumur tiga tahun, melambangkan Kristus dipersembahkan kepada Allah dan disalibkan dalam
kebangkitan (Yoh. 2:19; 11:25; Ibr. 9:14).
Dalam perlambangan, tekukur melambangkan hidup yang menderita, dan anak burung merpati melambangkan hidup yang percaya, hidup oleh iman. Keduanya adalah
ciri-ciri kehidupan Tuhan di bumi. Karena dua adalah angka kesaksian (Mat. 18:16; 2 Kor. 13:1), kedua burung yang hidup memikul kesaksian Kristus sebagai
Yang bangkit yang hidup di dalam kita dan untuk kita (Yoh. 14:19-20; Gal. 2:20).
Lima adalah angka tanggung jawab (lihat cat. 21 dalam Mat. 25). Maka, fakta bahwa ada tiga ternak dan dua burung, berjumlah lima macam, melambangkan
Kristus sebagai Yang tersalib dan hidup, sekarang memikul semua tanggung jawab untuk menggenapkan tujuan kekal Allah.
101 Allah meminta Abraham mempersembahkan ternak dan burung itu kepada-Nya menyatakan bahwa Abraham harus menyamakan dirinya dengan kurban itu dan menjadi
satu dengan semua kurban yang dia persembahkan (lihat cat. 212 dalam ps. 3 dan 41 dalam Im. 1). Ini menunjukkan bahwa untuk menggenapkan tujuan kekal
Allah, kita harus disalibkan dalam penyaliban Kristus dan dibangkitkan dalam kebangkitan Kristus (Rm. 6:5, 8; Gal. 2:20). Hanya dalam cara ini kita bisa
melaksanakan hidup gereja dalam Kristus sebagai tanah yang dijanjikan.
111 Burung-burung buas yang hinggap untuk memakan kurban-kurban itu melambangkan Iblis dan malaikat-malaikatnya datang untuk membuat Kristus tidak berguna
bagi hidup gereja (Gal. 5:2, 4).
131 Pemberitahuan Allah mengenai keturunan Abraham yang akan menjadi orang asing, budak, dan menderita di Mesir adalah satu penegasan bahwa Abraham pasti
akan memiliki seorang anak, seorang ahli waris (ay. 4), dan Allah dalam kesetiaan-Nya akan memegang janji-Nya, yang diberikan dalam 12:7 dan 13:14-17,
untuk memberikan tanah kepada keturunannya dari Sungai Nil sampai Efrat (ay. 18 dan cat.).
132 Lihat cat. 173 dalam Gal. 3.
151 Lit., berusia lanjut.
171 Perapian adalah untuk memurnikan dan suluh atau obor adalah untuk menerangi. Untuk menetapkan perjanjian-Nya dengan Abraham, Allah melewati kurban-
kurban itu dalam wujud perapian yang berasap dan obor yang menyala dalam malam yang gelap. Ini melambangkan, ketika orang-orang yang dipanggil Allah
mengalami penderitaan, Dia akan datang untuk memurnikan dan menerangi mereka supaya mereka dapat menggenapkan tujuan-Nya dengan keturunan dan tanah.
181 Dalam perjanjian-Nya dengan Abraham, Allah menetapkan batas tanah permai, tanah Imanuel (Yes. 8:8), wilayah Israel, dari Sungai Nil sampai Efrat (cf.
Kel. 23:31; Ul. 11:24; Yos. 1:3-4). Inilah tanah yang akan diwarisi Kristus, keturunan Abraham satu-satunya (12:7a; Gal. 3:16), untuk mendirikan Kerajaan
Seribu Tahun-Nya. Lihat cat. 241 dalam Ul. 11 dan 341 dalam Mat. 25.
201 Ras raksasa (Ul. 3:11).
Pasal 16
11 Sara dan Hagar adalah tanda kiasan dua perjanjian (Gal. 4:22-28 dan cat. 242 dan 245).
21 Lit., membangun.
71 Malaikat TUHAN adalah TUHAN sendiri (ay. 13; 22:11-12, 15-16; 31:11, 13). Lihat cat. 21 dalam Kel. 3, 212 dan 221 dalam Kel. 23, dan 82 dalam Za. 2.
111 Artinya Allah mendengarkan.
131 Lit., Engkau adalah Allah yang mewahyukan diri-Nya.
132 Lit., Allah yang melihat.
141 Artinya sumur dari Yang hidup yang melihat aku, atau sumur dari Dia yang mewahyukan diri-Nya.
151 Perbuatan Abraham menghasilkan Ismael melalui Hagar melambangkan usaha manusia untuk menggenapkan tujuan Allah oleh usaha daging dalam ko
ordinasi dengan hukum Taurat (lihat cat 162dalam Gal. 2 dan 231 dalam Gal. 4).
Pasal 17
11 Perbuatan Abraham menghasilkan Ismael dengan menggunakan kekuatan alamiahnya merupakan pelanggaran serius terhadap Allah dan ekonomi-Nya.
Karenanya, setelah Ismael lahir, persekutuan Abraham dengan Allah rusak; Allah menunggu tiga belas tahun (cf. 16:16), sampai kekuatan alamiah Abraham
diakhiri, baru Dia datang menghubungi Abraham kembali (Rm. 4:19 dan cat.). Lihat cat. 41 dalam ps. 15.
12 Lit., Allah yang serba cukup. Ibraninya El Shaddai. El berarti Yang Mahakuasa, dan Shaddai berasal dari kata Ibrani yang berarti buah dada, ambing.
Julukan ilahi ini mewahyukan Allah sebagai Yang Mahakuasa yang memiliki “buah dada”, yaitu, Yang Mahakuasa yang serba cukup. Dia adalah sumber anugerah
untuk menyuplai orang-orang yang dipanggil-Nya dengan kekayaan ilahi-Nya sehingga mereka dapat melahirkan Kristus sebagai keturunan yang menggenapkan
tujuan-Nya.
13 Hidup di hadapan Allah di sini adalah hidup di hadirat-Nya, secara konstan menikmati Dia dan suplai-Nya yang serba cukup. Menjadi sempurna (tidak bercela,
LAI) adalah memiliki Allah ditambahkan kepada kita sebagai unsur dan faktor kesempurnaan. Secara praktis, ini berarti kita tidak mengandalkan kekuatan
daging, tetapi bersandar kepada Allah sebagai Yang Mahakuasa yang serba cukup untuk kehidupan dan pekerjaan kita.
41 Sebutan bangsa-bangsa dan raja-raja dalam ay. 4-6 dan dalam 35:11 menyatakan bahwa hasil dari perkembangbiakan diri kita harus menjadi hidup gereja
yang tepat sebagai Kerajaan Allah di bumi (Rm. 14:17 dan cat. 1). Lihat cat. 22 dalam ps. 12.
51 Artinya bapa yang ditinggikan.
52 Artinya bapa banyak bangsa. Untuk menggenapkan tujuan kekal-Nya, yang Allah perlukan bukan satu persona yang ditinggikan, tetapi bapa segala bangsa (cf.
1:28; 9:1). Sebab itu, perubahan nama Abraham, menandakan perubahan personanya, untuk menggenapkan tujuan Allah. Dalam pengalaman rohani, perubahan
sejati sebuah nama adalah perubahan dari “aku” kepada Kristus (Gal. 2:20) dan dari “aku” kepada anugerah Allah (1 Kor. 15:10). Hanya Kristus sebagai
anugerah Allah, bukan “aku”, yang dapat melahirkan banyak bangsa yang diperlukan untuk menggenapkan tujuan Allah (lihat cat. 41 dalam ps. 15). Cf. 32:27
-28; Yoh. 1:42
101 Arti rohani dari sunat adalah menanggalkan daging, menanggalkan ego dan manusia lama, melalui penyaliban Kristus (Kol. 2:11, 13a; Ul. 10:16; Yer. 4:4a;
Kis. 7:51; Gal. 5:24; Rm. 6:6; Ef. 4:22; Kol. 3:9). Dalam pasal 16 Abraham menggunakan dagingnya untuk menghasilkan Ismael. Di sini Allah meminta dia untuk
mengerat dagingnya, mengakhiri kekuatan alamiahnya, sehingga Allah turun tangan dan mendatangkan Ishak oleh anugerah-Nya untuk menggenapkan tujuan-Nya.
Sunat dalam Perjanjian Lama sama dengan baptisan dalam Perjanjian Baru (Kol. 2:11-12 dan cat.). Sunat sejati bukan yang luaran di dalam daging, tetapi
“sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara harfiah” (Rm. 2:28-29). Lihat cat. 21 dalam Yos. 5.
111 Meskipun janji Allah mengenai mewariskan tanah permai kepada umat pilihan-Nya (12:1-2, 7; 13:15-17) telah dibuat menjadi satu perjanjian (15:4-5, 18-21),
masih ada keperluan untuk menegaskan perjanjian dari janji Allah dengan perjanjian sunat. Sunat adalah prosedur yang harus dilewati oleh umat pilihan Allah
untuk mewarisi janji Allah. Sunat melambangkan bahwa orang-orang pilihan Allah dalam Perjanjian Baru harus diakhiri melalui salib supaya mereka dapat
mewarisi semua kekayaan di dalam Kristus yang dijanjikan Allah (cf. Gal. 2:20). Lihat Rm. 4:11 dan cat. 1.
121 Dalam perlambangan hari kedelapan, hari pertama dari minggu yang baru, mengacu kepada kebangkitan Kristus (Mat. 28:1; Yoh. 20:1). Sunat harus dalam
kebangkitan, dan sunat selalu memimpin kita ke dalam kebangkitan (Kol. 2:12; cf. Rm. 6:3-5), menjadikan kita persona yang baru, ciptaan baru (2 Kor.
5:17; Gal. 6:15), untuk menggenapkan tujuan Allah.
Sunat berhubungan dengan pengubahan nama orang (ay. 5). Keduanya menandakan pengakhiran diri kita yang lama dan kita dibawa masuk ke dalam kebangkitan
supaya kita bukan lagi persona yang alamiah tetapi persona yang bangkit.
141 Jika orang-orang yang dipanggil Allah tidak menempuh hidup yang tersalib melalui mengakhiri ego dan alamiah mereka, dalam pengalaman yang subyektif
mereka akan dikerat (dilenyapkan, LAI) dari Kristus, dari hidup gereja, dan dari suplai anugerah Allah dan tidak akan ada hubungan dengan perjanjian Allah
untuk menggenapkan tujuan Allah (Yoh. 15:6; Gal. 5:4).
151 Artinya putri rajaku.
152 Artinya putri raja. Kata ku sesudah putri raja (lihat cat. 151) menunjukkan kesempitan dan kekhususan. Penggantian nama Sara di sini menandakan
keadaan yang umum dan memberi kesan personanya diperbesar dan diperluas, menjadikan dia ibu bangsa-bangsa (ay. 16). Seperti yang dapat dilihat baik
Abraham (ay. 5) maupun Sara, penggantian nama demikian memerlukan pengakhiran manusia lama dan manusia alamiah kita sehingga kita dapat diubah menjadi
persona baru yang dapat menghasilkan keturunan dan memperhatikan orang lain untuk menggenapkan tujuan Allah.
161 Yaitu, oleh anugerah Allah dalam perjanjian dari janji Allah, dilambangkan di sini oleh Sara, perempuan merdeka, istri Abraham (Gal. 4:22-26). Lahirnya
Ishak oleh Sara menandakan kelahiran kaum beriman dalam Kristus oleh anugerah Allah dalam kebangkitan Kristus (1 Ptr. 1:3) menjadi keturunan Abraham yang
sah (Gal. 4:28, 31; 3:29). Perjanjian sunat Allah dalam pasal ini berhubungan dengan perjanjian yang baru, yang di dalamnya kematian Kristus mengerat
manusia lama kita dalam daging dan kebangkitan Kristus menunaskan manusia baru kita, dilambangkan oleh Ishak, menjadikan kita ciptaan baru (2 Kor. 5:17).
191 Artinya dia tertawa.
192 Ismael, keturunan yang dihasilkan oleh daging, ditolak oleh Allah (21:10). Hanya Ishak, keturunan yang dilahirkan oleh anugerah Allah, diteguhkan
untuk menggenapkan tujuan Allah (ay. 21; 21:12; Rm. 9:7-9).
211 Lihat cat. 141 dalam ps. 18.
Pasal 18
21 Atau, manusia fana. Salah satu dari ketiga orang ini adalah TUHAN Allah (ay. 13-14, 22) sebagai Kristus; dua orang lainnya adalah malaikat (ay. 22; 19:1).
Setelah dia disunat dan kekuatan alamiahnya diakhiri, Abraham hidup dalam persekutuan yang intim dengan Allah dan menjadi sahabat Allah (Yak. 2:23; 2 Taw.
20:7; Yes. 41:8). Bahkan sebelum inkarnasi (Yoh. 1:14), TUHAN sebagai Kristus menampakkan diri kepada Abraham dalam bentuk manusia, dengan tubuh manusia,
dan bercakap akrab dengannya sebagai manusia.
61 Ibraninya seahs. Tiga seah sama dengan satu efa, bagian umum untuk satu porsi (cf. 1 Sam. 1:24; Hak. 6:19). Tiga sukat tepung terbaik melambangkan
Kristus yang bangkit dalam keinsanian-Nya. Cf. Mat. 13:33.
62 Roti bundar, anak lembu (ay. 7; cf. Luk. 15:23), dan dadih serta susu (ay. 8; cf. 1 Ptr. 2:2) semua melambangkan kekayaan Kristus yang almuhit seba
gai makanan untuk kepuasan Allah dan manusia. Sementara Abraham menikmati persekutuan dengan Allah, dalam perlambangan dia mempersembahkan Kristus
kepada Allah sebagai makanan Allah.
101 Lit., waktu hayat. Pasim.
141 Lit., menakjubkan, ajaib.
142 Waktu hayat (ay. 10), waktu yang ditentukan untuk kelahiran Ishak (17:21), adalah waktu kunjungan Allah (21:1). Kelahiran Ishak adalah kedatangan
TUHAN, yang adalah kedatangan anugerah (cf. Yoh. 1:17). Ishak dilahirkan oleh kekuatan anugerah Allah, bukan oleh kekuatan hayat alamiah manusia. Ini
terjadi setelah Abraham disunat dan dia dan istrinya, Sara, telah sepenuhnya mati (ay. 11; Rm. 4:18-19), melambangkan bahwa waktu hayat, waktu Kristus akan
menjadi hayat bagi kita, akan datang setelah kekuatan alamiah kita diakhiri.
171 Allah menyatakan kepada Abraham maksud-Nya untuk menghancurkan Sodom, karena Dia mencari seorang pendoa syafaat. Sementara Allah bermaksud
menghancurkan Sodom, hati-Nya prihatin kepada Lot, yang tinggal di Sodom (13:12; 14:12; 19:1). Dia ingin menyelamatkan Lot untuk melindungi silsilah Kristus
melalui Rut, seorang Moab, yang adalah keturunan Lot (19:37; Rut 1:4; Mat. 1:5), tetapi Dia tidak dapat melakukannya tanpa pendoa syafaat. Jadi, dalam
persekutuan-Nya yang intim dengan Abraham, secara misterius, tanpa menyebutkan nama Lot, Allah menyatakan kedambaan hati-Nya. Doa syafaat yang tepat bukan
dimulai oleh manusia, tetapi oleh wahyu Allah. Jadi, doa syafaat ini mengekspresikan kedambaan Allah dan membuka jalan untuk merampungkan kehendak-
Nya.
221 Tujuan Abraham berdiri di hadapan TUHAN adalah berdoa syafaat untuk Lot. Doa syafaat yang mulia yang Abraham lakukan di hadapan Allah bukan doa dari
manusia di bumi kepada Allah di surga; doa ini adalah percakapan antara dua sahabat, pembicaraan yang akrab menurut penyingkapan kedambaan hati
Allah.
231 Di sini Abraham mengacu kepada Lot secara tersirat (2 Ptr. 2:7-9). Kelihatannya, Abraham berdoa syafaat untuk Sodom; sebenarnya, dia berdoa syafaat
untuk Lot (19:27-29).
251 Dalam doa syafaatnya untuk Lot, Abraham tidak meminta Allah menurut kasih dan anugerah-Nya; dia menantang Allah menurut jalan kebenaran-Nya.
Kebenaran Allah lebih mengikat Dia dibandingkan dengan kasih dan anugerah-Nya (lihat cat. 171 dalam Rm. 1).
331 Doa syafaat Abraham tidak berakhir dengan pembicaraan Abraham, tetapi dengan pembicaraan Allah, menunjukkan bahwa doa syafaat yang sejati adalah
pembicaraan Allah dalam pembicaraan kita.
Pasal 19
11 Lot adalah orang yang benar dan beribadah (2 Ptr. 2:6-9). Namun, meskipun dia telah keluar dari Ur-Kasdim dan tinggal sebagai seorang umat Allah bersama
Abraham di tanah Kanaan (12:5), dia gagal karena dia memisahkan dirinya dari Abraham, yang adalah saksi dan kesaksian Allah, dan hanyut ke Kota Sodom yang
jahat (13:11-13; 14:12), yang dihakimi oleh Allah dan dihancurkan di bawah penghakiman-Nya.
Ur-Kasdim adalah tempat berhala, Mesir adalah tempat kekayaan dan kesenangan duniawi, dan Sodom adalah kota dosa. Ketiga tempat ini membentuk segitiga
yang mengelilingi tanah Kanaan. Orang-orang yang dipanggil Allah hidup di dalam segitiga ini dan harus berhati-hati agar tidak kembali ke kota berhala,
turun ke tempat kesenangan duniawi, atau hanyut ke kota dosa.
51 Orang Sodom yang jahat adalah homoseks (pemburit) (Rm. 1:24-27).
81 Kerelaan Lot untuk mengorbankan dua anak perawannya guna memuaskan hawa nafsu orang Sodom memperlihatkan bahwa Lot, karena telah cukup lama tinggal
di Kota Sodom yang penuh dosa, telah kehilangan perasaan moral dan malunya (ay. 33, 35).
111 Ini memperlihatkan bahwa kedosaan membutakan orang. Lihat cat. 271 dalam Mat. 9, 401 dalam Yoh. 12, dan 12 dalam Yoh. 9.
161 Lot tidak rela lari dari kota yang jahat dan terkutuk itu, tetapi Tuhan penuh belas kasihan, menarik Lot keluar dari Sodom seperti kayu ditarik dari
perapian (cf. Za. 3:2; Yud. 23).
201 Atau, jiwaku.
221 Artinya kecil.
261 Lihat cat. 321 dalam Luk. 17.
321 Karena telah terbius dengan arus jahat dunia yang jahat, anak perempuan Lot kehilangan perasaan moralitasnya. Karena ingin keturunan tanpa
memperhatikan sarananya, mereka melahirkan anak laki-laki dari ayahnya melalui perbuatan sumbang, dengan demikian merusak prinsip pengendalian yang
ditetapkan oleh Allah. Pada dasarnya, menggunakan metode kedosaan atau yang duniawi untuk mendapatkan pertambahan untuk kesuksesan kita dalam pekerjaan
kekristenan berarti merusak prinsip pengendalian Allah dan melakukan perbuatan sumbang rohani (cf. Mat. 7:21-23). Keturunan yang dihasilkan oleh perbuatan
sumbang menjadi kerusakan yang hebat bagi umat Allah melalui perzinaan (Bil. 25:1-5; Why. 2:14 dan cat. 3 dan 4).
371 Artinya dari bapa.
372 Allah menolak orang Moab dan Amon (ay. 38) dengan kebencian kudus dan ilahi, memerintahkan umat-Nya agar tidak “mengikhtiarkan kesejahteraan dan
kebahagiaan mereka sampai selama-lamanya” dan melarang orang Amon dan Moab masuk ke dalam jemaah TUHAN, “bahkan keturunannya yang kesepuluh pun tidak boleh
masuk jemaah TUHAN sampai selama-lamanya” (Ul. 23:3-6; cf. Mat. 1:5 dan cat. 3).
Ismael yang dilahirkan oleh usaha daging, ditolak oleh Allah (21:10-12). Moab dan Ben-Ami yang dilahirkan melalui perbuatan sumbang, adalah satu aib
dalam sejarah. Hanya Ishak, yang lahir oleh anugerah Allah, dipakai untuk menggenapkan tujuan Allah.
381 Artinya anak umatku.
Pasal 20
11 Yaitu, Hebron (18:1; cf. 13:18).
21 Ketika Abraham berangkat dari Hebron (ay. 1), dia meninggalkan hadirat Allah dan pendirian yang tepat yang di atasnya dia dapat memiliki persekutuan
dengan Allah (13:18 dan cat.). Meskipun dia telah disunat secara jasmani dan rohani (17:10, 23-24 dan cat. 101), ketika dia meninggalkan pendirian
persekutuan yang tepat dengan Allah, Abraham sekali lagi berada dalam daging dan mengulangi kegagalannya yang dulu (12:13). Hal ini menunjukkan bahwa
tidak peduli berapa tinggi pencapaian rohani kita, selama kita tetap berada dalam ciptaan lama dan tidak tinggal dalam persekutuan dengan
Allah, kita mudah berada dalam daging dan berperilaku seperti orang dunia. Jangan sekali-kali mempercayai daging kita; daging mutlak tidak dapat
dipercaya (Rm. 7:18; Flp. 3:3). Kita harus menaruh kepercayaan kita di hadirat Allah.
101 Lit., Apakah yang kaulihat.
111 Lit., berkata.
131 Dusta Abraham kepada Abimelekh direncanakannya sejak dia mulai mengikuti jalan Allah. Jadi, kegagalannya dalam pasal ini menyingkapkan kelemahannya
yang tersembunyi dalam mengikuti Tuhan dan bersandar kepada Dia dengan mutlak.
141 Dalam perlambangan, Abraham melambangkan iman dan Sara melambangkan anugerah (Gal. 3:7; 4:23). Ketika Abraham gagal, Sara menderita dan Abraham
kehilangan kesaksian anugerah. Ini menunjukkan bahwa bila iman gagal di pihak kita, anugerah menderita di pihak Allah, dan bila kenikmatan atas anugerah
hilang, kesaksian anugerah juga hilang.
Meskipun iman Abraham gagal, Allah masih melindungi dia oleh pemeliharaan-Nya yang berdaulat. Allah dengan hikmat dan kedaulatan-Nya memulihkan Sara,
memelihara anugerah dan kesaksian-Nya.
161 Lit., penutup.
171 Abraham harus berdoa syafaat untuk kepentingan Abimelekh meskipun dirinya gagal dan fakta bahwa Sara masih mandul. Hal ini menunjukkan bahwa doa
syafaat kita untuk orang lain tidak tergantung pada kondisi kita; doa syafaat itu tergantung pada siapakah kita. Allah tidak memperhitungkan kegagalan
Abraham tetapi menganggap dia nabi-Nya (ay. 7). Tidak peduli bagaimana kondisi kita, dalam pandangan Allah, kita, orang-orang yang dipanggil Allah,
adalah nabi-nabi-Nya (1 Kor. 14:31), ciptaan baru-Nya (2 Kor. 5:17), anggota-anggota Tubuh Kristus (Ef. 5:30).
Pasal 21
11 Untuk ay. 1-13 dalam pasal ini, lihat cat. dalam Gal. 4:22-31.
12 Lit., mengunjungi. Lihat cat. 141 dalam ps. 18.
21 Sasaran Allah dalam ekonomi-Nya adalah melahirkan Kristus sebagai keturunan untuk menggenapkan tujuan kekal-Nya (3:15; 12:7; 22:18; Gal. 3:16; 2 Sam.
7:12-14a). Kelahiran Ishak melambangkan kelahiran Kristus sebagai keturunan yang dijanjikan melalui pekerjaan anugerah Allah pada waktu yang ditentukan
Allah. Prasyaratnya adalah pengakhiran hayat dan kekuatan alamiah melalui sunat rohani (17:10-16).
31 Artinya dia tertawa.
41 Lihat cat. 101 dalam ps. 17.
42 Lihat cat. 121 dalam ps. 17.
81 Pertumbuhan Ishak melambangkan pertumbuhan Kristus dalam kaum beriman Perjanjian Baru setelah Dia dilahirkan di dalam mereka. Pertumbuhan Kristus di
dalam kita diperlukan supaya Kristus dapat terbentuk dalam kita (Gal. 4:19 dan cat. 4).
91 Lit., mengolok-olok. Lihat cat. 292 dalam Gal. 4, dan 173 dalam Gal. 3.
101 Mengusir Hagar dan Ismael melambangkan mengusir hukum Taurat dan hasil usaha daging, yang tidak memiliki tempat dalam ekonomi Allah (lihat cat. 245
dan 301 dalam Gal. 4).
191 Sumur melambangkan sumber kehidupan seseorang. Sumur Ismael berada di padang gurun dekat Mesir (ay. 14, 20-21). Sumber kehidupan Ismael menjadikannya
seorang pemanah (ay. 20; cf. 10:8-9), pemburu, pembunuh hayat, dan akhirnya menggabungkan dirinya dengan Mesir, yang melambangkan dunia (ay. 21).
251 Sumur untuk Ishak adalah lambang Kristus sebagai Roh pemberi-hayat (1 Kor. 15:45; 2 Kor. 3:6, 17), yang adalah sumber air hidup sebagai suplai ilahi
untuk umat Allah (Yoh. 4:14; 7:37-39; 1 Kor. 12:13; Why. 22:17). Sumber hidup Ishak menjadikan dia kurban bakaran untuk kepuasan Allah dan memimpin dia ke
Gunung Moria (22:2), yang akhirnya menjadi Bukit Sion, di mana bait Allah dibangun di Yerusalem (2 Taw. 3:1). Akhirnya, sumber hidup yang tepat menjadi
kan kita Ishak-Ishak dan memimpin kita ke Yerusalem Baru (Gal. 4:26-28).
281 Abraham menebus sumur itu dengan harga tujuh anak domba betina. Dalam perlambangan tujuh anak domba betina melambangkan penebusan penuh Kristus,
menunjukkan bahwa air hidup ilahi telah ditebus, dibawa kembali, oleh penebusan penuh Kristus (Yoh. 19:34).
311 Artinya sumur sumpah.
321 Perjanjian di sini, termasuk menebus sumur di Bersyeba, adalah benih perjanjian yang baru (Yer. 31:31-34; Ibr. 8:8-12), disahkan melalui darah pe
nebusan Kristus (Mat. 26:28; Luk. 22:20). Ishak minum air yang ditebus, air perjanjian. Demikian juga, air hidup yang diminum kaum beriman Perjanjian Baru
adalah air yang ditebus dan dijanjikan.
322 Dalam perlambangan, orang Filistin melambangkan orang yang menerima Allah tetapi menangani hal-hal Allah menurut kepandaian manusia, tidak menurut
ekonomi Allah (1 Sam. 6:1-9 dan cat. 41).
331 Tamariska, yang memiliki carang yang lembut dan daun-daun yang halus, menggambarkan aliran kekayaan hayat, hasil dari pengalaman atas pohon hayat
(2:9-10; cf. Yoh. 7:37-38). Jadi, pohon tamariska melambangkan pohon hayat yang dialami dan diekspresikan.
332 Ibraninya El Olam. El artinya Yang Mahakuasa, adalah satu nama Allah. Olam, berarti kekalatau kekekalan, berasal dari akar kata Ibrani yang berarti
menyembunyikan, menutup. Sebutan ilahi El Olam menyiratkan hayat kekal (cf. Yoh. 1:1, 4). Jadi, melalui menyeru nama TUHAN, Yang Mahakuasa yang Kekal,
Abraham mengalami Allah sebagai Dia yang hidup selamanya, rahasia, misterius, yang adalah hayat kekal.
PASAL 22
11 Lit., menguji.
21 Perihal Abraham mempersembahkan anak tunggal yang dikasihinya, Ishak, di atas mezbah adalah gambaran jelas Allah Bapa mempersembahkan Anak tunggal yang
dikasihi-Nya, Yesus Kristus, di kayu salib. Dalam gambaran ini Ishak melambangkan Kristus secara terperinci. Ishak sebagai anak tunggal Abraham (ay. 2,
12, 16), melambangkan Kristus sebagai Putra tunggal Allah (Yoh. 3:16). Ishak adalah anak yang dikasihi Abraham (ay. 2), dan Kristus adalah Putra yang
dikasihi Bapa, yang kepada-Nya Bapa berkenan (Mat. 3:17). Ishak mengambil kehendak ayahnya (ay. 6), dan Kristus juga memilih kehendak Bapa-Nya (Mat. 26:39).
Ishak taat sampai mati (ay. 9-10); demikian juga, Kristus taat sampai mati (Flp. 2:8). Ishak memikul kayu untuk kurban bakaran dan berjalan ke atas Gunung
Moria (ay. 6); demikian pula, Kristus memikul salib-Nya dan berjalan ke Golgota (Yoh. 19:17). Ishak dipersembahkan kepada Allah sebagai kurban bakaran di
Gunung Moria; Kristus juga dipersembahkan kepada Allah di bukit yang sama (lihat cat. 11 dalam Mrk. 10) untuk menggenapkan lambang kurban bakaran. Ishak
“dibunuh” di atas mezbah dan dikembalikan kepada Abraham pada hari ketiga, yaitu, dalam kebangkitan (ay. 4, 10-13; Ibr. 11:19); dengan cara yang sama,
Kristus disalibkan di kayu salib dan dibangkitkan pada hari ketiga (1 Kor. 15:4). Ishak berkembang biak dalam kebangkitan (ay. 17); Kristus juga berkembang
biak dalam kebangkitan-Nya (Yoh. 12:24; 1 Ptr. 1:3). Ishak adalah keturunan Abraham untuk menjadi berkat semua bangsa (ay. 18); demikian juga, Kristus
adalah keturunan unik Abraham yang di dalam-Nya berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa (Gal. 3:8, 14, 16).
22 Artinya penglihatan dari Jah. (Yahwe) Gunung Moria, tempat pilihan Allah, akhirnya menjadi Bukit Sion, tempat untuk bait (cf. 2 Taw. 3:1) dan pusat tanah
permai. Abraham adalah orang pertama yang menyembah Allah dengan kurban bakaran di Bukit Sion. Selanjutnya, keturunan Abraham, bangsa Israel,
diperintahkan oleh Allah untuk pergi tiga kali setahun ke tempat ini untuk menyembah Allah dan di sana mempersembahkan kurban bakaran kepada-Nya (Ul.
16:16; Mzm. 132:13). Hari ini, kaum beriman Perjanjian Baru, keturunan Abraham yang rohani, ada di atas Bukit Sion (Ibr. 12:22-23). Akhirnya, kita semua
akan bergabung dengan Abraham untuk menyembah Allah di atas Bukit Sion kekal, Yerusalem Baru (Why. 21:22).
23 Ishak, lambang Kristus sebagai keturunan yang dijanjikan (Gal. 3:16), diberikan kepada Abraham oleh Allah. Di sini Allah meminta Abraham mengembalikan
kepada Allah apa yang telah diberikan kepadanya. Ini tentu adalah satu ujian untuk Abraham (ay. 1; Ibr. 11:17). Hal ini memperlihatkan satu prinsip dasar
dalam ekonomi Allah: semua yang Allah berikan kepada kita, bahkan apa yang telah Dia garapkan ke dalam kita dan melalui kita, akhirnya harus dipersembahkan
kembali kepada Dia, supaya kita dapat menempuh hidup oleh iman, tidak berpegang kepada sesuatu, termasuk segala sesuatu yang Allah berikan, tetapi hanya
bersandar kepada Dia. Setelah Ishak dipersembahkan, dia dikembalikan kepada Abraham dalam kebangkitan dan menjadi berkat (ay. 12-13, 16, 18; Ibr.
11:19). Demikian juga, setelah kita mempersembahkan kepada Allah apa yang telah kita terima dari Dia, Dia akan mengembalikannya kepada kita dalam kebangkitan
dan akan menjadi berkat untuk menggenapkan tujuan-Nya. Lihat Rm. 4:17 dan cat..
24 Lihat cat. 31 dalam Im. 1.
31 Abraham dengan segera menaati Allah karena dia percaya kepada Allah yang bangkit (ay. 5; Ibr. 11:17-19; Yak. 2:21-22; Rm. 4:17 dan cat. 1.)
111 Lihat cat. 71 dalam ps. 16.
131 Domba jantan di sini, dibunuh di tempat anak Abraham, adalah lambang Kristus sebagai Anak Domba Allah (Yoh. 1:29) disediakan oleh Allah untuk
menggantikan umat pilihan Allah, yang akan mewarisi warisan yang dijanjikan Allah, sebagai kurban bakaran (ay. 2) untuk kepuasan Allah.
132 Tanduk melambangkan kekuatan menyerang, dan belukar melambangkan keinsanian. Kristus sebagai Anak Domba Allah dengan rela membiarkan “tanduk”-Nya
diikat oleh sifat insani sehingga Dia dapat dipersembahkan kepada Allah sebagai Pengganti kita (1 Ptr. 3:18). Cf. Mat. 26:50-54.
141 Lit., Yehova-Jireh. Artinya Tuhan akan menyediakan, atau TUHAN akan melihat [kepadanya].
142 Atau, Dia akan terlihat.
171 Bintang-bintang di langit melambangkan keturunan surgawi Abraham, keturunan yang berasal dari iman (Gal. 3:7, 29), sedangkan pasir di tepi laut dan
debu tanah (13:16) melambangkan keturunan bumiah Abraham, keturunan dalam daging. Pasir di tepi laut adalah debu di sisi laut. Pasir ini terpisah dari
laut dan juga tersapu oleh gelombang laut. Laut melambangkan bangsa kafir (Yes. 57:20; Why. 17:15). Bangsa kafir yang dipakai Allah untuk menghukum
Israel sepanjang abad (Yl. 1:4 dan cat.) seperti ombak dari Laut Tengah, datang lagi dan lagi dengan serbuan pasukannya untuk membasuh Israel sebagai debu
untuk menghasilkan orang yang tersisa yang seperti pasir di tepi laut (Za. 12—14; Rm. 9:27-29). Yerusalem Baru tersusun dari dua kategori keturunan
Abraham (Why. 21:12, 14). Jadi, Yerusalem Baru akan menjadi perampungan akhir keturunan Abraham. Melalui dipersembahkan kepada Allah oleh Abraham,
Ishak berkembang biak menjadi Yerusalem Baru. Inilah berkat Allah kepada Abraham.
181 Menurut Gal. 3:14, janji yang diberikan kepada Abraham adalah Allah sendiri yang akan menjadi keturunan Abraham, dan keturunan ini akan menjadi berkat
bagi semua bangsa melalui menjadi Roh yang almuhit agar diterima oleh umat manusia (1 Kor. 15:45). Berkat Allah kepada Abraham akhirnya menghasilkan
Kristus sebagai keturunan yang unik yang olehnya semua bangsa di bumi diberkati (Kis. 3:25-26; Gal. 3:16). Semua orang beriman dalam Kristus, sebagai
anggota Kristus yang korporat (1 Kor. 12:12), termasuk di dalam keturunan ini sebagai ahli waris berkat yang dijanjikan Allah (Gal. 3:7, 29 dan cat.
291).
Dalam pasal ini Kristus diwahyukan dalam tiga cara: sebagai Malaikat TUHAN (ay. 11-12, 15-18), sebagai domba jantan (ay. 13), dan sebagai ketu
runan Abraham (ay. 18). Malaikat TUHAN, yang adalah Kristus, menyiapkan domba jantan, yang adalah lambang Kristus, yang akhirnya menghasilkan
keturunan, yang juga adalah Kristus.
231 Artinya penjerat.
PASAL 23
21 Lihat cat. 183 dalam ps. 13.
61 Abraham menguburkan Sara di makam pilihan. Dia lebih memperhatikan tempat dia dan keturunannya dikuburkan dibandingkan dengan kemahnya sebagai tempat
tinggalnya di bumi (cf. Mat. 8:20; 27:57-60). Dia lebih memperhatikan masa depan dibandingkan masa sekarang. Hal ini dikarenakan dia menganggap dirinya
sebagai pendatang dan orang asing di bumi, mencari kota yang permanen dan negeri yang lebih baik (Ibr. 11:9-10, 16).
91 Artinya ganda, digandakan. Abraham dan Sara, Ishak dan Ribka, Yakub dan Lea, tiga pasangan, semua dikubur di gua Makhpela (ay. 19; 25:9; 49:29-32; 50:13).
Nama Abraham, Ishak, dan Yakub adalah tiga komponen sebutan ilahi Allah, yang adalah Allah kebangkitan (Kel. 3:15; Mat. 22:32 dan cat.).
92 Meskipun Abraham, Sara, dan Ishak hidup di Bersyeba (21:33), Sara mati dan dikuburkan di Hebron, tempat persekutuan dengan Allah. Hebron ada di antara
Bersyeba di selatan dan Yerusalem di utara. Jadi, Hebron bukan saja tempat persekutuan tetapi juga sebuah jalan menuju Yerusalem. Dalam makna rohani, gua
Makhpela di Hebron (ay. 19), tempat Sara dikubur, adalah pintu gerbang ke Yerusalem Baru.
Gua Makhpela ada di ujung ladang, yang ditumbuhi banyak pohon (ay. 17). Ladang adalah tempat hayat bertumbuh, ini menyiratkan kebangkitan. Abraham tidak
menguburkan Sara di tempat orang mati, tetapi di tempat hayat, sebuah tempat yang penuh dengan kebangkitan (1 Kor. 15:36 dan cat.). Hal ini menunjukkan
bahwa Abraham percaya kepada Allah kebangkitan (Rm. 4:17) dan dipenuhi dengan pengharapan bahwa istrinya akan dibangkitkan dan akan berada di kota yang
memiliki fondasi, Yerusalem Baru. Menurut pemahaman Abraham, kematian Sara bukan suatu pengakhiran, tetapi perihal memasuki pintu gerbang
kebangkitan, pintu gerbang ke dalam kota yang diharapkan dan negeri yang lebih baik (Ibr. 11:10, 16).
PASAL 24
21 Pasal ini terutama mewahyukan kehidupan praktis umat Allah dalam keesaan dengan Allah untuk menggenapkan tujuan kekal-Nya. Pernikahan Ishak bukan hanya
untuk kehidupan insaninya; pernikahan ini sepenuhnya untuk menghasilkan satu umat, keturunan Abraham, untuk menggenapkan tujuan Allah (22:17). Jadi, dalam
mencari istri untuk Ishak, segala sesuatu dilakukan menurut ekonomi Allah guna melahirkan Kristus untuk menghasilkan Kerajaan Allah.
Pasal ini juga menyajikan lambang yang kaya dari pernikahan Kristus, yang dilambangkan oleh Ishak, dan gereja, yang dilambangkan oleh Ribka.
22 Dalam catatan pernikahan Ishak ini, Abraham melambangkan Allah Bapa, hamba melambangkan Allah Roh, Ishak melambangkan Allah Putra, dan Ribka melambangkan
umat pilihan Allah, yang akan dinikahi Putra dan menjadi pasangan-Nya. Seluruh Perjanjian Baru adalah catatan Allah Tritunggal bekerja bersama guna men
dapatkan sebagian ras manusia untuk menjadi mempelai perempuan, pasangan dari Putra (Yoh. 3:29; 2 Kor. 11:2; Ef. 5:25-32; Why. 19:7-9; 21:2, 9-10). Dalam
kekekalan yang lampau Allah Bapa memiliki tujuan kekal dan membuat rencana kekal untuk memperoleh gereja sebagai mempelai perempuan untuk Putra-Nya dari ras
manusia (Ef. 3:8-11). Kemudian, dalam waktu, Allah Bapa mengutus Allah Roh untuk melaksanakan rencana-Nya melalui pergi mengontak mempelai perempuan
pilihan-Nya dan membawanya kepada Allah Putra untuk menjadi pasangan-Nya, istri-Nya.
31 Tidak ada catatan bahwa Allah melarang Abraham mengambil seorang istri untuk anaknya dari antara perempuan Kanaan (cf. Ul. 7:1-4). Karena Abraham hidup
dalam keesaan dengan Allah (ay. 40a), dia tahu kehendak dan pikiran Allah dan bertindak menurut perasaan batin Allah (cf. 1 Kor. 7:25 dan cat.; 2 Kor. 2:10
dan cat. 3; Flp. 1:8 dan cat.).
41 Dalam perlambangan, fakta bahwa mempelai perempuan Ishak berasal dari sanak saudara Abraham menunjukkan bahwa pasangan Kristus harus berasal dari ras
Kristus, bukan dari malaikat-malaikat atau dari makhluk ciptaan lainnya (2:18-23 dan cat.). Karena Kristus berinkarnasi menjadi seorang manusia (Ibr.
2:14a), keinsanian menjadi ras-Nya.
61 Perkataan Abraham kepada hambanya dalam ay. 6-8 dan 40 menunjukkan bahwa dia hidup oleh iman kepada Tuhan yang berdaulat untuk melaksanakan
ekonomi-Nya di tanah yang dijanjikan Allah.
101 Atau, Aram-naharaim. Artinya Aram dua sungai.
121 Doa hamba di sini menunjukkan bahwa dia mengikuti jejak langkah Abraham, bersandar kepada Tuhan untuk melaksanakan tanggung jawabnya (ay. 21, 42).
161 Ribka itu suci, baik hati, dan rajin. Ia juga mutlak atau tegas dalam keputusannya untuk menerima Ishak sebagai suaminya (ay. 57-58, 61) dan taat kepada
Ishak (ay. 64-65). Sebagai orang yang demikian, ia adalah lambang yang terbaik dari gereja sebagai mempelai perempuan, istri Kristus.
221 Lit., anting-anting hidung. Pemberian-pemberian ini, dikirim dari Ishak dan diberikan oleh hamba Abraham, bapanya, melambangkan kekayaan Kristus yang
diberikan oleh Roh Allah kepada mempelai perempuan untuk merampungkan tujuan Allah. Pemberian-pemberian ini berhubungan dengan fungsi kaum beriman. Emas
melambangkan sifat ilahi, dan cincin melambangkan karunia awal Roh (Kis. 2:38), yang adalah Roh sendiri sebagai meterai dan jaminan, pencicipan atas
Allah sebagai bagian kekal kita (Ef. 1:13-14; cf. Luk. 15:22). Fungsi hidung adalah untuk mencium. Mengenakan anting-anting hidung pada hidung Ribka (ay. 47)
secara rohani melambangkan bahwa fungsi “penciumannya” telah diikat oleh sifat ilahi (cf. 2 Kor. 2:14-16; Ibr. 6:4-6; 1 Ptr. 2:2-3; 2 Ptr. 1:4). Tangan ada
lah untuk bekerja (lihat cat. 82 dalam 1 Tim. 2). Mengenakan gelang pada tangan Ribka melambangkan menerima fungsi ilahi untuk melayani dalam Tubuh
Kristus (Rm. 12:4).
222 Setengah syikal melambangkan pencicipan pertama, pencicipan pendahuluan atas Roh, yang menjamin bahwa pengecapan yang sepenuhnya akan datang (Rm.
8:23; 2 Kor. 1:22; Ef. 1:13-14). Sepuluh syikal, sepuluh melambangkan kepenuhan, atau kelengkapan (misalnya, Sepuluh Perintah, yang mengekspresikan
permintaan Allah sepenuhnya), menunjukkan bahwa fungsi ilahi yang kita terima dari Roh adalah lengkap, tidak sebagian (1 Kor. 12:4-11).
321 Lit., Laban menangggalkan...
531 Cincin hidung dan gelang emas (ay. 22), perhiasan perak dan emas, dan pakaian yang diberikan kepada Ribka, bersama benda-benda berharga yang diberikan
kepada saudara dan ibu Ribka, melambangkan kekayaan Kristus yang tidak terduga (Ef. 3:8). Hamba itu bersaksi kepada Ribka mengenai kekayaan Ishak, yang
dia warisi dari bapanya (ay. 35-36), dan memberikan sebagian dari kekayaan ini kepada Ribka sebagai pencicipan. Hal ini menyebabkan Ribka tertarik
kepada Ishak dan membuatnya bersedia meninggalkan rumah ayahnya untuk menjadi istri Ishak (ay. 58) sekalipun ia tidak pernah melihat dia. Demikian pula,
Roh datang kepada kaum beriman Kristus dan bersaksi kepada mereka mengenai kekayaan Kristus, yang telah Dia terima dari Bapa (Yoh. 16:13-15), menye
babkan mereka tertarik kepada Kristus dan mengasihi Dia, meninggalkan dunia, dan meninggalkan hubungan alamiahnya dalam daging untuk bersatu de
ngan Kristus (Mat. 19:29), meskipun mereka tidak pernah melihat Dia (1 Ptr. 1:8). Sebelum Ribka bertemu dengan Ishak di tanah permai, ia sudah berbagian
dan menikmati warisan Ishak melalui pemberian hamba itu. Demikian juga, sebelum kita bertemu dengan Kristus, kita menikmati karunia-karunia Roh sebagai
pencicipan dari pengecapan penuh atas kekayaan-Nya (Ibr. 6:4; Rm. 8:23).
571 Lit., dari mulutnya.
601 Lit., pintu gerbang.
621 Artinya sumur dari Yang hidup yang melihat aku, atau sumur dari Dia yang mewahyukan diri-Nya.
671 Ishak, anak Abraham, tidak melakukan apa-apa selain menerima mempelai perempuannya. Ini melambangkan bahwa segala sesuatu direncanakan oleh Bapa
dan dirampungkan oleh Roh. Putra hanya menerima mempelai perempuan.
Ishak menerima Ribka pada petang hari (ay. 63), melambangkan bahwa perkawinan Kristus akan terjadi pada petang hari, penutupan zaman ini. Ishak membawa
Ribka ke dalam kemah Sara, ibunya, dan mengasihi Ribka, melambangkan bahwa Kristus akan menerima mempelai perempuan-Nya dalam anugerah (dilambangkan
oleh Sara) juga dalam kasih. Setelah menikahi Ribka, Ishak terhibur, puas; demikian juga Kristus akan dipuaskan pada hari perkawinan-Nya.
PASAL 25
11 Meskipun Abraham dipanggil oleh Allah, dibenarkan dan hidup oleh iman dalam Allah, hidup dalam persekutuan dengan Allah, dia tidak mencapai kematangan
dalam hayat rohaninya. Ini diperlihatkan oleh fakta, setelah Sara meninggal, Abraham menikah kembali dan melahirkan enam anak laki-laki oleh kekuatan
dagingnya. Selanjutnya, pada akhir hidupnya Abraham tidak memberkati siapa pun, berkebalikan dengan Ishak dan Yakub (27:27-29; 48:13-20; 49:1-28; cf.
Ibr. 7:7).
Dalam pengalaman hayat, Abraham tidak dapat berdiri sebagai seorang yang lengkap. Dia memerlukan Ishak dan Yakub (bersama Yusuf) untuk melengkapi dia.
Lihat cat. 11, alinea 2 dalam ps. 12.
51 Allah menganggap Ishak sebagai anak tunggal Abraham, keturunan yang unik untuk mewarisi janji yang diberikan Allah kepada Abraham untuk menggenapkan
tujuan-Nya (22:2, 12, 16, 18; 17:19; 26:3-4). Sebagai yang demikian, dia melambangkan Kristus sebagai Putra tunggal Bapa (Yoh. 1:14; 3:16), yang menerima
semua milik Bapa (Yoh. 3:35; 16:15a). Oleh anugerah, bukan oleh usaha Ishak, Ishak menjadi pewaris kekayaan ayahnya.
52 Dalam Kitab Kejadian catatan tentang Abraham (12:1–25:18) dan Ishak (21:1-8; 22:1-24; 24:1-67) saling tumpang tindih. Kehidupan Abraham mewahyukan,
jika kita mau menikmati anugerah Allah dan memiliki kenikmatan yang penuh akan kekayaan Allah, kita harus menderita kehilangan dan hayat alamiah kita
disunat, dikerat. Kehidupan Ishak mewahyukan bahwa penderitaan kita untuk mengakhiri hayat alamiah kita adalah untuk menikmati anugerah Allah. Dalam
sepanjang hidupnya, Ishak tidak melakukan apa-apa selain menikmati berkat Allah yang kaya (ay. 11; 26:24b), yang menunjuk kepada anugerah Perjanjian Baru
(lihat cat. 111). Ishak dilahirkan dalam anugerah (21:1-3; Gal. 4:23), bertumbuh dalam anugerah (21:8), dan dijadikan pewaris anugerah (ay. 5). Dalam
Perjanjian Baru, semua orang beriman yang dipanggil adalah pewaris anugerah, ditentukan untuk menikmati anugerah Allah yang mutlak dan tak bersyarat (Ef.
1:3, 6-8; 2:7).
91 Lihat cat. pada 23:9.
111 Berkat dalam Perjanjian Lama berhubungan dengan anugerah dalam Perjanjian Baru (lihat cat. 38 dalam Ef. 1). Pemberian Allah yang cuma-cuma kepada kita
adalah berkat-Nya. Ketika pemberian Allah yang cuma-cuma dalam Kristus tergarap ke dalam kita menjadi unsur hayat di dalam kita, pemberian ini menjadi
anugerah. Lihat cat. 22 dalam Rm. 5.
211 Lit., memohon. Keperluan Ishak untuk memiliki seorang anak laki-laki serasi dengan keperluan Allah untuk memiliki keturunan yang berasal dari Ishak untuk
menggenapkan tujuan kekal-Nya. Karena hal ini, Allah menjawab permohonan Ishak. Akhirnya, anak Ishak, Yakub bukan saja memenuhi keperluan Ishak, tetapi
juga menggenapkan tujuan Allah, sebab dari Yakub datanglah Kristus (Mat. 1:1-2), yang mendatangkan gereja, kerajaan, dan Yerusalem Baru.
231 Yaitu, Israel (32:28) dan Edom (ay. 30; 36:1, 43; Yer. 49:7-8; Ob. 8).
232 Ini adalah pemilihan Allah, seleksi-Nya, atas Yakub sebelum dia dilahirkan, serasi dengan pemilihan Allah sebelum dunia dijadikan (Rm. 9:11a; Ef.
1:4). Pemilihan Allah atas Yakub adalah menurut pengenalan dini-Nya (1 Ptr. 1:2; Rm. 8:29), bukan karena pekerjaan Yakub, tetapi karena Allah yang
memanggil dan yang menunjukkan belas kasihan (Rm. 9:11b, 16). Pemilihan Allah seiring dengan penentuan-Nya dan diikuti oleh panggilan-Nya (Ef. 1:4-5;
Rm. 8:30).
251 Artinya berbulu, kasar.
261 Bahkan ketika dia masih dalam kandungan ibunya, Yakub berusaha menjadi anak sulung. Kedambaannya untuk menjadi yang pertama sesuai dengan maksud Allah
bahwa dia akan menjadi orang yang menerima hak kesulungan. Namun, seperti kakeknya, Abraham, Yakub memakai kemampuan dan kekuatan alamiahnya untuk
menggenapkan maksud Allah dan memuaskan kedambaannya. Meskipun Allah telah memilih dia untuk menjadi yang pertama, dengan kedaulatan-Nya Allah menyebab
kan Yakub dilahirkan menjadi yang kedua supaya dia tahu bahwa manusia alamiahnya sepenuhnya tidak berguna dan harus dikerat. Karena manusia alamiah Yakub
tidak bersyarat, dia perlu diubah.
Catatan kehidupan Yakub mengambil tempat lebih dari setengah Kitab Kejadian. Catatan panjang ini memperlihatkan kepada kita bahwa tujuan Allah dalam
pemilihan, penentuan, dan panggilan-Nya adalah untuk mengubah orang-orang dosa menjadi anak-anak rajani Allah yang mengemban gambar Allah untuk
mengekspresikan Dia dan melaksanakan kekuasaan Allah untuk mewakili-Nya (cf. 1:26). Allah menetapkan Yakub untuk menempuh hidup yang bergumul sepan
jang umurnya. Selain itu, Allah dengan berdaulat mengatur segala lingkungan, situasi, dan orang dalam kehidupan Yakub dan menyebabkan semuanya
bekerja sama untuk kebaikan Yakub, supaya Dia dapat mengubah Yakub, seorang perebut dan pemegang tumit, menjadi Israel, pangeran Allah. Khususnya,
Allah memakai keluarga Yakub, termasuk ayahnya, ibunya, saudaranya, pamannya, istri-istrinya dan anak-anaknya, untuk menanggulangi Yakub, agar
dia diubah. Penanggulangan Allah terhadap Yakub adalah suatu gambaran penuh dari pendisiplinan Roh Kudus dan pekerjaan pengubahan-Nya dalam
kaum beriman Perjanjian Baru (Rm. 8:28-29; 12:2; 2 Kor. 3:18).
262 Artinya perebut, pemegang tumit.
281 Pilih kasih Ishak kepada anak sulungnya sepenuhnya berada dalam hayat alamiah dan menurut perasaan dan kesukaan alamiah, seperti kasih Ribka kepada
Yakub dan kasih Yakub kepada Yusuf (37:3-4). Sekalipun Ishak hidup secara alamiah, dia tetap menikmati anugerah Allah. Namun, hidupnya dalam hayat
alamiah menyebabkan dia menderita, seperti perkara Ribka dan Yakub.
301 Artinya merah.
311 Lit., hari ini. Juga dalam ay. 33.
341 Mengenai Esau memandang ringan hak kesulungannya, lihat Ibr. 12:16-17 dan cat.
Pasal 26
31 Ishak mewarisi bukan hanya semua yang dimiliki ayahnya, tetapi juga janji Allah yang telah diberikan kepada ayahnya mengenai tanah permai dan keturunan
yang unik, yang adalah Kristus, yang oleh-Nya semua bangsa di bumi diberkati (Gal. 3:14, 16). Janji ini sebenarnya untuk menggenapkan tujuan Allah agar
Allah dapat memiliki satu kerajaan di bumi guna mengekspresikan diri-Nya melalui umat yang korporat. Lihat cat. 22 dalam ps. 12 dan 31 dalam ps. 15.
71 Ini menyingkapkan kelemahan alamiah Ishak, sama seperti kelemahan ayahnya, Abraham (cf. 20:1-2, 11-13).
131 Atau, besar…kian besar…besar.
141 Atau, kumpulan hamba-hamba.
191 Lit., sumur air hidup. Lihat cat. 161 dalam Bil. 21.
201 Artinya perdebatan.
211 Artinya permusuhan.
221 Artinya tempat-tempat yang luas, jalan yang lebar.
241 Meskipun Ishak menikmati anugerah Allah yang tak bersyarat, menemukan kenikmatan dan kepuasan (dilambangkan oleh sumur) di setiap tempat yang dia
datangi (25:11; 26:15-22), Bersyeba adalah tempat unik yang di dalamnya dia mengalami penampakan Allah, menerima janji-Nya, membangun sebuah mezbah, menyeru
nama Tuhan, dan mendirikan kemah sebagai kesaksian. Orang-orang yang dipanggil oleh Allah ditentukan untuk menikmati anugerah Allah bagaimanapun pendirian
mereka, tetapi kenikmatan ini tidak berarti pendirian mereka benar. Jika kita damba memiliki penampakan Allah, mewarisi janji-janji-Nya, dan menempuh
hidup untuk menggenapkan tujuan kekal-Nya, kita harus datang ke tempat unik yang telah Allah pilih dan tetap tinggal di sana. Tempat unik ini dilambangkan
oleh Bersyeba, dengan sumur untuk suplai hayat dan pohon tamariska sebagai ekspresi aliran hayat yang kaya (21:25, 33). Cf. cat. 51 dan 171 dalam Ul. 12.
331 Artinya sumpah.
332 Artinya sumur sumpah.
Pasal 27
41 Lit., jiwaku.
42 Lihat cat. 231 dalam Bil. 6.
191 Lit., jiwamu.
251 Lit., jiwaku.
271 Lit., dia.
272 Dalam ay. 4 Ishak ingin memberkati Esau, tetapi dia mencampur berkat Allah dengan selera alamiahnya. Di sini, Ishak memberkati Yakub, tetapi dia
memberkati secara buta, baik secara jasmani (ay. 1) dan secara rohani, karena dia telah dibutakan oleh selera alamiahnya. Ini menunjukkan bahwa
Ishak tidak memiliki cukup banyak kematangan dalam hayat. Namun, Ishak memberkati anak-anaknya oleh iman, dan Allah menghormati berkatnya dan berkat
ini menjadi satu nubuat (Ibr. 11:20).
Sikap Esau yang memandang ringan hak kesulungannya (25:34), kemahiran Ribka dalam pilih kasihnya, dan kebutaan Ishak dalam memberkati bekerja sama untuk
kebaikan Yakub, supaya Allah secara berdaulat dapat menggenapkan tujuan pemilihan-Nya (cf. Rm. 8:28-30).
311 Lit., jiwamu.
361 Lit., dia.
401 Atau, telah menjelajahi sekeliling.
Pasal 28
31 Lit., Allah yang serba cukup. Ibraninya El Shaddai. Lihat cat. 12 dalam ps. 17.
111 Atau, diletakkan sebagai bantalnya. Juga dalam ay. 18.
121 Mimpi Yakub adalah butir yang sangat penting dalam kitab ini, dan ay. 10-22 menyingkapkan perkara terpenting dalam wahyu Allah. Allah damba memiliki
sebuah rumah di bumi, dan Dia bermaksud mengubah orang-orang yang dipanggil-Nya menjadi batu-batu, bahan untuk bangunan-Nya. Dalam catatan mimpi Yakub, batu
(ay. 11, 18, 22) tugu (ay. 18), rumah Allah (ay. 17, 19, 22), dan minyak (ay. 18) adalah butir-butir yang luar biasa. Batu melambangkan Kristus sebagai
batu fondasi, batu utama, dan batu penjuru untuk bangunan Allah (Yes. 28:16; Za. 4:7; Kis. 4:10-12). Batu ini juga melambangkan manusia yang diubah, yang
telah disusun dengan Kristus sebagai unsur yang mengubah untuk menjadi bahan bagi pembangunan rumah Allah (2:12; Mat. 16:18; Yoh. 1:42; 1 Kor. 3:12; 1 Ptr.
2:5; Why. 21:11, 18-20), yang adalah gereja hari ini (1 Tim. 3:15) dan yang akan rampung dalam Yerusalem Baru sebagai tempat tinggal kekal Allah dan umat
tebusan yang dipilih-Nya (Why. 21:3, 22). Dalam ay. 11 sebuah batu dipakai oleh Yakub sebagai bantal, melambangkan bahwa unsur ilahi Kristus disusunkan ke
dalam diri kita melalui pengalaman subyektif kita atas Dia menjadi bantal untuk perhentian kita (cf. Mat. 11:28). Setelah bangun dari mimpinya, Yakub
mendirikan bantal batu itu sebagai tiang, melambangkan Kristus yang telah digarapkan ke dalam kita dan yang atasnya kita beristirahat menjadi bahan dan
penunjang bangunan Allah, rumah Allah (cf. 1 Raj. 7:21; Gal. 2:9; Why. 3:12). Akhirnya, Yakub mencurahkan minyak, melambangkan Roh itu sebagai Allah
Tritunggal yang telah rampung mencapai manusia (Kel. 30:23-30; Luk. 4:18), ke atas tiang itu, melambangkan bahwa manusia yang diubah adalah satu dengan Allah
Tritunggal dan mengekspresikan Dia. Batu itu menjadi Betel, rumah Allah (ay. 19, 22). Rumah Allah adalah tempat saling huni dari Allah dan umat tebusan-Nya
(Yoh. 14:2, 23)—manusia sebagai tempat tinggal Allah (Yes. 66:1-2; 1 Kor. 3:16; Ef. 2:22; Ibr. 3:6; Why. 21:3) dan Allah sebagai tempat tinggal manusia
(Mzm. 90:1; Yoh. 15:5; Why. 21:22). Sebab itu, rumah Allah tersusun dari Allah dan manusia berbaur bersama-sama menjadi satu. Dalam rumah Allah, Allah
mengekspresikan diri-Nya sendiri dalam keinsanian, Allah dan manusia menemukan kepuasan dan perhentian yang kekal dan timbal balik.
122 Tangga ini adalah pusat, fokus dari mimpi Yakub. Mimpi ini adalah wahyu Kristus, sebab Kristus adalah realitas dari tangga yang Yakub lihat (Yoh. 1:51
dan cat.). Kristus sebagai Anak Manusia, dalam keinsanian-Nya, adalah tangga yang membawa surga (Allah) ke bumi (manusia) dan menyatukan bumi dengan
surga (cf. Yoh. 14:6). Roh kita yang dilahirkan kembali, yang adalah tempat tinggal Allah hari ini (Ef. 2:22), adalah dasar di bumi di mana Kristus sebagai
tangga surgawi telah didirikan (2 Tim. 4:22). Sebab itu, kapan saja kita berpaling ke roh kita, kita mengalami Kristus sebagai tangga yang membawa Allah
kepada kita dan kita kepada Allah (lihat cat. 191 dalam Ibr. 10). Di mana tangga ini berada, di sana ada surga yang terbuka, manusia yang diubah, peng
urapan ke atas manusia ini, dan pembangunan rumah Allah dengan manusia ini. Hasil dari Kristus sebagai tangga surgawi adalah Betel, gereja, Tubuh
Kristus, dan perampungan tangga ini adalah Yerusalem Baru.
123 Malaikat-malaikat adalah roh-roh yang melayani yang diutus untuk melayani pewaris keselamatan Allah (Ibr. 1:14 dan cat. 1, alinea 3).
124 Lit., naik turun.
131 Allah menyebut diri-Nya sebagai Allah Abraham dan Allah Ishak menyatakan bahwa Dia juga akan menjadi Allah Yakub. Allah Abraham adalah Allah
pembenaran, Allah Ishak adalah Allah anugerah, dan Allah Yakub adalah Allah pengubahan melalui pendisiplinan ilahi. Akhirnya, Allah Yakub menjadi Allah
Israel (33:20; Kel. 5:1), Allah yang mengubah Yakub.
132 Allah menjanjikan Yakub bahwa Dia akan memberinya keturunan, tanah, dan berkat (ay. 13-14), seperti yang sudah Dia janjikan kepada Abraham (12:3, 7;
13:14-16; 15:18; 22:17-18) dan Ishak (26:3-4). Tanah adalah untuk Kerajaan Allah, dan keturunan adalah untuk mengekspresikan Allah dan untuk memperluas
gambar Allah. Tanah dan keturunan adalah Kristus (lihat cat. 31 dalam ps. 15), yang juga menjadi berkat (ay. 14) yang dengannya kita memberkati orang lain
(Rm. 15:29).
171 Ini adalah satu tempat di bumi, tetapi tempat ini bersatu dengan surga; maka, Yakub menyebutnya pintu gerbang surga. Ketika kita berada dalam gereja,
rumah Allah, di bumi, kita dapat memasuki pintu gerbang surga, dan melalui Kristus sebagai tangga surgawi kita dapat melihat dan mengalami hal-hal dari
surga. Lihat Ibr. 4:16 dan cat. 1.
181 Lit., tiang, soko guru. Pasim.
191 Artinya rumah Allah. Lihat cat. 11, alinea 2 dalam ps. 35.
Pasal 29
11 Lit., mengangkat kakinya.
121 Lit., saudara. Juga dalam ay. 15.
171 Atau, redup, sayup.
251 Yakub adalah perebut yang licik, tetapi Laban lebih licik daripada Yakub. Ini adalah pengaturan kedaulatan Allah. Segala sesuatu yang Laban kerjakan
untuk menipu dan “memeras” Yakub (31:7, 40-42), ditambah persaingan, iri hati, dan pergumulan antara istri-istri Yakub dalam melahirkan anak (29:31—
30:24), secara berdaulat dipakai Allah untuk menanggulangi watak alamiah Yakub supaya Allah dapat mengubah dia. Sejarah Yakub memperlihatkan
bahwa Allah berdaulat mengatur setiap aspek lingkungan orang-orang pilihan-Nya supaya Dia dapat melaksanakan pekerjaan pengubahan-Nya dalam mereka
(Rm. 8:28-30).
321 Artinya lihat, seorang anak laki-laki.
331 Artinya mendengarkan.
341 Artinya bersatu.
351 Artinya memuji.
Pasal 30
31 Lit., dibangun.
61 Artinya menghakimi.
81 Artinya pergulatanku.
111 Artinya, mungkin, peruntungan (yang baik).
131 Dalam bahasa Ibrani kata berbahagia dan diberkati adalah dari akar kata yang sama.
132 Lit., diberkati.
133 Artinya bahagia, atau diberkati.
181 Artinya mengupah.
201 Atau, menghormati aku.
202 Artinya tempat tinggal yang dihormati, diagungkan, atau ditinggikan.
241 Artinya ditambahkan.
Pasal 31
11 Lit., dia.
12 Atau, kemuliaan.
91 Lit., menolong, atau, menyelamatkan. Juga dalam ay. 16.
111 Lihat cat. 71 dalam ps. 16.
121 Perkataan TUHAN kepada Yakub di sini menunjukkan bahwa dia menjadi kaya bukan melalui kepandaiannya sendiri, tetapi melalui tangan kedaulatan Allah (ay.
16).
131 Ibraninya El-Bethel.
132 Lit., tiang. Pasim.
191 Inilah berhala yang disembah di rumah Laban. Juga dalam ay. 34, 35.
241 Orang terpenting dalam pasal ini bukan Yakub bukan pula Laban, tetapi Allah yang mengubah, yang tidak terlihat, yang dalam kedaulatan-Nya menyiapkan
lingkungan untuk mengubah Yakub (cf. Rm. 8:28-29). Yakub berada di bawah pemeliharaan rahasia Kristus sebagai Malaikat Allah (ay. 11) karena Kristus pada
akhirnya akan dilahirkan dari keturunan Yakub, Maria (Mat. 1:2, 16).
311 Lit., kataku.
471 Bahasa Aram, artinya timbunan saksi.
472 Bahasa Ibrani, artinya timbunan saksi.
491 Artinya pos jaga.
521 Tugu (lit., tiang) yang didirikan oleh Yakub adalah saksi, kesaksian. Pemikiran tiang sebagai kesaksian terlihat juga dalam dua tiang (dua adalah angka
untuk saksi, kesaksian—Mat. 18:16; Luk. 10:1) yang didirikan oleh Salomo di depan bait (1 Raj. 7:21), dan di dalam gereja, rumah Allah, sebagai tiang pe
nopang kebenaran melalui mempersaksikan, menyatakan, kebenaran (1 Tim. 3:15-16). Tiga tiang yang didirikan oleh Yakub dalam ps. 31 dan 35 adalah tiga
patokan penting dalam hidup Yakub. (Tiang yang didirikan dalam 28:18 adalah respon kepada mimpi dan bukan bagian dari pengalaman rohani Yakub; sebab itu,
tiang ini tidak dianggap sebagai patokan penting dalam hidupnya. Lihat cat. 141 dalam ps. 35). Tiang pertama, yang didirikan di Galed (ay. 45, 47), adalah
kesaksian pemeliharaan Allah dalam kedaulatan-Nya untuk dia dalam tahap pertama dari pengalamannya. Tiang kedua, yang didirikan di Betel (35:14),
adalah kesaksian dari bangunan Allah, rumah Allah, dalam tahap kedua. Tiang ketiga, yang didirikan di kubur Rahel di jalan yang menuju Betlehem
(35:20), adalah kesaksian kematian pilihan alamiah Yakub untuk mendatangkan Kristus, yang dilambangkan oleh Benyamin, dalam tahap ketiga dari peng
alamannya (lihat cat 181 dan 183 dalam ps. 35).
Pasal 32
21 Artinya dua bala tentara. Lihat cat 132 dalam Kid. 6.
131 Meskipun Yakub telah berdoa dalam ay. 9-12, dia tidak percaya dalam doanya, tetapi terus menggunakan hikmat insaninya dengan memberikan pemberian-
pemberian kepada Esau untuk menenangkan dia.
241 Menurut Hosea 12:5, manusia ini adalah Malaikat TUHAN, Kristus (lihat cat. 21 dalam Kel. 3). Tuhan sebagai seorang manusia bergulat dengan Yakub
supaya Dia dapat menjamah kekuatan alamiah Yakub, yang dilambangkan oleh sendi pangkal paha Yakub (ay. 25, 32). Pergulatan Tuhan dengan Yakub berlangsung
cukup lama, sepenuhnya memperlihatkan betapa alamiahnya Yakub.
251 Lit., Dia.
252 Lit., menjamah. Menjamah sendi pangkal paha Yakub (ay. 32), otot yang terkuat pada tubuh, melambangkan menjamah hayat alamiah Yakub, kekuatan alami
ahnya. Ini adalah permulaan pengubahan Yakub. Seperti yang diperlihatkan dalam ps. 33 (lihat cat. 41 dan 171 di sana), setelah pengalaman ini Yakub
masih alamiah. Meskipun tidak ada perubahan dalam kehidupan luaran Yakub, hayat alamiahnya, kekuatan alamiahnya dalam batin, telah ditanggulangi Tuhan.
Ini dilambangkan oleh fakta bahwa Yakub berjalan dengan pincang (ay. 31). Cara agama adalah mengubah perilaku luaran manusia; cara Allah dalam ekonomi-Nya
adalah menjamah hayat batin manusia untuk mengubah manusia batinnya.
261 Lit., Dia.
262 Lit., dia.
271 Di sini Tuhan menanyakan nama Yakub agar Yakub menyadari siapakah dia—Yakub, si perebut (lihat cat. 262 dalam ps. 25).
281 Artinya orang yang bergumul dengan Allah. Mengubah nama Yakub menjadi Israel menunjukkan bahwa Allah akhirnya akan mengubah Yakub. Lihat cat. 52 dalam
ps. 17.
291 Tidak dikatakan bahwa orang itu datang kepada Yakub sebelum bergulat dengan dia (ay. 24), juga tidak dikatakan bahwa orang itu meninggalkan Yakub
setelah bergulat dengan dia. Ini berarti bahwa Tuhan yang bergulat dengan Yakub menyertai dia sepanjang waktu dan tidak pernah meninggalkan dia. Cf. Yoh.
20:26 dan cat. 3.
301 Artinya wajah Allah.
311 Dalam kegelapan malam Yakub begitu kuat, dan setiap bagiannya masih utuh. Setelah dijamah oleh Tuhan, Yakub menjadi pincang, tetapi dia berada dalam
penyorotan terang surgawi.
Pasal 33
41 Semua ketakutan Yakub berasal dari kekhawatirannya sendiri, dan semua yang telah dia lakukan dengan menggunakan kemahiran dan kemampuan alamiahnya
untuk menyelamatkan dirinya ternyata sia-sia. Allah telah melindungi Yakub dari Laban melalui menampakkan diri kepada Laban dalam suatu mimpi (31:24),
dan Dia telah membangkitkan kasih persaudaraan Esau terhadap Yakub. Ini adalah tindakan ajaib Allah untuk menjaga orang pilihannya. Maka, Yakub, yang
memiliki janji-janji Allah dan berada pada jalan untuk mencapai sasaran Allah, tidak perlu takut pada apa yang ada di belakangnya atau yang ada di depan
nya. Daripada bersandar pada usahanya sendiri, dia seharusnya beristirahat dalam Allah dan dalam pemeliharaan-Nya yang serba cukup (cf. Flp. 4:6-
7; 1 Ptr. 5:7).
111 Lit., berkatku.
171 Yakub membangun rumah untuk dirinya sendiri dan kandang untuk ternaknya menunjukkan bahwa dia masih alamiah dan untuk dirinya sendiri. Dia menyia-
nyiakan mimpi yang dia miliki di Betel dan nazar yang dia ucapkan kepada Allah, berjanji bahwa dia akan membangun rumah untuk Dia (28:20-22).
172 Artinya gubuk.
181 Atau, dalam damai.
182 Lihat cat. 11, alinea 1 dalam ps. 35.
201 Di Sikhem di tanah Kanaan, Yakub memasang kemahnya (ay. 19) dan mendirikan mezbah, seperti yang telah dilakukan kakeknya, Abraham (12:6-7). Di sini Yakub
mulai menempuh hidup sebagai orang yang dipanggil Allah untuk menggenapkan tujuan Allah.
202 Ibraninya El-Elohe-Israel.
Pasal 34
101 Atau, berjual-belilah. Juga dalam ay. 21.
251 Lit., aman.
301 Lihat cat. 11, alinea 1 dalam ps. 35.
Pasal 35
11 Di Betel Yakub bernazar kepada Allah, berjanji jika Allah mau melindungi dan memelihara dia, batu yang dia dirikan menjadi tugu akan menjadi rumah Allah
(28:20-22). Di sini, Allah mengingatkan Yakub untuk menggenapkan bagian nazarnya (cf. 31:13). Dalam perjalanan kembalinya dari Padan-Aram, Yakub sampai ke
Sikhem di tanah Kanaan, dan dia menetap di sana (33:18-20). Namun, ini jauh dari tujuan Allah. Tujuan Allah menurut kedambaan hati-Nya adalah memiliki
Betel, rumah-Nya di bumi. Maka, Yakub harus pergi dari Sikhem ke Betel. Semua peristiwa yang tidak menguntungkan dalam ps. 34 secara berdaulat dipakai oleh
Allah untuk membuat Yakub tidak mungkin lagi menetap di Sikhem dan menyiapkan Yakub untuk menerima perintah Allah pergi ke Betel. Yakub melewati Sikhem dan
pergi ke Betel, melambangkan kita meninggalkan kehidupan orang Kristen yang individual dan pergi ke hidup gereja yang korporat untuk membangun tempat
tinggal kekal Allah, yang adalah gereja hari ini dan Yerusalem Baru dalam kekekalan.
Betel adalah benih besar dalam Alkitab, benih dari rumah Allah. Ketika Israel, Yakub yang diubah, dilipatgandakan menjadi rumah Israel, dalam
pandangan Allah rumah Israel adalah rumah Allah (lihat cat. 61 dalam Ibr. 3). Akhirnya, Kemah dan kemudian bait dibangun pada masa Perjanjian
Lama sebagai lambang dari rumah Israel sebagai tempat tinggal Allah di bumi. Pada permulaan Perjanjian Baru Tuhan Yesus datang melalui inkarnasi
untuk menjadi realitas Kemah dan bait (Yoh. 1:14; 2:18-21). Kemudian, dalam Mat. 16:18 Tuhan bernubuat bahwa Dia akan membangun gereja sebagai tempat
tinggal, bait Allah (Ef. 2:22; 1 Kor. 3:16-17) di atas diri-Nya sebagai batu karang dan bersama kaum berimannya sebagai batu-batu (1 Kor. 3:11; 1 Ptr.
2:5). Ini adalah Betel, rumah Allah (1 Tim. 3:15). Akhirnya, Betel ini akan diperbesar untuk dirampungkan dalam Yerusalem Baru, Kemah kekal
Allah, yang di dalamnya Allah dan Anak Domba akan menjadi bait (Why. 21:3, 22). Lihat cat. 121 dalam ps. 28.
21 Berhala adalah segala sesuatu yang menggantikan Allah yang asli dan sejati (cf. 1 Yoh. 5:20-21). Karena Betel, rumah Allah, berhala-berhala harus
disingkirkan (2 Kor. 6:16). Selain itu, segala sesuatu yang tidak murni, najis, atau cemar harus dibersihkan (2 Kor. 7:1). Untuk mewujudkan Betel,
manusia lama dengan cara hidupnya yang usang, yang dilambangkan oleh pakaian usang (Yes. 64:6), juga harus ditanggalkan, dan manusia baru dengan cara
hidupnya yang baru, hidup gereja, harus dikenakan (Ef. 4:22-24).
41 Anting-anting adalah untuk mempercantik diri. Yakub menguburkannya bersama allah-allah asing, berhala-berhala, menunjukkan bahwa dalam pan
dangan Yakub dan keluarganya, anting-anting merupakan suatu kekejian seperti berhala (cf. Kel. 32:2-4 dan cat. 21).
71 Mezbah adalah untuk mempersembahkan diri. Persembahan diri Yakub dalam mendirikan mezbah di Sikhem (33:20) adalah untuk dirinya sebagai individu;
persembahan dirinya dalam membangun mezbah di Betel adalah untuk rumah Allah, untuk menggenapkan tujuan kekal Allah dan memuaskan kedambaan hati-Nya.
72 Artinya Allah Betel. Di Betel Allah tidak lagi hanya Allah individu tetapi Allah tubuh korporat, rumah Allah.
81 Ibraninya Allon-bacuth.
101 Di Pniel Allah mengubah nama Yakub menjadi Israel (32:28), tetapi di sana Yakub tidak memiliki banyak pengalaman atas nama barunya ini. Di Betel
barulah Yakub benar-benar diperbarui dan menjadi orang yang baru, orang yang diubah (cf. Rm. 12:2). Perubahan ini dapat dialami hanya di Betel, yaitu,
dalam hidup gereja yang tepat. Gereja sepenuhnya adalah manusia baru (Ef. 2:15), dan hidup gereja adalah kehidupan baru dari Israel yang telah diubah (Gal.
6:16), hidup yang adalah Allah di dalam Kristus.
111 Lit., Allah yang serba cukup. Ibraninya El Shaddai. Pasal ini dan ps. 17 saling berhubungan dalam wahyu sebutan ilahi Allah yang serba cukup (ay. 11;
17:1), dalam penggantian nama orang, menyatakan pengubahan seseorang (ay. 10; 17:5), dan dalam janji perkembangbiakan untuk melahirkan bangsa-bangsa
dan raja-raja (ay. 11; 17:4, 6). Ketiga perkara ini menunjukkan bahwa keadaan Allah yang serba cukup dan pengubahan-Nya atas umat-Nya adalah agar mereka
beranak cucu dan bertambah banyak untuk menghasilkan orang-orang yang diubah sebagai bahan-bahan untuk pembangunan rumah Allah, Betel. Lihat cat 52 dan
152 dalam ps. 17.
112 Lihat cat. 41 dalam ps. 17.
141 Ini adalah pengulangan apa yang telah Yakub lakukan dalam 28:18. Di sana, Betel, rumah Allah, hanya berupa mimpi; belum dialami Yakub. Di sini Yakub
mendirikan tugu yang kedua di Betel untuk mempersembahkan dirinya kepada Allah guna menggenapkan mimpi dan nazarnya kepada Allah dalam 28:10-22. Tugu ini
adalah patokan kedua dalam pengalaman Yakub (lihat cat. 521 dalam ps. 31).
142 Lihat cat. 171 dalam Flp. 2. Inilah penyebutan yang pertama dari kurban curahan dalam Alkitab (Bil. 15:1-5; 28:7-10; Flp. 2:17; 2 Tim. 4:6). Kurban
curahan yang disebutkan di sini berhubungan dengan tugu di Betel menunjukkan bahwa kurban curahan adalah untuk bangunan Allah. Fakta bahwa Yakub mencurahkan
kurban curahan ke atas tugu sebelum mencurahkan minyak ke atasnya menandakan bahwa pencurahan kurban curahan mendatangkan pencurahan Roh (Kis. 2:33)
untuk menguduskan rumah Allah (Kel. 40:9).
181 Rahel adalah pilihan alamiah Yakub menurut kedambaan hatinya (29:18-20). Kematian Rahel adalah hilangnya pilihan alamiah Yakub. Ini adalah
penanggulangan yang dalam dan pribadi bagi Yakub. Yakub kehilangan Rahel, tetapi dalam prosesnya dia mendapatkan Benyamin, yang adalah lambang Kristus.
“Rahel” harus mati supaya “Benyamin” dilahirkan. Dengan cara yang sama, Allah akhirnya akan menyingkirkan pilihan alamiah kita supaya kita dapat
melahirkan Kristus untuk ekspresi-Nya. Sasaran Allah bukan membuat orang-orang pilihan-Nya mengalami kerugian, tetapi untuk melahirkan Kristus melalui
mereka.
182 Artinya anak dari penderitaanku.
183 Artinya anak tangan kanan. Benyamin adalah lambang Kristus, yang semula adalah Ben-oni, Anak dari penderitaan, dari kelahiran-Nya sampai kehidupan
insani-Nya di bumi (Yes. 53:3), tetapi akhirnya menjadi Benyamin, Anak di sebelah kanan Allah, dari kebangkitan-Nya dan dalam kenaikan-Nya (Mat. 26:64).
Lihat cat. 281 dalam Mzm. 68.
Benyamin dan Yusuf, dua anak yang dilahirkan untuk Yakub oleh Rahel, keduanya melambangkan Kristus. Meskipun Yusuf dilahirkan lebih dulu, dalam
perlambangan dia adalah kelanjutan Benyamin, karena catatan kehidupan Yusuf (ps. 37—50) mengikuti catatan kelahiran Benyamin. Yusuf, seperti Benyamin,
melambangkan Kristus yang menderita dan ditinggikan. Selama bagian pertama dalam hidupnya, Yusuf menderita sebagai anak penderitaan, dan selama bagian
kedua dia ditinggikan ke takhta di sebelah kanan Firaun (41:40-44).
201 Lihat cat. 521 dalam ps. 31.
211 Sebelum ini nama Yakub telah berubah menjadi Israel (32:27-28; 35:10), tetapi ini adalah kali pertama dia benar-benar disebut sebagai Israel. Ini
menunjukkan bahwa setelah pengalamannya di Betel dan kematian Rahel, Yakub telah menjadi orang yang diubah.
221 Ruben, lahir dari Lea, adalah anak sulung dan seharusnya mewarisi hak kesulungan. Namun, karena pencemarannya dalam hawa nafsunya, dia kehilangan hak
kesulungan, dan hak ini diberikan kepada Yusuf, anak Rahel (1 Taw. 5:1; Kej. 49:3-4; 48:22). Yusuf mendapat hak kesulungan karena kemurniannya (39:7-12).
Cf. Ibr. 12:16 dan cat.
271 Setelah mengalami penanggulangan yang lebih dalam dan pribadi, Yakub masuk ke dalam persekutuan yang penuh dengan Allah di Hebron (Hebron berarti
persekutuan, komunikasi). Abraham telah datang ke Sikhem (12:6), telah melewati Betel (12:8), dan telah tinggal di Hebron (13:18; 18:1), dan Ishak
menghabiskan hampir seluruh hidupnya di Hebron. Yakub mengikuti jejak Abraham datang ke Sikhem (33:18), melewati Betel (35:6), dan tinggal di Hebron.
Di Hebron Yakub menikmati perhentian, sukacita, kepuasan, keintiman, persekutuan yang penuh dengan Tuhan. Di Hebron dia mulai matang dalam hayat.
291 Ishak mati dalam iman, seperti ditunjukkan oleh fakta bahwa dia dikuburkan dalam gua Makhpela (49:30-32; cf. 23:9 dan cat.).
Pasal 36
371 Yaitu, Sungai Efrat.
Pasal 37
11 Pada butir ini Yakub adalah orang yang telah diubah, tetapi dia belum matang. Pengubahan terjadi secara metabolis dalam hayat alamiah kita (Rm. 12:2; 2
Kor. 3:18); menjadi matang adalah dipenuhi dengan hayat ilahi yang mengubah kita. Kita mungkin berubah dalam hayat alamiah kita (diubah) namun belum
dipenuhi dengan hayat ilahi (matang). Tahap terakhir pengubahan adalah kematangan. Pengubahan Yakub dimulai sejak Allah menjamah dia (32:25), dan
dilanjutkan sampai akhir ps. 36, ketika proses pengubahan relatif sudah lengkap (lihat cat. 31 dalam ps. 37). Kejadian 37:1—43:14 adalah catatan proses
kematangan Yakub.
Kitab Kejadian memperlihatkan gambaran lengkap bagaimana manusia dapat dibuat ulang dan diubah untuk mengekspresikan Allah dalam gambar-Nya dan mewakili Dia
dengan kekuasaan-Nya. Kitab ini diakhiri seperti permulaannya—dengan gambar dan kekuasaan Allah. Empat belas pasal terakhir menunjukkan bahwa
setelah Yakub menjadi Israel, dia mengemban gambar Allah dan melalui Yusuf, melaksanakan kekuasaan Allah. Untuk ekspresi dan kekuasaan Allah diperlukan
kematangan. Hanya hayat yang matang dapat mengemban gambar Allah dan melaksanakan kekuasaan-Nya.
21 Dalam empat belas pasal terakhir Kitab Kejadian biografi Yakub dan Yusuf dibaurkan, menunjukkan bahwa menurut pengalaman rohani, Yakub dan Yusuf adalah
satu orang (cf. cat. 11, alinea 2 dalam ps. 12 dan cat. 11, alinea 2 dalam ps. 25). Yusuf adalah lambang Kristus sebagai Yang mutlak sempurna, tidak
bercacat (Luk. 23:4; 2 Kor. 5:21; Ibr. 4:15; 1 Ptr. 2:22). Sebagai yang demikian, Yusuf mewakili aspek pemerintahan dari Israel yang matang, susunan
Kristus dalam sifat Yakub yang matang. Sebagai seorang beriman yang matang yang tersusun dari Kristus, Yang sempurna, Yakub memerintah melalui Yusuf (41:39-
44).
22 Yusuf, seperti Habel, adalah seorang gembala. Gembala melambangkan aspek susunan Kristus dalam hayat yang matang yaitu hayat yang menggembalakan
untuk merawat orang lain (Yoh. 10:11; 21:15-17).
31 Sikap pilih kasih Yakub kepada Yusuf menunjukkan bahwa dia belum sepenuhnya diubah tetapi masih hidup dalam hayat alamiah. Sikap Yakub yang memihak
terhadap Yusuf menyebabkan dia menderita lebih lanjut, yang menjamah sangat dalam perasaan pribadinya. Penanggulangan terakhir ini membawa dia
kepada kematangan yang penuh untuk ekspresi dan kekuasaan Allah.
51 Kedua mimpi Yusuf (ay. 7-9), keduanya dari Allah, menyingkapkan kepadanya pandangan ilahi Allah mengenai sifat, posisi, fungsi, dan sasaran umat
Allah di bumi. Menurut sifat mereka yang jatuh, umat Allah adalah jahat dan najis, tetapi dalam pandangan kekal Allah, umat-Nya adalah berkas gandum yang
penuh dengan hayat dan benda-benda penerang di langit yang penuh dengan terang (cf. Bil. 23:21; 1 Raj. 19:18; Why. 12:1 dan cat.). Aspek pemerintahan
dari hayat yang matang tidak pernah menghukum umat Allah (cf. ay. 2c). Sebaliknya, menggembalakan dan menghargai mereka. Mimpi Yusuf mengendalikan dan
mengarahkan perilakunya (cf. Kis. 26:19). Lihat cat. 121 dalam ps. 39 dan 91 dalam ps. 42.
131 Kehidupan Yusuf adalah salinan kehidupan Kristus: sebagai gembala (ay. 2; Yoh. 10:11-16); sebagai orang yang dikasihi bapanya (ay. 3-4; Mat. 3:17; 17:5);
sebagai orang yang diutus oleh bapanya untuk melayani saudara-saudaranya menurut kehendak bapanya (ay. 12-17; Yoh. 6:38); sebagai orang yang dibenci,
dianiaya, dan dikhianati (dijual) oleh saudara-saudaranya (ay. 5, 18-36; Yoh. 15:25; Mat. 26:4, 14-16); sebagai orang yang dicampakkan ke dalam penjara
maut bersama dua penjahat, yang satu dikembalikan dan yang lainnya dihukum (39:20; 40:1-23; Kis. 2:23; Luk. 23:32, 39-43); dalam hal dibebaskan (di
bangkitkan) dari penjara maut (41:14; Kis. 2:24); dalam hal didudukkan di takhta dengan kuasa (41:40-44; Mat. 28:18; Kis. 2:36; Why. 3:21); dalam hal
menerima kemuliaan dan anugerah (41:42; Ibr. 2:9; Mzm. 68:19; Kis. 2:33); dalam hal menjadi juruselamat dunia, penunjang hayat (pewahyu rahasia-ra
hasia) (41:45 dan cat. 1; Kis. 5:31; Yoh. 6:50-51); dalam hal mengambil istri dari bangsa kafir (41:45; Yoh. 3:29; Ef. 5:23-27; Why. 19:7; cf. cat. 15
dalam Mat. 1); dalam hal menyuplai orang-orang dengan makanan (41:56-57; Yoh. 6:35); dalam hal mengenali saudara-saudaranya yang bodoh dan dikenali oleh
mereka (45:1-4, 14-15; Rm. 11:26; Za. 12:10; Why. 1:7); dan dalam hal memerintah dalam kerajaan atas seluruh bumi (41:40—50:26; Why. 11:15; Dan. 7:13-
14).
181 Sementara saudara-saudara Yusuf tenggelam dalam air kemarahan manusia, Yusuf, yang mewakili aspek memerintah dari hayat yang matang, hidup sebagai
berkas hayat (lihat cat. 51) dan muncul dari air kematian kemarahan manusia.
281 Ismael adalah anak Abraham melalui Hagar (16:15), dan Midian adalah anak Abraham melalui istrinya yang terakhir, Ketura (25:1-2). Orang Ismael dan
Midian mewakili daging, kekuatan alamiah. Selain itu, kebencian (ay. 8) berhubungan dengan daging dan daging berhubungan dengan dunia, yang diwakili oleh
Mesir (Ibr. 11:25-26). Dalam kedaulatan-Nya Allah memakai segala sesuatu, termasuk daging, kebencian saudara-saudara Yusuf, dan Mesir, untuk menggenapkan
tujuan-Nya mengenai Yusuf (45:5-8a; 50:20).
351 Lit., Sheol. Lihat cat. 231 dalam Mat. 11.
361 Dari saat Yusuf dijual sampai anak-anak Yakub diutus ke Mesir (42:1-5) kurang lebih dua puluh tahun. Dalam hidup Yakub dua puluh tahun ini adalah masa
sunyi. Melalui kehilangan Yusuf, Yakub menjadi orang yang mutlak terbuka kepada Allah. Selama tahun-tahun ini Allah lebih banyak lagi menyalurkan diri-
Nya ke dalam Yakub, sampai Yakub dipenuhi dengan hayat ilahi hingga matang. Lihat cat. 21 dalam ps. 42.
Pasal 38
61 Untuk ay. 6-30, lihat Mat. 1:3a dan cat.
111 Lit., katanya.
151 Yehuda berperilaku secara buta, mengumbar hawa nafsunya dalam kegelapan. Sebaliknya, Yusuf, hidup seperti bintang terang (lihat cat. 51 dalam ps.
37), mengalahkan hawa nafsunya (39:7-12).
291 Artinya terobosan.
301 Artinya terbit, atau bercahaya.
Pasal 39
21 Sebagai seorang wakil dari aspek pemerintahan dari hayat yang matang, Yusuf menikmati penyertaan Tuhan, berikut kuasa, kemakmuran, dan berkat Tuhan
(ay. 2-5)
41 Lit., tangan. Pasim.
121 Yusuf menempuh hidup yang berhubungan dengan penglihatan yang dia lihat dalam kedua mimpinya (lihat cat. 51 dalam ps. 37; cf. Kis. 26:19). Saudara-
saudara Yusuf melepaskan amarah mereka (37:18:31) dan mengumbar hawa nafsu mereka (38:15-18), tetapi Yusuf menaklukkan amarahnya dan menundukkan hawa
nafsunya, berperilaku sebagai berkas yang penuh hayat dan bersikap seperti bintang surgawi yang bercahaya dalam kegelapan (lihat cat. 181 dalam ps. 37
dan 151 dalam ps. 38). Kehidupan Yusuf di bawah penglihatan surgawi adalah kehidupan Kerajaan Surga yang digambarkan dalam Mat. 5—7. Dengan menempuh
hidup yang demikian, dia sepenuhnya disiapkan untuk memerintah sebagai raja.
201 Yusuf ditolak oleh saudara-saudaranya, dijual oleh mereka, dan dibuang ke dalam penjara. Demikian juga, Kristus pertama-tama ditolak oleh saudara
-saudara-Nya, kemudian dijual oleh seseorang dari bangsa-Nya, dan akhirnya dibuang ke dalam penjara maut.
Pasal 40
81 Meskipun mimpinya sendiri (37:5-11) belum tergenapi, Yusuf memiliki iman dan berani menafsirkan mimpi kedua temannya. Fakta bahwa dia mengakui Allah
sebagai sumber penafsiran menunjukkan bahwa dia masih percaya kepada penafsiran yang Allah berikan kepadanya atas mimpi-mimpinya sendiri. Akhirnya, Yusuf
dilepaskan dari penjara secara tidak langsung melalui perkataannya dengan iman dalam menafsirkan mimpi juru minuman (41:9-13), dan dia dibawa kepada
takhta secara langsung melalui perkataannya yang berani dalam menafsirkan mimpi Firaun (41:14-46). Kelepasan dan kuasa datang kepadanya melalui
perkataannya.
Pasal 41
11 Seperti para imam Perjanjian Lama dan Tuhan Yesus, Yusuf harus menunggu sampai usianya mencapai tiga puluh tahun sebelum dia sepenuhnya masuk ke
dalam ministrinya (ay. 46; Bil. 4:3; Luk. 3:23). Ketika Yusuf dalam kurungan, dia diuji, dites, dan dilatih untuk penobatannya.
81 Lit., rohnya.
82 Lit., tukang sihir. Pasim.
131Lit., Firaun mengembalikan aku kepada jabatanku, dan dia menggantung kepala juru roti.
141 Atau, ruang bawah tanah. Saat dirinya dilepaskan dari tutupan, Yusuf melambangkan Kristus sebagai Yang bangkit dari penjara maut (Kis. 2:24).
161 Lit., akan menjawab Firaun dengan damai.
401 Pada hari Yusuf dilepaskan dari tutupan, dia dinobatkan menjadi penguasa sesungguhnya atas seluruh tanah Mesir. Demikian pula, setelah Kristus
dibangkitkan dari maut, Dia dinobatkan dengan segala kuasa di surga dan di bumi (Mat. 28:18; Kis. 2:36).
421 Dalam hal menerima kemuliaan dan pemberian-pemberian dalam penobatannya, Yusuf melambangkan Kristus, yang menerima kemuliaan (Ibr. 2:9) dan karunia-
karunia (Mzm. 68:19; Kis. 2:33) dalam kenaikan-Nya. Cincin, pakaian, dan kalung emas menggambarkan karunia-karunia yang Kristus terima dalam kenaikan
-Nya ke surga, yang kemudian Dia salurkan kepada gereja. Cincin meterai melambangkan Roh Kudus sebagai meterai di dalam dan di atas kaum beriman Kristus
(Kis. 2:33; Ef. 1:13; 4:30; cf. Luk. 15:22). Pakaian melambangkan Kristus sebagai kebenaran obyektif kita untuk pembenaran kita di hadapan Allah (1
Kor. 1:30; cf. Mzm. 45:10, 14; Luk. 15:22) dan sebagai kebenaran subyektif kita yang diperhidupkan keluar dari kita supaya kita bersyarat untuk berbagian
dalam perkawinan Anak Domba (Mzm. 45:15 dan cat. 1; Why. 19:7-9 dan cat. 82). Kalung emas melambangkan keindahan Roh Kudus yang diberikan untuk ke
taatan yang diekspresikan dalam kepatuhan (cf. Kis. 5:32). Leher yang dikalungi melambangkan kehendak yang telah ditaklukkan dan ditundukkan
untuk menaati perintah Allah (cf. Kid. 1:10; Ams. 1:8-9). Menurut urutan pengalaman rohani, pertama-tama kita menerima pemeteraian Roh untuk
keselamatan; kemudian kita menerima pakaian kebenaran dan mulai memperhidupkan Kristus (Gal. 2:20; Flp. 1:20-21a). Untuk memperhidupkan
Kristus, leher kita harus dirantai atau dikalungi, kehendak kita harus ditundukkan, oleh Roh Kudus.
451 Artinya juruselamat dunia, penunjang hayat, atau pengungkap rahasia-rahasia. Pertama, Yusuf adalah penyingkap rahasia-rahasia (40:9-19; 41:17-32);
kemudian, karena dia menunjang hidup orang banyak (ay. 47-57; 47:12-24), dia menjadi juruselamat dunia (47:25). Dalam hal ini dia juga melambangkan
Kristus (Mat. 13:1-52; Yoh. 6:50-51; Kis. 5:31).
452 Dalam mengambil orang Mesir, orang kafir, sebagai istrinya, Yusuf melambangkan Kristus, yang mengambil gereja dari antara orang kafir sebagai istri-Nya
pada saat Dia ditolak oleh orang Israel (cf. cat. 15 dalam Mat. 1).
511 Artinya membuatnya lupa.
521 Artinya berbuah, atauberbuah dua kali.
561 Makanan mempertahankan eksistensi manusia dan juga memuaskan manusia. Seluruh bumi mengalami kelaparan, melambangkan semua bangsa bergumul untuk
mempertahankan eksistensi mereka dan dalam keadaan tidak puas. Makanan dapat ditemukan hanya di tempat Yusuf berada (42:5-6), menunjukkan dalam perlambangan
bahwa suplai hayat dan kepuasan yang sejati dapat ditemukan hanya dalam gereja, di mana Kristus berada.
562 Mengikuti beberapa versi kuno; teks Ibraninya mencantumkan, semua yang ada di dalam lumbung-lumbung.
Pasal 42
21 Allah memakai kelaparan dan pengutusan anak-anak Yakub ke Mesir untuk menanggulangi Yakub agar dia matang dalam hayat. Selama penantiannya yang
panjang menunggu anak-anaknya kembali, Yakub dikosongkan dari semua prasangkanya (ay. 36; 43:13-14) sehingga Allah dapat memenuhi Yakub dengan unsur
hayat ilahi. Lihat cat. 261 dalam ps. 45.
31 Catatan hubungan antara Yusuf dengan saudara-saudaranya dalam ps. 42—45 adalah gambaran rinci hubungan antara Kristus dengan bangsa Israel: (1)
Sebagaimana saudara-saudara Yusuf dipaksa untuk kembali kepada dirinya karena makanan (ay. 1-5; 43:1-15), bangsa Israel akan dipaksa untuk kembali kepada
Kristus untuk mempertahankan eksistensi mereka (Za. 12:10; Rm. 11:26). (2) Sebagaimana saudara-saudara Yusuf tidak mengenal dia (ay. 8, 28; 43:32-34;
44:14-34), demikian juga orang Israel tidak mengenal siapakah Kristus hari ini. (3) Sebagaimana Yusuf menguji dan mendisiplinkan saudara-saudaranya setelah
mereka dipaksa kembali kepada dirinya (ay. 15-24; 44:1-13), demikian juga Kristus akan menguji dan mendisiplin bangsa Israel ketika mereka ada dalam pro
ses berpaling kepada-Nya (Za. 13:8-9). (4) Ketika Yusuf mendisiplin saudara-saudaranya, dia mengasihi mereka dan memperhatikan mereka secara tersem
bunyi (ay. 25; 43:16, 25-34); dengan cara yang sama, pada masa akhir Kristus akan dengan tersembunyi memperlihatkan kasih-Nya terhadap bangsa Israel dan
menyiapkan keperluan mereka (cf. Why. 7:2-8). (5) Sebagaimana Yusuf akhirnya mengakui saudara-saudara yang tidak mengenal dirinya (45:1-4,
14-16), Kristus akan mengakui bangsa Israel yang tidak mengenal diri-Nya (Rm. 11:26). (6) Sebagaimana saudara-saudara Yusuf akhirnya mengenal dia
(45:15), bangsa Israel akhirnya akan mengenali Kristus (Za. 12:10). (7) Sebagaimana Yusuf menyatakan dirinya dalam peninggian dan kemuliaannya kepada
saudara-saudaranya (45:1, 8, 13), Kristus akan mewahyukan diri-Nya dalam peninggian dan kemuliaan-Nya kepada sisa orang Israel (Mi. 5:2-3; Mat.
24:30). (8) Saudara-saudara Yusuf berbagian dalam kenikmatan atas pemerintahannya, dan Yusuf secara khusus memelihara mereka sebagai kesaksian
Allah di bumi (45:16-24; 47:11-12; 50:21); demikian juga, dalam Kerajaan Seribu Tahun bangsa Israel akan berbagian dalam kenikmatan atas pemerintahan
Kristus, dan Kristus akan memelihara orang Israel secara khusus sebagai kesaksian Allah di antara bangsa-bangsa (Yes. 2:2-3; 61:6; Za. 8:23; 14:16-19).
91 Catatan kehidupan Yusuf adalah wahyu tentang pemerintahan Roh itu, sebab pemerintahan Roh itu adalah aspek memerintah dari orang kudus yang matang.
Meskipun dia penuh perasaan dan sentimen insani terhadap saudara-saudaranya (ay. 24; 43:30-31; 45:1-2), dia menjaga dirinya dengan semua perasaannya di
bawah pemerintahan Roh itu. Dia menanggulangi saudara-saudaranya dengan tenang, bijaksana, dan dengan khusus, mendisiplin mereka menurut keperluan me
reka untuk menyempurnakan mereka dan membangun mereka supaya mereka dapat menjadi sekelompok orang yang hidup sebagai kesaksian Allah di bumi (cf.
45:24). Yusuf menyangkal dirinya dan menempatkan dirinya dengan mutlak di bawah pimpinan kedaulatan Allah, berperilaku sepenuhnya untuk kepentingan
Allah dan umat-Nya. Kehidupan Yusuf di bawah pembatasan Allah, suatu gambaran kehidupan insani Kristus (Yoh. 5:19, 30b; 7:16, 18; 14:10), menyatakan
kematangan dan kesempurnaan hayat ilahi dan mendatangkan Kerajaan Allah.
171 Perlakuan ini menjamah hati nurani mereka dan menyebabkan mereka menyadari kesalahan mereka dalam hal membenci Yusuf dan menjualnya (ay. 21-22).
241 Dalam hal ini mungkin Simeon yang memimpin rencana untuk membunuh Yusuf (cf. 49:5-7).
Pasal 43
141 Ibraninya El Shaddai. Lihat cat. 12 dalam ps. 17.
142 Ketika dia ditanggulangi pada tahap terakhir kematangannya, Yakub tidak bergumul tetapi mutlak tunduk kepada kedaulatan Allah dalam lingkungan
sekitarnya. Dia tidak lagi bersandar kepada kemahiran dan kemampuannya; sebaliknya, dia bersandar kepada rahmat Allahnya yang serba mencukupi.
Hal ini memperlihatkan bahwa dia telah sepenuhnya diubah menuju kematangan.
Pasal 45
11 Ketika saudara-saudara Yusuf menjual dia, mereka membencinya dan tidak memperhatikan ayah mereka atau adik bungsu mereka. Sikap dan semangat Yehuda
ketika berbicara kepada Yusuf mengenai ayah dan adik bungsunya (44:18-34) meyakinkan Yusuf bahwa Yehuda telah ditaklukkan dan hancur. Inilah saat yang
tepat bagi Yusuf untuk menyatakan dirinya kepada saudara-saudaranya.
51 Yusuf tidak perlu memaafkan saudara-saudaranya, karena dia tidak menyalahkan mereka (cf. cat. 281). Dia menerimanya seperti dari Allah semua yang telah
dilakukan oleh saudara-saudaranya kepadanya, dan dia menghibur mereka yang telah menyakitinya (ay. 5-8; 50:15-21). Betapa anugerah, dan betapa unggulnya
roh yang dia miliki!
71 Maksud Allah adalah agar keturunan Abraham, Ishak, dan Yakub membangun Kemah bagi Dia (Kel. 25—30; 35—40) sehingga Dia dapat mendirikan kerajaan-Nya di
bumi. Allah mengutus Yusuf ke Mesir untuk memelihara kehidupan supaya sisa ras yang terpilih dan terpanggil dapat tetap hidup untuk menggenapkan tujuan-
Nya.
261 Ketika Yakub menerima kabar baik tentang Yusuf, hatinya tetap dingin, tetapi rohnya (semangatnya, ay. 27) dibangunkan, menunjukkan bahwa jiwa dan
rohnya telah terpisah (Ibr. 4:12). Inilah manifestasi kematangan Yakub dalam hayat.
281 Ketika mendengar Yusuf masih hidup, Yakub tidak menyalahkan siapa pun mengenai kehilangan Yusuf. Hal ini menandakan bahwa dia tidak hanya telah diubah,
tetapi juga matang, sepenuhnya dipenuhi dengan kepenuhan hayat ilahi.
Pasal 46
11 Sebagai orang yang matang dalam hayat, Yakub memiliki persekutuan dengan Allah melalui mempersembahkan kurban kepada-Nya. Cara Yakub
mempersembahkan melambangkan menyembah Allah dengan penyembahan yang Dia cari melalui mempersembahkan Kristus kepada Allah untuk kepuasan-Nya (cf. Yoh.
4:24).
31 Ibraninya El.
71 Penyataan yang tegas dari kematangan hayat Yakub adalah fakta bahwa Yakub memberkati setiap orang, termasuk Firaun (ay. 7, 10), dua cucu Yakub (ps.
48), dan dua belas anaknya (49:1-28). Tangan perampas Yakub menjadi tangan berkat (48:14-16). Kematangan hayat adalah perkara dipenuhi dengan Allah
sebagai hayat, dan berkat adalah pengaliran hayat, pengaliran Allah melalui kematangan dalam hayat. Memberkati orang lain adalah membawa mereka ke dalam
hadirat Allah dan membawa Allah ke dalam mereka sebagai anugerah, kasih, dan persekutuan sehingga mereka dapat menikmati Allah Tritunggal—Bapa,
Putra, dan Roh (14:18-19; Bil. 6:23-27; 2 Kor. 13:13). Perihal Yakub memberkati Firaun menunjukkan bahwa dia lebih besar daripada Firaun (Ibr. 7:7).
81 Lit., hari-hari dalam tahun-tahun. Juga dalam ay. 9.
141 Lit., mengumpulkan sedikit demi sedikit. Karena Yusuf menderita dan menyangkal dirinya, dia mendapatkan kekayaan suplai hayat. Di Mesir semua makanan
ada di tangan Yusuf. Untuk mendapatkan makanan dari Yusuf, orang harus membayar empat jenis harga: uang, ternak, tanah, dan diri mereka (ay. 14-23). Uang
mewakili kesenangan hidup, ternak melambangkan sarana hidup, dan tanah mewakili sumber penghasilan. Jika kita mau menerima suplai hayat dari Tuhan,
kita harus menyerahkan kepada-Nya kesenangan hidup kita, sarana hidup kita, dan sumber penghasilan kita. Semakin banyak kita menyerahkan kepada-Nya,
semakin banyak suplai hayat yang kita terima. Puncaknya, untuk menerima bagian terbaik dari Tuhan, termasuk makanan untuk kepuasan dan benih untuk
reproduksi (ay. 23), kita harus menyerahkan diri kita, setiap bagian diri kita, kepada-Nya.
Akhirnya, hanya ada satu tuan tanah di Mesir, dan semua orang menjadi penikmat pada tingkat yang sama. Ini adalah pralambang dari Kerajaan Seribu Tahun,
yang di dalamnya bumi dan semua kepenuhannya akan menjadi milik Kristus (Mzm. 2:8; 24:1; Dan. 7:13-14) dan semua bangsa di bumi akan menikmati kekayaan
Kristus.
171 Lit., digembalakannyalah.
291 Meletakkan tangan di bawah pangkal paha berarti bersumpah. Dalam 32:25 Allah menjamah paha Yakub (lihat cat. 2 di sana). Setelah pengalaman itu, Yakub
masih dapat berjalan, walaupun dengan pincang (32:31). Namun, menjelang meninggal, Yakub tidak dapat lagi melakukan sesuatu untuk dirinya; dia hanya
terbaring di tempat tidurnya. Kekuatan alamiahnya telah sepenuhnya diakhiri, dia hanya dapat bersandar kepada anugerah Allah, di sini diwakili
oleh Yusuf, lambang Kristus. Bukan oleh kekuatan Yakub, tetapi oleh tangan Yusuf sehingga Yakub akhirnya dibawa masuk ke tanah permai untuk warisan
sebenarnya (50:5-13). Demikian juga, bukan oleh kekuatan kita tetapi oleh anugerah Kristus sehingga kita mewarisi janji Allah (cf. 2 Kor. 12:9).
301 Yakub memandang kematiannya seperti berbaring tidur, menunjukkan bahwa dia percaya kebangkitan (1 Tes. 4:13-16). Dia melarang Yusuf menguburkan
dirinya di Mesir (ay. 29) tetapi di tanah permai, di gua Makhpela, di mana nenek moyangnya telah dikuburkan (49:29-32), menunjukkan bahwa dia mati da
lam iman, percaya bahwa pada hari kebangkitan dia akan dibangkitkan untuk mewarisi tanah permai menurut janji Allah (28:13; 35:12).
311 Septuagin menerjemahkan frase ini di atas tongkatnya (cf. Ibr. 11:21). Lihat cat 211 dalam Ibr. 11.
Pasal 48
31 Ibraninya El Shaddai. Lihat cat. 12 dalam ps. 17.
51 Yakub membuat kedua anak Yusuf, yang dilahirkan Rahel, menjadi kedua anaknya yang pertama untuk menggantikan Ruben dan Simeon, yang dilahirkan Lea.
Dalam memberkati Efraim dan Manasye, Yakub memberi Yusuf bagian ganda atas tanah itu (Yos. 16—17). Jadi, hak kesulungan di antara anak-anak Yakub bergeser
dari Ruben kepada Yusuf karena keinginan Yakub untuk mengenang Rahel (ay. 7). Allah menghargai apa yang Yakub lakukan dan membuatnya menjadi satu fakta
melalui pembagian tanah pada saat bangsa Israel memasuki tanah permai. Lihat cat. 23 dalam Mat. 1.
Dalam Kitab Kejadian ada empat kasus pergeseran hak kesulungan. Pergeseran hak kesulungan dari Esau kepada Yakub (25:22-26, 29-34) mewahyukan bahwa
menerima hak kesulungan tidak tergantung pada kelahiran alamiah kita, tetapi tergantung pada penentuan Allah (Rm. 9:10-13). Pergeseran hak kesulungan
dari Zerah kepada Peres (38:27-30) mengilustrasikan fakta bahwa hak kesulungan tidak tergantung pada pekerjaan manusia, tetapi pada pemilihan Allah.
Pergeseran hak kesulungan dari Ruben kepada Yusuf (49:3-4; 1 Taw. 5:1-2) mewahyukan bahwa meskipun kita telah ditentukan untuk memiliki hak
kesulungan, kita dapat kehilangan hak itu karena melakukan perzinaan. Pergeseran hak kesulungan dari Manasye kepada Efraim (ay. 12-20) menunjukkan bahwa
berkat Tuhan tidak tergantung pada upaya alamiah manusia, tetapi tergantung pada keinginan dan pemilihan Allah. Kasus terakhir pergeseran hak kesulungan
dalam Alkitab adalah pergeseran hak kesulungan dari orang Israel kepada gereja (lihat cat. 311 dalam Mat. 21).
71 Atau, berduka karena.
101 Lit., dia.
141 Ayah Yakub, Ishak, memberkati dengan buta (27:1, 23, 27), tetapi berkat Yakub atas dua orang cucunya penuh dengan pemahaman. Meskipun mata
jasmaninya kabur (ay. 10), karena Yakub matang dan bersatu dengan Allah dalam hayat, dia jelas dalam rohnya bahwa kehendak Allah ialah menetapkan Efraim
berada di atas Manasye (ay. 17-20).
151 Yakub menyebutkan Allah tiga kali dalam ay. 15-16 mengacu kepada Allah Tritunggal. Allah yang di hadapan-Nya Abraham dan Ishak hidup adalah Bapa;
Allah yang menggembalakan Yakub dalam seumur hidupnya adalah Roh; dan Malaikat yang melepaskan dia dari segala bahaya adalah Putra. Inilah Allah
Tritunggal dalam pengalaman Yakub. Lihat cat. 131 dalam 2 Kor. 13.
152 Lit., sejak aku ada, sampai hari ini.
Pasal 49
11 Nubuat Yakub yang mengandung berkat (ay. 28) mengenai dua belas anaknya adalah penyataan lebih lanjut dari kematangannya dalam hayat ilahi. Sebagai
orang yang disusun Allah, Yakub dijenuhi dengan Allah; maka, pembicaraannya adalah pembicaraan Allah dan perkataannya adalah perkataan Allah (cf. 1
Kor. 7:25, 40 dan cat.).
Dua belas anak Yakub akhirnya menjadi dua belas suku Israel, melambangkan gereja sebagai rumah Allah, yang disusun dari semua orang beriman (1 Tim. 3:15;
Ibr. 3:5-6). Jadi, apa pun yang dinubuatkan oleh Yakub mengenai anak-anaknya adalah lambang, gambaran dari gereja dan seharusnya diterapkan kepada gereja dan
pengalaman rohani kaum beriman, sama seperti kepada anak-anak Israel (cf. 1 Kor. 10:6).
41 Sekalipun Ruben memiliki hak kesulungan yang utama, karena kecemarannya dia kehilangan hak kesulungan (cf. Ef. 5:5; lihat cat. 23 dalam Mat. 1) dan
berada dalam bahaya kematian atau jauh berkurang (Ul. 33:6). Hal ini seharusnya menjadi satu peringatan yang serius bagi kita.
51 Karena kekejamannya (34:25-30) Simeon dan Lewi tidak menerima berkat dari Yakub. Sebaliknya Yakub melaksanakan penghakiman atas mereka untuk
menyerakkan mereka di antara anak-anak Israel (ay. 7) sehingga mereka tidak dapat berlaku kejam menurut watak mereka (Yos. 19:1, 9; 21:1-3, 41).
Selanjutnya, Lewi memakai wataknya dalam cara yang diperbarui dan diubah untuk membunuh penyembah-penyembah patung lembu emas (Kel. 32:26-28). Karena
kemutlakan, kengototan, dan kesetiaannya terhadap Allah, Lewi menerima berkat imamat dengan Urim dan Tumim Allah (Ul. 33:8-9).
61 Lit, kemuliaanku.
71 Cf. cat. 81 dalam Bil. 35.
81 Ayat 8-12 berisi tiga benih yang menakjubkan dari tiga kebenaran utama dalam Perjanjian Baru mengenai Kristus, yang adalah isi Injil: benih kemenangan
Kristus (ay. 8-9), benih Kerajaan Kristus (ay. 10), dan benih perhentian dalam kenikmatan atas kekayaan hayat Kristus (ay. 11-12). Tiga kebenaran
ini adalah ringkasan Perjanjian Baru.
91 Yehuda, di sini secara puitis diumpamakan seperti anak singa, adalah lambang Kristus sebagai Pemenang akhir, Singa yang berperang dan menang (Why. 5:5
dan cat. 1).
92 Anak singa dalam kesegaran dan kekuatannya adalah untuk berperang, untuk menangkap mangsa. Ketika seekor singa memburu mangsanya, ia turun dari tempat
tinggalnya di atas gunung, dan setelah ia menangkap mangsanya, dibawanya ke atas gunung untuk dilahapnya. Setelah menikmati mangsanya, singa itu
meniarap, yaitu berbaring, beristirahat dalam kepuasan. Ini adalah satu gambaran kemenangan Kristus atas musuh-musuh-Nya dalam penyaliban-Nya (Kol.
2:15; Ibr. 2:14) dan kepuasan dan perhentian-Nya dalam kenaikan-Nya sebagai hasil kemenangan-Nya (Ef. 4:8 dan cat.).
93 Singa betina, untuk memproduksi bayi-bayi singa. Kristus bukan hanya singa yang berperang dan singa yang beristirahat tetapi juga singa betina yang
memproduksi, yang melahirkan banyak pemenang sebagai “anak-anak singa”-Nya.
94 Tidak seorang pun berani membangunkan Yehuda. Ini melambangkan bahwa kuat kuasa Kristus yang dahsyat dalam kebangkitan dan kenaikan-Nya menaklukkan
segala sesuatu (Mat. 28:18; Flp. 2:9; Ef. 1:21-22).
101 Kemenangan Kristus mendatangkan kerajaan. Tongkat kerajaan, lambang kerajaan (Mzm. 45:7), menunjukkan kuasa rajani Kristus. Tongkat kerajaan ini
tidak akan pernah beranjak dari Yehuda, berarti jabatan raja tidak akan beranjak dari Kristus (2 Sam. 7:12-13; Dan. 2:44-45; 7:13-14; Why. 11:15; 22:1, 3).
102 Antara kakinya adalah istilah puitis yang menunjukkan keturunan atau anak cucu. Ini berarti raja-raja akan selalu dihasilkan dari keturunan Yehuda
(1 Taw. 5:2). Kristus, raja dalam Kerajaan Allah, adalah keturunan Yehuda (Ibr. 7:14).
103 Lit., Silo. Artinya pembawa damai; mengacu kepada Kristus dalam kedatangan-Nya kali kedua sebagai Raja Damai, yang akan membawa damai ke seluruh bumi
(Yes. 9:5-6; 2:4).
104 Sama dengan bangsa-bangsa, yang akan ditaklukkan kepada Kristus dan menaati Dia pada kedatangan-Nya kali kedua (Yes. 2:1-3; 11:10).
111 Keledai adalah binatang yang dipakai untuk angkutan (cf. Mat. 21:5). Menambatkan keledai menunjukkan bahwa perjalanan telah berakhir dan tujuan telah
dicapai. Pohon anggur dalam ayat ini melambangkan Kristus yang hidup, yang penuh dengan hayat (Yoh. 15:1, 5). Menambat keledai kita pada pohon anggur
melambangkan berhenti dari jerih lelah dan kerja keras kita dalam hayat alamiah dan beristirahat dalam Kristus, Yang hidup yang adalah sumber hayat (cf.
Mat. 11:28-30). Karena Kristus telah memperoleh kemenangan dan mendapatkan kerajaan, Dia menjadi pohon anggur yang kaya bagi kita untuk kenikmatan, per
hentian, dan kepuasan kita.
112 Pakaian melambangkan perilaku kita dalam hidup sehari-hari kita, dan anggur melambangkan hayat (Yoh. 2:3). Sebab itu, membasuh pakaian kita dengan
anggur dan baju kita dengan darah buah anggur melambangkan merendam perilaku kita, hidup kita sehari-hari, dalam kenikmatan atas kekayaan hayat Kristus
(Mat. 9:17 dan cat. 1).
121 Mata merah karena anggur dan gigi putih karena susu melambangkan pengubahan dari kematian kepada hayat melalui menikmati hayat Kristus yang kaya. Gigi
berfungsi untuk menerima makanan ke dalam mulut dan membantu ucapan dalam pembicaraan. Secara rohani, gigi yang putih di sini menunjukkan fungsi yang
baik dan sehat untuk mengambil Firman Allah sebagai makanan dan untuk mengutarakan firman-Nya supaya orang lain dapat terawat.
131 Nubuat mengenai Yehuda menggambarkan isi Injil (lihat cat. 81). Nubuat Yakub mengenai Zebulon adalah gambaran dari pemberitaan Injil. Zebulon adalah
bagian Galilea, tempat di mana Tuhan Yesus memulai ministri-Nya memberitakan Injil kerajaan (Mat. 4:12-23; 28:7, 10, 16-20). Zebulon adalah pantai untuk
kapal, pelabuhan. Pada zaman dahulu kapal-kapal berlayar dari pelabuhan membawa muatan dengan kekuatan angin. Hal ini menggambarkan pemberitaan Injil
kabar baik oleh pemberita-pemberita Galilea di bawah kuasa Roh Kudus sebagai angin surgawi (Kis. 1:8; 2:2-41). Lihat cat 283 dalam Mzm. 68.
132 Penyebutan Sidon, pelabuhan orang kafir, menunjukkan bahwa Injil akan mencapai dunia kafir dan disebarkan sampai ke ujung bumi (Kis. 1:8; 13:46-47).
141 Keledai yang kuat melambangkan manusia alamiah; meniarap adalah beristirahat dalam kepuasan; dan kandang domba melambangkan denominasi dan berbagai
ragam agama berdasarkan hukum Taurat (cf. Yoh. 10:1-9, 16 dan cat.). Puisi dalam ayat ini menggambarkan hidup gereja yang murni sebagai hasil
memberitakan Injil, yang di dalamnya manusia alamiah kita beristirahat dalam kepuasan di antara (di luar) kandang domba agama.
Dalam berkat Musa dalam Ul. 33:18b, Isakhar bersukacita atas kemah-kemahnya. Kemah di sana melambangkan gereja-gereja lokal sebagai ekspresi Tubuh
Kristus yang unik (Ef. 4:4a), yang di dalamnya kaum beriman bersukacita dalam kenikmatan atas kekayaan Kristus (Flp. 4:4; 1 Tes.5:16).
142 Lit., kandang domba.
151 Negeri melambangkan Kristus sebagai padang rumput hijau (Yoh. 10:9 dan cat. 2) yang dinikmati oleh kaum beriman dalam hidup gereja.
152 Seorang budak melakukan pekerjaan yang ditugaskan tuannya. Ini melambangkan anggota-anggota Tubuh Kristus, yang pelayanannya dalam Tubuh ditentukan
oleh Kepala (1 Kor. 12:4-6, 18, 28; Ef. 2:10; 4:11-12). Pelayanan demikian akhirnya menjadi upeti yang dipersembahkan kepada Tuan untuk kepuasan-Nya (cf.
Rm. 15:16).
153 Lit., untuk membawa upeti. Kelompok kedua dari anak-anak Yakub menggambarkan Injil, yang dilambangkan oleh Yehuda dan digenapkan dalam keempat kitab
Injil; pemberitaan Injil, yang dilambangkan oleh Zebulon dan digenapkan dalam Kitab Kisah Para Rasul; dan hidup gereja, yang dilambangkan oleh Isakhar dan
digenapkan dalam kitab-kitab selebihnya dalam Perjanjian Baru. Perampungan nubuat Yakub mengenai Yehuda, Zebulon, dan Isakhar terlihat dalam Ul. 33:19,
yang mengatakan bahwa orang-orang, bangsa-bangsa akan dipanggil ke gunung, melambangkan Kerajaan Allah (Dan. 2:35), di sana mereka akan mempersembah
kan kurban kebenaran dan menikmati kekayaan laut (gereja yang terutama disusun dari kaum beriman kafir—lihat cat. 11 dalam Mat. 13) dan harta yang ter
sembunyi dalam pasir (kerajaan yang tersembunyi di bumi—Mat. 13:44). Ini memperlihatkan bahwa Injil, pemberitaan Injil, dan hidup gereja sebagai
hasil dari Injil berakhir dalam kenikmatan atas hidup gereja dan hidup kerajaan (cf. Rm. 14:17 dan cat. 1).
161 Kata Ibraninya juga berarti tongkat kerajaan. Nubuat dengan berkat ini menunjukkan bahwa Yakub prihatin, Dan akan terpotong karena penyimpangannya
(ay. 17; Ul. 13:5-18). Perkataan Yakub di sini berarti bahwa Dan tidak hanya akan tetap tinggal sebagai satu suku, tetapi juga akan menjadi tongkat
kerajaan, kuasa. Dalam 1 Taw. 2—9 dan Why. 7 Dan dihapus dalam catatan umat kudus Allah (cf. Why. 3:5), tetapi dia masih akan menjadi satu suku dalam
Kerajaan Seribu Tahun karena berkat ayahnya (Yeh. 48:1). Lihat cat. 61, alinea 2 dalam Why. 7.
171 Dalam Ul. 33:22 Dan diumpamakan seperti anak singa yang melompat keluar dari Basan. Sebagai singa muda, Dan berperang untuk mendapatkan lebih
banyak tanah (Yos. 19:47; Hak. 18:27-29), tanah melambangkan Kristus (lihat cat. 71 dalam Ul. 8). Setelah kesuksesannya dalam kemenangannya, Dan
menjadi seekor ular, ular beludak, bertindak secara individualistis dan merdeka dalam kesombongannya untuk mendirikan berhala dan pusat penyembahan
yang memecah belah dan menobatkan seorang imam sewaan di kota Dan selama rumah Allah ada di Silo (Hak. 18:30-31; cf. Ul. 12:5 dan cat.). Sebagai seekor
ular, Dan memagut tumit kuda sehingga penunggangnya jatuh ke belakang, melambangkan penyimpangan yang dibawa masuk oleh Dan menjadi batu san
dungan yang besar kepada bangsa Israel. Sepanjang sejarah gereja banyak tokoh rohani telah mengikuti contoh Dan, dengan demikian menghalangi umat
Allah untuk menempuh jalan yang ditetapkan Allah. Penggenapan lebih lanjut dari nubuat Yakub mengenai Dan terlihat dalam 1 Raj. 12:26-31 (lihat cat.
di sana).
181 Yakub mengantisipasi keselamatan dari batu sandungan akibat dari penyimpangan suku Dan.
191 Kemenangan Gad dalam ayat ini, berhubungan dengan kemenangannya dalam Ul. 33:20, melambangkan pemulihan kemenangan Kristus yang hilang oleh Dan karena
penyimpangannya. Menurut Ul. 33:20-21, Gad diperbesar karena kemenangannya; dia menyiapkan bagian pertama tanah permai (tanah di sebelah timur Yordan)
untuk dirinya, tetapi sebelum menikmati bagiannya, dia pergi dengan saudara-saudaranya dan berperang bersama mereka untuk mendapat bagian tanah di
sebelah barat Yordan (Bil. 32:1-32), dengan demikian melaksanakan kebenaran TUHAN dan penghakiman-Nya di Israel. Kegagalan Dan dikarenakan dia bersi
kap individualistis dan hanya memperhatikan dirinya sendiri, sedangkan kesuksesan Gad karena dia bersikap korporat dan memperhatikan keperluan
saudara-saudaranya. Dalam istilah Perjanjian Baru, untuk mengikuti teladan Gad kita perlu memiliki perasaan korporat dari Tubuh dan memperhatikan
anggota Tubuh untuk merampungkan kehendak Allah, yang adalah untuk memiliki kehidupan Tubuh (Rm. 12:1-21).
201 Mengikuti beberapa versi kuno; teks Ibraninya mencantumkan, Dari Asyer.
202 Lit., lemak. Nubuat Yakub dalam ayat ini dan berkat Musa dalam Ul. 33:24-25 memperlihatkan kecukupan Asyer, datang setelah pemulihan dengan Gad (ay.
19). Asyer diberkati dengan makanan yang limpah, dengan persediaan hayat yang kaya. Mencelupkan kakinya ke dalam minyak (Ul. 33:24) melambangkan
kenikmatan suplai yang limpah lengkap dari Roh itu untuk hidup sehari-hari (Flp. 1:19; Gal. 3:5). Hasil persediaan yang kaya demikian adalah
kenikmatan perhentian yang mutlak dengan damai, kuat, aman, dan cukup.
211 Rusa betina melambangkan Kristus yang bangkit (lihat Mzm. 22:1 dan cat.). Kata-kata indah yang diucapkan Kristus dan oleh mereka yang mengalami
Kristus dalam kebangkitan-Nya (Luk. 4:22; Yoh. 7:46; Mat. 28:16, 18-20; Kis. 2:32-36). Menurut Ul. 33:23, Naftali dipuaskan dengan kemurahan (istilah
Perjanjian Lama yang sebanding dengan anugerah dalam Perjanjian Baru) dan penuh dengan berkat TUHAN (mengacu kepada berkat-berkat rohani di dalam
surga—Ef. 1:3). Selain itu, Naftali akan memiliki laut (dunia kafir—lihat cat. 11 dalam Mat. 13) dan bagian selatan (tanah Israel), melambangkan mereka
yang mengalami Kristus yang bangkit akan memiliki seluruh bumi melalui mengabarkan Kristus (Mat. 28:19; Kis. 1:8; Rm. 15:19). Lihat cat. 284 dalam Mzm.
68.
212 Lit., kata-kata indah.
221 Lit., ranting. Yusuf seperti ranting buah-buahan yang muda melambangkan Kristus sebagai ranting (Yes. 11:1) untuk mengembangkan Allah melalui kaum
beriman-Nya sebagai ranting-ranting-Nya (Yoh. 15:1, 5). Dalam ayat ini mata air melambangkan Allah, sumber berbuah (Mzm. 36:10; Yer. 2:13), dan dahan-dahan
yang naik mengatasi tembok melambangkan kaum beriman Kristus sebagai ranting-ranting-Nya menyebarkan Kristus melewati segala pembatasan, memperbesar Dia
dalam segala lingkungan (Flp. 1:20; 4:22; Flm. 10).
241 Atau, kuat. Ayat 23-24 mengacu kepada penderitaan Yusuf di tangan saudara-saudaranya (37:18-31). Yusuf mengatasi penderitaannya (cf. Rm. 8:36-37)
karena dia dikuatkan oleh Allah, Yang Mahakuat pelindung Yakub dan Yang serba mencukupi, yang kepada-Nya dia bersandar (cf. 2 Tim. 2:1; Flp. 4:13).
251 Ibraninya Shaddai. Lihat cat. 12 dalam ps. 17.
252 Berkat-berkat yang dilimpahkan kepada Yusuf, seperti terlihat dalam ay. 25-26 dan Ul. 33:13-16, meliputi semua zaman, dari zaman lampau sampai ke
kekalan (ay. 26; Ul. 33:15), dan segala tempat, dari langit sampai bumi, termasuk samudera raya di bawah bumi (ay. 25b; Ul. 33:13-14, 16a). Waktu di
tambah tempat sama dengan alam semesta. Sebagai orang yang diberkati secara universal oleh ayahnya, Yusuf melambangkan Kristus, yang ditetapkan
sebagai Pewaris segala sesuatu (Ibr. 1:2; Kol. 1:16), dan kaum beriman-Nya, teman sekutu Kristus yang berbagian dalam warisan-Nya (1 Kor. 3:21-22; Rm.
8:17; Ibr. 1:9; 3:14; 1:14 dan cat.). Berkat universal kepada Yusuf akan rampung dalam langit baru dan bumi baru, yang dalamnya segala sesuatu akan
menjadi berkat bagi Kristus dan kaum beriman-Nya (Why. 21:1, 4-5; 22:3, 5).
261 Lit., terpisah dari. Ibraninya nazir; diterjemahkan seorang nazir dalam Hak. 13:5, 7; 16:17. Di sini Yusuf melambangkan Kristus sebagai Orang nazir,
orang yang terpisah dari masyarakat umum untuk hidup seluruhnya bagi Allah (lihat cat. 22 dalam Bil. 6). Berkat universal dilimpahkan ke atas batu kepala
seorang nazir demikian (cf. Ul. 33:16b).
271 Lit., merobek-robek. Sebagai serigala yang merobek-robek, Benyamin adalah lambang Kristus, yang menghancurkan musuh dengan merobek-robeknya menjadi
potongan-potongan kecil (Ef. 4:8; 2 Kor. 10:5).
272 Berkat Musa dalam Ul. 33:12 mengatakan bahwa Benyamin akan tinggal aman di samping TUHAN dan TUHAN akan tinggal di antara bahu Benyamin. Yerusalem
dengan bait Allah, tempat tinggal Allah, berlokasi di wilayah kekuasaan Benyamin (Hak. 1:21). Maka, berkat Yakub kepada dua belas anaknya diakhiri dengan
tempat tinggal Allah, yang akhirnya rampung dalam Yerusalem Baru sebagai tempat saling huni antara Allah dengan umat tebusan-Nya untuk selama-lamanya (Why.
21—22). Inilah berkat terbesar bagi umat Allah.
Kejadian 49:1-28 adalah intisari seluruh Alkitab dan ringkasan sejarah umat Allah, seperti yang terlihat dalam dua belas anak Yakub, bangsa Israel, dan
gereja. Ini juga adalah gambaran sejarah pribadi setiap orang beriman. Empat anak pertama Yakub—Ruben, Simeon, Lewi, dan Yehuda—adalah orang dosa,
menunjukkan bahwa sejarah umat Allah dimulai dengan orang dosa. Namun, dua dari orang dosa itu, Lewi dan Yehuda, diubah menjadi imam dan raja. Dari
jabatan raja Yehuda dihasilkan keselamatan yang rajani, yang diberitakan sebagai Injil dalam dunia orang kafir oleh Zebulon yang menghasilkan hidup
gereja dengan Isakhar. Tetapi penyimpangan masuk melalui Dan, diikuti oleh pemulihan dengan Gad, yang menghasilkan kelimpahan kekayaan Kristus dengan
Asyer dan dalam kebangkitan dengan Naftali. Akhirnya, sejarah umat Allah disimpulkan dengan Yusuf dan Benyamin, yang melambangkan Kristus sebagai Dia
yang benar-benar menang dan sempurna, tanpa cacat. Menurut nubuat Yakub dan perkataan Musa, Yusuf mendatangkan berkat Allah yang universal dan
tidak ada batasnya (ay. 22-26; Ul. 33:13-16), dan Benyamin mendatangkan tempat tinggal kekal Allah (Ul. 33:12). Jadi, kesimpulan dari Kej. 49 berhu
bungan dengan kesimpulan seluruh Alkitab—berkat universal dalam langit baru dan bumi baru, yang di dalamnya ada tempat tinggal kekal Allah, Yerusalem
Baru, sebagai hasil dan sasaran berkat universal Allah (cf. Ef. 1:3; 2:22).
291 Lihat cat. 301 dalam ps. 47.
Pasal 50
111 Artinya perkabungan orang Mesir.
191 Lihat cat. 51 dalam ps. 45.
251 Cf. Kel. 13:19. Seperti Yakub, Yusuf mati dalam iman, berharap dibangkitkan untuk mewarisi tanah permai dan berbagian dalam semua kenikmatan di
dalamnya. Lihat cat. 301 dalam ps. 47.
261 Pada permulaan kitab ini Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya supaya manusia dapat mengekspresikan Dia dan memberi manusia kekuasaan-Nya
supaya manusia dapat mewakili Dia (1:26). Setelah pengalaman begitu banyak orang yang dipanggil, kitab ini disimpulkan dengan kehidupan ini, pada Yakub
di satu pihak, mengekspresikan Allah dalam gambar-Nya, dan pada Yusuf di pihak lain, mewakili Allah dengan kekuasaan-Nya (lihat cat. 11, alinea 2 dalam
ps. 37). Betapa unggul dan menakjubkan hal ini! Namun, apa yang digambarkan dalam Kitab Kejadian masih berupa bayangan dalam zaman perlambangan. Pada zaman
Yusuf realitasnya belum datang. Jadi, dalam kesimpulan kitab ini Yusuf mati, mengharapkan zaman penggenapan, yang di dalamnya dia akan berbagian dalam
realitasnya.